Tuesday, September 19, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 38

 

Sumber Gambar: MBC


Rin turun dan ia dibawah dibantu oleh Gae Won dan Yeom Bok. Rin bertanya dimana Agasshi? Dimana? Gae Won pura-pura-pura gak tahu, Agasshi? yang mana ya?

Yeom Bok keceplosan, mengatakan kalau San sudah pergi. Yeom Bok menunjukkan bungkusan kain hijau yang San tinggalkan.

"Kau tidak bisa mengatakannya langsung." Kata Gae Won.

Rin membenturkan kepala Gae Won ke meja, mengatakan kalau ia tidak punya waktu main-main. Gae Won menjelaskan, San meminta mereka menahan Rin sebisa mungkin, itulah sebabnya, San bahkan memberi mereka banyak perak.


Rin membuka bungkusan hijau itu dan isinya hanya pakaian. Rin mencari suratnya dan menanyakan pada mereka tapi mereka tidak tahu.

Yeom Bok dan Gae Won tiba-tiba teringat, San menitip pesan untuk disampaikan saat Rin sadar.

"Aku akan kembali 7 tahun lagi. Jika kau masih bersama Seja Jeoha, aku akan menemukanmu."

Rin bangun, bertanya kapan San pergi. Gae Won menjawan dua jam lalu. Gae Won menyuruh Rin menyusul San, jika tahu San pergi ke mana.


Rin: Dia.. lebih banyak tahu jalan daripada aku. Jika dia ingin sembunyi, aku tidak akan bisa menemukannya.


Raja sudah bisa makan kembali. Song Bang Young menghadapnya dan ikut senang, walaupun hanya kedok. Raja merasa sudah tidur sangat lama, ia banyak bermimpi dan ia lapar.

"Mengapa Ratu Mu tidak nampak? Kanselir Wang tidak mau mengatakannya. Orang kaku ini berpikir, berbicara tentang wanita akan membuat lidahnya kotor atau semacamnya." Tanya Raja.

"Ketika Anda tidur, banyak sekali peristiwa yang sangat mengejutkan terjadi..." Jawab Song Bang Young yang segera dipotong oleh Kanselir.


Kanselir melarang Song Bang Young bicara masalah politik karena Tubuh dan jiwa Raja masih lemah.

"Dimana Ratu Mu? Aku sedang tidak sehat. Mengapa dia tidak disini?" Tanya Raja.

"Dia meninggal." Jawab Song Bang Young.

"Leluconnya tidak lucu."

"Seja Jeoha membunuhnya dengan sekali libas."

"Apa yang kau bicarakan?"

"Dia sangat frustasi saat Ratu meninggal, jadi dia datang ke kamar Anda..."

Raja mengonfirmasi perkataan Song Bang Young pada Kanselir. Kanselir menjelaskan, Ratu sudah lama jatuh sakit, jadi...

Belum selesai Kanselir menjelaskannya, Raja membanting mangkuk buburnya.

"Aku bertanya padamu. Apa yang dia katakan? Aku... Aku tidak... mengerti apa yang dia katakan."

Raja kelihatan sangat-sangat sedih mendengar kabar Ratu meninggal.


Jin Gwan melapor, mereka sudah mencari sekeliling istana tapi sia-sia, San tidak ada dimana-mana.


Lalu Jang Eui datang, melapor bahwa ada seorang yang melihat wanita mirip dengan San di Gerbang Seonui, empat jam lalu.


Won: Dia pergi ke Byeokrando untuk naik kapal. Ikuti dia... Menurutmu di Gerbang Seonui? Orang yang mirip?


Kasim Kim bertanya, apa harus ia menyiapkan alat penyamaran Won?

Won berpikir, ia kembali teringat kelanjutan pertemuannya dengan San malam itu.

Kilas Balik..


San bertanya, apa Won tidak mau menemui Rin? Won mungkin merasa sedikit bersalah jika melihat wajah Rin.

"Lupakan."

"Kau merasa bersalah?"

"Aku pergi. Dan terima kasih untuk surat ini."


San ikut berdiri, ia akan mengantar Won. Won menjawab, rawat saja pasien di dalam. San tetap kekeh, ia akan mengantar Won sampai jembatan di depan.

San: Aku berpikir seperti apa rasanya jika aku tidak tahu.

Won: Tentang apa?

San: Bahwa kau Seja Jeoha. Apa akan berbeda jika aku tidak tahu?

Won: Kau tahu? Kau satu-satunya orang di Goryeo yang menyumpahiku dengan kasar. Bahkan Apamama tidak berbicara seperti itu.

San: Aku tidak menyumpahi.


Won berhenti untuk menjelaskan, San bahkan lebih parah daripada menyumpahinya. Won ingat saat San menjatuhkannya saat mereka pertama bertemu di perguruan Guru Lee.

"Itu hanya..." San merasa bersalah.


Won melanjutkan, bahkan Kaisar Yuan tidak memperlakukannya seperti itu.

"Kau sudah lama menyimpan dendam." Kata San.

"Tetap saja, aku memaafkanmu. Kau membiarkanku bersandar padamu."


Won kembali berjalan pelan-pelan sambil menjelaskan bahwa San itu satu-satunya tempat bersandarnya di Goryeo.

Lalu kita diperlihatkan kilas balik saat Won memeluk San setelah San keluar dari penjara.


San naik ke batu dan berjalan dengan merentangkan kedua tangan. Won mengingatkan nanti San bisa tergelincir dan Won menengadahkan tangannya untuk menangkap Won. San bertanya, kalau ia tergelincir, akankah Won menangkapnya?

"Tidak." Jawab Won lalu meletakkan kedua tangannya dibelakang. Won melanjutkan, "Perutku sangat sakit."


Won kembali memanggil San dengan nama So Hwa. San lalu jongkok.


Won bertanya, apa yang akan terjadi pada mereka jika San tidak tahu ia Seja Jeoha?

"Tahu atau tidak, akan tetap sama. Aku sangat.. menyukaimu. Awalnya, aku iri. Kalian.. memiliki persahabatan yang belum pernah aku alami. Aku ingin bergabung. Setelah itu, Aku tidak bisa, tidak menyukaimu. Setiap kali kita bertemu, kau memberiku sesuatu yang tidak pernah  aku terima di tempat lain. "Siapa pria ini?" "Apa dia punya banyak tipuan?" "Dia memberiku harapan bahkan sebelum aku meminta". "Mengapa?" "

"Lalu?"

"Aku tidak tahu bagaimana cara menerima."

"Aku tidak tahu bagaimana cara memberi."


Won tersenyum, ia mengaku, awalnya ia ingin mengurungmu di kandang. Ia juga berpikir untuk membawa San pergi jauh.

"Kau tidak akan melakukannya. Kau berpura-pura tidak peduli, tapi kau sangat peduli pada negerimu."


Won mengerti, ia pasti sangat menyayangi San, sangat banyak sampai menahan San.

"Jeoha! Aku harap kau selalu sehat."

"Kenapa kau mendadak berbicara seperti wanita tua?"

"Aku hanya..."


San benar-benar tergelincir dan Won sigap menolongnya. Tapi San malah memeluk Won sangat erat.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Won.

"Kau bisa diam sebentar?"

Kilas Balik Selesai..


Won mengerti sekarang, semua itu adalah ucapan selamat tinggal dari San.


Song In kembali ngomong sendiri, "Ratu hilang. Wang Lin hilang. Aku tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Apa kedua orang ini juga pergi?"

*Siapa yang dimaksud?


Tiba-tiba Moo Suk datang. Song In menyuruh Moo Suk untuk pergi dengan Bi Yeon, tapi Moo SUk tak kunjung beranjak. Song In bertanya, apa Moo Suk ada pertanyaan?

"Apa yang harus aku lakukan dengannya saat dia tidak dibutuhkan lagi?"

"Siapa?"

"Bi Yeon, pembantu itu."

"Apa aku harus tahu namanya?"

"Apa yang harus aku lakukan dengannya?"

"Aku sudah memberimu perintah."

"Apa aku harus membunuhnya?"

"Jika kau membiarkan saksi tetap hidup, dia akan menjatuhkan kita nanti. Berapa kali aku harus mengajarimu?"

"Apa aku harus membunuhnya?"

"Bagus. Jika tidak, aku akan memerintahkan orang lain."


Bi Yeon memastikan lagi, jika ia melakukannya, Moo Suk akan menyelamatkan San kan?

"Kau hanya perlu membawanya." Jawab Moo Suk.

"Lalu dia akan hidup? Katakan padaku. Lalu aku akan mempercayaimu. Aku takut mati."


Moo Suk mengulurkan tangannya dan Bi Yeon memberikan tangannya. Moo Suk lalu memegang tangan Bi Yeon.


Dan menikmati suara kicauan burung sambil menutup mata.


Tiba-tiba di luar ada keributan, Bi Yeon memaksa ingin masuk ke dalam.


Jin Gwan lalu memeriksa keluar. Jin Gwan mendengar B Yeon berkata bahwa ia diutus oleh San.

"Kau bilang Nona San?" Tanya Jin Gwan setelah keluar.

"Iya. Aku ada pesan untuk Putri Mahkota."

"Apa kau.. wanita yang terluka karena menyelamatkannya?"

"Ya, itu aku. Aku pembantu yang menyamar jadi dia."

Jin Gwan pun membawa Bi Yeon masuk.


Giliran Moo Suk yang bertindak, ia memberi isyaratpada penjaga pintu dan penjaga pintu menunduk padanya.


Jin Gwan membawa Bi Yeon menghadap Dan, mengatakan bahwa Bi Yeon membawa pesan dari San.

"Ini hanya untuk Putri Mahkota. Ini rahasia." Kata Bi Yeon.


AKhirnya Dan dan Bi Yeon bicara berdua dengan pengawasan JinGwan dari jauh. Dan bertanya, kenapa tidak San sendiri yang datang ke Istana, soalnya ia sekarang tidak bisa pergi bebas kapanpun.

"Nona San tidak bisa kembali."

"Mengapa?"

"Dia tidak mau terlihat oleh Seja Jeoha."

"Apa maksudmu?"

"Anda bisa dengar secara rinci dari dia langsung. Aku tidak tahu banyak."

"Apa sebenarnya yang ingin dia katakan sampai harus menemuiku di luar istana? Aneh sekali."


Bi Yeon melirik Jin Gwan sebelum menjawab, Dan harus pergi sendiri, tidak boleh ada yang tahu, bahkan Jin Gwan.

"Ini lebih aneh lagi." Kata Dan.

"Nona San... Dia... hamil."

"Apa? Siapa yang melakukannya?"

"Aku tidak tahu. Dia ingin membicarakan masalah ini dengan Anda. Secara pribadi."

Dan langsung mengirim Jin Gwan pergi, pura-pura menyuruh Jin Gwan memberitahu Won kalau ia harus menemuinya.


Won dan Jang Eui menemui orang yang katanya melihat wanita mirip San. Won bertanya apa yang wanita itu kenakan. Orang itu menjawab wanita itu memakai gaun warna merah dan membawa pedang panjang.


Gae Won membenarkan pernyataan orang itu, San memang menggunakan gaun merah. Won bertanya lagi, bagaimana ciri-cirinya?

"Dia cantik."

Komandan memukul kepala pria itu, "Kau bodoh. Apa semua wanita yang mengenakan gaun itu cantik?"

"Dia memang cantik. Mataku hampir copot. Dia sangat cantik, jadi aku mengikutinya sebentar."

"Kau sekarang sedang bertugas."

"Ada beberapa pria yang menunggunya. 5 atau 6 orang. Mereka mengepungnya, jadi aku kembali. Aku takut mereka akan berkelahi."


Jang Eui memanggil Won, memberitahu kalau dibelakang ada Rin.


Rin jalan mendekati Won dan Won juga mendekati Rin. Rin akan memberi hormat dengan membungkuk tapi Won melarangnya.

"Kau tidak apa?" Tanya Won.

"Sakit."

"Apa aku harus minta maaf?"

Rin tersenyum, "Itu pertarungan yang adil. Pedangku tergelincir."

Won balas tersenyum.


Won memanggil Rin seperti biasa, Rin-ah. Won berkata kalau ia punya firasat buruk. Ia takut.


Song In mengendarai kereta menuju rumah San. Ia membawa kotak dengan bungkus kain berwarna ungu.


Song In masuk ke sebuah ruangan dan ternyata disana ada San yang diikatnya.

"Aku yakin kau tidak merasa nyaman. Dulu ini ruanganmu. Aku rasa kau tidak tahu. Kau melarikan diri." Kata Song In.

"Bisa kau ceritakan padaku? Aku ingin tahu rencanamu."

"Tunggu sebentar. Dia akan segera datang."


Song In membuka bungkusan yang dibawanya, itu adalah set minum teh.


Bi Yeon dan Dan sampai di rumah San. Tapi kemudian beberapa orang datang untuk menangkap Bi Yeon. Mereka bawahan Moo Suk, lalu Moo Suk menunjukkan jalan untuk Dan.


Dan dibawa masuk ke ruangan San tadi. San sangat terkejut, ternyata orang yang dimaksud Song In adalah Dan. Dan juga terkejut melihat San diikat begitu.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa dia di sini?" Tanya San pada Song In.


Kemudian Moo Suk mendudukkan Dan paksa. San berteriak, melarang Moo Suk tidak sopan karena Dan itu adalah Putri Mahkota negara ini.

Song In: Tenanglah. Kalian berdua.. akan minum teh.


Jin Gwan baru menyadari kalau Dan menghilang, semua dayang juga tidak tahu Dankemana.


Lalu Jin Gwan menemukan surat yang tertancap di anak panah.


Song In selesai menyeduh teh dan ia menuangkan ke dalam dua gelas. Song In berkata, salah satu dari mereka akan ikut dengannya, ia membutuhkan sandera.


Song In mengeluarkan sesuatu dari bajunya, "Satunya lagi.. menuangkan ini ke teh sebelum meminumnya."

Dan bertanya pada San, apa yang sedang dibicarakan Song In itu. San menjawab Song In itu orang gila.

Song In tertawa, membenarkan San. Song In menjelaskan racun ditangannya itu dibuat oleh orang yang sangat ia sayangi, ia dengar ini tidak terlalu sakit, racun itu membuat organ dalam seseorang tidur satu persatu sampai paru-parunya berhenti bekerja.

San meronta, berharap ikatannya lepas, tapi sia-sia.

Song In bertanya, siapa yang akan menuangnya dan siapa yang akan ikut dengannya?


Dan menatap San, ia menggeleng. Song In melanjutkan, ini adalah rencana paling bagus yang ia pikirkan.

"Kalian ingin aku memberi tahu rencana ketigaku?"


Dan berdiri, akan kabur tapi Moo Suk lebih sigap. Moo Suk langsung menghunus pedangnya dan menempatkannya pada leher Dan.

San memutuskan, "Putri Mahkota. Maafkan aku. Tapi Anda harus minum racunnya."

Dan pun kebali duduk, ia lemas. San melanjutkan, ia yakin Dan tidak akan bisa bertahan sehari dengan orang seperti Song In jadi Dan lebih baik mati saat ini. Itulah yang harus Dan lakukan sebagai Putri Mahkota.


"Maaf, Nona San."

San langsung memotong Dan. Ia meminta Song In mengijinkannya untuk melayani sendiri teh terakhir Putri Mahkota.

"Bagaimana ini? Dia orang yang ingin mengambil tempatmu sebagai Putri Mahkota."

"Itu.. alasanku sebenarnya."

Song In tersenyum puas, sementara Dan memandang San kecewa.


Moo Suk lalu melepaskan ikatan San atas isyarat dari Song In.


Song In pun menuangkan racun itu kedalam salah satu gelas.

"Tolong jangan lakukan ini. Apa aku pernah melakukan kesalahan padamu?" Mohon Dan pada San.

San tidak menjawabnya, ia lalu berdiri. "Akan lebih baik.. jika kita bisa menjadi saudara di kehidupan selanjutnya." Kata San padanDan.


Jin Gwan buru-buru memberitahu Won tentang surat kaleng itu.

"Putri Mahkota diculik. Dan kudengar Nona San juga ada di sana."

Won dan Rin panik membaca surat kaleng itu.


San siap mengambil gelas yang mengandung racun itu dan tiba-tiba ada suara di luar. Moo Suk dan Song In sama-sama menengok keluar.


San menggunakan kesempatan itu untuk menukar posisi gelasnya. Dan menyaksikannya.


Jadinya San mengambil gelas yang tidak mengandung racun, tapi Song In dan Moo Suk tahunya kalau posisi gelas yang diambil San itu yang mengandung racun.

San memberikan gelas itu pada Dan, "Jangan takut. Dia bilang ini tidak sakit."

Dan menggeleng (pura-pura), tapi San memaksanya.


Song In tiba-tiba menghentikan mereka. Song in memberikan satu gelas yang tersisa untuk San, gelas yang mengandung racun.

"Kau harus berbagi.. dimomen penting seperti ini bersama-sama."


San menerimanya dengan tenang, sementara Dan nampak panik. Won dan Rin memacu kuda mereka menuju rumah San.

San bernarasi: Aku banyak bertemu orang yang penting dalam hidupku yang kebanyakan orang tidak aku duga. Aku sangat dicintai. Itu sudah cukup bagiku.



Song In menyuruh mereka mulai minum, jangan sampai tehnya dingin. Song In meminum miliknya duluan, lalu ia memaksa Dan untuk meminumnya juga.


Dan selesai minum dan ia melihat San. San tersenyum membalasnya, lalu San meminum miliknya, airmatanya menetes. Dan juga tak bisa menahan airmatanya lagi.

11 komentar

Jadi semakin penasaran sama ending nya

Tinggl 2 episode lg g mn nasib san setelh minum racun,masih penasaran d tunggu lanjutan nya

😢😢😢 makasih recapnya.... semoga san selamat
Masih sedih gak iklas won ama san gak bisa bersama... 😩 aku gak begitu suka ama Wang Dan.

😢😢😢 makasih recapnya.... semoga san selamat
Masih sedih gak iklas won ama san gak bisa bersama... 😩 aku gak begitu suka ama Wang Dan.

Lak, episode 39 nya kapan di update??

Aku udah liat episode terakhir. " Akhirnya San lebih memilih Wang Rin daripada Jeoha,San dan Rin pergi jauh berdua, dan raut wajah jeoha sangat sedih melihatnya seperti ga rela"

Hahaha iya .. Endingnya sebal banget !!
Pd writer Song Jina kesal banget apa yang dia lalukan terhadap drama ini .. Padahal ending ikut novel , jalan cerita ikut novel seru ... Ditukarkan udah jadi enggak seru . I hate u PD WRITER SONG JINA

Aku malah beda nih, 3 3 nya berpisah. Lin meninggal, san pergi dan won menjadi raja.
Waktu adegan di atas bukit, mmg keliatan san dan lin, tapi setelah kamera menjauh.. hanya san yang terlihat, sepertinya lin cuma bayangan yang dilihat won.

Begitu juga saat asisten kerajaan bilang klo seseorang melihat san, hanya san ga ada lin.

Aku malah beda nih, 3 3 nya berpisah. Lin meninggal, san pergi dan won menjadi raja.
Waktu adegan di atas bukit, mmg keliatan san dan lin, tapi setelah kamera menjauh.. hanya san yang terlihat, sepertinya lin cuma bayangan yang dilihat won.

Begitu juga saat asisten kerajaan bilang klo seseorang melihat san, hanya san ga ada lin.

Ud bolak blik bk ini msh blm ad ep 39 40

Iya aku dukung WonSan dari mulai promo videonya,posternya semuanya ama Won bahkan ada adegan Won cium San walaupun di blur... gak taunya endingnya malah sama Rin... sejujurnya aku ngerasa tertipu... kayak keledai yang di gantungin wortel. Pas kena bukan wortel tapi ubi duh nyesek 😖😖😖 sebel banget

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon