Friday, November 24, 2017

Sinopsis Judge Vs. Judge Episode 4

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Judge Vs. Judge Episode 4

Sumbar Gambar: SBS


Jung Joo berangkat kerja dengan memakai Kacamata hitam dan topi lebar. Namun Hakim Jung menyapanya. Ia lalu tanya apa orang-otang mengenalinya?

"Tentu saja." Jawab Hakim Jung dan orang-orang mulai menyapa Jung Joo. Jung Joo pun melepas kacamata dan topinya.


Hakim Jung menyampaikan kalau Hakim Oh ingin membahas penetapan ulang kasus Jang Soon Bok dan Kim Joo Hyung, mengingat Jung Joo menjadi korban Kim Joo Hyung.

"Kasus pemerkosaan adalah kasus tersendiri. Karena kamu hakim yang bertugas, aku harus menghormati opinimu." Kata Jung Joo.

"Aku ingin menyelesaikan kasus itu karena kita yang bertugas. Bergabung dengan majelis lain mungkin bisa menjadi cara lain, tapi aku tidak mau menekan majelis lain."


Hakim Oh setuju, Hakim Jung tetap menangani kasus Kim Joo Hyung. Sekarang masalahnya adalah kasus Jang Soon Bok. Hakim Oh menanyakan pendapat Jung Joo karena Jung Joo hakim yang bertugas.


Hakim Oh melanjutkan, "Itu yang kupikirkan. Para atasan kita berusaha mengurangi bebanmu, Hakim Lee. Kita harus menerima nasihat mereka dengan pura-pura itu bukan mau kita."

Hakim Jung menambahi, "Saat ini, kamu memancing atensi publik, dan jika banding untuk sidang lanjutan ditolak, itu akan membuat majelis hakim kita menjadi perhatian."

"Lebih dari itu--" Ucap Hakim Oh dan langsung disela Jung Joo.

Jung Joo ingin ingin mencobanya karena bisa saja tidak ditolak. Hakim Jung bertanya, bagaimana bisa? mengingat mereka tidak memiliki bukti nyata ahwa dia tidak bersalah yang akan mencabut putusan awal.


Jung Joo menunjukkan USB pemberian Ui Hyun. Video itu dan komanya Jang Soon Bok bisa dijadikan sebagai bukti baru. Hakim Oh akan bicara tapi Jung Joo menyela.

"Aku akan menyatakan opiniku setelah meninjau kasus ini dengan seksama bersama para hakim magang."

Jung Joo langsung pergi membuat Hakim Oh heran karena Jung Joo tak biasanya seperti itu.


Kongres Do bicara pada Ketua MA. Katu MA bicara duluan dengan kesal, Anggota di Komisi Yudisial dan Legislatif telah menyaksikan sebuah drama yang mengisahkan seorang hakim wanita. Hakim itu membuat onar di depan terdakwa. Parahnya lagi, terdakwa menyandera hakim itu. Selain itu, seorang napi penjara seumur hidup mencoba bunuh diri dan meninggalkan pesan berdarah.

"Jangan khawatir. Drama itu akan segera berakhir." Tanggapan Ketua MA.

"Karena akan segera berakhir, drama itu harus diakhiri dengan jatuhnya tokoh utama. Aku lebih suka tragedi daripada akhir yang bahagia."

"Begitu, tapi aku lebih suka drama dengan akhir bahagia daripada akhir yang penuh tragedi."


Selanjutnya, Kongres Do bicara dengan Ketua Hakim di dalam mobil. Kongres Do berkata kalau Ketua MA itu licik seperti ular sampai ia tidak bisa menebaknya sama sekali.

"Hakim paling mahir berpura-pura. Anda tahu bahwa hakim tidak boleh mengekspresikan emosinya. Tidak semua orang mau bersikap ramah seperti aku."

"Kamu benar. Aku tahu karena selama ini aku mempunyai istri seorang hakim. Tapi aku tetap tidak bisa menebaknya."

"Kurasa aku melihatnya makan siang bersama Hakim Lee dan Han Joon di kantin."

"Itu pemandangan yang paling aku takutkan. Bagaimana orang seperti dia bisa berhubungan dengan keluargaku?"

"Tampaknya Hakim Lee dan Profesor Yoo sangat dekat."

"Kudengar.. Lee Jung Joo menangani banding untuk sidang lanjutan."

"Kasus itu akan ditetapkan kembali. Kami meminta majelisnya untuk mengoper kasus itu."

"Kenapa kamu meminta dia? Itu tidak perlu. Kenapa semua hakim sangat berhati-hati? Bawahan harus patuh."

"Astaga, Hyung-nim. Di pengadilan, hakim tidak mematuhi perintah atasan begitu saja. Profesor Yoo berusaha menekankan hakim agar mandiri. Apa responsnya jika dia mendengarmu?"

"Pokoknya, pastikan kamu mengendalikan Lee Jung Joo."


Hakim Jung menghampiri Jung Joo yang sedang sendirian, ia memberikan minuman, lalu bertanya, sungguh Jung Joo percaya ada penyebab untuk sidang lanjutan itu?


Jung Joo menghela nafas, sekarang ia ingin menanyakan Jang Soon Bok apakah dia benar membunuh suaminya. Meskipun ia menolak bandingnya, ia ingin lebih yakin dalam keputusanku.

"Sidang lanjutan dan banding itu berbeda. Hukum lebih ketat soal putusan begitu putusan ditetapkan." Nasehat Jaksa Jung.

"Aku tahu itu harus diterima sebagai pengecualian agar tidak mengganggu stabilitas hukum. Aku tahu itu. Jika sidang lanjutan mulai menyediakan sidang keempat, sistem sidang ketiga itu sendiri bisa goyah."

"Aku tahu kamu menyadari itu."


Tapi, keyakinan Jung Joo dalam putusan bersalah, goyah karena pernyataannya yang rela bertaruh nyawa demi membuktikan dia tidak bersalah.

"Menurutmu stabilitas hukum sepadan saat keyakinan hakim goyah?" Tanya Jung Joo yang hanya dijawab helaan nafas oleh Hakim Jung.


Pria napi itu bernama Choi Kyung Ho dan ia ditunjukkan siapa Terdakwa yang menyekap Jung Joo, yaitu Joo Hyung. Kyung Ho langsung memukuli Joo Hyung.

"Aku tidak peduli apa perbuatanmu. Tapi jangan coba-coba menyentuhnya. Atau kamu kubunuh dengan tanganku."

"Kenapa? Kamu ingin mendekatinya?"


Jawaban Joo Hyung itu semakin membuat Kyung Ho marah dan bahkan sampai mencekik Joo Hyung. Untung petugas segera datang melerai mereka.


Young Hoon mendengar masaah ini dan datang mengunjungi Kyung Ho. Kyung Ho memanggilnya Hyung, jadi mereka akrab sepertinya. Young Hoon memberitahu, Young Ho kehilangan status napi berkelakuan baiknya hanya karena satu perkelahian.

"Waktu berjalan sangat lambat di dalam." Jawab Kyung Ho.

"Mari selesaikan ini.. sebelum dia berusaha menuntutmu atas penyerangan."

"Aku tidak akan berdamai dengan bedebah itu. Pergilah!"

"Adikmu.. baik-baik saja. Aku magang di pengadilan agar bisa melihat dia dari dekat."

"Dia sungguh baik-baik saja?"

"Ya. Disandera tidak mengganggunya. Dia baik-baik saja. Kamu tidak perlu mengincarnya. Huh?"

"Syukurlah, dia baik-baik saja. Aku tidak berniat berdamai. Pergilah!"


Kyung Ho berdiri akan meninggalkan Young Hoon, jdi Young Hoon sedikit menekan nada bicaranya, "Hakim Lee Jung Joo! Kamu tahu apa yang disimpan adikmu.. walau Kim Joo Hyung menyanderanya? Itu kebenaran yang substantif. Itu kebenaran obyektif di mana tidak ada seorang pun atau apa pun yang harus dijauhkan dari kebenaran. Tahu apa dampaknya terhadap adikmu dengan memukul bedebah itu? Kyung Ho-yah, kita harus mulai.."

"Hyung~ Aku tidak mengalami ketidakadilan. Keberadaanku di sini adalah kebenaran."


Ui Hyun sedang di perpustakaan, ia mengambil sebuah buku dan mengingat pembicaraan dengan ayahnya malam kemarin.

Ayah: Ayah ingat putranya mengalami keterbatasan.

Ui Hyun: Bagaimana ayah mengingat itu?

Ayah: Pria yang dibunuh Jang Soon Bok mengelola pondok milik Do Jin Myung. Dia kesal bahwa sang suami tewas begitu dia pekerjakan. Kamu tahu dia mengajukan sidang lanjutan?


Seseorang mengetuk rak membuyarkan lamunannya. Orang itu adalah Jung Joo setelah ia menoleh.

"Aku ke kantormu, tapi katanya kamu di sini. Aku ingin mengembalikan ini (USB)." Kata Jung Joo.


Kemudian Jung Joo mengikuti Ui Hyun ke ruangan Ui Hyun.

"Jadi, maksudmu suami Jang Soon Bok, Seo Ki Woo, terkait dengan Anggota Majelis Do Jin Myung (Ayahnya Han Joon yang aku sebut Kongres Do, tapi sekarang aku sebut Majelis Do ya..)?"

"Entah apakah ini akan membantu, tapi kurasa kamu harus tahu."

"Benar, jadi kenapa.."

Jung Joo berhenti saat melihat Dokumen Kasus Choi Kyung Ho ada di meja Ui Hyun. Ia bertanya, kenapa itu ada pada Ui Hyun.


Lalu Young Hoon masuk dan mengatakan kalau ia yang memintanya. Ia menjelaskan kalau Kyung Ho adalah kenalannya saat ua menjadi petugas penjara. Firasatnya berkata dia bukan orang jahat, jadi ia ingin Ui Hyun membantunya membongkar kesalahan di persidangan itu.


Jung Joo kesel banget, ia mengumpat di tangga darurat, "Firasat? Terserah. Apa kamu gila?"

Ibunya kebetukan ada di lantai atas, bertanya, siapa?

"Ibu mengagetkanku saja."

"Kamu tahu ini hari apa, bukan? Bawa jubahmu."



Jung Joo dan ibunya mengadakan upacara peringatan hari kematian seorang wanita. Ibu menjelaskan pada wanita itu, "Hyungnim~ Putri kita akan memakai ini ke Mahkamah Agung. Katakan yang baik-baik tentangnya agar jalannya lancar."

Ibu menyesalkan kenapa Kyung Ho harus melakukan itu? Kyung bahkan tidak bisa memberi hormat di peringatan kematian ibu kandungnya.

"Ibu!"

"Kamu tahu betapa ibumu mengagumi putranya. Bayangkan betapa sakitnya dia putranya tidak memberi hormat."

"Putra? Ibuku tidak memiliki putra. Hanya aku yang Ibu miliki."

*Oh.. jadi Jung Joo memang benar bukan putri kandung ibunya yang saat ini, makanya ia mengubah nama marganya yang dulunya "Choi" menjadi "Lee".


Di dalam sel, Kyung Ho juga melakukan upacara, tapi sangat sederhana.


Saat ke meja kerjanya, Jung Joo mendapati ada hadiah disana, 3 buah sarung jari. Ia tidak tahu siapa pemberinya.


Kemudian Bu Hwang datang membawa kopi sebagai ucapan terimakasih. Bu Hwang melihat gadiah Jung Joo itu dan berkomentar kalau itu sangat cantik.

"Anda tahu siapa yang meninggalkan ini di sini?" tanya Jung Joo.


Selanjutnya Jung Joo membawa hadiah itu pada Young Hoon, bertanya kenapa Young Hoon memberi itu padanya.

"Choi Kyung Ho-ssi berusaha keras membuatkan itu untukmu."

"Choi Kyung Ho-ssi?"

"Kamu tahu."

Jung Joo langsung meletakkannya di meja Young Hoon dan berjalan keluar.


Tapi perkataan Young Hoon soal Kyung Ho yang memukuli Joo Hyung menghentikannya.

"Dia napi baik dan berusaha mendapatkan bebas bersyarat karena berkelakuan baik. Menurutmu kenapa dia melakukan itu? Itu karena kamu, Hakim Lee."


Jung Joo tidak menjawab, ia keluar sambil membanting pintu dan di koridor ia bertemu Ui Hyun tapi mengabaikannya.


Di sebuah ruangan ada empat wanita yang sedang bersantai. Semua wanita itu adalah wanita yang muncul di chat room Jung Joo waktu itu. Mereka semua adalah Hakim Wanita yang ada di pengadilan.

Hakim Oh Mi Ja

Hakim Oh Mi Ja kesal dengan apa yang sedang ia lakukan karena tidak jadi-jadi, "Astaga. Ya ampun. Hakim Lee mahir dalam hal ini. Jika dipikirkan, belakangan ini, aku tidak melihatnya."

Hakim Yoon: Dia sedang sangat sibuk. Dia menolak mengajukan kembali permintaan sidang lanjutan. Jadi, hubungan dia dan Pak Oh sedang tidak baik. Dia tidak bisa kemari karena Pak Oh.

Hakim Eom Shin Sook

Hakim Eom Shin Sook: Jika soal membuat kesal orang, tidak ada yang menandingi Pak Oh. Dia sesuai reputasinya. Saat mendekati jadwal melahirkanku, dia menunjukkan sisi buruknya. Aku sangat kesal karena...

Hakim Yoon

Hakim Moon Yoo Sun

Hakim Moon Yoo Sun: Begitu. Aku tidak tahu. Dia juga kesal saat aku melahirkan anaknya sendiri.

Semuanya ketawa.

Hakim Oh: Hakim Kepala Choi secara eksplisit mengatakan bahwa dia benci bekerja dengan rekan hakim wanita. Tapi kedua rekan hakimnya kebetulan wanita.

Hakim Yoon: Aku tidak termasuk. Rekan hakim wanita yang Pak Choi benci adalah wanita bersuami berperut besar yang mendekati jadwal bersalinnya.

Hakim Eom: Astaga, Hakim Lee tidak datang lagi hari ini? Dia setuju menggantikan aku saat aku melahirkan.


Dan tiba-tiba Jung Joo datang, "Tolong katakan kepadaku.. bahwa tindakanku benar."

Semunaya bingung.


Sun Hwa mencari Hakim Jung. Bu Hwang mengatakan kalau Hakim Jung pergi ke persidangan untuk departemen lain. Sun Hwa terkejut, apa? Departemen lain?

"Ah.. Dia hanya menggantikan hakim yang keluar secara fisik. Kamu tidak pernah mendengar praktik seperti itu?"

"Menggantikan?"

*Hakim menggantikan hakim yang tidak hadir*

Lalu Hakim Jung datang, tanpa menyadari ada Sun Hwa disana, ia menguap lebar.


Selanjutnya Sun Hwa mengikuti Hakim Jung untuk protes, bagaimana bisa seorang hakim duduk di kursi seperti sekarung kentang tanpa mendengarkan kasus?

"Lantas, hakim wanita seharusnya tidak cuti melahirkan dan memimpin kasus sambil memangku bayinya? Apa maksudmu, sekarung kentang? Kami memikirkan kasus kami saat itu. Banyak hakim terlibat karena namanya tercatat. Sekarang, apa sudah masuk akal?"

"Ya. Maksudmu, tidak semua orang sepertimu. Hakim Lee memintaku membawakan ini untukmu. Ini evaluasi kami. Baiklah, kalau begitu. Aku ingin memompa ASI."

Lalu Sun Hwa pergi.


Yoon Il masuk ke ruangan kosong untuk mengangkat telfon, "Itu mustahil kecuali kamu memiliki kekuatan super. Keputusannya jarang ditolak di sidang banding. Dia luar biasa. Sungguh."

Tapi ia tidak sadar disana ada orang, Hakim Kepala Oh. "Ya, tapi meski aku ada sidang, itu memberiku firasat buruk."

Yoon Il jelas terkejut.

"Itu sidang kasus pemerkosaan dan pembunuhan 10 tahun lalu yang kebetulan aku isi." Lanjut HakimKepala Choi.

"Kasus pemerkosaan dan pembunuhan dari 10 tahun lalu?" Tanya Yoon Il.


Ternyata Yoon Il merekam pembicaraannya dengan Hakim Kepala Choi dan menunjukkannya pada Young Hoon.

"Choi Kyung Ho, namanya. Kami tidak ada pilihan karena kami memiliki pengakuannya dan bukti DNA. Tapi aku tidak yakin dia bersalah tanpa keraguan yang masuk akal. Itu suatu cela di catatan kasus yang melibatkan namaku." Suara Hakim Kepala Choi.

"Kenapa Anda merasa bersalah?"

"Meski aku memikirkannya sekarang, korban sedang menstruasi, tapi terdakwa tidak tahu."


Young Hoon mengucapkan terimakasih pada Yoon Il. Yoon Il bertanya, apa Choi Kyung Ho itu napi yang Young Hoon anggap saudara saat menjadi sipir?

"Kapan sidangnya?" Tanya Young Hoon.


Young Hoon datang ke sidang Kyung Ho dan ternyata Ui Hyun juga ada disana. Young Hoon bertanya, apa ini karena ia meminta tolong makanya Ui Hyun datang?

"Ah.. Aku sering menggantikan hakim lain. Kamu harus patuh di bawah hukum untuk melihat apa yang harus kamu lakukan di atas hukum." Jelas Ui Hyun.


Jadi tim Hakim Kepala Chaoi adalah Hakim Yoon dan Hakim Eom. Mereka datang dengan gagah.


Tapi kemudian Hakim Eom sakit perut, mau melahirkan. Hakim Moon dan Yoon Il kebetulan lewat dan mereka berdua langsung menolong Hakim Eom. datang untuk 

Hakim Moon: Aku akan membawanya ke rumah sakit, pergilah ke persidanganmu.

Hakim Kepala Choi menyuruh Yoon Il ikut Hakim Moon. Hakim Eom menyuruh mereka memberitau Jung Joo untuk menggantikannya.


Dan begitulah.. Jung Joo duduk bersama Hakim Kepala Choi dan Hakim Yoon di kursi hakim saat persidangan.

Hakim Kepala Choi memberikan Dokumen Kasusnya pada Jung Joo, "Jangan coba-coba duduk di sana sambil melamun."

Jung Joo megangguk mengerti. 


Jung Joo baru membaca Dokumen Kasusnya saat itu juga bersamaan dengan Hakim Kepala Choi yang menerangkan kasus dan terdakwa apa.

"kasus nomor 2017GO1243, terhadap terdakwa Choi Kyung Ho atas dakwaan penyerangan. Silakan dampingi terdakwa ke tampat duduknya." Ucap Hakim Ketua Choi.

Jung Joo berkaca-kaca saat kakaknya memasuki ruang sidang. Ia menatap kakanya dan kakaknya juga sama.

Kilas Balik..


10 tahun lalu, Kyung Ho menjalani sidang atas kasusnya dengan Profesor Yoo sebagai Hakim Kepalanya dan Hakim Kepala Choi sebagai Hakim kedua.

"Kini, kita akan menjatuhkan hukuman terhadap tersangka pemerkosaan, Choi Kyung Ho, atas kasus nomor 2007GO114. Pengadilan menjatuhi terdakwa dengan hukuman penjara 20 tahun. Anda berhak mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi Seoul satu minggu terhitung dari hari ini jika Anda ingin memprotes putusan tersebut. Pengajuan banding harus disampaikan ke pengadilan ini. Atau kepada petugas. Sekian putusan kami." Kata Profesor Yoo.

BTW, Han Joon dan Ui Hyun juga hadir di sidang tersebut.


Kyung Ho akan dibawa petugas, tapi Jung Joo memanggilnya. Maka Profesor Yoo mengijinkan mereka bicara. Hakim Kepala Choi dan Hakim satunya pamit pergi duluan.

Jung Joo menjatuhkan sesuatu saat berdiri dan ia seperti tidak menyadari itu.


Jung Joo tidak mengerti, kenapa Kakaknya melakukannya? Kenapa? Bahkan gadis itu lebih muda darinya! Kenapa Kakak melakukan ini? Kenapa? Kenapa Kakak membunuhnya?

"Agar kamu menjaga dirimu. Jangan biarkan orang seperti kakak mengakhiri hidupmu."

"Apa? Bagaimana Kakak bisa menjadi kakakku?"

"Anggaplah.. kamu tidak memiliki kakak."

"Bagaimana dengan Ibu? Bagaimana dengannya? Ibu sangat membanggakan Kakak. Bagaimana dengannya?"

"Kakak tidak pernah meminta untuk dilahirkan. Ibu membanggakan kakak bahkan saat dia tidak bisa membiayai kakak. Itu sangat bodoh."

Lalu Kyung Ho pergi.


Jung Joo menangis disana yang sekarang tinggal ia dan Profesor Yoo saja.

"Anda mendengarnya, bukan? Aku.. memperlakukan orang seperti dia sebagai kakakku. Aku bahkan mencuri dokumen kasus untuknya. Kukira aku akan rela melakukan apa pun.. demi ibu dan kakaku.. meski akhirnya aku harus dipenjara. Tapi dia ingin aku melupakannya. Sebelum ibuku menjalani operasi, Ibu ingin mendengar suaranya sekali lagi. Jadi, tadinya aku ingin merekam suaranya untuk ibuku. Bedebah itu tidak berguna. Hakim Yoo. Apa yang harus aku lakukan untuk ibuku yang malang? Aku harus bagaimana? Kumohon.."

Kilas Balik Selesai..

Hakim Kepala Choi memerintahkan Kyung Ho untuk duduk. Tapi saking terkejutnya melihat adiknya, Kyung Ho tidak merespon. Pengacaranya harus menariknya untuk duduk.


Ui Hyun memperhatikan Jung Joo. Ternyata Sun Hwa dan Min Ah juga hadir.


Sebelum sidang dilanjutkan, Jung Joo bicara pada Hakim Kepala Choi kalau ia tidak bisa.

"Namamu akan tercatat. Kamu setidaknya harus memahami kasus ini."

"Tapi.."

Hakim Kepala Choi tidak menanggapi dan tetap melanjutkan sidang, "Terdakwa boleh diam atau menolak menjawab pertanyaan yang memberatkannya. Terdakwa boleh bersaksi terkait bukti yang meringankannya."


Kyung Ho terus melihat Jung Joo sampai Han Joon datang, ia berganti menatap Han Joo. Se Ra datang juga dan menyaksikan dari atas.

Hakim Kepala Choi: Terdakwa, Anda tidak membuat pernyataan tentang alasan Anda menyerang korban. Kenapa Anda menyerangnya? Pasti ada alasannya.

Kyung Ho: Saya tidak menyukainya. Dia melakukan tindakan hina terhadap anak-anak kecil. Tapi dia tidak malu.


Jung Joo tidak bisa diam, "Jika itu yang Anda rasakan, kenapa Anda melakukan hal hina yang sama terhadap gadis 15 tahun? Kim Joo Hyung berhenti di kasus pemerk*saan. Tapi Anda bertindak lebih jauh dengan membunuh korban. Sangat hina rasanya.. mendengar pernyataan itu dari Anda."

"Saya tidak membunuhnya. Saya juga tidak memperk*sanya."

"10 tahun lalu, Anda mengakui perbuatan Anda di kursi yang sama. Anda mengaku memperkosa dan membunuh Kim Ga Young."

"Ya."


Hakim Kepala Choi akan bicara tapi Kyung Ho menyela, "Anda tidak sadar kalau saya berbohong? Hari itu, Anda duduk di kursinya. Anda tidak memercayaiku karena aku tidak tahu korban sedang menstruasi. Anda tidak merasa ragu bahwa mungkin saja saya bukan pembunuh sebenarnya?"


Jaksa Yoon juga akan bicara tapi Jung Joo menyela.

"Terdakwa, sebenarnya apa yang ingin Anda katakan?"


Kyung Ho: Pembunuh sebenarnya.


Majelis Do memberitahu Pak Sah kalau ada pembunuh yang sebenarnya. Pak Sah heran, kenapa Majelis Do memberitahunya?

"Seo Gi Ho mendapati bahwa Choi Kyung Ho bukan pembunuh sebenarnya."


Kyung Ho berdiri dan berkata bahwa Pembunuh sebenarnya ada di ruang sidang ini. Ia lalu menatap Han Joon dan semua orang ikut menatap Han Joon juga.


Terakhir yang menatap Han Joon adalah Ui Hyun. Han Joon lalu menatap Jung Joo.

***

==PREVIEW EPISODE 5==


Usai sidang, Han Joon dan Jung Joo jalan berdua.


Jung Joo dan Ui Hyun juga jalan berdua.


Joo Hyung: Jaksa itu bilang dia akan menjadikan hakim wanita itu miliknya dan memasangkan kalung di lehernya.

Kyung Ho: Katakan dengan benar! Suruh dia menjauhi Hakim Lee.


Han Joon di rumah sakit dan terkejut melihat Putra membunyia sesuatu, sebelah sepatu. Kali gak salah itu sepatu korban pas yang diepisode awal banget, korban pemerk*saan dan pembunuhan. Ingatkan, korbah ditemukan hanya memakai sebelah sepatu.


"Kenapa ini ada padamu? Kenapa?"

Putra itu lari dengan membawa sepatu itu dan ia tersandung sampai jatuh saat di luar. Sepatunya terlempar jauh.


Suara Tuan Sah: Katakan siapa pelaku sebenarnya.

Sepertinya Han Joon ada di ruang interogasi dan ia tersenyum gitu.

"Ini menarik. Tunjukkan siapa dirimu sebenarnya."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon