Monday, November 27, 2017

Sinopsis Attention, Love! Episode 15 Part 1

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Attention, Love! Episode 15 Part 1 

Sumber Gambar: CTV


Li Zheng menghempaskan tangan Yi Li yang akan memukul Shao Xi, sudah cukup! Yi Li mengatakan semua ini bukan urusan Li Zheng. Li Zheng menjawab, urusan Shao Xi adalah urusannya juga. Kemudian Xiao Qiao dan Yu Bin juga datang.


Teman Yi Li yang diselamatkan Shao Xi mengajak Yi Li pergi, toh juga bukan urusan mereka. Tapi Yi Li tidak mau.

Yi Li heran, kenapa semua membela Shao Xi, jelas-jelas Shao Xi mendorong Bai Bai sampai jatuh. Juga baru saja mengakui bahwa orang di video itu benar Shao Xi.

"Meskipun orang yang merekam videonya sengaja hanya merekam Shao Xi. Tapi, selain Zhang Shao Xi dan orang-orang yang dia pukul, ada orang lain." Kata Li Zheng.


Yi Li lalu mencermati videonya dan melihat ada temannya disana, namanya Shan Shan.


Li Zheng lalu bertanya pada Shao Xi, siapa Shan Shan, apa yang terjadi sebetulnya? Shao Xi melarang Li Zheng bertanya, soalnya ia sudah janji tidak akan mengatakan pada siapapun.

Jin Li memaksa, apa perbuatan Shao Xi sampai Shao Xi menolak mengatakannnya? Kenapa juga Shao Xi begitu teguh dengan janjinya, kek laki-laki aja!


Yi Li juga memaksa Shao Xi mengatakanya, apa sih yang Shao Xi janjikan, sampai begitu teguh. Tampaknya orang itu juga adalah korban.


Shan Shan akhirnya mengaku, orang di video itu adalah dirinya, lalu Shan Shan menjelaskan semuanya bahwa Shao Xi menyelamatkannya dari mantan pacarnya yang kasar.


Akhirnya Yi Li pun berterimakasih pada Shao Xi dan juga minta maaf. Ia berjanji tidak akan mengganggu Shao Xi lagi. Bahkan menawari Shao Xi untuk menjadi saudara angkat jika tidak keberatan.


Xiao Qiao menolaknya karena Shao Xi adalah miliknya. Bai Bai akan menjauh tapi Xiao Qiao memerintahkannya berhenti.


Yi Li dan yang lain akan pergi tapi Shan Shan berbalik untuk sekali lagi mengucapkan terimakasih pada Shao Xi dan bereka baru pergi.

Bai Bai akan pergi juga tapi Xiao Qiao kembali menyuruhnya berhenti. Ia tidak rela Bai Bai pergi begitu saja setelah menimbulkan masalah untuk Shao Xi.

"Meskipun videonya adalah kesalahpahaman, tapi memang kenyataannya bahwa Zhong Shao Xi yang mendorongku. Jika kalian ingin terus mempermasalahkan hal ini, aku bisa menghubungi kampus dan membuat mereka menangani situasi ini."


Xiao Qiao akan memberi Bai Bai pelajaran tapi Shao Xi menghentikannya, biarkan saja, Shao Xi sudah senang dengan adanya mereka disisinya.Jadi lupakan saja soal yang lain.


Shao Xi menjelaskan pada Li Zheng kalau ia sama sekali tidak mendorong Bai Bai. Li Zheng tahu, Bai Bai menjadikan SHao Xi sasaran karena dirinya. Jadi Shao Xi tenang saja, ia yang akan bicara dengan Bai Bai.

"Kau ingin bicara padanya? Bicara soal apa? Bagaimana kau akan membicarakannya? Bolehkah aku ikut?"

"Kau tenang saja. Aku yang akan menangani ini. Juga, jangan terburu-buru ketika ada sesuatu yang terjadi, ingat untuk membicarakannya dulu denganku. Jangan dengan bodohnya jatuh ke dalam perangkap orang lain, ya?"

"Maafkan aku. Juga, terima kasih. Terima kasih telah datang mendukungku ketika aku tidak tahu apa yang harus dilakukan."

"Bodoh, jika aku tidak melindungimu, siapa yang harus kulindungi?"


Shao Xi, XIao Qiao dan Yu Bin selesai ujian, mereka merencanakan pergi liburan dll. Tiba-tiba Jin Li datang sambil lari-lari, mengabari kalau terjadi sesuatu pada Li Zheng.


Mereka berempat menuju tempat Li Zheng dan disana ada dua polisi. Shao Xi bertanya, apa yang terjadi? karena melihat Li Zheng membersihkan darah di tangannya.

Polisi mengatakan pada Li Zheng bahwa berdasarkan pesan di ponsel Bai Bai, Li Zheng lah yang ingin menemuinya disana. Li Zheng membenarkan.

"Apa kau melihat siapa yang menyerangnya?"

"Tidak. Ketika aku sampai di sana, dia sudah terluka."


Pak Polisi meminta Li Zheng ikut ke kantor untuk mengisi pernyataan saksi.

Shao XI khawatir. Li Zheng tersenyum menenangkannya.


Yu Bin berkata pada yang lain, apa Li Zheng sedang membalas dendam pada Bai Bai karena mengganggu Shao Xi? Jin Li mengkodenya untuk diam.


Di kosan, Shao Xi mendapat telfon dari Dao Mao yang mengatakan kalau Li Zheng lah yang menyuruhnya mencuri jawaban naskah ujian, lalu mengatakan pada Guru. Dan yang lebih parah adalah Li Zheng pernah akan mendorongnya di trotoar lalu membuatnya seolah bunuh diri.

Shao Xi mulai mencurigai Li Zheng, apalagi barusan terjadi penyerangan pada Bai Bai dan Li Zheng ada disana.


Shao Xi akan bertanya pada Li Zheng tapi ia tidak mampu mengetuk pintu kamar Li Zheng.


Di kampus, Shao Xi cerita pada Xiao Qiao dan Jin Li kebetulan mendengar mereka. Xiao Qiao menyarankan untuk bertanya pada Li ZHeng langsung.

Shao Xi tidak bisa melakukan itu, masa tiba-tiba ia berkata kalau ia mendengar sesuatu dari Dao Mao dan sekarang mulai mencurigai Li Zheng.

Xiao Qiao membenarkan. Shao Xi memutuskan untuk menunggu Bai Bai bangun, lalu menanyakan semuanya.


Jin Li tiba-tiba mendekat dan bilang kalau ia punya solusinya.


Jadi di kosan, ada banyak makanan dan Yu Bin diundang oleh mereka. Yu Bin heran, apa hari ini juga ada yang ulang tahun? Jin Li menjawab, bukan untuk merayakan ulang tahun, melainkan untuk melakukan sesuatu yang penting.


Shao Xi lalu memberikan minuman untuk Li Zheng, tapi Li Zheng ragu untuk meminumnya, apalagi Shao Xi dan Yu Bin gelagatnya mencurigakan.


Shao Xi lalu balik ke dapur dengan alasan mau membantu Jin Li. Tapi disana ia bisik-bisik sama Jin Li, katanya punya solusi agar Li Zheng mengakui apa yang dilakukannya pada Bai Bai, apa itu?


Jin Li lalu mengeluarkan dua botol gede miras. Shao Xi gak ngerti, apa fungsinya?

Jin Li lalu merangkul Shao Xi dan menjelaskan. Saat mabuk orang akan mengatakan semuanya, ia dan Yu Bin sudah membicarakannya, mereka bertiga akan minum sampai mabuk lalu menginterogasi Li Zheng.

"Saat dia sadar nanti dan ingat apa yang kau katakan, katakan saja kau tidak tahu. Kau tidak tahu apapun, kau tidak menanyakan apapun. Dia saja yang bermimpi saat dia mabuk. Jadi kau akan tahu kebenarannya dan tidak akan merusak hubunganmu."

Shao Xi awalnya setuju tapi mendadak tidak setuju, "Hei, itu tidak benar. Lalu bagaimana jika dia mengingat semuanya? Apa yang akan terjadi?"

"Dia tidak bisa ingat dia menciummu saat dia mabuk. Bagaimana mungkin dia akan mengingat ini?"


Li Zheng penasaran karena Shao Xi lama banget jadi ia ke dapur dan malah melihat keduanya bercengkrama.

Shao Xi: Apa yang kau lakukan? Kau sangat bersikeras mengingat ini. Kau aneh.

Jin Li: Kaulah yang aneh. Kenapa kau masih malu akan hal itu?


Li Zheng akhirnya mendekat, apa yang mereka lakukan? Shao Xi malah bertanya, kenapa Li Zhneg ke dapur, Li ZHneg tanya balik dong, memangnya ia gak boleh ke dapur?


Jin Li mengamankan situasi dengan menyuruh Shao Xi membawa makanan keluar. Li ZHeng menatap Jin Li, Jin Li langsung mengalihkan pandangan, pura-pura bodoh.


Di ruang tamu, semuanya diam-diaman, dimana Shao Xi, Jin Li dan Yu Bin main kode-kodean. Sadar dengan suasana canggung ini, Jin Li berdiri untuk mencairkannya, karena Ru Ling dan Xiao Qiao belum datang dan tidak ada yang harus merela kalukan, Jin Li menyarankan permainan minum.

Yu Bin paham, rencana mereka akan dimulai disini, ia pun mengacungkan tangan setuju, tapi ia menyarankan lebih baik para cowok saja yang main, Shao Xi biar jadi penonton. Shao Xi setuju ajah karena itu memang rencana mereka. 


Tinggal Li Zheng nih yang belum menjawab. Li Zheng tiba-tiba ingat saat Shao Xi dan Jin Li bisik-bisik di dapur tadi, ia menyadari ada sesuatu, jadi ia setuju saja dengan permainan ini. 

Li Zheng bertanya, pa yang akan mereka mainkan? Jin Li berpikir, lalu menyarankan permaian, "Pria, wanita, ikuti aku". Permaiannya ini menunjuk dengan jadi dan jika lawan mengikuti tunjukkan jari kita maka kita menang.


Jin Li akan melawan Li Zheng duluan, baru Yu Bin menyusul nanti. Li Zheng gak masalah. Mereka pun mulai dan hukuman yang kalah harus minum.

Sayangnya Li Zheng menang terus-terusan. Rencana pun gagal.


Jin Li minum terus sampai mabuk dan lama-lama ia perlu ke kamar mandi, ia pun meninggalkan yang lain.


Shao Xi dan Yu Bin kode-kodean lagi. Yu Bin tak punya pilihan, karena Jin Li sudah tidak bisa diandalkan lagi, maka ia akan meggantikan.


Yu Bin main dengan Li ZHeng dan sama seperti Jin Li, ia kalah terus-terusan sampai mabuk dan harus ke kamar mandi.


Tinggallah Li Zheng berdua dengan Shao Xi. Shao Xi merasa Li Zheng ini manusia super karena terus-terusan menang.

"Aku bukan manusia super. Saat setiap orang menunjukkan tangannya, ada pola tetap. Setelah beberapa giliran, urutannya bisa dihitung. Kemanapun arah mereka menengok, kemanapun mereka akan menunjuk, mata mereka tanpa sadar akan melihat ke arah itu. Selama kau bisa menangkap ekspresi mata dan pola tetap mereka, kau akan bisa mengatur jalannya permainan. Ingin aku mengajarimu?" Jelas Li Zheng panjang lebar.

Shao Xi menggeleng.


Lalu Shao Xi memutuskan main dengan Li Zheng, ia ada cara agar Li Zheng tidak menebak tindakannya. Jadi Shao Xi ini bisa meletakkan kedua irisnya di sudut hidung. Li Zheng tidak bisa menebak Shao Xi dan ketawa terus, jadilah Shao Xi menang dan ia harus minum.


Lalu seseorang memencet bel. Shao Xi membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Ru Ping bersama Xiao Qiao. Mereka bertemu dijalan, makanya datangnya bisa barengan.

Xiao Qiao cerita, ia menggunakan koneksinya untuk mengetahui keadaan Bai Bai. Bai Bai sudah sadar dan polisi sudah menangkap pelaku yang menyerang Bai Bai. Dia adalah cowok yang naksir Bai Bai dan selalu mengambil foto Bai Bai. Tapi lama-lama Bai Bai tahu dan mempermalukan cowok itu di kelas, dan cowok itu kesal lalu menyerang Bai Bai. Kebetulan Li Zheng datang tepat setelah penyerangan itu.

"Kalau begitu sepertinya Yan Li Zheng menyelamatkan Bai Bai." Kata Ru Ping dan Xiao Qiao mengangguk.

SHao Xi menyesal, harusnya ia tidak mencurigai li Zheng.


Shao Xi ingat, ia meninggalkan Li Zheng dengan minuman. Saat ia kembali, Li Zheng sudah mabuk.


Maka dengan bantuan Ru Ping dan Xiao Qiao, ia membawa Li Zheng ke kamar. Shao Xi merasa bisa sendiri dan menyuruh keduanya memeriksa Jin Li dan Yu Bin.

Xiao Qiao pergi memeriksa Jin Li di kamar Jin Li dan Ru Ping memeriksa Yu Bin di kamar Shao Xi.


Usai membaringkan Li Zheng di ranjang, ponsel Li Zheng bunyi. Shao XI mengambilnya dari saku, tapi sayang sudah terputus panggilannya.


Itu adalah panggilan dari Bai Bai, lalu ada pesan masuk.

"Maafkan aku. Terima kasih telah menyelamatkanku."
"Mulai sekarang, aku tidak akan mengganggu Zhong Shao Xi."


Shao Xi kembali menyesal, harusnya ia tidak meragukan Li Zheng. Dan tiba-tiba Li Zheng terbangun dan memeluknya dari belakang lalu menariknya tidur.


Xiao Qiao ke kamar Jin Li tapi orangnya tidak ada. Ternyata Jin Li tadi mandi dan saat Xiao Qiao akan keluar ia masuk dengan hanya menggunakan kolor dan kaos dalam.

"Oh. Aku hanya datang untuk memeriksa apa kau mabuk." Kata Xiao Qiao.

Tapi Jin Li tiba-tiba menutup pintu dan menguncinya. Lalu Jin Li mencopot kaosnya membuat Xiao Qiao panik dan menutup matanya.


Jin Li masuk dalam selimutnya di ranjang dan meminta Xiao Qiao berbaring disampingnya. Xiao Qiao ragu, ia perlu melawan atau tidak? Tapi kesempatan ini jarang banget. Akhirnya ia berbaring disamping Jin Li.


Dan Jin Li melemparkan kolornya ke lantai. Xiao Qiao senyam-senyum. Tapi kemudian Jin Li tidak bergerak.


Xiao Qiao bangun dan menyadari kalau Jin Li tidur pulas. Ia pun kesal, ia tak mengerti, bagaimana ia bisa menyukai orang seperti Jin Li? Gak peka banget!


Ru Ping mencoba membangunkan Yu Bin dan menyuruhnya pulang, jangan tidur di kamar Shao Xi. Yu Bin bangun dan tiba-tiba mencium Ru Ping.

Tapi kemudian Yu Bin tidur lagi. Ru Ping shock, ia memanggil manggil Yu Bin lagi, apa maksud Yu Bin dengan tiba-tiba menciumnya tadi?


Sementara itu, Li Zheng bicara jujur dalam pelukan Shao Xi. Li Zheng tidak suka kalau SHao Xi tersenyum pada Wang Jin Li. Ia mereka berdua punya rahasia dan tidak memberitahunya. Ia akan cemburu.


Shao Xi bener-bener bahagia karena Li Zheng cemburu padanya. Li Zheng mengaku, setelah Wang Jin Li muncul, ia takut dia akan merebut Shao Xi.

"Jika... Jika aku tidak sehebat seperti yang kau pikirkan, akankah kau putus denganku?"

"Tidak akan." Jawab Shao Xi

Tapi Shao Xi ingin penjelasan, apa maksud Li Zheng bahwa Li Zheng tidak sehebat seperti yang ia pikirkan?

"Kalau begitu aku akan mengatakannya. Kau tidak boleh marah padaku."

"Oke."

"Dan kau tidak boleh memukulku."

"Oke. Aku berjanji aku tidak akan memukulmu."


Li Zheng mulai bicara soal Da Mao, ia sangat marah saat Da Mao mengganggu Shao Xi dulu. Saat itulah pertama ia menyukai Shao Xi, sayangnya ia gak sadar. Ia marah karena D Mao membuat Shao Xi menangis, jadi ia ingin melenyapkannya. Ia melakukan banyak hal untuk memfitnahnya. Ia tidak bisa memberitahu Shao Xi karena takut Shao Xi akan kecewa padanya. 

"Bodoh. Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal? Kenapa aku akan kecewa padamu?"

"Karena aku membiarkanmu terluka."

"Kau membiarkanku terluka?"

"Iya. Kau mengalami kecelakaan karena aku cemburu dengan Wang Jin Li. Aku tidak mau kau berkencan dengannya. Jadi, aku sengaja membuat Paman untuk membuatmu keluar bersamaku untuk membeli hadiahnya. Aku begitu menyesalinya. Aku begitu menyesalinya."


Shao Xi tambah senang karena sejak itu Li Zheng sudah mencintainya. Tapi saat ingin mengonfirmasi Li Zheng malah melantur, benarkan? Ia bilang begitu? Lalu Li Zheng merebahkan kepalanya di bahunya.


Shao Xi menegakkannya lagi, berkata kalau jawaban Li ZHneg sangat penting baginya. Bagi Shao Xi perbuatan paling jahat Li Zheng adalah tidak menyadarai perasaan itu.

"Apa lagi yang kau sembunyikan dariku? Katakan!"

"Ada satu hal lagi yang tidak kau ketahui. Karena saat itu kau mabuk."

"Kau lah yang mabuk. Kalau begitu beritahu aku."

"Ketika kau mabuk (karena sup Mama Zhong), kau mengatakan padaku bahwa kau ingin belajar di universitas yang sama denganku. Jadi aku sengaja memilih universitas yang sama denganmu. Karena.. harapanmu.. adalah harapanku juga. Aku ingin selalu bersamamu."

"Kau, sungguh menyimpan banyak rahasia. Dan merahasiakannya begitu dalam. Dan hanya berani memberitahuku ketika kau mabuk. Hei.. Kau juga sangat menggemaskan ketika kau mabuk. Mulai sekarang, aku akan membuatmu minum satu gelas setiap hari."

"Baiklah. Selama kau ada di sisiku, apapun itu bagus."


Lalu Shao Xi menyuruh Li Zheng tidur, jangan melantur lagi.

Shao Xi membantu Li Zheng bersiap tidur, tapi Li Zheng malah mengajaknya tidur bersama.

5 komentar

Semangat nulis y ya...tinggal part 2 y aja di tunggu....😘😘😘😘😘

Ditunggu kelanjutannya ya minπŸ˜™

Kok nggak lanjut lagi mbk?? 15part2 & 16? Semangatt

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon