Sunday, October 22, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 3 Part 2


Sinopsis Revolutionary Love Episode 3 Part 2

Sumber Gambar: tvN


Ibu Hyuk menitipkan kartu kredit pada Je Hoon untuk diberikan pada Hyuk. Ibu tahu Hyuk pasti membutuhkan banyak hal, tapi tidak bisa menggunakan nama aslinya.

"Baiklah."

"Aku lega dia memilikimu."

"Aku akan mengurusnya dan memastikan dia tidak terlibat masalah."

Ibu kemudian bertanya, apa Hyuk masih berkencan dengan Chae Ri? Je Hoon menjawab ia tidak tahu. Ibu bertanya lagi, apa Hyuk berkencan dengan wanita lain?

"Bagaimana bisa dia berkencan dalam situasi seperti ini? Anda tidak perlu mencemaskan hal itu."

Saat keluar, Hyuk menelfon Je Hoon. Hyuk menyuruh Je Hoon cepat ke lokasinya saat ini.


Kemudian Hyuk dikepung oleh para Ajudan Daepyonim. Hyuk tidak melawan, ia pasrah dibawa mereka.


Daepyonim memanggil polisi, melaporkan Hyuk atas percobaan pembunuhan terhadapnya. Semua orang terkejut, Apa? Percobaan pembunuhan?

"Dia melempar batu bata sebesar ini ke arahku dari lantai lima. Seperti yang kalian lihat, aku hampir mati."


Joon membantah, itu bukan percobaan pembunuhan, itu konyol. Daepyonim malah kesal, ia menuduh semuanya adalah komplotan Hyuk. Mi Yeon menjelaskan, semua itu terjadi karena Joon diseret.

"Benar! Dia melakukan ini untuk membalasku karena memecat wanita itu. Mereka bekerja sama." Bentak Daepyonim.

Hyuk: Maaf menyela, tapi tolong berhenti bicara tidak sopan kepadanya.

Daepyonim: Apa? kau baru saja mencoba membunuhku. kau tidak berhak mengatakan apa pun.


Joon maju dan masih membantah Daepyonim, apa Daepyonim punya bukti? Daepyonim menjadikan ajudannya sebagai saksi mata tapi pekerja yang lain juga menjadikan diri mereka saksi, mereka menjelaskan bagaimana tadi batu bata itu jatuh sampai kepala daepyonim terluka.

Ki Sub: Ada yang melihat Hyuk melemparnya?

Smeua orang menjawab tidak melihat. Pak mandor membantak, apa mereka semua mau dipecat?

Joon: Anda mengancam akan memecat mereka? Cukup aku saja yang dipecat.

Ki Sub: Anda memaksa kami bersaksi dengan ancaman pemecatan?

Tae Kyung: Tidak ada yang melemparnya.

Semua orang setju.


Daepyonim kemudian mengadu pada pak polisi kalau ajudannya mengangkap Hyuk di lantai lima. Pak Polisi lalu bertanya, apa tadi Hyuk di lantai lima? Semua orang menggantikan Hyuk menjawab tapi jawabannya beda-beda.

Mereka kemudian saling mendorong. Sementara Hyuk hanya berdiam di tempatnya.

Batin Hyuk: Ada apa dengan orang-orang ini? Kenapa mereka membelaku?


Pak Polisi bertindak, ia menghentikan pertengkaran mereka. Pak Polisi akan membawa Hyuk ke kantor polisi tapi yang lan menghalangi.

Joon: Jika Anda akan bersikap begini, aku tidak akan diam saja.

Daepyonim: kau mau apa?

Joon: Anda membakar sampah secara ilegal saat tengah malam. Saat hujan kali terakhir, Anda membuang air limbah di saluran air. Aku akan melapor ke kantor wilayah, balai kota, dan lainnya. Lalu apa yang akan terjadi?

Daepyonim: Jaga mulutmu.

Joon: Dia akan dihukum jika aku melaporkannya atas pembakaran sampah ilegal dan pembuangan air limbah?

Pak Polisi: Ya, dia akan dihukum.

Daepyonim: kau akan terus menggangguku seperti ini?

Joon: Dia tidak melakukan percobaan pembunuhan.


Daepyonim naik darah, ia mengangkat tangannya untuk memukul Joon tapi kemudian Je Hoon datang dan menahan tangannya.

Hyuk senang melihat Je Hoon datang. Je Hoon lalu mengajak Daepyonim bicara berdua.


Mi Yeon mengomentari penampilan Je Hoon yang tampak baik, apa dia pacarnya Joon? Hyuk membantahnya, Je Hoon itu temannya.

Mi Yeon: Pekerjaannya pasti bagus. Dia tampak baik.

Tae Kyung: kau luar biasa. Kita akan ke kantor polisi jika ini tidak terkendali. Kenapa memperhatikan penampilannya?

Hyuk: Jangan khawatir. Ini pasti beres. Je Hoon-nie adalah seorang spesialis.


Je Hoon melakukan enawaran, mereka akan memberikan uang damai yang cukup untuk biaya pengobatan dan kompensasi trauma psikiatris. Joon tidak setju dengan itu, karena mereka seharusnya yang mendapat kopensasi bukan Daepyonim.


Joon melanjutkan, "Dia menyuruh kami bekerja saat sedang makan. Dia memecatku, dan mengabaikan undang-undang ketenagakerjaan. Kami yang harus mendapatkan kompensasi trauma psikiatris."

Je Hoon: Mari jangan membuat dokumen apa pun. Itu akan rumit bagi kedua pihak. Min Daepyonim.

Daepyonim terkejut, apa Je Hoon mengenalnya? Je Hoon membantah, ia tidak mengenal Daepyonim karena itu ia mencari tahu soal Daepyonim dalam perjalanan kesana. Daepyonim bukan hanya pemilik perusahaan konstruksi ini, tapi sepertinya Daepyonim juga mempunyai beberapa perusahaan palsu. Bukankah itu untuk menghindari pajak?


Je Hoon: Anda juga mengantongi gaji karyawan untuk membuat dana rahasia.

Daepyonim ketawa ngakak, tapi kemudian berubah serius. "Berandal. Siapa kau?"

"Anda tidak perlu tahu. Mari sepakat untuk berdamai."


Pak Polisi pun akhirnya pergi. Semua orang kagum pada Je Hoon.


Je Hoon: Anda juga mengantongi gaji karyawan untuk membuat dana rahasia.

Daepyonim ketawa ngakak, tapi kemudian berubah serius. "Berandal. Siapa kau?"

"Anda tidak perlu tahu. Mari sepakat untuk berdamai."

Pak Polisi pun akhirnya pergi. Semua orang kagum pada Je Hoon.

Hyuk: Bukankah sudah kubilang dia akan menanganinya? Level temanku itu sangat berbeda.

Tapi Joon malah kesal pada Hyuk, apa sebenarnya yang Hyuk pikirkan? Ada apa dengan batu batanya?

"Itu karena dandelion." Jawab Hyuk.

"Apa?"

"Ada bunga dandelion di dinding. Kau tahu aku sangat suka meniup dandelion. Aku tidak melihat ada batu bata. Jadi, maksudku, itu hanya kecelakaan."

"Bagaimana dengan berkendara saat mabuk dan membuat onar di kelab?"

"Itu juga. Semuanya kecelakaan."

"Bagaimana dengan buang air di tempat umum, dan soal Yeon Hee?"

"Joon-ah, kau membuatku takut. Aku berkata jujur. Semuanya kecelakaan."

"Aku pasti gila. Seharusnya aku tidak membantumu meskipun sedang membutuhkan uang."

"Kenapa kau tiba-tiba begini?"

"Mari kita akhiri."

"Akhiri apa?"

"Aku berhenti menjadi asisten sekretarismu. Mari berpisah dari sini."


Joon pergi dengan kesal. Hyuk akan mengikutinya tapi Je Hoon menahannya.

"Tampaknya Joon sangat marah."

"Hentikan dan masuk ke mobil!"

Hyuk pun terpaksa membiarkan Joon pergi dan menurut pada Je Hoon.


Joon di ruang ganti, ia menelfon ibunya, "Ibu, maafkan aku. Aku tidak bisa memberikan uangnya. Jadi, berhenti menghubungiku."

Joon kesal pada dirinya sendiri.


Dalam perjalanan, Hyuk murung, ia tidak mengerti kenapa ia selalu mengacau.

"Mungkin ada orang yang sengaja mengacau, tapi tidak sepertimu." Jawab Je Hoon.

"Aku hanya ingin meniup bunga dandelion. Apa yang salah dengan itu?"

"Kau hampir masuk kantor polisi karena bunga itu. Orang-orang di sana juga hampir dipecat. Tentu saja dia marah."

"Jadi, tadi aku salah. Kini aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan agar dia memaafkanku?"

"Lupakanlah. Dia menjadi dingin begitu sudah memutuskannya. Sejak awal pun tidak masuk akal dia menerima pekerjaan itu. Dia tidak akan melakukannya lagi kecuali sudah gila."

"Benarkah?"


Je Hoon kemudian memberikan kartu kredit dari Ibu Hyuk. Hyuk menerimanya dengan desahan. Tapi kemudian ia mendapat ide.

"Je Hoon-ah. Ada cara agar Joon memaafkanku."

Ia menunjukkan kartu itu dengan senyum khasnya.


Pak Mandor memecat Joon, Mi Yeon, Ki Sub dan tae Kyung, semua itu adalah perintah dari Daepyonim.

Joon: Pak, kukira persoalan itu sudah selesai.

Pak Mandor: Ya, memang, untuk persoalan batu bata. Tapi tidak dengan kalian.

Ki Sub: Bapak tidak bisa memecat kami tanpa pemberitahuan seperti ini. Aku harus membayar kursus putriku akhir bulan ini.

Pak Mandor: Maka dari awal seharusnya kalian jangan ikut campur. Seharusnya kau tidak memihak pria seperti dia.

Mi Yeon: Lalu kami bisa apa? Dia pemuda dengan masa depan cerah. Bagaimana bisa kami melihat dia masuk kantor polisi hanya karena itu?

Tae Kyung: Tolong jangan begini dan bujuk  Daepyonim untuk kami.

Pak Mandor: Astaga, terserah. Aku sudah bilang dengan jelas, jangan datang lagi. Kami sudah kekurangan orang.


Mi Yeon tak menyangka, sebelumnya belum pernah ada orang yang semena-mena begini kepadanya. "Hei, ini bukan satu-satunya tempat kerja!"

Tae Kyung: Ini satu-satunya tempat kerja. Karena itu kita tahan bekerja di sini.

Mi Yeon: Lebih baik aku makan dan buang air lebih sedikit daripada harus menjilat sepatumu. Silakan hidup dalam kemewahan. Dasar bedebah egois.

Joon: Kita harus bagaimana? Seharusnya sejak awal aku tidak mengajaknya kemari. Maafkan aku.

Ki Sub: kau tidak perlu meminta maaf. Kita akan mencari tempat kerja baru.

Mi Yeon: Benar. Dia bilang ini karena bunga dandelion. Alasannya sangat manis dan polos.

Ki Sub: Konon, saat kita jatuh, itu waktunya untuk bersantai.

Tae Kyung: Mari kita beristirahat selagi mencari kerja.

Mi Yeon: Baiklah, mari jangan terlalu dipikirkan. Benar. Lagi pula, kita hanya bekerja untuk makan.


Hyuk menghias rumah atap Joon, ia memasang banyak lampu warna warni, jadinya disana indah banget.


Joon datang ke kantor Daepyonim. Daepyonim bertanya, apa Joon datang untuk berlutut memohon maaf?

"Kim Ki Sub, Lee Tae Kyung, dan An Mi Yeon.. Kembalikan mereka bertiga."

"Siapa mereka?"

"Orang-orang yang Anda pecat. Kembalikan mereka bertiga. Atau aku akan melaporkan Anda ke organisasi terkait atas pembakaran ilegal dan pembuangan air limbah."

"Jadi, kau tidak akan melapor jika aku mengembalikan mereka? kau punya bukti?"

"Anda pikir aku kemari tanpa membawa bukti?"

Joon menangkat ponselnya.

"Berandal yang melempar batu bata kepadaku. Dia putra kedua Pimpinan Grup Gangsoo, bukan? Aku terkejut saat mengetahuinya. Silakan laporkan saja. Aku bisa menghabisinya dengan satu panggilan telepon."

"Lakukan sesuka Anda. Aku tidak ada hubungannya lagi dengan dia."

"kau tidak peduli jika hidupnya hancur?"

"Pengembalian kerja itu lebih penting bagiku."

"Begitukah?"

"Ya."


Joon lengah dan ajudan Daepyonim merebut ponselnya. Tapi disana tidak ada apa-apa. Joon hanya menggertak. Daepyonim kewata, Joon datang tanpa membawa bukti dan berani-beraninya mengancamnya?

"Anda sudah memecatku, jadi, mari akhiri di sini. Kembalikan mereka bertiga."


"Lantas katakan di mana dia. Aku akan mengembalikan mereka bertiga, jadi, katakan di mana dia. Ya, Nak? Ini yang disebut kesepakatan."


AKhirnya Joon dilempar keluar bersama ponselnya. Ia juga dilempari setumpuk uang oleh ajudan Daepyonim.


Joon sangat kesal, ia akan masuk lagi tapo pintunya dikunci. Joon menyerah pada akhirnya, ia mau menangis tapi airmatanya tidak mau keluar.


Daepyonim tadi menyuruh Joon memilih, Pengembalian kerja atau Hyuk?

Joon mengepalkan tangannya, "Grup Gangsoo tidak akan diam jika mereka tahu kau mengancamku seperti ini."

"kau kemari agar temanmu dipekerjakan kembali, tapi kini, kau mencemaskannya? Apa hubunganmu dengannya? kau pacarnya?"


Akhirnya Joon menangis juga, ia minta maaf pada ketiga rekannya.


Sementara itu, di rumah Joon, Hyuk menunggu Joon pulang dengan cemas. Sampai Hyuk melihat Joon berjalan menuju rumah, ia pun mematikan semua lampunya.


Je Hoon juga menunggu Joon ternyata di depan rumahnya. Saat Joon lewat, ia bertanya berapa uang yang Joon butuhkan.


Joon yang awalnya hanya ingin melewati Je Hoon begitu saja jadi berbalik. Je Hoon melanjutkan, Joon tinggal bilng saja, nanti ia pinjami.

"Kenapa? Siapa kau sampai mau meminjamkan uang kepadaku?"

"Kau bilang itu karena uang. Itu sebabnya kau menerima pekerjaan konyol itu."

"Aku sudah bilang tidak akan menjadi asisten sekretarisnya lagi."

"Maka aku akan meminjamkanmu uang. Berapa yang kau butuhkan?"

"Yaa! Aku tidak akan menerima uangmu. Kau bekerja untuk bocah manja konglomerat itu. Aku menolak meminjam uang dari hasil pekerjaanmu itu."


Joon naik tanpa tenaga dan sampai di atas, Hyuk langsung menyalakan lampu, Ta-da!!!!!!" Bukan hanya lampu sih, ada koki juga yang siap memasakkan mereka barbekyu dan satu set meja makan malam juga sudah siap. Ditambah ada buket bunga mawar super besar di bangku.

"Bagaimana menurutmu? Kau terkejut? Berkat kau, aku belajar bahwa makanan terasa enak setelah bekerja keras. Jadi, aku juga ingin memberimu hadiah. Ini rasa romantis dari surga yang bisa menenangkan tubuh dan jiwamu yang lelah."

Hyuk lalu mengenalkan chef yang ia datangkan, dagingnya, juga anggur yang sudah ia siapkan, juga mawar pink, Jumlahnya sekitar 1.000 bunga. Bukankah ini luar biasa?

"Aku tahu~ kau menyukainya?"


Hyuk menarik Joon untuk duduk, tapi Hyuk tidak membaca wajah malas yang Joon tunjukkan. Joon kemudian menarik tangannya dari Hyuk.

"Ada apa? Jangan bilang kau sangat tersentuh sampai ingin menangis. Tidak, bukan?"

"Karena orang sepertimu yang hanya bisa menghamburkan uang Untuk menyelamatkan orang sepertimu Untuk membelamu, aku bahkan melakukan hal buruk."

"Joon-ah, ada apa? Apakah terjadi sesuatu?"


Joon: Pak Kim dipecat karena kau, dan dia harus membesarkan tiga anak. Pak Lee harus membayar 1.000 dolar untuk biaya rumah sakit ibunya. Bu Anh adalah tulang punggung keluarga menggantikan suaminya.. yang mengidap strok. Mungkin pekerjaan dengan gaji 90 dolar kecil bagimu. Tapi itu sangat berarti bagi mereka. Mereka mengorbankan pekerjaan mereka hanya untuk melindungi hidupmu. Kupikir setidaknya kau sedikit merasa bersalah.


Joon: Tampaknya kau sibuk menyiapkan ini seharian. Jika mengetahui telah dipecat karena membela bocah manja, mereka akan sangat terkejut.

Hyuk lalu mengambil uang yang sudah ia siapkan.

Hyuk: Sebenarnya, Joon-ah. Aku menyiapkan uang untuk mengungkapkan rasa terima kasihku kepada mereka. Ini.

Joon: Pikirmu uang menyelesaikan segalanya?

Hyuk: Apa? Memangnya ada apa? Semua orang suka uang.

Joon: Kenapa orang sepertimu harus muncul di dalam hidupku? Kenapa kau.. harus masuk ke dalam hidupku dan menghancurkan segalanya?

Hyuk: Aku? Menghancurkan hidupmu?

Joon: Kumohon kembalilah ke duniamu! Jangan buat orang lain menderita karenamu, dan pergilah!

Joon kemudian merobek uang yang sudah disiapkan Hyuk itu dan masuk ke dalam lalu membanting pintu.
  

Sang chef langsung menutup panggangannya lagi.


Sementara Joon mencoba meredakan emosinya di dalam, tapi ia malah mengingat masa lalu.


Saat itu, ayah didatangi orang-orang sangar. "Dengar, Pak Baek. Kau seharusnya tidak melakukan ini kepada Pimpinan Byun. Kau tidak sadar selama ini bisa bertahan berkat dia? Begitu meninggalkan perusahaan, kau mendapatkan uang ganti rugi dan toko waralaba. Jadi, kau harus membalas kebaikannya. Beraninya kau mencoba mengganggu bisnis perusahaan?"

Orang itu memberikan seamplop uang pada Ayah. *Oh jadi uang itu bukan hasil pinjeman toh! Orang itu menyuruh ayah menerima uangnya dan berhenti membuat keluhan terkait minyaknya.

"Pimpinan mengawasimu. Jadi, jaga sikapmu, Bedebah."

Joon melihat itu semua. Saat itulah ayah menasehati Joon untuk tidak memutuskan hal penting dalam hidup hanya karena uang.


Joon menumpahkan tangisnya malam ini.


Sementara itu, Hyuk masih berdiri di tempatnya tadi.

"Aku bahkan berpikir itu takdir karena sangat senang bisa bertemu denganmu."


Je Hoon juga terusberpikir di rumahnya, ia mengingat-ingat omongan Joon barusan,

"Urus saja konglomerat generasi ketiga itu. Aku menolak menghasilkan uang dengan cara seperti itu."


Narasi Hyuk: Sebelum kau memanggil namaku, aku hanya isyarat. Saat kau memanggil namaku. aku menjadi.. bunga. 

Hyuk masih ada disana saat pagi buta. Ia meremas kartu pemberian ibunya lalu pergi.


Joon keluar rumahnya pagi ini dan menemukan catatan di pintu. Itu dari Hyuk, "Tolong panggil aku sesuai dengan warna dan aromaku. Bukan konglomerat generasi ketiga."

"Apa maksudnya? Dia gila?"


Je Hoon naik ke atas dengan panik, ia bertanya apa Joon melihat Hyuk? 

"Entahlah." Lalu Joon memeberikan catatan yang ditinggalkan Hyuk itu.


Kemudian teman Joon lari-lari ke aas juga, menunjukkan berita pagi ini.


Hyuk sengaja muncul di perusahaan, ia siap memberikan pernyataan.

"Aku ingin menjadi bunga untukmu."


Kakak Joon juga melihat itu dan ia kelihatan gelisah.


Narasi Hyuk: Joon-ah.. Aku ingin menjadi isyarat tidak terlupakan bagimu.

2 komentar

Makasih sinopsisy....tpi emba klo bisa bikin sinopsis y tuh jgn detengah2...kasian sma kita yg baca y,udh nunggu lama lama tpi sinopsis y ga berlanjut.....sebenar y sya udh mulai merasa kecewa sih,bayak banget drama yg emba tulis tpi akhir y gantung di tengah jalan....lama gpp tpi tolong di lanjut,,,jgn gantung

Maaf udah ngecewain mba..
Aku jelasin ya.. aku nulis itu cuma iseng2 aja, jadi mau mulai ato berhenti dimana ya terserah aku..
Kalo mba gak suka dengan caraku ya aku cuma bisa bilang maaf..
Thanks 😊😊

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon