Friday, November 24, 2017

Sinopsis Judge Vs. Judge Episode 2

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Judge Vs. Judge Episode 2

Sumber Gambar: SBS


Jung Joo sudah sampai di depan ruangan Ketua MA, tapi ia takut mau masuk, ia bahakn menyenderkan kepalanya di pintu. Tapi bagaimanapun juga ia harus tetap masuk, jadi ai memantapkan tekadnya untuk membuka pintu.


Tapi seseorang membuka pintu dari dalam, jadi ia kejedot dan ia menunduk. Ternyata orang itu adalah Ui Hyun.

"Kamu baik-baik saja?" Tanya Ui Hyun.

"Sama sekali tidak. Tentu saja tidak. Bagaimana bisa aku baik-baik saja?"

Jung Joo mendongakkan kepalanya dan menatap Jung Joo lama. Jung Joo mau melupakan masalah pintu dan akan masuk, tapi Ui Hyun mengenalinya.

"Kamu Hakim Lee Jung Joo, bukan? Aku Hakim Sah Eui Hyun, anggota Hakim Kriminal Individual. Aku harus memberitahumu sesuatu.."

"Tidak, terima kasih."

Jung Joo lalu masuk ke dalam.


Di ruangan Ketua MA, masih ada orang tadi, aku gak tahu siapa jadi aku sebut Asisten, nanti kalau udah tahu aku ubah sebutnya. 


Ketua MA menyajikan teh untuk Jung Joo. Jung Joo minta maaf karena telah menyebabkan masalah.

Asisten: Tergantung situasi, terkadang masalah bisa menutupi masalah lain yang lebih besar.

Jung Joo: Maaf? Apa maksud Anda?

Asisten: Maksudku, mempermalukan pengadilan itu sudah keterlaluan.

Jung Joo: Ya, Pak.

Ketua MA: Hakim Lee. Pengadilan Jang Soon Bok adalah kasusmu, bukan? Tolong lakukan yang terbaik di sidang lanjutan itu.


Lalu Han Joon datang dan memanggilnya Hakim bodoh, "Kamu tahu panggilanku adalah Jaksa Bodoh? Kamulah yang paling bodoh di antara semua hakim, jadi, bagaimana jika panggilanmu Hakim Bodoh? Hakim Bodoh~"

Han Joon ketawa dan melanjutkan, "Bagaimana jika kita menjadi Pasangan Bodoh di dunia hukum? Bagaimana jika kita mendaftarkan pernikahan kita? Dengar. Anak kita akan menjadi yang terbodoh sepanjang sejarah."

"Hentikan."

"Aku hanya mencemaskanmu. Memang ada yang bersedia menikahimu seperti ini?"

"Jika tidak ada seorang pun, aku yang akan menikahi mereka."

"Maksudku, kamu harus menikah denganku."


Han Joon lalu melingkarkan tangannya di bahu Jung Joo dan berkata kalau ia bisa memberi Jung Joo kehidupan mewah. Tapi Jung Joo tidak tertarik,

"Jika kamu tidak berhenti, aku akan sangat marah. Aku harus ke kantor polisi karena seseorang mencuri tasku."


Saat Jung Joo akan pergi, Han Joon bertanya, hanya tas saja? Bagaimana dengan sepatunya? Jung Joo berbalik, bagaimana Han Joon tahu?


Lalu mereka ada di ruangan Ui Hyun. Jung Joo sangat senang bisa menemukan Dokumen kasusnya, ia bahkan menciuminya.

Han Joon: Jangan ciumi itu. Andai aku menjadi dokumen kasus itu.


Jung Joo bertanya, kenapa Dokumen kasusnya ada pada Ui Hyun. Ui Hyun mengatakan polisi akan menghubungi Jung Joo, jadi tanyakan pada mereka saja.

"Bisa kamu saja yang memberitahuku?"

"Aku sudah berusaha, tapi.. "Tidak, terima kasih". Itu katamu."

"Kapan aku mengatakan itu?"

Jung Joo lalu iangat pertemuan mereka tadi di depan Ruangan Ketua MA. "Jadi, saat kubilang, "Tidak, terima kasih", maksudmu soal ini?"

"Tidak apa-apa. Lebih berhati-hatilah dengan dokumenmu. Selain itu, jangan lepas jubahmu di pengadilan."

"Aku tidak akan melepasnya lagi. Jika kulakukan lagi, aku wanitamu."


Han Joon mau protes. Jung Joon menjelaskan, maksudnya ia tidak akan melepasnya lagi, ia akan memakainya di ruang pengadilan.


Ui Hyun harus mempelajari kasusnya, jadi ia menyuruh Han Joon membawa Jung Joo keluar.

"Aku sangat berterima kasih, kamu menemukan ini. Tapi kamu salah paham saat kubilang, "Tidak, terima kasih". Jika saja kamu tidak menabrakku dengan pintu.."

Jung Joo memperlihatkan bengkak di jidatnya. Dan Ui Hyun lalu menunjukkan permen karet di rambutnya.

"Permen karet?" Tanya Jung Joo.

Lalu Han Joon menunjukkan sepatu Jung Joo.

Jung Joo paham dan Han Joon mengajak Jung Joo keluar sekarang juga.


Ui Hyun mendapat telfon dari Pak Choi, mengabari bahwa Jang soon Bok bisa langsung siuman menurut Dokter, tapi ini masih terlalu dini. Saat ini, dia masih harus diawasi. Ui Hyun mengerti.

Kilas Balik..


Jadi orang yang masuk ke ruangan Ketua MA itu adalah untuk memberitahu soal video Jung Joo yang sudah tersebar di internet.

"Haruskan kita mengambil langkah hukum?" Tanya orang itu.

"Penontonnya kian banyak. Jika video ini menyebar, percobaan bunuh diri Jang Soon Bok akan tersingkir. Baik itu pers atau publik, bagi mereka berita tentang hakim lebih menarik daripada terdakwa. Terlebih jika hakim itu wanita muda." Kata Asisten.


Ketua MA bertanya, bukankah itu Hakim Lee Jung Joo? Asisten memerintahkan, beri mereka berita Lee Jung Joo dan menutupi kasus Jang Soon Bok.

Kilas Balik Selesai..


Jung Joo dalam perjalanan pulang membaca artikel soal videonya. Ia menggerutu karena semua hanya mengkritiknya.


Lalu Jung Joo mendapat telfon dari Detektif Kang Chul Soo dari Kepolisian Seocho. Ia menanyakan apa Jung Joo sudah menerima tasnya dari Ui Hyun?


Jung Joo selesai mandi dan melihat ibunya ketiduran saat menonton TV. Ia mematikan TV lalu menyelimuti ibunya.


Jung Joo bersiap tidur juga dan teringat kata Detektif tadi, "Yang kutahu dia (Ui Hyun) terkenal dan sudah diberitakan di Amerika. Aku harus meminta tanda tangan."

Jung Joo lalu browsing mengenai Ui Hyun. Dan ia memutar sebuah Video dalam bahasa inggris.

"Kami mendapat berita tragis. Sebuah penembakan terjadi di dalam kelas Sekolah Hukum Harvard. Penembak yang diidentifikasi sebagai mahasiswa jurusan hukum, Calin, membunuh tiga orang selama 11 menit berlangsungnya penembakan. Beruntung, kekacauan dihentikan oleh seorang pria pemberani, Sah Eui Hyun, seorang hakim asal Korea Selatan. Dia ingin menghentikan semuanya."


Ui Hyun pulang dan ayahnya juga sedang menonton berita yang sama dengan yang ditonton Jung Joo. Padahal ayah Ui Hyun sudah menontonnya beberapa kali tapi masih tidak bosan juga.

"Astaga, ayah punya putra yang hebat."

"Aku akan mandi."

"Kamu ingin minum? Sekaleng bir tidak akan mengacaukan penilaianmu selagi menulis putusan."

"Tidak hari ini. Kurasa ini tetap akan membuatku mabuk."

"Terjadi sesuatu hingga sekaleng bir bisa membuatmu mabuk?"


Ui Hyun menjawab, ada kecelakaan kecil di pengadilan hari ini. Di salah satu kasusnya, Terdakwa Jang Soon Bok, membunuh dan memutilasi jasad suaminya.

"Ayah mengenalnya. Ayah hakim ketua di persidangan pertamanya. Ayah ingat putranya memiliki keterbatasan."

"Bagaimana Ayah bisa ingat?"

"Pria yang dibunuh Jang Soon Bok mengelola penginapan milik Do Jin Myung. Dia kesal pria itu tewas tepat setelah dipekerjakan."

"Ayah tahu dia mengajukan sidang lanjutan?"

"Sidang lanjutan?"


Jung Joo akan mengetuk pintu ruangan seseorang, tapi ia ragu dan ia menguping.


Namun ada orang yang menegurnya, ia terlonjak terkejut, ternyata orang itu adalah Ui Hyun. Jung Joo membentak Ui Hyun karena sudah mengagetkannya.

"Apakah hobimu menyalahkan orang?!"

"Memahami keadaan orang lain adalah keahlianku. Sebenarnya, aku paham kamu merasa kusalahkan, Hakim Sah. Aku ingin menawarkan permintaan maafku yang tulus. Aku tidak ingin kamu berpikir tidak tahu malu adalah kebiasaanku."

Ui Hyun menyuruh Jung Joo minggir, lalu ia masuk ke dalam dan menutup pintu.


Jung Joo mengikutinya masuk karena ia belum selesai bicara. Saat ini, Ui Hyun hendak memakai jubah kebesarannya da kebiasaannya itu mengibaskan jubahnya dulu sebelum memakainya. Karena Jung Joo tepat dibelakangnya jadi Jung Joo ikutan masuk ke dalam jubah.


Jadi Ui Hyun terpaksa melepas jubahnya dan Jung Joo berakhir memakai jubahnya. Keduanya menghela nafas. Jung Joo heran, kenapa Ui Hyun memakai jubahdengan cara ini? Mencoba menyerangnya ya?

"Kamulah, Hakim Lee, yang memakai jubahku. Aku tidak akan menyerangmu, lepaskan."

"Aku bukan ingin memakai jubahmu. Aku akan melepaskannya."


Han Joon berangkat dengan motornya dan saat sampai, ia menelfon Jung Joo, si Hakim bodoh, tapi tidak diangkat.

"Terserah. Dia selalu tidak menjawab saat kali pertama kutelepon. Hanya tersambung ke kotak pesan."


Jadi sekarang Jung Joo menjauh saat Ui Hyun memakai jubah agar tidak ikut masuk ke dalam jubah lagi.

"Kukira kamu sudah selesai bicara." Kata Ui Hyun.

"Aku baru mulai. Pengemis tidak boleh pemilih. Itu insiden yang kurang beruntung saat persidangan Jang Soon Bok."

"Kamu menanyakan keadaannya?"


Jung Joo membenarkan, ia bertugas menulis putusan kasusnya. Ui Hyun menjelaskan kalau Jang Soon Bok tidak sadarkan diri. Jadi mereka harus melihatnya apakah dia akan sadar atau tidak.

"Aku mendengar dari Seonbae, kamu merekam video di persidangan. Aku ingin melihatnya."

"Kami sudah menghapus video itu."


Jung Joo terkejut, ia butuh penjelasan jadi ia menghentikan Ui Hyun yang akan keluar.

"Jika video itu akan dihapus secepat ini, kenapa harus merekamnya?"

"Aku memang ingin merekam persidangan, tapi menghapusnya adalah saran dari para atasan."

"Maksudmu Ketua Mahkamah Agung atau Ketua Hakim?"

*Oww.. jadi si Asisten itu adalah Ketua Hakim.



Ui Hyun tidak menjawab, malah melenggang keluar. Jung Joo pun mengikutinya, menjelaskan kalau Ketua Mahkamah Agung memintanya langsung untuk berusaha yang terbaik dalam kasus Jang Soon Bok. Lalu, kenapa dia menyarankan menghapus video itu?

"Jika ada pertanyaan, tanyakanlah kepadanya."

"Beginikah caramu memperlakukanku mengingat hubungan kita?"


Ui Hyun berhenti, ia tak mengerti maksud kalimat terakhir Jung Joo itu. Jung Joo menjelaskan, hubungan mereka ini sangat spesial jika mengenai kasus Jang Soon Bok. Mereka memegang kasus yang sama di waktu yang sama.

"Pencurian dan sidang lanjutan adalah dua hal berbeda." Putus Ui Hyun dan lanjt jalan lagi.


Jung Joo masih mengikutinya, mengingatkan kalau Ui Hyun yang menemukan dokumen kasus yang ia hilangkan. Ui Hyun menjawab, ia akan melakukan hal yang sama kepada semua orang.

"Astaga. Kamu tidak merasa terganggu Jang Soon Bok mencoba bunuh diri selama persidangan dan kini dia sekarat?"


Ui Hyun akhirnya berhenti lagi. Jung Joo melanjutkan, ia hanya bertanya karena itu mengganggunya juga.

"Pikirkan kepada siapa dia ingin menunjukkan video itu, padahal dia memintamu merekam persidangan."


Kemudian Jung Joo ditemani Han Joon melihat sendiri ruang sidang yang digunakan Jang Soon Bok kemarin. Jung Joo bertanya, apa benar Jang Soon Bok mencoba bunuh diri?

"Secara medis, ya. Dia mengidap diabetes, jadi, mendapatkan suntikan insulin. Setelah kemarin mendapatkan suntikan insulin, dia tidak sarapan dan makan siang sebelum datang kemari. Kurasa dia mencoba bunuh diri dari hipoglikemia."


Jung Joo menanyakan alasannya. Han Joon menjelaskan, menurut sipir, Jang Soon Bok putus asa setelah pengacaranya tidak memenuhi harapannya mendapatkan sidang lanjutan. Dia kehilangan semua harapan."

" "Ketidakbersalahanku adalah kesalahanmu". Apa dia benar-benar salah tuduh?"

"Kamu tahu berapa kriminalis yang mengaku dirinya salah dituduh? Ketika pembunuh berantai ditangkap, mereka bilang itu tidak adil karena mereka tidak bisa lagi membunuh."

"Aku sangat ingin melihat video itu. Kenapa mereka menghapus video itu?"

"Kamu tahu? Hakim ketua di persidangan pertama Adalah.."

"Sah Jung Do, Pimpinan Kantor Hukum Jungmyung. Kamu anggap aku apa?"

"Astaga. Kamu tahu bahwa putranya adalah Hakim Sah Eui Hyun?"

"Apa?"

Han Joon mendapat telfon dari ibunya dan mata Jung Joo langsung berbinar, Apa itu Profesor Yoo?


Selanjutnya, mereka menamui Profesor Yoo dan Jung Joo langsung memeluknya. Profesor Yoo juga sangat senang bisa bertemu Jung Joo.

Han Joon: Orang-orang akan mengira dia ibumu.

Profesor Yoo: Kukira kamu akan bersembunyi karena video itu. Kamu tampak baik-baik saja.

Jung Joo: Anda lihat bagaimana cara semua orang melihatku, bukan? Mungkin berdiri di samping Anda bisa membuatku lebih nyaman.

Profesor Yoo: Kalau begitu, menempellah kepadaku seperti lem.

Orang-orang yang melihat Profesor Yoo menyapa hormat.

Han Joon: Orang-orang akan berpikir ibuku adalah Ketua Mahkamah Agung.

Jung Joo: Mungkin saja jika dia tidak masuk ke sekolah hukum. Saat dia menjadi hakim, reputasinya sangat tinggi.


Ui Hyun kebetulan lewat, Profesor menawarinya ikut makan bersama juga karena sudah lama tidak bertemu. Namun Ui Hyun hanya menunduk hormat dan berkata singkat, "Nikmati makan siang kalian", lalu pergi.


Han Joon gak terima Ui Hyun mengabaikan ibunya juga. Tapo Profesor Yoo menyuruh Han Joon membiarkan saja. Jung Joo terkejut, bagaimana Profesor Yoo mengenal Ui Hyun?

"Dahulu dia dan Han Joon tidak terpisahkan." Jawab Profesor Yoo.


Kim Joo Hyung diturunkan dari bis.


Profesor Yoo cerita, ia menemui Kim Joo Hyung seorang diri karena pengadilan memutuskan memeriksa kejiwaan Kim Joo Hyung dan langsung memerintahkan dirinya.


Han Joon bingung, Juri yang mendengar kasus ini.. Jung Joo menjawab tidak tahu bahwa saksi ahli yang dimaksud ketuanya adalah Profesor Yoo.

Jung Joo lalu memberikan omeletnya pada Profesor Yoo. Han Joon ingin juga dan bersikap manis pada Jung Joo agar Jung Joo memberinya juga, tapi Jung Joo tidak menanggapi.

Akhirnya Han Joon minta pada ibunya, tapi ibunya tidak suka dinomorduakan, jadi hanya memberinya sayur.

Han Joon: Menjadi profesor hukum konstitusional belum cukup? Kenapa Ibu harus belajar psikologi kriminal? Kini, Ibu harus menemui kriminalis kejam sendiri. Aku cemas.

Jung Joo: Jika melihat kejiwaan Kim Joo Hyung, bisakah Anda menganalisis perkataannya yang tidak logis?

Profesor Yoo: Ya. Itulah gunanya psikolog kriminal seperti aku.

Jung Joo: Anda juga sangat keren, saat menjadi hakim. Anda bisa membaca pikiran kriminalis juga.


Usai makan, Profesor Yoo menemui Kim Joo Hyung di selnya.


Ui Hyun berdua dengan seseorang di ruang sidang. Orang yang waktu itu masuk ke ruangan Ketua MA untuk menunjukkan video Jung Joo saat ia dan Ketua Hakim juga ada disana.

"Di sini sepi berkat ruang pengadilan 11. Sangat menyebalkan saat semuanya gaduh di sini. Kamu merasakannya, bukan? Kamu harus mengajak Hakim Lee Jung Joo makan malam. Tampaknya dia akan terhindar dari hukuman disiplin karena mengalihkan perhatian di sini, jadi, itu bagus. Kamu akan tetap di sini? Aku mau ke ruang pengadilan 11. Sampai nanti. Hampir lupa. Kamu sudah menghapus video Jang Soon Bok, bukan? Aku memercayaimu."


Lalu orang itu meninggalkan Ui Hyun sendiri yang sedari tadi tidak berkata apapun.


Sidang lanjutan Kim Joo Hyung digelar. Sebelum mulai Hakim Oh meminta semua botol minuman disingkirkan dari meja Hakim, pokoknya harus jauh dari jangkauan Jung Joo.



"Sebagai Hakim Ketua, saya akan memberi sambutan pembuka. Kami, para hakim, akan berusaha memastikan tidak ada lagi perbuatan melecehkan di persidangan dan menjunjung martabat persidangan. Terdakwa, jaga bicara Anda dan bersikaplah hormat."


Terdakwa menyela dan Hakim Oh memukul meja, "Terdakwa. Jangan melakukan apa pun tanpa alasan yang jelas. Setiap kata yang Anda ucapkan bisa membuat Anda dianggap bersalah atas penghinaan dan fitnah. Tolong ingat itu. Serta, bagi para hadirin, dilarang merekam apa pun di persidangan. Mari mulai."

Terdakwa berdiri, ia perlu ke kamar mandi.

"Duduk. Tidak ada kebocoran di sini."

Hakim kacamata membisiki Hakim Oh, "Maksudnya, dia harus buang air kecil."

Maka Hakim Oh pun mengijinkan Terdakwa dan meminta Petugas membawanya ke toilet.


Sebelum petugas menghampirinya, terdakwa mengawsi situasi dan melihat bahwa tidak ada yang memperhatikannya.


Lalu ia menarik seorang wanita dan menodongnya dengan piasu. Hakim Oh meminta Terdakwa untuk membuang pisau itu. Si wanita yang menjadi sandera juga meminta terdakwa tenang, tapi Terdakwa malah semakin erat memegangi wanita itu.

"Tolong jangan bunuh aku." Pinta wanita itu.


Hakim kacamata bertanya dengan gemetar, apa mau terdakwa. Terdakwa membentak, ia akan mengatakannya pada Jung Joo. Jadi, selain Jung Joo, harus keluar.

Hakim Oh: Tapi.. akulah Hakim Ketuanya, jadi, bicaralah denganku. Jangan bertindak gegabah! Ya?

Dan diam-diam Hakim Oh menyalakan CCTV. Hakim kacamata menyadari itu danmembantu Hakim Oh membujuk terdakwa.


Ujung pisau itu sudah mengenai leher wanita itu dan menyebabkan darah keluar. Akhirnya Jung Joo memutuskan,

"Aku akan tetap di sini! Semuanya, tolong keluar. Lepaskan dia. Aku akan tetap di sini."


Di luar, para Reporter berkumpul untuk menyiarkan perihal Jung Joo yang disandera Kim Joo Hyung.


Lalu Ketua MA datang. Reporter mengajukan pertanyaa-pertanyaan.

"Kenapa Hakim Lee Jung Joo yang dijadikan sandera?"
"Apakah berhubungan dengan video yang tersebar di internet? Tolong jelaskan."

Tapi Ketua MA tidak menjawabnya.


Di bandara, seorang wanita menyaksikan berita itu.


"Hakim Lee. Dengar baik-baik apa yang akan kukatakan. Aku akan memberi tahu apa keinginanku. Kamu tahu, aku sangat membenci ini. Aku ingin kamu mengurusnya untukku."

Maksud Terdakwa adalah Dokumen Kasusnya.


Lalu ia membuka dokumen kasusnya di halaman pengakuan tulisan tangannya. Ia ingin Jung Joo menghilangkannya.

"Kamu pikir menghilangkan ini akan menghapus tindak kriminalmu?"

"Kamu terus mengatakan aku melakukan kriminal, tapi yang kulakukan bukanlah tindakan kriminal."

"Itu tindakan kriminal. Tindakan kriminal paling tercela dan tidak termaafkan."

"Kamu sangat tegang. Aku sudah mengatakan berulang kali. Itu pendidikan seksual. Semua ini karenamu, meski aku tidak bersalah, jadi, aku ingin kamu sendiri yang menghilangkan ini. Orang yang memulainya harus menghancurkannya, agar aku bisa pergi dari sini dengan rasa bangga."

"Dengan rasa bangga? Setelah melakukan hal tercela kepada semua anak kecil itu?!"


Terdakwa tetap menyuruh Jung Joo untuk melakukannya, ia bahkan menyalakan korek api lalu menyodorkannya pada Jung Joo.

"Tidak baik, jika kamu membuatku sangat menyukaimu. Jangan bermian-main dengan hatiku." Terdakwa mematikan korek apinya lalu mengambil tangan Jung Joo untuk menggenggam korek itu, "Bakarlah semuanya."

Jung Joo menarik tangannya, "Tidak bisa. Aku tidak bisa membakar ini dan membebaskanmu."

Terdakwa marah, ia menyapu semua yang ada di meja dengan tangannya sampai semunya berantakan di lantai, "Kalau begitu, buka bajumu. Aku akan menunjukkannya langsung itu bukan pemerk*saan. Aku bisa mati tanpa rasa bersalah. Di ruang pengadilan yang sakral ini, aku akan mengadakan pendidikan seksual pertama kepada hakim wanita. Aku senang. Apa kamu diizinkan memberiku perasaan senang ini? Hakim Lee Jung Joo."


Terdakwa menarik jubah Jung Joo sampai kancingnya terbuka. Jung Joo ketakutan dan memegangi jubahnya erat-erat.

"Kamu pikir bisa lepas dari ini?"

"Sudah kubilang. Aku tidak akan menyesal jika mati. Aku bertanya sekali lagi. Kamu ingin melepas baju.. atau membakar dokumen itu?"


Keduanya sontak menoleh ke arah pintu dan muncullah Ui Hyun yang kemudian berjalan mendekati mereka.


Ui Hyun melanjutkan, "Kubilang buka! Hakim Lee Jung Joo."

1 komentar so far

Thanks recapnya��, kangen Ssong sunbae��

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon