Wednesday, October 11, 2017

Sinopsis Temperature of Love Episode 14


Sinopsis Temperature of Love Episode 14

Sumber Gambar: SBS 


Hyun Soo mengecek e-mailnya dan semuanya belum membaca keculai Kyung. Kyung bertanya, Hyun Soo gak mau makan kah?

"Hanya kau yang membaca naskah kirimanku."

"Aku melihat lokasi syutingnya di situs para kru, dan itu berbeda dengan lokasi yang di naskah episode 8."

"Itu memang selalu berbeda, jadi, aku tidak keberatan."

"Mungkin mereka terlalu sibuk syuting sampai lupa soal episode 9. Ayo makan hidangan lezat agar lebih bersemangat. Aku sudah memesan tempat. kau bisa membayarnya. Tempat itu agak mahal."

Hyun Soo pun akhirnya tersenyum, "kau memang penyelamat hidupku."


Ternyata tempat yang Kyung maksud adalah Good Soup. Disana mereka disambut ramah oleh Soo Jung. Kyung heran, apa Hyun Soo pernah kesana?

"Kenapa kau memesan tempat di restoran ini?"

"Kupikir kau mau kemari. kau pernah menanyaiku tentang On Jung Sun."


Hyun Soo tak bisa berhenti tersenyum, "Kyung-ah, saking manisnya dirimu, aku bisa menghancurkan semesta."

"Sungguh?"

Dan mereka berdua ketawa.


Jung Sun membacakan pesanan yang masuk. Soo Jung kebetulan ada disana, memberitahu kalau pesanan tadi adalah untuk Penulis Lee Hyun Soo. Jung Sun mengangguk mengerti.


Kyung lega membawa Hyun Soo kesana karena Hyun Soo tampak bahagia saat sedang makan.

"Aku terobsesi akan momen ini. Entah kapan aku bisa bahagia lagi setelah momen ini berlalu." Aku Hyun Soo.

"Menyedihkan sekali. Seakan-akan penderitaan akan langsung menghampiri."


Jung Sun menghampiri, bertanya apa Hyun Soo menikmati makanannya? Jung Sun menanyakannya dengan bahasa banmal. Kyung heran,  terlebih saat Hyun Soo juga menjawab dengan bahasa banmal.

"Apa? Kalian saling mengenal karena kau bicara banmal dengan chef-nya." Kata Kyung.

Kemudian Hyun Soo mengenalkan Kyung pada Jung Sun sebagai asisten penulis yang ia sayangi. Kyung mengerti, ia berdiri dan pulang duluan.

"Aku mau pulang. Tidak ada yang perlu ditulis lagi, jadi, pulanglah saja. Rumahmu dekat dari sini. Aku akan kembali ke ruang tulis dan melapor jika ada kabar terbaru. Sampai jumpa."


Hyun Soo heran, ada apa dengan Kyung itu? Jung Sun menebak, mungkin Kyung mau Hyun Soo tinggal di sana lebih lama. Hyun Soo hanya tersenyum.

"kau belum pernah ke rumahku, bukan?" Tnaya Jung Sun.


Jung Sun menyeduh kopi untuk Hyun Soo di rumahnya. Hyun Soo terus berdiri sambil lihat sana-sini. Jung Sun menebak, Hyun Soo terlalu penasaran sampai tidak bisa duduk, ya?

"Bagaimana kau tahu?"

Hyun Soo mencium aroma kopi Jung Sun dan snagat sedap. Jung Sun menjelaskan kalau itu kopi Blue Mountain, Hyun Soo tidak bisa membelinya karena terlalu mahal, ia mendapatkannya sebagai hadiah. Hyun Soo hanya tersenyum.


Setelah Hyun Soo duduk, Jung Sun memutuskan, sekarang ia memasang telinga lebar-lebar. Jika Hyun Soo bingung antara bicara atau tidak, bicarakan saja.

"Aku mendengar dari Hong Ah tentang kalian berdua."

"Beri tahu aku dia bilang apa agar tidak ada kesalahpahaman."

"Kenapa kau bisa amat tegas dan gamblang? Aku belum pernah melihatmu ragu. kau memiliki tujuan yang jelas dan tidak pernah berpaling. Aku iri kepadamu."


Jung Sun pun duduk agar Hyun Soo tidak terus mendongak. Ia menjelaskan, tidak ada yang bisa membantunya jika ia terjatuh saat merasa ragu. Hidupnya tidak mengizinkannya untuk bersikap ragu. Jadi, Hyun Soo tidak perlu iri.

"Aku merasa kami bertengkar karena memperebutkan seorang pria. Aku merasa tidak nyaman."

"Kalau begitu, lepaskan aku. Jika kau bisa melepaskannya, lakukan saja sekarang."


Jung Sun melanjutkan, ia benci mengacak-acak perasaan seseorang. Ia tidak pernah membingungkan Hyun Soo sampai sekarang. Hyun Soo saja yang terus-terusan berkata bahwa manusia itu munafik.

"Kau menjauhi pria yang mencintaimu demi pekerjaan. Aku harus bergantung pada apa untuk memulai kembali?"

"Maafkan aku~"


Jung Sun takut, Hyun Soo pernah menjauhinya sekali. Ada kemungkinan Hyun Soo bisa mengulanginya lagi. Realitas itu selalu kejam.


Hyun Soo kemudian menggenggam tangan Jung Sun, "Aku egois. Cinta terjadi antara dua orang, tapi aku hanya memikirkan diriku. Aku tidak cukup serius."

Hyun Soo melepaskan tangan Jung Sun, "Aku akan memikirkannya."


Saat itu Jung Sun kembali memandangnya.


Hong Ah kembali menemui Jung Woo. Jung SOo mengucapkan selamat atas kemenangan Hong Ah. Tapi ia heran, ia kan sudah bilang akan datang menemui Hong Ah tapi kenapa Hong Ah yang menemuinya?

"Aku tidak punya waktu untuk duduk. Aku ingin segera pergi. Aku ingin melihat mimpiku menjadi nyata."

"Ah.. Jika naskahmu dipilih oleh HNC, hak ciptanya terikat pada HNC selama lima tahun. Bisa rumit jika kau bekerja dengan kami untuk judul itu."

"Menurut Anda kenapa aku memilih Anda dibandingkan rumah produksi lainnya?"

"Baik. Biar kupikirkan."

"Anda sudah membacanya?"


Jung Woo menjawabnya sambil berjalan, ia membacanya sepintas dan itu kelihatan bagus. Kisah Cinderella dengan rahasia di balik kelahiran selalu menarik, meski sudah amat pasaran.

"Itu memang tujuanku. Semua orang kelas atas di dalamnya adalah orang-orang di sekitarku. Kisah ini akan menjadi lebih nyata dibandingkan drama lainnya."

"Mari pikirkan lebih dahulu soal penekenan kontraknya."

"Syaratku, aku harus dibayar lebih daripada Hyun Soo. Meski satu sen."

"Itu akan sulit."

"Karena perasaan pribadi Anda, bukan? Anda menyukainya, jadi..."

"Ji Hong Ah-ssi."


Jung Woo menegaskan, jika Hong Ah ingin bekerja dengannya, ada aturan yang harus Hong Ah ikuti.

"Pertama, bangun kepercayaanmu kepadaku. Penulis Lee memulai dengan memenangkan kompetisi, dan drama seri dia yang berikutnya mendapatkan ulasan bagus. kau belum bisa dianggap sebagai penulis sekarang."

"Hyun Soo menang dengan drama seri, tapi aku memenangkan drama mingguan."

"Drama tidak dinilai dari penulisan, tapi dari acara yang ditayangkan."


Saat dalam perjalanan Jung Woo menghubungi Hyun Soo. Pertanyaannya selalu sama, sedang apa?

"Oh.. Ber--pikir."

"Apa maksudmu berpikir? Keluarlah. Berpikir hanya membuat sakit kepala. Lebih baik berjalan-jalan."


Jung Woo mengajak Hyun Soo ke tempat bunga yang tumbuh di beton itu tapi ternyata tidak ada bunganya.

"Dia sudah melakukan tugasnya dan kembali." Kata Hyun Soo.

"Bunga itu tidak mati?"

"Bunga hanya mekar di saat-saat tertentu. Dia sudah melakukan tugasnya dan akan kembali usai beristirahat."


Mereka kemudian lanjut berjalan. Hyun Soo tidak menyangka Jung Woo memiliki sisi seperti itu. Sisi yang hangat dan perasaan malu.

"Kenapa kau berpikir begitu?"

"Seseorang baru saja melempar bom kepadaku lagi. Anda ingin aku menyiapkan diri sebelum bom itu datang. Anda ingin aku melihat Si Juara dan melihatnya menyemangatiku. Bukankah itu tujuan Anda?"

"Kurang lebih begitu."


Jung Woo lalu mengatakan mengenai Hong Ah yang belum lama ini mendatanginya dengan tulisannya dan ia menemuinya lagi hari ini.

"Dia bilang apa?" Tanya Hyun Soo.

"Dia ingin meneken kontrak."

"Anda akan melakukannya?"

"Aku masih bimbang. Di satu sisi, naskahnya bagus, tapi di sisi lain, kepribadiannya terlalu kuat."

"Apa hubungan kepribadiannya dengan hal itu? Anda bukan mau tinggal dengannya. Anda mau tinggal dengannya?"


Jung Woo tersenyum sambil menjawab tidak. Kalau begitu Hyun Soo menyuruh Jung Woo melakukan saja seperti biasa. Jung Woo hanya diam saja.


Hyun Soo mengalihkan pembicaraan dengan membahas langit yang kelihatan indah malam ini.

"Langit malam hari sangat bagus. Ini kali pertamaku menatap langit di tahun ini." Kata Hyun Soo dan Jung Woo meyetujuinya.


Hyun Soo tiba-tiba minta ijin untuk menanyakan sesuatu. Jung Woo tersenyum, sejak kapan Hyun Soo meminta izin sebelum bertanya?

"Aku sering ragu-ragu, dan tidak cukup serius, bukan?"

"Siapa yang mengatakannya?"

"Seseorang. Seseorang mengatakan itu."

"Dia mengatakan banyak hal karena frustrasi."


Jung Woo melanjutkan, seseorang itu salah paham tentang diri Hyun Soo. Masalah utama Hyun Soo adalah terlalu banyak berpikir, terutama soal cinta.

"Ikuti saja kata hatimu. Sampai kapan kau mau sendirian dengan perasaan tidak jelas itu? Berhentilah.. memikirkan pria yang tidak bisa kau miliki. Jika menyangkut cinta, sikapmu realistis, tapi nyatanya tidak. Realitasmu sekarang adalah aku."


Jung Sun dan Won Joon juga melihat langit malam ini. Jung Sun hanya berharap mereka tidak defisit bulan ini.

" "Star's Favorite Dish" harus sukses. Sebelum memikat dengan makanan, lakukan dengan wajahmu dahulu." Kata Won Joon.

"Wajahku tidak seberapa."

"kau tampan dan juga kejam. Itu membuatmu makin menarik."

"Kenapa aku kejam?"

"kau kejam pada perasaanmu terhadap wanita."


Jung Sun menjelaskan, itu karena ia dibesarkan oleh orang-orang yang mudah menyia-nyiakan perasaan. Orang yang suka murung itu sulit.

"Tapi bukankah sikapmu terlalu kejam kepada Hong Ah? kau seorang pria. Saat seorang gadis... Dia bukan gadis biasa. Dia sangat cantik. Saat gadis seperti dia menyukaimu, setidaknya pertimbangkan itu."

"Kenapa aku harus melakukannya jika tidak bisa bertanggung jawab? kau aneh. Kenapa kau berkata begitu padahal menyukainya?"

"Aku tidak menyukainya. Aku mencintainya. Aku sedang menunggu. Sejujurnya, terkadang aku mau kau bersikap kejam kepadanya, tapi aku tidak tega."

"Aku teringat ibuku. Pria dan wanita memang makhluk aneh."

"Jika Hong Ah itu pria, usai sudah. Aku pasti sudah memukulinya."

Jung Sun hanya bisa ketawa dan Won Joon juga ikut. Won Joon berteriak, ia harap mereka sukses, "Star's Favorite Dish" harus sukses! Sukses! Sukses!


Acara Jung Sun akhirnya ditayangkan. Ada yang menarik disini, Lee Deul Lae tiba-tiba minta maaf pada Jung Sun. Pembawa acara heran, memangnya kenapa?

"Sejujurnya.. kupikir kau datang ke sini karena ketampananmu."

Semuanya ketawa, tapi ekspresi Jung Sun sama sekali tidak berubah.


Jung Sun juga muncul dimajalah, berbagai komentar positif bermunculan. Dan saat makan siang dengan para staf. Min Ho mengecek internet, Jung Sun menjadi topik pencarian nomor 1.

Mereka semua senang dan berharap Good Soup akan ramai pengunjung. Jung Sun melarang mereka berharap terlalu tinggi.

Won Joon: Tapi hari esok bisa saja berbeda dari hari kemarin. Ayo semangat.

Jung Sun: Mari persiapkan diri kita untuk hal-hal tidak terduga!

Semua: Bersulang!


Episode 9 drama Hyun Soo ditayangkan, Hyun Soo menontonnya bersama Kyung. Hyun Soo terkejut dengan adegan yang ada di Tv, tidak sesuai dengan naskahnya.


Kyung mengerti ekspresi Hyun Soo, ia pun mematikan TV-nya. "Ah.. Membosankan sekali. Rating pemirsa akan turun drastis besok. Seluruh episodenya hanya dipenuhi dengan ledakan, api, dan perkelahian."

"Mereka menghapus hampir semua yang kutulis."

"Mereka memang mempekerjakan penulis untuk mengganti tulisanmu. Bertahanlah Unnie. Dramanya masih atas namamu. Tidak ada yang akan tahu."

"Aku mengetahuinya. Itu semua orang."

Hyun Soo langsung memakai manteknya, ia perlu mengetahui keseluruhan ceritanya, ia tidak boleh hanya berasumsi.


Hyun Soo menemui produser dan Produser berkata kalau ia sangat sibuk. Drama Hyun Soo sudah seperti siaran langsung, harus diperiksa sana-sini.

"Aku menonton dramanya."

"Yi Bok bekerja dengan penulis lain, bukan hanya Penulis Park."

"Kenapa Anda tidak memberitahuku?"

"Bersikaplah realistis saja. Bertahanlah. Dramanya masih atas namamu. kau akan menjadi penulis yang memiliki daftar film. Semuanya akan lebih mudah lain kali."


Hyun Soo sangat stress, ia berlari untuk menguranginya. Namun ia jadi teringat perjuangannya dulu untuk sampai ke tahap ini, bagaimana perlakuan orang-orang padanya dan apa saja yang sudah ia buang. Hyun Soo tidak tahan lagi, ia menangis sepanjang jalan.


Kyung menemui Jung Woo, mengatakan bahwa drama yang ditayangkan hari ini bukan hasil tulisan Hyun Soo. Jung Woo melihat ratingnya dan ternyata lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Hyun Soo sudah dipastikan akan kesulitan.


"Menurut Anda dia akan dipecat?" Tanya Kyung.

"Tidak. Ini ceritanya. Mana mungkin dia dipecat? Kita akan tetap menaruh namanya, tapi penulis bayangan yang bekerja."

"Baguslah. Banyak hal telah terjadi. Kupikir dia akan dipecat. Aku mau meminta bantuan Anda jika hal seperti itu terjadi."


Joon Ha tiba-tiba datang dan duduk disamping Kyung. Kyung sebal, ia mengatakan kalau ia membenci semua orang yang bekerja di stasiun TV.

"Kenapa melampiaskannya kepadaku?"

Kyung tidak menjawabnya, ia pamit pergi pada Jung Woo.


Jung Woo bertanya, siapa yang menulis naskahnya? Joon Ha menjawab tim beranggotakan tiga orang. Mereka tidak bisa memecat Hyun Soo kecuali dia mengundurkan diri.

"Minta dia bertahan. Situasi menyulitkan ini akan mengantarkan kejayaan nantinya." Lanjut Joon Ha.

"Apa gunanya mendapatkan kejayaan setelah hancur berkeping-keping? kau mau di sini?"

"kau mau pergi?"

"Ada seseorang yang harus kutemui."


Jung Woo datnag ke rumah Jung Sun. Jung Sun saat ini akan minum bir tapi Jung Woo langsung merebutnya.

"Selamat. Orang-orang menyukaimu. kau masih bertahan di daftar teratas pencarian. Chef Ohn Jung Sun." Kata Jung Woo.

Jung Sun pun terpaksa mengambil yang baru di kulkas. Jung Sun tidak yakin pencapaiannya itu pantas diselamati.

"Tentu saja. Mereka menyukai pria yang bahkan tidak dikenal."

"Menurutmu begitu?"

"Tentu saja. Orang-orang menyukaimu padahal kau tidak berusaha."

Jung Sun tertawa, semua itu berkat Jung Woo. Jung Woo membantah, Jung Sun itu mempunyai nilai jual dan itu bukan berkat dirinya. Lalu Jung Woo mengajak Jung Sun bersulang.


Jung Sun bertanya, apa Jung Woo datang selarut ini hanya untuk menyelamatinya?

"Itu salah satunya. Aku juga butuh bantuan."

"Ada apa?"

"Aku ingin melamar."

"Kapan? Siapa?"

"Aku biasanya mengambil keputusan yang penting tanpa berdiskusi."

"Wanita itu sangat beruntung karena dia penting bagimu."

"Menurutmu begitu?"

"Ya. kau pria terbaik di dunia."

"Aku ingin melakukannya di Good Soup."

"Lakukanlah. Akan kusukseskan itu."

*Seandainya mereka sadar, mereka mencintai wanita yang sama.


Keluarga Hyun Soo datang. Ayah, Ibu, Hyun Yi dan putrinyam Bo Ra, Bo Ra berkata pada Hyun Soo, "Ada artikel tentang Bibi."

Ibu membentak Bo Ra tapi Hyun Yi melarangnya arena nanti bisa terkejut.


Hyun Yi membanggakan putrinya yang sudah pandai bicara untuk anak usia empat tahun.

"Ya. Sama seperti bibinya. Hyun Soo juga seperti itu." Jawab Ibu.

"Benar. Hyun Soo anak yang pintar." Ayah membenarkan.

"Jika mendengar ini sebelum menikah, aku akan sangat marah." Tanggapan Hyun Yi.


Hyun Soo: Adik iparku sangat baik hati, tapi aku selalu penasaran kenapa dia menikahi Hyun Yi.

Hyun Yi: Unnie...

Hyun Soo: Lihat. Dia pasti akan menendangku jika belum menikah.


Hyun Soo bertanya, artikel apa yang dilihat mereka? Hyun Soo membuka internet dan ia membaca artikel mengenai gosip pergantian penulis di dramanya.

Hyun Yi: Unnie menulis naskah dengan bantuan orang lain, bukan?

Ibu: Bagus. Hyun Yi ahli dalam hal ini. Mengatakan hal yang sulit dikatakan.

Hyun Soo kelihatan sedih.

Ibu: kau tidak mengetahuinya?

Hyun Soo: Aku mengetahuinya. Tapi ini tetap menyakitkan.

Hyun Yi: Setidaknya Unnie berhasil debut. Lebih baik daripada dahulu.

Hyun Yi lalu mengajak semua makan apa yang mereka bawa. Hyun Soo juga harus makan agar merasa lebih baik.


Good Soup snagat sibuk, pelanggan membludak. Pesanan juga terus datang.


Saat makan siang, Won Joon iri melihat semuanya masih segar, apa karena faktor usia?

Ha Sung: kau selalu melakukan itu.

Kyung Soo: Haruskah kau membunuhnya dua kali?

Won Joon: Yaa! kau lebih parah!


Jung Sun: Pemesanan tempat untuk makan malam penuh, bukan?

Soo Jung: Ya. Penuh untuk seminggu ke depan.

Semua orang bersorak gembira.

Won Joon: Chef, kau akan membiarkan hari bersejarah lewat begitu saja?

Jung Sun: Tentu saja tidak. Mari kita rayakan nanti, setuju?

Semua: Setuju!


Sementara itu, Hyun SOo galau setelah keluarganya pulang.


Sebelumnya, Hyun Yi, Ibu, Bo Ra dan Ayah menyuruhnya untuk bertahan.


Hyun Soo memutuskan untuk menemui Produser, ia mengundurkan diri. Ia akan melepaskan "Detektif Pembangkang".

"Ada apa denganmu, Penulis Lee? Aku menyuruhmu bersikap realistis. kau hanya perlu bertahan."

"Aku tidak tahan lagi. Entah kenapa aku harus bertahan. Maafkan aku. Aku tahu Anda memikirkan diriku. Aku akan menyerah."

"kau akan menyesalinya. Dengarkan aku saja. Aku lebih tua dan sudah bekerja lebih lama."

"Terima kasih."


Hyun Soo berjalan di lobi dan orang yang terpikir olehnya adalah Jung Sun. Ia ingat saat Jung Sun mengakui perasaanya kalau Jung Sun merasa takut ia akan membuang Jung Sun lagi.


Hyun Soo lalu menghubungi Jung Sun tapi tidak diangkat karena Jung Sun dan yang lain sedang main bola. Hyun Soo hanya bisa menangis.


Setelah di luar, Jung Soo menghubunginya.

"kau membuat masalah lagi. Yoo Hong Jin menghubungiku. Jangan bersikap begini. Datanglah ke kantorku."


Hyun Soo sampai disana, ia menyuruh Jung Woo mengatakan apa yang mau dikatakannya, ia ingin segera dihukum.

"Kenapa.. kau berpikir aku akan menghukummu?"

"Karena aku tidak bertahan."

"Aku tidak pernah memintamu bertahan."


Jung Woo melanjutkan, Hyun Soo menolak semuanya saat ia mencoba membantu. Hyun Soo bilang mau berusaha sendiri.

"Kubilang aku tidak tahan lagi. Tahukah Anda sesulit apa bagiku untuk mengatakan aku tidak tahan? Semua orang memintaku bertahan.. tapi naskah itu bukan tulisanku. Itu bukan cerita yang ingin kusampaikan. Tapi semua orang bilang akan baik-baik saja jika bertahan. Apa itu masuk akal?"


Hyun Soo melanjutkan dengan airmata, ia mencoba bertahan karena ingin debut. Sutradara Min memberinya berbagai petunjuk dan ia tahu pemikiran mereka berbeda. Tapi ia mengabaikannya karena mau debut.

"Ditulis oleh Lee Hyun Soo. Jika namaku tertulis di layar, orang tuaku akan bangga. Teman-temanku akan melihatku dengan cara berbeda. Aku rela tidak menulis ceritaku selagi mencoba bertahan. Tapi jika terus bertahan, aku merasa tidak bisa kembali menjadi diriku yang sebenarnya. Salahkah jika aku melakukannya?"


Jung Woo hanya mendekati Hyun Soo untuk menghapur airmatanya.

Hyun Soo baru sadar ia menangis. Ia menyingkirkan tangan Jung Woo sambil menjelaskan kalau ia sudah berusaha untuk tidak menangis.


Tapi Jung Woo malah menggenggam tangannya.

3 komentar

Unni di tnggu lnjutannya semangatttt

Campuurr aduuuukkk... Demi drama ini sampai jebol pulsa bulanankuuu... Salam kenal, dan lanjutkann... Hehhee

Campuurr aduuuukkk... Demi drama ini sampai jebol pulsa bulanankuuu... Salam kenal, dan lanjutkann... Hehhee

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon