Tuesday, October 31, 2017

Sinopsis Temperature of Love Episode 23

Sinopsis Temperature of Love Episode 23

Sumber Gambar: SBS


Keluarga Hyuk Soo dan keluarga Jung Sun terkejut melihat satu sama lain. Hyun Soo lalu mendekati meja Nyonya Yoo dan Daniel, ia memberi salam.

Ibu memanggil Hyun Soo. Lalu Kyung menyuruh Jung Sun mendekat ke meja mereka serta mengenalkan kalau di depannya itu adalah orang tua Hyun Soo.


Jung Sun mengenalkan diri sebagai pacar Hyun Soo pada orang tua Hyun Soo. Ayah menyambutnya dengan senyum lebar, tapi ibu ada raut sedikit tidak senang.


Hyun Soo permisi pada Nyonya Yoo untuk menuju meja orang tuanya.

Hyun Soo: Ibu, ini kekasihku. Namanya On Jung Sun.

Ayah: Dia sudah memperkenalkan dirinya.

Hyun Soo: Wanita yang di sana ibunya Jung Sun. Kalian harus menyapanya.


Ibu: Kita harus pergi ke sana?

Jung Sun pun memutuskan untuk mengajak ibunya yang menyapa. Tapi Hyun Soo melarang, ia bingung, tidak tahu yang benar seperti apa.

Hyun Soo lalu bertanya pada ayahnya, ia harus bagaimana? Ayah kemudian mengajak ibu menyapa Nyonya Yoo duluan.


Jadilah Ibu-Ayah berdiri lalu menuju meja Nyonya Yoo untuk menyapa. Ketegangan masih terjadi antara Nyonya Yoo dan Ibu.

Nyonya Yoo juga mengenalkan Daniel sebagai tunangannya.


Joon Ha memprotes Jung Woo yang masih bekerja saat liburan. Pegawai Jung Woo tidak akan suka.

Jung Woo: Kau cerewet sekali. Kau cerewet, tapi jarang mengatakan hal berguna.


Joon Ha lalu membahas mengenai Jung WOo yang mengontrak SUtradara Min. Jung Woo beralasan kalau kemampuan Sutradara Min masih di atas rata-rata. Satu-satunya alasan Sutradara Min gagal menangani "Detektif Pembangkang" karena dia terlalu berusaha untuk sempurna.

"Dia bisa kukontrak dengan murah karena pernah gagal. Bicaramu seolah-olah itu tidak ada kaitannya denganmu. Kaulah yang gagal. Drama itu berakhir lebih cepat dari rencana." Komentar Joon Ha.

"Kita tidak kehilangan uang. Jadi, itu tidak masalah."

"Astaga, Kau luar biasa. Kau tidak kehilangan uang meski dramanya berakhir lebih cepat? Kau memang memiliki semua yang Kau mau kecuali cinta."

"Bagaimana dengan "Sup Baik"? Hyun Soo mengirimkan sinopsis dan naskah, tapi belum kubaca."

"Karena akhir ceritanya berubah, jalan ceritanya pasti berubah juga. Ceritanya menjadi lebih ceria. Aku suka."

"Aku harus meminta Tim Perencanaan untuk memeriksanya, lalu bicara dengan Hyun Soo."

"Kau tidak suka akhir ceritanya berubah?"

"Aku harus membacanya dahulu untuk memastikan, tapi aku memang tidak suka."


Nyonya Yoo bertanya, kenapa Hyun Soo malah makan bersama orang tuanya? Daniel menduga Hyuk Soo mau makan dengan keluarganya, jadi, sudah sewajarnya begitu.

"Tapi aku sangat menyayanginya. Aku akan menjadi ibu mertuanya."

"Kau ingin menjadi ibu mertua?"

"Tidak, Kau benar. Tiba-tiba aku teringat ibu mertuaku. Aku muak sekali kepadanya."


Ayah menyimpulkan kalau makanan di sana sangat menyegarkan. Hyun Soo langsung tersenyum lebar mendengarnya.

Kyung: Hidangan Chef Ohn memang yang terbaik. Tidak hanya terasa lezat, tapi juga sulit dilupakan.

Hyun: Aku setuju denganmu.

Ayah: Tapi porsinya terlalu kecil.

Ibu: Ibu menikmati hidangannya.

Hyun Soo: Sudah kuduga. Kita memiliki selera yang sama.

Ayah: Kami harus pergi sekarang. Tadi katamu Kau harus bekerja.


Jung Sun menghampiri sebelum mereka pergi.

"Anda menikmati hidangannya?" Tanya Jung Sun.

"Ya, lezat sekali." Jawab Ayah.

"Anda harus berkunjung lagi. Menu bulan depan akan berubah."

"Baiklah. Kami akan pergi usai pamit kepada ibumu dan tunangannya."


Ayah dan Ibu lalu berpamitan pada Nyonya Yoo dan tunangannya. Ayah dan Daniel akan berjabat tangan tapi tidak jadi. Kaku banget pokonya.


Jung Sun melarang ayah membayar, tapi ia terlambat. Soo Jung meberitahu kalau Ayah sudah membayar tadi.

Ayah: Kami sudah membayar karena pasti akan Kau larang. Hari ini hanya acara keluarga biasa. Undanglah kami lagi lain waktu.

Jung Sun: Baiklah.

Jung Sun lega, Hyun Soo juga.


Pegawai Jung Woo memberikan laporan konsultasi bisnis Restoran Good Soup.

"Sudah waktunya bagi Anda untuk turun tangan. Chef Ohn tidak akan bisa membawa hasil yang bagus tahun ini jika dia terus melakukan semua dengan caranya sendiri."

"Tolong atur pertemuan dengan Chef Ohn."

"Baik, Pak."


Jung Woo memberikan laporan cara mengatasi defisit Restoran Good Soup pada Jung Sun. "Mereka pikir kualitas makanan dan hidanganmu baik sekali. Aku juga setuju dengan hal itu. Itu alasanku berinvestasi di sini."

"Lantas?"

"Aku ingin Kau menyerahkan laporan penjualan dan pembelian."

"Bukan ini yang Kau janjikan. Ini belum setahun."

"Aku tidak bisa membiarkanmu bangkrut di waktu yang tersisa. Kau yang bilang tidak akan membuatku kehilangan uang."

"Tapi Kau tetap harus memegang janjimu."


Jung Woo menegaskan, ia tidak mau menerima uang yang tidak berasal dari Good Soup.

"Baiklah, Kau boleh ikut campur. Tapi aku melakukan ini karena Kau yang meminta. Aku selalu jujur kepadamu sampai saat ini. Aku akan menyerahkan laporan penjualan dan pembelian itu." Kata Jung SUn pada akhirnya.


Jung Woo kemudian masukke dapaur, ia melakukan inspeksi. Jadi yang awalnya mereka bercanda jadi serius semua.


Selanjutnya Ayah-Ibu minum teh di rumah Hyuk Soo. Ibu berkata kalau Jung Sun sepertinya sangat baik.

Hyun Soo: Ya, cara berpikirnya pun begitu. Aku harus banyak belajar darinya. Dia lebih dewasa daripada aku.

Ayah: Dia juga kompeten. Usianya masih sangat muda untuk memiliki restoran sendiri.

Ibu: Ibunya pasti sangat kaya.

Hyun Soo: Aku tidak tahu soal itu. Dia menerima investasi.

Ibu: Apa pekerjaan ayahnya?

Hyun Soo: Aku tidak tahu.

Ibu: Kau mengencani dia, tapi kenapa tidak mengetahuinya?


Ayah menengahi, perlahan-lahan mereka juga akan tahu. Sekarang masih dalam proses perkenalan.

Hyun Soo: Ayah benar.

Ibu: Ibunya tinggal dengan pria itu? Dia tidak akan menikah dengan dosen itu?

Hyun Soo: Kurasa begitu.

Ibu: Dia sungguh berjiwa bebas. Kapan dia bercerai? Jung Sun pasti terluka jika mereka bercerai saat dia masih remaja.

Hyun Soo: Bu, apa yang sebenarnya ingin Ibu katakan?

Ibu: Banyak yang ingin ibu tanyakan, tapi tidak akan ibu tanya. Kau tidak mengenalkannya kepada kami sebagai tunanganmu. Kalian hanya berkencan saja. Sayang, kita harus pergi sekarang.

Ayah: Apa? Baiklah. Kami pulang, ya.

Hyun Soo: Baiklah.


Jung Sun melakukan perhitungan dan tiba-tiba ibunya masuk. Nyonya Yoo tadinya mau pergi tapi tidak jadi. Jung Sun heran, kenapa tidak jadi?

"Kau akan segera menikahi Hyun Soo?"

"Kenapa Ibu bertanya?"

"Jangan menikahinya. Berjanjilah. Masa depanmu masih panjang."

"Ibu seharusnya tidak mencampuri hubungan kami. Sama seperti aku menghormati kehidupan pribadi Ibu."

"Meski ibu tidak terlibat, orang tua Hyun Soo juga pasti melarangnya. Mungkin terkadang sikap ibu tidak dewasa, tapi ibu hidup lebih lama daripada Kau. Ibu sudah mengetahui arah hubungan ini. Orang tuanya tidak akan menyukaimu. Kau lihat cara ibunya Hyun Soo menatap ibu?"

"Ibu, berhentilah melihat dunia hanya dari sudut pandang Ibu. Ibu harus mencoba memosisikan diri sebagai orang lain. Menurut Ibu bagaimana perasaanku jika Ibu mengatakan hal itu?"

"Ibu tidak boleh mengatakan pendapat?"

"Pendapat Ibu tidak selalu benar. Aku dan Hyun Soo sudah dewasa, dan artinya kami bisa menikah tanpa harus meminta izin orang tua. Jika kami berpisah, itu masalah kami, bukan orang tua. Ibu tidak akan bisa memengaruhi yang terjadi pada hubungan kami."

"Pendirianmu teguh sekali."


Joon Ha kembali ke rumah Hyun Soo. Ia mengatakan soal pertemuannya dengan Jung Woo kalau Jung Woo belum membaca sinopsis yang Hyun Soo kirim.

Joon Ha: Dia ingin Kau ke kantornya.

Kyung: Dia bisa memintanya sendiri. Kenapa harus menyuruhmu?

Joon Ha: Kau akan meneleponnya jika menjadi dia? Harga dirinya tinggi. Dia hanya menemuinya untuk urusan pekerjaan.


Hyun Soo menanyakan pendapat Joon Ha soal naskahnya. Joon Ha suka versi yang sudah diedit. Jika Jung Woo setuju, akan ia berikan kepada perusahaan.

Hyun Soo: Apa perusahaanmu akan menayangkan dramaku? Aku keluar dari drama terakhirku.

Joon Ha: Mungkin itu yang terbaik. "Detektif Pembangkang" berakhir lebih awal dari rencana.

Hyun Soo: Ohn Entertainment menderita kerugian besar?

Joon Ha: Tampaknya dia tidak kehilangan sepeser pun. Luar biasa, bukan? Kau harus menikahi pria seperti Jung Woo. Cinta itu tidak ada gunanya. Pasti Kau tersakiti pada akhirnya.


Kyung menyahut, hidup sudah penuh dengan luka dan kesulitan. Kebahagiaan yang didapat dari cinta, tidak bisa ditukar dengan apa pun.

Joon Ha menatap Kyung intens. Kyung kesal, lihat apa Joon Ha itu?

Joon Ha: Ini mataku sendiri. Apa aku butuh izin untuk melakukannya?

Kyung: Ya, karena Kau melihatku.

Hyun Soo: Kyung, karena Hong Ah tidak ada, Kau bertengkar dengan Joon Ha.

Joon Ha: Omong-omong soal Penulis Ji, Jung Woo bilang dia akan memintanya bekerja dengan Sutradara Min.

Kyung: Kau pikir Hong Ah cukup gila untuk bekerja dengan Sutradara Min? Dia tidak akan mau.

Hyun Soo: Kapan Pak Park ingin menemuiku?

Joon Ha: Telepon dia.


Hyun Soo pun menghubungi Jung Woo untuk menanyakan apa naskahnya sudah Jung Woo baca? Jung Woo saat ini sudah membacanya, 2 kali.

"Kau punya waktu malam ini?" Tanya Jung Woo.

"Ya."

"Makanlah sebelumnya. Aku ada janji makan malam, jadi, tidak bisa makan denganmu."


Hong Ah mengajak Produser makan bersama di Good Soup. Hong Ah bertanya kenapa Produser tidak mengatakan apa pun soal naskahnya.

"Emm.. Naskahmu mudah dimengerti. Sangat provokatif."

"Aku menulisnya berdasarkan kisah nyata. Kenyataan jauh lebih gila daripada drama."

"Aku tidak bilang naskahmu buruk."

"Anda bisa menjadwalkannya untuk ditayangkan?"

"Tidak bisa kuputuskan sendiri. Harus melalui rapat. Kemungkinannya besar jika didukung oleh sutradara."

"Sutradara?"

"Perusahaan ingin.. menyerahkan naskah itu kepada Sutradara Kim Joon Ha. Sudah saatnya dia menyutradarainya. Kau mengenal dia, bukan?"

"Aku sangat mengenalnya karena dia teman dekat Hyun Soo."

"Kurasa dia sedang menyiapkan sesuatu dengan Hyun Soo. Meski belum pasti."

Hong Ah mengerti


Hyun Soo malamnya datang ke kantor Jung Woo dan Jung Woo langsung berkata kalau ia tidak suka naskahnya, lebih baik yang sebelum direvisi.

"Kenapa Kau mengubahnya menjadi akhir bahagia?"

"Karena aku mengikuti perkembangan tokohnya--"

"Kau menggambarkan dirimu sendiri? Kau memiliki kecenderungan untuk menulis kisahmu sendiri."

"Temanya memang begitu, tapi kisahnya tidak menggambarkan diriku."

"Aku sudah sepenuhnya jujur kepada kalian berdua."

"Aku tidak ingin mengatakan apa pun soal hari itu. Karena aku tidak mau menyakiti Anda."

"Apa aku tampak menyedihkan? Alasanku diam saja selama ini.. karena aku yakin Kau akan memilihku. Tapi Kau sudah berubah."

"Memang. Hatiku sakit selama lima tahun karena dia. Aku tidak bisa berubah."

"Hatiku sakit selama lima tahun. Aku juga tidak bisa berubah."


Jung Woo mengajak Hyun Soo berpisah jalan lalu bertemu lagi di satu titik.


Saat ini Hyun Soo dalam perjalanan pulang dari kantor Jung Woo. Ia masih teringat percakapannya tadi.


Hyun Soo meminta, bisakah tidak melibatkan perasaan pribadi dalam hal ini?

"Bisa. Aku ingin memproduksi drama ini karena akhir ceritanya sedih."

"Drama romansa dengan akhir sedih mudah sekali mendapat rating rendah."

"Aku tidak berencana menghasilkan uang melalui karyamu. Aku menyukai drama unik yang disukai oleh sebagian kecil penonton."

"Aku ingin menulis drama populer. Drama dengan akhir bahagia yang membuat orang bahagia."

"Jika Kau terus mendebat, aku akan mengikuti pilihanmu. Tapi drama ini harus berakhir sedih."



Hyun Soo ternyata tidak pulang ke rumah, ia mampir ke Good Soup dan berpapasan dengan Produser-Hong Ah.

"Ada apa Kau kemari, Penulis Lee? Ah.. Kau ingin melakukan wawancara untuk dramamu?" Tanya Produser.

"(tersenyum) Kalian makan di sini?" Tanya Hyun Soo.

"Ya." Jawab Produser.

Lalu Hyun Soo pamit masuk duluan.



Jung Sun memberikan minuman hangat untuk Hyun Soo. Jung Sun khawatir, kedinginan kan? Kan sudah dibilangin untuk bicara di telfon saja.

"Tidak, kita harus bicara langsung. Kau sudah menemui orang tuaku untuk kali pertama. Bagaimana?"

"Ayahmu baik sekali."

"Ayahku sangat menyukaimu. Ibuku juga. Tapi orang tuaku pasti menyukai siapa pun yang kukencani. Mereka memercayai keputusanku."

"Kau punya adik yang sikapnya keras, bukan?"

"Ya, dia sudah menikah. Anaknya berusia empat tahun. Sudah pandai bicara. Adik iparku lembut dan gigih. Dia yang memegang kendali. Tapi adikku tetap bahagia. Ketika Kau melihat dia saat itu, dia sedang mengalami masa sulit karena baru berpisah. Dia melampiaskannya kepadaku. Orang tuaku sangat saling mencintai sampai tidak memedulikan anak-anak mereka. Mereka akan segera pensiun. Mereka senang bisa berlibur bersama. Bagaimana dengan ayahmu?"

"Dia dokter gigi di Bundang."


Batin Hyun Soo, "Aku bertanya bagaimana ayahnya, tapi yang diceritakan pekerjaannya. Dia tidak mau membicarakannya? Atau ada masalah yang belum diselesaikan?"


Jung Sun lalu menanyakan bagaimana pekerjaan Hyun Soo? Naskahnya sudah selesai?

"Aku sudah menyerahkan ringkasan dan revisinya. Park Daepyonim tidak menyukai ringkasan yang sudah direvisi."

"Apa yang akan terjadi jika dia tidak menyukainya?"

"Antara aku harus merevisinya lagi, atau membujuknya."

"Apa rencanamu?"

"Aku akan memikirkannya dan bicara dengan Joon Ha Oppa. Karena dia sutradaranya. Bagaimana restoranmu?"

"Begitu hasil konsultasinya keluar, pengaturan manajemen akan berbeda."

"Aku harus menemui Park Daepyonim jika menyangkut pekerjaan. Apakah Kau kesal?"


Jung Sun langsung menggenggam tangan Hyun Soo, ia memang tidak suka, tapi tidak ada pilihan.

"Terima kasih sudah mengerti. Kita bisa melakukannya. Kita akan melakukannya dengan baik."



Hong Ah kembali lagi ke Good Soup saat Soo Jung beberes.

"Aku kembali." Kata Hong Ah.

"Kau bisa datang kapan saja."

"Eonnie, sikapmu terlalu mengada-ada, bukan?"

"Berpikirlah sesumu. Kau juga bersikap semaumu."


Won Joon keluar, ia meminta pada Soo Jung untuk memberikan daftar wine untuk promosi Natal. Soo Jung mengiyakan sambil tersenyum lalu pergi mengambilnya.


Won Joon juga segera berbalik. Hong Ah kesal, apa Won Joon juga tidak mau menyapanya?

"Kau menyapaku meski aku tidak menyapamu." Jawab Won Joon lalu masuk ke dapur dan Hong Ah mengikutinya.

"Kau marah kepadaku?"

"Kenapa harus marah? Kau selalu bersikap semaumu."

"Kau tidak menyukaiku lagi?"

"Ji Hong Ah, menyukaimu adalah masalahku, bukan masalahmu. Aku tidak menyukaimu karena Kau baik kepadaku."

"Kau mengencani Soo Jung Eonnie? Mengencani gadis saat menyukai orang lain itu jahat."

"Itu kebiasaan, bukan? Karena aku sudah menyukaimu sejak lama. Sekarang ini, aku berpikir kebiasaan bisa diperbaiki."

"Jangan berpikir begitu. Aku bosan tanpamu."

"Jika Kau bilang begitu, aku merasa bersalah. Keputusanku sudah bulat."

"Kenapa Kau memutuskan begitu? Lakukan saja sesukamu."

"Aku sudah muak dengan cinta tidak berbalas. Sebelum Soo Jung menyatakan perasaannya kepadaku, aku tidak tahu betapa menyedihkannya diriku di mata orang-orang."


Soo Jung menyela pembicaraan mereka untuk memberikan daftar wine yang Won Joon minta. Soo Jung akan meninggalkan mereka lagi tapi Won Joon memintanya menunggu. Won Joon ingin mengatakan sesuatu pada Soo Jung di depan Hong Ah.

"Terima kasih sudah memberitahuku soal perasaanmu di depan Hong Ah. Tapi reaksiku berlebihan saat itu karena aku kesal dengan Hong Ah. Aku menyuruh dia meminta izinmu karena aku milikmu. Maafkan aku."

"Tidak apa-apa. Maafkan aku.. karena sudah mencampuri hidupmu tanpa izin. Permisi."

Setelah Soo Jung keluar Won Joon mengaku, ada banyak sekali wanita baik di luar sana, ia berusaha mencari tahu cara mencintai wanita yang baik.


Saat Jung Sun dan Hyun Soo turun, Hong Ah memanggil Hyun Soo. Hong Ah bertanya, apa Hyun Soo akan pulang? Hyun Soo membenarkan.

"Aku ingin ikut denganmu. Aku sedang mengalami masa sulit. Aku harus bicara denganmu." Kata Hong Ah.


Jadi mereka berdua bicara di taman apartemen Hyun Soo. Hyun Soo bertanya, ada apa?

"Won Joon Oppa berubah. Dia menjadi menentangku. Padahal pekerjaanku sudah baik. Entah kenapa dia begitu."

"Woon Joon masih sama. Nanti juga dia merasa lelah."

"Yang Kau katakan sama seperti Won Joon."

"Menyukai seseorang tidak mudah meski kelihatannya mudah. Bersikap baiklah kepadanya. Jangan sampai Kau menyesal."

"Kurasa Kau beruntung dalam hal apa pun. Pekerjaanmu sepertinya sedang berkembang lagi. Kau memiliki cintamu."

"Kau memiliki semuanya. Untuk apa membandingkan dirimu?"

"Aku tidak bermaksud begitu, tapi apa boleh buat."

"Aku mau masuk sekarang. Udaranya dingin."


Jung Sun menunjukkan hasil konsultasi Good Soup pada Won Joon. Won Joon bertanya, kapan laporan kedua akan keluar? Jung Sun menjawab akan segera siap karena Jung Woo melakukannya dengan cepat.

"Tapi kenapa Park Daepyonim melakukan ini padahal belum setahun? Apa karena Hyun Soo Noona? Park Daepyonim tidak bisa berpikir jernih karena masih terkejut?"

"Jung Woo bukan tipe orang yang seperti itu."

"Kau benar."


Tapi Won Joon terkejut Hyun Soo tidak pernah menyukai Jung Woo, padahal Jung Woo jelas-jelas menunjukkan rasa sukanya. Hong Ah pasti akan menyukainya sejak lama.

"Hyung benar-benar bisa berhenti menyukai Hong Ah?"

"Mungkin tidak bisa, tapi aku akan berusaha."

"Aku selalu mendukung kehidupan cintamu. Hong Ah mengingatkanku akan ibuku. Aku merasa agak kasihan kepadanya."

"Benarkah?"

"Aku mengerti alasan Soo Jung mengakui perasaannya kepadamu. Hyung pria yang sangat menarik."

"Kau yang terbaik, Chef On. Kau membuat hatiku senang. Omong-omong, apa rencanamu? Hyun Soo pasti menunggumu untuk melamar, bukan?"

"Apakah itu penting? Dia pasti mengetahui betapa aku amat mencintainya."

"Kau benar."


Hyun Soo menulis di laptopnya.

Akhir bahagia. Mereka tidak akan berpisah. 
Akhir sedih. Mereka akan berpisah. 
Mana yang lebih realistis? 
Mana yang akan lebih populer?


==Beberapa hari kemudian==

Jung Woo menghubungi Jung Sun, mengatakan kalau ia sudah menerima laporan konsultasi kedua Good Soup.

"Aku sangat sibuk hari ini. Datanglah ke kantorku saat waktu istirahat." Lanjut Jung Woo.

"Baiklah."


Jung Woo memberikan laporan itu saat Jung Sun datang. Jung Sun harus membacanya sendiri.


Jung Sun bertanya, apa Jung Woo ingin ia mulai dengan mengubah interiornya?

"Itu tidak akan efisien karena membutuhkan banyak uang. Aku ingin Kau mengubah menunya."

"Mengubah menunya?"

"Menunya sendiri sudah bagus, tapi tidak cocok dengan budaya kita. Makanannya terlalu ringan dan porsinya terlalu kecil. Bahan-bahannya juga terlalu mahal. Itu sebabnya Kau tidak bisa menghasilkan keuntungan."

"Jadi, Kau ingin aku menghasilkan uang dengan memakai bahan lebih murah dan harga yang tetap?"

"Aku tidak menyuruhmu melakukan itu selamanya."

"Ah.. Begitu keadaan stabil, Kau bisa kembali ke menu awal. Menurutmu pelanggan akan menunggu selama itu? Aku tidak bisa membohongi pelangganku karena mereka memercayai dan menyukai makananku. Hidangan berkualitas baik tidak bisa dibuat dengan bahan murah.

"Kalau begitu, pecatlah beberapa pegawai."

"Apa?"


Jung Woo menjelaskan, jumlah pegawai Jung Sun terlalu banyak jika dibandingkan jumlah pelanggan. Jung Sun bisa memecat dua pelayan dan koki termuda di dapur.

"Good Soup adalah restoran mewah. Jumlah pegawaiku sekarang adalah jumlah minimal yang dibutuhkan agar bisa menyediakan layanan mewah kepada pelanggan. Bagaimana bisa aku memecat jika kerja tim mereka bagus?"

"Apakah insiden alergi itu hasil dari kerja tim yang bagus? Kau harus membuat perubahan, entah pada bahan atau pegawai."

"Bagaimana jika aku tidak bisa?"

"Kalau begitu, mungkin aku harus mengambil kembali investasiku."

"Itu pelanggaran kontrak."

"Berarti aku harus mengakhiri pertemanan kita."

"HYUNG!"


Jung Sun ingin bertanya, apakah ini pertarungan bocah karena cinta buta? Jung Woo memanfaatkan karier untuk menggoyahkan cintanya dan Hyun Soo?

"Kau sudah merasa lelah? Ini baru permulaan. Jika mau menyerah, lakukan saja sekarang. Dengan begitu, aku akan berhenti menggoyahkanmu.. untuk mendapatkan Hyun Soo."

"Kau tidak menyayangiku?"

"Aku menyayangimu. Aku menyukaimu, tapi jika harus memilih di antara kalian berdua.. aku memilih Hyun Soo."

2 komentar

Mbk kok ga da tlisannta cm da gmbrnya knp???

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon