Sunday, November 19, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 11 Part 1

Sinopsis Revolutionary Love Episode 11 Part 1

Sumber Gambar: tvN


Tim perencaan gempar karena kedatangan Ki Sub. Ki Sub dengan ramah memperkenalkan diri dan meminta semua menganggapnya sebagai yang temuda. Namun hanya Hyuk yang bertepuk tangan menyambutnya.


Lalu Je Hoon dan Joon menarik Hyuk ke atap.Joon Bertanya apa yang terjadi. Je Hoon melanjutkan, bagaimana seorang mantan petugas kebersihan bisa dikontrak setahun menjadi pegawai tim Perencanaan?

"Apakah kalian penasaran, kawanku?"


Hyuk memikirkan hadiah yang dijanjikan ayahnya, antara mobil mewah, rumah dengan pemandangan menawan, atau uang tunai.


"Namun, aku adalah Byun Hyuk, aku memutuskan untuk membuat perubahan, sama seperti namaku."


Karena itulah Hyuk menunjukkan resume Ki Sub, Mi Yeon dan Tae Kyung pada ayahnya untuk menempatkan mereka ke Tim Perencanaan.


Je Hoon bertanya, apa CEO mengizinkan itu? Hyuk dengan semangat membenarkan. Tapi Joon heran, kenapa hanya Ki Sub yang mendapat pekerjaan?


Jadi ceritanya CEO hanya bisa menerima satu. Hyuk protes karena itu gak adil. CEO Lalu bertanya, apa perusahaannya itu perusahaan amal? Tidak! Perusahaan hanya mempekerjakan siapa yang memiliki potensi.

Hyuk memaksa tapi CEO Byun malah melempar semua resume itu, lebih baik ia tidak mempekerjakan siapapun. Hyuk pun ketawa, meminta ayahnya melupakan kata-katanya tadi agar ayahnya tetap memasukkan Ki Sub ke Tim Perencanaan.


Hyuk bingung, bagaimana cara mengatakan pada ketiganya?


Mi Yeon pulang dan melihat sup masih utuh di meja makan. Ia akan ke kamar untuk meminta suaminya memakan itu, tapi kemudian mendapat pesan.


Sementara itu, Tae Kyung sedang menunggui ibunya yang koma di rumah sakit. Ia juga mendapat pesan.


Ki Sub makan ramyeon dan kimbab segitiga di minimarket. Ia tersenyum melihat foto anak dan istrinya di ponsel.


Saat perjalanan pulang, istrinya menelfon, menanyakan uang untuk les anak-anak. Ki Sub minta maaf karena uang sewa kamarnya naik bulan ini.

"Aku bahkan tidak mengharapkan tunjangn untuk mereka. Tapi setidaknya kau harus membayar uang les mereka."

"Aku akan mengirimkannya segera. Bisakah aku berbicara dengan Eun Ji di telepon?"

Lalu Eun Ji bicara, bertanya kapan ayahnya akan datang? Ki Sub berkata akan datang akhir pekan ini, tapi istrinya melarang, kirim saja uangnya. Lalu menutup telfon tanpa pamitan.


Ki Sub sampai di depan rumahnya dan ternyata Hyuk sudah menunggu di depan rumahnya.


Mereka kemudian minum bersama. Hyuk menyampaikan perihal pekerjaan itu. Bukan pekerjaan full time sih, hanya kontrak setahun, hanya bekerja tanpa pangkat, apa tidak apa-apa?

"Aku akan melakukannya, tentu saja aku akan melakukannya. Tapi... kita selalu bersama. Tidak apa-apa kah kalau aku masuk sendiri?"


Mi Yeon tidak masalah dan melarang Hyuk minta maaf. Mereka tahu Ki Sub jagonya dalam ranah marketing. Mereka mah tidak tahu apa-apa soal marketing. Mereka sungguh senang Ki Sub diterima.


Tae Kyung lalu mengajak mereka bersulang untuk merayakannya, untuk mengucapkan selamat pada Ki Sub. Ki Sub terharu dengan keloyalan teman-temannya.


Hyuk tersenyum lebar menceritakan semua itu, gimana? Ia agak keren kan? Je Hoon menjawab tidak. Byuk terkejut, ia sama sekali tidak keren kah? Je Hoon membenarkan.

"Kau sepertinya menipu diri sendiri, mengira dirimu melakukan sesuatu yang hebat--"

Namun Joon mendukung Hyuk, keren! bagus sekali!


Je Hoon bertanya, apa menurut Hyuk, ini semua tidak rasional? Joon menjdelaskan, hidup itu tidak harus selalu rasional. Lagi pula, gaya Hyuk memang tidak bisa bermain aman.

"Tentu saja! Sebuah perusahaan mempekerjakan kembali seseorang yang sudah pensiun. Itu bagus. Jika Kim Ahjusshi berhasil, maka bisa membuka jalan bagi orang lain." Kata Hyuk.

"Dengan pengalaman bertahun-tahun yang dimilikinya, aku yakin dia akan melakukan pekerjaan dengan baik." Imbuh Joon.


Je Hoon menjelaskan, Ki Sub itu sudah pensiun lebih dari lima tahun. Sudah lama sekali, jadi Ki Sub pasti kehilangan sentuhannya, lalu apa dia bisa melakukannya sekangan baik sekarang?

"Apakah kau benar-benar berpikir dia akan sangat senang bisa kembali?" Tanya Je Hoon, Hyuk tidak bisa menjawabnya.


Di ruangan, Hyuk melihat Ki Sub membagikan kopi ke yang lain supaya mereka baik padanya.


Hyuk membesikinya, tak perlu sampai berlebihan begitu. Ki Sub menyadari posisinya sebagai yang termuda jadi ia harus melakukan yang semestinya.


Kepala Yang membentak Hyuk karena tadi memanggil Ki Sub Ahjusshi, ia menyuruh Hyuk memanggil dengan benar. Ki Sub juga ikut memarahi Hyuk. Tapi Hyuk tidak terbiasa memanggil nama, jadi ia memutuskan memanggil Ki Sub junior, Kim Junior. 

Ki Sub setuju, ia juga akan memanggil Hyuk Senoir, Byun Senior. Mereka berdua cekikikan bersama. Yang lain cuma bisa geleng-geleng.


Hyuk tersenyum melihat Ki Sub sekarang mempunyai meja lagi untuk bekerja.


Nyonya Byun memilih baju, ia bahkan meminta pendaat Se Na. Nyonya Byun harus terlihat pintar kali ini. Se Na heran, siapa orang yang mau ibunya temui sampai heboh begitu?

"Ada pokoknya, seseorang yang mandiri dan cerdas." Jawab Nyonya Byun.


Ternyata yang ingin Nyonya Byun temui adalah Joon.


Nyonya Byun memanggil Joon tapi Joon tidak mendengar karena memakai earphone. Nyonya Byun terpaksa berteriak dan saat Joon mendengar kebetulan ada sepeda motor yang melintas ke arah Nyonya Byun. Joon langsung menariknya untuk melindunginya dari air yang menyiprat.


Pak Kwon khawatir, ia akan keluar tapi tidak jadi. Joon memaki orang yang mengendarai motor itu karena bisa saja mencelakai orang lain.


Nyonya Byun sangat kagum pada Joon. Joon kemudian menanyakan keadaanya, baik-baik kah? Nyonya Byun mengatakan kalau ia baik-baik saja berkat Joon, tapi.. Joon juga baik-baik saja kan?

"Yah.. bagitulah.." Jawab Joon.

Joon menyadari kalau pakaian Nyonya Byun kotor. Nyonya Byuk juga sedih karena butuh waktu lama untuk memelihnya. Joon lalu menawari Nyonya Byun ke rumahnya untuk mengeringkan baju. Nyonya Byun tentu saja senang.


Kebetulan, Ibu dengan berkunjung ke rumah Joon untuk membuat kimchi. Nyonya Byun sangat senang bertemu dengan Ibunya Joon. Ibu bertanya, siapa Nyonya Byun?

"Oh.. putraku tinggal di sini, di lantai dua." Jawab Nyonya Byun.

Ibu sangat terkejut, pemuda yang bekerja di Group Gangsoo itu ya? Nyonya Byun membenarkan. Joon langsung tahu kalau Nyonya Byun itu ibunya Hyuk.


Ibu sangat terkejut, pemuda yang bekerja di Group Gangsoo itu ya? Nyonya Byun membenarkan. Joon langsung tahu kalau Nyonya Byun itu ibunya Hyuk.

Sementara Ibu mengira Nyonya Hyun itu ibunya Je Hoon. Ibu memuji-muji Je Hoon yang tinggi, ganteng, dan pintar. Nyonya Byun masih tersenyum karena mengira ibu membahas Hyuk.

Ibu lalu menlanjutkan, Nyonya Byun pasti banga putranya menjadi Kepala Bagian diusia yang cukup muda. Nyonya Byun bingung, kepala bagian? Joon mencoba mengkode ibunya tapi ibunya enggap paham.

"Ibu, bukan Kwon Jae Hoon. Dia ibunya Hyuk." Bahasa isyarat Joon.

Ibu menasehati Nyonya Byun untuk mulai khawatir karena akhir-akhir ini ada pemuda yang menempeli Je Hoon seperti parasit.

"Parasit? Apa maksud Anda?"

Joon memegang tangan ibunya meminta ibunya menunggu sebentar, tapi ibu masih tidak paham.


Ibu: Oh Anda tidak tahu rupanya. Baru-baru ini seorang temannya menempelinya layaknya parasit. Namanya... aku pikir itu Hyuk. Benar kan, Joon? parasit itu adalah Byun Hyuk.


Nyonya Byun shock, putanya parasit? Kecoak gitu?


Joon memutuskan untuk mengajak Nyonya Byun masuk saja. Tapi Ibu masih belum selesai.

"Pastikan bahwa parasit itu membayar pengeluarannya karena Anda ada di sini. Sepertinya dia bahkan makan makanan putramu."

Joon juga tidak berhenti untuk mengkode ibunya untuk diam.


Di dalam, Joon minta maaf atas nama ibunya karena ibunya sama sekali tidak tahu. Nyonya Byun juga minta maaf karena tidak mengatakan siapa dirinya sejak awal. Nyonya Byun juga meminta Joon merahasiakan dari ibunya karena ibunya nanti bisa shock.

"Tapi, parasit.. sedikit mengejutkan."

Joon akan menelfon Hyuk untuk memastikan kapan pulangnya. Tapi Nyonya Byun melarang, ia kesana bukan untuk bertemu Hyuk.


Nyonya Byun mengaku, ia datang untuk bertemu Joon. Nyonya Byun tidak pandai basa-basi, jadi ia langsung bertanya apa hubungan Joon dengan Hyuk. Joon menjawab hanya teman tapi Nyinya Byun tidak percaya.

"Apa yang kalian berdua janjikan satu sama lain?"

"Kami benar-benar hanya berteman. Hyuk dan aku juga tidak saling berjanji."

"Kenapa tidak? Ada apa dengan Hyuk? Apakah dia bukan tipemu? Apa kerena kekurangan pendidikannya? Atau karena dia penyebab masalah?"

"Tidak, bukan begitu."

"Hei, dia mungkin sudah diselidiki oleh polisi, tapi dia tidak punya catatan kejahatan. Selain itu, ia mengalami peristiwa traumatis di SMA. Dia mengalami masalah setelah itu. Dia belajar dengan sangat baik sebelum itu. Dia sama sekali bukan parasit. Hyuk sama sekali tidak memiliki gambar seperti itu."

"Ya aku tau itu."

"Hah!! image apa yang telah dibuat Hyuk untuk dirinya sendiri? Serius, sangat menyebalkan."


Ki Sub selesai dengan pekerjaannya, lalu ia keliling untuk melihat pekerjaan teman-temannya. Ia berkomentar, kurang ini-itu. Temannya kesal, berkata akan mengatasinya sendiri dan menyuruhnya kembali ke mejanya.


Hyuk dan Je Hoon hanya mengawasi saja.


Kepala Yang masuk, memberitahu kalau mereka mendapat proyek baru dari departemen layanan makanan. Mereka harus membuat anggaran layanan makanan sekolah pekan ini. Anggaran mereka akan diajukan ke tender. Jadi mereka harus fokus.

Kepala Yang menugaskan Je Hoon untuk membuat draf kasar bersama Pak Kim dan Sang Eun juga sama.


Hyuk angkat tangan, haruskah ia dan Ki Sub membuatnya juga?

"Tidak usah. Kau selalu ikut campur dalam hal yang tidak kau ketahui."

"Benarkah?"

Je Hoon lalu menawari Ki Sub untuk mencobanya. Ki Sub sangat senang, ia berjanji akan melakukan yang terbaik. Hyuk memberi Je Hoon jempol.

Kepala Yang menyuruh Hyuk ikut dengannya. Hyuk berkata kalau ia ingin membuatnya juga. Kepala Yang mencibir, exel aja gak ngerti mau sok-soa-an. Ikut ia saja!


Kepala Yang ternyata membawa Hyuk menemui klien dan klien itu menyuap Kepala Yang. Hyuk tidak bisa apa-apa melihatnya.


Saat perjalanan pulang, Kepala Yang menjelaskan, mereka mengubah harga sesuai dengan kondisi, inilah daya tarik negosiasi. Tapi menurut Hyuk itu lebih seperti pemerasan daripada negosiasi. Kepala Yang menatapnya tajam, Hyuk lalu menjelaskan.

"Dari awal, margin memang akan dikurangi satu persen. Itu yang disebut kemampuan."

"Aku senang telah mencapai tujuanku, dan subkontraktor juga senang, berpikir dia berhasil membujukku. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Itu sama-sama menguntungkan."

"Ah.. Begitu, ya. Anda memang jagoan di Tim Perencanaan."

"Jagoan? Hahaha.. Jadi, kau mengetahuinya. Sebaiknya kau belajar banyak, selagi menjadi bawahanku. Aku tidak bilang begitu karena kau putra CEO, tapi jika kau menganggapku pembimbingmu, akan lebih mudah mengurus perusahaan nanti."

"Benarkah?"

"Aku akan menjadi pembimbing spesialmu, jadi, perhatikan dan pelajari."

Hyuk hanya mengangguk.


Nyonya Byun menyampaikan rasa irinya pada Pak Kwon yang pasti sudah membesarkan putranya dengan sangat baik. Pak Kwon enggak ngerti. Nyonya Byun melanjutkan, putra Pak Kwon tinggi dan tampan, juga pintar.

"Aku tidak membesarkannya seperti itu. Dia tumbuh seperti itu. Meskipun Je Hoon putraku, aku tidak berjasa apa pun." Jawab Pak Kwon.


Joon akan berangkat kerja dan melihat Hyik baru pulang. Hyuk sangat senang melihat Joon.


Hyuk bertanya, apa Joon mau menjadi supir penggangati? Hyuk sedih, ia harap Joon tidak melakukannya lagi. Hyuk lalu merangkul pinggang Joon, ia cemas Joon akan kecelakaan nanti.

"Kau minum?" Tanya Joon sambil membaui mulut Hyuk, ia langsung menjauh.

"Hanya sedikit." Jawab Hyuk.

Joon lalu mengatakan kalau tadi Ibunya Hyuk datang. Hyuk terkejut, ibunya? Ibunya?


Di rumah, Nyonya byun sedang makan kimchi pemberian Ibu Joon dan ia sangat menyukainya, sangat lezat.


Hyuk lalu menelfon, bertanya apa benar ibunya datang untuk bertemu Joon. Nyonya Byun membenarkan.

"Ibu seharusnya bilang kepadaku sebelum menemuinya. Bagaimana bisa Ibu menemuinya begitu saja? Aku kaget mendengarnya."


Lalu Hyuk agak menjauh dari Joon. Hyuk menanyakan pendapat ibunya soal Joon, Joon luar biasa, bukan?

"Ibu sudah tahu dia baik, tapi.."

"Kenapa? Ibu tidak menyukainya?"

"Setelah menemuinya langsung, dia sungguh luar biasa. Dia hebat."

"Benar, bukan? Sudah kuduga Ibu akan menyukainya."

"Tapi Hyuk-ah, ibu rasa kau harus berhati-hati."

"Terhadap apa?"

"Tampaknya ibunya Joon menyukai Je Hoon."

"Apa? Ibunya Joon?"


Joon lalu mendekat, ibunya? Kenapa? Ada apa dengan ibunya?

"Kata ibuku, kimchi buatan ibumu sangat enak. Ibuku berterima kasih." Jawab Hyuk lalu menutup telfon.

"Ibunya Joon sangat menyukai Je Hoon? Begitu, ya." Batin Hyuk.


Je Hoon masuk ke ruangan dan ternyata Ki Sub masih ada di sana, lembur sambil makan malam.


Ki Sub langsung meminta Je Hoon melihat anggaran yang sudah disusunnya. Je Hoon berkomentar kalau biayanya terlalu tinggi, harus dikurangi.

"Ini untuk anak-anak. Sebaiknya sediakan makanan organik meskipun harganya lebih mahal."

"Semua orang tahu makanan organik bagus. Yang penting kita berhasil mendapatkan kontrak atau tidak, bukan?"

"Ya, itu yang penting."

"Buat anggaran yang baru."

"Baik."


Je Hoon mengingatkan, Ki Sub disana membawa nama Hyuk, Ki Sub pasti tahu itu kan? Jadi KiSub harus membuktikan bahwa dirinya memang pantas berada di sana.

"Jika tidak, bukan hanya Kim Ki Sub-Ssi, tapi Hyuk juga akan terkena masalah."


Cheol Min keluar dari rumahnya lalu menuju rumah Yeon Hee. Ia akan memencet bel tapi tidak jadi dan kembali ke rumahnya lagi.


Di dalam, Yeon Hee sedang menghapus make-up-nya siap-siap untuk tidur dan ia teringat saat Je Hoon membantunya mengeluarkan sepatu dari tutup lubang sluran air, ia senyum-senyum sendiri. 


Cheol Min akhirnya membunyikan bel, ia membawa kue beras. Tradisi tetangga baru di korea adalah memberi kue beras. Yeon Hee heran, malam-malam begini? Cheol Min mengangguk.


Cheol Min ternyata memberi Joon juga. Joon merasa aneh, karena Cheo Min bukan lagi tetangga baru mereka. Cheol Min celingukan melihat ke dalam.

"Jadi, lotengnya seperti ini." Komentar Cheol Min.

"Apa?"

"Apa hubunganmu dengan pria yang ada di lantai dua? Sejak kapan kau mengenal mereka?"

"Apa yang kau lakukan?"

Cheol Min sadar sudah kelewatan, ia begitu karena saking terbiasa dengan pekerjaannya. Joon maklum dan berterimakasih atas kue berasnya, lalu masuk.


Hyuk berkata kalau ia iri pada Je Hoon yang tinggi, tampan dan pandai.

"Apa maksudmu?" Tanya Je Hoon

"Sejak kapan ibu Joon menyukaimu?"

"Apa maksudmu?"


Lalu ada yang membunyikan bel. Hyuk mengira itu Joon dan bergeas membuka pintu, tapi yang datang adalah Cheol Min yang membawa kue beras.

Cheol Min tanpa disuruh langsung masuk saja.


Cheol Min mengagumi rumah Je Hoon yang luas, menggunakan satu lantai sekaligus. Ia bertanya, apa Je Hoon membelinya? Atau menyewanya? Apa Je Hoon membayar sewa bulanan?

"Sewa bulanannya pasti mahal. Sejak kapan kalian tinggal bersama? Pasti sejak insiden itu, bukan?"

"Apa ini hanya perasaanku? Aku merasa sedang diinterogasi." Kata Hyuk.

"Maafkan aku. Ini menjadi kebiasaan karena pekerjaanku."


Je Hoon meminta Cheol Min jujur, kenapa Cheol Min pindah ke gedung apartemen mereka.

"Aku harus mempunyai alasan? Aku pindah karena menyukai tempat ini."

"Maksudmu ini hanya kebetulan?"

"Kau pasti tidak nyaman aku menjadi tetanggamu."

"Sejujurnya, ini agak menggangguku."

"Kenapa mengganggumu? Kau merasa bersalah soal sesuatu?"

"Tidak."

"Syukurlah."

Hyuk mencoba kue beras pemberian Cheol Min dan rasanya sangat enak. Cheol Min mengatakan kalau itu kue beras dari toko bibinya yang sudah buka sejak 30 tahun lalu.

Je Hoon: Sebaiknya kau pergi jika urusanmu sudah selesai.

Cheol Min: Baiklah. Sampai jumpa. Aku lupa. kau tahu, aku naik pangkat setelah menangkap buronan baru-baru ini. Aku bisa pindah ke departemen mana pun setelah promosi. Jadi, aku pindah ke Tim Investigasi Kejahatan Ekonomi. Ingat itu. Sampai jumpa.

Hyuk: Itu pasti tim hebat. Tim Investigasi Kejahatan Ekonomi? Apa tugas mereka?

Je Hoon: Kau tidak perlu mengetahuinya. Makan saja kue beras itu.

Je Hoon terlihat berpikir.


Ki Sub bekerja sangat keras sampai mimisan. Tae Kyung diam-diam melihatnya.


Tae Kyung kemudian melapor pada Hyuk.

"Saat aku hendak membersihkan toilet, dia sedang menyumbat hidungnya. Dia pasti bekerja sampai larut. Dia mimisan pada pagi hari. Dia pasti kelelahan."


Walaupun lelah, tapi saat melihat foto keluarganya, Ki Sub tersenyum, kembali semangat.


Lalu Ki Sub memberikan anggaran barunya pada Je Hoon. Je Hoon merasa Ki Sub mencandainya karena itu tidak banyak berubah dari yang kemarin.

"Kita masih membicarakannya dengan pemasok." Jelas Ki Sub.

"Apa gunanya membicarakan ini jika anggarannya salah? Bapak tidak akan bisa mengurangi harga barang."

"Tapi ini untuk kantin sekolah tempat anak-anak makan."

"Ulangi lagi."

Je Hoon langsung keluar. Ki Sub menghela nafas, lalu Hyuk mengikuti Je Hoon.


Hyuk memanggil Je Hoon sama seperti saat mereka di rumah. Je Hoon menegur untuk memanggil dengan benar.

"Pak Kwon. Bukankah kau terlalu keras kepada Junior Kim?"

"Keras? Apa maksudmu?"

"Junior Kim mengerjakannya semalaman. Kau tidak lihat dia berusaha keras untuk mengurangi harga?"

"Bukan hanya dia yang mengerjakannya semalaman. Hampir semua anggota tim perencanaan bekerja semalaman. Dia harus diperlakukan khusus karena kau yang memasukkannya?"

"Bukankah kau terlalu menghakimi dia? Dia pegawai berpengalaman."

"Lalu kenapa jika dia berpengalaman? Dia idealis yang tidak bisa melihat kenyataan. Orang-orang seperti dia tidak bisa mencapai apa pun. Karena itu dia mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya. kau mengetahuinya?"

"Lalu.. Orang idealis selalu terbelakang? Mereka bukan barang bekas. Kau tidak boleh memperlakukan orang seperti barang sekali pakai. Seperti ayahnya Joon."

"Kebangkitan pensiunan. Itu yang ingin kau tunjukkan kepada Joon? Jika begitu, bangunlah dari mimpimu. Perusahaan bukanlah organisasi seperti itu. Terutama Grup Gangsoo milik CEO Byun. Perusahaan ini tidak begitu."


Ki Sub menghubungi pemasok untuk menegosiasikan harga. Tapi telfonnya malah ditutup. Ki Sub mencoba menghubungi pemasok yang lain dan mereka melakukannya hal sama.


Joon, Mi Yeon dan tae Kyung lalu bergabung bersamanya. Joon bertanya, bagaimana pekerjaan Ki Sub hari ini?

Ki Sub: Aku masih harus menyesuaikan.

Tae Kyung melihat anggaran yang Ki Sub bawa. Ia menemukan masalahnya, karena harga ini terlalu mahal dalam lembar anggaran.

Ki Sub: Aku ingin memilih bahan yang paling berkualitas karena anak-anak yang akan memakannya.

Mi Yeon: Kau tidak bisa menegosiasikan harga via telepon. Kau harus membicarakannya langsung.

Ki Sub: Pemasoknya ada banyak. Sulit melakukannya sendirian.

Joon: Ahjusshi tidak sendirian.

Mi Yeon: Kau mau ke mana akhir pekan ini? Bagaimana jika kita menikmati udara pedesaan?

Joon: Kedengarannya bagus.


Tae Kyung: Aku sibuk, jadi, aku ikut.

1 komentar so far

Semakin penasaran kak...
Tetep semangat ya kak...
Di tunggu part selanjutnya
Kamsahamnida😘😘

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon