Wednesday, November 15, 2017

Sinopsis Meloholic Episode 4 Part 2

Sinopsis Meloholic Episode 4 Part 2

Sumber Gambar: tvN


"Kau sudah gila?" Tiba-tiba Ye Ri mendengar suara seseorang. Ye Ri terkejut, tapi kemudian ia sadar kalau itu suara Yeo Jin. Ia lalu menyalakan lampu dan melihat Yeo Jin ada di depannya.

"Kau sedang apa di rumahku?"

"Aku melihat semuanya. Aku melihatmu bermesraan di luar!"

"Itu terjadi begitu saja. Jangan khawatir. Kami tidak akan memberi tahu."

"Menurutmu, orang-orang tidak akan tahu? Aku saja sudah tahu!"

"Lalu kau mau aku bagaimana? Aku tahu itu salah, tapi aku tidak bisa.. mengendalikan perasaanku."


Yeo Jin menyadari kalau Ye Ri beneran menyukai Eun Ho. Ia khawatir kalau-kalau Joo Ri keluar lagi. Maka Eun Ho bisa terluka karena Joo Ri juga.

"Akan kutangani. Tolong berpura-puralah tidak tahu apa pun. Kumohon?"

"Entahlah."

"Kau pasti tahu."


Eun Ho tidak bisa tidur memikirkan tadi, rasanya kamarnya penuh dengan Ye Ri.


Min Jung mengajak Eun Ho bicara, lalu ia membukakan kaleng bir untuk Eun Ho. Eun Ho menerimanya dengan hati-hati, jangan sampai menyentuh tangan Min Jung.

"Aku sudah memutuskan untuk berhenti mencintaimu."

"Terima kasih. Sekarang aku boleh masuk kan?"

"Aku bersungguh-sungguh. Awalnya aku sungguh jatuh cinta. Tapi bagimu, aku hanya seorang adik. Apa aku tidak semenarik itu sebagai seorang wanita?"

"Min Jung! Jika kau ingin menangis karena pria, aku akan mencekiknya dan memukulinya. Dan jika kau ingin menikah, aku akan memeriksa latar belakangnya diam-diam. Akan kuperiksa apakah dia kompeten, dan berkepribadian baik, serta seperti apa orang tuanya. Aku merasa seperti itu terhadapmu. Kau lebih penting bagiku sebagai adik."

"Walau aku menikah, kau tetaplah cinta pertamaku."

"Aigoo."

"Tapi jangan periksa latar belakangnya. Kami belum seserius itu."

"Apa?"

"Aku jatuh cinta kepada seseorang."


Min Jung sudah ke toko buku pria itu dan sepertinya ia memberikan buku kesukaannya yang pernah ia tunjukkan pada Eun Ho. Min Jung memberikan catatan disampul bukunya.

"Aku tidak tahu tokonya sudah tutup. 010 402 5147. Simpan nomorku. Dari Min Jung."

Pria ini mencurigakan menurutku. Auranya beda. Musik yang ia dengarkan juga aneh. Ia menghala nafas sambil menutup mata, baru kemudian membaca buku Min Jung.


Eun Ho akan membuka lokernya dan ia kembali ingat kata mbak montir kalau ada orang yang sengaja mencabut mur rem sekuter.

"Aneh sekali." Gumam Eun Ho.


Eun Ho sudah membuka lokernya tapi tiba-tiba ada yang menutupnya, Si Yoo Sik. Yoo Sik galau karena Yeo Jin tampaknya berkencan dengan temannya.

"Bedebah. Teganya dia mengencani mantan kekasihku? Seperti inikah semua wanita? Mereka mudah lupa dan mudah bertemu pria baru? Hyung! Bantu aku mengencaninya lagi. Kau membantu Byeong Cheol saat dia membuat keributan di atap."

"Tidak, terima kasih. Aku tidak mau ikut campur.."


Eun Ho kembali membuka pintu lokernya, ia hendak mengambil sesuat daritas kecil, tapi malah menggenggam pecahan botol. Eun Ho refleks melepaskannya, jadi tas itu jatuh dan pecahan kacanya berantakan.

Yoo Sik heboh sendiri. Tapi Eun Ho tenang, ia mengambil satu pecahan kaca itu dan mengamatinya.


Ye Ri kebetulan lewat dan melihat kejadian itu tapi ia tidak berani mendekat. Terlebih para gadis-gadis mulai berkerumun mendekati Eun Ho dengan panik.

Eun Ho melihat Ye Ri malah pergi. Eun Ho jadi ingat kutukan yang dikatakan teman-teman Ye Ri.


Saat bekerja, Eun Ho mengeluhkan, kenapa ia harus terluka di tangan kanan. Ye Ri membenarkan, past tidak nyaman, Eun Ho tidak bisa menulis atau makan dengan tanpa tangan kanan.

"Kau bisa menyuapiku." Jawab Eun Ho. 

Ye Ri tesenyum, lalu kembali serius, siapa yang tega melakukan itu?


Eun Ho langsung berdiri dan duduk di meja Ye Ri. Ia menjelaskan kalau lukanya tidak dalam, akan segera pulih jadi Ye Ri tidak perlu khawatir.

"Maafkan aku." Kata Ye Ri.

"Kenapa kau meminta maaf?"

"Maaf karena mengabaikanmu. Aku sungguh minta maaf."

"Karena ada banyak orang yang melihat. Tidak masalah."


Eun Ho lalu mengeluarkan kalung di depan Ye Ri. Kalung itu memiliki bandul sebuah peluit. Ye Ri masih melongo. Eun Ho lalu memakaikannya di lehernya.

"Kurasa kau membutuhkannya untuk melindungi diri. Kita tinggal di dunia yang berbahaya. Aku mencari yang terbaik semalaman, jadi, kenakan 24 jam sehari." Kata Eun Ho.


Ye Ri menyentuh bandul kalungnya dan memperingati Eun Ho, "Jika aku bertindak seperti orang asing atau tidak seperti orang yang kau kenal, bagaimana perasaanmu?"

"Tidak masalah. Itu tidak akan mengubah fakta bahwa kau Han Ye Ri. Aku bisa melihat segalanya. Aku tahu siapa dirimu dan tahu seberapa jujur dan baiknya dirimu."


Tapi sebenarnya Eun Ho kepikiran dengan lukanya itu.


Eun Ho mencari sebuah alamat dengan menggunakan navigasi, ia membawa pecahan botol yang ia pungut tadi. Itu adalah botol minuman khusus yang harus dikonsumsi Byeong Cheol karena penyakit alerginya.

"Aku menangkap basah dirimu, Yoo Byeong Cheol. Mungkin kau juga yang merusak motornya. Dasar bedebah."


Eun Ho melihat Byeong Cheol, ia akan mendekat tapi kemudian ia melihat He i sedang bicara dengan Byeong Cheol.

Ye Ri: Kau yang melakukannya.

Byeong Cheol: Tidak, bukan aku. Aku tidak melakukannya.

Ye Ri: Jujurlah kepadaku. Maka aku akan memaafkanmu.

Byeong Cheol: Kenapa kau tidak memercayaiku?

Ye Ri: Bagaimana bisa?

Byeong Cheol: Tidak ada yang ingin kukatakan kepadamu.

Ye Ri menahan Byeong Cheol, bicara dulu baru pergi. Byeong Cheol kekeh tidak ada hal yang harus dibicarakan dengan Ye Ri.


Byeong Cheol akhirnya pergi dan Ye Ri juga pergi dengan kesal. Sementara Eun Ho, hanya bisa menatao kepergian Ye Ri.


Min Jung ketemu dengan orang mesum. Awalnya ia santai tapi karena orang itu tahu ia takut sekali sampai gemeteran, orang itu senang dan semakin berani.

Untung saja pria pemilik toko buk itu datang untuk menyelamatkannya. Ye Ri sungguh berterimakasih,


Pria itu lalu membawa Ye Ri ke toko buknya. Ia minta maaf telah menyuruh Ye Ri datang di waktu seperti ini.

"Tidak apa-apa, aku senang kau mengirim pesan. Aku hanya ingin tahu. Aku tidak menduga kau membalas. Setidaknya aku ingin mencoba."

Ye Ri sadar kalau ia keceplosan, ia lalu memukuli mulutnya dan pria itu hanya tersenyum.

Ye Ri kemudian bertanya, apa pria itu sudah punya kekasih?

"Ya. Tapi sepertinya dia memutuskan aku."

"Kenapa?"

"Dia punya orang lain. Dia tampan dan populer di kalangan wanita."

"Tapi kau juga tampan. Aku tidak tahu siapa dia, tapi seleranya buruk."


Pria itu lalu meminta Min Jung memilih buku yang Min Jung suka, ia mau memenuhi janjinya kemarin. Min Jung langsung berdiri dan melihat-lihat. Ia mengambil satu buku yang ia miliki di rumah.

"Aku punya buku ini juga."

"Kau tahu buku itu?"

"Tentu saja. Ditulis oleh penulis kesukaanku, bernama Sarangbagi."

"Aku juga menyukai penulis ini."

"Sungguh? Keren sekali. Kita pasti ditakdirkan bertemu."

"Ya, aku merasa kita memiliki banyak kesamaan."

Min Jung kemudian menunjukkan bagian favorit-nya. Dan kita diperlihatkan judul buku itu, "Pasangan Bermuka Dua".

*Masa pria itu mantan Ye Ri 3 tahun lalu?


Eun Ho bertanya pada Ye Ri, semalam kemana? Ye Rin menjawab kalau ia menemui seseorang. Eun Ho bertanya lagi, siapa? Yoo Byeng Cheol?

Eun Ho lalu memegang tangan Ye Ri dan bertanya kenapa Ye Ri menemuinya? Ye Ri kan bilang, dia tidak ada artinya bagi dirinya.

"Ada urusan." Jawab Ye Ri.

"Soal apa? Kenapa kau perlu menemuinya?"


Eun Ho mengeluh dalam hati, kenapa ia harus terluka di saat seperti ini?

Ye Ri akan pergi tapi Eun Ho menahannya, ia meminta Ye Ri mengatakan alasan sebenarnya Ye Ri menemui Byeong Cheol.

"Karena kau. Aku menemuinya karenamu."

"Apa?"

"Dia melakukan ini pada tanganmu dan juga motormu. Aku pergi untuk memperingatkannya jika dia melakukan ini lagi, aku tidak akan membiarkannya."

"Ah.."

"Kau menanyakan ini karena mengira aku selingkuh?"

"Tidak, bukan seperti itu."

"Bicara nanti saja."


Oh.. jadi Eun Ho hanya bisa menggunakan tangan kanannya dan karena sedang diperban, ia tidak bisa mendengar pemikiran Ye Ri.

"Astaga, dia salah paham karena aku tidak bisa mendengar apa pun." Gumam Eun Ho.


Kelas hari ini membahas tentang DID ( Dissosiative Identity Disorder / Pemecahan kepribadian). Disebut kepribadian ganda, sifat ganda atau identitas ganda.

"Orang yang pernah hidup bersama pasien dengan penyakit ini semuanya berkata seperti ada orang lain yang tinggal dalam satu tubuh itu. Sama seperti kalian."

Dan kelas pun berakhir.


Eun Ho manarik Ye Ri ke sebuah ruang kelas yang gelap. Ye Ri khawatir, bagaimana jika ada orang yang melihat mereka?

"Tidak ada kelas di sini hari ini. Aku minta maaf atas perbuatanku. Mohon maafkan aku. Hmm?"

"Aku mau pergi. Ada yang harus kulakukan."

"Maafkan aku. Kumohon, maafkan aku. kau tersenyum, ya?"

Eun Ho lalu menggelitik Ye Ri agar mau tersenyum.


Ternyata kelas yang mereka masuki itu adalah kelas Joo Seung. Anak-anak kemudian membuka tirai jendela, jadi kelasnya terang. Keduanya kaget benget. Joo Seung bertanya, sedang apa mereka berdua?


Salah seorang bertanya, bukannya Eun Ho sedang mengencani Je Hee?

"Tidak." Jawab Eun Ho.

Semua orang tak percaya mendapati Eun Ho ternyata mengencani Ye Ri.


Ye Ri mengendalikan dirinya, ia memhongan jangan!

Lalu ia ingat perkataan Yee Jin, bagaimana kalau mereka tertangkap basah?

"Tidak akan. Kami ingin merahasiakannya. Tapi tetap saja, jika orang-orang tahu.. Han Joo Ri.."

"Dia akan tetap keluar. Dia akan melakukan segalanya untuk menjauhkan Eun Ho dariku."


Joo Ri sudah akan keluar sepertinya dan Ye Ri sekuat tenaga menahannya. Ye Ri mulai sakit kepala.


Yoo Sik memprotes Eun Ho, "Hyung! Bagaimana bisa kau mengencani seseorang yang disukai sahabatmu? Padahal kau bersikap manis."

"Bukan seperti itu. Perasaannya bertepuk sebelah tangan. Bagiku, tidak seperti itu."


Sakit kepala Ye Ri semakin parah. Ye Ri tidak bisa menahannya, ia sampai berteriak-teriak. Eun Ho bingung,


Sakit kepala Ye Ri reda, artinya Joo Ri berhasil mengambil alih tubuh Ye Ri. Joo Ri membuka kacamata Ye Ri dan melepas ikat rambutnya.


Narasi Ye Ri: Jika orang-orang tahu bahwa aku dicintai, monster yang ada di dalam diriku akan bangkit. Dia berbahaya. Kaburlah dariku, Eun Ho.


Joo Ri menyudutkan Eun Ho dan langsung menciumnya. Semuanya ber-huuuu..

Komentar:

Menurutku, pelaku yang menyerang Eun Ho malam itu adalah perempuan, karena Eun Ho bisa melihat sesuatu dari kehidupan elaku itu, yaitu pembunuhan berantai. Ingat kan? Eun Ho hanya bisa membaca pikiran atau melihat sesuatu dari seorang perempuan. 


5 komentar

ommoo 💏
Tapi entah kenapa mnrutku adegan cinta-cintaan mereka kecepetan.. mungkin drama ini fokusnya nanti ke pengungkapan si pembunuh kali ya.. overall ceritanya unik💯

Kalau beneran cewek.. lalu siapa pria yang buntutin mereka ya? berarti yang buntutin mereka dan pembunuh berbeda orang.. penuh dengan teka-teki��

Setidaknya ,,, aq msih nuggu klnjutannya. Ap pun itu.

aku juga mikir nya gitu. kalo pembunuh berantai yang juga nyerang eun ho. berarti dia perempuan

Aku suka aku suka,,,lanjut lg min,,,

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon