Thursday, September 21, 2017

Sinopsis The King Loves Episode 40-Final


Sumber Gambar: MBC


Dan menemui Dan. Dan sangat terkejut, sampai terkejutnya kakinya lemas. Dan dibantu Jin Gwan berdiri untuk menghampiri San. Dan bertanya dengan penuh kekhawatirna, apa San tidak apa-apa.

San tersenyum, ia tidak apa-apa, kecuali perutnya yang masih sedikit sakit. Dan langsung memeluk San, ia sangat bersyukur.


Dan menangis dan Jin Gwan mengulurkan sapu tangan. San berkomentar, Dan sering menangis seperti Bi Yeon, itu sebabnya ia datang. Dan mengakui, ia memang sering menangis dan kakaknya selalu emngejeknya.
\


San teringat, ada yang ingin ia tanyakan. Dan menjawab, San bisa bertanya sampai seratus kali.

"Kudengar Anda jago memasak. Apa rahasianya?"

"Tidak banyak, tapi aku suka masak sejak kecil."

Dan mereka mengobrol sambil jalan-jalan. San menggandeng lengan Dan.


Jeon masuk ke ruangan ayahnya, ingin mengadu soal Rin tapi ternyata Rin sudah duluan ada disana. Jeon akan memarahi Rin tapi ayahnya menyuruhnya duduk.

"Ayah, dia membawa Eun San ke rumah. Dia tunanganku.."

"Duduk."

"Kenapa dia membawanya tanpa memberitahuku?"


Ayah bertanya pada Rin, apa Rin harus melakukan itu (membawa San). Rin hanya bisa minta maaf. Jeon bertanya, apa yang Rin lakukan kali ini? Ayah yang menjawabnya, bahwa Rin ingin dihapus.

"Dihapus? Dari keluarga kita?" Jeon memastikan.

"Dia ingin namanya dihapus dari daftar keluarga kita."

Jeon bertanya pada Rin, Rin membunuh seseorang? Atau--. Rin memotong Jeon, ia minta bantuan Jeon.

Jeon: Omong kosong. Kau tidak bisa menyeretku.

Rin: Aku ingin memberimu kesempatan untuk berkontribusi pada Kerajaan.

Jeon: Kalau begitu, kau bisa minta bantuanku.

Rin: Namun, ingat satu hal didalam pikiranmu. Kau harus melupakan Nona San.

Jeon: Apa?

Rin: Kau bahkan tidak mengenalnya.

Jeon: Bagaimana jika aku tidak mau?

Rin: Kau harus melakukan perintahku, jika tidak ingin kesalahan yang kau lakukan.. terbongkar lagi. Berhati-hatilah dengan.. keserakahan dan wanitamu.


Ayah menyuruh Rin mengatakan bahwa Rin setuju dan ucapkan terima kasih. Ayah menyuruh Rin mengatakan itu pada Dan.


Rin memberi salam pada ayahnya untuk yang teralhir kali, tapi merea hanya saling diam, hanya mata yang bicara. Rin tersenyum pada ayahnya dan ayahnya seperti masih berat untuk melepas Rin.

Guru Lee bernarasi untuk menjelaskan semuanya.

"Musim panas tahun 1297 dimulai."


Koo Hyung menunjukkan sebuah rumah untuk Guru Lee dan Guru Lee bebas menggunakan seluruh rumah itu.

"Nona sudah memberi tahu kami, jadi kami menyiapkan beberapa barang, tapi jika Anda butuh sesuatu, beri tahu kami." Lanjut Koo Hyung.

Guru Lee tersenyum puas dan yang pertama ia ambil adalah botol alkohol.


Won-San-Rin sepertinya akan pergi bersama. Won datang belakangan, sementara Rin dan San sudah menunggu.

"Kalian lama menunggu?" Tanya Won.

"Tidak." Jawab Rin.

"Kau yakin?"

"Tentu."


Oh.. mereka mau mencari cap emas itu. San yang mengetahui dimana tempatnya karena ia diberitahu oleh Song In. Won bertanya, kenapa Song In mengatakannya pada San.

"Apa karena aku sangat cantik?" Tebak San.

"Aish.. Song In brengsek." Umpat Won

"Aku setuju." Jawab Rin.

"Aku juga."

Won merasa kurang, aoa mereka harus pergi bertiga? Bagaimana dengan pegawal?

San: Kau akan lihat nanti.

Rin: Kau pasti bisa tanpa mereka.

Won: Ini akan memakan waktu lebih satu hari.

San: Butuh satu hari untuk sampai di sana dan satu hari untuk pulang. Dan mungkin lebih lama.

Won: Bagaimana jika naik kuda?

San: Jangan ajak dia.

Won: Tidak, tidak. Setidaknya katakan kita mau kemana.

Lalu San menunjukkan arahnya.


Kemudian mereka jalan bertiga sambil ngobrol, kebanyakan becanda sih.

Narasi Won: Aku tahu mereka sedang berbohong hanya dengan melihat matanya. Sedekat itulah hubungan kami. Aku tahu mereka membodohiku, dan mereka tahu aku sadar.


Mereka menemukan sungai. San akan mengisi botol minumnya. Won hanya bisa berkata agar San hati-hati. Sementara Rin turun untuk membantu San.  San dan Rin saling tersenyum. Won perlahan mundur.

Narasi Won: Musim panas itu, kami sedang berlatih untuk berpisah. Untuk teman yang tidak pernah berpisah denganku dan untukmu, yang aku pikir tidak akan bisa berpisah. Dan untukku.


Hari sudah gelap dan tiba-tiba turun hujan. Untung mereka menemukan sebuah pondok, jadi mereka berteduh disana. Rin masuk untuk memeriksa ponsok itu kosong atau tidak.


San dan Won mengingat suasana seperti ini, Gunung Duta. Won tidak percaya mereka kesana untuk mengambil alkohol Guru San.

"Dari situ aku mengenalmu. Saat yang lain sibuk cari kayu bakar, tapi yang satunya lagi tidak mengangkat jari sekalipun."

"Aku tidak seperti itu."

"Jadi kau sadar kalau yang terakhir itu kau."

"Aku bisa jelaskan. Rin memang selalu sibuk sendiri. Akulah yang normal. Dia tidak normal."


Won bertanya pada Rin, apa ini tidak mengingatkan Rin akan sesuatu? Rin bingung, kan cuma hujan?

San: Hujan di gunung.

Won: Gua.

San: Jembatan rusak.

Won: Seolloju.

Rin: Ah.. Gunung Duta.


Rin menengadahkan tangannya untuk menangkapair hujan dan lama kelamaan tetesannya semakin sedikit. Hujan hampir berhenti.

San masih menatap lurus ke depan-atas. Won memendangi San, lalu ia memandangi tangan San yang tepat ada disamping tangannya. Won sepertinya ingin menggenngam tangan San tapi ia urungkan.


Won lalu berdiri, "Rin akan cari kayu bakar, dan aku akan masak."


Cara masak Won ancur banget, ia asal memasukkan bahan-bahan. San ingin menggantikannya tapi Won menahannya. Won bahkan menaburkan semua garam yang mereka bawa.


San mencicipinya dan berkata itu sangat asin. Won sangat senang mendengarnya dan langsung memeluk San.

"Aku sangat senang. Aku sangat bersyukur."

San tidak mengerti kenapa Won begitu dan langsung melepaskan pelukan Won. Ia meminta mereka menunggu sebentar, ia akan mencari cara untuk membuat masakan mereka enak.


Rin lalu bicara dengan Won, kata Won San telah kehilangan indra perasa.

"Sudah kembali. Aku bangga padanya." Jawab Won.


San tidur duluan dan Rin masuk untuk menyelimutinya.


Rin keluar lagi karena Won masih ada diluar. Mereka melihat bintang-bintang dan bulan muncul setelah hujan benar-benar berhenti turun.

"Aku membaca suratmu." Kata Won.

"Jangan bahas itu."

"Kenapa? Isinya menyentuh."


Rin menjelaskan, ia menulsinya di malam hari. Itu sebabnya... Bagaimanapun, jangan bahas surat itu.

"Disurat yang kau tulis..."

"Hei."

"Dengarkan aku. Aku juga merasa dihormati, karena kau menganggapku sebagai teman."


Won mengulurkan tangannya. Rin mengerti dan ia menjabat tangn Won itu.

"Apa itu memalukan?" Tanya Rin.

"Iya. Jangan pernah lakukan itu lagi. Aku tidak tahan."

Rin hanya ketawa.


Won membahas soal cap emas itu, jika San berhasil menemukannya--. Rin memotong, ia akan menyimpannya.

"Aku akan menyimpannya. Aku takut kau akan bilang begitu. Itu sebabnya aku mengikutimu kemari. Jangan pernah bermimpi."

" "Raja Goryeo atau anak Kepala gerakan anti Yuan". Tentara Yuan akan menyerang kita dengan terang-terangan."

"Aku akan mengatasinya."

"Kau hanya perlu memberi perintah. Untuk menangkap Wang Rin, pemimpin gerakan anti Yuan. Katakan padanya kalau aku bahkan menculik Raja. Lalu bukti itu akan ditemukan."

"Apa yang terjadi setelah aku menangkapmu dan menemukan buktinya?"

"Aku akan menerimanya (hukuman mati)."


Won tidak menjawabnya, ia berdiri, "Malam semakin dingin. Pakaian San sangat tipis. Tetaplah dengannya." Lalu Won berjalan menjauh.


Rin kembali masuk dan memakaikan bantal pada San tapi San malah membuka matanya. Rin khawatir ia membuat San terbangun, tapi San menjelaskan kalau ia tidak tidur.

"Apa kau dengar.. pembicaraan kami?"

"Aku sudah menduga itu sebelum mendengarnya."


San duduk dan Rin tiba-tiba minta maaf. San tidak mengerti, untuk apa? Rin bilang akan mengikuti San kemanapun dan akan bersama San, tapi ia tidak bisa menepati janji itu.

"Kau orang yang kuat.. dan ceria." Lanjut Rin.

"Aku hanya berpura-pura." San mulai berkaca-kaca.

"Aku tidak akan mencemaskanmu."

"Orang-orang tidak mengenalku dengan baik."

"Kau memiliki cap Rajanya, 'kan?"


Rin lalu menengadahkan tangannya, "Berikan padaku."

Air mata San menetes. San teringat, saat ia dibawa Song In ke pinggir laut, ia diam-diam mengambil cap emasitu dari Song In.

San pun memberikan cap emas itu pada Rin.


Rin memanggil nama San, "San-nie Agasshi!"

San teringat, hari pertama Rin memanggilnya dengan nama itu. Sudah lama tidak ada yang memanggilnya, ia terkejut.

Rin bercerita, sebelum ia memanggil San, jauh sebelum itu, ketika ia berumur 12 tahun, ia pernah menyelinap ke rumah San.

"Saat itu malam hari, dan kau menangis. Saat kau menangis, kau menyalakan lentera teratai untuk orang mati. Sejak saat itu, aku menyukaimu. Terkadang, aku bermimpi untuk memilikimu. Aku juga minta maaf untuk itu."

Airmata San turun lagi

Rin melanjutkan, "Aku akan membiarkanmu pergi sekarang. Jangan lihat kebelakang."


San sesenggukan dan ia memeluk Rin. Rin akan mengelus kepala Sa tapi ia tahan. Rin hanya membiarkan San menangis dibahunya tanpa melakukan apa-apa.


Sementara itu, Won menunggu di luar sendirian.

"Aku berharap hidup ini ada latihan. Latihan sekali saja. Lalu aku akan mengingat pelajarannya.. dan menjalani kehidupan yang benar untuk kedua kalinya. Aku berharap.. hidup ini ada latihan."


Narasi Guru Lee: Pada tahun 1357, Utusan Yuan menerima informasi penting. Info dari Wang Jeon.


Wang Jeon pada Utusan: Aku tahu siapa pemimpin gerakan anti Yuan.


Narasi Guru Lee: Tentang tempat persembunyian Wang Rin, markas gerakan anti Yuan.


Narasi Guru Lee: Seja mengirim Pengawal terbaiknya. Mereka Pengawal terbaik di Goryeo, dan mengepung penjahat itu kurang dari satu jam. Di antara barang-barangnya, ditemukan cap Raja Goryeo.


Rin tersudut di sebuah tebing. Jang Eui dan Jin Gwan terpaksa memanahnya, walaupun setelah itu mereka sangat merasa bersalah.

Akhirnya Rin terjun ke jurang, menyerah.


Raja menyerahkan tahtanya pada Won.

Narasi Guru Lee: Raja memuji Seja atas usahanya, menurunkan tahta demi kebaikannya dan mengundurkan diri.


Guru Lee menarasikan apa yang dicatatnya saat ini.


Narasi Guru Lee: Jasad Wang Rin ditemukan di muara sungai beberapa hari kemudian. Dia tidak diakui oleh keluarganya dan meninggal sebagai pengkhianat, jadi tidak ada yang  menerima jasadnya. Dia dikremasi tanpa upacara. Ada rumor kalau seorang wanita yang tidak dikenal (San kah?) mengambil abunya.


Narasi Guru Lee: Hari itu, Raja baru menaiki bukit dan menunggu seseorang.


Won melihat San dari kejauhan, lalu seseorang berpakaian serba hitam muncul, ia membuka pemutup kepalanya dan terlihatlah wajah orang itu, dia adalah Rin.


San dan Rin membungkuk hormat pada Won. Mereka saling melihat beberapa detik, lalu berjalan membelakangi Won.


Won akan membalas lambaian tangan San tapi ia berat melakukannya. San kembali tersenyum, lalu berbalik lagi dan berjalan mengikuti Rin.


Narasi Guru Lee: Dalam waktu singkat, Raja baru mereformasi pemerintah. Dia bekerja siang dan malam dan menghabiskan waktu luangnya sendirian.

Song Bang Young masih menjabat seperti dulu, ia memberitahu Won kalau perjamuan akan segera dimulai, semua Utusan Yuan telah datang.

"Aku akan segera kesana. Pergilah dulu."

"Ya, Raja. Saya akan mematuhi perintah Anda."


Song Bang Young sudah melangkah tapi ia balik lagi. Ia  bertanya, apa Won ingat Eun Young Baek, Menteri Keuangan yang punya putri. Namanya...

"Eun San. Dia juga dipanggil So Hwa." Jawab Won.

"Saya dengar ada orang yang melihatnya di suatu tempat dekat Namhae. Dia..."

"Cukup. Pergilah."

"Ya, Raja."

Won bicara sendiri, "Aku sudah bilang untuk tidak memberitahu kau ada dimana. Aku pikir kau sudah pergi jauh, tapi ternyata masih di Goryeo. Bagaimana kalau aku mengejarmu? Kau sangat dekat."

Won berkaca-kaca.


Narasi Guru Lee: Tujuh bulan setelah menjadi Raja, dia menurunkan tahta demi Ayahnya, Raja sebelumnya, .dan pergi ke Yuan. Dia tidak kembali ke Goryeo selama 10 tahun. Beberapa waktu kemudian, seseorang menemukan lukisan Raja muda tersebut.

Lukisan saat mereka bertiga bersama di taman bunga di bukit.


Won: Inilah cerita tentangku yang mencintaimu.. lebih dari diriku sendiri.

-= T A M A T =-

Terima Kasih Sudah Menggunakan Setia Membaca Sinopsi The King Loves, maaf untuk typo yang tak terhitung jumlahnya, semua itu terjadi karena mengejar waktu agar bisa update cepat, mohon dimengerti..

Sampai Jumpa Di Drama Selanjutnya. Anyyeong~~

25 komentar

Keren. Aku pembaca setiamu.
Semua drama yg ditulis saya menyentuh.
Terutama drama ini.
Meski g sesuai harapan.
Makasih banyak

jadi sbnrnya san sama siapa dongg?
prsaan dia sama siapa??

Yuan itu tempat apa ya? Tempat orang disiksa kah? Uda nnton sampe tamat ga mudeng ma tu tempat

Yuan itu tempat apa ya? Tempat orang disiksa kah? Uda nnton sampe tamat ga mudeng ma tu tempat

cerita nya msh tanda tanya san jd nya sm siapa?tp suka drama nya wlw g sesuai harpn mungkin san milih persahabtn biar slalu bertiga ters,mksh tuk mba yg udh bikn sinopsis nya

yuan itu salah satu dinasti/kerajaan terbesar di china

Endingx msih gntung, tpi seru kok.. Gumawo sinopx

Makasih recapnya drama ini indah banget. Aku WonSan shipper😢😢 nyesek banget karena akhirnya Won harus sendirian merelakan RinSan bersama. Sumpah sedih banget. San itu suka sama Won tapi suka juga sama Rin. Dan San itu tipe orang yang akan bahagia kalo orang lain bahagia. Trus alesan San akhirnya milih Rin. Karena Rin mengorbankan dirinya dianggap penghianat pimpinan pemberontakan melawan Yuan (jadi kambing hitam) untuk menghindari perang dengan Yuan dan menolong Won jadi raja. Won tau kalo Rin cinta banget sama San. Akhirnya dia melepaskan San untuk kebahagiaan Rin Karena Rin akan kehilangan segalanya termasuk status dan identitasnya.itulah inti dari drama ini tentang perjalanan seorang raja yang memaknai arti cinta dan pengorbanan😢😢😢

Alasan San milih Rin adalah karena Rin lebih membutuhkannya. Dan San akan lebih bahagia jika orang lain bahagia... ribet juga sih kalo San nikah sama Won. Dia bakal jadi selir dan berbagi dengan wanita lain... 😢😢😢

San itu awalnya suka sama Won tapi dengan berjalannya waktu jadi suka juga sama Rin. Akhirnya San memilih sama Rin karena Rin lebih membutuhkannya. Rin kehilangan status dan identitasnya karena Rin mengajukan diri untuk pura pura jadi pimpinan pemberontak Yuan (gerakan yang dikomandanin Raja dan Song in durjana) Won juga gak tega nyerahin bapaknya...Rin melakukan itu untuk bantu Won jadi raja dan mencegah perang dengan Yuan. Dan untuk membalas pengorbanan Rin, lalu Won merelakan San pergi mendampingi Rin. Nyesek banget khan aku WonSan banget liat begini jadi sedih setengah mati. 😭😭😭😭 tapi buat aku indah walau pahit😭😭😭 jadi mau nangis lagiiiii

Kesal .. Drama nie enggak punya too much adegan kiss scene .. Padahal itu gue harapkan .. Hmmm .. Mohon jangan ada lagi drama cinta segitiga kayak gini sakit hati / sakit hati shipper dalam drama ini sendiri !!

thx min bwt sinopsisnya...
kalo mnrt gw, san awalnya suka ama won. tp setelah dia dselametin rin yg d atap itu dia udh mulai penasaran ama org yg selametin dia. trs yg wktu perayaan yg nari2 itu san kyknya udh mulai punya perasaan ama rin deh... soalnya dia curi2 pandang mulu. dan ngarep bgt rin mandangin dia... ������
dan wktu san nanya rin knp rin dr awal sopan bgt ama dia mski wktu itu dia pembantu. dia kecewa bgt denger jwbn rin yg ngmg kalo alesan dia krn san itu cewek yg disukai tuannya.

gw sih dr awal pro rin-san, hehe... tp pas di endingnya jd kasian ama si won...
cm yg bikin kecewa itu kiss scene nya... dikit amat... ������

Setuju sekali. Dari awal aku juga pro Rin-San dan udah siapin buat patah hati dari awal, jadi gak nyangka aja San akhirnya bersama Rin.

Kasihan Won, sekalinya belajar jatuh cinta, eh.. harus pula belajar ngelepasin..

iya sis.. soalnya si Rin ini dr awal udh ngalah bgt bwt ngrelain San ama Won. jd gw udh lgsg jatuh hati ama Rin ini. hehe.. beda bgt ama karakter dia pas jadi Wang Yo..

tp btw, yg gw bingung itu critanya Rin dlm pelarian brp th y? kok yg pas dia pamit ama bapaknya th 1297 trs yg pas Wang Jeon laporin tempat persembunyian Rin th 1357 ya? lama amat?

LOL . Segitu aja ending ... Pd writer drama ini emang pentingkan Persahabatan dibanding Percintaan

Semoga Yoona dapat offer drama baru secepat mungkin dan bukan drama bertemakan CINTA SEGITIGA dan penulis drama nya bukan PD Writer drama ini ∩__∩

Sedih endingnya. Krn gara2 song in durjana won hrs pisah sama sahabatnya, plus sama wanita yg dicintainya. Gak kebayang cb kl kehilangan org seberharga dlm hidup kita. Hampa bgt psty.
Dr awal sh q dh yakin san sama rin. Krn sikapnya beda. Itu ditegaskan sama beberapa percakapan pr pemainnya kl mrka saling jatih hati. Cm knp san gak tegas krn dia mkrn prsahabatan antara won dan rim. Rim pantas mndapatkan san stlah semua pengorbanannya slama ini tuk mrka brdua. Malah kliatan serakan kl won yg dpt san. Yeeey, jrg2 pemrn utama pendukung jadian sama cewek utama. Biasanya ngalah trus pdhl baek bgt dah.

Adapun san blg suka sama won spty krn suka sbg teman. Dialah yg pertama membuka hati sama org biasanya dia jaga jarak sama org lain. Kl san dr awal dh suka rim, lebih2 lagi pas tau dia cowok yg di atap waktu itu.
Ini sad sekaligus happy ending
Btw, kasian Dan ya. Dikacangin....

Yg aku ga ngerti. Trakhir kan yg mrk bertiga di gunung. Waktu rin pamit perpisahan sambil nangis, rin bilang maaf tdk bisa bersama dan menepati janji untuk bersama. Karna dia bakal berkorban kan buat won. Yaitu dijatuhi hukuman mati karna jadi pemberontak. Tapi kok trakhirnya bisa bareng sama san? trs apa artinya perpisahan mrk yg trakhir? Artinya kan rin udah siap untuk mati. Kok trakhirnya ga mati, apa pura" mati ato bgmn? asli ga ngerti banget sama endingnya :((

Pliss yg ngerti jawab

Dari awal san udah suka rin terbaca dari narasinya yg mengatakan bahwa rin selalu membuat hatinya sakit dan berdebar berbeda dengan narasinya ke won yg hanya tidak menyangka orang yg selalu tersenyum ternyata punya kehidupan yg begitu rumit... dan alasan kenapa san tidak tegas dengan perasaannya karena dia tidak mau merusak persahabatan won dan rin.. karena won menyukainya sama halnya rin yg tidak memberitahu dari awal tentang perasaannya karena persahabatannya dengan won

Terharu banget deh dgn karakternya rin yg rela ngorbanin segalanya demi sahabatnya won .
Ngk ada loh sahabat yg kayak gitu rela dihukum mati hanya krna ayahnya won dan won .
Dan aku ngk suka banget pas won d angkat jadi raja oleh ayahnya krna salut dan bangga atas apa yg won perbuat slma ini pdhal dia ngk tau yg harusnya itu wang rin yg mendapat pujian krna klo bukan krna bantuan dan kesetiannya kepada seja jeoha (won) ayahnya pasti sdah mati di racuni dan won tidak bisa melakukan apapun tanpa pertolongan temannya
Jadi wajarlah klo dia kesepian endingnya krna smua yg dia miliki hnya krna pengorbanan dri sahabatnya sndiri
Dan klo soal percintaan awalnya dia suka sma won tapi lama kelamaan dia jadi suka sma rin krna rin sllu membantunya
Endingnya krng lengkap deh klo menurut aku

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon