Saturday, November 25, 2017

Sinopsis Attention, Love! Episode 14 Part 1

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Attention, Love! Episode 14 Part 1

Sumber Gambar: CTV


Li Zheng kembali kekosan dan menemui Jin Li di atap. Dari wajah Li Zheng, Jin Li tahu pasti Li Zheng dan Shao Xi udah jadian. Li Zheng membahas soal Jin Li yang menemui Bai Bai dan merekam pernyataan Bai Bai. Jin Li membenarkan. Li Zheng berkomentar kalau Jin Li usil.


Jin Li jelas kesal. "Hei, kenapa kau seperti ini? Aku membantumu--"

"Bagaimanapun, terima kasih."


Shao Xi kebetulan naik juga dan tak sengaja mendengar mereka, tapi kemudian ia sengaja mendengarkan.


Jin Li: Kau perlu memperlakukan Zhong Shao Xi dengan lebih baik. Aku mundur bukan karena aku tidak menyukainya. Itu karena saat Zhong Shao Xi bersamamu, dia bisa benar-benar bahagia."

Li Zheng: Bahkan jika kau tidak mengatakannya, aku akan melakukannya.


Shao Xi ketahuan oleh Li Zheng, ia pura-pura tidak dengar apapun. Lalu Li Zheng mendekat, akan membiarkan mereka bicara berdua dan ia akan turun.


Shao Xi lalu mendekati Jin Li dengan wajah sangat bersalah. Ia mau minta maaf tapi belum sempat ia mengatakannya, Jin Li menyela.

"Kau hanya menyukai seseorang dan telah menyukainya sejak lama. Kau tidak perlu minta maaf untuk jawabanmu. Meskipun aku merasa tidak enak melihat kau dan Yan Li Zheng bersama, aku masih berpikir kalau aku membuat keputusan yang tepat. Karena aku lebih memilih melihatmu tersenyum daripada menangis."

Jin Li kemudian mengulurkan tangannya yang terkepal, apa mereka masih berteman?

"Itu tidak perlu dikatakan lagi." Jawab Shao Xi dan menerima ajakan tos Jin Li.


Pagi ini Li Zheng sudah bangun tapi Shao Xi masih molor.

"Sekarang setelah kita berpacaran, tidak banyak yang berubah. Hanya saja, Yan Li Zheng mengambil inisatif untuk pergi ke kelas bersamaku. Dia juga akan mencariku saat dia tidak ada kelas. Waktu kami bersama sekarang sama seperti saat kami di SMA." Narasi Shao Xi.


Shao Xi selesai bersiap dan keluar, disana Li Zheng sudah menunggu. Shao Xi minta maaf karena telat bangun. Li Zheng gak masalah, ia sudah biasa menunggu.


Shao Xi mengeluhkan kelas pagi yang terus-terusan, ia harap semakin cepat melewati tahun pertama agar terbebas dengan kelas pagi.

Selanjutnya ia mengeluhkan cuaca yang berubah-ubah, kemarin panas banget dan hari ini tiba-tiba dingin. Li Zheng lalu menarik tangan Shao Xi dan memasukkannya ke saku jaketnya.


Shao Xi menemukan penghangat di kantung Li Zheng dan Li Zheng berkata kalau itu untuk Shao Xi.

"Yan Li Zheng, kenapa kau begitu baik padaku?" Kata Shao Xi sambil memeluknya.

"Baiklah. Jangan bermain-main lagi. Kita hampir terlambat. Ayo."


"Meskipun Yan Li Zheng tidak mengatakan lagi bahwa dia menyukaiku, aku menyadari kalau dia melakukan yang terbaik untuk membuatku percaya kalau dia benar-benar menyukaiku."


Di kampus mereka berpapasan dengan Bai Bai. Shao Xi melepaskan tangan Li Zheng tapi Li Zheng meggenggamnya lagi.

"Di kampus, kami akan berpapasan dengan Bai Bai. Tapi aku tidak bertnya kenapa waktu itu Bai Bai berbohong padaku. Setelah bertemu dengannya, aku tidak bisa tidak berpikir bagaimana jika dia tidak berbohong padaku? Mungkin saat ini dia yang akan bersama Yan Li Zheng, bukan aku."


Di kos, Shao Xi menulis diary.

"Kukatakan pada diriku karena kebahagiaan mendadak dan tak terduga jatuh ke tanganku sekarang, aku harus bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk membuat Yan Li Zheng merasa bahagia dan tidak menyesal telah memilihku."

Tenyata Shao Xi membuat 10 list yang ingin ia lakukan dengan Li Zheng.

1. Bergandengan tangan
2. Pergi ke pantai
3. Berpiknik
...

Ia lalu mencoret nomor satu.


Shao Xi mengubah nama Li Zheng di kontak ponselnya. Awalnya ia mengetiikan "pacar" lalu menghapusnya menjadi "Yan Li Zheng aku mencintaimu".


Shao Xi membuat kue ditunggui oleh Ru Ping dan Xiao Qiao, tapi hasilnya gosong lagi . Xiao Qiao menertawainya. Ru Ping menyarankan, gak mau beli aja ta? Ia khawatir Li Zheng sakit nantinya. Shao Xi cemberut dan menjauhkan kuenya dari mereka.


Ru Ping sampai sekarang masih belum bisa percaya bahwa Shao Xi berkencan dengan Yan Li Zheng si "kulkas berjalan" (dingin). Menurutnya itu benar-benar keajaiban.


Shao Xi langsung mengancam Ru Ping, masih berani mengatakannya saat Ru Ping menulis ceritanya dan mempublikasikannya? Apa bahkan Ru Ping minta izin darinya?

Ru Ping nyengir, jangan begitu lah~ ia kan sudah menulis cerita yang sangat menakjubkan tentang mereka berdua. Apa Shao Xi bahkan tahu bahwa cerita Shao Xi dan Li Zheng sudah dibaca oleh lebih dari sejuta orang?


Shao Xi merebut laptop Ru Ping, ia akan menghapus semua postingan Ru Ping. Xiao Qiao tiba-tiba menghentikan mereka, Jangan!! Keduanya pun berhenti dengan heran. Ru Ping menggunakan kesempatan itu untuk mengambil laptopnya dari Shao Xi, lalu ia mengejek Xiao Qiao, Jangan bilang Xhao Qiao adalah salah satu penggemar tulisannya?


"Siapa penggemar setiamu? Aku hanya membacanya sesekali. Aku mungkin sudah membaca satu atau dua bab. Kurasa tulisanmu oke." Sangkal Xiao Qiao.

"Kau memang punya selera bagus karena kau membaca ceritaku."


Xiao Qiao memberi saran, sebaiknya Ru Ping membantu tokoh utama pria kedua yang setia itu, Jing Li, dan menambah seorang tokoh utama wanita.

"Bukankah kau baru saja mengatakan bahwa kau hanya membaca dua bab? Jing Li baru muncul di Bab 10."

Shao XI melerai agar Ru Ping tidak menggoda Xiao Qiao.

Ru Ping cerita, ia belum memutuskan tokoh utama wanita kedua. Tapi cerita seorang gadis, Shao Xi, dan pria, Li Zheng, adalah cerita cinta kampus yang manis. Ia tidak ingin menambah tokoh utama wanita yang menyebalkan di dalam ceritanya.

"Tokoh utama wanitanya tidak suka si pria, Jin Li. Kurasa kau harus menambah karakter lain untuk menghibur dan menjaganya. Aku tidak peduli. Mari putuskan begitu saja. Kembalilah dan tambahkan tokoh utama wanita lain. Namanya Angelina."

"Apa kau tahu karakter dengan nama palsu, seperti Angelina, kalau bukan karakter yang tidak penting ya wanita pengacau? Kalau aku harus memilih nama.. Shao Xi, Li Zheng, Jing Li ((Perhatian, Cinta, Hormat).. Jie San! Benar! Jie San! (dibubarkan). Nama yang bagus sekali! Bagaimana bisa aku tidak memikirkannya sebelumnya?"


Xiao QIao cemberut, ia benci Ru Ping. Shao Xi lalu membisiki Ru Ping.

Ru Ping: Maafkan aku. Aku lupa itu adalah Nama Inggrismu. Tidak mungkin, jangan bilang... dia... Kau suka Wang Jin Li?!

Shao Xi dan Xiao QIao sontak membungkam mulut Ru Ping.


Tepat saat itu Jin Li datang, bertanya kenapa ada yang memanggilnya? Semua kompak menjawab tidak ada yang memanggil Jin Li. Jin Li hanya salah dengar!

"Zhong Shao Xi, apa kau bekerja di bangunan? Kenapa kau terlihat berantakan dan kotor?"

"Tidak bisakah kau melihatnya? Aku membuat kue."


Jin Li merasa Shao Xi gadis yang baik. Lalu Xiao Qiao menjelaskan sebabnya, karena hari ini Li Zheng ulang tahun. Jin Li sama dengan Ru Ping, menyarankan untuk membeli saja, takut Li Zheng sakit kalau makan kue Shao Xi.

Dan Jin Li menggoda Shao Xi seperti biasa. Xiao Qiao tampak cemburu.


Li Zheng pulang dan dikejutkan dengan kejutan teman-teman. Tapi wajahnya lo biasa aja, padahal yang lain heboh nnyanyi dan memberinya selamat


Jin Li protes, gak bisa kah Li Zheng menunjukkan wajah senang sedikit gitu? Hargailah waktu mereka untuk menyiapkan semua ini. Ru Ping membenarkan, bahkan ia sampai bolos.

Li Zheng lalu melihat makanan di meja, jangan bilang  ia harus makan dengan mereka juga?

Jin Li: Benar. Kami akan makan rebus-rebusan denganmu. Kenapa? Kau takut?

Shao Xi: Aku terus memberi tahu mereka tapi akhirnya–

Xiao Qiao: Akhirnya, kami tahu bahwa...

Yu Bin: kelemahanmu adalah kau tidak berani makan liur orang lain. Kau harus menggunakan sumpit bersama saat makan dengan orang lain.

Jin Li: Jadi hari ini kami akan makan rebus-rebusan bersamamu. Kau harus menghabiskan seluruh kuahnya dengan liur kami di dalamnya dan itu adalah hadiah ulang tahun kami untukmu.


Semua siap mengambil, tapi Shao Xi menghalangi, ia mengambilkan untuk Li Zheng duluan.


Jin Li terus melihat mereka dan Xiao Qiao menyadari.


Lalu Xiao Qiao mengambilkan untuk Jin Li. Jin Li pun memandang Xiao Qiao dan mengucapkan terimakasih.


Yu Bin menyadari, Shao XI asik dengan Li Zheng, dan Xiao Qiao asyik dengan Jin Li. Ia lalu memandang Ru Ping yang sendirian.


Yu Bin mengambil sup dan akan memberikannya pada Ru Ping, tapi ia kesandung jadinya supnya tumpah untuk tidak ke badan Ru Ping, hampir saja. Ru Ping marah dan mengejar-ngejar Yu Bin.


Usai makan, Li Zheng menemani Shao Xi mencuci piring. Li Zheng mengucapkan terimakasih.

"Terima kasih untuk apa? Aku... pacarmu. Aku harus merayakan ulang tahunmu. Tapi apa kau merasa ini terlalu berisik? Apa kau tidak senang aku mengundang mereka?"


Li Zheng malah merasa sebaliknya, ini ulang tahun paling menyenangkan yang pernah iamiliki, terlebih Shao Xi yang merayakannya sebagai pacar.

"Kalau begitu baguslah." Kata SHao Xi sambil menempelkan busa ke hidung Li Zheng.


Li Zheng membalasnya dong! Dan mereka berakhir kejar-kejaran.


Jin Li melihat itu dan ia sedih banget.


Ia jadi gak mood main lagi dan meninggalkan yang lain untuk naik ke atas.


Hanya Xiao Qiao yang menyadari itu, maka ia mengikuti Jin Li naik ke atas. Jin Li tanya, apa yang Xiao Qiao lakukan disana? Xiao Qiao menjawab untuk menemani Jin Li.

Jin Li tersenyum, mengatakan kalau ia baik-baik saja, tidak perlu ditemani dan menyuruh Xiao Qiao kembali untuk bermain dengan mereka.


Xiao Qiao tahu kalau Jin Li masih sangat menyukai SHao Xi dan melihatnya dengan Yan Li Zheng itu sangat mengganggu Jin Li. Jadi ia tidak ingin kau sendirian sekarang.

"Kenapa kau begitu peduli?"

"Apa kau benar-benar tidak tahu alasannya? Karena aku menyukaimu."


Xiao Qiao langsung mencium Jin Li.


Shao Xi naik dan memergoki mereka. Li Zheng juga ikutan naik. Shao Xi langsung menariknya sembunyi.


Li Zheng mengintip dan ia kepingin juga. Jadi ia dan Shao Xi bersiap.


Tapi Ru Ping dan Yu Bin datang. Ru Ping duluan sih dan menutup mulut Yu Bin. Akhirnya Xiao Qiao dan Jin Li sadar mereka semua melihat. Jin Li lalu pergi.


XIao QIao kesal pada yang lain, apa yang mereka lihat! Ia lalu pergi dengan kesal. Shao Xi juga menegur yang lain lalu mengikuti Xiao Qiao.


Shao Xi akan menjelaskan, tapi Xiao Qiao memotong, mengatakan kalau ia baik-baik saja.

"Jangan begitu."

"Aku bilang aku baik-baik saja. Jangan ke sini. Aku tahu kau tidak pernah suka Wang Jin Li. Aku juga tahu apa yang terajdi tidak ada urusannya denganmu. Tapi saat aku melihat bahwa walaupun kau pacaran dengan Yan Li Zheng, Wang Jin Li bodoh itu masih terus menyukaimu begitu besar.. Jadi aku sangat kesal. Tapi aku tidak bisa kesal padamu karena kau adalah teman terbaikku. Aku bahkan tidak tahu bagaimana untuk tidak menyukaimu."


Xiao Qiao hanya bisa kesal pada diri sendiri. Jadi ia mohon padamu, tolong jangan katakan padanya kata-kata yang mendorong atau agar ia menyerah.

"Baiklah, aku akan melakukan seperti yang kau katakan. Aku tidak akan mengatakan apapun."

"Kembalilah dan lanjutkan perayaannya dengan pacarmu. Aku akan pulang."


Li Zheng keluar tepat saat Xiao Qiao menutup gerbang. Namun ia tidak mengatakan apapun pada Shao Xi.


Saat ini, Jin Li bermain basket sendirian sampai ia lelah.


Lalu Li Zheng datang mengajaknya mengajaknya bertanding. Jin Li menyanggupinya, ia ingin membuat Li Zheng kalah.

"Kalau kau khawatir An Xiao Xiao akan merasa sedih setelah kau pergi begitu saja, kau lebih baik menjelaskannya besok. Jangan terus diam mengenai itu hanya karena harga dirimu."


"Kau adalah orang yang sangat aneh. Ini ulang tahunmu. Kau seharusnya bersama Zhong Shao Xi. Kau malah datang ke sini untuk main basket bersamaku."

"Karena aku tahu Zhong Shao Xi berharap seseorang ada di sini bersamamu. Tapi dari posisinya, dia tidak bisa begitu."

"Bahkan jika dia tidak bisa datang, cari saja gadis manapun. Mengapa kau ke sini?"

"Untuk menantang dan membuatmu kalah dengan menyedihkan."

Lalu mereka mulai main serius.


Shao Xi datang juga dan lega melihat Li Zhneg ada bersama Jin Li.


Setelah Li Zheng kembali ke kos, Shao Xi mengetuk pintu dan membawakan kue. Li Zheng bertanya, apa Shao Xi membuat sendiri kuenya? SHaoXi mengiyakan dan cerita kalau ia sudah membuatnya berkali-kali dan ternyata tidak mudah menghasilkan yang bagus.

"Ini hampir tengah malam. Cepat buat permintaan, lalu kau bisa meniup lilinnya."


Li Zheng menurut, ia membuat permintaan lalu meniup lilin. Shao Xi protes, kenapa meniup lilinnya begitu saja? Harusnya itu Li Zheng mengatakan dua permintaan dan yang ke tiga harus disimpan di hatimu.

"Semua tiga permintaanku sama. Aku berharap aku bisa bersamamu."

Shao Xi terdiam mendengarnya.


Lalu ia memberikan hadiahnya, sebuah kamera polaroid. Sebenarnya, Shao Xi tidak tahu mau memberi apa lalu terpikir saat ayahnya menggantung foto mereka di rumah sambil bilang kalau lebih baik foto-foto itu dicetak. Saat itu Li Zheng setuju, jadi ia pikir untuk memberi Li Zheng kamera.

"Juga, alasan lainnya adalah.. aku berharap kita bisa menggunakan Polaroid ini untuk menciptakan kenangan kita."

"Baiklah. Terima kasih."


Li Zheng juga punya hadiah untuk Shao Xi, kalung yang waktu itu. Shao Xi terkejut, bukannya Li ZHeng sudah memberikannya untuk Bai Bai?

"Mengapa aku memberi Bai Bai sesuatu yang kau suka?"

"Tapi waktu itu dia bilang kau memberi dia hadiah ulang tahun dan kau tidak menyangkalnya."

"Itu benar. Aku memberi dia gantungan kunci. Yang kau bilang jelek, hanya mereka yang bodoh menyukainya. Aku beri itu pada Bai Bai."

"Lalu... Lalu mengapa kau tidak beritahu aku? Karena ini, aku pikir kau dan Bai Bai ada hubungan."

"Kalau kau salah paham, mengapa kau tidak bertanya padaku? Kau malah menemani dia untuk memilih hadiah dan memberikannya padaku. Kau terlihat seperti mendorong aku padanya."


Li Zheng lalu memakaikannya pada Shao Xi.


Li Zheng memanggil Shao Xi, Shao Xi sontak menoleh dalam keadaan mulut terbuka. Dan ternyata Li Zheng mau menciumnya, jadi bibir Li Zheng membentuk gigi Shao Xi. Mereka sintak menjauh.

"Kau pakai gigi logam ya?!" Kata Li Zheng yang kesakitan.

"Bagaimana aku tahu kau akan menciumku? Kau memukul gigiku. Kau layak mendapatkannya. Kau terlihat begitu malu."


Kemudian Li Zheng menarik Shao Xi, kali ini ciuman yang sebenarnya.

Li ZHeng: Sebenarnya ini adalah hadiah ulang tahun yang aku benar-benar inginkan.

"Jadi begitulah rasanya jatuh cinta. Melakukan hal-hal untuk membuat dia bahagia. Di saat yang sama, kau begitu terbenam dalam kebahagiaan yang sama. Dari hari ke hari, kami menggunakan kami sendiri".


Daftar 10 keingian Shao Xi

1.Berpegang tangan
2. Pergi ke pantai
3. Pergi piknik
4. Berbaring di ranjang dan ngobrol
5. Merayakan ulang tahunnya.


"Terima kasih Yan Li Zheng. Terima kasih telah menyukaiku. Terima kasih telah memberiku kebahagiaan."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon