Friday, November 24, 2017

Sinopsis Attention, Love! Episode 13 Part 2

Sinopsis Attention, Love! Episode 13 Part 2

Sumber Gambar: CTV


Shao Xi tidak mau memutar rekaman di boneka itu toh ia merekam dirinya sendiri saat itu. Lalu Jin Li memutarkan untuknya dan yang terdengar adalah suara Li Zheng.

"Aku juga suka padamu."


Shao Xi shock mendengarnya. Jin Li bertanya, Shao Xi bisa mendengar suara itu kan?

"Yan Li Zheng." Jawab Shao Xi dan Jin Li mengangguk. Shao Xi menangis.


Jin Li lalu mengantar Shao Xi ke kosan. 
Shao Xi kesulitan melepas helm-nya jadi Jin Li turun untuk membantu. Setelah itu Jin Li berkata.

"Aku hanya bisa membantumu di sini. Seterusnya adalah urusanmu dan Yan Li Zheng. Aku tidak bisa membantumu lagi."

Shao Xi mengangguk dan Jin Li pun pamit.


Shao Xi ke kamarnya dan ia baru ingat kalau ponselnya masih dibawa Jin Li.


Lalu Shao Xi mengintip kamar Li Zheng tapi kosong.


Shao Xi kembali lagi ke kamarnya dan mendengarkan rekaman Li Zheng, ia membayangkan itu sebagai jawaban pengakuan cintanya dulu. 


Shao Xi keluar dan kebetulan Li Zheng datang. Shao Xi membahas soal Bai Bai dan bahwa ia sudah mengetahui yang sebenarnya.

"Aku berpikir terlalu jauh. Kukira kalian berdua berpacaran. Kukira kau menyukai dia. Tapi itu tidak penting lagi. Wang Jin Li memberi tahuku tentang itu jadi aku tahu kalau kalian berdua tidak bersama."


Li Zheng kelihatan marah banget. Shao Xi sampai takut, ada apa? kenapa tidak mengatakan apapun?

Li Zheng membuang tasnya dan langsung memeluk Shao Xi. 
"Dengarkan aku baik-baik. Mulai sekarang, jangan lagi bersembunyi dariku. Jangan tiba-tiba pindah seperti itu. Jangan membuatku mengkhawatirkanmu. Jangan membuatku tidak bisa mencarimu. Jangan.. meninggalkanku lagi. Bahkan jangan.. lihat aku sebagai.. temanmu."

Shao Xi menangis dan balik memeluk Li Zheng.


Sementara itu, Jin Li galau saat teman-temannya bersorak gembira di tempat karaoke. Lalu Xiao Qiao datang.

Saat itu, teman Jin Li baru menyadari kalau Jin Li galau. Mereka bertanya, kenapa diam saja saat Jin Li yang mengajak mereka semua karaoke?


Tiba-tiba teman Jin Li memilih lagu lama, lagu yang selalu Jin Li dengar saat dekat-dekat Shao Xi. Jin Li tertarik dan mulai menyanyi sambil mengingat kebersamaannya dengan Shao Xi selama ini.

♫ ♫ ♫ 
Menunggu sedikit demi sedikit agar kau bisa merasa nyaman denganku
Kurasa pertemanan kita membuat kita saling memahami tanpa perlu berkata
Yang tidak bisa dibeli di swalayan
Yang tidak bisa dibeli di swalayan
Hal yang paling kita inginkan berada di tangan yang kita sukai
Hal yang paling kita inginkan berada di tangan yang kita sukai
Berikan aku cintamu, agar aku bisa bersamamu di masa depan kita
Berikan aku cintamu, saling menggenggam, tanpa pernah melepaskan
Meskipun dunia meledak, samudra mengering
Aku hanya berharap pelukanku ada dalam ingatanmu
♫ ♫ ♫ 

Tapi Xiao Qiao tiba-tiba menghentikan lagunya. Jin Li menghapus airmatanya lalu pergi. Xiao Qiao khawatir, jadi ia ikutan keluar.


Tanpa ijin, Xiao Qiao naik ke motor Jin Li, ia mau ikut kemanapun Jin Li pergi. Jin Li menyuruhnya turun, tapi Xiao Qiao gak maun. 

"Apa kau tadi menangis? Apakah itu karena kau memikirkan Shao Xi?" Tanya Xiao Qiao.
"Kubilang turun."

"Aku tidak mau. Kemanapun kau pergi, aku juga pergi."

"Kalau begitu jangan menyesal."


Jin Li membawa Xiao Qiao ke hotel. Jin Li bertanya, meskipun begini, Xiao Qiao sungguh tidak menyesal?

"Aku tidak akan menyesal."

Xiao Qiao menutup matanya saat Jin Li semakin mendekat tapi ia membukanya lagi saat airmata Jin Li jatuh di pipinya.


Xiao Qiao akan menghapus airmata Jin Li tapi Jin Li menahannya. Jin Li lalu bangun.


Ia bertanya, apa Xiao Qiao pernah menyukai seseorang? Sangat menyukainya sampai erfikir meskipun ditolak juga tidak apa-apa. Berpikir bisa langsung kembali ke rutinitas harian. Berpikir bisa langsung menghilangkan perasaan pada orang itu. Namun kemudian menyadari kalau tidak bisa.


Xiao Qiao lalu duduk disamping Jin Li dan memeluk lengannya. "Aku pernah.. Sekarang."


Jin Li pulang ke kos, tapi ia ragu mau membuka gerbang. Ia berpikir kalau Li Zheng dan Shao Xi pasti sudah resmi berpacaran sekarang. Ia tidak tahu harus bagaimana saat menghadapi mereka nanti.


Tapi Jin Li memutuskan tetap masuk. Lalu ia melihat Li Zheng dan Shao Xi sedang bermesraan, tapi walaupun melihatnya mereka tetap lanjut saja karena ia yang menyatukan mereka.


Hmm.. ternyata itu cuma khayalan Jin Li dan ia menyesal telah membantu mereka bersatu. Ia pun naik motornya lagi.


Tapi bagaimanapun juga Jin Li harus masuk. Makanya ia masuk sembunyi-sembunyi, ia gak berani lihat ruang tamu. Tapi Shao Xi malah memanggilnya dan Jin Li terkejut melihat Shao Xi sendirian.


Jin Li bertanya, dimana Li Zheng. Shao Xi menjawab Li Zheng ada di kamarnya. Jin Li tanya lagi, ngapain Li Zheng dikamarnya. Shao Xi menjawab bagaimana ia bisa tahu apa yang Li Zheng lakukan di kamarnya?

Jin Li tambah heran dan mendekati Shao Xi, bagaimana Shao Xi bisa tidak tahu? APa mereka belum bersatu? Atau jangan-jangan mereka belum membahasnya? 

"Aku tidak yakin. Apa kami membicarakannya?" Tanggapan Shao Xi.

"Apa maksudnya itu? Apa yang kalian bicarakan semalam?"

"Aku mengatakan padanya bahwa aku tahu tidak ada yang terjadi antara dia dan Bai Bai."

"Dan?"

"Lalu dia mengatakan padaku lain kali jangan menghindarinya."

"Dan?"

"Dia juga mengatakan aku tidak boleh pindah saat dia tidak ada. Aku tidak bisa membiarkannya khawatir. Aku tidak bisa membiarkannya tidak bisa menemukanku."

"Zhong Shao Xi, langsung saja ke intinya! Intinya adalah apakah Yan Li Zheng memberitahumu bahwa dia menyukaimu? Apa Yan Li Zheng mengatakan bahwa dia ingin bersamamu?"


Shao Xi menggeleng.

"Tidak? Lalu apa yang kalian lakukan kemarin?"

"Dia hanya pergi ke rumah bersamaku untuk membawa barang-barangku kembali. Lalu dia mengatakan padaku ini sudah malam, dan untuk tidur dengan nyenyak. Lalu dia kembali ke kamarnya."

Jin Li jelas kesal, apa mereka memiliki semacam masalah? APa Shao Xi tahu apa yang telah aku lewati untuk mengharapkan merekaberdua bersama? Dan apa sekarang hasilnya? Begini cara mereka membalasnya?

"Kalian berdua tidak bisa terus seperti itu. Ini sangat mengerikan. Aku akan mencarinya dan memperjelas hal."

Jin Li bergegas menuju kamar Li Zheng. Shao Xi panik mengikutinya.


Jin Li mengetuk kamar Li Zheng, ia tak peduli Shao Xi yang menghalanginya. Namun akhirnya Li Zheng keluar juga. Shao Xi langsung melepaskan Jin Li. Jin Li masuk kamar Li Zheng dan mengunci pintunya dari dalam. Shao Xi gak bisa masuk.


Jin Li protes, ada apa sama Li Zheng ini? Bukannya sudah jelas, ia mengaturkan semuanya untuk Li Zhang, tapi kenapa masih begini-begini aja? Sementara diluar, Shao Xi mencari cara membuka pintu.

Li Zheng mengatakan tidak mengerti arah pembicaraan Jin Li. Jin Li langsung saja ke intinya karena, kenapa Li Zheng gak menyatakan perasaannya pada Shao Xi? Kenapa gak minta Shao Xi jadian?

"Aku sudah katakan padamu. Ini adalah sesuatu antara aku dan dia. AKu akan memakai caraku sendiri."


Shao Xi ke kamar Li Zheng lewat pintu teras, tapi masih dikunci juga. Li Zheng akan membukanya tapi Jin Li mendorong Li Zheng ke pintu. Shao Xi terkejut.

Jika Li Zheng tidak tahu bagaimana memulainya, ia siap mengajar, tidak usah malu. Li Zheng mengulangi lagi, ini bukan masalah Jin Li, jadi jangan ikut campur.

"Seseorang sepertimu yang tidak pernah punya kekasih sebelumnya, kesalahan terbesar yang kau buat adalah berpikir bahwa kau tidak perlu membuat jelas hal-hal sebelum kau mulai berkencan. Tapi dari seseorang yang berpengalaman, biarkan aku memberi saran padamu bahwa itu salah. Dan itu adalah kesalahan terbesar yang bisa kau buat."

"Sudah aku katakan. Aku tidak perlu kau mengajariku apa yang harus aku lakukan."

"Jangan memotong! Biar aku selesaikan, Dalam situasi seperti ini, kau kau harus sangat jelas memberitahu wanita jawabanmu. Ini seperti kau bertemu zombie, kau perlu tanpa ragu mencari keningnya dan memberinya tembakan kepala dan membunuhnya dalam satu--"


Li Zheng mendorong Jin Li dan segera membuka pintu untuk Shao Xi. Ia menyeret Shao XI ke kamar Shao Xi, lalu menutup pintunya. Mengunci Jin Li di luar.

Li ZHeng tidak tahan dengan Jin Li, ia jengkel jika harus terus mendengarkan omongannya. SHao XI gk enak, jadi apa yang Jin Li katakan?

Li Zheng lalu mengajak Shao Xi ke suatu tempat bersamanya, tentu saja Shao Xi setuju.


Li Zheng mengajak Shao Xi ke SMA mereka, ke kelas Shao Xi dan Shao Xi kelihatan senang.

Li Zheng menuliskan rumus matematika di papan tulis. Li Zheng bertanya, apa SHao Xi tahu itu dan Shao XI sama sekali gak ada bayangan itu rmus untuk apa.

"Ini adalah rumus pelebaran waktu yang Albert Einstein dapatkan dalam teorinya tentang Relativitas Khusus. Dengan rumus ini, menunjukkan bahwa kecepatan relatif lebih cepat, semakin lambat waktunya. Jadi saat objek pindah pada kecepatan cahaya, waktu akan melambat. Apalagi, jika kecepatanmu bisa melampaui kecepatan cahaya, maka kau bisa memutar kembali waktu dan pergi ke masa lalu."

"Jadi?"

"Apa kau pernah berpikir tentang pada hari apa yang ingin kau kembali jika kita bisa kembali ke masa lalu?"

"Ada banyak hal yang akan aku lakukan. Aku tidak tahu apa yang akan aku pilih. Bagaiman denganmu?"

"Jika itu aku.. aku akan kembali pada hari kita kelas dua, hari pada saat buku harianmu dibacakan dengan suara keras."

"Mengapa kau mengungkitnya sekarang?"

"Karena sejak hari itu, aku terus berpikir jika aku tidak lari dari perasaan yang aku miliki untukmu, dan membuat keputusan yang berbeda, maka bagaimana kita sekarang?"


Jadi saat Li Zheng memeluk SHao Xi dulu, ia akan berkata begini, 

"Zhong Shao Xi, jangan marah. Jangan bersedih. Aku sangat senang bahwa kau menyukaiku seperti ini. Karena aku suka padamu. Aku juga suka padamu."

Li Zheng mengakui, sejak hari itu, ia terus berpikir, jika ia  benar-benar bisa kembali ke masa lalu, ia akan kembali ke masa lalunya dan meraih kesempatan yang hilang itu.


Ia akan mendahului Ru Ping menghampiri Shao Xi yang menangis dalam hujan dan memeluk Shao Xi menggantikan Ru Ping.


Juga, ia mau kembali saat Shao Xi mengakui perasaannya padanya, ia akan menjawab kalau ia juga menyukai Shao Xi dan ingin bersama Shao Xi.


Jadi saat ini Li Zheng tidak akan memiliki penyesalah besar. Dan Shao Xi tidak akan menangis karenanya. Tapi tak peduli siapa itu, tidak ada jalan untuk menentang hukum fisika dan kembali ke masa lalu.

"Karena aku tidak bisa kembali ke masa lalu untuk merubah penyesalan itu, semua yang bisa aku lakukan.. adalah merubah diriku saat ini."


Li Zheng mengusap airmata Shao Xi dan menciumnya.

1 komentar so far

Yeeeeee....tinggal 2 eps lgi semangat

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon