Thursday, October 26, 2017

Sinopsis Hospital Ship Episode 33


Sinopsis Hospital Ship Episode 33

Sumber Gambar: MBC


Eun Jae ke Rumah Sakit Geoje Jeil, dan disana ia melihat Direktur Kim beserta dokter yang lain berbaris di pintu depan, kemudian datanglah mobil-mobil mewah.


Yang datang adalah Ketua Jang, ayah Jang Sung Ho (pria yang diselamatkan Eun Jae di Episode 1&2). Direktur Kim mengajak ketua Jang masuk, tapi ketua Jang bilang ia harus menemui seseorang dulu.



Orang itu adalah Eun Jae. Ketua Jang bahkan mendatangi Eun Jae duluan. Eun Jae menerima ajakan jabat tangan Ketua Jang.

"Pasti sulit bagi seseorang.. secakap dirimu untuk bekerja di tempat seperti ini."

"Tidak, tidak begitu. Aku bersyukur karena bisa bekerja di sini."

"Kau masih rendah hati juga."

"Aku tersanjung."

"Bagaimanapun.. Doosung Group akan bekerjasama dengan rumah sakit ini. Mari kita lihat bagaimana kita bisa meningkatkan tempat ini. Sampai bertemu lagi, Dokter Song."


Jadi nama Ketua Jang dalah Jang Tae Joon. Perusahaannya dan Rumah Sakit Geoje Jeil menandatangani Nota kesepakatan / MOU.


Eun Jae mendapat kabar dari DOkter Jang kalau Doosung Group akan membangun landasan medis nirlaba dan akan bekerja sama dengan RS Geoje Jeil.

"Kita juga akan membangun kemitraan dengan Rumah Sakit Daehan Seoul." Tambah Dokter Jang.

"Kenapa direktur memutuskan untuk melakukan ini tiba-tiba?"

"Ini bukan tiba-tiba. Dia sudah mencari mitra sebelumnya."

"Apa alasannya?"

"Menurutmu?"

"Apa seperti yang kupikirkan?"

"Jelas sekali."

"Apa rumah sakit kekurangan uang sebanyak itu?"


Dokter Jang menjelaskan, Penyebab terbesarnya adalah UGD. Ia mengkhususkan diri dalam pengobatan darurat, tapi ia bahkan menyarankan untuk menutup UGD sebelum bangkrut. Jika mereka terus membuka UGD, rumah sakit akan defisit sangat banyak.

"Tetapi jika kita menutupnya..." Lanjut Eun Jae.

"Para pasien akan mati di jalan."

"Jika mereka membangun yayasan.. akankah menghindari defisit?"

"Ya, itu mungkin."

"Apa persyaratan mereka? Apa yang Doosung Grup inginkan?"

"Ini sebuah yayasan nirlaba."

"Rumah Sakit Daehan Seoul juga sebuah yayasan nirlaba, tapi mereka berusaha.. sangat keras untuk membuat keuntungan. Kau tahu itu. Doosung Group adalah konglomerat. Apa masuk akal jika ketua perusahaan tersebut kemari tanpa tujuan?"

"Mungkin dia melakukannya untuk melayani masyarakat."

"Kau lebih naif dari yang kuduga."

"Kau lebih politis dari yang kuduga."



Ketua Jang dibawa melihat tempat yang akan ditinggali selama di Geoje dan ia marah-marah karena tempat itu terlalu bagus, padahal sekretarisnya mengira tempat itu kurang bagus untuk Ketua Jang.

"Menurutmu aku di sini untuk menikmati spa dan membuang waktuku?"

"Cari tempat lain sekarang!"

*Kasar banget ini orang, sumpah!


Kemudian Ketua Jang menempati rumah seperti penduduk biasa, sangat kecil. Ketua Jang marah lagi karena anak buahnya ada yang telat.

"Maaf Ketua." Jawab orang itu.

"Bagaimana hasilnya?" Tanya Ketua Jang.

"Direktur Jang Sung Ho sudah selesai wawancara. Artikelnya baru saja diterbitkan."


Ketua Jang menyudari membaca korannya, ia ingin melihat artikel itu. Orang tadi pun memberikan tabletnya.

"Layanan medis jarak jauh, perpaduan IT dan pengobatan" Judul artikelnya.

Komentar Ketua Jang, "Lihatlah senyum di wajahnya. Kenapa dia menyeringai seperti orang bodoh?"


Lalu Ketua Jang menginteruksikan pada anak bauhnya, "Kalian bersiaplah! Ini medan perang. Ini masalah hidup atau mati. Kita harus melanjutkan tagihan siden berikutnya. Sebelum tagihan ini terlampaui, jika seseorang (yang berpikir pemerintah harus menjaga kesehatan masyarakat atas nama kesejahteraan yang universal) menjadi presiden berikutnya kita tidak akan bisa memulai bisnis pada pelayanan kesehatan."

Ketua Jang memanggil Direktur Park untuk menanyakan berapa banyak pasien diabetes yang ada di Korea.

"Sekitar tujuh juta, Ketua."

"Betul. Ada tujuh juta pasien diabetes. Jika tagihan pada layanan medis jarak jauh terlampaui... dan kita menjual satu alat pengukur gula darah tiap orang, kita akan mendapatkan paling sedikit tiga miliar dolar. Bisnis kita pada pelayanan kesehatan kan menjadi sumber kekayaan. Ini akan menjadi mesin utama pertumbuhan Doosung Group di generasi berikutnya. Kalian mengerti?"

"Ya, kami mengerti."


Eun Jae juga membuka artikel mengenai ang Sung Ho

"Tidak mungkin. Doosung ingin ini.. tapi direktur tidak akan pernah setuju dengan hal ini."


Dua sekretaris Ketua Jang bingung bagaimana cara mengatakannya pada ketua Jang.


Akhirnya Sekretaris yang muda yang maju. Ia bertanya apa yang akan dilakukan Ketua Jang terhadap Rumah Skit Kapal.

"Menurutku kita harus menghapus pengganggu sebelum kita memulai bisnis pada layanan medis jarak jauh." Lanjut Sekretaris.

"Mereka melakukan pekerjaan yang baik dengan merawat pasien sendiri. Aku tidak bisa mengubahnya menjadi besi tua dalam semalam."

"Anda akan membiarkannya?"

"Apa kau sebodoh ikan? Aku sudah meletakkan umpan di sana-sini. Setidaknya seseorang akan memakan umpan tersebut."


Bayi pertama yang lahir di RS Kapal dalam keadaan kritis. Sebut Bayi Hwang saja ya soalnya nama ibunya Hwang In Kyung. Bayi Hwang mengalami gagal pernafasan dan terkena demam tinggi juga.

"Apa penyebabnya?" Tanya Eun Jae.

"Sulit untuk meletakkan jari di atasnya."

Tapi beruntung detak jantung bayi Hwang kembali. Eun Jae pun bisa bernafas lega.


Sekretaris sepertinya mendapat telfon bagus.

"Apa seseorang memakan umpan?" Tanya Ketua Jang.

"Sepertinya kita bisa memecahkan masalah tanpa terlibat."


Eun Jae jalan berdua dengan Hyun dan tiba-tiba ia merasa kakinya aneh. Hyun khawatir, apa kaki Eun Jae sakit?


Hyun lalu memaksa Eun Jae untuk duduk, ia akan memeriksanya. Hyun merasa tidak ada cidera tulang, mungkinkah nyeri otot? Hyun mengerti, itu karena Eun Jae sering berdiri di RS kapal dan di UGD.

"Berhenti berlari untuk sementara waktu. Aku akan memberimu kompres panas."

"Aku tidak perlu itu."

"Esss.. Lakukan sesuai perintahku! Nyeri otot perlu disembuhkan dengan cepat. Kau lihat apa?"

"Kau terlalu banyak mengomel. Hampir sebanyak ibuku."

"Apa?"


Eun Jae tersenyum "Ayo pergi."


Hyun menghitung berapa kali Eun Jae menghela nafas saat perjalanan pulang. 33 kali saat melewati pintu masuk dan 1 kali saat menuju dapur.

"Ada masalah?" Tanya Hyun.


Eun Jae menjelaskan kalau Bayi Hwang In Kyung mengalami gagal pernafasan.


Hyun heran, apa kira-kira penyebabnya> Soalnya ia yakin sudah menghisap saluran pernapasannya dengan benar.

"Menurutmu itu bisa menjadi masalahnya?" Tanya Hyun.

"Saat kita memindahkan mereka, tidak ada demam dan tanda vital sedang stabil."

"Itu benar."

"Fakta bahwa dia prematur dan kurang dari 2kg.. bisa menjadi alasan terbesar. Aku memasukkan tanganku ke dalam inkubator karena aku ingin memegang tangannya agar dia menjadi kuat dan dia menggenggam jariku sangat erat."



Hyun berkomentar kalau bayinya sudah berusaha keras untuk berjuang. Eun Jae menanggapi, itulah yang membuatnya merasa lebih kecil. Bayi kecil itu.. berjuang keras untuk tetap hidup. Tidak ada yang bisa kulakukan untuk membantunya sebagai dokter, ia merasa sangat menyedihkan.


Seorang Pengacara menemui Hwang In Kyung dan Ibunya. In Kyung heran, kenapa seorang pengacara menemuinya?

"Kau dioprrasi di rumah sakit kapal kan?" Tanya Pengacara dan In Kyung mengangguk. Pengacara bertanya lagi, "itu dilakukan oleh dokter ahli bedah umum, bukan ahli kandungan."

"Ya, itu benar."

"Kupikir bencana itu.. penyebab bayimu menderita. Bagaimana menurutmu?"


Ini siapa ya? Kapten Bang menyebutnya orang penting dan orang itu datang untuk inspeksi.



Won Gong terkejut, kenapa bisa ada inspeksi mendadak? harusnya kan memberikan waktu  untuk persiapan.

"Persiapan? Untuk apa? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?"

"Apa?"

"Kalau begitu kau tidak perlu khawatir. Cukup lakukan urusanmu seperti biasa."

Kemudian orang itu menyuruh anak buahnya untuk mempersiapkan semuanya.


Jae Geol berbisik pada Hyun, apa ini? Hyun juga gak tahu apa yang terjadi.


Eun Jae datang terlambat dan saat ia akan naik ke RS kapal ada yang menelfonnya. Itu adalah telfon dari kantor polisi.

"Anda dilaporkan melakukan malpraktik. Kami membutuhkanmu untuk datang dan memberikan pernyataan."


Eun Jae datang kesana dan ia langsung dikerumuni banyak reporter.

"Anda melakukan bedah caesar di rumah sakit kapal?"
"Bagaimana dengan pasiennya?"
"Anda ahli hati, empedu, pankreas. Pernahkah Anda melakukan bedah caesar sebelumnya? Aku ingin jawaban. Ya atau tidak."

"Tidak." Jawab Eun Jae.

"Ini pertama kalinya?"
"Anda tahu jika bayi pasien dalam kondisi serius?"

"Aku tahu."

"Tidakkah Anda pikir tidak adanya pengalaman Anda adalah penyebab terbesar kondisi anak tersebut?"

Eun Jae hanya menghela nafas.



Ah Rim menemukan sesuatu di internet ada yang menulis kalau Dokter RS Kapal itu DOkter Bencana.

"Beraninya media ini menyalahkan Dokter Song. Haruskah aku memberikan komentar agar mereka bekerja dengan benar?"

Jung bertanya pada Perawat Pyo, ada apa ini?


Perawat Pyo merasa ada yang aneh, bahkan mereka saja tidak tahu Eun Jae dilaporkan, bagaimana para reporter bisa tahu?

Won Gong hanya bisa menghela nafas sambil melihat orang-orang yang melakukan inspeksi.


Jae Geol dan Joon Young juga membaca artikel itu, mereka langsung ke ruangan Hyun.

"Hei Kwak, ada apa ini?" Tanya Jae Geol.


Hyun langsung menuju tempat sepi untuk menelfon Eun Jae. Eun Jae minta waktu pada pak polisi untuk mengangkat talfonnya.

"Kau di di mana? Kantor polisi?" Tanya Hyun.

"Iya."

"Kenapa kau pergi sendirian? Kenapa kau tidak memberitahuku?"

"Itu tidak perlu."

"Dokter Song."

"Aku harus pergi."

"Aku akan datang."

"Tidak, jangan mengganggu. Itu tidak akan mengubah apa pun."

"Kenapa tidak?"

"Periksa pasienmu. Itu lebih penting."

"Menurutmu ini aku sebagai orang yang mengkhawatirkan kekasihku?"

"Dokter Kwak."

"Apa itu terdengar seolah aku mengabaikan pasienku demi untuk datang kesana?"

"Tidak, maksudku... "


Hyun memotong Eun Jae, ia meminta Eun Jae mendengarkan baik-baiak. Ia bicara bukan sebagai kekasih, tapi sebagai rekan yang berada di ruang operasi bersama.

"Kau tidak harus diselidiki. Jika yang wartawan tulis itu benar dan ini tentang bayi yang kita kirimkan, kau tidak harus diinterogasi. Seharusnya aku. Aku yang merawat bayi. Sejak dia dilahirkan.. hingga saat dia dipindahkan ke NICU Rumah Sakit Jeil.. Akulah yang merawat dia. Kau paham maksud perkataanku?"

"Iya."

"Jika detektif bertanya, katakan padanya semua yang kukatakan, dan selesaikan wawancaranya."

"Baik, aku akan melakukannya."

"Baiklah. Aku akan langsung menjemputmu setelah aku selesai bekerja."



Eun Jae terdiam, lalu pak polisi memanggilnya untuk segera diperiksa.


Bapak itu marah-marah karena dalam sebulan hanya ada dua operasi adahal gaji dokter sangat mahal dan peralatan sudah disediakan lengkap. Terlebih, Eun Jae melakukannya secara gratis. Apa itu masuk akal?

"Operasi tersebut sudah menyelamatkan nyawa dua orang. Atau haruskah aku katakan tiga? Kau pikir nyawa mereka hanya setara 40.000 dolar?" Tanya Won Gong.

"Salah satunya adalah pemimpin mafia."

"Bukankah hidupnya tidak berarti apa-apa? Tidak peduli nyawa siapa yang kami selamatkan. Yang penting adalah dia pasien atau bukan."

"Menakjubkan. Apa karena kau berlayar di atas lepas pantai setiap hari? Kau orang yang romantis."

"Direktur~"

"Mari kita lihat apakah dewan lokal setuju denganmu."

"Dewan lokal?"

"Kepala dewan mengajukan keluhan tentang pengoperasian rumah sakit kapal ini."

"Kami ini apa? Kenapa kau menyudutkan kapal rumah sakit secara tiba-tiba?"

"Siapa yang menyudutkan?"

"Untuk menjalankan kota secara ekonomis dan efisien.. kami berusaha untuk mengurangi semua biaya yang tidak penting. Di atas itu.. hasil audit akan menjadi penting."


Ketua Jang membaca artikel tantang RS Kapal, "Tingginya Inefisiensi di rumah sakit Kapal. Sekretaris Chu menyuruh wartawan menyangktkan artikel itu dengan artikel mengenai EUn Jae.

"Kau sangat kompeten."

"Terima kasih, Ketua."

Lalu Ketua Jang membentak supirnya untuk lebih cepat lagi karena Gubernur sudah menunggu.


Usai kesepakatan, Ketua Jang menyampaikan sepatah kata,

"Layanan medis jarak jauh diperlukan di daerah.. seperti pulau terisolasi atau desa di pegunungan. Ini adalah sistem dukungan yang diperlukan bagi mereka yang tidak memiliki akses ke perawatan medis."


"Bisnis untuk mendukung layanan medis jarak jauh adalah sesuatu yang ingin saya bangun sebelum pensiun. Ini tugas terakhirku. Semua karyawan di Doosung Grup akan melakukan yang terbaik untuk membangun sistem layanan medis jarak jauh."


Hyun menemui pasiennya dan pasien itu mendapatkan sesuatu dari Layanan medis jarak jauh. Pasien itu bertanya, apa ia masih harus pergi ke klinik jika aku menggunakan "jarak jauh"?

"Iya. Anda perlu memeriksa tingkat gula darah di klinik setiap hari. Anda juga perlu memperhatikan pola makan. Jika Anda tidak mengurus diri sendiri, mungkin akan terkena syok diabetes. Bisa berbahaya kek."

"Kudengar itu tidak diperlukan jika aku menggunakan ini."


Jae Geol juga menemui pasiennya, tapi pasiennya sedang melakukan syuting soal alat-alat Layanan medis jarak jauh. Jadinya Jae Geol menanggur.


Jae Geol berpapasan dengan hyun dan mereka saling menanyakan pasien masing-masing.

"Aku langsung diusir keluar. Mereka sedang syuting video promosi untuk layanan medis jarak jauh." Kata Jae Geol.

"Video promosi?"

"Setelah mereka mendistribusikan laptop untuk semua orang.. semua orang tampak sangat senang. Mereka sangat berterima kasih. Aku menguping perkataan administrator klinik umum saat perjalananku ke sini. Sebanyak 26 pulau akan mencoba layanan medis jarak jauh."

"26?"

"Anehnya, pulau-pulau itu.. adalah pulau yang dikunjungi kapal rumah sakit."


Selanjutnya mereka melanjutkan obrolan di dalam RS Kapal. Jae Geol bertanya-tanya apa Layanan medis jarak jauh itu bisa mengatasi semuanya? Itu kan sistem untuk mendiagnosa dan memberikan resep obat di video. Bagaimana bisa?

"Auskultasi dan kontak fisik dengan pasien tidak cukup untuk menghilangkan kemungkinan diagnosis yang keliru. Bagaimana kita bisa mendiagnosa dan mengobati pasien di layar?" Tanya Hyun.

"Benar kan? Seperti dalam fiksi ilmiah, dokter bisa digantikan oleh sistem kecerdasan buatan. Mendiagnosa dan mengobati pasien melalui video itu tidak mungkin. Benar kan?"

"Aku tidak yakin, tetapi hukum kedokteran saat ini tidak akan membiarkan hal itu."

"Ah.. kau sudah bicara dengan Dr. Song?"

Hyun mengangguk.

"Dia pasti sedang diselidiki. Aku tahu dia kuat, namun polisi bisa menekan. Dia pasti ketakutan."

"Aku akan pergi ke sana secepat mungkin."

"Pergilah secepat mungkin, dan bebaskan dia. Aku pergi."

 

Eun Jae menjelaskan dari awal, "Wanita hamil dibawa oleh ibunya. Aku menemukan bahwa tali pusarnya
telah prolaps. Jika diabaikan.. bayi akan kekurangan oksigen. Dalam kasus terburuk, bayi bisa mati. ku harus melakukan operasi darurat."

"Kau sudah menjelaskannya kepada ibunya?"

"Tentu saja."

"Dia mengatakan tidak."

"Itu tidak mungkin."

"Jadi.. tidak ada kesepakatan operasi. Apa dia menandatangani perjanjian tersebut? Menandatangani atau tidak?"

"Dia memang tidak melakukannya. Namun, aku sudah menjelaskan secara menyeluruh. Dia memberikan kesepakatan secara verbal."

"Bagaimana aku bisa percaya itu?"

"Perawat Jung Mi Yang hadir pada saat itu."

"Kita tidak bisa percaya itu. Setelah operasi tanpa persetujuan kau bisa setuju pada alibi yang sama."

"Detektif."


Detektif menjelaskan, makanya Eun Jae harus meminta untuk menandatangani perjanjian terlebih dahulu. Bukankah itu dasar-dasar untuk seorang ahli bedah? Kenapa? Eun Jae tidak bisa berpikir jernih  karena belum pernah melakukan operasi? Bagaimana dengan penghisapan setelah dia dilahirkan? Kalau begitu Eun Jae bingung, kan?

"Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Eun Jae.

"Bukankah itu alasan kau tidak bisa menghisap secara menyeluruh? Itu sebabnya bayi dalam kondisi kritis."

"Itu tidak benar."

"Apa maksudmu tidak?"

"Sangat disayangkan karena bayi dalam kondisi kritis. Tapi kita tidak bisa mengatakan itu alasannya hanya karena penghisapan."

"Bisakah itu menjadi salah satu alasan? Sebelum penyelidikan.. aku sudah meminta pendapat dari beberapa ahli. Selama proses penghisapan, jika zat seperti kotoran atau cairan ketuban tetap di paru-paru, itu bisa menyebabkan masalah pada paru-paru bayi. Bisakah kau menjamin bahwa tidak ada masalah selama proses penghisapan?"

"Tidak, tidak ada yang bisa dijamin."

"Kalau begitu, mungkin ada masalah selama penghisapan, kan?"

"Namun, kita tidak bisa memastikan hal itu. Dalam banyak kasus sindrom gangguan pernapasan infantil, penyebabnya sering tidak jelas. Kadang-kadang kita melihat bagaimana bayi dirawat sesudahnya. Lebih dari apapun, bayi Hwang In Kyung beratnya hanya 1.9kg. Itu bisa menjadi alasan terbesar..."

"Lupakan. Jelaskan proses penghisapan."

"Ya? Jelaskan?"

"Setelah memotong tali pusar.. apa yang terjadi selama proses penghisapan? Jelaskan itu padaku!

"Itu..."

"Apa? Kenapa kau tidak bisa menjelaskannya?"


Eun Jae ingat pesan Hyun tadi kalau ialah yang melakukan semunya setelah bayi keluar.

Detektif: Song Eun Jae. Dokter Song! Kenapa kau tidak bisa menjawabku? Apa kau juga bingung saat melakukan proses penghisapan? Ataukah.. orang lain yang melakukannya?

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon