Monday, September 18, 2017

Sinopsis Somehow 18 Episode 1


Sumber Gambar: jtbc


Seorang siswa dibawa ke rumah sakit dan ia meronta sambil berteriak-teriak, menangis juga.

"Lebih baik aku mati saja! Biarkan aku mati saja! Aku tidak dapat bertahan lagi!"

Pihak 119 yang membawanya mejelaskan pada satu dokter yang bertugas di UGD, "Gadis ini berusaha bunuh diri, menggunakan tali rapia di rumahnyanamun tali itu terputus, dan dia ditemukan tergeletakdi ubin oleh adiknya. Nafas dan denyut nadinya stabil, namun pergelangan kaki kirinya terkilir."

Gadis itu bersuara lagi, ia ingin mati tapi kenapa mereka malah menyelamatkannya?

Si Doter menjawab, "Kenapa kau tidak bunuh dirimenggunakan tali skipping saja? Pasti bunuh dirimu tidakgagal seperti ini."


Si gadis langsung berhenti bicara, bengong sebentar. Pihak 119 juga saling pandang, gak ngerti kenapa Dokter bicara seperti itu pada seorang pasien.

Si Dokter memeriksa kaki gadis itu dan gais itu kembali meringis kesakitan. Dokter lalu menyuruh Pihak 119 untuk membawa si gadis ke ruang X-Ray untuk diambil fotonya.

Dokter itu adalah Oh Kyung Whee (Choi Minho).


Kyung Whee masuk ke ruang perawatan gadis itu, tapi gadis itu langsung menutupi wajahnya dengan selimut saat melihat Kyung Whee.

"Kau beruntung tidak harus dioperasi, terasa sakit dimana lagi?" Tanya Kyung Whee.


Tapi gadis itu malah membelakanginya. Kyung Whee memeriksa kaki si gadis dan si gadis teriak kesakitan. Kyung Whee menanggapi, apa pantas seorang yang mencoba bunuh diri berteriak kesakitan hanya karena kakinya dipegang?

Si gadis akhirnya bangun, menjelaskan bahwa ia melakukannya bukan karna ia benar-benar ingin mati, ia hanya ingin melarikan diri! Ia pikir dimana pun tempatnya oke selama tidak ada mereka.

"Kau akan pakai gips setelah bengkakmu hilang. Jadi liburlah lalu istirahat di rumah."


Kyung Whee akan keluar tapi ia menoleh lagi untuk mengatakan sesuatu, "Aku mendengar ini dari seseorang, akan lebih baik jika kau memiliki seseorang yang dapat kau ajak berkelahi. Itu lebih mudah daripada mati."

"Siapa yang bilang begitu?"

"Ada. Orang aneh yang ku kenal."


Kyung Whee masuk ke dalam lift dan ia memulai narasinya.

"Pertama kali aku bertemuwanita aneh itu, ketika umurku 18 tahun. Selama kelas 11."

Kilas Balik...

Kyung Whee di sebuah stasiun kereta dan disana ia melihat gadis yang ia maksud, Han Na Bi (Lee Yoo Bi). Kyung Whee malu, ia bersembunyi saat Na Bi seperti akan menoleh ke arahnya, tapi Na Bi tidak menoleh, hanya mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


Ternyata Na Bi adalah murid baru di sekolah Kyung Hwee. Cara mengenalkan diri Na Bi sangat aneh,

"Aku adalah pengkhianat ketika sudah dekat dengan seseorang. Hindarilah aku!"


Kyung Hwee terus saja memandangi Na Bi sampai Na Bi duduk.

"Dari kesan pertama sajaaku sudah tahu, bahwa ia bukan gadis yang baik. Tapi saat itu.. aku juga bukan anak yang baik."


Kyung Hwee menjelaskan dalam narasinya kalau saat itu gayanya sangat norak, ia tidak tertarik hal lain selain sekolah.


Kyung Whee menjadi pesuruh teman-temannya, tapi ia menceritakan itu sebagai olahraga untuk menambah stamina belajarnya.

"Karena belajar membutuhkan stamina, aku mengumpulkan staminadengan berolahraga, ketika jam istirahat. Beberapa 'teman' memintaku membeli roti, karena bagi mereka itu juga olahraga. tapi itu sangat membantuku mengumpulkan stamina."
 
"Mempelajari kembali materi di rumah,adalah kunci sukses nilai-nilaiku."


Kyung Whee juga sering dipalak. "Sebagai seseorang yang menghormati tetua di Beopjeong, untuk bertahan hidup tanpa tekanan, aku secara ikhlas membagiapa yang aku punya untuk mereka."


Kyung Whee juga jadi bulan-bulanan teman-temannya, "Sebagai timbal baliknya, aku mendapatkan pijitan di kaki agar otot kakiku kuat."

 
"Itu semua adalah omong kosong!"


Kyung Hwee sudah tidak sanggup lagi dan bertekad mengakhiri hidupnya. Ia memasang tapi di kipas angin untuk gantung diri.

"Aku.. tidak sanggup lagi. Mereka berbuat sesuka hati,kepada yang lemah, dan ini hasil dari produk gagal yang tidak manusiawi. Mereka pikir mereka adalah penerangbagi umat manusia. Daripada terus-terusan ditindas begini, Lebih baik aku.."


Saat niat Kyung Hwee sudah mantab dan ia siap menendang kursi yang ia gunakan sebagai pijakan, saat itulah Na Bi muncul.

Nabi membaca surat, "Kuharap Bapa menerima arwahku di sisi-Nya. Aku bahkan tidak dapat menghabiskan waktu terakhirku dengan orang yang kusayangi. Selalu ku ingat Ayat 231, Tuhan adalah petunjukku."


Kyung Hwee heran, sedang apa Na Bi itu. Tapi Na Bi tidak menghiraukan Kyung Hwee, ia terus membaca, "Aku ingin memainkan organ sepertiElton John bermain, untuk Putri Diana. Aku juga ingin menyumbangkan uangkuuntuk organisasi NGO. Aku sudah memilih beberapa tempat, jadi berikan pada organisasiyang paling terpercaya. Aku harap orang mengenangku sebagaiorang baik setelah aku tiada."


Sementara itu, tali Kyung Hwee terlilit dan ia kesulitan melepasnya. Sampai akhirnya kakinya tak sengaja terpeleset dari kursi dan ia tergantung, untung talinya putus (robek) jadi ia jatuh ke lantai.


Kyung Whee kesakitan tapi Na Bi malah tersenyum, gak peduli.

Ternyata yang dibaca Na Bi tadi adalah surat Kyung Whee. Kyung Whee malu dan pura-pura pingsan. Na Bi membuang surat Kyung Hee pada Kyung Whee.

"Apa kau punya tali skipping? Itu tidak mudah putus. Dasar bodoh. Jika kau ingin melakukan hal baik, janganlah diumbar-umbar, bahkan uang belasungkawamu, akan diambil orang lain. Kau benar-benar mengalami waktu sulit bahkan setelah kau mati. Tidakkah kau malu?"


Na Bi melangkahi Kyung Whee dan berjalan keluar. Kyung Whee bangun untuk memastikan apa Na Bi beneran keluar, tapi Na Bi malah jongkok disampingnya. Kyung Whee lalu pura-pura pingsan lagi.


Na Bi: Ngomong-ngomong, sudahkah kauhapus video porno di hapemu? Jangan lupa diformat dulu, ya. Apakah kau akan mati tanpa melakukan itu dulu? Bagaimana dengan majalah porno? Sudahkah kau buang? Bodohnya.


Na Bi benar-benar keluar setelahnya dan Kyung Whee pun bangun. Kyung Whee belum beranjak jauh dari tempatnya, tiba-tiba kipas angin jatuh tepat di tempat kepalanya berbaring tadi. Kyung Whee sangat terkejut, ia memegangi dadanya yang berdetak kencang.

"Aku menyesalinya beberapahari kemudian. Porno, format hp atau apapun itu, aku tidak memilikinya."


Suatu hari, Kyung Whee lari di lorong sekolah tanpa memakai sepatu dan seragam sekolah, ia hanya memakai kolor dan kaos oblong. Semua teman-teman menertawainya sampai terbahak-bahak.

Semua itu adalah kerjaan tiga orang geng yang selama ini selelu membully Kyung Whee. Mereka bahkan membuang seragam Kyung Whee keluar jendela.


Kyung Whee berlari ke atap dan ia naik ke pembatas, tapi ia takut.


Ternyata Na Bi sudah lebih dulu berdiri di pembatas atap, bertanya, apa Kyung Whee sudah menghapusnya? Kyung Whee hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun.

Na Bi bertanya lagi, Kenapa? Mau mati lagi?

"Kita saling berhadapan seperti ini lagi. Dengan jarak 3cm. Jika kau bergerak sedikit saja, kau akan langsung jatuh."


Kyung Whee sadar, ia hanya menggunakan kolor, lalu ia menutupinya dengan kaosnya.

Na Bi: Apa yang kau coba sembunyikan? Aku sudah melihat semuanya.


Na Bi berjalan mendekati Kyung Whee. Kyung Whee menahannya, jangan mendekat! Berbahaya!

"Kau lelaki tapi pengecut. Aku rasa kau belum format ponselmu sampai sekarang. Apa kau tidak malu?"


Kyung Whee hanya menunduk. Na Bi melanjutkan, jika ia jadi Kyung Whee, ia tidak akan memilih untuk mati.

"Kau tahu? Memiliki musuh yang menjatuhkanmu adalah sesuatu yang harus kau syukuri. Renungkanlah hal itu."


"Aku pun tidak ingin mati,aku ingin hidup! Aku ingin hidup dan melakukan banyak hal,apakah kau tahu itu?! Kau bersikap seolah mengerti, padahal tidak! Apakah kau bahkan tahu betapa sulitnya berlari bolak-balik kelas-kantin selama 3 menit?! Apakah kau bahkan tahu roti isi krimcepat habis?! Ada hari ketika itu terjual habis sebelum jam istirahat kedua. Kenapa para berandal itu cuma suka roti isi krim? Mereka cuma minta roti isi krim setiap hari! Itulah mengapa dia jadi gemuk! Lalu jadi makin kuat dan memukulku! Sangat menyakitkan! Kalau roti isi krimnya habis, aku harus keluar sekolahuntuk membelinya."


Jika aku tidak kembali dalam 3 menit, mereka akan memukuliku! Hati orang tuaku akan terluka jika mereka tahu aku dipukuli, jadi aku selalu bilang bahwa aku baik-baik saja! Apa kau bahkan pahami perasaanku ini? Aku selalu menahan diri setiap berhadapan, dengan mereka di ruang guru. Kau tidak tahu rasanya, kan?! Orang tuaku saja tidak tahu! Kenapa kau sok tahu! Dasar menyebalkan!"


Tapi diluar dugaan, Na Bi sangat tenang menanggapi kemarahan Kyung Whee itu, Kyung Whee saja heran dibuatnya.

"Baiklah. Aku akan membuat merekalebih malu dari pada yang kau rasa." Kata Na Bi lalu turun.


Tapi Kyung Whee masih diam disana. Na Bi pun mengajaknya turun dan menasehati, Kyung Whee melarikan diri karena masih hidup? Setelah mati pun Kyung Whee takkan bisa melarikan diri.

"Ikuti aku, bodoh."


Na Bi tanpa gentar sedikitpun maju menuju ketua pembully. Na Bi menyuruhnya untuk menutup mata. Si ketua itu langsung aja menutup matanya sambil monyongin bibir.


Tapi Na Bi malah jongkok, ia melorotkan celana si ketua, kolornya juga, setelah itu Na Bi kabur.

Si ketua malu bukan main, apalagi kejadiannya itu di lapangan dan disaksikan banyak orang. Ketua berusaha memakai celananya kembali dan anak-anak menertawainya, ada yang mengambil gambarnya juga.


Na Bi mengajak Kyung Whee berlari, ia menggendeng tangan Kyung Whee. Kyung Whee diam-diam tersenyum.

"Aku langsung menyadari suatu hal pada hari itu. Ada sesuatu yang bergejolak dalam hatiku."


Kyung Whee berlari ke stasiun di hari selanjutnya sambil melihat ponsel. Lalu kita kembali ke awal kilas balik, dimana Kyung Whee diam-diam menatap Na Bi disana.

"Ketika aku melihatnya setiap pagi, aku harap waktu berhenti sejenak."


Kyung Whee mengatur nafas untuk mendekati Na Bi dan setelah jarak mereka tidak terlalu jauh, Kyung Whee memanggil Na Bi.

"Aku membalas kebaikan orangyang menyelamatkanku sebagai ucapan rasa terima kasih."


Kyung Whee menyembunyikan sesuatu dibalik tubuhnya, hadiah untuk Na Bi.


Tapi kita loncat lagi ke adegan berikutnya. Na Bi sekarang menjadi sasaran bully-an anak-anak nakal itu, ia dilempari tomat dari atas.

Tapi bukan mereka yang melempar, tapi mereka menyuruh Kyung Whee yang melakukannya. Saking takutnya, Kyung Whee tidak bisa menolak.


Kyung Whee mengejar Na Bi setelahnya, Na Bi berhenti dan mentap Kyung Whee, tapi Kyung Whee tidak mengatakan apa-apa. Ba Bi sepertinya kecewa.


Ia lanjut jalan tapi berhenti dan balik menatap Kyung Whee lagi.

"Bodoh!" Lalu Na Bi berjalan lagi.

Kyung Whee hanya bisa melihat kepergian Na Bi.

"Tiga hari setelah kejadian itu, di Senin pagi.."


Anak-anak di kelas bergosip.

"Itu benar ternyata! Aku kan sudah bilang! Aku mendengarnya dengan jelas ketika aku sedang membersihkan kaca ruang guru!"

"Han Na Bi aneh, tapi apa dia benar-benar harus bunuh diri?"


Kyung Whee sangat merasa bersalah, ia sok sibuk menulis tapi sebenarnya ia sedang berusaha menahan tangisnya. Tapi tetap saja, airmatanya menetes, 1-2 di bukunya dan lama-lama semakin banyak.

"Han Na Bi sudah mati. Dia mengatakan padaku untuk hidup, tapi dia sendiri malah mati."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon