Saturday, October 28, 2017

Sinopsis Temperature of Love Episode 22


Sinopsis Temperature of Love Episode 22

Sumber Gambar: SBS


Soo Jung secara mengejutkan meminta Hong Ah memberikan Won Joon padanya. Ia mengakui kalau selama ini aku menyukai Sous Chef-nim, ia tidak bisa membiarkannya diperlakukan seenaknya sama Hong Ah.

"Bisakah kau menyukai laki-laki yang menyukai wanita lain?" Tanya Hong Ah.

"Ya, aku menyukai Sous chef. Lagipula kau tidak berniat memilikinya, jadi buatku saja."

"Ambil saja. Tapi, Oppa ini sudah menyukaiku selama 8 tahun. Tidak mudah mengubah perasaannya."


Won Joon membantah pernyataan Hong Ah itu, ia berkata kalau tidak sulit mengubah perasaanya, ia tertarik pada karisma Soo Jung.

"Oppa..." Hong Ah mulai kesal.

"Apa? Mulai sekarang aku milik Soo Jung-ssi. Jadi minta izin dulu pada Soo Jung-ssi jika ingin menelponku."

"Oppa!"

"Jaga dirimu."

"Baiklah, jaga dirimu."

Won Joon mengambil kembali makanan yang sudah ia bungkus dan mengajak Soo Jung masuk. Hong Ah menghela nafas kesal.


Di dapur, Soo Jung minta maaf pada Won Joon. Won Joon bertanya, apa ia terlihat menyedihkan sekali?

"Hong Ah-ssi, tampaknya suka bersaing. Jika aku bilang suka padamu, dia akan bersikap lebih baik padamu. Maaf sudah bersikap usil."

"Aku juga melakukan usaha terakhirku. Aku tidak bisa begini terus."

"Jadi, kau mau memaafkan aku?"

"Terima kasih sudah berbohong. Berpikir ada wanita yang menyukaiku begitu dalam, membuatku berbunga-bunga."

"Aku tidak bohong. Aku akan kembali bekerja."

Won Joon masih gak paham, apa?


Joon Ha kembali ke rumah Hyun Soo. Kali ini ia main game sementara Kyung memasak ramyeon. Kyung iri, Joon Ha tetap digaji walaupun hany amin game.

"Aku sedang bekerja. Sutradara dan penulis harus akrab agar bisa harmonis. Kau tahu betapa pentingnya "Sup Baik Hati" bagiku?"

"Terserah! To..long jangan membuat wajah aktor tampak terlalu biru! Kenapa kau suka sekali membuat wajah orang begitu?"

"Itu eksperimen. Kau tahu artinya eksperimen?"

"Makanya, aku bilang jangan melakukan eksperimen di sini."

"Aah, aromanya enak."

"Katanya tidak mau."

"Aku bilang begitu karena tadi kau melotot!"

"Kalau tahu, diam saja."

"Kenapa begitu? Kata-kata harusnya di ucapkan, bukan di simpan, penulis Hwangbo."

"Terserahlah, mau dikatakan atau tidak. Pokoknya jangan bicara denganku!"


Bel pintu berbunyi. Kyung mengira Hyun Soo yang datang tapi ternyata Hong Ah. Hong Ah datang karena lapar dan kebetulania ada di dekat sana, ia meminta Kyung memberinya sesuatu.

"Emm.. Kau membuat ramyeon?" Tanya Hong Ah.

"Penciumanmu sudah mirip anjing." Balas Kyung.

"Ooh, penulis Ji di kasih dan aku tidak, artinya curang!" Protes Joon Ha.

"Aah, jangan bicara padaku!" Kesal Kyung.


Hyun Soo menunggu Jung Woo kembali dari mengantar Hye Jung. Hyun SOo berkata kalau ia ngobrol sama Hye Jung layaknya teman lama.

"Baguslah buat kalian berdua, langsung saling suka di pertemuan pertama."

"Dia menyukaiku?"

"Ya! Kalau tidak, dia tidak akan tinggal lama. Jadwalnya sangat padat."

"Hmm, membuatku senang. Aku semakin menyukainya setelah bertemu."


Jung Woo kemudian mengajak Hyun Soo makan malam bersama, tapi Hyun Soo bilang ia pulang saja.

"Ini pekerjaan. Jangan campur adukan dengan masalah pribadi. Kita harus mencari nafkah. Jangan membuatku bicara 2x. Kita ke Good Soup saja. Di sana sedang kesulitan. Beri mereka masukan. Jika pergi ke tempat yang tidak bisa dilihatnya, dia akan makin marah. Lagipula dia tahu ini urusan pekerjaan."

"Baiklah, ayo pergi."


Saat makan, Hong Ah tiba-tiba bertanya, kapan Kyung dan Joon Ha berpacaran? Kyung langsung membentak Hong Ah, ia kan sudah memberi makan Hong Ah, kenapa Hong Ah malah ngomong macam-macam? Buat apa ia pacaran dengan Joon Ha?!

Hong Ah: Tidak pacaran? Kulihat kalian seperti pacaran. Kalian sedang PDKT? Yah, ini waktunya kau pacaran. Sebentar lagi kau 30 tahun. Mau sampai kapan kau bergantung pada eonni?!

Kyung: Yaa...

Hong Ah: Aku bicara begini karena kita berteman. Laki-laki harus mengambil resiko demi cinta. Harus lebih berambisi, Kyung! Kau harus menulis agar bisa debut!

Kyung: Wah.. Bagaimana kau bisa membuat orang kesal dengan wajah santai begitu?

Hong Ah: Kalau katamu tidak tertarik, kenapa kau memakai terusan itu? Padahal di rumah.


Joon Ha: Selain di rumah mau di pakai di mana lagi? Dia selalu di rumah. Kyung baik hati! Sulit bisa jadi orang baik! Kalau kau debut dan terkenal, kau tidak akan baik lagi. Aku pergi dulu. Suruh Hyun Soo menelponku.

Setelah Joon Ha pergi, Hong Ah bertanya-tanya, kenapa Joon Ha? Kyung menjawab tidak tahu, kenapa ya? Tapi Kyung diam-diam tersenyum. 


Jung Woo dan Hyun Soo sampai di Good Soup. Hyun Soo berkata akan masuk duluan, sementara Jung Soo silahkan memarkir mobil.


Jung Sun kebetulan sedang bicara dengan Soo Jung di depan. Hyun Soo menepuk pundak Jung Sun untuk memberitahu kehadirannya.. 

"Kau tidak bilang mau ke sini."

"Aku tak perlu bilang jika ingin ke sini."


Lalu Jung Woo masuk dan senyum Jung SUn langsung hilang. Jung Woo menjelaskan, mereka baru bertemu Yoo Hye Jung, jadi ingin makan sama-sama. Jung Sun pura-pura mengerti lalu meminta Soo Jung menunjukkan meja untuk mereka. 


Jung Woo mengikuti Soo Jung, tapi Hyun Soo tinggal, Hyun Soo mengajak Jung Sun ikut serta makan bersama mereka. 

"Nanti saja." Jawab Jung Sun.


Jung Sun lalu masuk ke dapur. Won Joon bertanya, apa Jung Woo dan Hyun Soo datang bersama? Jung Sun mengiyakan, lalu bertanya pada Kyung Soo apa jamurnya sudah siap?

"Yes, sir." Jawab Kyung Soo. 


Jung Sun keluar, ia melihat Hyun Soo dan Jung Woo yang tengan makan. Jung Woo bertanya pada Hyun Soo, apa Hyun Soo merasa tidak nyaman? 

"Ya. Aku tidak salah, tapi kenapa merasa bersalah?"

"Kau lucu sekali."

"Kenapa?"

"Bagaimana kau bisa mengucapkan isi hatimu dengan lantang?"


Hong Ah pulang dan ia masih dongkol dengan sikap Won Joon tadi yang dengan terang mengatakan di depannya kalau Won Joon tertarik dengan karisma Soo Jung. APalagi saat Won Joon bilang mulai sekarang ia muliknya Soo Jung. 


Hong AH menghubungi Wo Joon, tapi Won Joon sengaja tidak mengangkatnya. 


Hong Ah kesal, ia membanting ponselnya lalu bersiap menulis.

"Cinta sangat menyedihkan! Mana bisa mereka pamer begitu?"


Usai minum teh, Hyun Soo mengajak Jung Woo pergi karena ia harus bekerja. Jung Woo setuju, tapi Hyun Soo minta waktu untuk menemui Jung SUn sebentar. Jung Woo tidak masalah.


Jung Sun mendekat, Hyun Soo bilang mau bicara tapi Jung Sun minta nanti saja, nanti ia telfon, soalnya ada yang mau ia bicarakan dengan Jung Woo. 


Jung Woo dan Jung Sun lalu naik ke teras. Jung Sun mengatakan kalau ia dan Hyun Soo itu saling mencintai. Jung WOo menjawab ia tahu hal itu. 

"Kau berkata begitu karena merasa tidak tenang? Atau tidak percaya diri?" Tanya Jung Woo.

"Aku tahu menghentikan perasaan tidak mudah, tapi bukankah harusnya kau berhenti berakting?"

"Berhenti atau tidak adalah keputusanku. Aku tersinggung padaku?"

"Ya, tersinggung sekali. Aku terus berpikir.. Kenapa hyung marah padahal aku tak salah apa-apa."

"Setelah kupikir.. Ini bukan karena kau tidak salah."


Jung Woo lalu duduk dan menjelaskan, saat menemui Jung Sun di Paris, wanita yang Jung Sun pikirkan adalah Hyun Soo kan? Jung Sun bilang ingin mengenalkannya padanya, saat bertemu lagi dengan Hyun Soo. Tapi kenapa tidak bilang?

"Perasaanku terlalu intens untuk kuceritakan pada siapapun."

"Saat aku memintamu sebagai bintang tamu dalam "Detektif Menyimpang", kau menyanggupinya saat tahu penulisnya Hyung Soo. Tapi kau tetap tidak cerita padaku."

"Alasannya tetap sama. Buat apa aku memberimu alasan untuk ini?"

"Kita punya janji bersama, tapi kau batalkan karena ingin pergi dengan Hyun Soo. Kekanakan, bukan? Beginilah pertarungan perebutan wanita. Kau sanggup menghadapinya? Aku sanggup. Lagipula seumur hidup aku selalu bertarung untuk menang. Begini caraku menang."

"Jika hyung bisa, maka aku bisa. Tapi... Cinta butuh dua orang, bukan cuma satu. Sebesar apapun pertengkaran kita, hasilnya bukan soal kemenangan. Kenapa kita harus bertengkar soal ini?"


Jung Woo: Kau tak perlu bertarung karena sudah memilikinya. Beda denganku. Kau kira kalian akan tetap sama meskipun aku guncang?

Jung Sun: Tidak akan berubah. Kami tetap saling mencintai meskipun sudah terpisah.

Jung Woo: Kalau begitu lanjutkan cinta itu. Aku akan tetap mengguncang kalian. Setidaknya itu yang bisa kulakukan setelah menghabiskan 4 tahun sakit hati di sisi seorang wanita.


Jung WOo lalu melangkah pergi. Jung Sun berteriak, bagaimana dengan persahabatan mereka? Jung WOo berbalik dan menjawab kalau ini adalahawal persahabatan mereka. 

"Berusahalah, Ohn Jung Sun."

Kemudian Jung WOo benar-benar pergi, ia tersenyum karena sadar kalau Jung Sun benar-benar takut. 


Hyun Soo selesai mandi, iaingat perkataan Jung Sun tadi yang mau menelfonnya, tapi ternyata belum juga sampai saat ini. 

Hyun Soo tidak tenang, kenapa belum menelpon?


Saat ini, Jung SUn sedang melukis, tapi ia tidak fokus. Kemudian bel pintunya berbunyi. Ia mengecek intercom dan yang datang adalah Hyun Soo.


Jung Sun pun membukakakn pintunya untuk Hyun Soo. Saat melihat Hyun Soo ia tersenyum lebar lalu memeluknya. 

"Sudah keramas?" Tanya Jung Sun.

"Tidak, aku keramas di pagi hari. Aku cuma mandi."

"Kau sudah mandi?"

"Hmm, aku tak pernah keluar rumah setelah mandi, tapi kulakukan."

"Kau pasti suka sekali padaku."

"Hmm. Suka sekali..."

"Mau apa?"

"Blue Mountain yang mahal."


Hyun Soo melihat lukisan Jung Sun, ia bertanya apa itu menu baru yang Jung Sun bicarakan? Jung Sun membenarkan itu adalah menu baru yang sedang ia kembangkan, ia ingin mengubah menu utama.

"Restoran sedang defisit besar?" Tanya Hyun Soo. 

"Mulai blak-blakan lagi."

"Maaf. Setelah meriset Good Soup, aku mendengar beberapa hal."


Jung Sun memberi Hyun Soo blue Montain yang diinginkannya. Hyun Soo bersahabat dengan kafeinb tapi Jung Sun tidak, ia bisa-bisa tidak bisa tidur kalau minum kopi sekarang.


Hyun Soo lalu mengajak Jung Sunberbaring di sofa sambil bergenggaman tangan. Sekarang Jung Sun bisa cerita, Hyun Soo akan mendengar semuanya. Tapi Hyun Soo tak bisa menyelesaikannya. Mereka harus selesaikan masalah mereka sendiri, dan ini adalah masalah Jung Sun.

"Aku memutuskan jadi bintang tamu acara tv untuk menutupi defisit. Tapi ini tidak sesuai buatku. Ini bukan caraku untuk menang."

"Kau mengambil pinjaman untuk Good Soup?"

"Kau mengecek pinjamanku?"

"Tidak, cuma tanya. Berapa banyak orang bisa terbuka sendiri seperti ini?"

"Jung Woo hyung ikut berinvestasi."

"Ah.. Begitu..."

"Kau tidak tenang?"

"Soal apa?"

"Kau mulai goyah. Makanya malam-malam kau kabur ke sini?"


"Bukan begitu, Ohn Jung Sun-ssi. Kau mengambil kesimpulan sendiri. Memang benar aku merasa gugup. Tapi karena Jung Sun-ssi. Aku cemas kau meragukan aku, dan menilaiku ceroboh dengan perasaanku."

"Selama aku tidak denganmu, Jung Woo hyung menemanimu. Aku juga tak ingin tanya soal masa lalu. Tenang saja."

"Makasih."

Hyun Soo memiliki solusi, dari yang ialihat, jika Good Soup ingin menghindari defisit, maka Jung Sun harus menang dalam Michelin star. Itu cara terbaik. Mendapatkan bintang bukan cara salah untuk bisa menang.

Jung Sun hanya tersenyum. Hyun Soo heran, kenapa?

"Kau mendengar masalahku, sekarang kau berusaha menyelesaikannya juga?"

"Pintar?"

"Pintar."

"Aku memang selalu berhaga."

"Masih suka pamer seperti dulu."

"Di saat begini, bisakah kau berkata aku pamer karena aku hebat?"


Kemudian Jung Sun mengantar Hyun Soo pulang sambil jalan kaki. Hyun Soo tadi datang membawa sepeda. Jung Sun bilang akan mengantarkan sepeda Hyun Soo besok, sekarang jalan saja.

"Mau gandengan?" Tanya Jung Sun dan tentu saja Hyun Soo mau.


Esoknya, Nyonya Yoo datang menemui Jung Woo. 

"Lama tak jumpa." Kata Jung Woo.

"Tidak ada kabar artinya baik. Tapi.. Aku harus menemuimu lagi."

"Ada apa?"

"Aku hanya bisa mengandalkan CEO. Jung Sun terlalu sulit. Dia terlalu polos untuk memahamiku."

"Anggota keluarga yang termudah namun juga yang tersulit."

"Aku tahu ini tak mudah. Aku tahu aku salah. Tapi, meskipun sudah berusaha, tetap saja berantakan. Aku membuat investasi buruk, dan merogoh warisannya untuk membayar hutang."

"Katamu, Ia yang menangani semua masalah keuangan."

"Tepat sekali. Dia selalu paling sulit. Setelah mendapat uang, itu tak pernah kemana-mana. Dia menyimpan semuanya. Kalau aku  membuat kesalahan, dia tetap menjagaku, kan? Aku ibunya."

"Kau butuh berapa?"

"Pengeluaran... sulit dikendalikan karena kebiasaan. Tidak bisa aku kurangi. Akan kukembalikan. Setelah lukisan Prof. Min terjual, aku bisa membayarnya sekaligus."


Ayah dan Ibu berkunjung ke rumah Hyun Soo. Hyun Soo dan Kyung menyambut mereka bahagia. Mereka datang untuk makan, tapi Kyung bilang tidak banyak yang bisa dimakan di rumah. 

"Kami tidak akan meminta kalian melayani kami. Kami datang menjemput kalian." Jawab Ibu.

Ibu lalu menyarankan ke tempat yang tidak jadi mereka datangi waktu itu. 


Hyun Soo kemudian menelfon Jung Sun. Ia mengatakan akan makan siang di Good Soup. Jung Sun mengerti, mau datang dengan siapa? Sendirian? 

"Ibu, ayah dan Kyung."

"Apa? O-oh.. Kalau begitu aku siapkan meja untuk 4 orang."

"Aku sudah memesan tempat. Jung Sun-ssi.. Kau ingin bertemu orangtuaku? Kalau tidak enak, kami cukup datang makan dan pergi."

"Aku mau ketemu."

"Baiklah. Sampai nanti."

Jung Sun gugup banget, cingu!


Hari ini, Nyonya Yoo dan Daniel juga datang ke Good Soup. Daniel memuji Soo Jung yang nampak makin cantik. 

"Sayang, jangan menyapa orang seperti itu."

"Tidak boleh?"

"Tidak. Iya, kan?"

Soo Jung lalu mengajak mereka menuju meja. Nyonya Yoo melarang Soo Jung mengalihkan pembicaraan, Soo Jung tidak nyaman kan?

"Ya, sedikit kurang nyaman. Aku tidak ingin menyinggung Prof. Min."


Ibu senang akhirnya mereka jadi makan di Good Soup. Ayah memberitahu kalau itu tidak penting, yang penting adalah karena pacar Hyun Soo adalah Chef di sana.

Kyung: Chef Ohn sangat keren. Dia tampan, lembut dan manis.

Hyun Soo: Kyung, kau bicara jujur?

Ibu: Dia kenapa?

Ayah: Aigoo, rasanya lebih baik. Nah, ayo masuk, sayang.


Soo Jung menyapa Hyun SOo ramah. Hyun Soo lalu mengenalkan ayah dan ibunya. Soo Jung menghormat.

Ibu kemudian bertanya dimana toiletnya. Soo Jung akan mengantar kesana tapi Hyun Soo bilang ia saja, Hyun Soo tahu kok dimana letaknya.


Selama ibunya di toilet, Hyun SOo naik ke teras untuk menemui Jung Sun. Saat ini Jung Sun sedang memetik sayuran dan begitu Hyun Soo bilang ayah ibunya sudah datang, Jung Sun kaget benget.

Jung Sun menghela nafas lalu mengajak Hyun SOo turun. Hyun Soo menhan Jung Sun, sebentar lagi karena ibunya masih di toilet.


Kebetulan Nyonya Yoo juga ada di toilet dan Ibu Hyun Soo terus melirik ke arah Nyonya Yoo. 

"Kenapa melirik terus? Tatap saja kalau mau." Kata Nyonya Yoo. 

"Maafkan aku."


Ibu kembali ke mejanya disusul Nyonya Yoo beberapa detik kemudian. Nyonya Yoo melarang Daniel terus menatap ponsel, nanti matanya bisa rusak. 

"Sayang, kau sudah semakin tua." Kata Nyonya Yoo.

"Aku harus di operasi juga, seperti sayang. Mataku bagus, jadi bisa di operasi. Tapi sayang tidak."

"Benar juga. Aku masih terlihat muda, tapi dalam hal ini kau menang."

"Mau makan apa?"

"Mereka cuma punya 1 menu."

"Oh iya!"


Ibu berbisik pada ayah, bukankah Nyonya Yoo aneh? Kyung dan Ayah sontak melirik Nyonya Yoo. 

"Jangan melihat! Mereka bukan suami-istri, iya kan Kyung?" Tanya Ibu.

"Tidak. Mereka tampak tidak biasa. Sepertinya mereka pasangan kekasih." Kata Kyung.

"Dia pasti setua bibinya."


Nyonya Yoo menyadari Ibu masih juga meliriknya, ia lama-lama kesal juga. 

"Siapa?" Tanya Daniel. 

"Sekarang sudah tidak melihat."

"Pasti mereka keluarga. Kita memang menyolok. Jangan merasa tersinggung."

"Tak salah lagi sayangku, ini yang aku butuhkan darimu."

Ibu mulai bertanya tanya, kenapa Hyun Soo lama sekali?


Hyun Soo menyadari itu, ia langsung duduk di depan Jung Sun. 

"Mau turun sekarang?" Tanya Hyun Soo. 

"Begitu?"

"Hehehe.. Gugup?"

"Sedikit. Aku akan berusaha agar mereka menyukaiku."

"Sayang tak perlu melakukan apapun. Mereka akan menyukaimu meskipun cuma berdiri.. karena kau tampan."

"Hmm..."


Hyun Soo dan Jung Sun pun turun dengan bergandengan.


Namun mereka dikejutkan dengan adanya Nyonya Yoo juga disana.

Nyonya Yoo melambai pada Jung Sun dan Ibu melambai pada Hyun Soo. 


Nyonya Yoo sontak menoleh pada Ibu dan ayah, lalu kembali lagi menoleh pada Jung Sun dan Hyun Soo.

Sementara Jung Sun dan Hyun Soo hanya bisa saling pandang. Pertemuan keluarga yang tidak disengaja.

1 komentar so far

Lanjut chingu... Hehhee,, tapi baru tayang ya episod selanjutnya, itupun klo nggak ditunda lagii... Meski udh nonton videonya klo gak baca sinopnya kurang puas rasanya😊😊😊

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon