Monday, September 18, 2017

Sinopsis Somehow 18 Episode 3


Sumber Gambar: jtbc


Ki Do membangunkan Kyung Whee dengan kakinya, ia kesal karena Kyung Whee kembali memakai pengering rambutnya.

"Jika kau memang memakainya, maka kau harus membayarnya. Ya ampun... Bangunlah!"

"Noona?"

"Bukankah sudah kuberitahu, jika kau memakai barangku, kau harus membayarnya. Pemakaian barangku tidak gratis, meskipun kau keluargaku. Bukankah sudah ku bilang?!"


Kyung Whee masih setengah terbangun, heran karena Ki Do ada dirumahnya pagi-pagi begini."

"Ya Tuhan. Karena ini rumah kita. Jika ini adalah rumahmu, lalu rumahku dimana? Mm?"


Kyung Whee akhirnya terbangun dan ia langsung memegang wajah Noona-nya, heran lagi apa yang terjadi dengan wajah Noonanya, pakai botox ya?

"Apa?! Dasar bedebah! Benar-benar deh."

Ki Do memukul Kyung Whee karena bicara ngawur tentangnya. Ki Do lalu mengambil dompet Kyung Whee dan menemukan uang 10.000 won, ia langsung menggondolnya keluar.


Kyung Whee menggeliat, ia mencari kaca matanya dan saat ia melihat cermin, ia terkejut bukan main, pakai teriak pula "Aaaaa!!!!!"


Ibu yang sedang menyiapkan sarapan terkejut dibuatnya, sementara Ki Do yang sedang peregangan santai-santai saja.

"Dia mulai tidak waras lagi pagi ini. Sungguh." Kata Ki Do.

"Bisa-bisanya kau berkata seperti itu tentang adikmu??"

"Eomma! Aku kan belum selesai bicara, biarkan aku menyelesaikan bicaraku dulu. Aku dan dia, hanyalah orang asing yang memiliki orang tua yang sama."


Kyung Whee keluar, ia melihat kalender dan yang dipanjang kalendar tahun 2007, foto keluarganya pun masih yang dulu.


Kyung Whee, memastikan lagi, ia mengambil koran dan membaca tanggalnya, Senin, 09 Juli 2007.

"Bagaimana ini bisa terjadi? Ini pasti mimpi. Atau gak?"

Kyung Whee mengingat kejadian tadi malam, dimana radio membahas mengenai perjalanan waktu lalu Na Bi muncul dan ia mengikutinya memasuki sebuah pintu.

"Apa-apaan..? Ini... Bagaimana bisa ini menjadi nyata?" Gumam Kyung Whee.


Kyung Whee berlari menuju stasiun dan ia sudah lengkap memakai seragamnya.

"Mustahil. Berdasarkan ilmu teoritik dan ilmu pengetahuan alam tidaklah mungkin kembali ke masa lalu. Ini pasti adalah mimpi yang berlebihan."


Kyung Whee berhenti di spot-nya seperti biasa, ia memandangi Na Bi yang saat ini tepat di depan matanya.

"Tapi.. Jika ini adalah mimpi, ini terlalu nyata."


Kyung Whee tak mau menyesal lagi, ia mendekati Na Bi dan langsung memeluknya.


"Apa kau menikmatinya?" Tanya Han Na Bi, lalu ia memukuli Kyung Whee.

"Tunggu. Han Na Bi. Dengarkan aku dulu. Dengar."

"Mengapa kau berpura-pura jadi murid lugu lalu tiba-tiba berubah jadi mesum? Sekarang, jati diri aslimu keluar. Kau sudah melecehkanku sepagi ini!"

"Bukan begitu! Pelecehan?! Tunggu, Han Na Bi! Kau benar. Dari sudut pandangmu mungkin kau berpikir ini aneh. Aku sangat mengerti."

"Kalau begitu diam dan biarkan aku memukulmu!"

"Kau pikir siapa yang seharusnya marah di sini?"


Kyung Whee: Itu karena kau tidak tahu betapa.. Aku juga merasa situasi ini aneh. Aku rasa aku akan gila. Tapi tak apa. Selama wanita ini adalah Han Na Bi.

Na Bi: Apa? "Wanita ini"?

Kyung Whee:  Ya. Itu kau!

Na Bi: Kau memang sudah gila rupanya.

Kyung Whee: Aku tidak gila. Aku sudah kembali. Karena, aku sangat merindukanmu."


Kyung Whee akan memeluk Na Bi lagi tapi kali ini Na Bi mendorongnya dan kembali memukulinya.

"Sakit ih! Kubilang sakit!"

Kereta yang harus mereka naiki datang. Na Bi buru-buru masuk, tapi Kyung Whee masih harus mencari kacamatanya dulu yang jatuh karena dipukuli Na Bi tadi.

Kyung Whee sudah menemukan kacamatanya dan akan masuk kereta tapi Na Bi mendorongnya keluar, tidak mengijinkannya masuk.


Kyung Whee pun ketinggalan kereta tapi ia malah tersenyum lebar. Kyung Whee senang karena ia merasakan sakit, jadi artinya semua ini tidak mimpi.

"Na Bi masih hidup! Yeee!"

n

Ada dua teman yang melihat Kyung Whee kembali. Dua teman itu mengira Kyung Whee menyukai di tinggi dan mereka sebal jika melihat Kyung Whee, apalagi rambutnya itu.

"Hah!! Aku benar-benar kembali."


Kyung Whee lalu menegaskan pada si tinggi bahwa ia tidak menyukai di tinggi.

"Aaapp... Apa kau bilang? Si bodoh."

"Jadi.. Si bodoh ini nantinya akan menjadi tampan. Dan yang pasti aku tidak menyukaimu. Paham?"


Kyung Whee melihat Seul Ki, ia memanggilnya tapi Seul Ki kaya takut gitu dan jalan makin cepat. Kyung Whee pun mengejarnya.


Seul Ki menggerutu sambil jalan cepat, tapi Kyung Whee malah tidak mau berheti memanggilnya. Kyung Whee malah merangkulnya.

"Apa.." Kata Seul Ki sambil melepaskan diri dari Kyung Whee.

"Ada apa?"

"Aku akan kembali padamu nanti. Mulai nanti, aku akan menghubungimu. Tolong, ya? Aku mohon!"

Seul Ki lalu masuk duluan ke kelas.


Kyung Whee masih belum mengerti kenapa Seul Ki bersikap seperti itu padanya, ia masih di luar dan dari jendela ia memandang Na Bi.

"Han Na Bi melihat ke arahku."


Na Bi bergumam, "Si bodoh." Lalu melihat ke arah lain.

"Han Na Bi memanggilku "si bodoh"."


Kyung WHee berani memandang mereka balik, jadi Ki Ho membentaknya. Kyung Whee membalas, jadi mereka kembali bertemu dan ia muak tiap kali melihat wajah Ki Ho.

"Apa-apaan? Aku kan cuma tanya apa pr MTK-mu sudah selesai atau belum."


"Mulai sekarang, pr-mu.. akan kau kerjakan sendiri."

"Apa? Kau tadi bilang apa?"

"Minggir. Kau menghalangi pemandanganku. Kau baj**."

Semuanya terkejut melihat Kyung Whee berani melawan Ki Ho, apalagi Seul Ki dan Na Bi yang langsung memandang ke arah Kyung Whee.


Ki Ho merasa harga dirinya jatuh, ia akan memberi Kyung Whee pelajaran. Ia mendorong Kyung Whee keluar dan siap memukulnya tapi pak guru datang.

Kyung Whee akan melaporkan Ki Ho pada pak guru tapi Ki Ho langsung merangkul Kyung Whee, mengatakan kalau mereka berteman. Pak Guru acuh, lalu meminta mereka masuk.


Selama pelajaran, Kyung Whee malah sibuk berpikir.

"Walaupun ini mustahil, aku benar-benar kembali. Jika aku tahu ini akan terjadi, aku akan banyak menonton film tentang perjalanan waktu. Kondisi yang absurd ini, aku rasa lama-lama aku akan terbiasa. Kira-kira apa alasanku dikembalikan ke masa lalu, ya?"

Kyung Whee kembali mengingat kejadian malam itu, ia ingat ia menjawab semua pertanyaan pembawa acara radio itu.

Kyung Whee menemukan jawabannya, ia kembali karena Han Na Bi.

"Hari ini adalah hari Senin tanggal 09 Juli. Tanggal kematian Han Na Bi adalah 14 Juli. Enam hari dari sekarang. Selama di sini, tidak peduli apapun yang terjadi, aku akan melindungi Han Na Bi. Jadi... Kenapa Han Na Bi bunuh diri? Aku bisa memulai menyelidiki sebab-akibat ia melakukan bunuh diri. Walaupun Ayahnya bilang ini adalah kesalahannya, tapi itu tidak dapat dipastikan tanpa adanya bukti. Ayahnya hanya merasa bersalah saja. Menganggap segala hal yang terjadi adalah kesalahannya."


Kyung Hwee kelepasan, ia malah menggebrak meja, "Aish! Aku harus bertanya pada Ayahnya lagi nanti."

Pak Guru menegur Kyung Whee dan melihat kalau Kyung Whee tidak mengeluarkan buku-bukunya.


Kyung Whee pun mengeluarkan bukunya dan ia menemukan surat wasiatnya di dalam buku itu. Surat yang dulu dibaca Na Bi saat ia akan gantung diri.


Pak Guru menyadari Na Bi tertidur dan ia tidak bisa bertoleransi lagi. Pak Guru pun melempar kapur tepat ke kepala Na Bi. Na Bi akhirnya terbangun.

Pak Guru mendekati Na Bi, "apa kau pergi ke sekolah hanya untuk tidur? Kenapa kau selalu tertidur di kelas? Dan juga kenapa kau belum mengisi rencana studimu? Aku sudah memberitahumu kemarin. Seluruh murid sudah menyerahkannya kecuali kau. Huh! Kau tidak memiliki hal yang ingin kau lakukan? Tidak ada satupun hal yang ingin kau lakukan?"

"Ya. Tidak ada."

"Apa?"

"Aish. Anak ini... Hei, hei! Ya sudah kalau begitu. Jika kau ingin tidur lagi mending keluar saja lalu berdiri di luar kelas. olong jangan membuat suasana di kelas jadi tidak enak."


Na Bi langsung saja bangun dari kursinya dan berjalan keluar, tapi mendadak Kyung Whee berdiri dan memprotes Pak Guru.

"Saya pikir tidur di kelas bukanlah kesalahan Han Na Bi."

"Oh Kyung Whee, apa yang baru kau katakan?"

"Kenapa Anda hanya bertanya pada murid yang tertidur di kelas? Jika siswa yang tertidur adalah sebuah kesalahan, bukankah kemampuan mengajar gurunya yang harus dipertanyakan lagi? Seharusnya guru yang berkaca, kan? Dan juga, murid yang tidak bisa memasukkan rencana studi mereka, bukankah seharusnya Anda lebih perhatian dan peduli pada mereka?

Jadi maksud saya, kurang tepat jika guru menyalahkan murid yang tertidur di kelas. Tapi justru bertanyalah pada yang bertahan tidak tertidur. Dalam hal ini berarti, guru harus instropeksi dirinya sendiri. Analisis diri juga perlu dilakukan. Dan tidak seharusnya PNS seperti guru mendapat gaji yang layak jika, guru ini tidak mempedulikan murid yang tertinggal di belakang. Atau peduli pada masalah murid-muridnya, jika mereka sampai mengalami tekanan batin--."



Akhirnya mereka berdua dihukum untuk membersihkan ruang olah raga. Tapi cuma Kyung Whee yang bebersih, Nabi enak-enakan tiduran sambil mendengarkan musik di meja tenis meja.


Kyung Whee memeriksa Na Bi apakah beneran tidur atau enggak. Ia menggerakkan tangannya di depan wajah Na Bi dan Nabi sama sekali gak gerak, ia menyimpulkan kalau Na Bi beneran ketiduran.


Namun, Na Bi tiba-tiba bertanya, kenapa Kyung Whee melakukan itu? Kyung Whee langsung menari tangannya kaget.

"Kenapa tadi kau melakukannya?"

Kyung Whee hanya berdehem dan lanjut bersih-bersih lagi.

Na Bi pun bangun, "Aku bertanya padamu kenapa tadi kau begitu? Aku berbicara padamu. Kenapa tadi kau melakukannya?"

Kyung Whee berhenti dan ia menghela nafas, lalu lanjut bersih-bersih lagi.

"Benar-benar, deh. Aku berbicara padamu."


Na Bi turun dan mendekati Kyung Whee, ia terus maju sampai Kyung Whee terpojok di meja tenis meja.


Di kelas, Ki Ho dan geng mencari PR Kyung Whee, mereka sudah menggeledah tas Kyung Whee tapi tidak menemukannya. Mereka kesal dan barang-barang Kyung Whee diberantakakin kemana-mana, sampai surat wasiat Kyung Whee sampai ke tengah kelas, padahal bangkunya ada di paling belakang.


Ki Ho kesal, ia menendang bola, namun bola itu mengenai kipas angin dan kipas anginnya jatuh.


Na Bi terus mendekati Kyung Whee dan Kyung Whee terus mundur, seperti ketakutan (gugup) gitu.

"Baiklah. Cukup jelaskan kenapa kau tadi melakukannya? Kau ingin membuatku terkesan padamu, ya? Benar begitu? Kau takut aku akan memberitahu orang lain tentang apa yang kau lakukan tadi pagi, kan? Kau kira aku tidak tahu~ Kenapa? Kau takut aku memberitahu guru? Itulah kenapa kau melakukannya, huh? Kau menyogokku, kan? Aku akan menghajarmu."


Na Bi kembalike mejanya tadi sambil bicara, "Ngomong-ngomong, karena kau hal ini bisa terjadi. Jadi membersihkan ruangan ini adalah tanggung jawabmu! Jika bukan karena ulahmu, aku tadi bisa jalan-jalan keluar kelas selama satu jam. Katakanlah kau menyesal melakukannya, katakanlah."


Tapi Kyung Whee malah tersenyum.

"Kau tersenyum?"

"Ini sedikit lucu."

"Apa?"

"Ada banyak hal yang ingin aku katakan. Tapi aku merasa apapun yang akan kukatakan kau mungkin tidak ingin menjawabnya. Bahkan jika aku memberitahumu, kau pasti tidak akan percaya. Pertama-tama, katakanlah kau benar."

"Apanya yang aku benar?"

"Walaupun ini sulit untuk dipercaya. Han Na Bi akan meninggal enam hari lagi.. karena bunuh diri. Apapun yang terjadi, aku akan melindungi wanita ini."


Kyung Whee meletakkan alat pelnya dan berjalan mendekati Na Bi. "Jadi, apa aku menang? Apa kau tadi terkesan padaku? Jika tidak, apa yang harus aku lakukan sekarang? Beritahu aku. Apapun yang kau inginkan, aku akan menurutinya."

2 komentar

Lanjuuut deh min aduh ceritanya bikin cengar cengir sndri ...hmmm😍

Lanjut kak kyaknya seru semangat ya ☺😊

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon