Sunday, September 24, 2017

Sinopsis Somehow 18 Episode 5


Sumber Gambar: jtbc


Ibu Dokter di UKS sekolah sedang menilmati teh panasnya sambil membaca novel. Sampai tiba-tiba seseorang membuka pintu dengan kasar. Dkoter terkejut dan kepanasan karena tehnya muncrat.

Ternyata Kyung Whee yang membuka pintu itu, ia menggendong Na Bi yang masih pingsan, ia sangat panik.


Kyung Whee memeriksa Na Bi sendiri dan memerintah ini itu pada Dokter. Maklum, jiwanya adalah seorang dokter tapi tubuhnya masih anak SMA.

Dokter heran, Kyung Whee ini sedang apa? Kyung Whee keceplosan membenatak, dokter gak dengar ya perintahnya? Ini darurat!

"Makanya, kenapa kau memintaku membawakan Hypothermia padamu?"

"Lakukan saja, apa maksu--"


Na Bi bangun memotong kalimat Kyung Whee. Na Bi melarang Kyung Hwee bicara lagi. Kyung Whee masih khawatir pada Na Bi, mana lagi yang sakit?

"Berbaring sajalah!" Kata Kyung Whee tapi Na Bi malah menepis tangan Kyung Whee.

"Aku rasa ada banyak orang sok tahu di sekolah ini. Minggir! biar aku saja." Kata Dokter.

Kyung Whee pun baru sadar kalau ia cuma anak SMA.


Ki Ho menghukum anak-anak yang main bola tadi karena mengenai dirinya, tepat di area sensitif pula. Mereka memastikan, anak-anak itu sebanrnya mau menendang ke arah Kyung Whee, kan?

"Bedebah itu Oh Kyung Hwi benar-benar tidak menurut lagi pada kita." Kata Ki Ho.


Saat jam istirahat, Ki Ho dan geng mencegat Kyung Whee yang akan keluar kelas. Kyung Whee menyuruh mereka minggir karena ia tidak ada urusan dengan mereka.

"Apa?" Ki Ho heran dengan keberanian Kyung Whee.

"Kenapa? telingamu tidak berfungsi?"

"Apa kau sudah merasa hebat?"

"Kau.. (Kyung Whee menunjuk si pelontos) Hati-hati dengan tanganmu."

Si pelontos akan percaya tapi yang lain melarangnya.

Kyung Whee melanjutkan, "Jadi, minggirlah kalian. Daripada bersikap aneh di sini, bisa merusak pemandangan."

Ki Ho mewanti-wanti, "Orang ini.. Kau beruntung kita sedang di sekolah, lebih baik nanti kau hati-hati saat pulang."

Kyung Whee tidak peduli, ia tetap keluar kelas dengan santai.


Ki Ho kesal, ia sampai menonjok papan pengumuman di dinding. Seul Ki terlonjak kaget mendengar suara pukulan itu.


Kyung Whee kembali datang ke UKS saat Ibu Dokter sedang menikmati tehnya, dan kejadiaannya sama dengan tadi pagi.

"Dimana Han Na Bi?"

"Apa kau benar-benar harus begini? Han Na Bi sudah pergi."

"Apa?"

Kyung Whee lalu berlari keluar.


Na Bi mendatangi sebuah band indi yang sepertinya sedang bersiap pentas.


Na Bi menyapa seorang personilnya yang berambut pirang, "Apa pekerjaanmu berat?"

"Setidaknya beritahu aku walaupun sekali jika ingin ke sini."

"5 menit saja!"

Dia adalah Jin Syu Oppa. Rekan Jin Syu bertanya siapa Na Bi. Jin Syu belum sempat menjawabnya karena Na Bi kembali bicara.

"Kelihatannya kau sedang tidak sibuk sekarang, mungkin kita bisa bicara sebentar? Ini tentang hal yang penting, menurutku--"


Jin Syu menyela, tidak ada yang penting. Na Bi meyakinkan, apa benar Jin Syu tidak ingin mengetahuinya? Jin Syu tidak--

"Omong kosong jenis apa yang sedang kau bicarakan ini? Aku tidak ingin berbicara denganmu. Aku bahkan tidak punya waktu "sebentar" untuk berbicara denganmu. Tidakkah kau mengerti?"

"Ini kan bukan kesalahanku."

"Aku tidak bilang ini salahmu."

"Apa kau pikir aku mengencaninya karena aku menyukainya?"


Kyung Whee ternyata ada disana, melihat Na Bi dikatai kasar begitu. Kyung Whee langsung menarik Na Bi.

"Kau sudah gila, ya? Apa yang tadi kau lakukan? Pria yang tadi bicara denganmu! Hentikan! Kubilang hentikan, Han Na Bi!"

"Ini bukan urusanmu, pergilah!!"

Na Bi akan kembali pada Jin Syu Oppa tapi Kyung Whee kembali menariknya, "Seberapa besar kau menyukainya sampai kau harus begini?"

"Kubilang pergilah!" Na Bi terpaksa menendang tulang kering Kyung Whee agar mau melepaskannya.


Na Bi mengonfirmasipada Jin Syu Oppa, apa tadi yang dibilang Jin Syu Oppa itu benar? Apa itu bisa disebut manusia?!

"Sial! Benar-benar deh! Bawa temanmu ini pergi. dan kau pergilah sejauh mungkin dari sini." Kata Jin SYu kesal sambil mendorong Na Bi pada kyung WHee.


Na Bi tak kalah kesalnya, ia megambil gitar Jin Syu lalu merusaknya.


Jin SYu menghentikan Na Bi, sudah gila ya? Na Bi melakukan itu biar semua rang tahu bahwa Jin Syu bukan orang baik, tapi seorang pecundang, pecundang sejati!

"Jadi, apa yang harus aku lakukan? Dia sudah hampir mati."

"Apa?!"


Na Bi semakin menggila mendengar itu, ia menarik baju Jin Syu karena bicara seperti itu. Tapi Jin Syu malah mendorongnya dan ia dengan mudah terjatuh.

Kyung Whee khawatir Na Bi akan, ia lalu menolong Na Bi.


Kyung Whee tersulut emosinya melihat keadaan Na Bi, ia lalu memukuli Jin Syu. Jin Syu melawan, jadi mereka berkelahi.


Rekan-rekan Jin Syu pun memisahkan mereka.

Kyung Whee: Apa kau masih manusia setelah melakukan ini padanya?!

Jin Syu: Aku pun tak ingin begini padanya. Tapi Han Na Bi begitu menyukaiku. Kalian berdua lebih baik hentikan. Apa kau bahkan tahu apa yang ada di benak Han Na Bi? Kau bukanlah seseorang yang bahkan mengenalnya dengan baik!


Kyung Whee sontak memandang Na Bi. Na Bi terluka dan menjauh. Kyung Whee melepaskan diri dari pegangan rekan Jin Syu. Ia melayangkanpukulan sekali lagi sebelum mengejar Na Bi.

"Jangan bicara apapun lagi." Peringatan Kyung Whee.

"Sial! Kenapa kau harus begini?!"


Na Bi jalan dengan kaki terluka, ia melamun. Kyung Hee melihatnya tapi tidak langsung menjajarinya atapun memanggilnya.


baru beberapa saat kemudian Kyung Whee mendekati Na Bi dan menarik tangannya, bertanya untuk memastikan Na Bi baik-baik saja. Na Bi menepis tangan Kyung Whee,menyuruh Kyung Whee enyah.

"Sejauh mungkin. Jangan kembali lagi." Lanjut Na Bi.


"Aku pun tak mengerti apa yang harus aku lakukan."


Na Bi dulunya memiliki dua orang sahabat.


Na Bi mengajak temannya bolos minggu ini untuk makan mie bersama, ia memaksa karena kalau tidak minggu ini, mereka tidak akan memiliki kesempatan lagi.


Akhirnya mereka setuju dan pergi naik bis. Mereka sangat bergembira, mereka juga membuat video untuk mengabadikan momen itu.


Sampai bisa yang mereka tumpangi mengalam kecelakaan dan berbalik, juga terbakar. Semua orang panik, mereka berusaha menyelamatkan diri sendiri dan teman/keluarga yang bersama.


Na Bi dan kedua temannya juga berusaha keluar dari bisa itu. Tapi Na Bi hanya berhasil keluar seorang diri. Kedua temannya terjebak di dalam.

Na Bi histeris memanggil temannya, Ji Young tapi orang-orang menghalanginya karena api sudah merembet ke dalam bis.


Jadi teman Na Bi itu sekarang dirawat di rumah sakit. Jin Syu adalah kekasih temannya itu.

"Jin Syu Oppa belum bisa menengokimu karena dia sedang sibuk. Tapi, dia benar-benar memiliki pekerjaan yang luar biasa. Makanya, kau harus segera sadar kembali, ya. Oke?"


Na Bi kemudian bicara dengan Ibu temannya itu. Ibu mengaku berat untuknya, tapi bersyukur karena setidaknya ada Na Bi, Na Bi pasti merindukannya, kan?

"Aku rasa aku tidak berhak untuk merindukannya."

"Aku kan tidak melarangmu."

"Begitukah? Aku bahkan tidak ingin melihatnya sadar. Dia pun bisa saja memintaku pergi setelah dia melihatku saat nanti dia tersadar kembali. Ahjumma jangan mengkhawatirkan banyak hal dan tetaplah disisinya. Semua ini terjadi karena kesalahanku. Aku juga seharusnya tidak berhak punya keinginan untuk bertemu dengannya."


Na Bi berterimakasih karena Ahjumma menginjinkannya untuk menemui temannya meski hanya sekali. Na Bi berpesan untuk jangan terlalu memikirkan Da Eun, makan saja yang banyak. Na Bi lalu membungkuk dan pergi.


Na Bi berterimakasih karena Ahjumma menginjinkannya untuk menemui temannya meski hanya sekali. Na Bi berpesan untuk jangan terlalu memikirkan Da Eun, makan saja yang banyak. Na Bi lalu membungkuk dan pergi.

Ahjumma tak mengerti, "Tetap saja, kenapa kau mengajaknya pergi? Kenapa kau tetap.. kenapa kau.."


Na Bi berkaca-kaca tapi ia tidak menoleh. Dan tanpa sepengetahuan Na Bi ternyata Kyung Whee ada disana, mendengarkan.


Ki Do di rumah main masuk ke kamar Kyung Whee. Ia kesal karena Kyung Whee mencuri barangnya lagi. Sebagai gantinya, Ki Do menyuruh Kyung Whee membuatkannya ramen.

Kyung Whee hanya menggelat. Ki Do kesal, ia pun menendang adiknya itu dengan kesal.


Tapi ternyata bukan Kyung WHee yang tidur disana, melainkan Seul Ki. Mereka pun sama-sama terkejut dan berteriak. Ki Do bahkan sampai menendang hidung Seul Ki saking terkejutnya.


Seul Ki menunggu di runag tamu, ia sudah pegal duduk bertumpukaki, mana Ki Do lama banget lagi di kamarnya.


Ternyata Ki Do dandan dulu. Seul Ki menjelaska, ia tadi asal masuk karena mengkhawatirkan Kyung Whee. Ki Do tidak mengerti, jelas tadi pagi Kyung Whee masih baik-baik saja, apa yang Seul Ki khawatirkan?

"Tidakkah dia terlihat bersikap aneh?"

"Dia memang sudah terlihat begitu sejak lahir."


"Ya memang, tapi ngomong-ngomong, sebenarnya Oh Kyung Whee adalah pria yang lemah.. Sebenarnya aku menemukan ini, aku bertanya-tanya, haruskah aku beritahu atau--" Kata Seul Ki sambil mengeluarkan surat wasiat Kyung Whee dari dalam tasnya.

"Jangan beritahu apapun! Kau teman baiknya di sekolah, kan?"

"Bisa dibilang begitu. Setidaknya, aku sudah berusaha memberitahumu, Noona. Aku tidak akan memaksamu untuk mengetahuinya."

"Kau mendandaiku?"

"Maafkan aku."

"Tadinya kupikir kau ke sini untuk melihatku. Ternyata kau hanya datang untuk membicarakan hal yang tidak berkaitan denganku."

"Aku memang tidak.. Aku hanya.."

"Perlihatkan padaku. Perlihatkan padaku."


Seul Ki pun bangktit untuk memberikan surat wasiat Kyung Whee. Ki Do sangat terkejut membacanya.


Teman-teman Jin Syu tampil tanpanya. Jin Syu menyendiri.


Jin Syu akan merokok, tapi Kyung Whee datang dan langsung membunag rokok Jin Syu.

"Apa yang membuatmu tidak peduli?" Tanya Kyung WHee.

"Ada apa denganmu?"

"Jujurlah!"


Ki Do menangis setelah membaca surat itu. Ia tak menyangka hidup adiknya seberat itu. Seul Ki juga sedih dan mereka beralhir saling peluk, menenangkan.


Kyung Whee pulang dan mereka langsung mendekat. Ki Do bahkan memegang wajah adiknya itu iba. Tapi Kyung Whee sama sekali tidak menghiraukan mereka. Kyung Whee menepis tangan kakaknya lalu masuk kamar.

Ki Do lega, karena artinya Kyung WHee baik-baik saja.


Kyung Whee dikamarnya mencari berita soal kecelakaan bis itu, ia harus mencaritahu apa sebenarnya yang terjadi.


Na Bi pulang saat ayahnya sudah di rumah. Ayah menyadari kaki Na Bi terluka, ia bertanya ada apa tapi Na BI hanya diam saja.


Ayah menunjukkan raport Na Bi yang menunjukkan kemerosotan.

"Mau sampai kapan kau begini? Sampai berapa lama ayah harus menunggumu kembali? Haruskah ayah pindahkan lagi sekolahmu? Tidakkah kau takut akan masa depanmu? Hmm? Kau bisa saja tertinggal di belakang oleh teman-temanmu."

"Apa itu berarti ayah lelah hidup denganku? Akulah yang seharusnya lelah."

Na Bi lalu masuk kamarnya.


Buku diary Na Bi menyala lagi. Kyung Whee membukanya dan cuma ada tetesan air. Kyung Whee heran, ia melihat ke atas, memastikan atapnya tidak bocor. Tapi kemudian ada lagi.

Kyung Whee menyadari sesuatu, Na Bi menangis.


Na Bi menangis saat akan menulis diary dan semakin lama, semakin banyak airmata yang menetes ke buku.


"Aku hampir menemukannya. Alasan Han Na Bi bunuh diri.. aku hampir menemukannya. Tapi, aku masih belum tahu.. kapan tepatnya hari itu tiba.. Besokkah.. Lusakah.. Aku akan melindunginya. Ketika hari itu tiba, aku akan melindunginya."

2 komentar

Seru seru ..so sweet ceritany fresh ...thanks mba ...lanjut lg ya fighting 😊

Mbak,lanjut dong sinopnya.. Dtggu.. ��

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon