Tuesday, November 21, 2017

Sinopsis Meloholic Episode 5 Part 1

Sinopsis Meloholic Episode 5 Part 1

Sumber Gambar: OCN


Semua orang terkejut melihat Joo Ri (yang dikenal orang sebagai Ye Ri)mencium Eun Ho paksa. Yoo Sik bertanya pada Joo Seung, apa melakukan hal itu (berciuman) di kelas diperbolehkan? Joo Seung hanya tersenyum.


Eun Ho masih tercengang saat Joo Ri melepaskannya. Joo Ri puas, sangat luar biasah. Joo Ri kemudian menyapa Joo Seung dan yang lain.


Joo Ri heran, kenapa semuanya menatapnya aneh? Lalu ia tersenyum paham, pasti ini kali pertama mereka melihat gadis cantik berciuman kan?


Joo Seung mendekati Eun Ho untuk menegur, kenapa tidak memberitahu kalau ia berpacaran dengan Ye Ri? Bahkan Joo Seung mengusir Eun Ho dari rumahnya.

"Bukan begitu. Ini.."


Belum selesai Eun Ho menjelaskan, Joo Ri sudah buat ulah lagi. Baju yang dikenakan Joo Ei kekecilan jadi kancingnya melesat semua. Semua orang heboh.


Eun Ho sigap, ia langsung mencopot jaketnya dan menggunakannya untuk menutupi tubuh Joo Ri, tapi Joo Ri malah merasa tidak nyaman.

"Tahukah kau bahwa aku.. seperti matahari? Karena itu aku selalu kegerahan."

Joo Ri memaksa Eun Ho melepaskannya. Eun Ho tidak mau, ia mendorong Joo Ri untuk keluar saja.


Eun Ho memperhatikan Joo Ri yang sedang jalan dengan sangat riang. Ia menyadari bahwa Joo Ri sangat berbeda dengan yang kemarin-kemarin.

"Genrenya berbeda. Sangat berbeda."

Bahkan Joo Ri gak sungkan menyuruh cowok menghubunginya.


Eun Ho bertanya, apa Joo Ri mengenal cowok itu? Joo Ri bilang tidak, ia baru melihatnya.

"Apa?" Eun Ho terkejut.

"Katanya dia menyukaiku dan ingin nomorku."

"Tidak kau berikan, bukan?"

"Kuberikan. Kenapa?"

"Hei, yang benar saja."


Joo Ri mengingatkan, itukan nomornya, jadi ia bebas dong mau memberikannya pada siapapun.

"Kenapa kau melakukan ini?" Tanya Eun Ho.

"Kau sungguh tidak tahu alasanku melakukan ini?"

Batin Eun Ho: Ini satu dari tiga pertanyaan yang dibenci pria.


Pertanyaan itu termasuk:

"Kau sungguh tidak tahu alasanku melakukan ini?"


"Kau sungguh tidak tahu ini hari apa?"


"Kau sungguh tidak menyadari kesalahanmu?"

Semua: Perlukah kukatakan?


Eun Ho tak menyangka akan mendengar pertanyaan itu dari Ye Ri bertepatan dengan tangannya yang terluka, jadi ia tidak bisa membaca pikiran.

Joo Ri menantikan jawaban Eun Ho. Eun Ho menenangkan diri. Ia pasti bisa, tenang dan Pikirkanlah!


Eun Ho: au marah karena aku tidak menepati janjiku. Aku sudah berjanji akan merahasiakan hubungan kita, tapi kubocorkan.

Joo Ri: Kau sungguh berpikir itu alasan...

Eun Ho: Tapi aku sengaja melakukannya. Orang-orang tadi melihat, aku enggan berkata kita tidak berpacaran. Aku ingin memberi tahu mereka bahwa kau milikku. Jika bisa, aku ingin memberi tahu semua orang di dunia bahwa kau milikku. Tapi aku sudah melanggar janji. Aku ingin minta maaf. Maafkan aku~

Batin Joo Ri: Lihat dia. Dia mengatakan hal yang ingin didengar wanita. Dia hebat.

Batin Eun Ho: Solusi untuk situasi seperti ini adalah kejujuran. Bagus sekali, Yoo Eun Ho. Sudah selesai.

Joo Ri menerima permintaan maaf Joo Ri, tapi ia ada syarat, Eun Ho harus ikut dengannya. Eun Ho bertanya, kemana? Joo Ri hanya tersenyum, tapi di dalam hati ia berkata, "Kau.. mati hari ini."


Joo Ri mengajak Eun Ho naik wahana menegangkan di Dream World. Eun Ho kelihatan takut banget, tapi Joo Ri menikmatinya.


Setelah turun dari wahan itu, Joo Ri mengajak untuk menaiki wahana yang lebih seru lagi. EUn Ho terkejut, dan kebetulan ia ingat Ye Ri pernah bilang ingin menaiki komidi putar.

"Komidi putar? Untuk apa aku menaiki wahana seperti itu? Aku ingin naik ini lagi." Sangkal Joo Ri.


Jadilah Eun Ho harus menuruti semua mau Joo Ri.


Eun Ho mau kabur tapi Joo Ri sama sekali tidak mengijinkannya. Pokoknya Eun Ho harus menaiki apa yang ia ingin naiki.


Eun Ho lemas saat turun. Tapi Ye Ri sama sekali tidak, Ye Ri bahkan masih sanggup berlari dan mengajak Eun Ho cepat, ia ingin naik Gyro Swing. Eun Ho mengiyakan saja.

Ternyata Joo Ri melakukan semua ini sengaja, agar Eun Ho menjauhi Ye Ri.


Saat Joo Ri berlari, kalung pemberian Eun Ho jatuh.


Selanjutnya Joo Ri makan banyak banget, Eun Ho saja sampai melongo. Joo Ri kemudian mengakhirinya dengan minum bir.


Eun Ho bertanya, Ye Ri sudah tidak marah kan? Maafkan ya~ Eun Ho mengaku, sebenarnya, ia takut ketinggian. Ia akan memotret Joo Ri saja saat Joo Ri menaikinya.

Batin Joo Ri: Aneh. Seharusnya dia sudah kesal. Dia bodoh kan?

Eun Ho: Omong-omong, makanmu lahap hari ini. Kau belum sarapan tadi pagi?

Batin Joo Ri: E-hem.. Kena kau.

Joo Ri: Memang kenapa?

Eun Ho: Apa? Bukan berarti itu buruk.

Joo Ri: Menurutmu ini aneh? Kenapa?


Batin Eun Ho: Ah.. Akhirnya seperti ini juga. Ada jawaban untuk pertanyaan ini. Aku harus memberi jawaban yang ingin dia dengar. Jika tanganku tidak terluka, ini akan sangat mudah. Tapi.. Ye Ri pernah menanyakan hal seperti itu? Tidak, bukan itu yang penting. Pikirkanlah. Konsentrasi, Eun Ho. Kau pasti bisa. Pikirkan semua kasus dan pengalamanmu.


Eun Ho membayangkan jawaban apa yang harus ia katakan. Pertama, "Baguslah kau makan dengan lahap. Silakan habiskan."

"Mengejutkan. Kau ingin aku makan semua ini dan menjadi gemuk?"


Kedua, "Tidak bagus bagi kesehatanmu jika makan terlalu banyak."

"Kau kira aku babi? Jadi, maksudnya kau ingin aku berhenti makan?"


Eun Ho geleng-geleng, tdak! Jangan itu. Lalu ia melihat Joo Ri makan lagi dan ada sisa di bibirnya. Joo Ri gak sadar, ia memaksa Eun Ho menjawab pertanyaannya. Tapi Eun Ho hanya tersenyum dan menyuruh Joo Ri jangan gerak.


Eun Ho bangkit untuk mencium Joo Ri, ngebersihin sisa makanan dengan bibirnya. Joo Ri terdiam.


Setelah Eun Ho kembali ke tempat duduknya ia menjelaskan, tadi di bibir Joo Ri ada saus tomat.

"Baik kau makan banyak atau tidak, walau ada makanan di bibirmu, kau tetap terlihat cantik. Jadi, tolong hentikan ini. Kau tidak seperti biasanya."

Eun Ho puas dengan jawabannya, lalu ia pamit ke toilet.


Joo Ri bergumam, Eun Ho itu apa? Bagaimana bisa Eun Ho menghindari semua jawaban salah?

"Ini tidak akan berhasil. Aku butuh hal besar. Hal besar yang akan membuatnya membenci Han Ye Ri."


Eun Ho menunggu Joo Ri kembali dari toilet dan itu lama banget. Tapi saat Joo Ri datang, ternyata Joo Ri memaksi gaun princess. Eun Ho shock melihatnya.


Joo Ri berputar di depan Eun Ho, bagaimana? Gaunnya cocok? Tapi Eun Ho masih melongo shock, Joo Ri cemberut. Joo Ri tiba-tiba bersendawa karena tadi kebanyakan makan macem-macem dan baunya gak banget, EUn Ho sampai menutup hidungnya.

"Kau mabuk?"

Ye Ri nyengir.

"Di mana kau mendapatkan ini?"

Joo Ri tiba-tiba menarik kerah Eun Ho dan memanggil EUn Ho pangerannya. Eun Ho tersenyum senang tapi langsung sirna saat Joo Ri menyuruhnya mengganti baju juga.


Tim Dream World menyadari kalau baju nomor tujuh untuk putrinya tidak ada. Gawat!


Joo Ri jalan melewati orang-orang dengan gaunnya itu dan ia hebih menyihir orang-orang tapi tidak ada yang berubah, ia heran sendiri.


Joo Ri kemudian berhenti untuk memperhatikan bagaimana Eun Ho menatapnya. Joo Ri bertanya, apa ia terlihat aneh.

"Tidak, bajunya cantik. Cocok denganmu."

"Kau yakin? Kau tidak malu karena aku?"

"Tidak, kau seperti Elsa bergaun kuning. Ayo. Aku akan memotretmu."

Joo Ri kembali heran, kenapa EUn Ho menyukai penampilannya? Jangan-jangan Eun Ho mesum?


Selanjutnya mereka berfoto di tempat photobox.


Eun Ho memberikan hasilnya pada Joo Ri dan berpesan jangan sampai hilang.

"Bagus sekali. Akan kutempelkan di ponselku." Lalu Joo Ri jalan duluan.


Ternyata Eun Ho juga memegang hasil foto mereka, jadi ada dua lembar. Eun Ho tidak mengikuti Joo Ri, ia melihat foto yang ditempel di dinding dan ternyata ada foto Joo Ri bersama Byeong Cheol.

"Kenapa dia dan Ye Ri.. datang kemari?" Gumam Eun Ho.


Joo Ri senang karena Eun Ho melihat foto itu. Ia pun lanjut jalan dan saat menemukan tempat sampah, ia merobek foto tadi dan membuangnya.

"Kini dia tidak mau mencariku. Karena sudah selesai, aku harus kembali.


Lalu ada pemngumuman bahwa pawai akan dimulai di alun-alun sesaat lagi. Joo Ri memutuskan melihat pawai dulu sebelum pergi. Tapi perutnya kembali bunyi, ia hendak mencari toilet tapi ada yang memanggilnya.


Yang memanggilnya itu adalah staff pawai. Ia menyuruh Joo Ri segera bergabung dengan yang lain karena mengira Joo Ri adalah Putri nomor tujuh.

"Apa? Aku?" Joo Ri kaget.

Orang itu membenarkan dan langsung menarik Joo Ri kesana.


Eun Ho bingung mencari Joo Ri, ia menelfon tapi ponsel Ye Ri tidak aktif.


Sampai Eun Ho melewati barisan pawai. Dan ia sangat terkejut melihat Joo Ri disana. Ia menyuruh Joo Ri segera turun tapi Joo Ri terlanjur menikmati perannya sebagai Putri Ketujuh.


Namun masalah terjadi, Joo Ri mual. Eun Ho menyuruhnya menahannya, tapi Joo Ri tidak bisa. Joo Ri muntah ditengah pawai.

Semua orang menutup mulut mereka dan Joo Rin mendadak pingsan. Eun Ho lalu mengejar kereta yang membawa Joo Ri.


Ye Ri bangun keesokan paginya. Ia terkejut karena ia ada di tempat yang tidak ia kenali. Lebih terkejut lagi melihat dandanannya.


Ye Ri lalu diam-diam keluar. Untung tidak ada orang.


Ye Ri berjalan mundur pelan-pelan dan ia tidak sadar kalau Eun Ho ada dibelakangnya.


Ye Ri berjalan mundur pelan-pelan dan ia tidak sadar kalau Eun Ho ada dibelakangnya.

Ye Ri terkejut saat menabrak Eun Ho.

"Bagaimana kau.."

"Aku.. tahu semuanya."

Ye Ri melihat sekeliling, ia bertanya, apa ia sedang dirumah Eun Ho saat ini?

"Kau tidak mengingat kejadian kemarin?"

Ye Ri tidak ingat, sama sekali tidak ingat. Dan yang menjadi pertanyaannya adalah kenapa ia ada di rumah Eun Ho memakai baju itu?


Ye Ri membayangkan bahwa Joo Ri dan Eun Ho bermain-main menggunakan gaun puteri dan pangeran. Ye Ri shock, tidak mungkin! Tidak mungkin!


Eun Ho berkata kalau ia tahu semua rahasia Ye Ri. Ye Ri terkejut, tentnag apa?

"Aku tidak menyangka kau punya sisi yang berbeda."

"Bagaimana kau.."

"Pikirmu aku tidak akan sadar? Jika tidak, kau akan menyembunyikannya selamanya?"

Ye Ri mulai takut, "Aku.. berusaha memberitahumu, tapi tidak bisa."

"Seharusnya kau bilang. Jika ada sesuatu yang penting seperti ini, katakanlah."

"Maaf."

"Berhati-hatilah. Jika punya kebiasaan minum yang buruk, jangan minum-minum."

Joo Ri terkejut karena itu diluar perkiraannya. Eun Ho lalu menawari Ye Ri minum obat untuk menghilangkan mabuknya.

"Maksudmu, aku mabuk.. dan bertingkah aneh?"

"Kau tidak mengingat perbuatanmu semalam?"

Kilas Balik..


Eun Ho menggendong Joo Ri pulang. Ia teriak-teriak meminta bantuan Joo Seung.

"Astaga! Alkohol.. Seharusnya jangan ajak dia ke rumah. Kenapa membawanya kemari?!" Tegur Joo Seung.

Joo Ri mau muntah tapi keduanya melarang. Joo Ri berhasil menahannya, tapi cuma sebentar, lalu ia memuntahannya ke celana Joo Seung.

Joo Seung gak tahan, jadi ia langsung mencopot celananya saat itu juga.


Saat itulah Min Jung keluar dan ia terkejut melihat ada wanita di sofa, terlebih kakaknya yang hanya memakai kolor.

"Apa-apaan ini?" Tanya Min Jung.

Joo Seung menggila pada EUn Ho karena membuatnya melakukan itu di depan adiknya.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon