Wednesday, November 8, 2017

Sinopsis Meloholic Episode 2 Part 2

Sinopsis Meloholic Episode 2 Part 2

Sumber Gambar: OCN


Eun Ho bermimpi berciuman dengan Joo Ri saat mereka berpapasan di jalan tadi malam. Ia kecewa saat terbangun.



Min Jung menunjukkan KTP-nya, ia bangga karena sekarang ia sudah menjadi dewasa. Eun Ho tidak tertarik dan mneyuruhnya keluar.

"Oppa boleh menyimpannya. Oppa pantas menerimanya. Ini membuktikan bahwa kini aku orang dewasa. Begitu lulus, aku akan.."

"Akan apa? Astaga."

"Aku akan menikahimu. Astaga, jangan menyangkal. Kita ditakdirkan bersama."

Karena Min Jung tidak mau keluar jadi Eun Ho yang keluar duluan.


Jadi ceritanya Min Ho itu tinggal bersama Joo Seok dan Min Jung. Min Jung ini adiknya Joo Seok.

Saat menyiapkan makanan, Joo Seok melihat Min Jung mengantuk di meja makan.

Kemudian Eun Ho keluar dari rumahnya dan langsung pamit.


Min Jung membuka matanya lebar, apa? Eun Ho sudah pergi? Min Jung kesal, padahal ia sudah bela-belaain bangun pagi agar bisa pergi bersama Eun Ho, tapi EUn Ho tetap saja meninggalkannya.

"Kau membaca novel di internet semalaman? Perbaiki kelakuanmu. Kau sudah memasuki tahun ketiga." Perintah Joo Seok.

"Aku mau menikahi Eun Ho setelah lulus."

Joo Seok langsung melempar dahinya dengan roti. Tapi Min Jung serius, ia bahkan mau menikah dengan EUn Ho sekarang tapi ia menahan diri karena status sosial dan juga wajah Eun Ho.

"Jika Oppa tidak mengizinkan, aku akan tetap melakukannya."

"Astaga. Padahal kau sudah bisa diam, kenapa menjadi cerewet lagi?"

"Eun Ho Oppa punya pacar."

"Dia tidak bisa mengencani siapa pun."

"Sungguh. Aku bahkan tahu namanya. Han Ye Ri."

"Kau tahu dari mana?"

"Dia terus menggumamkannya saat tidur. Kenapa? Oppa juga mengenalnya? Siapa wanita jahat itu?"

"Kenapa membicarakan orang yang tidak kau kenal seperti itu? Makanlah!!"


Eun Ho menghubungi Byeong Cheol, tapi nomornya tidak aktif.

"Ada apa dengannya? Dia mengganti nomornya?"


Eun Ho tiba-tiba terbayang Joo Ri. Ia bergumam, kenapa ia terus teringat?


Eun Ho melihat Ye Ri, ia membalas dendam dengan hanya melewati Ye Ri begitu saja. Tapi kemudian Ye Ri berbalik dan memanggilnya.

"Oh! Aku hampir tidak mengenalimu. Maaf. Kenapa?" Tanya Eun Ho.

"Soal kemarin.. Bukan apa-apa. Sebaiknya kau pergi."

Ye Ri lalu jalan lagi. Eun Ho tidak mengerti dengan perubahan sikap Ye Ri itu, kemarin tidak mengenalnya tapi hari ini menyapanya, Apa yang terjadi? Kenapa sifatnya selalu berubah?


Joo Seung merekrut Ye Ri sebagai asisten kantornya. Ye Ri terkejut, ia? sungguh?

"Aku tidak bisa memaafkan perbuatanmu. Tapi aku mau kau membantu pekerjaanku selama enam bulan. Aku akan menggajimu. Bagaimana?"

"Aku.. menjadi asisten kantor Bapak?"

"Jika tidak mau, kau tidak perlu melakukannya."

"Aku mau. Bukannya aku tidak mau. Ini sebuah kehormatan. Aku akan melakukan yang terbaik. Terima kasih."

"Kau amat senang, ya?"


Lalu Eun Ho datang. Joo Seung mengenalkan mereka berdua, Eun Ho adalah asisten mengajarnya. Eun Ho dan Ye Ri saling melihat satu sama lain dan saling menghela nafas.

Joo Seung: Kenapa menatapku (Eun Ho)? hahaha Aku akan ke kelas sekarang. Astaga, ekspresi wajahmu lucu sekali (Menunjuk Eun Ho).


Setelah Joo Seung mengeluh, kenapa harus Eun Ho? Eun Ho membalas kalau harusnya ia yang bilang seperti itu.


Tapi kemudian Ye Ri mengulurkan tangan untuk mengajak berjabat, karena sudah dipastikan, ia mengajak Eun Ho bekerja sama.

"Kita akan bertemu setiap hari. Tidak akan bisa bekerja jika hubungan kita buruk." Lanjut Ye Ri.

Eun Ho pun menerima ajakan Ye Rin untuk berjabat, "Baiklah. Mari kita bekerja sama, Han Ye Ri."


Ye Ri akan melepaskan tangannya tapi Eun Ho tidak membiarkan. Eun Ho bertanya, apa hubungan Ye Ri dengan Byeong Cheol?

"Tidak ada apa-apa di antara kami."

Eun Ho membaca pikiran Ye Ri dan Ye Ri mengatakan hal yang sama.

"Lalu dia bersikap seperti itu meski kau tidak menyukainya?" Tanya Eun Ho.

Ye Ri tidak mau menjawabnya, ia menarik tangannya paksa lalu meniupnya dan mengusapkannya pada baju seakan tangannya itu kotor setelah berjabat dengan Eun Ho.

Eun Ho bingung karena Ye Ri tadi tidak berbohong.


Eun Ho cerita pada Joo Seung, ia yakin tidak mungkin ada wanita yang tidak berbohong. Tapi tangan Ye Ri terasa berbeda dari tangan lain yang ia sentuh.

"Aku terus memberitahumu tidak ada wanita yang tidak bohong. Hanya ada dua jenis wanita. Yang kau tahu dan tidak kau tahu. Jadi, yang mana tipe idealku?"

"Seseorang yang tidak kau kenal."

"Benar. Seseorang yang tidak kukenal. "Orang asing" (menyanyi)."


Tiba-tiba Eun Ho berhenti dan kembali ingat saat ia berpapasan dengan Joo Ri tadi malam, ia bergumam kalau Joo Ri memang tampak seperti orang asing.

"Apa?" Tanya Joo Seung.

"Bukan apa-apa. Aku pergi dahulu."


Joo Seung lalu melihat seorang wanita seksi sedang berlari.


Ia mendekat ke jalan wanita itu. Wanita itu melewatinya, lalu ia mengejarnya.


Wanita itu masuk ke kantin kampus. Joo Seung juga ikutan masuk dan ternyata wanita itu salah satu pegawai kantin.


Joo Seung memperhatikan saat Kyung Hye mengaduk nasi, ia tak bisa berhenti senyum.

Kyung Hye akhirnya menoleh pada Joo Seung, "Jika ingin makan, bawalah tiket makanmu."

"Maaf?"

"Jika ingin makan, bawalah tiket makanmu."

"ika ingin makan, aku harus membawa tiket makan? Baiklah!"


Joo Seung pun membeli tiket makan dan menggunakannya untuk mendapat makanan. Ia clingak-clinguk tapi tidak melihat Kyung Hye, ia pun mulai makan dan langsung suka dengan rasa makanannya, padahal baru makan nasinya.

Kemudian Kyung Hye mendekatinya dengan menggunakan baju larinya tadi. Joo Seung lalu mengenalkan namanya dan Profesor apa dia.

"Dan dari sisi psikologis, ini sesuatu yang belum pernah kulihat. Ini begitu aneh dan seksi. Bukan itu. Maksudku, berbeda." Lanjut Joo Seung.

"Ada udara di antara tiap butirnya. Aku mempelajari ini saat bekerja di restoran sushi di Kyoto."


Lalu Kyung Hye memperlihatkan caranya mengaduk nasi agar udaranya masuk. Namun Joo Seung malah fokus pada dada Kyung Hye sampai ia tidak fokus menanggapi Kyung Hye.

"Maksudmu, kau memasukkan nasi di antara udara.. Maksudku, kau memasukkan udara di antara nasi, bukan?"

"Ya."

Kyung Hye akan pergi tapi kemudian Joo Seung menggunakan semua tiket makan yang ia beli (ada 20 kayaknya) untuk Kyung Hye.

Kyung Hye menerima semua tiket itu, "Tentu saja. Nikmati makananmu."


Eun Ho masih terus berpikir soal Ye Ri dan Byeong Cheol. Ia sampai pada kesimpulan kalau Byeong Cheol lah yang berbohong, tapi kemudian ia bertanya, apa coba alasannya?


Yoo Sik berlai ke arah Eun Ho, ia menanyakan apa Eun Ho melihat Byeong Cheol. Eun Ho menjawab kalau ia juga mencari Byeong Cheol, tapi kenapa Yoo Sik mencari Byeong Cheol.

"Dia melewatkan semua kelas pagi dan aku tidak bisa menghubunginya. Dia tidak pernah bersikap begini. Menurutmu, dia sakit?"

Ponsel Yoo SIk berdering dan ia malah menghela nafas. Eun Ho bertanya, dari Byeong Cheol kan?

"Bukan! Mantan kekasihku yang masih merasa menjadi kekasihku."

Eun Ho lalu menepuk punggung Yoo Sik.


Yoo Sik menjelaskan, mantannya itu sungguh lamban, tapi begitu obsesif. Ia tidak bisa memblokir nomornya, karena dia bisa saja melakukan sesuatu. Bagaimana cara menjauhkan dia?


Yoo Sik langsung merangkul Eun Ho, "Sang Legenda yang kembali ke Kampus."

Eun Ho mengedip padanya.


Mantan Yoo Sik ternyata adalah Yeon Jin yang saat ini menangis karena Yoo Sik tidak mau mengngkat telfonnya. Yeon Jin makin sedih karena Yoo Sik mengubah statusnya di FB menjadi lajang, juga mengubah kata sandi email-nya.

"Dia bahkan tidak bilang akan putus denganmu. Tunggulah." Kata Ye Ri menghibur.

"Menurutmu begitu?"


Namun kemudian Yeon Jin menerima pesan dari Yoo Sik berisikan ajakan putus. Tangis Yeon Jin makin keras. kemudian Ye Ri mengambil ponsel Yeon Jin untuk melihat isi pesan Yoo Sik.

Yoo Sik sangat takut karena Yeon Jin membaca pesannya langung. Ia merasa apa yang ia lukan itu tidak benar.

Eun Ho: Yaa! Kau bilang, kebebasanmu lebih penting daripada wajahmu.

Ye Ri lalu menulis pesan balasan.


Yoo Sik gugup membaca pesan itu, Ye Ri menulis ajakan bertemu langsung dan bicara.

Eun Ho: Kalau begitu, kau harus pergi menemuinya.


Yoo Sik pun mau bertemu pada Yeon Jin.


Namun tak jauh dari mereka ada Ye Ri yang memperhatikan. Ye Ri mengirimpesan perihal apa yang harus Yeon Jin katakan.


Ye Ri: Mana bisa kau akhiri dengan pesan? Memangnya aku serendah itu bagimu?

Yeon Jin pun mengatakan hal yang sama.

Dan ternyata tak jauh dari mereka juga ada Eun Ho yang mengirim pesan untuk Yoo Sik mengenai apa yang harus Yoo Sik katakan.


Dan ternyata tak jauh dari mereka juga ada Eun Ho yang mengirim pesan untuk Yoo Sik mengenai apa yang harus Yoo Sik katakan.

Eun Ho: Aku takut.. Aku takut ini terlalu berat jika dikatakan kepadamu langsung. 

Yoo Sik pun mengatakan hal yang sama.


Ye Ri: Kenapa kau mau putus denganku? Katakan alasannya.

Tapi Yoo Jin hanya berkata, "Kenapa kau mau putus denganku?" Dan langsung memeluk Yoo Sik, "Aku melakukan kesalahan? Jika kau beri tahu, akan kuperbaiki. Bisa kuperbaiki."


Ye Ri kesal karena Yeon Jin malah bersikap bodoh. Ia lalu mengirim pesan lagi, "Sudah kubilang, jangan begitu."

"Astaga, dia menyulitkanku."


Sementara Eun Ho juga masih terus mengirim pesan. "Tidak ada yang salah denganmu. Aku hanya tidak yakin."


Akhirnya Ye Ri dan Eun Ho berdialog berdua.

Ye Ri: Aku tidak butuh alasan itu. Beri tahu yang sesungguhnya. Jika kita akan putus, mari berkata jujur di sini.

Eun Ho: Aku tidak mau kau terluka. Jangan rusak kenangan indah yang kita miliki.

Ye Ri: kau hanya berpura-pura menjadi pria baik. kau harus mengatakannya jika tidak mencintaiku lagi, atau jika sudah punya orang lain, agar aku bisa melanjutkan hidup. Kita memulai ini bersama. Kenapa kau mengakhirinya sepihak? Baiklah. Mari kita putus. kau ingin aku mengatakan itu, bukan? Dasar pengecut.


Yoo Sik bertanya, siapa Ye Ri itu? Lalu Yeon Jin menjelaskan, "Dia temanku. Dia menjadi seperti ini saat sedang kesal. Lupakan perkataannya. Aku tidak mau putus denganmu."

"Bisakah kau pergi dariku?" Pinta Yoo Sik.


Ye Ri: Saat putus dengan seseorang yang pernah kau cintai, kau harus menemuinya dan bicara dengannya. Setidaknya kau harus melakukan itu saat ingin putus.

Ye Ri langsung pergi setelah mengatakannya. Eun Ho sengaja berdiri di jalan Ye Ri, jadi ia bisa menyentuh tangan Ye Ri dengan sebuah ketidaksengajaan.


Eun Ho kembali melihat saat Ye Ri melongok ke jurang laut.


Yeon Jin: Astaga.. Kupikir dia sudah melupakannya. (menghela nafas) Ternyata belum.

Yoo Sik: Tapi bukankah kubilang aku akan menemuimu dan bicara?


Yeon Jin mengejar Ye Ri, ia menuntut Ye Ri untuk memaafkannya karena ia sudah bilang maaf berkali-kali. Ia tidak ingin Ye Ri marah.

"Kenapa kau begitu bergantung pada seorang pria? kau tidak punya martabat?"

"Maksudku, dia dan aku.."

"kau bilang apa? Keraskan suaramu."

"Dia pandai melakukannya! Tidak seperti yang terlihat. Bukan hanya itu. Dia juga baik dan lumayan tampan, serta dia menjagaku. Itulah alasannya."

"Pulanglah. Rasanya seperti aku meluapkan perasaanku untukmu."


Eun Ho muncul saat keduanya berpisah. Ia melihat Yeon Jin lalu melihat Ye Ri.

Eun Ho memutuskan untuk mengikuti Ye Ri.


Eun Ho memutuskan untuk mengikuti Ye Ri.

Penjelasan Yeon Jin tadi: Itu karena mantan kekasih yang dia kencani tiga tahun lalu. Mereka sedang bahagia saat itu, tapi pria itu tiba-tiba menghilang. Mereka putus seperti itu. Dia mengalami kesulitan sejak saat itu.


Eun Ho melihat bahwa Ye i itu persis seperti dirnya 3 tahun lalu, diputuskan lewat pesan.


Ye Ri  berhenti menatap poster yang tertempel di jalan.

Kilas Balik, tahun 2014.


Ye Ri melihat poster itu bersama pacarnya.

"Lihatlah. Biayanya termasuk karcis masuk untuk objek wisata dan makan." Kata Ye Ri.

"kau ingin pergi?"

"Ya. Oh.. Ini di hari terakhir penyerahan kontesmu. Tidak apa-apa. Kita bisa pergi lain kali."

"Bisa kuselesaikan sehari lebih awal. Itu karena aku mau pergi. Ayo kita pergi."

"Baiklah."

Kilas Balik Selesai..


Ye Ri mengumpat, Dasar Jahat! Eun Ho mendekati Ye Ri dan ikutan mengumpat juga, Dasar Bedebah!


Ye Ri sontak menatap Eun Ho. Eun Ho menjelaskan kalau ia menggantikan Ye Ri mengumpat. Pacar Ye Ri lebih buruk dari sekadar bedebah.


Ye Ri berbalik dan Eun Ho menarik tangannya untuk menatapnya lagi. Eun Ho menyuruh Ye Ri menangis saja. Ye Ri memaksa Eun Ho untuk melepaskan tangannya.

"Kini kau ingin menangis." Kata Eun Ho.

"Kau tahu apa?"

"Bukan berarti kau lemah. Kau menangis bukan karena lemah. Kau menangis agar bisa bertahan. Jadi, maksudku, tidak masalah jika kau menangis. Kau perlu membebaskan diri. Aku.. pernah mengalaminya."

Ye Ri tanpa sadar mengeluarkan airmata. Dan setelah sadar ia segera menghapusnya.


Eun Ho tiba-tiba menyentuh wajahnya. Dan mereka tba-tiba serasa berada di sebuah ruangan luas tapi kosong, hanya ada mereka berdua disana.

2 komentar

misterius lucu semriwing.. nano nano lah rasanya😊

ceritanya beda dari yg lain dramanya.. siap ngikutin drama ini :*

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon