Monday, November 20, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 11 Part 2

Sinopsis Revolutionary Love Episode 11 Part 2

Sumber Gambar: tvN


Kepala Yang mengajak Hyuk menemui klien lagi dan kali ini klien mereka adalah Presdir Min. Kepala Yang mengatakan, kalau kali ini lancar, mereka akan bisa mengurangi harganya karena Presdir Min adalah pemasok makanan.

Hyuk terkejut melihat Presdir Min. Ia bertanya pada Kepala Yang, apa yang terjadi ini?

"Dia perwakilan pemasok makanan. Ada masalah?"

"Ya, ada yang tidak beres." Batin Hyuk.

Presdir Min mengajak Hyuk melupakan masalah yang dahulu. Ia tidak dendam kok pada Hyuk, jadi mari nikmati malam ini.


Presdir Min menuangkan minuman untuk Kepala Yang dan untuk Hyuk juga.Hyuk tidak bisa tenang, ia merasa ada yang sangat salah.


Je Hoon selesai bekerja, ia menoleh ke arah meja Kii Sub dan sudah kosong, ia melihat jam tangannya, sudah jam 11 lebih.


Joon pulang dan di depan rumah Je Hoon ia melihat Hyuk yang sedang mabuk. Hyuk senang melihat Joon, ia akan memeluknya tapi Joon mendoronganya menjauh.

"Kau minum lagi?"

"Ya."

"Jika mempekerjakan Kim-ssi Ahjusshi di tim itu, kau harus bertanggung jawab dan membantu pekerjaannya. Bisa-bisanya kau malah minum."

"Tapi Joon-ah, mereka bilang ini juga bekerja."

"Siapa yang bilang begitu?"

"Kepala Yang. Karena itu aku melakukan yang terbaik untuk mempelajari cara Pangan Gangsoo menjalankan bisnisnya."

Joon lalu menyuruh Hyuk masuk dan tidur karena tampak lelah.


Hyuk akan mencium Joon lagi tapi Joon menghindar dan buru-buru naik ke atas.

"Joon-ah, aku merindukanmu seharian. Kurasa kau tidak merindukanku."


Joon berhenti disamping rumah Cheol Min, ia mati-matian menahan perasaannya.


Je Hoon mengingatkan Ki Sub kalau tenggatnya besok, bagaimana kemajuan anggaran Ki Sub?

"Menurutku kita bisa mengurangi harga sebesar lima persen untuk makanan organik."

"Bapak masih bersikeras menggunakan makanan organik?"

"Itu tren layanan makanan sekolah belakangan ini. Jadi, jika Pangan Gangsoo membuat makanan siap saji mengikuti tren, kemungkinan besar.."

"Hentikan! Jangan berfokus pada kegagalan. Buat daftar dengan produk normal dan hitung anggarannya."

"Tapi Pak Kwon.."

"Lakukan sesuai perintahku!"


Di luar, ia melihat Joon ketisuran di bangku taman. Joon terbangun dan melihat Je Hoon berdiri disisi bangku. Joon bertanya, kapan Je Hoon tiba disana?

"Yaa, kenapa kau tidur di sini?"

Joon menguap, "Aku sangat lelah."

"Jika lelah, seharusnya kau ke ruang santai."


Je Hoon lalu pergi. Joon bergumam, tidak mengerti kenapa Je Hoon kesal begitu. Tapi ia senang karena tidurnya nyenyak.


Kepala Yang kembali mengajak Hyuk menemui kalien yang ternyata Presdir Min. Hyuk tidak mengerti, bukannya kemarin malam mereka sudah bernegosiasi dengan Presdir Min.

"Kemarin soal bahan. Hari ini soal wadahnya." Jelas Presdir Min.


Kepala Yang kemudian mengajak mereka duduk, selanjutnya ia menjelaskan pada Hyuk kalau Presdir Min juga mempunyai perusahaan subkontraktor wadah makanan.

"Anda punya berapa perusahaan?" Tanya Hyuk.

"Tidak banyak. Aku mempunyai perusahaan bahan makanan dan wadah makanan. Aku juga mempunyai perusahaan kemasan makanan." Jelas Presdir Min.

"Karena itu aku harus berbicara dengannya. Jika ada dia, bahkan urusan anggaran layanan makanan sekolah ini bisa diselesaikan sekaligus." Jelas Kepala Yang.

Batin Hyuk: Ini memang aneh. Kini sangat aneh.


Je Hoon kembali dan tidak menemukan Ki Sub di mejanya. Ia bertanya pada karyawan yang lain. Wanita itu menjelaskan bahwa Ki Sub sedang keluar untuk bernegosiasi dengan subkontraktor.

"Secara langsung?"


Ki Sub bersama Joon mendatangi peternak untuk membujuk agar mau menurunkan harga.

"Astaga, jika begitu, bagaimana aku bisa mendapatkan untung?"

"Jika terus bekerja dengan kami, suatu saat aku akan membalasnya."

"Bagaimana aku bisa mendapat untung? Pergilah. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Pergilah."


Sementara itu, Tae Kyung dan Min Yeon mendatangi petani sayuran.


Mi Yeon memberi kabar pada Joon kalau disana lancar, bagaimana dengan Joon?

"Tidak berhasil. Tidak, aku memutuskan untuk pergi ke peternakan ayam. Kim-ssi Ahjusshi bersikeras bernegosiasi dengan pemilik peternakan babi."

"Astaga, kau akan amat kesulitan."

"Tidak, ini bukan apa-apa. Aku baik-baik saja."


Je Hoon membawa minuman, tapi ia sembunyikan. Ia menemui Kepala Pekerja untuk menanyakan Joon. Kepala bilang Joon, Mi Yeon dan Tae Kyung ijin pulang cepat.

"Pasti ada sesuatu. Mereka bertukar jadwal dengan tim sore dan pulang lebih cepat." Lanjut Kepala Pekerja.


Tae Kyung dan Mi Yeon berhasil. Tae Kyung mengubungi Ki Sub dan Ki SUb juga sudah berhasil.

Mi Yeon menghubungi Joon tapi tidak diangkat.


Joon sedang di halte untuk menunggu bis, ponselnya kehabisan baterai. Hari sudah sangat larut dan ia kedinginan pula, tapi bis nya tidak kunjung datang.


Lalu ia masuk ke toko di belakang halte untuk bertanya kenapa bisnya belum datang juga. Nenek penjaga mengatakan kalau jadwalnya berubah, bis berangkat lebih awal jika musim dingin. Jadi Joon ketinggalan bis terakhir.


Joon kemudian meminjam ponsel nenek, ia menelfon Hyuk tapi Hyuk tidak dengar karena ia sedang di karaoke yang sangat berisik.


Joon tidak punya pilihan lain, ia menghubungi Je Hoon.


Joon menunggu Je Hoon di halte, ia kedinginan banget. Je Hoon juga berusaha ngebut, ia kelihatan khawatir sekali.


Sampai disana Je Hoon melihat Joon jongkok dan menyembunyikan tubuhnya di dalam mantel. Ia agak lega sudah melihat Joon.


Je Hoon lalu keluar dan Joon mendekatinya. Joon minta maaf, tapi mengucapkan terimakasih karena Je Hoon sudah mau datang.

"Di luar dingin. Masuklah."

Joon menempelkan tubuhnya di mobil bagian depan, ia butuh kehangatan sebelum masuk mobil.


Joon cerita, ia tidak tahu jadwal busnya sudah berubah, pemilik tokonya harus pergi, dan baterai ponselnya habis.

"Kau sungguh harus membantunya seperti ini?"

"Itu.. Kim-ssi Ahjusshi bilang anak-anak yang kaya dan miskin memakan makanan sekolah yang sama. Karena itu dia ingin menyediakan makanan terbaik. Dia pikir, dengan begitu dia bisa membanggakan anak-anaknya."

"Tidak akan mudah untuk bisa dipilih."

"Kwon Je Hoon, pikirmu apa yang dibuat perusahaanmu? Ini bukan barang, tapi makanan. Jangan hanya memikirkan harga. Bukankah kau harus melihatnya secara berbeda dari yang biasanya kau lakukan? Kim-ssi Ahjusshi ingin membantumu membujuk Kepala Yang. Karena itu semua orang berusaha amat keras."


Joon lalu mengajak Je Hoon segera berangkat. Je Hoon menyalakan mobilnya tapi tidak bisa, mobilnya mogok.


Hyuk menuju rumah Joon sambil membawa minuman, niatnya untuk mengajak Joon minum tapi rumahnya kosong. Hyuk berpikir Joon sudah berangkat menjadi supir pengganti.


Hyuk masuk ke rumah Je Hoon dan Je Hoon juga tidak ada. Ki Sub kemudian menelfon memberitahu kalau Joon tidak bisa dihubungi.


Hyuk panik, ia langsung menelfon Je Hoon. Je Hoon memberitahu kalau ia dan Joon sedang bersama sekarang.

"Jadi, kau dan Joon.. Apa? kau bersama dia?"

"Ya. Dia bersamaku. Kami mungkin akan pulang sangat larut."

"Kalian akan sangat larut? Kenapa? Kalian di mana?"

"Kau tidak perlu tahu. Jangan menunggu kami, tidurlah."

Setelah menutup telfon, mobil bengkel datang.


Hyuk membayangkan yang tidak-tidak saat menafsirkan penjelasan Je Hoon tadi. Hyuk teriak panik, TIDAKKKK! umohon jangan! Apa yang baru saja kubayangkan? Ini gila.


Lalu ia ingat, mereka adalah Je Hoon dan Joo, maka kejadian seperti yang ia bayangkan tidak mungkn terjadi.


Hyuk akan tidur, tapi tiba-tiba ia teringat kata-kata ibunya.

"Hyuk, sadarlah. Ibunya Joon sangat menyukainya karena dia tinggi, tampan, dan pintar. Kau tidak boleh lengah jika berkaitan dengan Je Hoon. Berpikirlah dengan benar!"


Hyuk terbangun lagi, pikirannya tidak tenang.

"Tidak. Bedebah tinggi dan tampan itu. Aku harus bagaimana sekarang? Apa yang harus kulakukan? Tidak."



Mobil Je Hoon sudah selesai diperbaiki. Saat ia masuk mobil, Joon sudah tidur ternyata.

Kilas Balik..


Jadi tadi Je Hoon duduk disamping Joon dan Joon tak sengaja merebahkan kepalanya di pundak Je Hoon. Je Hoon bahkan menahan kepala Joon yang akan jatuh.


Mereka berposisi seperti itu cukup lama. Tapi kemudian Je Hoon berdiri karena menyadari orang-orang melewati mereka.

Kilas Balik selesai..


Je Hoon memakaikan mantelnya untuk menyelimuti Joon dan Je Hoon memperhatikan wajah Joon lama. 

"Apa yang kulakukan kepada orang yang sedang tidur?" Gumamnya lalu mulai menjalankan mobil.


Hyuk mondar mandir di luar menunggu keduanya pulang, ia khawatir keduanya tidak pulang malam ini.

"Tidak. Jangan berpikir begitu.. Mereka hanya pulang larut. Mereka hanya larut. Mereka hanya pulang larut. Hanya.."


Yeon Hee pulang, ia heran melihat Hyuk di luar malam-malam, dingin pula. Hyuk bilang tidak ada apa-apa. Yeon Hee pun berjalan masuk, lalu Hyuk mengatakan kalau Joon dan Je Hoon..

"Apa? Ada apa dengan Je Hoon-ssi?"

Hyuk menggunakan bahasa isyarat. Yeon Hee jelas bingung dong, ia gak ngerti tapi penasaran. Cheol Min turun dan melihat keduanya.

"Gunakan kata-kata."

Tapi Hyuk masih menggunakan bahasa tubuh.


Saat melihat Joon tidur, Je Hoon terus ingat kata-kata Joon tadi.

"Kwon Je Hoon, pikirmu apa yang dibuat perusahaanmu? Ini bukan barang, tapi makanan. Jangan hanya memikirkan harga. Bukankah kau harus melihatnya secara berbeda. Coba pikirkanlah!"


Je Hoon diam-diam tersenyum.


Jadi, Hyuk dan Yeon Hee menunggu di depan rumah Joon sampai matahri terbait. Mereka kedinginan banget tuh. Lalu Cheol Min datang untuk membawakan minuman hangat, tapi cuma untuk Yeon Hee seorang.

Hyuk tanya, untuknya mana?

"Maaf, aku hanya menyiapkan satu gelas."


Cheol Min lalu pamit turun dan bertepatan dengan itu Joon pulang.

"Sedang apa kalian di sini pagi-pagi begini?" Tanya Joon heran.

"Joon-ah, sesuatu terjadi kepadamu?" Tanya Hyuk.

"Apa maksudmu?"

Yeon Hee langsung menarik Joon masuk ke dalam, ia mau bicara.

Hyuk juga langsung turun, mau bicara pada Je Hoon. Cheol Min hanya mengawasi tingkah mereka.


Yeon Hee bertanya, apa yang terjadi? Bagaimana Joon bisa bersama Je Hoon sampai pagi?

"Mobilnya rusak dalam perjalanan pulang, jadi, harus diperbaiki. Je Hoon sangat kesulitan karena aku."

"Sungguh begitu?"

"Apa yang kau bayangkan? Kwon Je Hoon dan aku hanya teman."


Hyuk juga mengonfirmasi pada Je Hoon.

"Benar, bukan? Kalian hanya teman. Apa yang mungkin terjadi?"

"Berpikirlah sesukau."

"Apa? Tidak-tidak, aku tidak mau membayangkan apa pun. Aku tidak akan membayangkan apa pun."

"Bukankah kau harus bekerja?"

Je Hoon ketawa lebar. Hyuk bingung, kenapa ekspresi Je Hoon bagitu?


Di kantor, Je Hoon langsung memeriksa anggaran Ki Sub.

"Maaf. Aku berusaha keras mengurangi harganya, tapi.."

"Sudah cukup."

"Apa?"


Je Hoon menyerahkan anggaran itu pada Kepala Yang. Hyuk, Ki Sub dan Joon melihat dari jauh.

Kepala Yang: Pak Kwon, kau sungguh ingin aku menyerahkan ini?

Je Hoon: Jika Anda tidak mau, aku yang akan menyerahkannya sendiri.

Kepala Yang: Apa? Lupakan soal yang lain. Tapi bagaimana kita bisa mengurangi margin sebesar satu persen? Itu konyol. Sudah cukup. Biar Presdir Kim yang melakukannya. Jangan menangani proyek ini lagi.

Je Hoon: Kenapa? Anda tidak yakin?

Kepala Yang: Apa? Dasar berandal. Apa maksudmu? Kau sangat yakin ingin menyerahkan lembar anggaran seperti ini?

Je Hoon: Entah diterima atau tidak, aku ingin menunjukkan bahwa ini merupakan pilihan. Pada akhirnya, para atasan yang akan memutuskannya.

Kepala Yang: Baik, terserah kau saja.

Je Hoon: Baiklah.

Je Hoon lalu membawanya ke Direktur Seol.


Jadi Je Hoon dan Kepala Yang sama-sama menyerahkan anggaran mereka. Direktur Seol memilih milik Kepala Yang.

"Maafkan aku. Anda pasti bingung karena kami menyerahkan dua sekaligus." Kata Kepala Yang dan akan mengambil miliknya.


Tapi Direktur Seol bilang bukan milik Kepala Yang yang ia pilih.

"Pak Kwon. Aku memutuskan untuk menjalankan buatanmu. Meskipun margin perusahaan berkurang, menurutku ini akan menguntungkan perusahaan untuk jangka panjang. Ini ide segar yang sesuai dengan tren. Kerja bagus. Kenapa kau tidak mengambilnya?"

"Anggaran ini.. dibuat oleh orang lain."


Kepala Yang langsung memanggil Ki Sub setelah keluar dari ruangan Direktur Seol.

"Mereka memutuskan untuk mengikuti anggaranmu. Lanjutkan pekerjaanmu." Kata Kepala Yang sambil menyerahkan anggaran Ki Sub.

Ki SUb sangat berterimakasih pada Je Hoon.


Joon dan yang lain jingkrak-jingkrak gembira.


Je Hoon tersenyum pada Joon.


Hyuk juga tersenyum pada Je Hoon.


Je Hoon mengajak Hyuk bicara di atap, ia bertanya apa yang Hyuk rencanakan dengan memasukkan Ki Sub ke Tim Perencanaan. Ia sangat penasaran, jadi Hyuk katakan saja.

"Aku hanya ingin mengetahui apakah ini mungkin. Aku ingin tahu apakah bisa merencanakannya."

"Apa yang ingin kau rencanakan?"

"Dunia tempatmu bisa menang."


Ki Sub menelfon istrinya.

"Kenapa kau tiba-tiba mengirimiku uang?"

"Aku sudah mendapatkan pekerjaan. Aku bekerja di Tim Perencanaan Pangan Gangsoo. Aku bukan pegawai tetap, hanya pegawai kontrak yang dipekerjakan berdasarkan pengalaman."

"Ayah tidak bekerja di konstruksi lagi?" Tanya sulung.

"Tentu saja tidak. Kini Ayah bekerja di kantor."

"Ayah, kini aku bisa les matematika?" Tanya si sulung.
"Aku ingin les piano." tanya si bungsu.

"Tentu saja, kau boleh melakukan apa pun keinginanmu. Ayah akan membiarkanmu melakukan apa pun keinginanmu."


Joon juga ikut senang melihat Ki Sub.

Narasi Hyuk: Serta dunia tempat orang-orang seperti Kim-ssi Ahjusshi dan Joon bisa menang.


Presdir Min menyetor foto pada Woo Sung. Foto saat Hyuk menerima uang suap.


Je Hoon bertanya, apa menurut Hyuk itu mungkin?

"Mungkin saja." Jawab Hyuk sambil tersenyum.

5 komentar

Cerita yang menarik... Dalangnya kakaknya hyuk,, Gak mau di gantikan posisinya.. Yang bikin beda dri drama lain. Ortunya hyuk unik, gak mentingin status sosial

Semangat kak...
Ditunggu part selanjutnya

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon