Monday, September 18, 2017

Sinopsis Somehow 18 Episode 2


Sumber Gambar: jtbc


Kembali ke masa kini. Kyung Whee ditelfon seorang wanita dan wanita itu marah-marah padanya.

"Aku sudah bilang padamu, aku tidak ingin ke sana." Jawab Kyung Whee.

"Aku hanya bercanda. Tapi kau tidak normal. Jangan permalukan Noona, janji pertemuannya harus kau tepati."

Oh.. jadi yang menelfon ternyata adalah Noona-nya Kyung Whee, namanya Oh Yi Do (Kim Bo Mi).


Kyung Whee menjawab Noonanya, sudah dibilangin kan ia tidak butuh wanita, jadi tidak usah menyiapkan kencan buta segala.

"Apa itu berarti kau butuh pria? Aku akan memperkenalkan seorang pria yang hebat padamu kalau begitu."

"Noona."

"Kenapa? Kau juga tidak mau dengan pria? Apa kau begini karena wanita itu, si Han Na Bi (Kupu-kupu) atau Han Capung?"

"Kau ngomong apa, sih?! Kenapa kau menyebut namanya lagi? Siapa sih dia?"

"Mana aku tahu? Kaulah yang seharusnya tahu dia dengan baik. Aku mendengar kau menyebut namanya setiap kali kau mabuk. Iya, kan?"

"Tidak, tuh. Jangan ngawur. Aku tutup ya teleponnya. Aku harus melakukan operasi."


Teman minum Kyung Whee mebenarkan, Kyung Whee memang memanggil-manggil Han Na Bi setiap kali mabuk.

"Masa sih? Aku kan tidak selalu memikirkannya. Aku hanya merasa bersalah padanya. Terkadang saja kok. Pokoknya cuma kadang- kadang kalau kepikiran dia. Hanya sesekali saja. Itu saja. Jangan ngawur." Bantah Kyung Whee.

"Baiklah, aku paham. Tapi, Han Na Bi.. seperti satu raga denganmu. Singkat tapi membekas dengan kuat dalam dirimu. Dia tidak pernah lepas dari pikiranmu sejak itu."


Teman Kyung Whee itu adalah Jang Seul Ki (Kim Hee Chan). Kyung Whee mengingatkan Seul Ki bahwa Seul Ki juga bertanggung jawab, jika ditelusuri penyebabnya.

"Kenapa kau terus bilang begitu? Kapan kau akan melupakannya?" Tnaya Seul Ki sambil menunga soju ke gelas Kyung Whee.

"Bagaimana bisa aku melupakannya?!" Bentak kyung Whee.

Kilas Balik..

"Ketika masih SMA, dia adalah satu-satunya orang yang membawaku pada kesialan."

Suatu hari, Seul Ki minta contekan pada Kyung Whee karena ia belum mengerjakan pr Sejarah.

"Itu mudah kok. Kerjakan sendiri dong. Bersikap mandiri pada dirimu sendiri." Jawab Kyung Whee.

"Kenapa kau begini?"

"Itu adalah saran nyelekit dariku, tapi itu saran yang baik. Aku sudah bilang padamu berkali-kali belajar keras sekarang adalah bekal kita di masa depan. Dunia perkuliahan dan SMA itu berbeda, tahu."

"ya. Aku paham. sudah, pinjam pr kau sini."

"Bisa-bisanya kau tidak punya buku."


Kyung Whee pun melemparkan bukunya pada Seul ki, namun ua asal saja tanpa melihat kearah Seul Ki. Akibatnya, buku itu mendarat tepat di hidung si pembully, Ma Ki Ho (Yoo Joon Hong).


Seul Ki panik dan langsung menutupi wajahnya, pura-pura tidur.

"Aku memikirkan banyak hal saat itu. Kenapa aku melempar buku Sejarah yang paling berat, dari  buku cetak yang ku bawa? Dan buku itu tepat mengenai sasarannya. Bukan orang lain. Gawatnya, buku itu mengenai orang gila paling kuat di kelasku."


Kyung Whee memanjatkan segala macam doa supaya ia tidak diapa-apain oleh Ki Ho dan geng-nya.

"Sejak kejadian itu, hidupku berantakan. Dia mulai merasakan kesialan sejak usia 9 tahun, tapi aku sejak usia 8 tahun. Ini semua karena Jang Seul Ki."


Setelahnya, Seul Ki memberikan semua uang yang ia punya pada Kyung Whee. Seul Ki bahkan melarang Kyung Whee mendekatinya karena takut Ki Ho dan geng melihat mereka, ia takut dibully juga.

"Ini gila. Bisa-bisanya kau malah mengajakku ke sini. Jika mereka menemukan kita sedang bersama di sini, mereka juga akan memukulku."

"Kita kan teman. Kenapa kau bilang begitu?"

"Kau tahu? Alasanku diberi nama ini? Aku memang terlahir untuk hidup yang singkat. Kau harus tahu hal itu. Aku pernah memotong rambut ketika usia 6 tahun, dan aku malah dibawa ke kuil. Aku lahir dengan bencana dan tragedi. Aku tidak dapat menghindari berbagai masalah. Berapa kali lagi harus aku ceritakan ini padamu?"

"Aku paham kok. Pergi duluan gih. Tapi, kau bisa saja tertangkap oleh mereka."

"Maafkan aku. Nanti aku akan menemui kau secepatnya."

Seul Ki memberi Kyung Whee uang lagi, uangnya yang terakhir untuk Kyung Whee membeli roti.

"Dia bilang akan meneleponku sesekali, tapi menggunakan hp Ibunya. Dan dia bilang lokasinya harus disembunyikan. Dia memiliki orang tua yang protektif."

Kilas Balik Selesai..


Seul Ki menjelaskan, itulah kenapa ia selalu menjaga Kyung Whee sampai saat ini dan selamanya. Kyung Whee harus sadari bahwa ialah yang akan berada terus di sisi kakaknya.

"Dia sudah menikah dengan kakakku."


Seul Ki bertanya, apa Kyung Whee akan datang ke reuni? Seul Ki mengatakan bahwa semua merindukan Kyung Whee.

"Tidak ah. Tidak ada yang aku rindukan di sana."

"Kenapa? Apa itu menjadi tidak berarti karena Han Na Bi tidak berada di sana?"

"Hentikan! Aku sudah bilang padamu bahwa aku pun tidak bisa mengingat wajahnya sekarang. Kenapa dia terlihat ngeblur dalam ingatanku?"


Tapi setelah Kyung Whee mabuk, ia mulai mendeskripsikan bagaimana Na Bi dengan sempurnya, "Bentuk matanya seperti berlian, hidungnya seperti hidung ikan buglea. Dia tersenyum, dan menunjukkan giginya. Itulah yang nampak ketika dia sedang bahagia. Dia tidak selalu tertawa. Aku hanya melihatnya tertawa sekali. Dia sering menggerutu kepadaku. Kemana saja dia, selama  tahun ini?"

"Dia tidak datang di mimpimu?"

"Ini tidak masuk akal. Mimpiku tidak masuk akal. Mimpiku."


Yi Do datang dan menggerutui mereka karena tidak mengajaknya minum-minum, malah memintanya untuk menjemput.

"Oh Kyung Whee! Apa kau tahu tadi aku diomeli oleh Manajer Kim karena kau?"

"Noona, aku mengerti apa yang sedang kau pikirkan. Tapi sekali tidak tetap tidak."

Seul Ki membujuk ostrinya itu untuk duduk dulu, jangan emosi.


Seul Ki lalu menjelaskan, tadi ia sudah minum sedikit. Yi Do memotong, lupakan soal itu, ia kesal karena Seul Ki tak mendengarkannya agar jangan minum dengan orang tidak berguna di depannya itu.

"Orang tidak berguna ini adalah adikmu." Jawab Seul Ki dan itu membuat Kyung Whee ketawa.

"Orang ini hanya punya orang tua yang sama denganku. Kenyataannya, dia hanyalah orang aneh."

"Orang ini adalah temanku."

Seul Ki pun ikut ketawa.


Kyung Hwee kemudian bicara, "Tapi, orang tidak berguna.. dan orang bodoh.. apa bedanya ?"

Seul Ki menjawab sama saja, pokoknya sama, berapa kali sih harus ia jelaskan? Kyung Whee kan pintar, masa tidak bisa menjawabnya?

Kyung Whee menggeleng, "Tidakkah kau pikir orang yang tidak berguna itu, adalah orang.. yang serius? Terdengar lucu, kan~"

Jawab Seul Ki, "Kurasa tidak. Keduanya sama-sama tentang orang yang aneh."

"Tidak, tidak, tidak. Pokoknya berbeda! 'Si bodoh'. Dia tersenyum ketika mengatakannya. Ketika mengatakan 'si bodoh'. Dia bukan gadis biasa. Ini semua karena berandal sialan itu! Aku tidak ingin begini terus. Andai aku tidak melakukannya waktu itu. Tapi dihajar orang gendut itu sangat sakit. Aku ingin tahu apa yang ada di pikirannya saat itu. Aku ingin tahu pemikirannya. Apakah dia dapat mengerti aku? Tidak, ya?"

"Kenapa kau selalu bilang hal ini. Dia pasti mengerti kok."

"Kenapa dia meninggal begitu cepat? Dia bilang padaku untuk bertahan hidup, kenapa dia malah mati."


Ki Do tidak tahan lagi dan memukul adiknya itu,  "Sudah cukup. Cukup! Itu bukan kesalahanmu dia sampai meninggal. Wanita di dunia ini bukan hanya dia, kan! Mau sampai berapa lama kau begini? Sampai kapan?"


Seul Ki menenagkan Ki Do, kenapa jadi marah-marah gini sih?

"Dia seperti ini sudah 10 tahun. Aku bisa mengerti jika mereka berpacaran, tapi ini hanya cinta bertepuk sebelah tangannya saja. Kenapa dia tidak bisa ikhlas?!"

"Sayang."

"Omo, sayang. Dia bisa jadi perjaka tua nantinya. Kita harus membantunya."

"Dia adalah pria yang hebat, kau jangan terlalu khawatir."

"Karena kehebatan dia, dia bisa hidup 10 kali lebih baik daripada kita."

"Omo! Begitu ya? Tapi dia harus segera menemukan jodohnya. Kenapa kau membelanya? Kalau membelanya ngapain dari awal bersama denganku?! Jika kau membelanya terus, dia akan begini terus."

"Jangan diperpanjang. Aku hanyalah seorang pria lugu dan suci di Wolmido saat itu. Siapa coba yang duluan datang padaku?"

"Apa? Apanya yang datang? Kau juga sudah mabuk. Aku benar-benar kesal sekarang. Sungguh. Oh Ya.. Oh Kyung Whee, setidaknya kau katakan sesuatu."


Tapi Kyung Whee malah berdiri dan kabur. Seul Ki akan menahannya tapi tidak bisa.

Ki Do kembali menggerutu, "Dia akan begini terus selamanya. Aku tidak senang melihatnya begini."


Di sebuah toko, seseorang pria paruh baya sedang beberes, ia memasukkan beberapa barang kedalam kardus.


Kyung Whee datang kesana, pria itu mengatakan mereka sudah tutup tanpa memandang Kyung Whee, tapi Kyung Whee tidak keluar, malah duduk.

Pria itu tampaknya mengenal Kyung Whee, karena Kyung Whee minum banyak, ia memberikan cola.

Pria itu batuk-batuk, Kyung Whee menyarankannya ke RS saja karena batuknya sepertinya semakin parah.

"Jangan khawatirkan aku, khawatirkan saja masa depanmu."


"Anda pikir Anda siapa menyuruhku memikirkan masa depanku? Putri Anda. Anda masih bertahan tanpa dia. Tapi aku tidak bisa. Kenapa aku jadi begini? Anda sudah 19 tahun hidup dengannya. Tapi.. Aku baru mengenalnya 3 bulan saja. Apa ini masuk akal?" Curhat Kyung Whee.

Pria itu adalah Ayah Han Na Bi.

Ayah menjelaskan, waktu itu ia banyak pekerjaan, jadi Kyung Whee lebih banyak bertemu Na Bi dibanding dirinya.

"Ternyata Anda adalah Ayah yang buruk."

"Sudahlah. Makanlah sesuatu. Jangan sakiti perutmu."

Lalu Ayah masuk ke dalam.


Kyung Whee menggerutu kesal, "Han Na Bi.. Kenapa kau mati? Kenapa? Kau memintaku bertahan hidup, tapi kenapa kau malah.. Kenapa? Kenapa? Ada yang belum aku katakan padanya."


Mata Kyung Whee tertuju pada kardus di depannya, di dalam kardus itu ada foto Na Bi dan ia mengambilnya. Kyung Whee lalu mengeluarkan jepit rambut, hadiah untuk Na Bi yang belum sempat ia berikan.

Kyung Whee menempelkan jepit itu pada foto Na Bi dan bergumam, "Cantiknya."

Kyung Whee kembali sedih karena sekarang Na Bi sudah tiada.


Kyung Whee menemukan diary di kardus itu, ia mengambilnya tapi butuh beberapa saat sampai ia mampu untuk membacanya.

Kyung Whee membuka lembar pertama dan ia langsung tersenyum karena Na Bi menulis tentangnya.

Tadi aku melihat Oh Kyung Whee.. Dia adalah 'si bodoh'.

Kemudian Kyung Whee membaca lembar-lembar selanjutnya dan ia terkejut.

Perasaanku terluka, aku lelah
Kenapa aku selalu sendiri
Apa kuberitahu saja ke guru
Aku harap seseorang dapat menolongku.
Tapi rasanya sudah tidak berguna lagi hidupku
Tolong selamatkan aku...!!



Lagu selesai dan ternyata itu adalah dari radio. Pembawa acara menjelaskan, "Yang baru saja anda sekalian dengar adalah, soundtrack dari "About Time",  "How long will I love you?" Lagunya sedikit tua, Tapi ada cerita luar biasa di balik lagu itu. Cerita tentang perjalanan waktu.
7Karena semua orang ingin kembali ke masa lalu. Jika diberi kesempatan memakai mesin waktu, kemana anda akan kembali? Apakah ada seseorang yang ingin anda temui lagi?"

"Han Na Bi." Jawab Kyung Whee.

"Setelah kembali ke masa lalu, bisakah kita berharap agar terjebak saja di sana?"

"Ya. Andai saja itu bisa terjadi."

"Selanjutnya, kita akan memutarkan lagu lain untuk kalian. Ini adalah soundtrack dari Alice in Wonderland. Judulnya adalah "Follow Me Down". Ikuti saya."


Lagu pun diputar dan Kyung Whee merebahkan kepalanya di meja.


Kyung Whee menghadap ke luar dan samar-samar ia melihat Na Bi di luar. Kyung Whee mengucek matanya, lalu membelalakannya, siapa tahu ia salah lihat, tapi ia malah melihat Na Bi semakin jelas.

Kyung Whee memanggil Ayah, tapi saat ia menoleh lagi Na Bi sudah tidak ada di depan pintu.


Kyung Whee memutuskan keluar dengan membawa diary Na Bi. Ia celingukan mencari Na Bi dan akhirnya menemukan na Bi tak jauh dari sana. Na Bi tersenyum padanya.


Kyung Whee memanggil Na Bi tapi Na Bi malah lari. Kyung Whee pun mengejarnya.


Sampai akhirnya, Na Bi masuk ke sebuah pintu di gang sempit, di mana dari balik pintu itu terpancar cahaya yang sangat terang.

Kyung Whee mendekati pintu itu, ia ragu mau membuka atau tidak. Ia melihat sekitar tapi tidak ada siapa-siapa, akhirnya ia membuka pintu itu dan masuk ke dalam.

Di pintu itu ada tulisan, "No EXIT".

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon