Thursday, October 19, 2017

Sinopsis While You Were Sleeping Episode 13

Sinopsis While You Were Sleeping Episode 13

Sumber Gambar: SBS


Kembali saat Jae Chan menelfon Hong Joo, dimana saat itu Hong Joo ada di Polsek Sangku untuk mengerjakan artikel tentang kucing liar itu dan ia bersama Woo Tak. 


Sebelumnya.. Jae Chan ketemuan dengan Woo Tak, ia ingin meminta bantuan Woo Tak. Woo Tak bisa melakukan apa saja asal permintaannya wajar, jadi katakan saja!

Jae Chan lalu menunjukkan catatan, "11 April, Pukul 22.12, di atap Gedung Sujo di Sangku-dong".

Jae Chan: Aku bermimpi. Di waktu dan tempat itu, Hong Joo diserang seorang pria bernama Kang Dae Hee.


Saat ini Woo Tak melihat jam dinding, pukul 9:25.

Kembali lagi, saat itu Woo Tak bertanya siapa Kang Dae Hee. Jae Chan menjelaskan, dia terdakwa yang sedang diadili karena membunuh.

"Membunuh?" Tanya Woo Tak.

"Dia tidak mungkin dibebaskan. Jadi, entah kenapa aku bermimpi seperti itu."

"Jangan khawatir. Akan kupastikan Hong Joo tidak di sana saat itu."


Tapi kenyataannya, Woo Tak dan Hong Joo tetap kesana dan Woo Takmalah ditusuk oleh Dae Hee, ia tergeletak di lantai tak berdaya. 


Jae Chan dengan tim nya sedang dalam perjalanan menuju gedung itu. Ia menghubungi seseorang tapi tidak aktif. Ia panik. Pak Choi bertanya, perlukah ia telepon divisi patroli terdekat dan meminta bantuan?

"Ya, telepon saja."


Jae Chan semakin gelisah, ia ingat mimpinya, Hong Joo mengucapkan pukul 11.12 malam dan saat ini sudah pukul 10:45. 


Jae Chan akhirnya sampai di gedung resto ayam itu. Disana sudah ada Kyung han dan petugas wanita rekannya itu. Jae Chan memanggil-manggil Woo Tak yang tergeletak di lantai.

Kyung Han: Dia masih bernapas. Aku bisa menangani ini. kau harus menangkap penjahat itu. Dia kabur ke atap.

Jae Chan: Kuserahkan dia kepadamu.


Jae Chan langsung naik ke atas, sementara Pak Choi menyuruh yang lain untuk memblokir pintu keluar sebelum ikut naik bersama Jae Chan. 

Tapi Jae Chan sangat cepat, sementara Pak Choi kelelahan karena mengikuti Jae Chan naik tangga. Tapi Pak Choi tidak sendiri, ia bersama 2 anggota tim yang lain.

Setelah menunjukkan surat penangkapan pada Dae Hee, Dae Hee melawan, jadi mereka harus berkelahi. Hong Joo dan Cho Hee ngeri melihatnya. 


Jae Chan terpojok, untung Hong Joo tidak diam saja, ia melemparkan sepatunya pada Dae Hee, jadi sepatu yang ketinggalan di tangga itu milik Hong Joo. 


Perhatian Dae Hee teralih hingga Jae Chan bisa balik mneyerang Dae Hee. Kemudian Pak CHoi dan anggota tim lain datang, mereka bertiga membekuk Dae Hee bersama, Dae Hee pun harus menyerah. 

Dae Hee: Lagi pula, aku akan dibebaskan. Panggil Pengacara Lee Yu Beom. Suruh dia kemari!!!!!!


Pak Choi masih sempat memprotes Jae Chan yang memilih menaiki tangga bukannya naik lift. Jae Chan hanya nyengir menanggapi itu. 


Hong Joo terduduk lemas, ia gak punya tenanga lagi. Jae Chan lalu berjalan menghampirinya. Hong Joo langsung memeluk Jae Chan erat, ia menangis. 


Jae Chan mengelus kepala Hong Joo sambil menenangkan, "Semua sudah berakhir. kau baik-baik saja sekarang. Tenanglah."



Tapi kemudian Hong Joo ingat dengan Woo Tak, Apakah dia baik-baik saja? Namun jae Chan hanya menatap Hong Joo.


Woo Tak dibawa ke rumah sakit, ia akhirnya siuman. Disana terlihat ada Hong Joo dan Jae Chan, mereka ketiduran. Woo tak mencoba bangun tapi tidak bisa, ia masih merasa sakit dan ia merintih, jadinya Hong Joo dan Jae Chan bangun dan ternyata disana juga ada rekannya yang wanita itu. 

Rekan Woo Tak keluar, ia heboh memanggil dokter dan perawat karena Woo Tak sudah siuman.

 

Tadi yang menanyakan keadaan Woo tak hanya Jae Chan dan rekan wanitanya itu. Woo Tak bertanya pada Jae Chan, apa Hong Joo baik-baik saja?

Hong Joo langsung menggenggam tangan Woo Tak, "Ya, aku di sini. Aku baik-baik saja."

Woo Tak tersenyum, "Syukurlah, kau baik-baik saja."


Tepat saat itu Kyung Han masuk dan ia mendorong Hong Joo-Jae Chan untuk melihat Woo Tak lebih dekat.

"Kau yang tidak baik-baik saja. Kau yang nyaris mati, Bodoh. Kau sungguh baik-baik saja? kau bisa mengenali kami? Aku siapa?" Tanya Kyung Han.

"Oh Kyung Han Sunbaenim."

Kyung Han tambah haru mendengarnya.


Woo Tak bertanya pada Jae Chan, apa Jae Chan sudah menangkap pelakunya? Jae Chan memngiyakan, sekarang Dae Hee ditahan.

Dae Hee gemetar di sel tahanan, ia mengngat percakapannya dengan Yoo Beom selama di kantor Yoo Beom.

Yoo Beom ingin Dae Hee memberitahunya dimana lubangnya agar ia bisa menutupnya dan mengisi tongnya dengan air.

Dae Hee menyesal, "Aku bisa mengisinya sendiri. Aku melakukannya terakhir kali. Kenapa kali ini tidak bisa?"


Dae Hee kemudian mengintip keluar, ia histeris meminta dipanggilkan Yoo Beom. 

"Panggilkan pengacaraku. Suruh dia kemari sekarang! Cepat suruh Lee Yoo Beom kemari! Suruh Lee Yoo Beom kemari. Cepat suruh Lee Yoo Beom kemari!"


Woo Tak cerita kalau semua yang di film-film itu bohong, dimana sang aktor tetap berkelahi meski ditikam berkali-kali. Begitu ditikam, mereka kehilangan seluruh tenaga, ia bahkan tidak mampu mengangkat jarinya.

"Maaf, semua ini terjadi karena perkataanku kepadamu." Kata Jae Chan. 

"Apa maksudmu?"


Woo Tak akan membuka tutup botol minumnya tapi tidak bisa, Jae Chan lalu mengambilnya dan membukakannya. 

"Aku memintamu melindungi Hong Joo." Kata Jae Chan. 

"Apa maksudmu? Aku sangat bersyukur kau memberitahuku."


Woo Tak menanyakan bagaimana nasib Kang Dae Hee. Jae Chan menjelaskan kalau Dae Hee tidak akan lolos dengan mudah, mereka sudah memiliki bukti bahwa dia meracuni adiknya sampai tewas. Adik perempuannya juga memutuskan bersaksi melawannya di persidangan. Terlebih lagi, jaksa yang bertugas sangat bisa diandalkan.

"O.. Siapa?" Tanya Woo Tak.

"Aku."

"Apa?"


Jae Chan kembali ke kantor dan di loby ia bertemu dengan Hyang Mi dan Pak Choi. Hyang Mi khawatir melihat wajah Jae Chan yang terluka, apa itu karena dipukul Dae Hee? 

"Aku bukan dipukul. Ini hanya luka kecil yang aku dapat saat berusaha melawannya. Ini hanya sepele." Kata Jae Chan.


Hyang Mi heran melihat Pak Choi yang biasa saja melihat Jae Chan terluka. Bukankah mereka pergi bersama?

"Ya, aku ke TKP bersama dia." Pak Choi mulai cerita.

Sementara itu di belakang Pak Choi datanglah Kepala Park dan Jaksa Son, Jae Chan mencoba mengkode mereka untuk berhenti tapi Pak Choi dan Hyang Mi tidak menangkap kode itu. 

Pak Choi: Dia naik empat tangga sekaligus. Bagaimana aku bisa mengejarnya? Aku hanya bisa dua anak tangga.

Hyang Mi: Empat anak tangga sekaligus? Begitu rupanya. Kurasa itu karena kakinya panjang. Jadi, kau melawan pembunuh itu sendirian?

Pak Choi: Itu yang kubilang. Dia menghampirinya dengan berani sebab dia sabuk hitam tingkat empat.

Hyang Mi: Sabuk hitam tingkat empat? Bagaimana denganmu, Pak Choi?

Pak Choi: Aku juga sabuk hitam. Setiap orang yang masuk militer memegang sabuk hitam tingkat satu. Tendangan ke depan. Tendangan ke samping. Lihat. Sudutnya sempurna. Jaksa Jung, apa hal terpenting dalam menjalankan surat perintah?

Jae Chan: Pak Choi, kita bisa membahas itu secara pribadi.

Pak Choi: Tidak! Tolong jawab sekarang. Apa itu?

Jae Chan: Itu... Menangkap tersangka?

Pak Choi: Salah! Jawabannya salah. Keamananmu. Menangkap tersangka setelah itu.


Akhirnya Kepala Park dan Jaksa Son mendekati mereka. Kepala Park membenarkan Pak Choi tapi melarang Pak Choi mengkritik Jae Chan karena membalik urutannya.

"Bagus. Aku tidak menyangka kau mengerjakan semuanya sendiri." Kata Jaksa Son. 

"Tidak, Pak Choi juga bekerja keras." Bantah Jae Chan.

Kepala Park memuji Jae Chan yang cerdas dan fisiknya kuat. Tetap lanjutkan! Lalu Kepala Park dan Jaksa SOn pergi.


Pak Choi minder dengan ototnya sendiri. Hyang Mi berbisik, mereka berdua sama-sama pria, tapi apa Jae Chan dari spesies lain?

Jae Chan: Terima kasih telah mengingatkanku akan hal itu. Aku akan mengingat nasihatmu. Sampai nanti.


Pak Choi gak ngerti, kapan ia mengingatkan Jae Chan? Apa ia mengingatkannya?

"Tidak, itu penghinaan. Anda menghina diri sendiri. Dengan kata lain, Anda menggali kuburanmu sendiri. Anda pantas ditendang." Jawab Hyang Mi.


Saat akan naik lift, Jae Chan bertemu dengan Yoo Beom, Yoo Beom ada di dalam lift yang akan Jae Chan naiki, jadi mereka bicara di dalam.

Jae Chan menyindir, Menjadi pengacara setelah bekerja sebagai jaksa sulit, bukan? Yoo Beom terpaksa memihak yang salah, meskipun mengetahui perbuatannya. Ia rasa ia tidak bisa melakukannya meski ditawari jutaan dolar.

"Jangan terlalu yakin. Bisa jadi besok kau akan seperti aku hari ini." Yoo Beom menertawakan Jae Chan.



Jae Chan lalu bertanya, apa Yoo Beom tidak akan menerima kasus Kang Dae Hee?

"Katamu kau memiliki cukup bukti. Bukankah kau menyita obat mengandung sianida dan mendapatkan pernyataan adik perempuannya?" Tanya Yoo Beom.

"Dengan itu, kau bisa meminta uang lebih banyak."

"Tidak. Meskipun melibatkan setumpuk uang, aku tidak akan bertaruh pada hal yang tidak mungkin kumenangkan. Tidak akan pernah."

Pintu lift pun terbuka dan Yoo Beom keluar duluan.



Selanjutnya Jae Chan menginterogasi Dae Hee. Dae Hee diselidiki atas pembunuhan, upaya pembunuhan, penyerangan, pengrusakan properti, dan melanggar UU Perlindungan Hewan. 

"Kalian kejam. Tidak bisakah setidaknya memberiku kopi?"

Pak Choi mengingatkan kalau kedudukan Dae Hee disana adalah sebagai tersangnka. 

"Ahjusshi, kurasa Anda tidak mengerti praduga tidak bersalah. Aku tahu aku harus disidang setelah penyelidikan Anda selesai, tapi aku dianggap tidak bersalah sampai diputuskan bersalah." Kata Dae Hee.



Jae Chan menyuruhnya menyerah saja jika Dae Hee bersikap begitu karena Yoo Beom, sebab Yoo Beom tidak mau lagi mengambil kasus Dae Hee. 

"Pengalaman melewati persidangan nyaris menjadikanku ahli hukum. Pasal 12 Ayat 4 KUHAP menyatakan bahwa siapa saja yang ditahan atau ditangkap berhak didampingi pengacara.
 UU tersebut memberiku hak untuk menyewa Pengacara Lee. Maksudku, kalian mengerti hukum luar dan dalam. Kenapa kalian berusaha menghalangi hubungan kami."

"Pasal 12 Ayat 4 KUHAP. "Bila terdakwa kriminal tidak mampu menyewa pengacara, negara wajib menunjuk pengacara untuk terdakwa sesuai UU berlaku". Kurasa itu berlaku untuk Anda."

"Aku akan mencari pengacara sendiri, tapi kalian terus mengganggu. Panggilkan Pengacara Lee. Dia akan datang jika kutelepon!"

"Pengacara Lee berkata kepadaku bahwa dia tidak ingin mengambil kasus Anda karena dia tidak mau bertaruh pada hal yang sulit dia menangi. Dia juga memintaku menyampaikan ini."


Sebelymnya.. Saat Yoo Beom keluar tadi, ia balik lagi untuk nitip sesuatu pada Jae Chan agar disampaikan pada Dae Hee.

"Tongmu sudah hancur. Apa pun yang kau lakukan tidak akan bisa memenuhinya."


Kembali saat interogasi. Jae Chan melanjutkan, Yoo Beom bilang Dae Hee akan mengerti maksudnya. Dae Hee membantahnya, tidak, ia tidak mengerti. Tapi itu malah membuat Jae Chan yakin kalau Dae Hee mengerti apa maksudnya. 

"Baik, mari mulai penyelidikannya." Putus Jae Chan.

Dae Hee menggebrak meja, ia berteriak meminta dipanggilkan Yoo Beom sekarang!!! Dae Hee terus histeris sampai anggota tim yang lain harus turun tangan menenangkannya. 


Jae Chan sekarang di rumah, ia menonton berita yang didalam mimpi ia tonton bersama Hong Joo. Berita mengenai Dae Hee yang dilaporkan oleh Hong Joo. 


Cho Hee menonton berita yang sama dan ia menangis. 

"Sebuah pemukiman di Sangku-dong, Hangang-gu, Seoul. Sejumlah kucing liar yang mati karena diracun banyak ditemukan di wilayah ini sejak Januari lalu. Tersangka adalah pria pemilik restoran ayam berusia 37 tahun. Sebelumnya, dia disidang karena memalsukan kecelakaan mobil dan membunuh adik kandungnya demi mendapatkan uang asuransi, namun dia dibebaskan karena kurangnya bukti."


Kepala Park juga menonton berita itu sambil minum obat herbal. Obat herbal itu ternyata sama dengan yang digunakan Dae Hee untuk meracuni adiknya. Kepala Park langsung membunagnya. 

"Namun, jaksa telah mengungkap bahwa dia memasukkan sianida yang dia pakai untuk membunuh kucing ke dalam obat herbal sang adik untuk membunuhnya. Lalu dia memalsukan kecelakaan mobil serta menerima uang asuransi senilai 2,7 juta dolar. Jaksa pun kembali menahannya. Jejak yang ditinggalkan oleh kucing liar yang mati menjadi bukti penting yang memudahkan jaksa menangkap kembali tersangka setelah dia dibebaskan. Saya Reporter Nam Hong Joo dari "Berita SBC"."


Jae Chan menghela nafas setelah berita itu usai. Seung Won bertanya, apa Jae Chan gak senang? Tampaknya Jae Chan berpikir ini tidak adil.

Jae Chan ingat di mimpinya kalau Hong Joo yang sekarusnya mengatakan hal itu. Jae Chan lalu berkata semuanya benar-benar sudah dirusak. Seung Won gak ngerti apa maksudnya. Jae Chan menjawab kalau Seung Won lah yang merusak semuanya. Tambah gak ngerti deh itu Seung Won.  


Selanjutnya Dae Hee disidang akhir, Jae Chan menyampaikan tuntutannya.

"Korban, Kang Byung Hee, yang juga merupakan adik terdakwa, bekerja sebagai kurir di siang hari dan sopir panggilan di malam hari. Dia membeli kado ulang tahun adiknya dengan hasil keringatnya dan bisa membiayai adik perempuannya membuat dia senang. Dibutakan oleh uang, terdakwa merenggut kebahagiaan sang adik, yang berhak dia dapatkan."


"Meski melakukan tindak pidana berat, terdakwa berpura-pura menangis di depan jasad korban dan memperdaya para penyidik. Dia bahkan tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya. Maka, bagi saya memisahkan dia dari masyarakat selamanya bukanlah hukuman yang berat. Saya mohon, hukum terdakwa dengan hukuman seumur hidup, Yang Mulia."


-=Episode 13=-
Rahasia yang Tidak Dapat Diungkapkan


Kepala Park menggantung sebuah tulisan di ruangannya, "Berilah orang lain pujian dan salahkan diri sendiri". Boleh dibilang sih semua itu karena Jae Chan yang berhasil menangkap Dae Hee. 

"Jung Pro berhak dipuji. Aku tahu dia tidak di sini, tapi beri tepuk tangan untuknya."

Namun hanya jaksa Son dan Jaksa Lee saja yang tepuk tangan, Hee Min diam saja.  


Juga, Kepala Park mengaku salah karena membebaskan Kang Dae Hee. Meskipun ia tahu betul betapa cerobohnya Jaksa Lee, ia tidak memeriksa ulang saat mereka melakukan autopsi.

Kepala Park: Aku selalu tahu bahwa arogansi Nona Shin suatu hari akan menyulitkan kita. Kenapa aku membiarkan dia menangani kasus sebesar itu? Ini semua salahku.

Jaksa Son: Bukan, ini salahku. Seharusnya sebagai jaksa senior, aku lebih berhati-hati memeriksa.

Jaksa Lee: Tidak, sebagai pengawasnya, aku seharusnya lebih memerhatikan. Ini salahku.

Hee Min: Ya, aku juga berpikir itu salahmu.

Jawaban Hee Min itu membuat yang lain saling pandang, gak menyangka. 


Hee Min dan Jaksa Lee selanjutnya bicara berdua di luar ruangan Kepala Park. 

Pembicaraan mereka ternyata di dengar oleh Hyang Mi yang kebetulan ada di luar. Jaksa Lee bertanya, jadi Hee Min sama sekali tidak merasa bertanggung jawab?

"Benar. Jika kau melaksanakan autopsi dengan benar, Kang Dae Hee tidak perlu dibebaskan." Jawab Hee Min.

Hyang Mi mendadap berpapasan dengan Asisten Kepala Park, ia bertanya apa yang terjadi dan Asisten Kepala Park menariknya menjauh dari mereka. 


Jaksa Lee membenarkan, ia tidak mempunyai alasan untuk itu. Tapi Hee Min lah jaksa yang bertugas. Kenapa tidak melihat nungkus obat saat menggeledah tempat tinggalnya? Jika Hee Min menemukannya--.

"Aku akan menyitanya jika kau menyimpulkan dari autopsi bahwa penyebab kematiannya adalah racun. Kau menyimpulkan bahwa penyebabnya kecelakaan lalu lintas. Jadi, aku hanya mencari bukti yang sesuai dengan itu."

"Aku tidak pernah bilang aku yang benar! Aku tahu aku salah, tapi kau juga bertanggung jawab. Seorang polisi ditikam karena kita. Bisa saja ada korban lain. Apa kau tidak takut? Tanganku saja masih gemetar karena ketakutan."

"Tidak sama sekali. Meski hal seperti itu terjadi, itu bukan salahku. Tapi salahmu."


Hong Joo berjalan sendirian di taman, ia murung mengingat bagaimana ia melarikan diri saat Woo Tak terluka. Hong Joo menghela nafas berat.


Lalu Jae Chan menelfonnya, Hong Joo berbohong kalau ia sedang di kantor polisi dan harus di sana beberapa hari, ia bahkan berlagak sedang bicara dengan seniornya. 

"Maaf. Belakangan ini, aku sibuk sampai tidak sempat merasa takut. Jadi, kau tidak perlu mengantarku ke kantor--"


Tapi kemudian Hong Joo melihat Jae Chan ada di hadapannya dengan membawa sekotak tisu.

"Apa disini kantor polisinya? Kau berkemah di taman ini atau apa? Di mana Seonbae-mu?" Tanya Jae Chan.


Kemudian Jae Chan mendekati Hong Joo dan memetikan telfonnya. Hong Joo heran, bagaimana Jae Chan bisa tahu ia ada disana? Jae Chan melihat Hong Joo di mimpinya, dan Hong Joo menyalahkan dirinya sendiri di sana dan tampak jelek karena menangis.

"Aku menangis? Aku? Jelek? Astaga, imajinasimu luas. Bagaimana kau bisa bermimpi sekonyol itu?" Sanggah Hong Joo.



Tapi kemudian kita melihat Hong Joo menagis tersedu di bangu taman, sementara Jae Chan terus menyuruhnya berhenti sambil mengulurkan tisu karena nanti wajah Hong Joo bisa dipenuhi ingun.

"Plis deh!!" Kesal Hong Joo. 

"Kau pikir Woo Tak terluka karena kau?"


Hong Joo mengangguk. jae Chan melanjutkan, pasti Hong Joo menyalahkan diri dengan berpikir, "Andai aku tidak memberi tahu dia tentang restoran ayam goreng itu". Hong Joo kembali menangguk, 

"Aku bahkan tidak bisa tidur karena memikirkan itu." Jawab Hong Joo lalu membuang ingus.

"Kalau begitu, aku harus meratap dan tidak tidur setiap hari. Aku juga berutang budi pada Woo Tak."

"Kau berutang apa padanya?"

"Utangku lebih besar daripada utangmu. Aku juga menyalahkan diriku."

"Kau terlihat tenang untuk orang yang menyalahkan dirinya sendiri. Bagaimana kau bisa seperti itu?"

"Aku berusaha memposisikan diriku di posisinya. Jika menjadi dia, aku tidak ingin membesar-besarkan cedera itu dan tidak membenci kita. Justru, dia mungkin merasa lega karena melihatmu baik-baik saja. Itu pasti membuatnya lega. Jadi, jangan menangis terus."


Jaksa Lee masuk ke sebuah ruangan dan tak disangka-sangka disana ada Hee Min yang sedang menangis, kayaknya udah lama karena tisu bekas sudah berserakan di meja. Jaksa Lee mengerti, jadi ia keluar lagi tanpa mengatakan apapun. Hee Min main menjadi-jadi menangisnya.

Suara Jae Chan: Jangan terlalu lama menyalahkan dirimu. Tapi jangan lupakan apa yang telah terjadi. Dengan begitu, kau bisa membalas kebaikannya.


Hyang Mi akan masuk ke ruangan yang ada Hee Min-nya tadi tapi Jaksa Lee mengusirnyanya pergi. Jaksa Lee ternyata menulis catatan di pintu, "Sedang ada penyelidikan, jangan mengganggu". 


Jae Chan melanjutkan, tidak ada gunanya menyesal, tidak ada gunanya menangisi yang sudah terjadi. "Kau hanya bisa memenuhi gelas itu lagi perlahan-lahan. Kau tahu, waktu tidak akan berputar kembali."

"Itu lirik lagu atau apa?"

"Apa?"

"Tidak biasanya kau berkata seperti itu. Kau meniru perkataan orang lain, ya?"

"Kau hebat."

Kilas Balik...


Setelah kejadian kecelakaan motor itu dan Jae Chan mengaku pada ayahnya kalau ia menanipulasi rapirnya, ia menangis disamping motornya, kemudian rekan Ayahnya menghampiri. 

Ahjusshi itu bertanya siapa nama Jae Chan. Jae Chan kesal, kenapa ingin tahu namanya segala?

"Kau menangis?"

"Tidak."

"Hei, bersihkan dahulu hidungmu."


Jae Chan pun mengelap ingusnya dengan lengan baju. Ahjussi kemudian menjelaskan, enak kali ya jika waktu bisa diputar kembali, tapi Jae Chan bisa apa? Tidak ada gunanya menangisi yang sudah terjadi.

"Kau punya banyak waktu. Kau bisa mengisi gelas itu lagi perlahan-lahan. Maka akan tiba saatnya ayahmu tidak akan kecewa padamu lagi. Jadi, jangan menangis terus. Jangan terlalu lama menyalahkan dirimu. Tapi jangan lupakan apa yang telah terjadi. Mengerti?"

Jae Chan mengangguk mengerti.

Kilas Balik selesai..


Jae Chan mengakuibahwa kata-kata barusan adalah kata-kata seseorang untuknya. Hong Joo sudah menduga hal itu, siapa dia?

Hong Joo akan mengambil tisu lagi tapi sudah habis, Jae Chan kemudian mengulurkan dasinya sambil menjawab kalau ia tidak ingat nama Ahjussi itu, tapi apa itu membuat Hong Joo merasa lebih baik?


Hong Joo tidak menjawabnya tapi tangisnya berhenti. Hong Joo lalu minta ijin untuk bersandar pada Jae Chan. Jae Chan dengan senang hati menepuk bahunya untuk Hong Joo.

Narasi Hong Joo: "Jangan menangis terus. Jangan terlalu lama menyalahkan dirimu. Tapi jangan lupakan apa yang telah terjadi". Saat itu, aku bahkan tidak bisa membayangkan kalau kalimat hangat yang menenangkan itu suatu hari akan diingat sebagai kata-kata terakhir seseorang.


Seorang petugas sambungan internet dipanggil ke rumah pelanggan untuk memperbaiki karena koneksinya tiba-tiba putus. Pelanggan itu adalah seorang atlet panah. 

"Apa aku melakukan sesuatu sampai koneksinya hilang?" Tanya pelanggan. 

"Tampaknya tetangga Anda salah menyentuh kabel."

Kemudian petugas menjelaskan bahwa penilaian layanan konsumen sangat penting bagi mereka, minta tolong diberi penilaian yang baik saat pelanggan itu menerima telepon survei.

"Tentu." Jawab si pelanggan.


Ahjumma yang lagi bersih-bersih menyahut, ia meminta bantuan petugas untuk membawa kardus-kardus yang ada di sana ke tempat daur ulang, maka ia akan meminta Atlet Yoo-nya untuk memberi nilai terbaik.

"Tidak usah, biar aku saja. Jangan khawatirkan itu." Kata Atlet Yoo. 

"Tidak, biar aku saja. Lagi pula, aku akan ke luar." Jawab petugas.


Maka petugas itu pun membawa kardus keluar sambil kembalimemohon agar Atlet Yoo untuk memberi nilai bagus.


Saat akan naik lift, petugas tadi membuka FB, nama akunnya Do Hak Young, ia menulis status. 


Woo Tak di rumah sakit kebetulan membuka FB juga dan ia menyukai status Hak Young yang berbunyi, "Haruskah kuberi dia pelajaran?"


Kemudian perawat datang, menyampaikan kalauWoo Tak sudah boleh pulang siang ini, hanya tinggal mengurus administrasinya saja. Woo Tak mengerti. 


Di kantor, Seonbae Hong Joo menanyakan masalah kamera dasbornya. Hong Joo menjawab sudah diserahkan ke polisi.

"Ah.. Akan sulit tanpa itu. Kerjakan dengan baik, ya?"

"Siap."

Hong Joo menerima pesan dari Woo Tak yang mengatakan akan keluar RS sebentar lagi dan meminta Hong Joo datang. Hong Joo langsung mengakhiri pekerjaannya bahkan sampai harus mendapat teriakan dari Sunbae-nya. 


Ternyata di RS sudah ada Jae Chan dan  saat ini Woo Tak berganti baju. Tubuh Woo Tak bagus banget bahkan Jae Chan mengakuinya. Woo Tak merendah, semua polisi juga seperti itu. 

"Tapi Seonbaemu itu pengecualian." Kata Jae Chan, Kyung Han maksudnya.


Tiba-tiba Hong Joo membuka pintu dan memanggil Woo Tak. Jae Chan panik, ia langsung menyambar jaket untuk menutupi tubuh Woo Tak, ia gak ingin Hong Joo melihat tubuh indah Woo Tak, ntar ia kalah saing.. wkwkwkwk.

Tapi Hong Joo masih cari-cari kesempatan, ia juga inginlihat tubuh Woo Tak. Jae Chan kesal dengan Hong Joo, mau lihat apa sih? Ia juga kesal pada Woo Tak karena tidak cekatan dalammemakai baju. 


Jae Chan menyuruh Hong Joo melihat ke arah lain, tapi Hong Joo hanya menurut sedetik, detik berikutnya ia masih cari-cari celah.


Hong Joo akhirnya kelem juga, ia bertanya apa Woo Tak beneran udah baik-baik saja? Woo Tak membenarkan dan ia minta ijin untuk tinggal di rumah Hong Joo selama beberapa hari.

Jae Chan terkejut, ia refleks membentak, KENAPA?! SOntak Hong Joo dan Woo Tak memandangnya. 

Jae Chan memperjelas, "Kenapa harus di rumahnya?"

"Ah.. Doktorku bilang, aku harus tetap di rumah agar pulih, tapi aku tidak bisa melakukannya sendirian. Aku juga tidak mau ke rumah orang tuaku." Jawab Woo Tak. 

"Rumah mereka sangat jauh? Mau kuantarkan?"


"Bukan begitu. Aku putra semata wayang selama tiga generasi. Saat aku masih kecil, buah kesemek jatuh di kepalaku. Orang tuaku langsung menebang semua pohon kesemek di daerahku. Sebelum menjadi polisi, aku bahkan harus menulis sumpah bahwa aku akan mengundurkan diri jika mengalami cedera. Jika mereka tahu, aku harus menulis surat pengunduran diri."

Maka dari itu, Woo Tak meminta bantuan Hong Joo. Hong Joo sama sekali tidak keberatan, malah berterimakasih karena Woo Tak meminta bantuannya. 

Jae Chan membujuk, Woo Tak juga bisa tinggal di rumahnya lho. Ternyata Woo Tak juga ingin membinta bantuan Jae Chan untuk sesuatu.


Seung Won pulang dari sekolah, ia terkejut karena rumah dalam keadaan gelap dan sangat berantakan. Ia memanggil-manggil Hyung-nya, tapi malah anjing Woo Tak yang muncul, Si Wo Bin.

"Kau siapa? Aku memanggil Hyung-ku, kenapa kau yang muncul?!"

5 komentar

thanks sinopnya,, lanjut trus ya,, semangat..

Koq foto'y ga lengkap yah d'ep 13 min??? Cuma ada dialog doang...

14 belum ya? I'll besar waiting

Ayo min yg semangat nulis sinop'y...udah pnasaran buat baca ep 14,15,16, tiap minggu nungguin while you were sleeping...biar cepet Up'y😊

semangat ya aq slalu nunggu next episode sampe gak sabaran bgt...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon