Thursday, October 26, 2017

Sinopsis Hospital Ship Episode 28


Sinopsis Hospital Ship Episode 28

Sumber Gambar: MBC



Jae Geol jalan-jalan sendirian, ia terus kepikiran jawaban Eun Jae malam itu. Sampai akhirnya ia melihat Hyun sedang main basket sendirian.


Bola Hyun menggelinding ke kaki Jae Geol, jadinya mereka berdua main bersama seperti waktu itu.


Saat istirahat, Jae Geol bertanya, bagaimana Hyun memposisikan dirinya.

"Soal basket?" Tanya Hyun.

"Bukan, wanita. kau pria sehat berusia 30-an tahun. Wanita yang kau cintai hanya ingin menjadi kolega. Bagaimana kau setenang itu tanpa cemas?"

"Kata siapa aku tenang?"

"Jadi, maksudmu kau bertahan karena tidak bisa berbuat apa pun?"


Hyun tidak bertahan. Ia membiarkan keadaan mengalir apa adanya. Setidaknya, dia tidak merasa sesak di dekat Hyun.

"Bagaimana jika tidak ada yang berubah selamanya?" Tanya Jae Geol.

"Itu juga bagus. Jika bukan dia orangnya, nanti akan ada jalan lain. Jika membiarkan keadaan mengalir apa adanya, waktu akan mengajarimu segalanya."

"Perkataanmu seperti pria tua."

"Jangan khawatir. Waktu akan menyelesaikan semua masalah. Dahulu saat orang dewasa mengatakan ini kepadaku, aku merasa itu tidak masuk akal. Tapi kini, kurasa mereka benar."

"Berhentilah berlagak dewasa."

"Bukankah kita orang dewasa? Kita sama-sama berusia 30 tahun. Ayo pergi. Yang lain pasti menunggu."

"ya."


Jae Geol merasa aneh, bukannya mereka terlalu akur? Mereka bersaing dalam percintaan, bukan?

"Itu hanya berlaku jika Dokter Song menganggap kita lelaki sejati." Jawab Hyun.

"Bagaimana jika aku bukan lelaki sejati?"

"Tanyakan Dokter Song saja."


Kapten Bang berkutat dengan GPS kapal. Ia sambil mendengarkan berita yang disiarkan di radio.

"Kilas berita. Polisi menangkap kelompok yang berusaha menyelundupkan metamfetamin ke Korea. Yang mengejutkan, mereka didapati membawa senjata api."


Kemudian Won Gong datang, bertanya ada apa. Kapten Bang bilang GPS-nya tidak berfungsi.

"Kisah berikutnya. Sesaat setelah seorang anak kecil
diserang di Busan. Dua anak perempuan berusia 14 tahun, salah satunya bermarga Seo, ditangkap dan didakwa."

Kapten Bang mengomentari berita itu, Akan menjadi apa dunia ini? Mereka masih anak-anak. Tega sekali melukai teman mereka?

"Kebanyakan dari mereka meniru tindakan orang dewasa." Kata Won Gong.

"Benar. Omong-omong, kita sudah tidur dan makan di kapal selama dua hari. Apa mereka tampak baik-baik saja?"

"Mereka sudah beradaptasi."

"Bagaimana dengan dokter gigi? Bagaimana dengan mabuk lautnya?"

"Mana bisa itu menghilang? Dia harus belajar cara menghadapinya."

"Benar juga. Rencana makan malam tim malam ini masih berlaku?"

"Kami sibuk mengatur semuanya. Itu harus. Makan malam timnya sudah terlalu lama ditunda."


Eun Jae menyiapkan semuanya karena ia yang mentraktir malam ini. Tapi masih ada yang kurang, kue, hari ini adalah ulangtahun Choon Ho.


Ah Rim dan Perawat yang duduk disebelahnya membicarakan akan ke toko dekat dermaga untuk membeli bahan-bahan membuat kue. tapi Perawat Jung bilang  tidak usah, ia lalu mengeluarkan kue yang sudah ia siapkan.

Yang lain merasa aneh tapi Perawat Jung menyangkalnya. Tapi keyaknya memang bener ada sesuatu antara CHoon Ho dan Perawat Jung.


Acara makan-makan pun dimulai. Kapten Bang menyuruh Eun Jae berdiri.

"Hari ini, dia memakai pendapatannya untuk membeli daging guna menutrisi para staf dan awak rumah sakit kapal. Dokter Song kita tersayang berhak menerima cinta dan penghormatan kita. Bersulang."


Ada kelompok bercadar menyerbu kelompok orang-orang yang mengambil sabu (sepertinya?). Kemungkinan ini yang diberitakan tadi. Mereka bawa pistol dan banyak yang meninggal sepertinya.


Sementara itu, di RS Kapal keseruan terus berlanjut.


Si kelompok bercadar tewas semua, namun Bos kelompok sabu terluka parah. Ada yang menyarankan membawa Bos ke RS, tapi Wakil Bos membentak,

"Kepalamu tertembak kah? kau pikir dokter akan menerima kita jika penampilan kita seperti ini? Mereka akan menghubungi polisi sebelum membantu Bos."

"Lalu bagaimana? Kita akan membiarkannya mati?"

"Tidak boleh. Dia tahu sesuatu yang bernilai tinggi."

"Kita harus bagaimana?"

"Diamlah sebentar. Coba kupikirkan."

Salah satu anak buahnya mencari di internet dan menemukan RS kapal, katanya disana ada dokter yang hebat, Song Eun Jae.

"Bukan hanya itu... Kapalnya berlabuh sangat dekat dari sini."Lanjut sianak buah.


Mereka mengakhiri makan-makan ini lebih awal karena besok masih harus bertugas dan Eun Jae harus pergi ke UGD.

"kau tidak turun?" Tanya Eun Jae.

"Aku ada pekerjaan." Jawab Hyun lalu berjalan ke ruangannya.


Eun Jae akan masuk ke ruangnya tapi ia ingat kata-kata Jae Geol dan itu membuatnya berhenti.

"Kau tidak mau tampak seperti wanita yang cemburu. kau tidak ingin pria yang kau sukai berpikiran buruk tentangmu."

"Tidak. Bukan begitu." Jawab Eun Jae.


Eun Jae melangkah ke ruangan Hyun, tapi ia terhenti saat mendengar Hyun bicara di telfon. Hyun menelfon Rumah Sakit Sewoon, ia ingin bicara dengan Young Eun di Departemen Hemato-onkologi.

"Maaf, tapi tidak ada catatan tentang pasien dengan nama itu."

"Dia tidak terdaftar?"


Hyun kemudian menelfon Young Eun tapi Young Eun tidak menjawabnya karena ia dalam keadaan mabuk saat ini.

"Apa alasanmu nanti?" Tnaya teman Young Eun.

"Akan kukatakan aku sedang diobati."


Kemudian Ibu Hyun datang. "Sungguh kamar rumah sakit yang luar biasa."

Young Eun sontak berdiri terkejut, ia bahkan sampai menjatuhkan gelas yang ia pegang.

"Apa-apaan kau? Apa yang kau lakukan dengan putraku?"


Di RS kapal, Eun Jae tidak jadi keruangan Hyun, ia berbalik masuk ke ruangannya sendiri.


Di ruangannya, Eun Jae tidur.


Kelompok Sabu diam-diam ke RS Kapal, disana mereka menyandera Jung Ho, meminta jurnal tugas.

Jung Ho menolak menjawabnya, lalu ia ditodong pistol, akhirnya ia pun menunjuk lokasinya. Luka Jung Ho itu bukan luka tempat tapi karena pukulan menggunakan pistol.


Sementara itu, Choon Ho dan Perawat Jung sedang bicara berdua, mereka menikmati kencan. Hyun sibuk dengan pekerjaannya.


Joon Young tidur, dan Jae Geol sibuk membaca.

Eun Jae tiduran.


Sementara si wakil bos itu membaca jurnal tugasnya, Jung Ho akan menekan alaram bahaya tapi Wakil Bos keburu tahu dan langsung menendang perutnya sampai ia tersungkur kesakitan.

"Dasar licik. Apa? Kau mau memberi sinyal bantuan?"

Kemudian wakil bos itu memerintah anak buahnya untuk masuk karena ruang kemudi sudah berhasil ia ambil alih.


Pertama yang mereka datangi adalah Choon Ho dan Perawat Jung. Mereka melemparkan tali danmenyuruh Jung mengikat Choon Ho. Jung gak mau jadi mereka kasar, tapi CHoon Ho melindungi Jung, Jung cuma berteriak.


Hyun menyadari ada yang tidak beres, ia lalu mematikan komputernya dan lampu-lampunya, pokoknya semua listrik ia matikan lalu ia sembunyi.


Jung pun terpaksa mengikat tangan Choon Ho.


Hyun akan mengambil ponselnya di meja, tapi ia ketahuan. Stetoskopnya jatuh lagi dan keinjek sama penjahatnya.


Selanjutnya semua orang dikeluarkan dari ruangan masing-masing. Mereka dikumpulkan di dapur.


Si wakil bos bertanya siapa SOng Eun Jae itu. Semuenya tidak ada yang menjawab, kemudian anak buah si bos menunjukkan foto Eun Jae yang ada di internet.


Wakil bos berjalan maju untuk mendekati Eun Jae dan korbannya adalah Perawat Pyo yang harus kena tendang oleh wakil bos karena berada di depan Eun Jae, jadi menghalangi pandangan wakil bos.

Wakil Bos: Dokter Song. Kau lebih cantik aslinya. Kau dokter bedah yang hebat itu? Aku ingin kau mengoperasi seseorang.


Wakil Bos menyuruh anak buahnya untuk membawa Eun Jae. Tapi Hyun menghentikannya. Wakil Bos langsung menembak dinding, semua berteriak kaget.


Pak Polisi penjaga pantai seperti mendengar sesuatu dari RS Kapal, semoga mereka mengecek kesana.


Wakil bos bertanya siapa Hyun itu. Hyun menjelaskan, operasi paling sederhana pun tidak bisa dikerjakan sendirian. Maka dari itu ia harus ikut.

"Siapa kau? Memangnya kau dokter?" Tanya wakil bos dan Hyun mengangguk. Wakil bos kemudian menyuruh anak buahnya untuk memeriksa.

Anak buah selesai memeriksa, maka mereka membawa Hyun juga.



Penjaga pantai menghubungi RS Kapal. Kapten Bang lalu dibawa ke ruang kemudi untuk menjawabnya, tentu saja masih dalam penyanderaan.

"Jawablah. Jika ingin menyelamatkan orang-orang di rumah sakit kapal, jawablah!! Sekarang!!"

Kapten Bang pun menjawab dengan bilang kalau tidak ada masalah apapun.


Eun Jae dan Hyun mengemasi peralatan dan obat yang mereka perlukan.

"Kenapa kau melakukannya? Ini tidak perlu." Tanya Eun Jae pelan.

"Aku tidak mau kau pergi sendirian."


Penjaga pantai melihat ada kapal yang berlayar dari RS kapal. Ia bertanya, apa ada pasien darurat?

"Ya. Ada pasien darurat." Jawab Kapten Bang.

"Begitu rupanya. Terima kasih."


Eun Jae dan Hyun dibawa ke tempat si bos itu. Dan Eun Jae sangat terkejut melihat banyak orang meninggal disana.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon