Wednesday, October 25, 2017

Sinopsis Temperature of Love Episode 21


Sinopsis Temperature of Love Episode 21

Sumber Gambar: SBS


Jung Sun sama sekali gak menynagka kalau wanita yang akan Jung Woo lamar adalah kekasihnya, Hyun Soo. Jung Woo lalu berdiri dan memperkenalkan mereka secara resmi.

"Dia pria yang paling aku sukai. Dan.. dia wanita yang paling aku sukai."


Hyun Soo ikutan berdiri, masih dengan senyumnya ia berkata kalau ia tidak tahu akan datang kesana tadi. Jung Sun mencoba bersikap biasa, kalau begitu, ia akan meminta hidangan disajikan. 

"Baiklah." Jawab Jung Woo.


Jung Sun turun dan ia menyandarkan kepalanya di dinding, berat banget kayaknya.


Hyun Soo berkata kalau ia membatalkan janji dengan Jung Sun-ssi, karena Jung Woo meminta bertemu. Ia pernah cerita sebelumnya... ada lelaki yang ia sukai, tapi menghilang. Belum lama ini ia bertemu lagi dengan lelaki itu. Orang itu Jung Sun-ssi.

"Aku berencana memberitahu, tapi kami belum lama berhubungan kembali."


Kemudian Soo Jung datang membawakan tart jamur mereka.


Jung Woo tidak menjawab pernyataan Hyun Soo itu, ia memilih memakan tart jamurnya.


Soo Jung masuk ke dapur, memberitahu Jung Sun kalau sudah waktunya menyajikan pencuci mulut untuk yang di teras.


Won Joon bertanya, apa Jung Sun melihat kekasih Jung Woo? Jung Sun tidak menjawabnya, ia hanya meminta Won Joon untuk mengambil alih dapur.


Jung Sun membuka kue yang sudah ia siapkan, ia juga membuka kotak cincin lamaran Jung Woo. Kira-kira apa yang akan dilakukannya dengan kedua benda itu?


Hyun Soo memilih untuk membicarakan pekerjaan, minggu depan ia akan bertemu Yoo Hye Jung-ssi?

"Ya. Sudah kubilang."

"Aku akan bertemu dengannya di kantormu kan?"

"Sepertinya kau merasa berkewajiban bicara denganku."

"Benar juga... Rasanya aneh."


Lalu Jung Sun datang membawakan kue spesial itu. Jung Woo bertanya, hanya itu? Ada yang kurang! Jung Sun pun mengajak Jung Woo bicara berdua. Jung Woo setuju dan meminta Hyun Soo menunggu disana.


Hyun Soo melihat seksama kue itu, ia ingat gambar Jung Sun kemarin adalah gambar kue itu. Saat itu Jung Sun berkata sedang mendesain kue yang akan digunakan untuk melamar. Hyun Soo pintar jadi pasti tahu apa artinya.


Jung Sun menawari Jung Woo minum teh dan Jung Woo mau-mau saja. Jung Sun pun menyeduh teh dulu.


Hyun Soo melamun melihat kue itu, lalu ibunya menelfon.

"Ibu, kok bisa menelponku di saat yang tepat? Mendadak aku ingin menelponmu."

"Kau kangen ibu?"

"Hmm, aku memikirkan ibu."

"Di rumah?"

"Tidak, aku makan di luar. Tapi temanku sedang tidak di meja."

"Kenapa dia pergi saat makan? Tidak sopan sekali."

"Tidak, bukan begitu. Ibu, terima kasih. Hmm."


Hyun Soo bergumam, ibunya benar, tidak sopan sekali mereka.


Jung Sun mengembalikan cincin itu pada Jung Woo, ia tidak bisa menjadi pemberi cincin itu. Orang yang ingin ia kenalkan pada Jung Woo sebagai pacar hari ini, adalah Hyun Soo.

"Sungguh? Saat aku mengunjungimu ke Paris, kau masih ingat? Wanita yang kuceritakan padamu dalam kunjungan kedua, dia adalah Hyun Soo."

"Kalau begitu wanita yang dulu sama-sama kita sukai adalah Hyun Soo?"

"Bukannya "dulu". Aku masih menyukainya."

"Hyun Soo-ssi... tahu kau akan melamarnya?"

"Dalam lamaran ini, Hyun Soo tidak punya tanggung jawab apapun."

"Terlepas dari itu, apakah dia tahu soal ini? Tampaknya dia tidak tahu apa-apa."

"Dia tak tahu. Aku sengaja membawanya kemari."

"Bagaimana kau bisa melamar, tanpa berbagi rasa yang sama?"

"Aku punya banyak alasan untuk melamarnya. Saat kau tidak bersama Hyun Soo aku bersama dirinya. Saat Ia memenangkan kontes, saat episode pertama tayang, saat sakit, saat Natal dan Tahun Baru. Aku yang di sisinya. Selama 4 tahun mengenalnya, aku tidak mengencani wanita lain. Aku tahu dia punya laki-laki lain di hatinya. Tapi lelaki itu tidak pernah di sisinya. Meskipun Ia tidak bisa bersamanya, aku suka caranya menghargai perasaannya. Karena artinya, dia akan memperlakukan aku sama, jika mulai menyukaiku. Makanya selama ini aku diam saja. Aku tidak menganggap enteng dirinya."



Jung SUn yakin ini tidak mungkin, dan ia harap tidak benar. Jung Sun bertanya, apa Jung Woo sudah tahu kalau Hyun Soo itu kekasihnya?

"Aku tahu." Jawab Jung Woo.

"Kau tahu? Kau tahu tapi masih memintaku menyiapkan lamaran dan memberiku cincin itu?"

"Ini baru adil jika kau merasakan sakit yang kurasakan saat tahu tentang kalian berdua."

"Sebenarnya apa salahku?"

"Kau tidak salah apa-apa. Kau tidak salah... tapi aku marah padamu... karena aku tak bisa marah pada Hyun Soo."


Jung Woo mengambil kotak cincin di meja dan mengantonginya, sekarang dadu sudah dilemparkan. Jadi lakukan saja dengan cara mereka. Ia akan mengantar Hyun Soo pulang.

"Tidak. Aku perlu bicara dengan Hyun Soo-ssi. Karena hubungan kami berimbal balik." Larang Jung Sun.


Jung Woo kemudian pamit pulang duluan pada Hyun Soo. Hyun Soo hanya mengiyakan. Jung Woo heran, apa Hyun Soo gak mau tanya ada apa? Hyun Soo yakin Jung WOo akan memberitahunya jika ia perlu tahu.

"Hari ini, aku berencana melamarmu." Jujur Jung Woo.

"Maafkan aku."

"Buat apa?"

"Harusnya sejak awal aku cerita soal Jung Sun."

"Aku sudah tahu. Perasaanku padamu tulus. Kau mungkin tidak menganggapku laki-laki, tapi aku tahu kita saling percaya. Bukan begitu?"

"Benar."

"Beberapa orang memilih pasangan hidup berdasarkan rasa percaya. Di momen putus asamu, Aku ingin tunjukan kalau aku di sisimu, agar kau bisa mengandalkan aku. Makanya aku memutuskan untuk melamar. Aku tahu setelah memutuskan untuk melamarmu. Aku melihat kalian berdua di Yeousu. Nah... Aku sudah beberkan semua kartuku. Sekarang adalah awal kisah aku dan dirimu."

Kilas Balik..


== November 2015, dua tahun lalu ==

Hyun Soo dan Jung Woo main baseball bersama dan kali ini Hyun Soo bisa memukul bola, jauh pula pukulannya. Jung Woo tersenyum, Hyun Soo nampak sudah ahli sekarang

"Ini menyenangkan. Sepertinya aku berbakat." Kata Hyun Soo.

"Sekarang boleh kucoba? Kau memonopolinya."

"Aku sulit berhenti kalau sudah suka."


Jung Woo mengoreksi Hyun Soo, katanya posenya tidak bagus. Hyun Soo menyerah kalau soal pose, Jung Woo saja yang berpose bagus.

"Kau tidak berkencan?" Tanya Jung Woo sambil menunggu bola.

"Bagian itu sudah kering buatku. Aku cukup bekerja saja."

Jung Woo kemudian memukul bola dan ia berhasil seperti biasa.



Usai memukul, mereka jalan santai sambil bicara. Jung Woo merasa Hyun SOo pasti senang sekarang, drama Hyun Soo ditayangkan dan ratingnya juga bagus.

"Ya, aku senang."

"Perusahaan mendapat banyak telpon dari rumah produksi bertanya berapa panjang kontrakmu. Kau juga dapat banyak telpon?"

"Lumayan. Tapi saat mereka telpon minta bertemu, aku katakan aku suka di On Entertainment."

"Sungguh?"

"Awalnya kukira kau membuka perusahaan dengan uang orangtuamu. Ternyata kau bisa sejauh ini dengan usaha sendiri. Luar biasa."

"Aku cuma beruntung."

"Keberuntungan adalah bakat. Kau rajin, dan tidak menengok ke belakang saat menentukan tujuan. Tidak mungkin kau gagal."


Jung Woo terkejut, ada apa dengan Hyun Soo hari ini? Mau makan sesuatu?

"Aku pandai mengakui sesuatu. Aku menghormatimu, CEO."

"Ah.. Kau tidak pindah?"

"Pindah, aku sudah punya penghasilan. Aku menyewa rumah lebih besar untuk 2 tahun."

"Baguslah."


== Maret 2016, 1 tahun lalu ==

Hong Ah bertanya-tanya, kenapa Jung Woo belum datang juga? Hyun Soo menduga Hong Ah lapar dan mengajak mereka makan duluan saja, soalnya Jung Woo bilang cuma mau mampir.


Hong Ah berkata kalau ia tidak mengerti Jung Woo, tidak mengerti kenapa Jung Woo suam-suam kuku pada Hyun Soo? Ia yakin Jung Woo menyukai Hyun Soo.

Hyun Soo membantahnya, tidak benar! Mereka cuma bos dan anak buah.


Kyung menyuruh Hong Ah harus berhenti berasumsi. Hong Ah selalu saja ingin menjodohkan orang lain. Menurutnya mereka tidak perduli soal itu.

"Kau tidak akan bisa menulis melodrama tanpa sensitivitas." Kata Hong Ah.

"Yaa!"


Kemudian bel pintu berbunyi. Hyun Soo melihat intercom, ia memuji Jung Woo yang datang tepat waktu.


Jung Woo datang bersama supirnya dan supirnya itu membawakan hadiah yang disipakan Jung Woo. Jung Woo berkata harus pergi karena ia ada janji.

"Kau tidak perlu datang." Kata Hyun Soo.

"Tetap saja aku perlu memberi selamat."

Hong Ah lalu menyapa Jung Woo. Jung Woo balas menyapa dan pamit.


Hyun Soo mengantar Jung Woo keluar. Hyun Soo berterimakasih dan harusnya Jung Woo tak perlu datang. Karena Hyun Soo keluar, Jung Woo memutuskan memberinya hadiah.

"Ada hadiah lagi?"

"Masih belum dipastikan, tapi "Detektif Menyimpang" akan di siarkan oleh SBC."

"Shin Ha Rim bergabung?"

"Dia menyukai naskahnya, dengan bayaran tepat Ia akan bergabung."

Hyun Soo sangat senang mendengarnya, ia bersorak. Kemudian terdengar suapa perut Jung Woo yang tak kalah kencengnya. Jung Woo berbisik, ia masih belum makan.

"Tunggu sebentar, aku bawakan sesuatu."

"Tak usah. Aku bisa makan di mobil."


Sebelum Jung Woo masuk mobil, Hyun Soo berkata, ia berharap Jung Woo menemukan wanita baik dan menikah.

"Aku ingin dirimu. Aku tidak mau yang lain padahal ada yang aku inginkan. Tidak perlu gugup. Aku tepati janjiku. Tidak akan membuatmu tidak nyaman. Aku pergi."

Kilas Balik Selesai..


Hyun Soo sendirian di teras, lalu Jung WOo datang dan langsung memeluknya dari belakang.

"Dingin?" Tanya Jung Sun.

"Kenapa lama sekali?"

"Aku bekerja. Aku menyuruh Won Joon hyung mengambil alih dapur."

"Kita perlu bicara."

"Kita masuk dulu."


Hyun Soo tahu, tadi Jung Sun kaget sekali kan? Jung Sun mengatakan apa yang ia dengar dari Jung Woo kalau Hyun Soo tidak tahu Jung Woo akan melamarnya.

"CEO Park dan Jung Sun-ssi... Aku tidak menyangka kalian dekat sekali."

"Aku ingin agar Hyung menemukan wanita baik dan berbahagia. Tapi sekarang jadi rumit, karena kita terlibat. Aku baru tahu hari ini, besok kita bicara lagi. Setelah minum teh, aku akan mengantarmu pulang."


Sementara itu, Jung Woo minum sendirian di kantornya.

Suara Joon Ha: Cinta itu rasional. Mereka ingin menikahi pria yang menghormati mereka, dan lelaki yang bisa mereka hormati.

Jung Woo ingat kalau Hyun Soo pernah berkata menghormati dirinya.


Jung Sun berkendara setelah mengantar Hyun Soo. Ia ingat kata-kata Jung Woo.

"Saat kau tidak bersama Hyun Soo, Aku bersama dirinya."


Hyun Soo juga berpikir, ia ingat saat Jung Woo mengenalkannya dengan Jung Sun tadi. Jung Woo bilang Jung Sun adalah pria yang paling dia sukai dan dirinya adalah wanita yang paling Jung Woo sukai.


Pagi ini, Jung Sun bersepeda ke rumah Hyun Soo. Ia menunggu Hyun SOo dibawah.


Mereka kemudian bicara di ayunan. Jung Sun bertanya, apa ia mengganggu? Hyun Soo jelas bilang tidak.

"Setelah kupikir, sangat penting jika hubungan kita tidak berubah, tak perduli digoyahkan oleh siapapun. Tapi, kau boleh goyah jika ada yang mencobanya."

"Pada CEO Park, aku merasa berterimakasih dan juga bersalah. Tapi bukan cinta. Aku tidak bingung dan tidak goyah."


Jung Sun lalu meminta tangan Hyun Soo, kalau begitu sudah cukup, Jung Sun lalu menyuruh Hyun Soo masuk karena ia harus bekerja.

"Aku juga harus bekerja." Kata Hyun Soo

"Aku ingin memelukmu, tapi banyak orang lewat jadi tidak bisa."


Kemudian mereka melihat kesekeliling dan orang tidak begitu banyak. Jung Sun lalu berdiri di depan Hyun Soo dan Hyun Soo memeluknya.

"Aku ingin mengajakmu masuk, tapi ada Kyung jadi tidak bisa."


== 2 hari kemudian ==

Hyun Soo memasukkan bagaimana ia bertemu dengan Jung Sun untuk pertama kali di club lari.


Kemudian Jung Woo menelfon. Hyun Soo agak ragu mengangkatnya, jadi ia baru mengangkatnya saat dering ketiga.

"Lama tak bersuara. Harus selalu aku duluan yang menelpon."

"Maafkan aku."

"Kau tahu kita punya janji temu dengan Yoo Hye Jung hari ini?"

"Tahu. Janji temunya masih dipastikan?"

"Aku jarang mengubah waktu janji temu. Mau kubatalkan?"

"Tidak."

"Kalau begitu sampai ketemu."


Won Joon menghampiri Soo Jung yang datang kepagian hari ini. Soo Jung tidak ada kerjaan lain dan ia selalu bangun pagi, jadi ia berangkat pagi saja.

Lalu Jung Sun datang dan menyapa mereka. Jung Sun membawa kakap sendiri karena ia tidak suka yang diantarkan.



Jung Sun bertanya pada Soo Jung, pemesanan hari ini 30% kan?

"Ya, masih sama selama seminggu penuh. Minggu depan nyaris tak ada pemesanan."

Jung Sun tak menjawab apa-apa dan langsung masuk.


Hong Ah menelfon Won Joon dan kelihatannya Soo Jung tidak suka. Hong Ah berkata ingin makan samgyeopsal seperti buatan Won Joon waktu itu.



"Kau sakit? Suaramu aneh." Tanya Won Joon.

"Karena aku berbaring. Aku habis begadang."

"Oh! Syukurlah kalau begitu. Kapan mau datang?"

"Oppa tidak bisa mengantarnya untukku?"

"Aku tak bisa pergi di jam kerja."

"Baiklah. Siapkan untukku. Aku ke sana di jam istirahat."

"Hmm, baiklah."


Usai menelfon, Won Joon pamit pada Soo Jung, ia mau menyiapkan permintaan Hong Ah.


Hyun Soo sudah siap menemui Yoo Hye Jung dan ia kelihatan sangat sumringah. Kyung meminta Hyun Soo memintakan ttd Yoo Hye Jung.

"Sepertinya tidak bisa."

"Baiklah, tidak usah! Aku tak butuh! Kau penulis naskah, masa harus minta tanda tangan selebritas. Itu tak boleh!"

"Makasih pengertiannya."

"Sukses ya, eonni."


Yoo Hye Jung ini yang memerankan adalah Park Shin Hye, pantesan dari kemarin gak dilihatin wajahnya, kejutan rupanya. Jung Woo bahkan keluar untuk menyambut Hye Jung untuk menghormatinya karena Hye Jung datang jauh-jauh di saat sibuk.

"Anda formal sekali, Aku suka."

"Penulis Lee sudah datang?"

"Belum."


Hyun Soo baru sampai di lobi.


Nyonya Yoo datang ke Good Soup dan ia terkejut karena tamunya gak banyak. Soo Jung hanya tersenyum  dan mengantarkan Nyonya Yoo ke mejanya.


Hye Jung mengomentari kantor Jung Woo yang sangat bagus, ia juga suka lukisannya.

"Karena aku melakukan segalanya di kantorku." Jawab Jung Woo.

Jung Woo memberikan teh seduhannya pada Hye Jung dan Hye Jung berkomentar rasanya terlalu asin. Jung Woo tersenyum, ia rasa ia tahu kenapaHye Jung disukai banyak orang.


Lalu Hyun Soo datang dan saat melihat Jung Woo, ia masih agak gimana gitu.

Jung Woo akan mengenalkan Hye Jung pada Hyun Soo tapi Hye Jung bilang tidak perlu karena ia sudah mencaritahu tentang Hyun Soo di internet.

"Halo, aku Yoo Hye Jung."

"Aku Lee Hyun Soo."

Jung Woo kemudian mengajak mereka duduk.


Hye Jung berkata kalau ia memohon pada Jung Woo untuk mengatur waktu bertemu dengan Hyun Soo. Hyun Soo memuji Hye Jung yang sangat cantik, ia sampai kaget tadi. Hye Jung tampak lebih tinggi dan langsing dari perkiraannya.

"Orang cenderung terlihat tembam di layar." Kata Hye Jung.

"Tapi kau tetap cantik."

"Saat membaca naskahmu aku merasa berdebar. Belakangan ini aku selalu bekerja sampai lupa tanggal."

"Aku menulisnya agar orang merasa berdebar. Aku senang kau berdebar membacanya."

"Aku ingin muncul dalam dramamu, tapi harus syuting drama lain. Sayang sekali."

"Kalau tak bisa sekarang, bisa lain waktu."

"Aku harap bisa jadi orang pertama yang membaca naskah barumu."

"Oh, tentu saja! Aku penggemarmu."

"Aku juga penggemarmu."

Jung Woo: Wah, sudah lama sekali sejak terakhir kali aku di abaikan begini. Ada aku di sini.

kedua wanita itu ketawa lalu minta maaf pada Jung Woo.


Daneil bertanya-tanya, apa ada masalah sampai tamunya sedikit? Nyonya Yoo membantahnya, tamu memang datang dan pergi, itu sudah biasa.

"Perhatikan baik-baik. Penurunan pengunjung berarti ada masalah."

"Kenapa kau terus berkata ada masalah? Bisa saja kau yang bermasalah. Kau ingin putraku gagal?"

"Siapa bilang begitu? Aku cuma khawatir kau sedih jika restorannya tidak sukses."

"Kau lebih membuatku kesal."

"Apa yang kuperbuat?"

"Kenapa mulai bulan depan tidak memberiku uang saku?"

"Aku memberimu kartu kredit. Kau bisa gunakan kartu."

"Sudah lewat limit pemakaian."

"Mana bisa mengandalkan kartu saja? Aku perlu dana tunai."

"Penghasilan dosen tidak besar. Aku juga butuh uang."

"Kau menghabiskan semua pendapatanmu! Aku tinggal denganmu karena bergantung padamu. Tapi kalau kau begini, aku bagaimana?"

"Aku ada janji. Kau bisa terus di sini."

"Pintar sekali melarikan diri."


Daneil membeluk Nyonya Yoo sebelum pergi, "Tolong berhenti merengek. Aku lelah. Di dunia ini cuma sayang yang memahami diriku."

"Kau akan menjemputku?"

"Tentu saja."

"Baiklah."

Tapi dibelakang Nyonya Yoo, Daniel komat-kamit kesel.


Jung Sun sedang menggambar, lalu bel ointu rumahnya berbunyi. Ternyata yang datang ibunya, ia menghela nafas saat membukakan pintu.


Jung Sun tanya, kenapa mampir. Nyonya Yoo berkata kalau Daniel akan menjemputnya sesudah janji temunya.

"Belakangan ini kau banyak waktu luang. Kau sering datang ke Seoul."

"Ada masalah di restoranmu? Sejak minggu lalu tidak ada tamu."

"Ibu, itu bukan urusanmu. Istirahat saja di sini. Aku harus bekerja."

"Kapan kau muncul lagi di televisi?"

"Tidak akan."

"Kenapa tidak? Wajahmu bisa mengundang orang datang ke restoran. Ini karena ibu khawatir. Aku cemas restoranmu bisa bangkrut. Ibu tidak bisa hidup kalau begitu."

"Kita fokus saja dengan hidup, ibu. Ini bukan urusan ibu, jangan ikut campur."

"Kenapa kau selalu dingin sekali?! Urusanmu adalah urusanku!"

"Tolong... jangan bersikap begini."


Hong Ah ke Good Soup seperti janjinya. Ia bertanya pada Soo Jung apa Won Joon ada? Soo Jung menjawab ada dan menyuruh Hong Ah duduk, ia akan memanggil Won Joon keluar.

"Aku ke dapur saja."

"Selain pegawai, orang lain dilarang masuk dapur."

"Aku sudah sering langsung masuk."

"Pasti saat aku tidak ada."


Won Joon sedang menyiapkan makanan saat Soo Jung datang mengabari kalau Hong Ah sudah datang.

"Ya, sebentar lagi."

Won Joon memasukkan makanan yang sudahia susun rapi di wadah ke dalam tas, lalu membawanya keluar.


Hong Ah kesal karena Won Joon membungkus makanannya, padahal ia mau memakannya di sana.

"Sungguh? Kukira kau sibuk jadi ingin kau bawa pulang."

"Oppa kenapa sih?! Kau tahu betapa capeknya aku harus ke sini?! Haruskah aku ceritakan semuanya? Kalau mau dibungkus begini, kirimkan saja pakai kurir. Kau kira aku jauh-jauh ke sini untuk makan nasi kotak?"


Soo Jung yang tadinya mau menungkan minum jadi kesal, ia membanting teko dan serebet di meja.

"Maaf aku mengganggu,tapi aku perlu bicara denganmu."

"Denganku?" Tanya Hong Ah.

"Ya."

"Katakan."

"Lelaki ini... berikan padaku."

Won Joon: Soo Jung-ssi?

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon