Tuesday, October 31, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 6 Part 1

Sinopsis Revolutionary Love Episode 6 Part 1

Sumber Gambar: tvN


Presdir Min mendapat kompline dari kliennya gara-gara pekejanya (tukan bebersih) ikut makan di kantin.

"Akankah mereka puas jika kita memberikan kupon makan? Presdir Min.. kau tidak mengerti? Mereka akan mulai minta naik gaji, bonus, tempat bersantai. Daftarnya akan makin panjang. Jika mereka mulai minta hal seperti itu, maka itu akan menyulitkanku."

"Tentu saja itu tidak boleh terjadi."

"Presdir Min, karena itulah sejak awal kau harus mempekerjakan orang yang tepat. Apa yang akan kau lakukan jika para pekerja muda bergabung dengan yang lainnya dan membentuk serikat buruh?"

"Baiklah."



Joon sedang tertidur pulan, tiba-tiba Hyuk berbisik, "Aku mencintaimu.". Joon membuka matanya sekilas tapi tidak ada siapa-siapa, ia pun tidur lagi.


Namun tiba-tiba ada tangan yang memeluk tubuhnya, dan suara bisikan Hyuk kembali, "Aku mencintaimu."

Joon benar-benar membuka matanya kali ini. Lalu ia pelan-pelan mengintip ke dalam selimut dan sepertinya ia gak pake apa-apa lagi karena setelahnya ia terkejut banget susah nafas.


Joon kemudian memutar tubuhnya untuk melihat orang yang memeluknya, orang itu adalah Hyuk. Joon langsung teriak sejadi-jadinya.


Hyuk pun terbangun dan memanggil Joon. Joon heran, kenapa Hyuk disana? kenapa? dirumahnya?

"Kau tidak ingat yang terjadi semalam?"

"Semalam?"

"Mulai sekarang, kau harus menjagaku."

"Kenapa?"

"Kenapa harus? Untuk apa? Apa yang kuperbuat?"

"kau tidak ingat ucapanmu tadi malam?"

"Aku bilang apa?"

"Tik, tik, tik."

"Apa itu?"

"Aey.. kau mengerti maksudku."


Lalu Hyuk mendekatkan wajahnya pada Joon sambil terus bilang Tik, tik, tik. Tik, tik, tik, tik, tik, tik. Joon berteriak, "Jangan! Jangan melakukan ini kepadaku!"


Huft! Semua itu cumamimpi Joon saja dan Joon terbangun karena suara dari alaramnya. Joon juga lega ia ternyata masih memakai pakaian lengkap.

Joon lalu melihat jam, 7:45. Joon kembali terkejut, "Auh.. Aku pasti sudah gila!"


Ia langsung siap-siap pergi kerja. Untuk menghemat waktu, ia sikat gigi sambil menyiapkan baju kerja. Tiba-tiba bisikan Hyuk memenuhi kepalanya lagi, "Aku mencintaimu."

"Aku pasti sudah gila." Gumam Joon sambil berjalan keluar.


Ternyata di luar, Hyuk sudah menunggu dengan dua botol minuman. Joon super terkejut melihat wajah Hyuk. Parahnya, ia refleks menampar Hyuk.

Hyuklangsung memegangi pipinya, Joon-ah~ Joon pura-pura tidak terjadi apa-apa. Ia tanya kenapa Hyuk ada disana?

"kau bangun terlambat, jadi, aku hendak membangunkanmu."

"Itu maksudku!"

"Apa?"

"Maksudku.. Entahlah! Aku terlambat."

Joon langsung buru-buru turun dan Hyuk juga lari-lari mengejarnya.


Tepat saat Joon sampai di depan pintu rumah Je Hoon, Je Hoon membuka pintu. Joon ekspresinya seperti ketangkep basah melakukan sesuatu yang buruk gitu dan ia langsung kabur.


Lalu Hyuk muncul. Je Hoon bertanya ada apa? Hyuk menduga semua ittu karena Joon terlambat. Hyuk lalu memberikan minuman yang sudah ia siapkan dua-duanya pada Je Hoon dan ia mengejar Joon lagi.


Bis pagi ini penuh sesak, hingga Joon dan Hyuk harus berdiri. Hyuk khawatir dengan tingkah Joon, apa Joon sedang sakit? Joon mengelaknya tapi kemudian ia bersin.

"kau flu?" Tanya Hyuk.


Bis tiba-tiba bergoyang. Joon yang tidak berpegangan apapun roboh ke tubuh Hyuk dan Hyuk refleks memeluknya. Joon cepat-cepat melepaskan diri dan pegangan pada kursi penumpang.


Tapi kemudian ia kepanasan, jadi menggunakan kedua tangannya untuk kipas-kipas. Namun bis kembali bergoyang, kali ini ia akan roboh kebelakang dan Hyuk kembali refleks menangkapnya, kali ini pinggangnya. Joon kembali canggung dan buru-buru melapaskan diri.


Hyuk mengamati wajah Joon dan itu membuat Joon sangat tegang.

"Kurasa kau demam." Kata Hyuk sambil memegang dahinya.

"Demam? Aku sungguh baik-baik saja. Oh.. Kita sudah tiba. Ayo turun."


Para tim bebersih dikumpulkan oleh Bapak Pemimpin. Ternyata Presdir Mi datang. Presdir Min mencari pembuat ulah kemarin, ia menjelaskan mereka semua bisa dipecat kalau terus ada masalah, kontrak dengan Griup Gangsoo akan dibatalkan.

Semua tidak ada yang mengaku saat ditanya siapa dalangnya. Kemudian Joon dan Hyuk datang. Presdir Min heran, kenapa Hyuk dan Joo juga kerja disana?


Bapak membisiki Presdir Min kalau Hyuk lah yang kemarin menyebabkan masalah. Presdir Min sudah tidak bisa berkata-kata lagi.


Kemudian Presdir Min menemui kliennya kemarin, menjelaskan kalau penyebab masalah itu adal putra kedua CEO Byun.

"Apa maksudnya ini? Ini tes dari Grup Gangsu sebelum memperpanjang kontrak?"

"Aku tidak menerima perintah apa pun dari Pimpinan."


Kemudian Woo Sung menghampiri. Presdir Min menggunakan kesempatak itu untuk mengenalkan diri.


Joon kebetulan sedang bersih-bersih di dekat mereka dan mendengar percakapan mereka, ia pun sembunyi untuk menguping.

Woo Sung meminta Presdir Min

Presdir Min: Baik, Pak. Jika bisa, jika Anda berusaha menenangkan sentimen publik atas perbuatannya, kami bisa menanganinya. Minta saja kepada kami.

Woo Sung: Menenangkan sentimen publik? Pikirmu kami berakting untuk menenangkan sentimen publik?

Presdir Min: Apa? Tentu saja tidak.

Woo Sung: kau tidak perlu membedakannya karena identitasnya. Perlakukan dia seperti pekerja lainnya. Jangan perlakukan dia dengan istimewa. Jika aku mendengar kau memberinya perlakuan istimewa, kau akan menerima konsekuensi. kau mengerti maksudku?

Presdir Min: Ya, aku mengerti. Jika aku bisa berbicara dengan Anda lagi, itu sebuah kehormatan. Terima kasih.


Hyuk bener-benar ahli masalah toilet mampet saat ini, ia tidak membutuhkan bantuan Joon lagi.


Hyuk langsung pamer pada Joon, lihat kan? ia bisa melakukannya lagi? Joon memuji Hyuk, tapi wajahnya tidak sesenang itu, lalu ia meminta untuk bicara dengan Hyuk.


Hyuk menggerutui tim pembenahan, apa sungguh mereka bekerja dengan benar? Harusnya kan tahu masalah utamanya dan segera memperbaikinya. Seharusnya mereka tahu masalahnya di toilet atau pipanya. Joon setuju, bukan?

"Seperti itulah sikap yang berkuasa. Mereka fokus menyelesaikan masalah, bukan mencegah. Hyungmu juga sama."

Hyuk kesal Joon menganggap kakaknya seperti itu, ia menjamin kakaknya bukan seperti mereka-mereka itu.

"Kau amat memercayainya?" Tanya Hyuk.

"Tentu saja. Aku tidak bisa memercayai ayahku, tapi aku memercayai kakakku. Dia akan berada di sampingku meski semua orang meninggalkanku."

"kau yakin soal itu?"

"Tentu saja."

"Maka baguslah."


Kemudian Mi yeon memanggil Joon dan Hyuk untuk minum kopi bersama.

Hyuk bergumam, Joon tadi terdengar tidak yakin dan mencurigakan.


Bapak pimpinan bertanya pada Presdir Min, harus ia apakan mereka berlima? Presdir Min mengulangi, kan sudah dibilangin jangan mendiskriminasikan?

"Baik. Aku akan memecat mereka hari ini."

"Tidak perlu. Itu hanya akan menimbulkan kekacauan. Biarkan mereka mengundurkan diri. kau bisa, bukan?"

"I-ii-Itu... Ya. Baik, Pak."


Tim Je Hoon sedang sibuk karena acara pencicipan. Semua orang bekerja keras, ada yang tuganya memastikan tamu dan mengundang editor dan reporter surat kabar.


Tiba-tipa atasan Je Hoon mengatakan kalau Je Hoon bertanggung jawab atas acara pencicipan ini. Je Hoon terkejut, beneran aku?

"Ya, kau. Pastikan acara ini suskes, ya?"

"Baik, Pak. Aku akan bekerja keras."

"Jangan hanya bekerja keras. Lakukan dengan baik."

Je Hoon ditelfon ayahnya, tapi gak dilihatin ia mau menangkatnya atau tidak.


Ternyata atasa Je Hoon itu hanya menjalankan tugas dari Pak Seol dan saat ini Pak Seol sedang melihat resume Je Hoon.


Je Hoon tadi mengangkat telfon ayahnya dan sekarang menemui ayahnya di luar. Ayah minta maaf karena menghubungi saat sedang sibuk. Je Hoon bertanya ada apa.

"Itu..."

Ayah Je Hoon kemudian membuka pintu mobil dan keluarlah Nyonya Byun. Nyonya Byun ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang dilakukan Hyuk diperusahaan.

"Di mana Hyuk-ku? Aku menanyakan keberadaannya."


Dalam rangka membuat mereka mengundurkan diri, Bapak pimpinan tiba-tiba mengubah daerah mereka ke bagian akhir. Joon protes, kenapa tiba-tiba diubah bagian mereka?!

"Bisa diubah sesuai dengan situasi. Jangan mengeluh."

"Presdir Min menyuruh Anda melakukan ini?"

"Jadi, siapa yang menyuruhmu makan di kafetaria perusahaan?"

"Jangan bilang Anda seperti ini karena kejadian itu. Dia ingin memberi kami pelajaran karena itu?"

"Lupakan saja. Kalian bertanggung jawab atas tempat ini mulai hari ini. Kalian akan terkena masalah jika meninggalkan posisi kalian. Kalian menjaga kondisi kontraknya lebih baik dari yang lain, jadi, kalian pasti tahu benar."



Bapak pimpinan lalu meninggalkan mereka. Mi Yeon kesal, apa salahnya makan makanan enak kafetaria? Ini sama sekali tidak masuk akal!

Tae Kyung: Aku yakin ini pasti karena Hyuk. Presdir Min membalas dendam karena Hyuk melukai keningnya.

Mi Yeon: Tapi dia tetap putra CEO Byun.

Dan mereka baru sadar kalau Hyuk gak kelihatan dari tadi.


Je Hoon membawa Nyonya Byun menemui Kepala bagian ketenagakerjaan, ia mencari Hyuk karena Nyonya Byun ingin bertemu. Bapak itu sangat-sangat terkejut.


Ia lalu menghubungi Bapak pimpinan untuk menyuruh Hyuk menemuinya.

"Begini, Pak. Aku diminta tidak memberi perlakuan khusus karena identitasnya."

"Jadi, dia di mana?"

Bapak itu langsung melotot mendengar dimana Hyuk ditugaskan.


Hyuk ternyata ditugaskan untuk membersihkan kaca gedung. 


Pak Gong terkejut sampai bengong mendengarnya. Je Hoon bertanya, ada apa?

"Kita harus bagaimana?"

"Apa?"


Kebetulan sekali bagian yang harus dibersihkan oleh Hyuk adalah dilantai mereka berada dan Hyuk menyapa riang ibunya. Nyonya Byun sangat panik, ia menyuruh Hyuk lekas turun.

Nyonya Byun meneriaki Pak Gong karena mempekerjakan putranya seperti itu.


Nyonya Byun langsung menemui suaminya. Nyonya Byun tak menyangka CEO Byuk akan sangat tenag seperti sekarang.

"Hyuk-ku.. kau tahu apa yang sedang Hyuk-ku lakukan?"

"Pasti dia sedang bersih-bersih di suatu tempat."

"Bukan hanya bersih-bersih biasa."

"Dia bekerja keras di posisinya, jadi, jangan membuatnya goyah. Pemikirannya lemah karena selama ini kau amat protektif terhadapnya seperti ini."

"Pemikirannya lemah? Itu sebabnya kau mengikat dia di luar gedung?"

"Apa maksudmu aku mengikat dia di luar gedung?"


Nyonya Byun pun membuka tirai di ruangan CEO Byun untuk menunjukkan Hyuk sedang apa sekarang. Tapi CEO Byun malah senang dan ia menyemangati Hyuk yang ternyata bernyali besar.

"Astaga. Bisa-bisanya kau bilang begitu setelah melihatnya. Bagaimana jika terjadi kecelakaan atau semacamnya?" Panik Nyonya Byun.

Nyonya Byun serasa mau gila. Ia menyuruh CEO Byun mencari sekarang juga orang yang membuat putranya melakukan pekerjaan itu. Sekarang juga!


Tapi CEO Byun malah memotreti Hyuk, bagus! Nyonya Byun cuma bisa berteriak kesal, bahkan CEO Byun mengajak Nyonya Byun berfoto bersama.


Je Hoon memberitahu Je Hoon kalau Hyuk ditugaskan untuk membersihkan jendela. Je Hoon tak menyangka, harus ya pekerjaan mereka sebahaya itu.

"Wuah.. Presdir Min pasti sudah gila."

"Presdir Min? Apa maksudmu? Yaa, jelaskan apa yang terjadi. Di mana kau sekarang?"

"Lupakan saja. kau tidak perlu tahu. Aku akan mengurusnya. Uhuk huk.

"Yaa, Joon-ah."

"Kututup, ya."


Mi Yeon khawatir mendengar batuk Joon tadi, kedengarannya parah lho! Joon menenangkan, ia baik-baik saja kok, hanya flu biasa.


Ki Sub bertanya, tadi Joon bicara dengan siapa? Joon mengatakan kalau Hyuk ditugaskan membersihkan jendela dan mereka semua terkejut mendengar itu.

Joon merasa harus kesana. Tae Kyung mengingatkan kalau Joon dilarang keluar selama bekerja, apa Joon yakin akan baik-baik saja?

Joon: Membersihkan jendela bagian luar itu keterlaluan, bukan?

Ki Sub: Baiklah, kami akan menyelesaikan pekerjaan di sini. Pergilah.

Joon: Maafkan aku. Aku akan segera kembali.


Hyuk tiduran di sofa habis kerja, ia masih mual.


Lalu Hyuk mendengar suara Joon yang memprotes Bapak Pimpinan (Kepala Pekeja). Joon marah karena Kepala Pekerja menyuruh orang yang sama sekali tidak berpengalaman melakukan pekerjaan berbahaya. Bagaimana jika terjadi kecelakaan?

"Pikirmu aku senang melakukan ini untukmu? Aku juga seorang ayah. Aku merundungmu bukan karena ingin. Aku bisa apa jika diberi perintah oleh atasan? Aku tidak bisa apa-apa. Jadi, sebaiknya kau berhenti membuatku terkena masalah dan mengundurkan diri. Kumohon! Jika kalian berdua mengundurkan diri,  Kim-ssi, Lee-ssi, dan An-ssi bisa kembali ke posisi masing-masing. Jika kau tetap di sini, orang-orang akan menderita. Pikirkanlah!"

Kepala Pekerja membentak Joon untuk kembali ke posisinya. Joon sama sekali tidak bisa membantah dan itu yang makin membuatnya kesal.


Hyuk sekarang mengerti apa maksud perkataan Joon tadi tentang kakaknya. Tapi ia masih mencoba tidak mau percaya itu, ia ingin mempercayai kakaknya.


Joon akhirnya melihat Hyuk dan ia agak panik gimana gitu. Hyuk diam saja.


Nyonya Byun belum bisa meredakan kekesalannya pada CEO Byun yang tega sekali sama Hyuk. Nyonya Byun melihat Hyuk, tapi karena Hyuk sedang bersama Joon ia sembunyi dan memutuskan menguping saja.


Hyuk berbohong pada Joon, ia bilang awalnya menakutkan tapi setelah 5 menit ketas ia merasa sangat menyenangkan.

"Aku suka. Aku andal dalam olahraga ekstrem. Aku suka terjun lenting, terjun payung, dan yang lainnya. Jadi, mari jangan mengundurkan diri. Jika kita mengundurkan diri seperti keinginan mereka, itu akan.."

"Maksudmu, memalukan?"

"Benar. Selain itu.. Bagaimana, ya? Semacam.."

"kau kesal karena seolah-olah menyerah pada ketidakadilan?"

"Benar. kau mengerti rupanya. kau memahami perasaanku, Joon."

"Itu aneh. Tidak kusangka kau punya keberanian, Byun Hyuk."

"Ayolah. Aku datang ke kantor kejaksaan sendiri. kau juga melihat semangat, keberanian, dan keteguhan hatiku."

"Aku bisa melihat kesombonganmu."

"Jangan menyebut perasaan tulusku kepadamu sebagai kesombongan. Aku di sini karena kau dan demi kau."

Nyonya Byun terkejut, apa Hyuk bilang? Karena wanita itu?



Hyuk menyadari kalau wajah Joon memerah lagi. Joon memegangi wajahnya salah tingkah, memerah? Apaan sih, enggak kok!

"Aku lapar. Ayo makan." Putus Joon.

"kau lapar? Maka kita harus pergi. Ayo makan sekarang."

"Lepaskan aku."


Nyonya Byun bertanya-tanya, siapa wanita itu? Lalu ia ingat kata-kata peramal kalau bakalan ada wanita yang akan mengubah Hyuk. Dia Putri Pyeonggang bagi Hyuk.


Mi Yeon:  Menghasut? Itu konyol. Aku hanya ingin makanan hangat. Bagaimana bisa itu menghasut? Mereka punya subkontrak untuk layanan. Mereka pikir bisa menguasai kita!

Hyuk: Kenapa kita tidak makan saja? Joon-ah, pergilah.


Joon: Aku baik-baik saja. Aku tidak ingin ada masalah dan menyulitkan semua orang.


Joon kembali batuk-batuk dan wajahnya pucat sekali. Tapi ia masih mengajak yang lain kembali bekerja, tapi saat berdiri, tubuh Joon oleng, namun tidak ada yang menyadari, mereka semua sibuk membahas soal akibat dari makan di kantin.


Hyuk: Berarti jika Grup Gangsu mengubah kebijakannya, kalian bisa dipekerjakan langsung?

Mi Yeon: Ya, itu mungkin. Mereka tidak akan membutuhkan layanan tenaga kerja lagi.

Hyuk: Maka kalian bisa bebas makan di kafetaria?

Mi Yeon: Tentu bisa jika itu kebijakan perusahaan.

Hyuk: Aku mengerti.

Ini semua diskriminasi tidak kasatmata.

Joon sudah tidak jelas mendengar omongan mereka, ia udah siap pingsan sepertinya.

Hyuk bergumam, "Mereka bisa langsung mempekerjakan kita. Hanya jika kebijakan perusahaan diubah."


Joon sedang menata kardus-kardus dan ia sudah tampak tidak kuat berdiri. Semua menyadari hal itu akhirnya. Namun terlambat, Joon akhirnya roboh ditimpa tumpukan kardus.


Semua orang panik dan sama-sama menolong Joon. Mereka sampai mau menghubungi ambulan.


Je Hoon membaca resume presdir Min Sang Ho. Tapi kemudian ia meletakkannya untuk melihat undangan Acara Pencicipan, "Acara Pencicipan Industri Makanan Gangsu" "Sambutlah nasi mangkuk baru".


Lalu Hyuk menelfonnya, Je Hoon mengangkatnya dengan malas. "Aku sedang sibuk. Singkat saja."

"Je Hoon-ah, ini serius."

"Kenapa? kau dalam masalah lagi? Joon pingsan."

"Apa?"


Hyuk tidak menelfon ambulan, ia membawa Joon ke rumah sakit menggunakan taksi.


Selama Joon ditangani, perawat menyuruhnya untuk mengurus administrasi dulu. Hyuk bingung, bayar? Kemana?

Hyuk tanya kesana kemari sampai akhirnya tiba di kasir. Petugas kemudian menyuruhnya mengisi dokumen. Hyuk bingung.

Hyuk sama sekali gak ada pengalaman masalah ini, ia sampai salah menuliskan namanya di kolom nama pasien.

Dan yang lebih parah, ia tidak tahu informasi personal Joon. Petugas kelihatan mulai kesal.

"Ini kali pertamaku melakukan hal seperti ini." Aku Hyuk.

"Apa?"


Lalu Je Hoon datang dan merebut bolpoin dari Hyuk, ia akan melakukan semuanya. Bahkan Je Hoon hafal nomor KTP Joon.


Je Hoon selesai mengisi dokumen, ia kemudian menyerahkannya kembali ke petugas bersamaan dengan kartu kreditnya. Petugas kembali bertanya ini-itu dan Je Hoon bisa menjawab semuanya dengan mudah. Je Hoon tahu segalany tentang Joon. Hyuk minder disaat seperti ini.


Je Hoon selesai mengurus administrasi, ia lalu mengunjungi Joon. Dokter menjelaskan kalau Joon demam dan flu dan masalah pingsannya karena kelelahan bekerja soalnya tidak ada kelainan lain. Je Hoon mengerti.


Hyuk akhirnya bicara, "Kepala Pekerja bilang.. dia diperintah oleh atasannya. Berarti Presdir Min yang memberi perintah? Tapi, aku menanyakannya kepadamu karena tidak paham. Maksudku.. untuk apa orang dalam posisi itu melakukan ini kepada Joon? Apakah karena.. insiden bata itu?"

Je Hoon sebenarnya tidak ingin menjawab, ia menghindar tapi ia kembali lagi.

Je Hoon: kau bodoh? Atau berpura-pura bodoh? Meskipun dia membenci kau dan Joon, dia tahu kau adalah putra Pimpinan. Pikirmu masuk akal jika Presdir Min bersikap seperti ini tanpa ada dalangnya?

Hyuk: Apakah dalang di balik Presdir Min itu.. Hyung-ku?


Je Hoon tidak menjawabnya, ia langsung pergi dari UGD.

Tapi ia kembali lagi, bertanya, apa Hyuk yakin siap menerimanya? Hyuk memberikan senyumnya.

2 komentar

Mba dian mana ni lanjutan nya . Gg sabar
Ditungu ia and semangat mba dian

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon