Sunday, October 22, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 3 Patrt 1


Sinopsis Revolutionary Love Episode 3 Patrt 1

Sumber Gambar: tvN


Hyuk senangmelihat Joon ada di kamarnya, Joon datang untuk membantunya kan? Dengan kemauan sendiri kan? Datang karena mengkhawatirkannya kan?

Joon menepis tangan Hyuk. Tidak! Ia datang untuk uang.

Kilas Balik..


Ayah Joon pernah berpesan, jangan membuat keputusan penting dalam hidup karena uang. Dunia ini.. tidak akan berputar menuju arah yang diinginkan.

"Ayah tidak punya pilihan selain membuat keputusan yang pengecut. Ayah harap kau tidak hidup seperti ayah."

Kita diperlihatkan di meja ada seamplop uang. Mungkin Ayah meminjam uang dari bank atau semacamnya.

Kilas Balik Selesai..


Narasi Joon: Aku tidak tahu apa artinya itu waktu itu. Ayah benar, dunia ini tidak berputar ke arah yang aku inginkan.

Kilas Balik..


Ibu mengatakan kalau Young Ho terluka parah dan membutuhkan 10,000 dollars. Joon adalah satu-satunya orang yang bisa ibu mintai bantuan.

Kilas Balik Selesai..

Joon menjelaskan, ia juga banyak masalah dalam hidup, ia tak punya waktu mengurusi Hyuk. Jadi ia datang karena uang, karena Hyun punya banyak uang.

"Berapa yang kau butuhkan?"

"Aku ingin 5,000 dolar untuk membantumu keluar dari dini."

Hyuk hanya diam saja, Joo khawatir, apa terlalu besar? Hyuk langsung menurunkan ponselnya, ia sanggup membayar Joon tapi ia punya syarat.

"Apa itu?" Tanya Joon.

"Sebelum aku pulang ke rumah, kau harus selalu bersamaku. Aku harus bersembunyi sementara waktu. Aku akan membayar gaji rata-rata seorang sekretaris yang bekerja di Gangsoo."


Joon terdiam lagi, ia ingat ibunya yang memohon padanya tapi ingat ayahnya yang melarangnya.


Hyun bertanya pada Joon karena Joon diam, gimana setuju gak?

Narasi Joon: Tapi Ayah, apakah kau tahu ini? Aku tidak berpikir memiliki kesempatan untuk membuat keputusan penting dalam hidupku. Aku baru saja melakukannya.


Joon akhirnya setuju dengan syarat Hyuk itu. Mereka bersalaman, hari ini adalah hari pertama mereka.


Je Hoon seperti kebakaran jenggot, hari pertama apaan? Apa coba maksud mereka ini? Yaa Byun Hyuk!! YAA!!


Joon kemudian menyahyut, ada pintu belakang untuk karyawan di ruang bawah tanah. Ia menyuruh Je Hoon menunggu dengan mobil di sana.

"Apa? Pintu belakang? Yaa Baek Joon!"

Tapi Joon keburu mematikan telfon dan menyuruh Hyuk masuk ke keranjang laundry-nya.


Pak polisi mengetuk pintu kamar Hyun dan yang membuka adalah Joon, ia bersikap biasa seakan hanya membawa laundry-an. Sementara itu, Je Hoon mengintip.


Joon kemudian berlari mendorong Hyun sampai ke lif. Je Hoon pun segera menuju pintu belakang yang dimaksud Joon.


Joon sudah masuk ke dalam lift, tapi Pak polisi ikut. Pak Polisi menunjukkan foto Hyuk pada Joon. Joon sangat gemetar.

"Aku ingin bertanya sesuatu tentang suite room."

"Maaf?"

"Apakah ini orang yang tinggal di sana?"

"Yah, aku tidak tahu tentang itu."

"Aku lihat. Dapatkah Anda melihat gambar ini dengan saksama sekali lagi?"

"Saya belum pernah melihat orang seperti itu."


Hyuk berusaha sekuat tenaga menahannya tapi gak bisa, ia buang angin akhinya. Dan tanpa rasa berdosa, ia tersenyum lega.


Jelas semua mencium baunya dan Pak Polisi mengira Joon yang buang angin. Setelah pintu lift terbuka, Pak polisi buru-buru keluar.


Namun belum jauh Joon mendorong Hyuk, ponsel Hyuk tiba-tiba bunyi, Hyun pake gerak-gerak segala di dalam jadi Pak polisi curiga.


Joon langsung membawa Hyuk lari, mereka masuk ruang laundry. Pak Polisi pun mengejarmereka ke sana, untung mereka ada tempat sembunyi.


Seorang petugas menegur pak Polisikalau Pak Polisi gak boleh di ruangan itu. Joon pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menarik Hyun kabur.


Pak polisi menyadarai dan langsung mengejar mereka. Joon membawa Hyuk ke pintu belakang tapi mobil Je Hoon belum juga datang. Namun beruntung beberapa detik kemudian Je Hoon muncul. Pak Polisi cuma bisa melihat kepergian mobil mereka.


Joon kesal pada Hyun yang harusnya tadi mematikan telfon. Hyuk juga kesal pada orang yang menelfonnya saat yang tidak tepat begini.

Hyuk kemudian membaca pesannya dan itu jadi Chae Ri, "Oppa! kenapa kau tidak menjawab? Kita harus bicara. Bisakah kita bertemu?"

Hyuk mengeluh, "Chae Ri-ya, kenapa kau melakukan ini padaku?"

Joon heran, Chae Ri? Siapa dia?

Je Hoon dan Hyuk sama-sama membentak kalau Joon tak perlu tahu siapa dia.


Je Hoon bertanya, kenapa Joon turun tangan tiba-tiba? Dan apa itu hari pertama? Katakan padanya!

Hyuk: Oh.. Joon bekerja sebagai sekretaris ku mulai hari ini.

Je Hoon: Siapa bilang dia bisa melakukan itu?

Hyuk: Aku yang bilang begitu, dia staf ku

Je Hoon: Yaa! Tidakkah kau tahu bahwa kau tidak dalam situasi untuk memutuskan sesuatu? Akulah yang sedang membimbingmu sekarang. Jika sesuatu terjadi pada mu, akulah yang bertanggung jawab.

Hyuk: Apa kau bilang dia tidak bisa melakukan ini?
Je Hoon: Tidak, dia tidak bisa. Itu bukan kontrak yang valid. Tidak ada dokumen juga.

Joon: Kontrak verbal berlaku dan juga kesepakatan tertulis.

Hyuk: Dia benar. Kami bahkan berjabat tangan . Bukankah begitu, Joon?

Je Hoon: Bagaimanapun, kau tidak bisa menanganinya, Joon.

Joon: Kau bisa. Mengapa aku tidak bisa melakukannya?

Je Hoon: Dia minum dan menyetir, membuat kekacauan di sebuah klub, dan berkemih di depan umum. kau masih bisa menanganinya?


Joon beneran terkejut, Hyuk benar-benar buang air kecil di depan umum? Hyuk akan menjelaskan tapi Joon kemudian bilang ia tidak peduli dengan hal-hal itu.

Hyuk: benarkah

Je Hoon: Dia tidak bisa, aku tidak mengizinkannya.

Joon: Apa kau memandang rendah aku?

Je Hoon: Yaa! Mengapa kau harus menafsirkannya seperti itu? kau merasa kalah dari ku, bukan?

Joon: Yaa! Aku merasa lebih rendah darimu? Ayolah. Apa Aku harus merasa minder terhadap orang yang bekerja di perusahaan besar?

Je Hoon: Apa hubungannya dengan itu?

Joon: Mengapa kau membawa sesuatu seperti itu di tempat pertama?

Hyuk: Hei~ aku minta maaf untuk memotong kalian. Joon juga merupakan karyawan di Gangsoo Group mulai hari ini. Joon-ah, lupakan perasaan pribadi.

Joon dan Je Hoo: Jangan ikut campur!


Joon mengingatkan, jika bukan karena dirinya, Hyuk tidak akan bisa melarikan diri. Sangat sulit untuk memberi kesaksian pada polisi itu. Ia bahkan harus menanggung pelepasan angin Hyuk yang tiba-tiba.

Hyuk: Dia benar tentang itu. Pelarian hotel besar itu sempurna.

Jee Hoon memotong, apakah mobil patroli menemani pelarian yang sempurna? Joon dan Hyuk langsung menoleh kebelakang, mereka panik. Joon kemudian menyuruh Hyuk menunduk.


Joon panik, bagaimana ini? Kemudian Je Hoon mempercepat laju mobilnya. Sementara itu, Hyuk terus-terusan menyuruh Je Hoon untuk lebih cepat lagi.

Je Hoon melakukan U-Turn dan Pak Polisi itu tetap mengikutinya. Hyuk heran, Siapa dia? Apa dia T-1000 dari "The Terminator"? Mengapa dia terus mengikuti?

Joon: Apa yang sedang kau lakukan? Lebih cepat!

Hyuk: Je Hoon seperti itu. Dia benar-benar memperhatikan lampu lalu lintas. Bahkan sekarang, dia tidak melewati batas kecepatan.

Je Hoon: Apakah Kau ingin aku meninggalkan bukti kamera kecepatan?

Joon: Sebaiknya kita berbelok dipojokan itu dan berbelok lagi ke kanan di persimpangan. Hentikan mobil dan kita akan turun dari sana.

Je Hoon: Aku akan menghentikan mobil tepat setelah berbelok. kau turun, Joon.

Hyuk: Tidak, aku akan pergi dengan Joon juga.

Je Hoon: Kau sedang dikejar kau tidak bisa pergi bersamanya.

Joon: Mungkin lebih aman bersamaku. aku sekretarisnya mulai hari ini. Konglomerat generasi ketiga mengatakan iya. Siapa yang bilang tidak? Kau hanya seorang manajer.

Je Hoon: Apa yang baru saja Kau katakan?

Hyuk: Tolong jangan panggil aku konglomerat generasi ketiga!


Pak Polisi membunyikan sirinenya. hyuk panik, ia tahu itu artinya mereka harus menghentikan mobil. Hyuk pun menyuruh Je Hoon lebih cepat lagi.

Joon: Apa yang harus kita lakukan? Biarkan dia menangkap kita semua, atau turunkan kita ke sudut jalan.

Hyuk juga memaksa Jae Hoon.


Je Hoon memiliki kesempatan menurunkan mereka. Sementara pak polisi yang mengikuti terjebak diantara dua bis. Mobilnya tidak bisa bergerak, sampai ia melihat mobil Je Hoon melaju lagi.


Pak Polisi menghentikan mobil Je Hoon, ia menggunakan pengeras suara. Je Hoon pun terpaksa berhenti dan ternyata Joon dan Hyuk sudah kabur naik bis.


Pak Polisi meminta Je Hoon untuk membuka bagasinya. Je Hoon pun melakukannya dan Pak Polisi tidak menemukan apapun.

"Kemana mereka pergi?"

"Apa?"

"Anda menjemput mereka di hotel."

"Apa yang Anda bicarakan? Aku tidak pernah menjemput siapa pun. Jika Anda sudah selesai, bisakah aku pergi sekarang?"

"Anda ngebut. Mohon perlihatkan SIM Anda."

"aku tidak merasa ngebut."

"Anda ngebut."

"Jika iya, kamera pasti sudah menangkapnya, jadi aku akan menerima denda melalui surat. aku akan membayar biaya itu. Sampai jumpa."

Joon pun bisa lolos dengan mudah. Pak Polisi hanya bisa menghela nafas.


Joon dan Hyuk merasa lega. Hyuk sampai refleks menggenggam tangan Joon. Joon menyadari itu dan buru-buru melepaskan tangannya.

"Akhirnya kita yang berdua. Kemana kita pergi sekarang?"

"Suatu tempat yang sempurna bagi seorang Konglomerat Generasi Ketiga untuk tetap bersembunyi."

"dimana itu?"


Joon membawa Hyuk ke lokasi konstruksi. Hyuk terkejut, apa itu tempat yang Joon maksudkan?

"Tidak ada tempat yang lebih baik dari ini untuk bersembunyi." Jawab Joon.

"Aku lebih suka memilih untuk pergi ke penjara daripada pergi ke sini lagi."

"Oke.. lakukan sesukamu."


Hyuk mengajak Joon ke SUngai Han saja, ia punya kapal pesiar di sana. Di daerah terpencil tempat persembunyiannya sempurna juga. Ada juga sampanye yang berkilauan.


Tapi Joon sama sekali tidak menganggapi Hyuk, ia malah menyapa teman-temannya sesama pekerja. Hyuk putar balik saat melihat mereka tapi ada yang memanggilnya.

Mi Yeon kemudian memakaikan helm pada Hyuk dan seperti biasa, ia menepuk pantat Hyuk.

"Anda tidak boleh melakukan itu Nyonya!"


Tae Kyung setuju dengan Hyuk, lalu Hyuk buru-buru berlari mendekati Tae Kyung dan memeluk lengannya.

"Benar, aku bukan seseorang yang diperlakukan seperti ini di tempat seperti itu."

"Tempat seperti ini?" Kesal Joon.


Kemudian Tae Kyung memakaikan alat pengangkut pada punggung Hyuk. Hyuk harus membawa semua batu bata hari ini, jadi Hyuk tidak punya waktu untuk mengeluh.

"Apa... Batu Bata? Ini tidak benar. Apakah kita benar-benar harus melakukan ini? Kurangi lah sedikit." Hyuk mohon-mohon pada Joon.

Tapi Joon malah menyemangati Hyuk untuk melakukannya. Semua orang juga ikut-ikutan Joon.


Joon ke ruang ganti, ia menyesal, apa coba yang telah ia lakukan? Apa yang salah denganya? Ia sangat membutuhkan uang, tapi bagaimana ia bisa membantu seorang penjahat bersembunyi? Ia memegang tangannya dan melarikan diri bersamanya di depan petugas polisi. Bagaimana jika ia ditangkap juga?


Kemudian Je Hoon menelfon, Joon pura-pura baik-baik saja, ia terdengar galak seperti biasanya. Je Hoon menanyakan posisinya saat ini, benar Joon kabur dengan selamat?

"Jangan khawatir aku merawat Konglomerat Generasi Ketiga itu."

"Katakan di mana kau berada. Aku akan menjemputmu."

"Tidak perlu. Aku sibuk, tutup teleponnya!"

Je Hoon kembali bertanya-tanya, apa yang mereka berdua lakukan sampai sedang sibuk begitu?


Je Hoon melaporkan semuanya pada Kakak Hyuk, Byun Woo Sung. Je Hoon menjelaskan paa yang terjadi  lalu Hyuk kabur.

"Dia berhasil lolos. Ke mana?" Tanya Woo SUng.

"Orang lain membantunya saat ini. Saya yakin mereka akan menelfon saya begitu mereka tiba di tempat yang aman. Jangan khawatir!"

"Siapa orang itu?"

"Ini hanya tindakan sementara, jadi Anda tidak perlu khawatir."

Kemudian seseorang mengetuk pintu. Woo Sung menyuruhnya masuk. Orang itu melaporbahwa semuanya sudah siap. Je Hoon memandang Woo Sung penuh tanya.

"Bukankah aku sudah memberitahumu? Aku sedang mengadakan konferensi pers." Kata Woo Sung lalu keluar.


Je Hoon menghubungi seseorang, ia meminta orang itu untuk melacak IP secepat mungkin namun jangan sampai ada orang yang tahu.


Joon sedang memasang ubin. Hyuk ikut-ikutan tapi karena tidak punya pengetahuan, jadinya jelek. Joon pun mengusirnya.


Hyuk terluka, sebuah goresan kecil tapi ia sudah heboh berlari kesana kemari. Ia bahkan menunjukkannya pada Joon. Joon menunjukkan bekas lukanya pada Hyuk dan itu lebar banget. Hyuk pun terdiam. Joon kembali mengusirnya.


Tae Kyung, Mi Yeon, dan Ki Sub menertawakan Hyuk. Mi Yeon merasa Hyuk mirip banget sama anjing peliharaan yang mengikuti ekor majikannya. 


Hyuk murung dan menyendiri. Joon lalu menghampirinya dan menyuruhnya ikut. Hyk pun tersenyum lebar.


Saatnya makan siang, menununya sup gitu dan Hyuk kelihatan enggan memakannya. Joon yang memakannya dengan lahap menyuruh Hyuk makan juga.

"Makan ini?"

"kau perlu makan agar bisa bekerja keras."

"Apakah tidak ada makanan panggang? Aku tidak suka sup."

"Berhenti mengeluh dan makan."

"Aku tidak tahu apa potongan ini. Sup ini nampaknya terlalu dibumbui dengan MSG. Mungkinkah itu makanan kesukaannya juga? Aku tidak merasa pernah makan ini sama sekali, tapi aku akan dengan senang hati mencoba ini untuk mengenalnya lebih jauh." Batin Hyuk.


Hyuk makan satu suap dan ia langsung terkejut dengan rasnya. "Apa ini? Rasanya biasa, tapi tak tertahankan. Ini misterius. Sup apa ini yang menggugah seleraku sekaligus?"

"Tentu saja, ni adalah makanan lezat yang hanya para pekerja keras yang bisa menikmati."

Kemudian suap demi suap berikutnya, Hyuk sangat menikmati, sampai TV menayangkan konferensi pers Woo Sung.

"Gangsoo Group telah mengeluarkan permintaan maaf secara resmi mengenai kasus pesawat baru-baru ini yang menarik kritik masyarakat."


Selama konferensi pers, Je Hoon berdiri disamping Woo Sung dan Pak Polisi tadi juga hadir, ia menatap Je Hoon tajam.

Woo Sung: Kami mohon maaf karena menyebabkan masalah dengan insiden skandal seperti itu. Untuk mengungkapkan kebenaran dibalik kejadian ini sesegera mungkin dan untuk meringankan kemarahan kalian. Sayangnya, subjek kontroversi saat ini di luar jangkauan.


Hyuk terkejut mendengarnya, tidak bisa dihubungi? Joon juga tidakbisa berkata apa-apa. Woo Sung melanjutkan, begitu mereka bisa menghubungi Hyuk, mereka akan melakukan yang terbaik sehingga Hyuk bisa mematuhi semua proses peradilan.

" Mewakili semua karyawan di Grup Gangsoo, Saya ingin meminta maaf sekali lagi." Kemudian Woo Sung membungkuk dalam-dalam.


Mi Yeon: Anak itu baik. Anak yang lebih muda lah yang selalu menjadi masalah dalam keluarga itu.

Tae Kyung: Permintaan maaf publik? Itu hanya sebuah pertunjukan. Ada pepatah, "Semua yang hebat adalah dolar".

Ki Sub: Uang bisa menyelesaikan setiap masalah di dunia ini. Apa gunanya semua uang saat anak mereka adalah anak nakal yang manja? Aku tidak iri dengan uang yang dimilikinya.

Hyuk: Bagaimana Anda bisa memanggilnya anak nakal yang manja? Itu terlalu berlebihan. Dia mungkin punya alasan sendiri.

Ki Sub: Apa alasannya? Dia bisa mengubah dirinya

Hyuk: Dia mungkin ingin bertanggung jawab, tapi ayahnya pasti sudah menghentikannya. Ayahnya mungkin sangat berkuasa terhadapnya.


Joon ingat kemarin saat ia bertemu Hyuk di kantor, saat itu wajah Hyuk luka-luka. Ia mengerti sekarang apa sebabnya. Joon memastikan, apa ayahnya memukulinya?

Hyun: Maksudku... itu mungkin saja


Ki Sub: Hei. Apakah Kau anak bungsu dari ketua Kelompok Gangsoo?

Hyuk dan Joon sudah sangat terkejut, tapi kemudian Ki Sub berkata itu tidak mungkin, Hyuk hanya pekerja paruh waktu di lokasi konstruksi. Tae Kyung kemudian menyuruh Hyuk fokus pada pekerjaannya saja, Mi Yeon juga setuju.


Pak mandor datang, memberitahu kalau Daeptonim akan datang 10 menit. Ia menyuruh mereka bergegas. Semua orang pun terpaksa meninggalkan makanan mereka.

Hyuk masih murung di tempatnya. Joon kemudian berkata, "Hak istimewa, menghindari tanggung jawab, Yang hebat adalah dolar. Jangan tersinggung. Begitulah cara orang biasa melihat apa yang konglomerat  lakukan."


Je Hoon kembali ke kantornya dan ternyata Pak Polisi tadi sudah menunggunya. Je Hoon mengajak Je Hoon bicara di tempat yang sepi. Pak Polisi berkata kalau disana sudah cukup sepi.

"Saya mendengar bahwa Anda bertanggung jawab atas Byun Hyuk-ssi. Dimana Byun Hyuk-ssi sekarang?"

Semua karyawab berbisik mendengar ucapan Pak Polisi itu.


Tapi Je Hoon sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, ia berkata ia tidak tahu dimana Hyuk, dan juga Hyuk bahkan tidak memiliki gelar resmi di perusahaan. Bagaimana ia bisa bertanggung jawab atas Hyuk? Semua itu adalah kehidupan pribadi Hyuk.

"Anda pernah ke hotel beberapa waktu yang lalu mengenai masalahnya, bukan?

"Ah.. Aku tidak tahu apa-apa selain apa yang tertulis dalam briefing."

"Saya mengerti. Ah.. Jika dakwaan ditunda karena dia hilang, dia akan menjadi buronan sebagai gantinya Aku lupa memberitahu ini."

"Aku sudah tahu itu."

"Maka Anda harus tahu bahwa segera Anda akan diminta untuk bersaksi."

"Selamat tinggal, Polisi Jang."


Pak Polisi sudah akan pergi tapi balik lagi, ia menyakan soal briefing resmi. Kakaknya meminta maaf atas apa yang telah dilakukan adiknya. Aneh kalau dia melakukannya mewakili keluarga. Membuat permintaan maaf yang mewakili semua karyawan, bahkan lebih aneh lagi, bukan? Apa salah yang dilakukan semua pekerja keras ini? Saya tidak mengerti.

"Anda benar. Saya juga tidak senang dengan itu." Jawab Je Hoon.

"Baiklah. Jangan lupa bayar denda."


Hyuk tidak ikut menemui Daepyonim, ia menyendiri memikirkan apa yang ayahnya lakukan kemarin untuk menyuruhnya tetap diam dan tidak melakukan apapun. Juga perkataan kakaknya saat konferensi pers. Juga kata-kata Joon tadi di kantin. Hyun kemudian memandang ke depan, cuaca sangat bagus dan ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.


Sementara itu, para pekerja yang lain menemui Daepyonim. Daepyonimnya sangat angkuh, ia kesal karena mereka tidak selesai-selesai membangunnya.

Pak Mandor: Saya tahu Anda tidak senang dengan ini, tapi kami melakukan yang terbaik.

Daepyonim: Apakah Kau tahu berapa banyak kita kehilangan karena pembangunannya tertunda? Kau adalah mandornya!

Daepyonim lalu menyuruh pak mandor mendekat, "Jangan katakan sesuatu seperti melakukan yang terbaik. kau harus menunjukkan kehendak dan semangat. kau harus melihat apakah ada seseorang yang dibayar saat dia menganggur, atau seseorang yang memasok pilfers."

"Tidak ada orang yang melakukan hal seperti itu di sini, pak."


Sementara itu, Hyuk memanjat untuk mengambil bunga dandelion di pojokan bakal jendela. Dengan susah payah Hyuk un berhasil mengambilnya.


Daepyonim tetap kesal, setiap kali ia datang yang dilihatnya selalu sama, tidak adap perkembangan sama sekali.

"Tapi kita tidak bisa melakukan jerry-building. Bukankah begitu? Bangunan yang kuat dan kokoh lebih penting daripada bangunan yang cepat." Bantah Joon yang disetujui oleh yang lain.

Joon melanjutkan, "Bagaimana jika kita membangun jerry untuk memenuhi waktu penyelesaian, dan bangunan itu retak, bocor, dan ambruk? Apa yang akan kamu lakukan?"


Hyuk mengucapkan salam pada bunga itu lalu mengucapkan selamat tinggal. Hyuk meniupnya sampai seluruh kelopaknya terbang.


Daepyonim membela diri, kapan coba ia menyuruh mereka membangun jerry-building? Aku sudah bilang untuk melakukan yang terbaik."

"Apa yang baru saja Anda ceritakan kepada kami adalah itu." Bantah Joon. "Apakah Anda tau bahwa itu ilegal untuk memesan dan memaksa bangunan yang rentan?"


Hyuk masih belum mnyadari apa yang terjadi di bawah, ia asyik melihat kelopak bunga dandelion yang beterbangan.


Karena kelancangan Joon, Daepyonim menegur Pak Mandor. Pak Mandor ini orangnya takut dan menurut sama atasan, jadi ia menyuruh Joon diam, bahkan memecat Joon.


Semua orang terkejut,

Joon: Kenapa? Untuk apa? Apakah Anda memecat saya sekarang? Mengapa?

Daepyonim menyuruh Joon diam, lalu memerintahkan ajudannya untuk membawa Joon keluar.


Joon: Lepaskan saya! Meskipun saya pekerja harian, saya menandatangani kontrak jangka pendek. Ini ilegal!

Daepyonim: Jika Kau mengetahui hukum sebanyak itu, kau seharusnya mengikuti ujian pengacara. Mengapa kau bekerja disini?


Hyuk akhirnya melihat ke bawah tepat saat Joon ditarik-tarik. Hyuk tak sengaja menjatuhkan batu bata. Ia sangat terkejut.


Untung batu bata itu jatuh ke tanah, lalu membentur batu kecil, membuat batu kecil itu terangkat lalu memantul pada helm Tae Kyung dan berakhir membentur kepala Daepyonim sampai berdarah. Para Ajudan Daepyonim berlari ke atas untuk menangkap Hyuk.

1 komentar so far

Thanks uni .
Tulisanya bagus kaharti...
Lanut nuiii

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon