Tuesday, October 17, 2017

Sinopsis Temperature of Love Episode 17

 

Sinopsis Temperature of Love Episode 17

Sumber Gambar: SBS


Hyun Soo dan Jung Sun kembali ke hotel sambil bergandengan tangan. Tapi mendadak Hyun Soo melepaskan tangan Jung Sun. Hyun Soo melihat ke kamera CCTV yang mengawasi mereka.

"Itu penyakit akibat kerja. Seseorang sedang mengawasi kita." Kata Hyun Soo.

Tapi Jung Sun malah menggandengn tangan Hyun Sun dan menungukkannya, "Aku berusaha meninggalkan bukti."

Hyun Soo pun ikutan ketawa.


Jung Woo kembali dengan wajah sedih banget, ia memutar kembali ingatannya mengenai cerita Hyun Soo dan Jung Sun tentang orang yang mereka sukai.


Sebelum masuk ke kamarnya Jung Sun menghentikan Hyun Soo,  mau tidur bersama?"

"Tentu." Jawab Hyun Soo yakin.


Namun yang dimaksud tidur bersama adalah mereka tidur di waktu yang sama di kamar masing-masing.


Kyung usai membersihkan diri dan ia terkejut melihat Hyun Soo menyalakan banyak sekali lilin. Ia bertanya kenapa Hyun Soo melakukannya tapi Hyun Soo sudah menutup matanya.


Hyun Soo menjawab Kyung dengan mata tertutup, ia harus tidur karena sudah setuju tidur bersama. Kyung mengeluh, Hyun Soo kan belummenghabiskan waktu bersamanya dan ia juga tidak mengerti apa maksud Hyun Soo itu. 

"Kyung, biarkan aku begini untuk hari ini saja. Hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku." Kata Hyun Soo ketawa.


Kyung mengeluh lagi tapi ia menurut, lalu ia mematikan semua lilinnya.


Liburan usai, Jung Sun kembali ke rumah dan pagi ini ia sedang memasak, ia membuat permen dan juga sup.


Sementara itu, Kyung dan Hyun Soo nonton kartun sambil makan es krim. Kyung merasa sudah waktunya makan, haruskah ia masak? Hyun Soo melarang, pesan saja!


Jung Sun tiba-tiba mengirim pesan untuk Hyun Soo, memberitahu kalau ia ada di luar. Hyun Soo panik karena ia masih berantakan, bahkan ia tidak keramas.

"Aku akan membuatnya sibuk. Cepatlah berias."

"Baiklah, aku akan segera keluar."


Hyun SOo bergegas berias, tapi saat ia keluar tidak ada Jung Sun disana, hanya ada bungkusan dan Kyung membawanya masuk.

"Dia pergi usai meninggalkan ini di depan rumah kita." kata Kyung.

Hyun Soo membuka itu dan ada surat disana, "Hyun Soo-ssi, aku tahu kamu menyukai makanan pedas. Makanlah ini sambil bekerja. Makan karamel ini saat kamu kekurangan gula."


Hyun Soo membukanya dan tersenyum lebar.


Jung Sun kembalike Good Soup dan ternyata Hyun Soo sudah ada disana, Hyun Soo tadi naik taksi jadi sampainya lebih cepat dari Jung Sun yang cuma naik sepeda.

"Kenapa kau langsung pergi usai memberiku tteokbokki?"

"Memang apa lagi yang seharusnya kulakukan?"

"Kau memang tidak serius melakukan apa pun."

"Mau kuantar pulang?"

"Tidak usah. kau pasti lelah setelah memasak."

"Baiklah kalau begitu."


Jung Sun akan menjalankan sepedanya lagi dan Hyun Soo memeganginya dari belakang, kesal karena Jung Sun jual mahal padanya.

"Kalau begitu, kau harus memilih jawaban dengan bijak." Kata Jung Sun.

"Baiklah."

Lalu Hyun Soo naik ke sepeda Jung Sun.


Jung Sun bertanya, apa Hyun Soo di rumah lagi hari ini? Hyun Soo bilang tidak, Jung Woo ingin menemuinya, kalau Jung Sun. 

"Aku akan bekerja." Jawab Jung Sun.


Lalu Hyun Soo melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jung Sun, tidak seperti waktu itu.


Jung Sun membuka restoran kembali dan disana ramai seperti biasa. Kali ini ada pelanggan kusus yang alergi dengan kacang.


Jung Sun menerima pesanan itu, ia menyurh Ha Sung mengambil puree khusus untuk yang alergi kacang.


Ada masalah nih, piring yang khusus untuk orang alergi dipindah sama Min Ho, jadinya bercampur dengan yang lain. Ha Sung tidak melihatnya, jadi ia bilang yang paling kanan padahal yang paling kiri.


Hyun Soo pun menemui Jung Woo dan Jung Woo tidak seperti biasanya, ia lebih pendiam. Saat Hyun Soo datang, ia langsung menyuruh Hyun Soo duduk.


Jung Woo lalu memberikan naskah melodrama Hyun Soo, "Sup Baik Tidak Akan Mengangkat Teleponnya", ia ingin menjadikan itu sebuah drama.

"Aku baru saja berhenti menulis drama "Detektif Pembangkang"." Kata Hyun Soo.

"kau menulis ini sebelum naskah drama itu. Aku suka membaca naskah ini karena ceritanya unik."

"Aku akan terhormat jika kau mau mengangkat ini menjadi drama."

"Kita sepakat. kau bisa meneruskan penulisan untuk naskah berikutnya."

"Baiklah."


Jung Soo lalu mengatakan kalau apartemen yang sebelumnya Hyun SOo gunakan akan ditempati oleh Hong Ah. Hyun Soo tidak masalah, ia akan menulis si rumah sementara ini.

"Satu hal lagi.. Penulis Ji Hong Ah akan bergabung dengan tim naskah "Detektif Pembangkang"."

"Aku yakin Hong Ah bisa sangat membantu."

" "Detektif Pembangkang" kini menjadi proyek semua orang. Kita tidak boleh membiarkannya sampai gagal."

"Tapi, aku tidak mau dia mengubah alur cerita asli dari naskahku."

"Aku tidak bisa menjanjikanmu itu. Itu terserah Hong Ah."

"Aku akan bicara sendiri dengannya."

Jung Woo menanyakan apa rencana Hyun SOo hari ini. Hyun Soo bilang ia harus bekerja, ia lihat Jung Woo selama ini bekerja selagi ia mencoba untuk bangkit. Ia akan membalasnya dengan menulis naskah yang bagus.


Hyun Soo akan naik lift dan ia kebetulan bertemudengan Hong Ah, kebetulan sekali karena Hyun Soo juga ingin menemui Hong Ah.

"Aku juga ingin menemui Unnie. Kita sehati." Kata Hong Ah.

"Kau ingin menemui Pak Park, bukan?"

"Ya, aku datang untuk menandatangani kontrak. Itu tidak akan lama. Bisa menunggu sebentar?"


Hong Ah dan Jung Woo menandatangani kontrak, setelah itu mereka saling berjabatan tangan.


Tamu yang alergi kacang itu mulai gatal-gatal dan sesak nafas. Pria yang bersamanya marah pada Jung Sun.

"Kau berniat membunuhnya?! Kau menyebut dirimu chef?! Huh!"

Soo Jung sudah menghubungi ambulans, tapi Won Joon melihat tamu itu sudah tidak bisa menunggu lagi. Jung Sun pun langsung mengambil tindakan untuk mengantar tamu itu ke rumah sakit sendiri.


Setelah menandatangani kontrak, Hong Ah menemui Hyun Soo di kafe. Hyun Soo tiba-tiba berkata kalau Hong Ah aneh sekali, hidup tampaknya mudah sekali untuk Hong Ah, Hong Ah pasti hanya mengingat hal yang ingin Hong Ah ingat.

"Tidak ada yang baik bagimu karena keadaanmu ini. Aku mengerti." Kata Hong Ah.

"Sudut pandangku tidak kacau. Aku merasa jauh lebih damai. Soal "Detektif Pembangkang".. Aku sudah mengirimkan semua naskah jadiku. Jangan menyalin apa pun dari ceritaku."

"Tapi Hyun Soo, jika tokohnya sama, akhir ceritanya mungkin akan mirip juga. Bukan hanya itu saja yang harus kau pikirkan."

"Pokoknya jangan. Kau bisa menghindarinya. kau pintar. Semua sudah dilindungi hak cipta. Hukum berada di pihakku. Aku punya bukti sudah mengirimkan semua naskahnya kepadamu."

"Kau terlalu rewel. Jika acara ini tidak bagus, On Entertainment akan terpengaruh. Park Jung Woo Daepyonim sudah melakukan banyak hal untukmu."

"Kau selalu mengerti intinya. Aku ingin pasrah saja saat memikirkan Park Daepyonim. Tapi aku merasa harus tegas saat memikirkan dirimu."

"Unnie!"


Hyun Soo bertanya, apa Hong Ah sudah lupa apa yang Hong Ah lakukan padanya? Kenapa Hong Ah bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi?

"Semua masalah harus kuselesaikan. Aku tidak suka memendamnya. Semua sudah selesai hari itu." Tegas Hong Ah.

"Kalau begitu, aku ingin bicara soal itu sekarang. Memang tidak nyaman menanyakan ini, jadi, kupendam saja meski sangat penasaran. Meski kau mengatakan hal buruk tentang Jung Sun."

"Kapan aku bicara buruk tentang Jung Sun?"

"Dia pria mata keranjang. Dia bersekolah di luar negeri sejak kecil. Apalagi Prancis jauh lebih bebas ketimbang di sini. Kau tidak bisa mengabaikan lingkungan seseorang. Tahukah kau dahulu dia sering menggodaku? Meski dia menyukaimu, jangan kau terima."

"Apa maksudmu?"

"Itu semua yang kau katakan soal Jung Sun. Kau tidak ingat?"

"Tidak."

"Seperti yang kau tahu, ingatanku bagus."

"Memang."


Hyun Soo: Dahulu aku sangat menyukaimu dan menghargaimu. Aku percaya semua hal yang kau katakan soal Jung Sun. Menghapus perasaan yang aku punya untuknya. Aku mencintainya, tapi tidak terlalu kuhiraukan. Aku harus membayar mahal untuk itu. Aku masih berusaha memahamimu karena keadaanmu sedang buruk. Kau terus kalah kontes, tapi orang berharap banyak kepadamu. Kukira kau bisa berubah begitu keadaanmu membaik. Dahulu kita memiliki kenangan indah.


Hong Ah juga sampai saai ini juga masih menyukai Hyun Soo, tapi ia iri. Ia benci karena aku iri kepada Hyun Soo. Ia membenci dirinya sendiri dan karena itu makin membenci Hyun Soo karena membuatnya membenci dirinya sendiri.

"Tapi.. aku nyaman bersama denganmu. Aku berusaha bersikap lebih baik. Tapi saat melihatmu sukses, aku merasa rendah dan membenci diriku sendiri. Aku pun makin membencimu. Aku harus bagaimana?"

"Kau bisa saja mengabaikanku."

"Aku sudah mencobanya, tapi aku selalu ingin tahu apa saja yang kau lakukan. Aku membencimu, lalu mencobanya, membenci, lalu mencobanya lagi. Tapi sekarang keadaanku sudah membaik, tidak akan ada lagi pertentangan di dalam diriku."

"Hoh.. Kamu membuatku tidak bisa berkata-kata."


Joon Ha saat ini ke rumah Hyun Soo, dimana disana cuma ada Kyung. kyung heran, apa Joon ha tidak bekerja?

"Aku sedang menunggu. Aku merasa kau menjadi kurang ramah, Hwangbo."

"Apa maksudmu? Kau mengatakan hal aneh."

"Aku lapar. Dahulu aku tidak perlu bilang..."

"Ayolah! Kenapa kau begitu mengundang iba, Pak Sutradara Kim?"

"Aku menyukai ramyeon dan pangsit."

"Astaga."

"Telur rebus juga enak."

"Kau hanya menyukai telur rebus. Norak sekali. Bukankah asalmu dari Seoul?"


Tapi walaupun begitu, Kyung tetap bangkit untuk mengambilkan makanan. Joon Ha cerita, sebelum ibunya kabur, ibunya merebuskan banyak telur untuknya. Sewaktu kecil, ia tidak suka telur, tapi sekarang ia menyukainya.

"Kenapa kau menceritakan hal itu? Itu terlalu pribadi."

"Aku mengucapkannya begitu saja."

"Kurasa kau merayu banyak wanita dengan ceritamu itu."

"Mereka selalu percaya. Rasa iba adalah rayuan terbaik."

"Wahh.. kau menceritakan kisah keluargamu untuk merayu wanita?"


Hyun Soo pulang dan mereka langsung menghampiri di depan pintu. Joon Ha mengatakan kalau ia akan menyutradarai drama baru Hyun Soo. Kyung terkejut, Hyun Soo akan ikut ambil bagian lagi?

"Ini naskah yang kutulis sebelumnya, "Sup Baik". Daepyonim ingin memproduserinya." Jelas Hyun Soo.

Joon Ha membujuk Hyun Soo untuk bekerja sama dengannya saja, ia sudah membaca naskahnya lagi dan sangat menyenangkan, karena itu, ia datang kemari.

Hyun Soo dan Kyung saling pandang, lalu Kyung mengajak Hyun Soo bicara berdua.


Mereka berdua menutup pintu, meninggalkan Joon Ha di luar.

Joon Ha: Ada apa? Kenapa kau tampak ragu? Aku pandai menyutradarai drama percintaan. Tidak ada sutradara yang lebih baik dalam hal itu. Kau harus bekerja dengan sutradara yang menyukai karyamu. Aku menyukainya.


Kyung sama sekali tidak setuju kalau Joon Ha menjadi sutradaranya. Selera seninya aneh, Joon Ha pasti akan mengubah naskah percintaan menjadi drama menegangkan.

"Lalu bagaimana dengan pencahayaannya? Wajah semua orang akan tampak hijau!"

Kyung mengatakannya keras-keras jadi Joon Ha bisa mendengarnya. Joon Ha kemudian membuka pintu.

"Nona Penulis Hwangbo, aku hampir menangis."


Kyung dan Hyun Soo akan menjelaskan maksud mereka tapi Joon Ha memotongnya.

"Baiklah. Jika memang ingin sekali, aku akan melakukannya. Jangan cemas. Terima kasih atas kritikmu yang membangun untuk kemampuanku. Sekarang.. Berikan telur rebusku sekarang."


Jadi mereka makan bertiga. Joon Ha heran karena makanannya tidak seperti biasa, kurang banyak. Kyung menjelaskan, semua itu pemberian orang dan ia sudah baik memberikan sebagian untuk Joon Ha.

"Begitu, ya. kau memberiku persediaanmu karena aku memang pantas diberi? Kau seharusnya bilang tadi." Jawab Joon Ha.

"Ada apa denganmu?" Kesal Kyung.

"Reaksimu lucu." Komantar Hyun Soo dan Joon Ha setuju.

Lalu Hyun Soo bertanya kenapa Joon Ha ingin menyutradarai dtamanya. Joon Ha menjelaskan, ceritanya agak unik, Emosi yang ada pada pasangan ini sangat hidup,. Menyenangkan. Ia suka kisah akhir yang sedih.

Hyun Soo: Aku akan mengubah akhirnya menjadi bahagia.

Joon Ha: Tidak, kau harus tetap mempertahankan akhir sedihnya. Tapi, dari mana kau mendapatkan nama Sup Baik itu?

Hyun Soo: Astaga, tunggu. Ada yang harus kulakukan, tapi tidak bisa.

Hyun Soo meninggalkan makanannya dan berlari ke kamar.


Hyun Soo mengirim pesan untuk Jung Sun, "kau sedang apa?"


Jung Sun saat ini ada di rumah sakit, jadiia tidak bisa melihat ponsel.

Dokter menjelaskan, tamu itu mengalami kesulitan bernapas karena jalan udaranya terhalang oleh reaksi alergi, tapi ia sudah menanganinya jadi tidak perlu khawatir.


Dokter kemudian pergi, Jung Sun langsung minta maaf pada pria-nya tamu itu.

"Aku sungguh minta maaf."

"Karena ini terjadi usai Anda tampil di televisi, aku tidak bisa tidak menyalahkan hal itu. Kami lebih suka saat pelanggannya masih sedikit. Anda tidak menjadi sombong, bukan?"

"Tidak. Aku akan menanggung seluruh biaya rumah sakit. Termasuk biaya tambahan perawatannya."


Staf Good Soup sama sekali tidak semangat saat makan siang. Won Joon menghela nafas, ia memeintahkan mereka untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak, setelah itu bersiap untuk waktu makan malam.

Ha Sung: Sudah kulakukan sesuai perintah. Kutaruh di ujung paling kanan. Jadi, itu bukan salahku.

Soo Jung: Lalu maksudmu ini salah Chef On?

Ha Sung: Aku tidak bilang begitu. Aku hanya bilang ini bukan salahku.


Jung Sun datang tepat waktu itu, ia mengatakan pada yang lain kalai ia bertanggung jawab atas semua kejadian di dapur. Juga ia menyampaikan keadaan tamu mereka sudah baik, tadi itu reaksi alergi.

Won Joon: Terima kasih sudah mengurusnya.

Jung Sun: Aku ingin tahu apa yang terjadi hari ini, agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Won Joon: Ha Sung bilang sudah menaruh piring itu di ujung paling kanan. Siapa yang memindahkannya?

Min Ho: Aku... Kurasa aku memindahkannya saat menyajikan pencuci mulut. Maafkan aku.

Jung Sun: Lalu aku memercayai Ha Sung, dan mengambil hidangan itu tanpa memeriksanya. Ada masalah dengan komunikasi kita. Tetap fokus saat berkomunikasi meski kita sedang sibuk.


Hyun Soo masih menunggu pesan balasan dari Jung Sun tapi malah mendapat pesan dari ibunya, bertanya sedang apa. Hyun Soo menjawab kalau ia sedang makan tteokbokki.


Jung Sun melefon penulis acara TV yang ia ikuti, ia berkata ingin keluar.

"Kenapa? Anda yang diuntungkan jika tampil di televisi. Bukankah penjualan di restoran Anda meningkat?"

"Sangat meningkat. Tapi ini karena hal lain."

"Baik, kuhubungi nanti. Aku akan membahasnya dengan sutradara."


barulah kemudian Jung Sun membuka pesan dari Hyun Soo.

"Sedang minum air putih." Jawab Jung Sun.


Hyun Soo mengajak Kyung membuat riset baru karena ia menulis naskah itu 3 tahun silam.

"Kita bisa mengumpulkan informasi dari Chef On. Kulihat ada banyak chef tampan di restorannya. Aku senang sekali." Kata Kyung.


Ponsel masuk di ponsel Hyun Soo, dari Jung Sun yang menjawab pertanyaannya tadi.

"Dia sedang minum air putih." Gumam Hyun Soo.

"Siapa? Apakah itu topik yang bisa dibicarakan?" Tanggapan Kyung.

"Benar sekali. Apa yang penting dengan minum air putih?"

Lalu Hyun Soo menbalas, "Ada yang ingin kukatakan."


Beberapa saat kemudian Jung Sun membukakakan pintu rumahnya untuk Hyun Soo.

"Kita memang bertemu pagi ini, tapi aku datang lagi."

"Selamat datang. Maafkan aku. Waktuku sedikit karena harus menyiapkan makan malam."

"Tidak apa-apa."


Hyun Soo datang untuk memberikan hadiah sepatu untuk Jung Sun. Saat Jung Sun membukanya, Hyun Soo bercerita, kata orang, orang akan kabur jika dibelikan sepatu. Jadi tujuan Hyun Soo membelikan Jung Sun sepatu adalah agar Jung Sun lari menghampirinya.


Hyun SOo lalu meminta Jung Sun mencoba sepatunya dan pas sekali. Jung Sun heran, bagaimana Hyun Soo bisa tahu ukuran kakinya?

"Ini petunjuknya. Berhati-hatilah dengan sahabatmu."

"Won Joon Hyung yang memberitahumu?"

"Ya."

"Bagaimana?"

"Aku suka."

"Seharusnya aku yang suka. Kenapa kau juga suka?"

"Aku harus menyukainya lebih dahulu karena aku yang membayarnya."

"Aku kalah. Terima kasih untuk sepatu ini dan semuanya. Keadaanku sedang tidak baik, tapi kau membuatku merasa lebih baik."

"Aku senang mengetahui aku bisa membuatmu lebih baik. Apa yang terjadi?"

"Situasinya masih rumit. Aku belum bisa memberitahumu."

"Baiklah, Tuan Berhati Dingin. Aku saja yang memberitahumu. Aku akan menulis drama lagi. Dari naskah yang sudah lama sekali kutulis."


Hyun Soo mengeluarkan naskahnya untuk ia tunjukkan pada Jung Sun, "Bisa dibilang aku menulis naskah ini berdasarkan pengalamanku."

"Sup Baik Tidak Akan MenaApakah Sup Baik ini aku?"

"Itu benar."

"Kapan aku tidak mengangkat telepon? kaulah yang tidak mengangkat. Kau pikir kau bisa menulis apa pun sesukau?"

"Ya, itu sebabnya aku suka menulis. Aku memakai imajinasiku sebagai penulis."

"Tapi aku tidak menyukai judulnya."

"Kenapa?"

"Sepertinya akhirnya sedih."


Seseorang memencet bel, Nyonya Yoo. Hyun Soo terkejut mendengar dari Jung Sun kalau ibunya datang.

"kau merasa tertekan?" Tanya Jung Sun.

"Tidak juga. Tapi aku takut."

"Kenapa?"

"Karena aku ingin dia menyukaiku."

"Kau tidak perlu berlaku lebih untuk membuat orang menyukaimu. Sekalipun dia ibuku. Paham?"

"Baiklah."


Jung Sun lalu membuka pintu diikuti Hyun Soo. Tapi Nyonya Yoo tidak melihat Hyun Soo berdiri disamping Jung Sun dan ia langsung masuk sambil menggerutu karena Jung Sun lama sekali membuka pintunya.



Saat Nyonya Yoo melihat mereka, Hyun Soo buru-buru memberi salam. Nyonya Yoo menyadari, Jung Sun memakai sepatu berbeda, Jung Sun mendapat hadiah darinya?

Hyun Soo: Aku akan pergi sekarang. Kalian bisa bicara.

Jung Sun: Aku akan mengantarmu.

Hyun Soo menolaknya, tapi Jung SUn tetap mengantarnya ke pintu. Lalu Nyonya Yoo menyela, apa Jung Sun tidak mau mengenalkan Hyun Soo padanya?


Lalu mereka kembali, tapi Nyonya Yoo berkata lagi, tidak usah juga tidak apa-apa kalau Hyun Soo tidak istimewa.

Jung Sun: Dia kekasihku. Namanya Lee Hyun Soo. Hyun Soo, dia ibuku.

Hyun Soo pun menyapa Nyonya Yoo. Nyonya Yoo berkomentar, Hyun Soo pasti suka menyapa orang karena tadi juga Hyun Soo sudah menyapanya.

Hyun Soo: Maaf, aku sangat gugup.

Jung Sun: Ibu.

Nyonya Yoo: Ya, Nak?

Jung Sun: Ibu tahu kepribadianku, bukan?

Nyonya Yoo: Tentu saja. Mari kita minum teh bersama. Jung Sun harus bersiap untuk makan malam.

Hyun Soo: Baiklah.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon