Tuesday, October 31, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 6 Part 2

Sinopsis Revolutionary Love Episode 6 Part 2

Sumber Gambar: tvN


Presdir Min minum bersama Woo Sung. Ia cerita soal kasusnya dengan Hyuk yang percobaan pembunuhan itu. Presdir Min tidak bermaksud menghubungi polisi. Ia tidak tahu Hyuk adalah putra kedua pemilik Grup Gangsoo. Siapa yang mengira putra kedua konglomerat akan bekerja di tempat pembangunan?

"Hubungan nahas kalian berdua sungguh menarik."

"Ah.. Ya. Aku ingin meluruskan kesalahpahaman."

"Aku tidak percaya mereka gagal menangani satu pekerja. Hubunganku denganmu baik karena kau pengertian."

"Itu sebuah kehormatan bagiku. Anda bisa memanfaatkanku sesuka Anda untuk urusan apa pun mulai sekarang. Perusahaanku bukan hanya membersihkan, tapi juga menangani urusan dengan baik."

"Contohnya?"

"Seperti hal-hal yang ingin Anda sembunyikan, hal-hal kotor dan buruk yang mengganggu Anda."

"Aku malu karena tampaknya kau berbicara soal Hyuk."

"Apa pun itu, silakan minta kepadaku. Biar kutuangkan minuman."


Hyuk ada di ruang sebelah dan ia mendengar semuanya. ternyata Je Hoon baik juga, tak kirain ia belain Woo Sung.


Je Hoon mengantar Joon sampai ke rumah, ia juga membawakan obat untuk Joon. Joon menerima itu dan berterimakasih. Lalu ia bersiap tidur.

Je Hoon memberikan sesuatu di dalam amplop, "Ini lembar pendaftaran pekerjaan. Perusahaanku akan segera mempekerjakan pegawai magang."


Je Hoon akan pergi tapi berbalik lagi, "Melihatmu seperti ini membuatku frustrasi. Kenapa kau mencari kesulitan padahal ada jalan yang mudah?"

"Jalan yang mudah apa? Pekerjaan bagus agar bisa pamer kepada orang lain? Atau yang gajinya besar?"

"Tanyakan kepada orang siapa yang benar, kau atau aku."

"Jangan berpikir hanya kau yang benar. Pada akhirnya, orang hidup sesuai dengan kepercayaan masing-masing."

"Kepercayaan apa yang amat kau pegang teguh itu?"

"Ah.. Pergilah. Aku ingin beristirahat."


Setelah Je Hoon pergi, Joon membuka amplop pemberiak Je Hoon itu, ia membuka dan melihat isinya, "Lembar Pendaftaran Pekerjaan". Tapi kemudian ia memasukkannya kembali ke amplop.


Joon keluar untuk mengirup udara segar, tapi ia malah melihat Hyuk yang duduk di luar. Joon terkejut, Hyuk-ah~"

Joon langsung duduk disamping Hyuk. Joon bertanya, ngapain Hyuk duduk disana sendirian. Hyuk bilang gak sedang ngapa-ngapain, lalu ia menanyakan keadaan Joon.

"Aku baik-baik saja. Tidak kupercaya aku dilarikan ke UGD karena flu. Itu memalukan."

"Bukan hanya karena flu. kau juga kelelahan bekerja. kau flu dan kelelahan bekerja. kau bahkan ke tempat pembuangan sampah dengan sirkulasi udara buruk. Sebenarnya, semuanya karena aku."

"Kenapa karena kau? Karena Presdir Min berusaha merundung kita."


Maka dari itu, Hyuk memutuskan untuk berhenti bekerja. Joon tak mengerti, kan Hyuk sendiri yang bilang tidak boleh berhenti tadi, Hyuk bilang itu memalukan karena mereka menyerah pada ketidakadilan.

"Jika aku berhenti, kau, Pak Kim, Pak Lee, dan Bu Lee.. akan baik-baik saja. Jadi..."

"Bagaimana dengan janjimu kepada ayahmu?"

"Dia akan berpikir aku memang seperti ini. Aku selalu seperti ini. Ini bukan hal baru baginya."

"Baiklah. Baiklah~ Silakan berhenti. Tidak akan ada yang menghentikanmu jika itu memang keinginanmu. Tapi.. jangan bilang kau berhenti demi kami. Tetap bekerja atau berhenti adalah pilihanmu sendiri. Tapi aku tidak ingin mendengarmu mengatakan itu demi kami. Sejujurnya, itu hanya alasan. Aku salah? kau bilang ingin bangga kepada dirimu sendiri. Mendapatkan kembali hakmu juga bagian dari proses itu. Hyuk-ah."

"Hakku?"

"Ya, hakmu. Maksudku hakmu yang berusaha direbut oleh seseorang."


Hyuk langsung ingat percakapan Presdir Min dengan Hyung-nya tadi. hyuk langsung memeluk Joon dan ia menangis.

"Hei, ada apa denganmu?"

"Aku terlalu malu. Aku amat malu terhadap diriku sendiri."

"kau menangis?"

Dan Hyuk semakin mengeratkan pelukannya. Joon pun menepuk-nepuk punggung Hyuk sambil bilang kalau semuanya baik-baik saja.


Tepat saat itu Je Hoon naik dan melihat mereka. Padahal Je Hoon udah bawa sesuatu lho untuk menghibur Joon, sakit hati deh~


Yeon Hee pulang saat pak Polisi mengecek surat di depan. Tapi Pak Polisi ini mencurigakan deh.


Tapi baik juga, ia mengangkatkan koper Yeon Hee sampai ke depan pintu kamar rumah Yeon Hee. Tapi Yeon Hee takut gitu apalagi pak polisi gak bilang apa-apa.

Hanya bilang, "Permisi." Lalu masuk ke rumahnya.

Yeon Hee bertanya-tanya, "Astaga, apa-apaan itu tadi? Dia mengejutkanku. Dia pindah ke unit sebelah? Bagaimana dia tahu tempat tinggalku? Dia tertarik kepadaku?"


Yeon Hee berpapasan dengan Je Hoon yang turun dari atap. Yeon Hee menyapanya dan mendadak Je Hoon memberikan makanan yang tadi ia mau berikan pada Joon pada Yeon Hee.

Yeon Hee semakin Ge-Er, "Astaga, aku amat populer."


Hyuk bersiap untuk melawan kakaknya pagi ini.


Joon kembali kerja dan ia menghadap Kepala Pekerja. Kepala Pekerja heran, Joon belum berhenti? 

"Untuk apa berhenti? Aku sakit, jadi, harus ke rumah sakit."

"Kenapa kau begitu keras kepala? Pekerjaanmu sudah cukup. Aku membayarmu untuk pekerjaanmu sampai hari ini. Jadi, berhentilah datang."

"Maaf, tapi aku tidak bisa melakukan itu."

"Sudah kubilang kau akan dihukum jika pergi saat jam kerja."

"Aku tidak meninggalkan pekerjaan. Aku ke rumah sakit karena sakit."

"Itu masalahmu. Jika sakit sampai tidak bisa bekerja, sebaiknya kau berhenti dan tidak membuat orang lain susah."

"Pak, kurasa itu tidak masuk akal."

"Kkau yang tidak masuk akal. Apa rencanamu sampai bersikeras seperti ini? Jika kau pingsan atau semacamnya karena kelelahan bekerja, Kau akan meminta bayaran atas kecelakaan perusahaan? Itu yang kau inginkan? Meski kau pingsan di sini, Grup Gangsoo dan Tenaga Kerja Hangang tidak bertanggung jawab. Jika kau mengerti, sebaiknya berhenti sekarang."


Ki Sub buka suara, ia merada kepala Pekerja sudah sangat keterlaluan. Kepala malah membentak, ia sama sekali tidak keterlaluan. Kepala bahkan mengancam Ki Sun, mau dipecat juga?!

Kali ini bukan hanya Ki Sub saja yang heboh, semua juga tak menyangka Kepala Pekerja akan melakukan itu.


Kepala Pekerja kesal, apa mereka tidak mau kembali kerja? APa mereka semua mau dipecat sekarang juga?

Tae Kyung: Kalian ingin kehilangan pekerjaan? Jika kami berhenti bekerja, apa yang akan Anda lakukan? Para pekerja di perusahaan ini akan langsung komplain soal sampah yang menumpuk. Jika tidak dibuang setengah hari, sampahnya akan memenuhi perusahaan. Anda pikir kontraknya akan diperpanjang?

Semua orang membenarkan ucapan Tae Kyung itu. Kepala marah, apa mereka sekarang mencoba mengancamnya? Mi Yeon membantah, yang benar itu Kepala lah yang mengancam mereka!

Kepala: Kapan aku mengancam kalian? Kalian ingin berdemo atau semacamnya?

Mi Yeon: Anda ingin kami berdemo? Haruskah kami mencobanya?

Semua: Ayo kita lakukan. Ayo!!

Joon bingung karena keadaannya diluar kendali.


Kepala langsung menghubungi Presdir Min soal demo itu dan menjelaskan kalau semua orang menggila atas yang terjadi kepada Baek Joon. Semua orang bertingkah dan bilang tidak mau bekerja lagi.



Presdir Min masuk ke ruangannya dan kembali terkejut karena ada Hyuk disana.

"Apa-apaan lagi ini?"

"Selamat pagi, Pak Min."

"Astaga, bedebah itu."

Kepala mengira Presdir Min mengumpat padanya. Tapi presdir Min tidak menjelaskan dan memilih menutup telfon.


Presdir Min bertanya, sedang apa Hyuk disana. Hyuk dengan enteng menjawab kalau ia mau menemui Presdir Min karena tadi pintunya terbuka. Sekretaris Presdir Min akan mengusir Hyuk tapi Presdir Min menahannya.

"Ada urusan apa?"

"Ada yang ingin kuberitahukan."

"Apa itu?"


Hyuk: Kau tidak akan bisa memperbarui kontrak dengan Grup Gangsu. Aku akan menghentikanmu.

Presdir Min: Astaga. Omong kosong apa yang berandal ini bicarakan? Kau diusir dari rumahmu. Bagaimana kau akan menghentikan itu? Menggunakan seragam lusuh dan bekerja sebagai pembersih. kau bisa apa?

Hyuk: Siapa yang menyokongmu sampai bersikap angkuh begini?

Presdir Min: Kakakmu menyuruhku untuk menyingkirkanmu. Puas?


Hyuk mengingat pertanyaan Je Hoon di UGD waktu itu, apa Hyuk yakin bisa menerimanya?

Hyuk menjawab pertanyaan itu saat ini, "Harus. Tidak ada pilihan lain."

Presdir Min gak ngerti Hyuk bilang apa tapi Hyuk juga tidak mau menjelaskan, Hyuk langsung pergi.


Presdir Min langsung menemui Woo Sung dan mengatakan apa yang Hyuk bilang tadi kalau Hyuk akan menerimanya.

"Situasi di bagian pembenahan sedang buruk. Hyuk menghasut para pekerja di layanan tenaga kerja untuk berdemo bersama dengan seorang wanita bernama Baek Joon. Mereka berencana protes di depan acara pencicipan besok. Kita harus bagaimana? Bisakah aku mengatasinya sebelum semua makin kacau?" Tanya Presdir Min

"Tidak. Biarkan saja mereka."


Woo Sung langsung memberitahu Je Hoon beserta rencananya yang tidak akan menghentikan niatan Hyuk itu.

"Tapi.. CEO akan menghadiri acara pencicipan besok. Bukan hanya dia, tapi tamu dari luar perusahaan dan reporter juga akan datang. Apakah tidak masalah?"

"Hyuk bilang dia akan menerimanya. Biarkan dia bertindak sesuka hatinya. Dia akan mengacaukan acara dan dirinya sendiri. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Bukan begitu?"


Je Hoon keluar dari ruangan Woo Sung sambil mengingat kata-kata Woo Sung tadi, "Bilang saja kau tidak tahu apa-apa. Hyuk yang membuat masalah, jadi, kau tidak akan disalahkan."


Je Hoon berpapasan dengan atasannya dan Pak Seol. ATasannya cari muka, jadi ia memarahi Je Hoon yang gak kelihatan saat mereka sibuk mempersiapkan acaranya. Pikir Je Hoon semua akan lancar jika seperti ini?

"Maafkan aku." Kata Je Hoon.

Pak Seol: Dia pasti bisa mengurusnya sendiri. Penilaian kinerjanya bagus. Semua proyek yang dia tangani hasilnya bagus. Dia tidak akan mengacaukan proyek pertamanya bersama tim perencanaan. Bukan begitu?

Je Hoon: Aku akan berusaha keras, Pak.

Pak Seol: Sudah seharusnya. Aku menantikannya.


Pak Seol kemudian pergi, lalu atasannya membisiki, "Yaa! Kau tahu betapa pentingnya acara ini untuk kita semua, bukan? Sebaiknya jangan ada masalah. huh?!"


Mi Yeon dan yang lain membagikan seragam untuk berdemo dan mereka juga membuat poster-poster banyak.


Mi Yeon dan yang lain membagikan seragam untuk berdemo dan mereka juga membuat poster-poster banyak.

Joon membujuk, tidak perlu sejauh ini kan? Tapi mereka sudah amat kesal karena perlakuan sewenang-wenang ini.

Tae Kyung: Mereka harus memperbarui kontrak, jadi, tidak bisa mengabaikan kita. Jika tidak protes di saat seperti ini, kita akan terus diabaikan.

semua: Benar.

Joon: Aku amat berterima kasih kalian marah dan kesal atas keadaanku. Tapi kalian benar-benar tidak perlu melakukan ini. Bagaimana jika kalian semua dipecat bersamaku?

Ki Sub: Joon-ah. Yang kau lalui bisa terjadi kepada siapa saja. Ini bukan hanya demi kau, jadi, jangan merasa bersalah.


Mi Yeon: Aku akan berhenti jika dipecat. Pasti ada tempat lain yang seperti ini. Kita dianiaya, jadi, setidaknya mari tunjukkan yang bisa kita lakukan meskipun ini tidak agresif.

Semua: Tentu saja. Dia benar.


Hyuk datang dan langsung menyetujui mereka kalau mereka harus menunjukkan kemampuan mereka kepada perusahaan.

Joon: Hyuk-ah.

Hyuk: Tapi ini terlalu.. kuno. Seperti yang kalian tahu, aku mengenal Pimpinan secara pribadi. Dia tipe yang tidak tahan dengan protes dari kalian.

Mi Yeon: Sungguh? Akan berhasil?

Hyuk: Sebuah pertunjukan.


Mereka kemudian ke pasar untuk membeli kostum yang akan digunakan dalam pertunjukkan mereka. Setelah mendapatkannya, mereka melangkah dengan sangat percaya diri.


Hari ini adalah hari H. Je Hoon ada disana mengawasi persiapan. Dan ia gelisah menantikan sesuatu.

Kilas Balik.. 


Je Hoon menyuruh Hyuk untuk menghentikan rencananya di acara pencicipan besok.

"Wah.. Kau sudah mendengar?"

"Kau tidak menyadari pentingnya acara itu bagi perusahaan?"

"Jika kau memedulikan perusahaan, jangan khawatir. Aku tidak berniat mengacaukan acaranya."

"Tidak. Apa pun rencanamu, kau tidak akan berhasil."


Hyuk: Kawan. Je Hoon. kau mencemaskanku? Jika ya, jangan cemas. Kini aku lebih tulus dari sebelumnya.

Kilas Balik Selesai..


Tapi nyatanya, Hyuk sangat gemetar hari ini. Joon tahu hal itu dan ia menghampiri Hyuk, tapi Hyuk bilang ia baik-baik saja.


Joon mengingatkan kalau ini belum terlambat, Hyuk bisa hentikan sekarang jika mau. Ingat! Hyuk saat ini melawan ayah dan kakaknya. Tidak ada yang akan menyalahkan Hyuk, jika Hyuk berhenti sekarang.


Hyuk malah harus melakukannya karena alasan yang dibilang Joon tadi. Mereka ayah dan kakaknya. Karena itu, tidak ada orang lain yang bisa selain dirinya.


Batin Hyuk, "Benar. Aku mencoba melawan Ayah dan Kak Woo Sung. Aku tidak pernah memimpikan ini. Aku tidak pernah membayangkan akan melakukan ini. Ini keajaiban dari bangkitnya rasa keberanian yang terkubur. Ini.. karena kau."


Sementara itu, tamu dan para petinggi serta reporter sudah berdatangan.


Hyuk dan kawan-kawan sangat gugup. Kemudian mereka menyerukan selogan mereka untuk melawan rasa gugup itu.

"Latihan seperti pertunjukan. Tampil seperti latihan. Aja! Aja!"


Maka mereka pun mantap menuju tempat pesta.


Nasi Bulgogi Gangsu disajikan dengan berbagai toping untuk disajikan pada para petinggi dan tamu undangan, kemudian mereka memberikan nilai.


Joon masih aja cemas, ia khawatir Hyuk akan benar-benar datang.



Hyuk dan yang lain sampai di depan pintu masuk, tapi mereka dihalangi petugas. Je Hoon kemudian mendekat dan Woo Sung mengkode kepala keamanan untuk membiarkan mereka masuk.


Hyuk dan kawan-kawannya membawakan lagu trot dan mereka sangat kompak sekali. CEO Byun dan yang lain baru menyadari kalau itu adalah Hyuk.


Atasan Je Hoon langsung berlutut di depan CEO Byun, ia akan menghentikan mereka sekarang.

CEO Byun: Tidak perlu. Biarkan mereka tampil.

Dan ternyata semua menikmati penampilan Hyuk, termasuk CEO Byun juga.


Intinya, pertunjukkan Hyuk dan kawan-kawan sukses berat.


Hyuk: Terima kasih. Penampilan ini dipersiapkan oleh para pembersih yang mengurus kebersihan Industri Makan Gangsoo, merayakan peluncuran produk baru. Berikan tepuk tangan meriah untuk para pembersih yang hebat.

Semuanya pun memberikan tepuk tangan meriah. Tujuan Woo Sung gagal total.

Hyuk melanjutkan, "Industri Makanan Gangsu membuat makanan. Kebersihan adalah hal utama jika menyangkut makanan. Karena itulah para pembersih selalu bekerja keras dalam merawat kebersihan Industri Makanan Gangsu demi menyediakan makanan bersih."


Hyuk tiba-tiba melihat kebelakang, ke arah Joon yang memberinya semangat, "Seperti inilah.. Industri Makanan Gangsu menghargai dan peduli kepada para pembersih."


Hyuk baebalik lagi menatap tamu undangan, "Karena itu, Pimpinan Byun memutuskan untuk mempekerjakan para pembersih langsung alih-alih lewat perusahaan layanan tenaga kerja mulai hari ini juga."

Semua jelas terkejut apalagi CEO Byun.


Joon jelas tidak setuju dengan Hyuk kali ini, namun Hyuk hanya menunjukkan senyum manisnya.


Hyuk: CEO Byun. Terima kasih banyak atas keputusan Anda yang amat berarti.

Sontak, semua tim bebersoh langsung berterimakasih pada CEO Byun dan para reporter mengerumuni CEO Byun untuk mengonformasi hal ini. 

Gumam CEO Byun, "Berandal itu."

Woo Sung menyeringai senang.


Joon: Hyuk-ah. Ada apa denganmu? Kenapa melakukan ini?

Batin Hyuk: Ini semua demi kau. Seperti cat air yang menyebar di atas air, dengan perlahan dan elegan, kau mengubah warna hatiku sesuai dengan warnamu. Aku tidak bisa kembali ke warna air karena hatiku telah menjadi seperti hatimu. Seperti inilah, kau mengubah hatiku menjadi seperti hatimu.

Joon: Hyuk-ah~

Hyuk: Joon-ah~


***

Maaf, untuk menulis sinopsis dengan detail seperti ini butuh waktu yang tidak sebentar, jadi mohon pengertiannya. Ditunggu saja, kalau sudah selesai juga langsung diposting..

6 komentar

Thanks mba dian. Ia aku tungu ko mba. Soaleaku gereget banget...
Semangat yo mba dian

iya mba.. semangat mba.. sinopsis mba diana emg paling top.. singkat, jelas, padat..

Akuu tunggu kelanjutan, terimakasih😊😊

Sabar menunggu ko mba diana, enak bacanya sih ..semangat yak ..

Makash mbk so sweety ceritanya...dtnggu kelanjtnnya ya...tetap semangat...

Smg ttp lanjut baaaak diana... Dtuggu, semangat!!!

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon