Thursday, October 26, 2017

Sinopsis While You Were Sleeping Episode 18


Sinopsis While You Were Sleeping Episode 18

Sumber Gambar: SBS


Bu Kim menjelaskan, menurutnya, Atlet Yoo orang yang baik dan tulus. Dia tidak pernah sombong meskipun terkenal, dan dia pasti selalu memberinya hadiah untuk hari libur. Pekerjaannya pun tidak berat di apartemennya. Ia merasa tidak enak karena dia membayarnya.

"Astaga, tidak kusangka pria itu membunuh orang seperti Atlet Yoo. Pria itu, Do Hak Young, harus dihukum."

"Berapa kali Anda mengunjungi apartemen Atlet Yoo dalam satu pekan?"

"Tiga kali. Setiap Senin, Rabu, dan Jumat."

"Apa kegiatan rutin Anda saat berada di apartemennya?"

"Aku mencuci dan memasak untuknya."

"Anda tidak membersihkan apartemennya?"

"Dia sangat bersih dan rapi. Sungguh, tidak pernah ada yang perlu dibersihkan. Dia selalu membersihkan sofanya dengan rol pembersih serbaguna, dan ada robot vakum yang membersihkan lantainya setiap hari."

"Tunggu. Robot vakum?"


Foto itu adalah foto saat robot vakum melindas kotoran anjing, Lucu sekali. Hong Joo menggeleng, ini bukan sekadar foto lucu.

"Pola ini. Tidakkah ini mengingatkanmu pada sesuatu?" Tanya Hong Joo.

"Apa?"


Hong Joo lalu memperlihatkan pola darah Atlet Yoo.

Seonbee: Astaga! Hei. Mungkinkah ini...

Hong Joo: Bagaimana menurutmu? Kedua foto itu mirip, bukan?

Seonbae: Hei. Jangan-jangan, darah yang ada di TKP...


Jae Chan juga mempunyai dugaan yang sama, bagaimana jika pola itu dibuat oleh robot vakum? Itu akan memecahkan kasusnya. Mereka selama ini kesulitan karena tidak bisa mengetahui bagaimana pola darah itu dibuat?

"Astaga, kau benar." Kata Pak Choi. Lalu Pak Choi bertanya pada Bu Kim mengenai pernyataan Bu Kim bahwa Atlet Yoo sering pingsan akibat mengidap vertigo BPPV, bukan?

"Ya, dia bahkan pernah dilarikan ke UGD." Kata Bu Kim.


"Jadi, pasti kejadiannya seperti ini. Dia pasti pingsan akibat penyakit vertigo BPPV-nya dan tewas akibat cedera kepala. Lalu, pasti robot vakumnya membuat pola itu dengan darahnya."


Hyang Mi merinding jadinya. Tapi yang menjadi pertanyaan Pak Choi sekarang adalah, tidak ditemukan robot vakum itu di apartemennya.

Bu Kim: Dia mempunyainya. kau sudah memeriksa dengan teliti?

Pak Choi: Tentu. Aku bahkan tahu pelat macam apa yang ada di lemarinya.



Hyang Mi bertanya, apa Pak Choi sudah mencari dengan teliti sampai ke luar apartemennya?

"Ke luar?" Tanya Jae Chan.

"Aku juga punya robot vakum. Tapi robot vakumku dapat terus bergerak. Alat itu akan keluar jika aku tidak menutup pintu. Alat itu bahkan jatuh dari balkonku. Mungkin robot vakumnya berada di sekitar apartemennya."


Jae Chan kemudian bertanya pada Bu Kim, apa warna robot vakumnya?

"Merah." Jawab Bu Kim.


Jae Chan dan Pak Choi kemudian mendatangi apartemen Atlet Yoo. Disana Jae chan bertanya pada Satpam, apa  pernah melihat robot vakum yang mondar-mandir di lorong atau lift?

"Kurasa aku belum pernah melihatnya di lorong atau lift. Tapi bulan lalu, anak-anak menemukan robot vakum di tanaman Bangunan 103, lalu mereka memberikannya kepadaku."

"Bangunan 103? Pasti yang itu. Atlet Yoo tinggal di Unit 2009 di Bangunan 103." Kata Pak Choi setelah melihat catatannya.


Jae Chan sumringah, ia bertanya apa warna robot vakum itu. Satpam menjawab merah, makin lebar deh senyum Jae Chan.

Pak Choi: Sempurna. Permainan ini akan usai jika terdapat darah pada alat itu.

Jae Chan: Di mana alat itu sekarang?

Satpam: Aku sudah lama membuangnya. Mungkin ada di tempat pembuangan limbah elektronik saat ini.

Ah.. senyum Jae Chan langsung sirna.


Mereka mendatangi lokasi pembuangan limbah elektronik dan gunungan disana tinggi banget. Pak Choi pesimis mereka bisa menemukan robot vakum itu.

"Ini lebih mudah daripada mencari narkotika di pabrik tepung." Kata Jae Chan.

"Astaga, kita tidak akan bisa menemukannya. Jika ada bisa menemukan robot vakum itu di sini, aku akan memanggil dia dengan hormat selamanya."

"Sungguh? Ya ampun, aku tiba-tiba merasa begitu termotivasi. Aku sangat bersemangat."


Pak Choi protes, ia mengajak Jae Chan pulang dulu hari ini dan kembali lagi besok dengan membawa tim bantuan, tapi Jae Chan tidak mendengar.

Mereka terus mencari dan malah bertemu dengan Hong Joo, Woo Tak dan Kyung Han. Mereka udah cemong-cemong gitu.

"Astaga, Jae Chan-ssi. Aku akan meneleponmu saat berhasil menemukannya. Kenapa kau bisa tahu?" Tanya Hong Joo.

"kau sedang apa di sini, Hong Joo-ssi?"

"Saat membaca komentar-komentar di internet, aku menemukan foto tinja berserakan yang disebabkan oleh robot vakum. Astaga, itu sangat mirip dengan pola darah di TKP. Warganet di negara ini memang sangat luar biasa. Mereka seperti pasukan penyidik. Aku yakin pola darah di TKP tewasnya Atlet Yoo dibuat oleh robot vakumnya. Kami sudah menemukan beberapa, jadi, jika kau menganalisis darah yang terdapat pada..."


Jae Chan melihat Hong Joo dari atas ke bawah, pakaian Hong Joo gak banget. Lalu Jae Chan memeluknya. Jae Chan dengan tulus mengucapkan terimakasih.

Woo Tak kelihatan sedihnya melihat mereka seperti itu. Kyung Han yang pertama menyadari sepertinya. Ia kemudian bicara,


"Astaga, kami di sini telah bekerja mati-matian. Jangan memberikan perlakuan spesial kepada satu orang saja. kau menyakiti perasaan kami. Jangan seperti itu. kau harus adil. kau harus berterima kasih kepada kami semua."

Kyung Han juga meminta Jae Chan memeluknya.


Sementara untuk Woo Tak, Jae Chan menyalaminya saja. Woo Tak bilang jarusnya ia yang berterimakasih karena semua ini bakalan membersihkan nama Hak Young.


Kemudian Seonbae berteriak dari puncak gunungan sampah, "Akulah yang paling layak mendapatkan ucapan terima kasih dari kalian!"

Seonbae menemukan 3 buah robot vakum dan tiga-tiganya warna merah.

Hong Joo: Seonbae.

Woo Tak: Luar biasa. Dia menemukan tiga buah.


Seonbae menyerahkan semua robot vakum itu dan sebagai gantinya, ia meminta ijin Jae Chan untuk mengijinkan SBC SBC meliput secara eksklusif setelah analisis darahnya selesai,

"Baiklah, tentu." Jawab Jae Chan.


Pak Choi menyalami mereka semua, ia melakukan apa yang ia katakan pada Jae Chan tadi bahwa akan memanggil hormat orang yang menemukan robot vakum itu.


Hari ini, Jae Chan, Hwang Mi, dan Pak Choigak sabar menatikan kabar dari tim forensik. Hyang Mi bertanya, bagaimana jika DNA Yoo Su Kyung tidak ditemukan pada darahnya?

"Berarti, kita harus kembali ke sana untuk mencari yang lainnya." Jawab Jae Chan.

pak Choi langsung berteriak tanda gak setuju, "Kau ingin aku ke sana lagi?!"

Kemudian telfon berbunyi, Pak Choi mengangkatnya dan itu kabar dari tim forensik.


Pak Choi tampak biasa saja setelah mendapat kabar hasilnya. Jae Chan sangat penasaran, terlihat dari wajahnya.

"Mereka menemukan darah pada 1 dari 6 robot vakum itu, dan berdasarkan analisis DNA-nya, itu darah Yoo Su Kyung!"

Semuanya pun bersorak gembira.


Hyang Mi cari kesempatan nih, ia gak segera ngelepasin tangan Jae Chan saat jae Chan mengajaknya tos.


Jae Chan lalu menghubungi Hong Joo untuk menyampaikan kabar gembira ini.


Kyung Han bertanya, siapa di antara kita yang menemukan robot vakum yang tepat? Robot vakum yang ia temukan kan?

Woo Tak: Astaga, Seonbae-nim. Itu bahkan tidak penting.

Hong Joo kemudian pamit pada Woo Tak, ia harus menulis artikel.


Hong Joo keluar dan Woo Tak mengikutinya. Woo tak menyampaikan perkiraannya mengenai pria yang menyarang Jae Chan itu adalah Hak Young.

"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Tanya Hong Joo.

"Aku bertemu dengannya beberapa hari lalu, dia memakai topi hitam. Tapi dia sudah dibebaskan, jadi, mimpimu tidak akan menjadi nyata. Tapi untuk berjaga-jaga, aku ingin meminta bantuan kepadamu."

"Bantuan apa?"

"Bisakah kau mewawancarai Hak Young untuk artikel yang akan kau tulis? Selama ini, orang-orang tidak pernah bosan mengutuknya. Pasti banyak yang ingin dia katakan. Dia akan menyesal jika tidak sempat meluapkannya. Itu bisa membuatnya melakukan perbuatan khilaf."

"kau benar. Tenang saja. Aku akan mendengarkan semua yang ingin diucapkannya."

"Terima kasih, Nam Hong Joo."


Jae Chan bersenandung sambil membawa dokumen hasil dari tim forensik. Ia berpapasan dengan Hee Min yang bertanya kenapa ia senang sekali.

"Sebentar lagi, putusanku terhadap kasus Do Hak Young akan disetujui. Tidak bersalah, dan kita tidak akan mendakwanya."

"Jung Geomsanim. Mohon waktunya sebentar."


Hee Min meminta Jae Chan mendakwa Hak Young saja meskipun Hak Young tidak bersalah. Jae Chan merasa Hee Min sudah tidak waras. Hee Min membatah, ia waras kok dania tahu Hak Young seharusnya tidak didakwa.

"Lantas kenapa bicara sembarangan?"

"Jika kau membebaskan dia, para reporter akan mengkritik penyidikannya lagi."

"Hei, apa yang harus dikritik? Kami menemukan bukti konkret bahwa dia tidak bersalah. Robot vakum! Kami bahkan menemukan darah Yoo Su Kyung pada alat itu."

"kau pikir para reporter akan memutar keadaan seperti itu? "Sebenarnya, kami keliru. Selama ini, kejaksaan benar". kau pikir mereka akan menulis itu?"


Atasan Hong Joo menyuruh Hong Joo menulis bahwa Hak Young sudah dibebaskan, gitu saja gak perlu ditulis alasannya, jangan sampai lebih dari 15 detik.

Seonbae: Lantas bagaimana dengan robot vakum itu? Kita harus memberi tahu masyarakat soal hal ini agar mereka tidak mengkritik kejaksaan dan putusannya.

Kapten: Untuk apa kita mencemaskan itu? Buat singkat saja.

Hong Joo: Orang-orang akan terus memperlakukan Do Hak Young seperti pembunuh.

Kapten: Lantas aku harus bagaimana? Selama ini, kita telah mengkritik kejaksaan. Akan sangat memalukan jika informasinya diubah seperti itu.

Hong Joo: Kita harus mengubah informasinya. Bisa-bisanya kita mengabaikannya, padahal jelas mengetahui faktanya.

Kapten: Abaikan saja. Itu jauh lebih baik ketimbang menanggung malu.



Hong Joo dan Seonbae jelas memprotes Kapten. Kapten lalu menjelaskan, ada sebuah hal yang disebut Hukum Gerak di industri berita. Jika mereka tiba-tiba putar balik setelah sempat melaju lurus, orang-orang akan menganggap mereka apa?

"Hei, aku pernah menjadi seperti kalian. Jika kita terus mengganti ide, tidak akan ada orang yang mau menonton berita kita karena pusing."


Hee Min melanjutkan, tidak ada perusahaan media yang akan melaporkan kebenaran soal kasus Do Hak Young. Tidak akan pernah.

"Bisakah kau tidak menyumpahinya?"

"Aku tidak berniat menyumpahinya. Aku memberitahumu kenyataannya. Media tidak akan pernah memihak kita. Pandangan masyarakat juga tidak akan berubah. Para pengunjuk rasa akan terus memprotes dan mengutukmu, dan mengkritik kinerjamu untuk setiap kasus yang kau ambil."


Seung Won ingin duduk bersama teman-temannya tapi mereka langsung pindah saat ia datang. Salah satu teman ada yang nyeletuk, ia memanggil teman yang selalu dikucilkan juga.

"Hei! Kenapa kau tidak makan siang bersama Seung Won? Ya, kau sebaiknya berteman dengannya. Kakaknya adalah seorang jaksa. Siapa yang tahu? Mungkin kakaknya bisa membebaskan ayahmu dari penjara."

"Benar! Begitulah, keahlian kakaknya adalah membebaskan pelaku kriminal."


Si teman itu gak terima, jadi ia memukuli kelompok yang bicara tadi. Seung Won berusaha memisahkan mereka.


Jadi, Hee Min berkesimpulan kalau Jae Chan harus mendakwanya. Lagi pula, jika Do Hak Young membawa pengacara untuk menangani persidangannya, dia akan tetap bebas.

"Lalu dia akan dibebaskan, dan mereka yang selama ini mengkritikmu akan mengincar hakim. Semua orang akan bilang bahwa kejaksaan melakukan yang terbaik. Kenapa kau rela menanggung semua kesalahan? Dakwa dia, dan jangan pernah terlibat lagi dalam masalah ini."


Jae Chan sudah sampai di depan kantor Kepala Park, tapi ia tidak jadi mengetuk. Ia malah duduk bersender di pintu.

Kilas Balik.. 


Setelah dari sungai itu, Jae Chan dan Hong Joo di rumah sakit. Jae Chan minta maaf karena sudah menonjok Hong Joo tadi.


Lalu dari dalam, Ahjussi polisi berteriak, ia tidak mau diselamatkan. Hong Joo dan Jae Chan pun masuk.

"Anda harus hidup, Ahjusshi!" Kata Hong Joo tiba-tiba. Hong Joo kemudian mengepalkan tangannya sebelum melanjutkan, "Aku... Aku tidak membenci Anda. Aku senang.. Anda masih hidup. Jadi, kumohon.. Tetaplah hidup."

Hong Joo menunduk hormat lalu pergi. Ahjussi itu memangis mendengar kata-kata Hong Joo.


Jae Chan masih di dalam dan saat keluar, ia tidak menemukan Hong Joo, hanya ada catatan di kursi tadi.



Jae Chan berlari keluar tapi ia tetap saja tidak menemukan Hong Joo.

Jae Chan kemuadian membaca catatan yang Hong Joo tinggalkan.

"Ayahku bilang,amarah membuat hal yang sebenarnya baik-baik saja menjadi amat buruk. Menyelamatkan orang tentunya adalah hal baik, tapi aku tidak bisa menahan diri saat itu karena aku sangat marah. Terima kasih. Andai tidak ada kau, mungkin aku sudah hidup dengan penyesalan. Dari Kastanye."

Kilas Balik Selesai..


Hee Min menghampiri Jae Chan yang tampak ragu, Jae Chan akan mendakwanya kan?

"Tidak, Aku tidak akan mendakwanya karena dia tidak bersalah. Tidakkah itu jelas?"

"Astaga, kau dungu sekali. kau tidak pernah mendengarkan kata-kataku, ya?"

"Aku mendengar semua kata-katamu, dan aku mengetahui yang kau cemaskan. Tapi siapa tahu? Mungkin ada beberapa reporter yang sama dungunya denganku."


Kapten bertanya, ada lagi yang ingin didiskusikan? Hong Joo dan Seonbae mengangkat tangan.

Kapten: Bukan kalian!

Hong Joo: Berita bahwa Do Hak Young telah dibebaskan.

Seonbae: Aku ingin membuatnya berdurasi satu setengah menit penuh.

Kapten: Sudahlah, cukup, ya? Kita akan terlihat konyol jika meliput cerita itu secara penuh. Siapa yang mau melihat siaran berita yang terus mengubah informasi?

Hong Joo: Bahkan sistem navigasi saja mencari rute terbaik lagi saat pengemudinya salah mengambil jalan. Anda bisa mengemudi dengan sistem navigasi yang terus menyuruh Anda mengambil jalan yang salah? Saat ada sesuatu yang salah, kita harus memperbaikinya. Siapa yang memercayai program berita
yang membenarkan kesalahan?

Kapten: Astaga, baiklah. kau ini pengawasku atau siapa?

Seonbae: Untunglah dia bukan pengawas Anda. Andai jabatannya lebih tinggi daripada Anda... (mengiris leher dengan jari)


Hak Young akan diwawancara. Woo tak tidak ingin Hak Young memakai jaket karena tampak seperti preman, jadi ia meminjamkan jasnya.

Hak Young: Ratusan reporter mengepungku saat aku ditahan. Kini setelah aku dibebaskan, hanya satu tim yang muncul.

Woo Tak melihat Hong Joo yang sibuk menyusun pertanyaan, ia tersenyum lebar.


Hak Young gugup saat menatap kamera, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan. Hong Joo kemudian mengarahkan, Hak Young bebas mengatakan apapun yang selama ini dipendamnya.

"Jadi... Aku... Aku... Ya, aku tidak membunuhnya. Aku sungguh tidak membunuhnya. Aku.. tidak membunuh pemanah itu, Yoo Su Kyung."



Ibu Hak Young ikutan menangis mendengar putranya mengatakan itu.

"Sejak diduga membunuh Atlet Yoo Su Kyung dan ditahan, D-ssio telah menjadi target amukan massa di Korea. Setelah mendengar putusan jaksa bahwa dia dibebaskan, dia bicara di depan publik bahwa dia tidak bersalah, tapi tiba-tiba tersedak dan tidak bisa melanjutkannya." Tutur Hong Joo dalam beritanya.


Jaksa Lee menyamar di tengah-tengan pengunjuk rasa, ia mengatakan pada yang lain kalau kematian Yoo Su Kyung adalah kecelakaan, bukan pembunuhan. Pola darah pada lantainya dibuat oleh robot vakum, bukan Hak Young. Kejaksaan sungguh andal dalam menyelidikinya!


Tapi Ahjusshi itu masih tidak senang, ia membuang poster yang ia gunakan untuk unjuk rasa dengan ke tong sampah.


Keluarga Yoo Su Kyung juga melihat berita Hong Joo, mereka tmapk tak suka. Lalu kamera menyorot foto Ayah Yoo Su Kyung yang sedang menggunakan senapan.


Yoo Beom menonton berita itu saat olah raga.


Sementara Jae Chan menonton berita itu saat sedang makan bersama pak Choi.

Hong Joo: Mulai sekarang, kita harus percaya dengan semua putusan jaksa. Langit begitu cerah hari ini. Karena robot vakum yang mengandung darah Atlet Yoo ditemukan, kritik terhadap kejaksaan telah reda. Kejaksaan membebaskan tersangka, Do-ssi, dan kasus itu telah ditutup. Karena Atlet Yoo adalah atlet yang dicintai seisi negara ini, Do-ssi, yang diduga membunuhnya...

Pak Choi: Harus kukatakan, Nona Nam satu-satunya reporter yang berusaha mengklarifikasi niat kita.

Jae Chan: Benar.


Hong Joo: Amarah membuat hal yang sebenarnya baik-baik saja menjadi amat buruk.

Jae Chan langsung ingat catatan Putra (ia menganggap Hong joo laki-laki saat itu) supir bis itu, "Ayahku bilang, amarah membuat hal yang sebenarnya baik-baik saja menjadi amat buruk."

Juga ingat saat Hong Joo bilang kalau ia mirip seseorang yang ia kenal, seorang pria yang dulu memukulnya.


Hong Joo: Penyidikan kejaksaan membongkar bahwa kematian Atlet Yoo adalah kecelakaan, bukan pembunuhan. Kami ingin memperbaiki berita kami yang sebelumnya. Kami memohon maaf kepada Do-ssi dan para pemirsa. Reporter Nam Hong Joo dari "SBC News" melaporkan.

Jae Chan: Tidak mungkin.

Pak Coi: Ada apa?


Jae Chan bertanya pada pelayan, dimana Ibu Hong Joo?

"Dia ke apotek untuk mengambil obat pencernaan."

Jae Chan langsung berlari keluar.


Jae Chan mengerti sekarang kenapa ia juga bermimpi seperti Hong Joo.


Jae Chan menemukan Ibu Hong Joo di apotek.

"Apa julukan Hong Joo-ssi adalah Kastanye?" Tanya jae Chan.

"Astaga, bagaimana kau bisa tahu? Dia ingin menjadi pemain bisbol jadi, rambutnya dipotong pendek, dan itu membuat kepalanya seperti buah kastanye."

"Terima kasih banyak."

"Baiklah."

"Terima kasih sekali lagi."

"Baiklah."

Bahkan Jae Chan memberikan 'heart' besar pada Ibu Hong Joo sebelum pergi. Ibu bertanya-tanya, kenapa Jae Chan berterimakasih padanya?


Yoo Beom ditelfon oleh Ayah Atlet Yoo, Ketua Yoo.

Yoo Beom: Kejaksaan menemukan sesuatu yang sangat tidak berguna dan membebaskan Do Hak Young. Tapi tenang saja. Aku akan menemui para reporter dan membocorkan berita besar. Anda sudah melihat foto-foto yang kukirim tempo hari? Dia Letnan Han Woo Tak. Teman dekat Jaksa Jung. Ternyata Letnan Han dan Do Hak Young pernah menjadi teman satu kamar.

Katua Yoo: Berarti, jaksa itu membebaskan Do Hak Young karena mereka saling mengenal?

Yoo Beom: Sebenarnya, aku berharap Jae Chan... Maksudku, Jaksa Jung tidak melakukan hal serendah itu, tapi kenyataannya, dia membebaskannya. Jadi, faktanya pasti seperti itu.


Jae Chan pergi membeli cincin, tapi ia tidak tahu ukuran jari Hong Joo.

Lalu ia ingat saat Hong Joo memberinya cincin dari ikat bungkus roti. Ia selalu menyimpannya di dompet ternyata.

"Anda memilih batu rubi. Anda ingin mengungkapkan perasaan?" Tanya pemilik toko.

"Aku ingin menemui teman yang sudah sangat lama kukenal."


Jae Chan mengirim pesan pada Hong Joo, "kau di mana? Ada yang ingin kukatakan."

Hong Joo lalu mengirim pesan pada Woo Tak, "Woo Tak, ini aku. kau tahu di mana Do Hak Young saat ini?" 


Woo Tak akan membalasnya, tapi Hak Young mengajaknya bicara, jadi ia tunda.

"Woo Tak-ah. Sebenarnya, aku.. sempat khilaf saat itu. Dari bedebah yang melakukan pengrusakan di restoran ibuku sampai polisi dan jaksa, aku berniat membunuh mereka semua. Aku hanya memikirkannya. Aigo.. Kenapa aku berpikir seperti itu?"

"Aku senang kau sudah sadar."

"Rahasiamu aman denganku, jadi, jangan keluar dari kepolisian. Itu.. bisa dibilang keberuntungan. Keberuntungan yang tercipta karena kesalahpahaman."

*Bingung, Woo Tak ini sebenarnya baik ato gak sih?


Woo Tak mengirimi Hong Joo balasan, "Aku dan Hak Young sedang minum bersama. kau tidak perlu khawatir soal mimpi itu lagi."

Hong Joo langsung membalas pesan Jae Chan, "Aku harus menemuimu di mana?"


Kyung Han dan rekan wanitanya memeriksa senjata api dan mendapati kalau senjata api Yoo Man H-ssi (Nama marganya Yoo, Ayahnya Atlet Yoo kah?) belum dikembalikan.

"Kau sudah mencoba menghubunginya?" Tanya Kyung Han.

"Sudah, dia tidak bisa dihubungi."

"Sungguh? Yoo Man Ho... Nama itu terdengar tidak asing."


Saat ini Ketua Yoo sedang berkendara sendiri dan ia memakai baju serba hitam serta topi hitam.

Kita diperdengarkan lagi jawaban Hong Joo saat Jae Chan bertanya bagaimana jadinya jika ia mengubah takdir yang sudah digariskan.

"Jika kita menghentikan arus yang mengalir, jalannya akan teralihkan. Kita menghentikan hal yang seharusnya terjadi, maka mungkin waktu akan beralih dari jalan sebelumnya."

"Jika waktu mengubah arahnya, ke mana waktu akan pergi? Segalanya akan lebih baik atau makin buruk?" Tanya Jae Chan.

"Entahlah, karena aku belum mencoba untuk mengubah takdir. Yang kutahu pasti mulai sekarang, waktu akan mengalir dengan cara yang berbeda. Entah itu baik ataupun buruk."


D-day..

Tiba-tiba ada mobil yang berhenti didepan Jae Chan padahal belum lampu merah. Hong Joo udah was-was aja. 


Dan benar sekali, ada suara tembakan, lalu mobil itu kembali jalan dengan kecepatan penuh. Luka tusukan berubah jadi luka tembak, lokasinya sama persis.


Hong Joo menjerit ketakutan, ia meminta yang lain memanggil ambulan, sementara ia menenangkan Jae Chan. 


Jae Chan pun akhirnya gak sadarkan diri. Hong Joo makin panik.

4 komentar

khamsahamnida sinopnya,, lanjut terus ya,, fighting 🙌

Sinopsis terkece sih ini.. Detail, plus peletakan gambarnya pas.. Sukaaaaa 😊

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon