Thursday, November 16, 2017

Sinopsis Attention, Love! Episode 11 Part 2

Sinopsis Attention, Love! Episode 11 Part 2

Sumber Gambar: CTV


Jin Li menghentikan Yu Bin. Pertama, Jin Li bertanya tentang presentasi mereka, apa Zhong Shao Xi baik-baik saja?

"Oh, maksudmu itu. An Xiao Qiao sudah mengurusnya. Semuanya baik-baik saja. Jangan khawatir."

"Eh, apa maksudmu "An Xiao Qiao sudah mengurusnya?" Jelaskan."

"Persis itu saja. Pergi tanya mereka sendiri lah!"


Jin Li langsung merangkul leher Yu Bin dengan ketat, "Sifat macam apa itu? Apakah ini bagaimana seorang junior berbicara dengan seniornya mereka sekarang?"

Yu Bin melepaskan lehernya dari Jin Li, "Bukan itu maksudku. Maksudku kau tinggal di apartemen yang sama dengan Kakak Zhong. Kalau kau khawatir, pergi tanya dia sendiri."

"Masalahnya adalah– Masalahnya adalah aku tidak tahu bagaimana berbicara dengannya sekarang ini."

"Apa maksudmu? Kenapa kau tidak tahu bagaimana berbicara dengannya? Senior, apa maksudnya kau melakukan sesuatu pada Kakak Zhong–"

"Jangan bicara omong kosong! Kau tidak akan mengerti walaupun aku memberitahukanmu."


Jin Li sudah berjalan menjauh, tapi ia memanggil Y Bin lagi untuk mendekatinya. Yu Bin bertanya, ada apa lagi?

Jin Li menyuruh Yu Bin jujur, apa kamar Yu Bin itu berhantu? Yu Bin jelas terkejut, kenapa memangnya?

"Saat aku berbicara dengan Zhong Shao Xi akhir-akhir ini, meski tidak panas, tetapi aku terus berkeringat. Kalau benar-benar panas, aku gemetar."

"Serius?"

"Terutama kalau Zhong Shao Xi ada di dekatku, hatiku mulai berdebar sangat cepat. Dan pikiranku jadi hampa. Otakku berpikir ini, mulutku berkata yang lain. Aku ingin bergaul dengannya, tetapi saat aku melihatnya, aku ingin berlari dan bersembunyi. Aku tidak bisa melihat matanya. Dan yang lebih mengerikan adalah.. setiap kali aku melihatnya, aku mulai mendengar sesuatu."

"Apa yang kau dengar?"

"Lagu cinta yang sangat kuno."


Jin Li bahkan menyanyikan lagu yang selalu ia dengar saat dekat-dekat Shao Xi.

Jin Li menyadari, situasi Jin Li sekarang ini sangat gawat. Jin Li semakin yakin kalau ia dikutuk atau sejenisnya gara-gara kamar Yu Bin dan berhantu. Sampai ia sampai pada pemikiran kalau Xiao Qiao yang mengutuknya karena menolak cintanya.

Yu Bin menghentikan pemikiran liar Jin Li itu, maksudnya bukan karena hantu Jin Li dalam keadaan gawat. Gawat berarti, Jin Li sangat menyukai Zhong SHao Xi. Karena semua gejala-gejala itu disebabkan oleh cinta.

"Kau tahu apa! Semua mantanku jika dijumlah lebih banyak dari jari-jari tangan dan kakimu tetapi aku tidak pernah berperasaan seperti ini!"


"Itu karena kau tidak pernah benar-benar suka seseorang. Biarkan aku beritahu, aku mengerti situasimu. Biarkan aku beritahu, itu bagaimana aku dulu dengan Ru Ping juga. Dulu saat aku melihatnya, seluruh tubuhku bisa panas dan berkeringat, dan sering berkata satu hal dan maksud hal lain. Tetapi aku belum pernah ada lagu cinta berputar di pikiranku. Maka itu aku berkata kau gawat."

Namun Jin Li malah pergi saat Yu Bin menjelaskan semua itu.


Jin Li lalu mencari CD lagu yang sering di dengarnya itu. Ia menemukannya, tapi saat akan memutarnya pemutarnya tidak menyala. Jin Li lalu ke dapur untuk mengganti baterai. Akhirnya lagu pun terputar.

♫ Berikan aku cintamu, yeah yeah~ ♫
♫ Berikan aku cintamu, cinta~ ♫
♫ Menunggu sedikit demi sedikit agar kau bisa merasa nyaman denganku ♫


Saat itu Shao Xi datang, ia bicara pada Jin Li, tapi Jin Li tidak mendengarnya karena ia mendengarkan lagu itu.

♫ Kurasa pertemanan kita membuat kita saling memahami tanpa perlu berkata ♫
♫ Yang tidak bisa dibeli di swalayan ♫
♫ Hal yang paling kita inginkan berada di tangan yang kita sukai ♫
♫ Berikan aku cintamu, agar aku bisa bersamamu di masa depan kita ♫
♫ Berikan aku cintamu, saling menggenggam, tanpa pernah melepaskan ♫
♫ Meskipun dunia meledak, samudra mengering ♫


Shao Xi akhirnya melepas earphone Jin Li, "Apakah kau dengar apa yang kukatakan?"

"Zhong Shao Xi, bisakah aku mengatakan sesuatu padamu?"

"Ya, tentu saja. Ada apa?"

"Aku baru sadar kalau aku suka padamu lebih banyak dari yang kukira."

"Gila."

Lalu Shao Xi meninggalkan Jin Li.


Shao Xi sedang membuka e-mail, Ia bernarasi, "Sejak hari itu, Han Rong belum kembali ke kapus. Beberapa hari kemudian, aku dengar dia berhenti kuliah. Aku selalu kira dia tidak mendengar kata-kataku dengan benar. Sampai satu hari.. Han Rong beritahu aku kalau dia memutuskan untuk berhenti sekolah supaya dia bisa mengambil ujian masuk lagi. 

Dia berkata sejak kecil, dia selalu ingin menjadi seorang aktris tetapi semua berpikir dia terlalu diam dan tidak cocok untuknya. Untuk memuaskan harapan orang lain akan dirinya,  dia terus menyampingkan harapannya. Tetapi menyampingkannya tidak membuat dia bahagia sama sekali. Jadi dia memutuskan untuk mendengarkan aku kali ini dan merubah dirinya. Dia berharap waktu kita bertemu lain kali, kita bisa menjadi orang yang lebih baik."




Foto masa SMA Geng Li Yin tersebar luas, sekampus tahu kalau ketiganya melakukan operasi plastik. Mereka menuduh Shao Xi lah yang menyebarkannya. Shao Xi mengelaknya tapi mereka tidak percaya.

Mereka akhirnya sadar kalau Shao Xi berbahaya juga, jadi mereka mengajak Shao Xi berdamai, mereka berjanji tidak akan mengganggu Shao Xi lagi.


Di kelas, Li Zheng juga mendengar tentang foto itu dari teman-temannya.


Bai Bai menghampiri Li Zheng untuk mengundangnya hadir ke acara ulang tahun yang akan ia rayakan dengan teman-teman. Li Zheng minta maaf, ia ada urusan jadi tidak bisa datang. Bai Bai tampak kecewa.


Xiao Qiao menunjukkan beberapa foto cowok pada Shao Xi, tapi Shao Xi selalu bilang tidak suka mereka. Xiao Qiao mengeluh, tipe ideal Shao Xi itu sangat susah dicari.

"Kenapa kau terus bertanya tipe pria seperti apa yang aku suka?" Tanya Shao Xi.

"Aku akan mengenalkan beberapa pria padamu."

"Kau akan mengenalkan beberapa pria untukku?!"

"Benar sekali. Kalau aku menemukan pacar untukmu, maka Wang Jin Li akan menyerah dan aku bisa membuatnya jatuh cinta padaku. Pertanyaan yang mudah sekali, kau masih harus bertanya. Apa kau sebodoh itu?"

Xiao Qiao meminta Shao Xi memberitahu saja pria macamapa yang Shao Xi suka, ia sudah lelah mencari. Tapi Shao Xi kelihatan bingung.

Xiao Qiao: Kalau kau tidak bisa memikirkan satupun, kau bisa memberitahuku pria seperti apa yang pernah kau sukai. Berikan gambaran tentang dia, ayo.


Shao Xi membayangkan Li Zheng duduk di depannya.

Shao Xi: Tipe pria yang kusuka.. Rambutnya tidak terlalu panjang. Dia harus memberikan perasaan seperti terstruktur dan bersih. Aku berharap dia.. kurus, tapi memiliki bahu yang lebar. Jadi kalau aku berdiri di sebelahnya atau di belakangnya, aku akan merasa nyaman dan aman. Cara berpakaiannya sangat sederhana. Contohnya, meskipun hanya menggunakan kaos dan celana jeans, itu terlihat bagus.


"Mungkin dia tidak suka berbicara ataupun tersenyum, tapi itu karena dia tidak suka tersenyum, jadi kapanpun dia tersenyum padaku aku akan merasa seperti.. senyumnya terlihat indah."


Shao Xi akhirnya menemukan pria itu. Shao Xi melihat fotonya dan merasa kalau dia tidaklah buruk.


Ru Ping berkunjung ke kosan Shao Xi. Shao Xi sangat senang bertemu Ru Ping. Xiao Qiao cemburu dan berusaha memonopoli Shao Xi. Xiao Qiao mengenalkan dirinya sambil merangkul bahu Shao Xi.

Ru Ping tak mau kalah, ia mengaku kalau ia teman dekatnya Shao Xi. Jadi mereka saling tarik tangan Shao Xi.


Saat di dalam, Xiao Qiao menawari untuk memakai masker pelembab, tapi Ru Ping menyela, pakai masker pemutih saja, lebih cocok jika mau pergi kencan buta.

Sementara mere ribut, Shao Xi asal aja pake maske sembarang.


Pokoknya Xiao Qiao selalu berselisih paham dengan Ru Ping, tapi mereka sepakat dengan pemilihan baju untuk Shao Xi.


Li Zheng pulang dan dikagetkan dengan dandanan baru Shao Xi. Li Zheng heran, ngapain Shao Xi dandan rapih begitu?

"Itu karena Xiao Qiao mengajakku makan malam dengan temannya."

"Makan malam?"

Ru Ping: Bukan sekedar makan malam; ini adalah kencan buta. Angelina bilang dia akan mengenalkan pria baik untuk Shao Xi.

Xiao Qiao: Benar. Dia mendapat nilai A++ di daftar personalku. Dia melihat fotonya dan bilang sangat puas dengan apa yang dia lihat kan?

Shao Xi: Aku tidak berkata begitu. Aku hanya bilang dia boleh juga.

Li Zheng: Kalian bersenang-senanglah. Aku akan kembali ke kamarku.


Namun Li Zheng berhenti, ia mengatakan pada Shao Xi kalau tikusnya sudah tertangkap tadi pagi, jadi Shao Xi bisa tenang sekarang.

Xiao Qiao jungkrak-jingkrak, tikus? benarkah?


Ru Ping menyuruh mereka berdua pergi saja, soalnya ia ada urusan lain. 

Xiao Qiao: Aku tidak berencana mengundangmu. Tapi kalau kau ingin ikut, kau boleh ikut.

Ru Ping: Aku sudah dengar apa yang terjadi dari Xiao Yu dan sangat khawatir padamu makanya aku datang untuk mengunjungimu. Tapi aku lega. Karena aku sudah di sini. Aku akan menemui Xiao Yu untuk makan malam.


Shao Xi: Terima Kasih. Eh.. Kalau kau mau mencari Xiao Yu, kurasa dia sedang di ruang kantor jurusan, mengerjakan laporan. Kau bisa mencoba mencarinya dari sana.

Ru Ping: Oh, oke.

Ru Ping lalu berbisik, Shao Xi harus meninggalkan kenangan masa SMA-nya. Kalau Shao Xi bertemu dengan pria baik-baik di kencan buta ini, jangan lepaskan dia. Ru Ping juga berpesan pada Xiao Qiao untuk menjaga Shao Xi.


Ru Ping berencan untuk menemui Yu Bin sebelum pulang, ia mau minta maaf atas kelakuan kasarnya kemarin di telfon.


Tapi ia kecewa saat melihat Yu Bin sedang bersama cewek lain dan mereka terlihat akrab banget.

Jin Li mengetuk pintu kamar Shao Xi untuk mengajaknya makan malam bersama. Lalu Li Zheng keluar dari kamarnya dan memberitahu Jin Li kalau Shao Xi dan Xiao Qiao pergi keluar.

"An Xiao Qiao? Pergi ke mana mereka?"

"An Xiao Qiao sedang mengenalkan seorang pria pada Zhong Shao Xi."


Li Zheng akan menutup pintunya, tapi Jin li membukanya  paksa. Ia ingin memastikan sekali lagi, benar Xiao Qiao membawa Shao Xi untuk kencan buta?

"Bagaimana bisa kau membiarkan Zhong Shao Xi pergi ke kencan buta?" Heran Jin Li.

"Bukankah kau yang memberi tahuku sebelumnya untuk tidak menahan Zhong Shao Xi supaya dia bisa bertemu dengan pria lain atau mengganggu hubungan asmaranya?"

"Maksudku adalah agar kau tidak mencegahku berpacaran dengannya. Aku tidak mengatakan apapun tentang tidak menghentikan dia dari mengencani pria lain! Yan Li Zheng, kau membunuhku. Oke. Sepertinya kau tidak mengerti seberapa seriusnya masalah ini. Tidak apa-apa. Aku sudah melalui semuanya, biar kujelaskan semuanya padamu."


Jin Li merangkul Li Zheng tapi Li Zheng buru-buru melepaskan tangannya.

Jin Li: Kau juga adalah seorang laki-laki. Kau seharusnya tahu bagaimana laki-laki seusia kita, seorang pria sehat setelah mengenal.. Zhong Shao Xi, seorang yang tidak terlalu buruk.. dan wanita yang cukup cantik, satu-satunya hal yang terlintas di pikirannya, apa kau tahu apa itu?

Li Zheng: Apa?


Jin Li membisiki Li Zheng. Kita tidak tahu apa itu.

Jin Li terkejut dengan reaksi Li Zheng itu, jangan bilang Li Zheng tidak pernah memikirkan ini?

"Apa urusannya hal ini dengan Shao Xi pergi menemui teman baru?" Tanya Li Zheng.

"Aku bertemu Zhong Shao Xi lewat kencan buta, apa kau pikir ini semua berhubungan? Ya kan? Bagi seorang pria muda yang cukup menjanjikan sepertiku mengejar-ngejar Zhong Shao Xi, situasinya masih tidak mengkhawatirkan. Sekarang ini, pria-pria yang pergi ke kencan buta, terutama kencan buta para mahasiswa, kau tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Misalnya, kebanyakan orang yang pergi makan malam selama kencan buta, mereka akan pergi karaoke setelahnya. Saat mereka bernyanyi, mereka akan berbicara. Ketika mereka berbicara, mereka akan minum dan ketika mereka minum, mereka akan mabuk. Ketika mereka mabuk, mereka akan.. pa pa pa."

"Kau berpikiran terlalu jauh. Zhong Shao Xi tidak bisa minum. Dia pasti tidak akan mau minum dengan orang yang tidak dia kenal."


Jin Li menjelaskan, Siapa bilang kau harus minum agar terjadi sesuatu? Kalau mereka tidak minum, mereka bisa pergi jalan-jalan malam. Selagi melihat pemandangan malam hari, mereka akan saling bicara dan membahas tentang jatuh cinta. Setelah itu, mereka akan saling menenangkan satu sama lain dan berpelukan. Setelah berpelukan, mereka akan saling bersentuhan dan tidak akan bisa menahan keinginan untuk berciuman dan setelah berciuman, mereka akan pa pa pa.


Li Zheng tidak percaya, ia memilih menutup pintunya. Jin Li masih bersikeras di luar, kalau tidak percaya, ikut saja dengannya dan lihat sendiri.


Teman Xiao Qiao itu namanya Teddy, XIao Qiao bertemu dengannya di LA. Teddy itu beneran mirp banget sama Li Zheng.


Saat makan pun Teddy terbiasa menggunakan sumpit komunal persis seperti Li Zheng. Teddy sangat senang karena Shao Xi mengerti dirinya.

Xiao Qiao: Apa? Aku telah mengenalmu begitu lama dan makan bersamamu beberapa kali, bagaimana aku tidak tahu?

Teddy: Aku merasa bahwa tidak ada alasan untuk memaksa semua orang memenuhi kebiasaanku.

Xiao QIao: Tidak heran kau sering tidak makan. Hei, Zhong Shao Xi, Bagaimana kau bisa tahu?

Shao Xi: Karena aku punya teman yang seperti dia. Awalnya aku pikir dia terobsesi dengan kebersihan, tapi ternyata bukan begitu, tapi itu--

Teddy: menghormati dirimu dan orang lain.

Shao Xi: Benar. Itulah yang dia katakan.

Xiao Qiao pun setuju untuk menggunakan sumpit komunal.


Li Zheng beneran mengikuti Jin Li untuk mengawasi mereka. Jin Li heboh karena Shao Xi tersenyum pada Teddy. Tapi Li Zheng kelihatan adem-adem aja.



Jin Li baru menyadari, Teddy itu mirip banget sama Li Zheng. Li Zheng tidak percaya, lalu Jin Li menyuruhnya melihat sendiri saja. Li Zheng pun mengintip dan ternyata apa yang Jin Li bilang memang benar. Li Zheng panas. Ia meninggalkanmejanya.


Teddy ke toilet sebentar. Xiao Qiao lalu bertanya pada Shao Xi, bagaimana Teddy? Cukup baik kah? Shao Xi menjawab kalau ia tidak tahu.

"Apa?! Apa maksudmu "kau tidak tahu?" Sepertinya kalian akan bergaul dengan baik."

"Hanya saja aku tidak membencinya atau menyukainya. Tapi ada beberapa area, sebagai contoh, cara dia bicara dan tatapannya mirip salah satu temanku."

"Teman? Teman yang kau sukai? Oops. Kalau begitu, berkencanlah dengan Teddy dan lihat bagaimana itu berjalan."

"Berkencan? Apa kau gila? Ini bahkan belum satu jam sejak aku bertemu dengannya."

"Tolonglah, Zhong Shao Xi. Itu karena kau berpikir terlalu banyak jadi kau tidak punya kekasih. Apakah dua orang saling menyukai atau cocok satu sama lain, mereka perlu untuk berkencan dulu untuk mencari tahu."

"Begitukah?"

Xiao Qiao mendapat pesan, dari ibunya jadi ia pergi duluan meninggalkan Shao Xi.


Pulang dari Kafe, Li Zheng ke tempat main baseball. Ia terus teringat senyum Shao Xi pada Teddy. Ia melampiaskan emosinya dengan melempar bola sekuat tenaga.

Ia kesal pada dirinya sendiri karena selalu membuat Shao Xi menangis saat di dekatnya.


Pada lemparan selanjutnya, ia ingat saat SHao XI menyatakan cinta padanya. Ia berhenti, lalu berlari keluar.

Li Zheng kembalike kafe dan melihat SHao Xi dan Teddy menyetop taksi.


Teddy memaksa untuk mengantar Shao Xi pulang, hitung-hitung bisa ngobrol lebih banyak, jadi bisa lebih dalam mengenal masing-masing.

Namun tiba-tiba Jin Li datang dan merangkul Shao Xi. Ia mengakui Shao Xi sebagai kekasihnya. Li ZHeng terlambat. Teddy pun menyerah dan pulang sendiri.


Shao Xi kesal, kenapa Jin Li seperti tadi, kenapa mengakui dirinya sebagai kekasih? Jin Li dengan jujur menjawab kalau ia melakukannya karena ia menyukai Shao Xi jadi tidak bisa melihat Shao Xi bersamapria lain.

"Aku tahu kau selalu merasa aku tidak mengejarmu dengan serius karena itulah kau selalu menganggap pengakuanku sebagai lelucon. Tapi aku ingin mengatakan kepadamu. AKu sungguh menyukaimu dan ini bukan candaan."


Shao Xi bingung, ia menjelaskan, ia tidak selalu menanggap kata-kata Jin Li itu candaan. Hanya saja, dalam hatinya sudah ada orang lain.

Jin Li sangat tahu itu, orang itu, Yan Li Zheng kan? Tapi kenapa? Ia tidak keberatan kok. Jin Li lalu mengakui mengenai nama akun yang berteman dengan SHao Xi, itu adalah dirinya.

"Jadi saat kau menyukai Yan Li Zheng dan tidak tahu harus berbuat apa, aku tahu semua perasaanmu."

"Hei, Wang Jin Li--"



"Karena hal itu, aku lebih menyukaimu. Jadi aku tidak bisa tahan melihatmu melakukan ini pada dirimu sendiri. Jika kau bertemu dengan orang lain dan mengencaninya untuk melupakan Yan Li Zheng, orang itu.. Kenapa tidak bisa aku?"

2 komentar

Mkasih sinopsisnya mba, dilanjut terus yaa mba, sangat ditunggu kelanjutannya.. hwaiting..

Ditunggu ep 12 nya (dan seterusnya) chingu.. Gomawo... :)

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon