Tuesday, October 24, 2017

Sinopsis Temperature of Love Episode 20


Sinopsis Temperature of Love Episode 20

Sumber Gambar: SBS


Hyun Soo datang ke Good Soup bersama Kyung dan disana mereka disambut oleh Soo Jung. Hyun Soo bertanya apa Nyonya Yoo ada? Soo Jung kurang tahu pasti tapi ia menjawab kemungkinan Nyonya Yoo ada di teras.

Hyun Soo melihat tamu-tamu yang ada tapi tidak ramai seperti biasanya, apa karena insiden alergi itu? Soo Jung agak terkejut, bagaimana Hyun Soo bisa tahu?

"Aku tahu saat meriset data. Bagaimanapun Good Soup adalah latar belakang dramaku." Jawab Hyun Soo.

Kyung: Apa insiden seperti ini sungguh berpengaruh dalam bisnis ini?

Soo Jung: Rumor bergerak cepat dalam bidang ini. Terutama restoran Fine Dining seperti ini, kami biasanya punya tamu tetap.

Kyung: Kapan kami bisa mewawancarai chef termuda Min Ho-ssi?

Kyung kemudian mengikuti Min Ho ke ruang penyimpanan. BTW, Min Ho ini kerja tapi sambil dengerin musik.

Min Ho: Kerja di sini tidak sulit. Bisa juga aku yang berkata pada diri sendiri kalau ini tidak sulit.

Kyung: Apa di sini ada yang jadi pasangan?

Min Ho: Aku cepat tanggap dalam hal seperti ini. Sepertinya Soo Jung nuna menyukai seseorang.

Kyung: Siapa itu?


Hong Ah datang ke Good Soup untuk megambil pesanan cake-nya pada Won Joon.

Won Joon: Kau hanya menampakan wajah karena mau memesan keik untuk wawancaramu.

Hong Ah: Aku harus memberi kesan baik. Jika dia tidak bekerjasama, aku akan kesulitan menuliskan dramaku. Saat ditayangkan aku akan menuliskan namamu di sana. "Penasihat masakan, Choi Won Joon"

Won Joon: Terserah. Aku harap kau berhasil. Kau bisa tenang jika berhasil.

Hong Ah: Tolong kembalilah seperti dulu saat masih kuliah. Meskipun berubah, aku tidak akan jadian dengan Oppa.


Eh tunggu! Ada yang gak suka melihat mereka berdua. Soo Jung nampak kesal.

Won Joon: Aku tak pernah memintamu. Kau kira kau yang mengatur hubungan kita?
Tidak benar!

Hong Ah: Kalau kita tidak pacaran pasti kau yang akan merasa kesal. Perbaiki dulu temperamenmu.
Won Joon: Katakan pada dirimu sendiri. Kadang aku tertawa tiap bicara denganmu.

Hong Ah: Tertawalah seperti itu. Meskipun aku mengumpat, Oppa harus tetap tertawa. Aku pergi.


Saat Hong Ah akan pergi Kyung mendekati Soo Jung dan Hong AH melihatnya. Kyung bertanya pada Soo Jung, apa yang Soo Jung lakukan di waktu istirahat?

"Kami bebas sampai dengan waktu menyiapkan makan malam." Jawab Soo Jung.


Hong Ah kemudian mendekati Kyung, sedang apa? Kyung mentakan ia sedang mendata restoran. Hong Ah bertanya, apa Drama Hyun Soo tentang restoran?

"Ya." Jawab Kyung.

"Karena baru kau data, kemungkinan tayang tahun depan? Kyung-ah, dramaku syuting tahun ini."

"Drama eonni juga akan syuting. Dia sudah punya sinopsis dan naskah 2 episode."

"Kapan ditulis?"

"Katanya beberapa tahun lalu."

"Oh.. Aku harus pergi."


Kyung bergumam kalau Hong Ah rajin sekali, tidak heran jika karir Hong Ah berkembang pesat.

"Tidak masalah jika kariernya maju, tapi aku harap dia tak kasar pada Chef Choi." Tanggapan Soo Jung.


Hyun Soo menemui Nyonya Yoo di teras, disana Nyonya Yoo menunjukkan majalan yang memuat tentang Jung Sun. Hyun Soo langsung memuji Jung Sun yang tampak sangat tampan disana.

"Iya, kan? Aku melahirkannya. Dia hal terbaik yang kulakukan di sepanjang hidupku. Yang kedua adalah bercerai."


Hyun Soo agak terkejut mendengarnya. Nyonya Yoo menjelaskan, setelah bercerai ia bisa hidup seperti manusia. Entah kenapa selama itu, ia menahan diri untuk tidak bercerai, Jung Sun sangat menderita karenanya.

"Kudengar itu terjadi saat dia 15 tahun."

"Tapi dia sudah melindungiku di usia itu. Aku sedih karena dia dewasa sebelum waktunya, tapi bagaimana lagi? Semua orang punya nasib masing-masing."

"Ia tumbuh dengan sangat baik. Aku banyak belajar darinya."


Nyonya Yoo akan belanja, ia meminta Hyun Soo untuk menemaninya karena Jung Sun dan daniel sedang bekerja.

"Anda selalu ditemani saat berbelanja?"

"Tidak juga. Jika ingin akrab, maka harus selalu bersama."

"Ibu, boleh aku tanya sesuatu?"

"Tanyakan saja."

"Kenapa anda ingin akrab denganku?"

"Kita sama-sama mengencani pria muda. Kau mengencani putraku juga. Akan lebih baik jika kita kencan ganda. Ini bisa membantu dalam hubunganku dengan Prof. Min. Prof. Min membuatku sangat bahagia. Jung Sun bekerja setiap hari, sebagai seorang ibu aku merasa kasihan. Jadi aku ingin seseorang bisa membahagiakan putraku. Itu keinginanku. Setiap membahas soal Hyun Soo, wajahnya bercahaya."

"Oh, benarkah?"

"Kau kentara sekali merasa senang mendengarnya. Aku suka. Aku tidak suka orang yang munafik."

"Tapi aku harus bekerja jadi tak bisa menemanimu berbelanja. Aku sedang menyiapkan drama baruku."

"Sekarang, kau bersikap terlalu jujur."

"Awalnya saat bertemu denganmu, aku merasa takut. Setelah bertemu lagi, Anda mirip gadis remaja."

"Aku sering mendengarnya."


Ayah-Ibu Hyun Soo menjalani pemeriksaan bersama. Ayah menyarankan ibu untuk melakukan pindai CT juga karena ibu sering pusing.

"Tidak perlu. Semua orang pernah sakit kepala."

"Tetap saja, lebih baik kita memeriksakannya."

"Baiklah, aku dengar nasihatmu."

"Aku senang kau mendengarnya."


Jung Woo beli cincin, OMG!!!


Sementara itu, Jung Sun menggambar kue yang akan dimasaknya. Won Joon berkomentar kalau itu tampak seperti hutan.

"Aku membuat sketsa kue untuk lamaran Jung Woo hyung."

"CEO Park mau menikah?"

"Hmm. Sepertinya selama ini dia punya hati pada seorang wanita. Konsepnya jalan di hutan. Aku ingin dia dan wanita yang Ia suka menjalani jalur bunga. Aku memberinya semangat."

"Aku penasaran sekali."

"Tahan penasaranmu. Hari Sabtu kau akan melihatnya. Dia akan ke Good Soup."


Kemudian Hyun Soo datang, ia langsung asyik bersama Jung Sun, Won Joon dianggurin oleh mereka. Tapi WOn Joon paham banget kok, malah meninggalkan mereka berdua.


Jung Sun berkata penampilan itu penting, makanya ia gambar dulu sebelum memasaknya. Hyun Soo ingin ikut gambar dan Jung Sun mengijinkannya.


Kyung sedang menulis hasil wawancaranya tapi tiba-tiba bel rumah berbunyi, ia pun menyudahi untuk membuka pintu. Yang datang adalah Joon Ha dan itu membuat Kyung kesal.

Joon Ha langsung berbaring di sofa setelah masuk dan mengeluk kecapean. Joon Ha akan pergi setelah 1 jam, Kyung bisa melanjutkan pekerjaannya selama itu, ia gak akan ganggu.

"Apa ini rumah sutradara? Kenapa selalu saja datang ke sini?"

"Hyun Soo dan Chef Ohn berpacaran?" Tanya Joon Ha.

"Kenapa mengurusi hidup orang lain?"

"Hyun Soo dan aku sudah berteman sejak dulu. Lalu Jung Woo hyung bagaimana?"

Kyung langsung menyudahi menulisnya, ia mematikan pemutar rekamannya. Kyung bertanya pada Joon Ha, apa Jung Woo menyukai Hyun Soo?

"Sudah sejak lama."


Joon Ha kemudian bangun, ia minta Kyung membuatkannya ramyeon. Kyung menyuruhnya membuat sendiri. Joon Ha gak masalah, ia pun bergerak ke dapur, tapi ia malah sengaja menjatuhkan panci. Kyung kesal, tapi akhirnya ia turun tangan juga untuk membuatkan Joon Ha ramyeon.

"Kyung-ah ssi, kau baik."

"Bukan Kyung-ah! Tapi Kyung! Begitu... Aku paling sebal dipanggil penulis. Aku juga sebal mendengar orang berkata yang tidak kusukai!"

"Kau jahat sekali. Kejam! Sekarang suka padaku?"

"Lebih baik jangan bicara denganku."

"Bukankah... mataku indah?"

"Aku beritahu siapa yang punya mata indah. Kalau kau pergi ke Good Soup, ada chef bernama Ohn Jung Sun."

"Aku tak suka, Ohn Jung Sun! Dia adalah musuhku dan Jung Woo hyung."

"Aigoo! Bikin malu saja. Kau memalukan."


Kemudian Joon Ha membandingkan Kyung dengan Hong Ah yang sudah debut. Kyung kembali kesal,

"Jangan bandingkan aku dan dia! Dia mencuri harga diriku!"



Jung Sun menyapa salah satu pelanggan tetapnya karena jarang datang kemarin-kemarin. Pelanggan itu menjawab kalau ia ada perjalanan bisnis.

"Tidak berencana muncul lagi di TV?" Tanya pelanggan.

"Tidak."

"Bagaimana?"

"Enak. Sedikit berbeda dari tiram dan champagne yang kumakan secara terpisah di Mediternian. Rasanya sangat beda."

"Selamat menikmati."


Lalu Jung Sun menghampiri Jung Woo, ia merasa jarang melihat Jung Woo tidak sibuk. Jung Woo menjawab kalau ia sudah berusaha tidak sibuk belakangan ini.

"Kau sudah mengatasinya. Rasanya lebih baik dibandingkan pertama kali." Puji Jung Woo.

"Semuanya berkat pencicip handal."

"Kalau sudah selesai kita minum teh."


Jung Woo membahas mengenai Good Soup yang semakin sepi. Jung Sun berencana mengubah menu utama bulan depan.

"Masalahnya bukan pada makanan. Kau mau lari dari kenyataan?"

"Saat ini, aku skeptis bisa menyelesaikan ini dengan cara realistis. Menurutku bukan ini esensi utamanya. Meskipun setelah semua ini, rasanya aku ingin memulai kembali."

"Mengenai restoran..."

"Hmm?"

"Kenapa kau menamainya Good Soup? Bisa pakai "Ohn Jung Sun" "Ketulusan cinta". Ada banyak pilihan."

"Nama online-ku Sup Baik Hati. Jadi kudapat dari itu."

"Mana bisa sup bersikap baik?"


Jung Sun menjelaskan, di negara asing, di negara mereka juga ada sup. Mereka bisa makan sup sebagai hidangan utama. Ia suka bersikap baik. Ia ingin memasak.

" "Baik" dalam bahasa kita, "Good" dalam bahasa asing. Pertemuan barat dan timur."

"Kau melalui kesulitan sebesar itu demi sebuah nama?"

"Tidak kuperoleh dengan mudah."



EPISODE 20 - Temperature of Love 
"Minta Dia Datang Juga"


Jung Woo menunjukkan cincin lamarannya pada Jung Sun, ia ingin Jung Sun menyimpannya lalu berikan bersama dengan hidangan.

"Sederhana dan cantik. Tidak berlebihan. Kalau ingin melamar, aku juga ingin cincin seperti ini. Hyung mendahului aku." Kata Jung Sun.

"Jung Sun-ah."

"Hmm?"

"Kau tahu kenapa aku menyukaimu?"

"Hyung tahu kenapa aku menyukaimu?"

"Tahu."

"Aku juga tahu."

"Tapi, dalam hidup kita punya prioritas. Selama ini ada banyak hubungan yang hancur oleh waktu."

"Aku juga begitu."

"Bagaimana dengan kita? Jika hubungan kita rusak..."

"Kenapa berpikir begitu? Saat ini sudah bagus. Kalau waktunya tiba kita bisa berpikir. Tapi, hyung... menurutku kita tidak akan berubah."

"Kenapa?"

"Karena hyung adalah hyung. Kau terharu, kan?"


Tapi Jung Woo tetap tidak bisa berhenti, harus ia lanjutkan untuk tahu semuanya.

"Apa maksudnya?" Tanya Jung Sun, tapi Jung Woo hanya menjawabnya dengan mengajaknya bersulang, tidak ada kata-kata lain.


Hyun Soo jogging dan sengaja lewat depan Good Soup, "Halo, sayang. Aku bangun pagi untuk bekerja. Fighting!"


Jung Sun bekerja di Good Soup seperti biasa.


Jung Woo kebanyakan melamun akhir-akhir ini.


Lalu Hong Ah datang. Jung Woo berkomentar kalau Hong Ah kelihatan sangat senang. Hong Ah mengatakan itu karena ia melakukan hal yang ia suka, kemarin ia meriset, ia berencana menulis seharian hari ini.

"Kenapa ingin menemuiku?" Tanya Hong Ah.

"Aku membaca naskahmu. Menyenangkan."

"Sudah kubilang menyenangkan."

"Aku akan menelpon para aktor, Karena ini debutmu, kau perlu seorang bintang. Aku akan memastikannya."

"Terima kasih. Bagaimana dengan sutradara?"

"Ah, sutradara? Sutradara sangat penting. Aktor tidak akan bergabung berdasarkan penulis. Tidak akan, kecuali kau terkenal."

"Jadi siapa dia?"

"Aku akan temukan yang cocok buatmu. Sekarang belum bisa kukatakan. Nanti kuberitahukan."


Hong Ah menanyakan menganai drama Hyun Soo, apa akan segera syuting juga?

"Sekarang sedang di sunting. Kami akan bicarakan nanti." Jawab Jung Soo.

"Aku percaya pada CEO. Jangan melanggar aturan. Kalau kau mengabaikan dramaku karena eonni, aku tidak akan tinggal diam."

"Aku tahu, tak perlu kau bilang."

"Eonni dan Jung Sun... saling mencintai. Tidak akan ada ruang buat CEO di antara mereka berdua."

"Kenapa berkata itu padaku?"

"Karena aku menyukai CEO. Meskipun jika kau terluka, sebaiknya tahu itu lebih awal."


Saat Hong Ah keluar, ia bertemu dengan Sutradara Min. Hong Ah heran, ngapain sutradara Min kesana? Bukankah syutingnya hampir selesai?

"Yah... sampai jumpa." Jawab Sutradara Min ambigu.


Sutradara Min datang untuk menemui Jung Woo dan ia tidak ingin basa-basi, langsung intinya saja.

"Kudengar kau ingin meninggalkan perusahaan. Kau berbicara dengan beberapa pihak." Kata Jung Woo.

"Lalu?"

"Aku ingin merekrutmu."

"Kukira kau tidak menyukaiku."

"Itu berbeda. Aku mengakui bakatmu. Jika setuju, kita bisa jadi rekan yang baik."

"Aku ingin minum teh."

"Tentu saja."


Jung Woo lalu berdiri untuk membuatkan teh. Sutradara Min bertanya, apa Jung Woo juga bekerja di hari sabtu?

"Ya. Hari ini aku harus melakukan hal yang sangat penting."

*Jadi hari ini D-day.


Jung Woo di Good Soup menyiapkan kue yang ia gambar kemarin. Won Joon kagum dengan kecantikannya, ia yakin lamaran Jung Woo akan sukses dengan kue itu.


Jung Sun ingat sesuatu, ia kemudian menghubungi Hyun Soo. Hyun SOo saat ini sedang rapat, sinopsisnya sudah selesai, jadi sedang kubicarakan dengan Joon Ha dan Kyung.

"Hari ini sibuk?" Tanya Jung Sun.

"Tidak, aku di rumah seharian."

"Kalau begitu, mau makan malam bersama hari ini?  Ada waktu?"

"Kalau kau yang minta, aku akan sisihkan waktu."

"Sampai nanti."


Jung SUn menjelaskan pada Won Joon, ia ingin mengenalkan Hyun Soo pada Jung Woo. Ia yakin Jung Woo akan sangat terkejut.


Malamnya, Jung Woo menelfon Hyun Soo dan langsung mengajaknya makan malam sekarang!

"Ah, haruskah malam ini? Aku punya janji."

"Harus hari ini. Kutambahkan... Kau tidak punya pilihan."

"Aku tahu. Baiklah. CEO bisa lakukan apa saja... sampai "Detektif Menyimpang" selesai."


Saat sedang menyiapkan meja di teras, Hyun Soo menelfonnya.

"Hari ini aku tak bisa. Mendadak ada urusan. Maaf."

"Tak apa. Kau dan aku bisa ketemu kapan saja."

"Makasih. Ohn Jung Sun memang hangat seperti mentari."

"Hanya karena meminta maaf, bukan berarti kau bisa bercanda sesukamu, Lee Hyun Soo-ssi."


Jung Woo menjemput Hyun Soo di depan rumahnya dania bahkan membukakan pintu mobil. Tapi selama itu tidak ada yang bicara bahkan dalam perjalanan pun mereka terus diam.


Setelah sampai di depan Good Soup, Hyun Soo mulai bicara.

"Kau mau pergi ke Good Soup?"

"Ya, suka?"

"Ya, Suka. Aku pernah bilang ingin membicarakan sesuatu dengan CEO? Soal pribadi."

"Bicara di dalam saja."


Jung Woo dan Hyun Soo masuk ke dalam. Soo Jung mengatakan kalau Chef Ohn sudah menunggu dan ia akan menunjukkan mejanya.


Soo Jung kemudian membawa mereka ke teras. Setelahnya, Jung Woo meminta Soo Jung pergi, mereka bisa sendiri.

Hyun Soo bertanya, apa hari ini hari penting?Kenapa cantik sekali?


Selanjutnya Soo Jung ke dapur, mengatakan pada Jung Sun kalau Jung Woo sudah datang. Jung SUn tersenyum bahagia.


Jung Sun masih terus tersenyum saat naik ke atas, dan terus tersenyum saat Jung Woo melambai padanya.


Tapi senyumnya langsung hilang saat Hyun Soo menoleh. Hyun Soo memanggil Jung Sun sambil tersenyum, tapi Jung Sun diam saja, ia masih shock.


Jung Woo: Aku perkenalkan secara resmi. Dia pria yang paling kusukai. Dan.. Dia wanita yang paling kusukai.

Sampai disini Hyun Soo masih belum tahu apa yang terjadi.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon