Monday, October 23, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 4 Part 2


Sinopsis Revolutionary Love Episode 4 Part 2

Sumber Gambar: tvN


CEO Byun melarang semua memberi pakaian pada Hyuk. Jika ada yang nekat, ia akan mengusir orang itu dari rumahnya!


Hyuk masih menggedor-gedor pintu gerbang memanggil ayah dan ibunya. Ia bersikeras kalau ini tidak benar!


Ada anak sekolah  lewat, mereka melihat Hyuk telanjang begutu. Mereka langsung teriak dan berlari

"Ibu! Ibu, tolong aku! Ini kejahatan!"


Ayah Je Hoon, Pak Kwon melemparkan tas belanjaan pada Hyuk, hanya itu yang bisa kulakukan.

"Ini lebih baik daripada tidak sama sekali, Ahjussi. Terimakasih. Omong-omong, berapa lama aku harus menunggu? Haruskah aku menunggu lima atau sepuluh menit? Apa kemarahan ayahku akan mereda setelah itu?"

"Maksudmu setelah lima menit?"

"Ya."


Pak Kwon menjelaskan, jika Hyuk tidak pergi sekarang, CEO Byun akan memanahnya. Pak Kwon minta maaf karena tidak bisa melindungi Hyuk.


Hyuk pun terpaksa pergi dengan hanya memakai tas belanjaan itu.

"Pada hari itu, aku diusir ke dunia yang tidak aku kenal. Pikirku itu seperti perjalanan singkat, tapi aku sama sekali tidak mengetahuinya. Begitu matriksnya rusak, kau tidak akan pernah bisa kembali. Aku tidak bisa kembali menjadi orang yang dahulu belum menelan pil merah."


Joon dan yang lain menggunakan maps untuk menemukan rumah Hyuk. Semua mengeluh penglihatannya jelek. Joon lalu memutuskan untuk jalan duluan.


Tak sengaja Joon berpapasan dengan Hyuk, keduanya terkejut dan sama-sama berteriak. Hyuk langsung melarikan diri.



Semua buru-buru mendekati Joon, ada apa? Kenapa? Joon kemudian menunjuk Hyuk yang melarikan diri.


Mereka menganggap Hyuk itu orang mesum jadi mengejarnya. Joon berusaha menghentikan mereka tapi larinya kalah cepat.


Hyuk berlari sekuat tenaga tapi kemudian ia tersandung dan jatuh. Parahnya, tasnya melorot, jadi kelihatan.  Ki Sub memukul kepala Hyuk, "Akhirnya ku tangkap kau, orang mesum!"

Hyuk menunjukkan wajahnya pada Ki Sub dan Ki Sub terkejut, yang lain juga. Hyuk lalu berteriak frustasi.

Hyuk kemudian menjelaskan apa yang terjadi pada yang lain. Mi Yeon iba, tega sekali ayah Hyuk itu. Mi Yeon heran, apa Hyuk anak angkat?

"Keluargaku tidak punya rahasia mengenai kelahiran seperti itu."


Joon menghampiri mereka, ia datang membawakan obat yang ia meli untuk Hyuk. Hyuk menerimanya lalu berterimakasih.

Hyuk lalu bertanya, kenapa mereka semua datang ke rumahnya? Tae Kyung akan menjelaskannya tapi yang lain mengkodenya untuk tidak mengatakan apapun. Jadinya Tae Kyung berkata kalau mereka kebetulan lewat saja. Joon kemudian mengajak mereka untuk membeli pakaian dulu. Yang lain setuju.


Mereka membawa Hyuk ke pasar dan Hyuk kagum gitu.


Mereka sampai di tempat baju yang sedang diskon, tapi Hyuk menolakpilihan semuanya, tidak sesuai seleranya katanya.



Maka pemilik toko penyuruhnya masuk dan memilih sendiri. Tapi pilihan Hyuk gak banget, tapi menurut Hyuk itu keren.

Ki Sub: Apakah ini monokromatik dan kasual?

Tae Kyung: Apa ini mode cerdas tren 2017 untuk penjaga gawang?

Mi Yeon: Pakai saja, selama kau senang.

Hyuk: Pakaian ini sangat cocok dengan seleraku.

Joon sampai gak bisa menahan ketawanya. Tapi Hyuk malah senang.


Selanjutnya mereka makan. Hyuk mengajak mereka makan makanan yang sama seperti di konstruksi waktu itu.

"AH.. Rasa manis dan misterius ini seakan-akan bisa menghangatkan dasar jiwaku." Kata Hyuk.


Mi Yeon: kau berlebihan terhadap gukbap seharga enam dolar. Makan saja.

Semuanya akan makan tapi Ki Sub yang baru datang menghentikan semuanya. Ki Sub ternyata tadi membeli tofu, ia menyuruh Hyuk makan itu dulu karena basru keluar dari kejaksaan (penjara).

Mi Yeon: Kami memberikan ini agar kau menjadi orang baru. Berhati-hatilah saat memakan ini, dan jangan pernah ke tempat seperti itu.


Tapi Hyuk malah diam saja. Joon heran, kenapa tidak memakannya?

"Aku tidak berniat kembali, tapi aku menyembunyikan identitasku dan menyebabkan kekacauan. Aku senang."

Joon kemudian mengambilkan tofu itu untuk Hyuk.


Je Hoon datang ke rumah Hyuk saat ayahnya sedang membersihkan mobil. Je Hoon bilang pada ayahnya kalau ia datang karena CEO Byun memanggilnya. Ayah lalu menjelaskan kalau CEO Byun barusan mengusir Hyuk tanpa pakaian apapun.

"Keadaannya cukup serius. Jadi, lakukanlah apa pun yang ingin kau lakukan. kau paham?"

Je Hoon tak menjawabnya, ia langsung masuk.


Sementara itu, Ibu Hyuk terus menangis. CEO Byun menyuruhnya berhenti menangis, apa dunia sudah berakhir?

"Teganya kau melakukan ini? Kau ingin dia kelaparan? Dia sama sekali tidak punya uang. Kau bodoh. Teganya kau mengusirnya tanpa pakaian sama sekali? Anakku yang malang. Ke mana dia pergi?"

"Kau ingin membantunya."

"Apa maksudmu?"

"Dia akan terbang jika mempunyai sayap. Aku tidak berpikir dia burung feniks, tapi untuk mengetahui dia anak elang atau ayam, kita harus mengusirnya dahulu."

Kemudian seseorang mengetuk pintu, mengatakan CEO byun ada tamu.. CEO Byun pun keluar. Ibu bergumam, apa CEO Byun merencanakan sesuatu?


CEO Byun bertanya, apa Je Hoon tahu kira-kira Hyuk akan kemana? Je Hoon menjawab tidak tahu, tapi ia akan mencaritahu sepulangnya dari sana.

"Lacak keberadaannya dan terus laporkan kepadaku mulai sekarang."

"Aku tidak paham maksud Anda."

"Tetap berada di dekatnya. Cari tahu yang dia rencanakan dan pikirkan. Lalu laporkan kepadaku secara detail."

Kilas Balik..


Kemungkinan sebelum ke rumah, Je Hoon bicara dengan Woo Sung terlebih dahulu.

"Apa yang ayahku pikirkan? Dia pasti ingin masalah ini..

"tidak menjadi heboh?"

"Jika menginginkan itu, dia akan menjadikan Hyuk kambing hitam. Kenapa dia harus melindungi Hyuk dan mengambil risiko untuk dikritik publik?"

"Tentu saja, ada komentar kritis, tapi korban muncul dan menjelaskan situasinya. Jadi, kurasa publik tidak akan terlalu kritis lagi soal ini."

"Orang-orang tidak menginginkan kebenaran. Mereka ingin orang jahat dihukum. Jadi, dia sungguh jahat atau tidak, itu tidak penting. Aku ingin mengetahui alasan dia melindungi Hyuk dan bukan perusahaan. Apa rencananya?"

Kilas Balik Selesai..


Je Hoon bertanya, apa CEO Byun menyuruhnya mengawasi Hyuk? CEO Byun hanya ingin mengetahui tentang Hyuk. Jadi, mulai sekarang laporkan kepadanya semua hal mengenai Hyuk.

Kilas Balik..


Woo Sung meminta Je Hoon melaporkan padanya terlebih dulu sebelum pada ayahnya.

Kilas Balik selesai..


CEO Byun meminta Je Hoon melaporkan padanya sedetail-detailnya, jangan melewati siapa pun, dan laporkan langsung kepadanya.

Tapi Woo Sung berpesan agar mereka menyaring informasi yang akan dilaporkanpada CEO Byun. Je Hoon pun menuruti Woo Sung.

Tapi ia juga mengatakan "iya" pada CEO Byun. Je Hoon pusing.


Lalu Je Hoon melihat ayahnya yang sepertinya sudah menunggunya sejak tadi.


Hyuk pulang bersama Joon. Hyuk meminta pengakuan Joon, tadi di TV ia keren kan? "Byun Hyuk mendatangi kantor jaksa dengan percaya diri untuk mengungkapkan kebenaran". Bukankah itu keren?

"kau mengaku untuk tampil keren?" Tanya Joon.

"Benar."

"kau ke sana karena bersalah. Itu sudah sewajarnya."

"Banyak orang yang tidak bisa melakukan hal yang seharusnya. Apa kau tidak memercayai ketulusanku? Aku bukan lagi Byun Hyuk yang dahulu. Aku telah berubah."

"Jadi, apa hubungannya denganku?"

"Apa maksudmu? kau tidak membaca suratku? "Kuharap kau akan menyebutku sesuai dengan warna dan aromaku. Aku merindukan..." "



Joon menghentikan Hyuk, ia harus kerja, jadi ia menyuruh Hyuk pulang sendiri.


Joon akan naik bis, tapi Hyuk tiba-tiba menariknya. Joon agak gugup, Apa?

"Entah bagaimana kau akan menanggapi ini.. tapi aku tidak punya ongkos pulang."

Padahal sepertinya Joon berharap Hyuk mengatakan lebih. Joon langsung menepis tangan Hyuk kesal.


Ayah mengajak Je Hoon minum kopi.

"Itu pasti sulit. Tetap rendah untuk mereka saat keadaan sulit dan menerima kesalahan yang mereka perbuat. Agar tidak mengganggu para atasan, itu yang paling aman." Kata Ayah.


Lalu Je Hoon menerima pesan dari Joon. "Aku bertemu dengannya di jalan. Aku menyuruh dia ke rumahmu, jadi, urus dia."


Je Hoon lalu pamit pada ayahnya dan ayahnya mengambil kopi Je Hoon. Ayah berpesan agar Je Hoon bersikap baik.

"Ayah, akan kutangani ini sendiri."

"Baiklah."


Je Hoon naik mobilnya dan ia kesal banget disana.


Hyuk bukannya ke rumah Je Hoon, tapi ke rumah Joon. Ia sangat nyaman disana, ia berkata kalau ia kembali ke surganya.

"Kapan Joon pulang?"


Lalu Yeon Hee naik, ia berkomentar kalau selera Hyuk aneh sekali, dimana Hyuk membeli pakaian itu?

"Tidak penting di mana aku membelinya. Ini tampak mahal bagiku. Hahahaha."


Yeon Hee kesana untuk menjemur pakaian ternyata. Hyuk berterimakasih pada Yeon Hee untuk yang tadi.

"Aku tidak melakukannya untukmu. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya."

"Benar, bukan? Turbulensinya parah saat itu."

"Tetap saja, aku juga menerima pelecehan seksual."

"kau benar. Itu fakta."

"Tapi... Kukira tidak berat bagimu menerima kritik semacam itu. Joon juga menyarankan itu kepadaku."

"Joon? Dia mengatakan sesuatu kepadamu?"

Kilas Balik..


Joon ternyata menjawab saat Yeon Hee bilang takut ke  Kejaksaan.

"Entah kau memberi kesaksian atau tidak, itu terserah kepadamu. Tapi bukankah kau harus mengatakan sejujurnya soal kejadian hari itu?"

Kilas Balik selesai..


Hyuk haru mendengar cerita Yeon Hee, ia tak menynagka Joon akan mengatakan itu demi dirinya.

"Yang membuatku marah adalah sikapmu yang tidak sopan. kau ingin menyelesaikannya dengan uang, bukannya meminta maaf."

"Dia bilang apa lagi? Apa dia mencemaskanku lagi? Kumohon. Beri tahu aku hal sekecil apa pun yang kau ingat."

"kau sungguh bukan orang mesum?"

"Apa?"


Hyuk baru sadar, ia menggenggam tangan Yeon Hee yang sedang memegang pakaian dalam. Hyuk oanik, ia buru-buru menjelaskan kalau semua itu salah paham.

"Tapi aku sungguh minta maaf. Ini hanya salah paham. Kumohon, jangan beri tahu Joon tentang ini."

"Astaga, kenapa ini..."


Yeon Hee akan memukul Hyuk, tapi mendadak Ibu Joon datang jadi Yeon Hee berhenti.



Hyuk lalu turun bersama Yeon Hee. Ia bertanya, ibu siapa tadi. Yeon Hee mengatakan kalau tadi itu Ibunya Joon.

"Ah.. Begitu rupanya."

"Apa dia kehabisan uang lagi?"


Hyuk terkejut mendengarnya. Yeon Hee pun mejelaskan,  Ibunya Joon selalu saja mengambil tabungan Joon. Lalu dia datang dan mengambilnya lagi.

"Maksudku, kenapa dia mengambil uang anaknya?"

"Tepat sekali... Jangan beri tahu Joon aku mengatakan ini kepadamu."

"Mari kita saling menjaga rahasia masing-masing."

"Setuju."

"Setuju."


Joon saat ini sedang menyebar kartu namanya sebagai supir pengganti di mobil-mobil yang sedang parkir. Tapi ada seorang pemilik mobil yang marah-marah padanya karena melakukan itu. Joon menanggapinya dengan senyum dan permintaan maaf.


Kemudian Yeon Hee mengirimi pesan kalau Ibu Joon datang. Joon menghela nafas.


Joon pulang dan langsung masuk ke dalam. Hyuk naik ke atas, tapi ia gak ikut masuk.


Di dalam, Joon melihat ibunya memasak untuknya. Joon membuka kulkas dan didalamnya dipenuhi berbagai lauk.

"Kau seharusnya bilang jika kekurangan lauk. Kulkasmu hanya berisi makanan instan."

"Sudah kubilang aku tidak bisa memberi Ibu uang."

"Ibu tidak kemari untuk uang. Ibu kemari untuk menemuimu."

"Kenapa Ibu melakukan ini kepadaku? Ibu juga tidak meninggalkan uang untukku. Aku juga tidak pernah meminjam uang kepada Ibu. Kenapa Ibu selalu kemari dan meminta uang kepadaku?"

"Makanlah. Ibu memasak sup kentang kesukaanmu."

"Ibu membuatku gila setiap kali melakukan ini. Ibu tahu itu? Aku tidak pernah meminta bantuan Ibu saat di sekolah. Bahkan setelah aku lulus SMA, aku melakukan semuanya sendiri. Apa yang Ibu lakukan untukku sampai berani bersikap begini? Kenapa Ibu selalu muncul tanpa tahu malu dan meminta uang? Aku paham terlalu berlebihan bagiku meminta orang tua yang bisa kuandalkan. Jadi, kumohon, jangan mengharapkan apa pun dariku. Tolong hentikan sekarang."

"Makanlah. Kita makan dahulu. Ibu juga lapar."


Joon makan semuanya sambil menangis. Ibu minta maaf, semua ini karena ia yang tidak kompeten.

"Aku... Aku tidak punya uang 10.000 dolar, bu."

"Baiklah, ibu mengerti. Makanlah dahulu."


Hyuk sedih mendengarnya dari luar. Lalu Je Hoon datang. Hyuk menyuruh Je Hoon diam dan mereka kemudian pindah di rumah Je Hoon.


Je Hoon menanyai Hyuk, kenapa Hyuk selalu mengendap-endap di depan rumah Joon?

"Tunggu sebentar. Je Hoon, apa kau punya 10.000 dolar?"

"Apa yang kau bicarakan mendadak begini?"

"kau tahu, sebenarnya.. Ibunya Joon datang menemuinya. Kini Joon sedang menangis. Bukan karena satu juta atau seratus ribu dolar. Hanya karena 10.000 dolar."


Je Hoon menjelaskan, Hyuk pikir posisinya sekarang pantas mengkhawatirkan Joon? Hyuk sendiri diusir dari rumah tanpa membawa apa pun.

"Tidak, ini bukan waktunya mengkhawatirkan diriku sendiri. Aku yakin ibuku akan membujuk ayahku dalam dua atau tiga hari, dan ayahku tidak akan marah lagi. Lalu... Aku akan kembali ke rumah."

"Tidak, itu terlalu singkat."

"Lima hari? Sepekan, mungkin?"

"kau bahkan tidak punya uang, dan berpikir 10.000 dolar sedikit? Jangan membuatku tertawa."


Je Hoon berlagak gak peduli pada Joon di depan Hyuk, tapi di dalam kamarnya ia berpikir serius.

Hyuk terus mengatakan kalau Joon saat ini sedang menangis.


Joon bangun saat ibunya sudah tidur. Ia mengecek tabungannya tapi masih kurang hanya ada 3,150 dolar, ia bingung. Tapi sebenarnya ibunya gak tidur. Ibu tahu Joon gak setega itu padanya.


Hari berganti, Yeon Hee kembali bekerja seperti biasa.



Hyuk menelfon ibunya, minta 10,000 dolar tapi ibunya bilang tidak punya uang segitu.

"Bagaimana Ibu bisa tidak punya 10.000 dolar? Ayolah. Aku sungguh membutuhkan uang itu. Aku membutuhkannya sekarang."

"Ayahmu melarang memberimu satu sen pun."

"Ibu."

"Pikirmu dia hanya menutup rekening milikmu? Rekening ibu juga ditutup untuk sementara. Dia mengubah sandi brankasnya. Dia bilang akan memeriksa setiap penggunaan kartu kredit ibu. Jika tidak ingin melihat kami bercerai, tutup teleponnya sekarang."


Hyuk kemudian menelfon adiknya, Se Na. Se Na kesal, apa Hyuk tadi tidak mendengar dari ibu? tidak bisa menyadari situasinya?

"Ayah bilang akan mengusirku juga jika memberi Kakak uang. Jika tidak ingin melihat Ibu bercerai dan aku diusir, gunakan akal sehat Kakak."

Se Na lalu menutup telfon.


Hyuk terkejut, apa ini sungguhan? Apakah 10.000 dolar itu banyak sampai mereka bersikap seperti ini?

"Mungkin jumlah itu sedikit bagimu, tapi untuk sebagian orang, lebih dari setahun mengumpulkannya."

"kau sungguh tidak punya 10.000 dolar?"

"Aku bahkan kesulitan mendapatkan ponselmu. Anggap dirimu beruntung."

Je Hoon kemudian berangkat kerja.


Setelah itu, Hyuk mendapat pesan dari Chae Ri. "Oppa, aku melihatmu di berita. kau sangat fotogenik."

Hyuk kesal, kenapa Chae Ri mengganggunya lagi? Tapi kemudian ia ada ide.


Chae Ri manja-manja gitu sama Hyuk.

"Kenapa wajahmu begini? Kau betapa cemasnya aku saat hilang kontak denganmu?"

"Ya. Kita langsung saja. Bisakah aku meminta bantuanmu?"

"Katakanlah."

"Bisakah kau meminjamkanku 10.000 dolar? Ini penting. Pinjami aku 10.000 dolar."

"Aku tahu kau marah kepadamu, tapi kejadian itu hanya salah paham."

"Aku sudah melupakan kejadian itu. Aku tidak marah lagi kepadamu. Pinjami aku 10.000 dolar."


Chae Ri: Tunggu sebentar. Bahkan jika kau marah kepadaku, bagaimana bisa kau meminta putus dengan cara ini?

Hyuk: Apa maksudmu? Kita sudah putus.

Chae Ri: Kapan? Kapan kita putus? Aku tidak pernah putus denganmu.

Hyuk: Chae Ri. Chae Ri! Bahkan jika ini terjadi, kau tidak boleh bersikap begini. Aku berteman dengan Sung Kyu. Apa dia tahu kau bersikap seperti ini?

Chae Ri: Tidak ada yang terjadi di antara kami. Yang terjadi hari itu hanya kesalahpahaman.


Hyuk menyadari tas Chae Ri itu ia yang belikan. Ia akan mengambil tas itu tapi Chae Ei mati-matian mempertahankannya. Akhirnya Hyuk kalah.


Ibu membersihakn rumah Joon sebelum pergi dan ia haru melihat foto Joon dan ayah.


Joon datang ke bank, ia ingin membatalkan bunga untuk bulan depan. Teller bank memberitahu, jika dibatalkan, bunganya kecil dan Joon akan rugi.

"Uangnya juga tidak banyak. Batalkan saja." Kata Joon.

"Baiklah."


Hyuk menemui kakaknya diam-diam di depan perusahaan. Kakanya sebenarnya ada temu makan siang, tapi bisa dibatalkan kok, ia bisa makan siang bareng Hyuk. *Muka dua.

"Tidak usah. Kakak tidak perlu membelikanku makan siang. Sebenarnya aku ingin meminta bantuan. Bisakah Kakak memberiku 10.000 dolar?"


Joon ingin membeli buah, tapi uangnya kurang jadi ia tawar-menawar dengan penjualnya, untungnya bisa. 


Suara Hyuk: Sebenarnya, aku mulai menyukai seorang wanita.

Joon pulang ke rumah san ibunya sudah tidak ada disana.

Suara Hyuk: Wanita itu menangis karena 10.000 dolar. Itu sedikit. Itu bahkan bukan uang yang banyak. Satu-satunya yang bisa kulakukan untuknya adalah memberikan uang itu. Aku tidak ingin melihat dia menangis. Bisakah Kakak memberikan uang itu?

Joon menemukan catatan yang ibunya tinggalkan, "Pastikan kau makan dengan baik. Ibu menerima uang dari pria yang tinggal di bawah. Terima kasih, akan ibu gunakan sebaik-baiknya."


Joon menghubungi ibunya tapi tidak diangkat. Ibunya saat ini ketiduran di bis.


Joon langsung turun dan menggedor pintu rumah Je Hoon. Je Hoon terkejut, ada apa?

Hyuk juga memperlihatkan wajahnya, ia senag Joon datang, ada apa?


Joon langsung masuk ke dalam dan menonjok Hyuk. 

"Joon-ah, ada apa?"

"kau menganggapku lelucon? kau tidak menganggapku serius? kau ingin menjadi orang yang baru? kau ingin aku memercayaimu karena kau sudah berubah? Itu konyol. kau sama sekali tidak berubah? kau hanya konglomerat generasi ketiga yang sangat menyebalkan dan membuatku stres."


Joon menangis saat mengatakannya.

Narasi Hyuk: Dia menangis. Aku tidak mau melihat dia menangis lagi. Aku hanya ingin melihat dia tersenyum. Tapi apa yang salah?

Joon: Jangan pernah muncul di hadapanku lagi.

Narasi Hyuk: Apa yang harus kulakukan sekarang?

5 komentar

Ceritanya kurang menarik,, tokoh2 utamanya juga biasa2 sajah..
Tp tetaplah semangatt tulis sinop slanjutnya..☺☺☺ fighting.!!!

Lanjt ya mbk...saya suka hyuk dan joon...

Menarik pake banget ..jd lanjut terus yak ..

Lanjut mbae
Aku setia menanti yo

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon