Tuesday, October 17, 2017

Sinopsis Temperature of Love Episode 18


Sinopsis Temperature of Love Episode 18

Sumber Gambar: SBS


Produser Kim, Produser acara Jung Sun menghubungi Jung Woo untuk memberitahukan kalau Jung Sun tidak akan tampil lagi.

"Sikapmu terlalu cepat berubah, bukan? Belum lama ini, kamu memohon agar dia dimasukkan ke acara." Kesal PD Kim.

"Aku akan mencari tahu soal itu."

"Pastikan dia tampil di episode ini."


Kemudian sekretarisnya memberitahu, ia ada janji di Good Soup dengan Kepala Produser Yoo pukul 18.00.

"Minta Penulis Ji Hong Ah datang jika dia ada waktu. Sutradara Min juga." Pinta Jung Woo.


Nyonya Yoo memperhatikan Hyun Soo dan merasa pernah melihat Hyun Soo sebelumnya, apa mereka pernah bertemu?

"Ya, kita bertemu lima tahun lalu di Yeonnam-dong. Saat itu, Anda memesan Kenya Double A."

"Ingatanmu bagus. Boleh aku bicara santai? kau tampak lebih tua dari putraku. Lebih tua berapa tahun?"

"Perbedaan usia kami tidak terlalu jauh. Aku enam tahun lebih tua."

"Hanya enam tahun? Emm.. Enam tahun itu bukan apa-apa. Usai berpisah dari ayahnya Jung Sun, aku hanya mengencani pria-pria muda. Sulit berhubungan dengan pria tua jika sudah mengencani pria muda. Lebih muda atau lebih tua, pria itu seperti anak-anak. Lebih baik menyenangkan pria yang lebih muda."

"Begitu, ya."


Nyonya Yoo menanyakan apa pekerjaan Hyun Soo. Hyun Soo menjawab ia adalah penulis drama yang saat ini sedang mempersiapkan proyek baru dan saat dramanya tidak tayang, ia tidak punya pekerjaan.

"Aku suka karena kau tidak pamer. Kau berhubungan dengan Chef On selagi dia di Prancis?"

"Tidak. Kami berhubungan kembali saat dia pulang ke Korea."

"Benar? Mustahil aku tidak tahu jika kalian berhubungan. Apa pekerjaan orang tuamu?"

"Mereka berdua guru SD."

"Itu bagus. Kurasa mereka akan berjiwa muda seperti anak-anak SD."

"Ya, mereka berdua polos."

"Mari bertukar nomor ponsel dan berteman. Aku harus pergi."

"Aku juga harus pergi."

"Ada seseorang yang harus kau temui sebelum pergi. Tunanganku."

Hyun Soo ngikut saja.


Daniel menunggu di good soup dan ia minta segelas wine lagi pada Soo Jung.


Kemudian Nyonya Yoo datang bersama Hyun Soo, mengenalkan mereka. Daniel heran, sejak kapan Jung Sun punya pacar, soalnya sebelumnya kan belum.

"Mereka memiliki hubungan platonis untuk beberapa waktu. Dia penulis naskah drama." Jelas Nyonya Yoo.

"Penulis naskah drama? Aku juga penulis." Kata Daniel.

"Tapi aku sedang menganggur sekarang." Kata Hyun Soo.

"Dia sangat rendah hati. Bersikap terlalu rendah hati tidak bagus. Dia lebih tua dari Chef On. Tapi tidak sebanyak perbedaan usia kita. Aku suka karena dia lebih tua dari putraku." Kata Nyonya Yoo lagi.

"Chef On dan aku memang mirip." Balas Daniel.

Daniel mengajak Hyun Soo bergabung tapi Hyun Soo menolaknya karena ia ada urusan. Hyun Soo kemudian pamit pada Nyonya Yoo, ia memanggil Nyonya Yoo Eomoni (Ibu).

Nyonya Yoo: Ibu? Astaga. Aneh sekali mendengarnya.

Hyun Soo: Aku tidak boleh memanggil Anda begitu?

Nyonya Yoo: Tidak. Bukannya aku tidak suka. Baiklah, sampai jumpa nanti.


Hyun Soo keluar dari Good Sopu dan ia berpapasan dengan Jung Woo yang baru keluar dari mobil.

"Kau mau ke mana?" Tanya Jung Woo.

"Pulang."

"Aku akan berjalan menemanimu."




Jadi mereka jalan bersama tapi dalam diam. Jung Woo terus memikirkan Malam itu, saat ia melihat Jung Sun dan Hyun Soo bersama.


Mereka akhirnya sampai di depan rumah Hyun Soo. Jung Soo menyuruhnya masuk dan langsung kembali, tapi Hyun Soo menghentikanya, ada yang ingin Hyun Soo katakan.

"Nomor satu, urusan pribadi. Nomor dua, urusan pekerjaan." Jung Woo menyuruhnya memilih.

"Nomor satu."

"Jangan katakan. Aku pergi."

Jung Woo pun kembali dan Hyun Soo masuk rumahnya, walaupun kelihatan bingung.


Jung Soo menunggu Jung Woo sampai restoran tutup dan Jung Sun tampak kelelahan. Jung Woo kembali jadi pendiam, ia memikirkan bagaimana ia mengenal Jung Sun hingga saat ini.


Jung Sun bertanya, lagi mikirin apa? Jung Woo kembali ke didinya yang dulu, ia menjawab sedang memikirkan Jung Sun.

"Astaga. Hentikan." Pinta Jung Sun.

"Kudengar kau tidak mau tampil di acara hari ini. Produsernya meneleponku."

"kau dalam masalah?"

"Sedikit. Aku yang meminta agar kau dimasukkan. Jadi, ada yang alergi di Good Soup?"


Jung Sun tak menyangka kalau Jung Woo bakalan tahu semuanya. Jung Woo membenarkan dan menyuruh Jung Sun tetap tampil di acara itu.


"Aku sempat berpikir saat membawa pelanggan itu ke IGD. "Ini tidak benar. Bukan seperti ini seharusnya"."

"kau harus tampil sekali lagi."

"Tidak. Aku tidak mau."

"Terlalu dini untuk bersikap lengah. Pelangganmu datang ke restoran bukan karena hidanganmu."

"Itu alasanku enggan melakukannya. Yang benar itu menjalaninya secara perlahan. Selama tidak kehilangan pelanggan yang sekarang, tidak masalah."

"Pada akhirnya, kau akan berbuat sesukau tanpa memedulikan perkataanku. Lantas, kenapa kau membutuhkanku? Kau memang chef pemilik Good Soup, tapi ingatlah bahwa akulah orang yang dapat menurunkan posisimu."

"Aku belum lupa. Itu sebabnya aku membuat perubahan dan berkompromi."

"Tapi kurasa mereka tidak cukup."

"Tidak bisakah kau memercayaiku sampai akhir? Perasaan yang kau rasakan saat di awal."


Jung Woo menggumamkan kata "perasaan" berkali-kali.


Hyun Soo baru membuka matanya dan yang pertama ia lakukan adalah mengirim pesan untuk Jung Sun, "kau sedang apa?"


Jung Sun sedang olahraga jadi ia tidak membawa ponsel.


Jung Woo juga sedang olahraga, tapi tetap memakai pakaian kerjanya.


Hyun Soo terus menatap ponselnya tapi Jung Sun belum juga membaca pesannya.


Lalu Kyung keluar, bertanya apa ia benar-benar akan mulai bekerja sekarang sampai bangun pagi begini?

"Ya. Mau minum teh?"

"Tidak, aku mau makanan."

"Bagaimana bisa langsung makan begitu bangun tidur?"


Jung Sun selesai berolahraga, ia sedang ganti baju sekarang dan baru membaca pesan Hyun Soo. Ia tersanyum karena Hyun Soo bangun awal hari ini.


Hyun Soo masih menunggu balasan dari Jung Sun dan ia menghela nafas saat ponselnya tak kunjung berdering.

Hyun Soo mengomentari Kyung  yang makan telur rebus pagi-pagi padahal Kyung tidak suka telur rebus.

"Benar juga." Kata Kyung.


Jung Sun akhirnya membalas juga pesan Hyun Soo, berkata kalau ia sedang ganti baju sekarang.

"Di mana? Kenapa kau ganti baju? Kemarin dia bilang sedang minum air putih. Kenapa dia minum air putih? Dia mau apa sebenarnya? Dia seharusnya menjadi penulis. Dia membuatku sangat penasaran." Kesal Hyun Soo.

"Unnie~"

"Ya"

"kau menyukainya sebesar itu?"

"Sejelas itukah?"

"Sangat jelas."

"Aku juga ingin berpacaran."

"Lakukanlah."

"Dengan siapa? Di mana aku bisa menemukan pria seperti Chef On?"

"kau harus menemukan pria yang cocok denganmu. Kenapa malah memperhatikan kekasihku?"

Mereka berdua sama-sama terkejut. Hyun Soo tidak mnegerti dirinya sendiri, apa ia sungguh berkata begitu tadi? Kyung membenarkan.

"Maafkan aku." kata Hyun Soo.

"kau menyukainya sebesar itu?"

"Ya. Aku mungkin akan membeli sepeda."

"Kenapa tiba-tiba?"

"Jika mau melakukan penelitian, Good Soup itu.. terlalu dekat jika naik mobil dan terlalu jauh jika berjalan kaki. Aku bisa cepat sampai jika naik sepeda."


Bel pintu berbunyi, mereka mengira yang datang Jung Sun seperti kemarin, tapi ternyata Joon Ha.

"Unnie. Apa dia tidak punya rumah?"

"Lagi pula, tidak ada orang di rumahnya."

Joon Ha batuk-batuk di luar.


Jung Woo datang pagi-pagi ke Good Soup, ia meminta Jung Sun membuatkannya sarapan.


Jung Sun memasak sup untuk Jung Woo. Jung Woo berkata kalau Jung Sun tidak perlu membuat SUp.

"Aku suka membuat sup. Aku harus membuat banyak sup karena seseorang menyukainya."

Jung Woo lalu teringat Hyun Soo saat ia makan dengannya, Hyun Soo juga suka sup.


Jung Sun masak banyak ternyata untuk Jung Woo. Ia menjelaskan, Remis itu baik bagi orang-orang yang sering berpikir. Jung Woo mencoba supnya dan ia sangat suka.

"Pernahkah kau merasakan ini? Begitu mengetahui hasil dari hal yang tidak kau ketahui, semuanya menyatu seperti satu gambar yang jelas." Tanya Jung Woo.

"Ya. Karena satu insiden, semuanya menjadi jelas dan membuatmu tersadar."

"Itu cukup bagus. Jika wanita yang kau sukai menyukai pria lain, kau akan menyerah?"

"Aku mungkin akan menyerah, tapi setelah berusaha semampuku."

"Begitu pula denganku."


Jung Woo meletakkan sendoknya, untuk bertanya, bagaimana jika pria itu dirinya? Jung Sun tetap akan berusaha?

"Tentu saja. Kau tidak akan melakukan itu?"

"Aku juga akan begitu. Aku akan melamar pekan depan."

"Aku pasti akan menyiapkannya dengan baik. Meski dia menyukai orang lain, kau bintang pada malam nanti."


Jung Woo menelfon Hyun Soo.


Tapi saat ini Hyun Soo sedang mengirim pesan pada Jung Sun, "Kau sedang apa? Bisakah aku datang untuk wawancara?"


Kyung mengajaknya pergi sekarang. Hyun Soo mengatakan kalau Jung Sun belum menjawab pesannya.

"Ini membuat frustrasi. Kenapa kau mengirim pesan? Telepon saja dia."

"Dia sibuk. Aku mungkin mengganggunya saat dia sedang bekerja. Bagaimana jika aku dianggap menyebalkan?"

"Dia mencintaimu. Mana mungkin kau dianggap menyebalkan?"


Pesan masuk di ponsel Hyun Soo pati bukan dari Jung Sun, melainkan dari Jung Woo yang bertanya sedang apa?

"Aku akan pergi wawancara." Jawab Hyun Soo.

"Dia sedang bekerja. Minimal, dia tidak bertemu dengan kekasihnya." Gumam Jung Woo.


Pesan masuk lagi dan kali ini beneran dari Jung Sun, Hyun Soo girang karena Jung SUn mengijinkannya datang.

"Kyung, kita harus pergi sekarang. Ayo."

"Aneh sekali melihatmu seperti ini."

"Maafkan aku, Kyung."

"Jangan minta maaf. Aku hanya bilang aku iri."


Hong Ah mendatangi Jung Woo, ia tidak mau menjadi bagian dari "Detektif Pembangkang". Jung Woo heran, apa yang terjadi?

"Aku melihat hasil tulisan timnya Sutradara Min, dan tulisan itu tidak berkembang. Aku yakin drama itu akan gagal. Itu hanya merepotkan. Aku mau Anda mengurusnya."

"Baiklah. Akan kuurus."

"Aku suka karena semuanya sederhana. Aku senang telah memutuskan bekerja dengan Anda."

"Izinkan aku berpikiran sama seperti dirimu."

"saja. Kita sama-sama berorientasi pada pencapaian."


Tapi ada satu hal yang Hong Ah khawatirkan, mereka berdua sangat berbeda jika menyangkut soal cinta, tidak terduga dan mengecewakan.

"Aku tahu Anda menyukai Hyun Soo Unnie. Aku sangat peka jika menyangkut hal-hal seperti ini. Aku sudah mengetahuinya saat menemui Anda."

"Lalu?"

"Kenapa Anda belum bertindak? Anda memiliki semua kualitas sebagai pria sempurna. Kupikir Anda akan memacari dan menikahi Hyun Soo. Apa saja yang Anda lakukan selama lima tahun terakhir? Kenapa Anda tertinggal? Tahukah Anda siapa lawan Anda?"

"Sudah cukup. Ji Hong Ah-ssi. Kau memiliki keahlian memojokkan orang. Tapi kau membuatku bersemangat. Tolong tulis naskahmu seperti ini."


Kyung sangat senang bisa makan sambil bekerja. Hyun SOo juga sangat menikmati makanannya.

"Unnie~ apa menurutmu ada alasan hidangannya diatur seperti ini? Mungkin ini sebuah tema."

"Pasti begitu."


Soo Jung menghampiri mereka, bertanya apa mereka mau tambah wine lagi? Hyun Soo mengiyakan.


Saat Soo Jung mengambil wine, Jung Sun menghampiri, rasanya enak?

"Ini lezat."

"Selamat menikmati."

"Baiklah. Sampai jumpa nanti."


Kyung terus menggodai Hyun Soo. Hyun Soo meminta Kyung mngerti, semua ini terjadi karena ia sudah menahannya untuk waktu lama.

"Tentu saja. Aku mengerti."


Jung Woo masa sendiri di kantor, ia juga memakannya sendiri. Tapi kemudian ia teringat kata-kata Hong Ah.

"Kenapa belum bertindak? Apa saja yang Anda lakukan selama lima tahun terakhir?"

Jung Woo langsung menyambar jasnya dan keluar.


Hyun Soo menunggu du teras, ia kembali mengirim pesan untuk Jung Sun, sedang apa? Jung Sun yang berjalan menuju dirinya menjawab,

"Menurutmu aku sedang apa? Aku menemuimu usai pulang kerja."


Hyun Soo bertanya, apa Jung Sun merasa terganggu karena ia selalu mengirim pesan? Jung Sun balik bertanya, apa Hyun Soo selalu menunggunya karena ia lama membalasnya?

"Ya. Bagaimana kau tahu?"

"Karena semua orang seperti itu. Begitu pula denganku."

"Tahukah kau makna dari "Sedang apa kau"?"

"Apa?"

"Aku merindukanmu. Kenapa kau tidak pernah bertanya tentang apa yang kulakukan? Aku selalu penasaran kau sedang apa, jadi, setiap kali membuka mata di pagi hari..."


Jung Sun tiba-tiba menarik Hyun Soo mendekat dengan melingkarkan tangannya ke pinggang Hyun Soo.

"Kenapa tidak bilang lebih awal? Kalau begitu, aku akan menanyaimu." Kata Jung Sun.


Hyun Soo melihat bekas luka di lengan Jung Sun, ia meminta ijin, bolehkah ia menyentuhnya dan tentu saja Jung Sun memberinya ijin.

"Sakitkah?" Tanya Hyun Soo.

"Ya, sangat sakit."

"Kenapa kau merasa sakit? kau dipukuli?"

"Tidak. Ini terjadi kepada semua chef. Aku mendapatkannya saat berlatih. Aku masih berlatih sampai sekarang."

"Baguslah. Kenapa kau menatonya? "Garam"? Karena tidak bisa membumbui tanpa garam?"


"Tahukah kau bahwa otaklah yang bisa mengenal rasa?"

"Ya."

"Saat otak menemukan rasa asin, itu bisa membantu merasakan rasa lainnya dengan baik."

"Ternyata garam itu baik, ya? Itu membantu memunculkan cita rasa yang lainnya."

"Ya, garam itu amat baik."

Jung Sun kemudian bercerita tanpa memandang Hyun Soo, setelah orang tuanya bercerai, ia pindah ke Prancis bersama ibunya, dan itu sangat sulit. Saat itu, usianya 16 tahun. Ia sangat kesepian, tapi ia tidak boleh patah semangat. Itulah sebabnya...

Jung SUn mendongak untuk menatap Hyun Soo tapi Hyun Soo sudah berkaca-kaca.

"Kenapa kau menangis?"

"Aku tidak menangis." Sanggah Hyun Soo.


Lalu Jung Sun mengecup kelaopak mata Hyun Soo.

"Aku ingin menciummu. kau bisa menghindar jika tidak menginginkannya." Kata Hyun Soo.


Dan beneran, Jung Sun menghindari Hyun Soo.

"Yang benar saja!" Kata Hyun Soo sambil ketawa.

"Pikirmu aku tidak akan menghindar? Tidak boleh tertawa usai menangis."

"kau kejam sekali."


Jung Sun bercerita, Dahulu, ia sangat takut Hyun Soo akan menghindar, ia senang Hyun Soo tidak melakukannya.

"Tapi kenapa kau melakukan ini sekarang?" Tanya Hyun Soo.

"Untuk membuatmu tertawa."

"Kita bisa mulai berciuman sekarang."

"Tidak akan kubiarkan semudah itu."

"Baik. kau bisa memilih. Versi remaja, versi usia 20-an, atau versi usia 30-an?"

"Kupilih semuanya termasuk ciuman di atas lemari pendingin."


Mereka kiss di dapur.


Sementara itu, Jung Soo sedang di mobilnya menuju suatu tempat, ia berkaca-kaca.


Dan terakhir, mereka masuk ruangan penyimpanan, duduk deket-deketan, pakai satu selimut untuk berdua dan kiss-kiss lagi.

***

== P R E V I E W ==


Jung Woo beneran bergerak karena dorongan Hong Ah itu, ia membeli cincin.

Won Joon: Park Daepyonim akan menikah?

Jung Sun: Kurasa dia memikirkan seseorang sejak lama.


Hyun Soo jalan bersama Jung Woo dan kelihatan sangat bahagia.


Hong Ah mulai lagi, "Tidak akan ada tempat bagi Anda untuk masuk di antara mereka."


Hyun Soo beneran membeli sepeda dan ituia gunakan untuk kencan dengan Jung Sun.


Nyonya Yoo meminta Hyun Soo untuk bertemu.

Jung Sun: Ibu meneleponmu?

Nyonya Yoo: Kapan kau akan menikah? kau harus segera menikah.


Jung Woo beneran ngajak Hyun Soo ke Good Soup untuk mengulangi lamarannya 5 tahun lalu.

Jung Woo: Apakah saat melamarmu dahulu terasa aneh?


Jung Woo terlihat memikirkan sesuatu

Hyun Soo: Tidak ada jawaban untuk hal seperti itu.


Jung Woo masuk ke dapur Jung Sun.

Jung Woo: Kita harus mengubah hubungan kita.


Jung Sun mencoba resep baru, kuenya cantik sekali.

Won Joon: Lamaran Park Daepyonim akan sukses berkat kue ini.


Tapi sebelum itu, Jung Sun menyuruh Hyun Soo mencobanya terlebih dahulu.

Jung Sun: Aku punya pacar sekarang. Aku mau memperkenalkannya kepadamu.

Jung Woo: kau bisa memintanya datang pada hari aku akan melamar.


Jung Woo menjemput Hyun SOo dengan mobilnya.



Jung Sun menghubungi seseorang.


Jung Woo: Ayo bertemu.

3 komentar

Thanks kak diana sudah memposting...ditunggu episode selanjutnya y...x-)

Iya gak tayang, diganti siaran baseball kalo gak salah..

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon