Monday, November 20, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 12 Part 1

Sinopsis Revolutionary Love Episode 12 Part 1

Sumber Gambar: tvN


Woo Sung menunjukkan foto Hyuk yang menerima suap itu pada CEO Byun, paman dan bibi. Woo Sung mejelaskan, klien tidak akan menganggap Hyuk sebagai intern belaka tapi juga sebagai putra CEO dan tampaknya Hyuk meminta banyak.


Bibi: Astaga, Oppa. Kau seharusnya memberinya gaji yang layak. Dia bisa menghabiskan puluhan juta won sehari. Bagaimana bisa hidup dari gaji seorang pemagang sebesar 1,5 juta won?

Paman: Aish.. Kenapa dia tidak mendatangi aku jika dia butuh uang?


Woo Sung: Ini tidak boleh dianggap enteng, Ayah. Hal-hal yang dianggap tradisi di masa lalu sekarang menjadi masalah.

Paman menduga masalah Presdir Jang juga ada suap-menyuap juga. Bibi takut, bagaimana kalau penghargaan dari Presiden akan ditarik kembali jika Presdir Jang buka mulut?

CEO Byun langsung melempar foto itu dan memanggil Sekretarisnya, menyuruh untuk memanggil Hyuk.


Hyuk sangat terkejut melihat foto-foto itu. CEO Byun mengingatkan, harusnya Hyuk lebih pintar jika mau menerima suap (jangan sampai ketahuan). Hyuk membantah tegas kalau itu tidak benar. Ia memang menemui mereka karena diutus, tapi ia tidak menerima apapun.


CEO byun maklum, jika Hyuk bekerja di perusahaan hal seperti ini umum terjadi. Tapi, orang sudah mulai saling membicarakannya.

"Kau pernah mengalami skandal pesawat terbang itu belum lama ini. Bayangkan jika ini bocor juga! Maka nama baikmu akan hancur seketika. Berhentilah sebentar sampai keadaan tenang, pergi saja.. ke tempat yang tenang."

"Kenapa harus aku? Ini tidak benar, Ayah!"

Woo Sung menyuruh Hyuk berhenti membuat alasan. Harusnya bersyukur karena kemurahan Ayah mereka.


Hyuk jujur, ia lebih suka ayahnya melakukan penyelidikan menyeluruh. Jika dalam penyelidikan itu ia terbukti menerima suap, ia akan dengan lapang dada menerima hukumannya.

"Tapi, aku benar-benar tidak melakukannya. Aku dijebak."

"Dijebak?"

"Ya, Ayah! Aku tidak tahu siapa atau mengapa mereka menjebakku. Jadi aku harus menemukan dan mengungkapkannya.

Kalau memang benar begitu, CEO Byun menyuruh Hyuk membawa bukti padanya. Woo Sung ingin protes tapi CEO tetap pada keputusannya, ia memberi Hyuk waktu 3 hari, atau Hyuk akan dipecat. Hyuk mengerti.

Hyuk tahu pasti semua itu adalah akal-akalan kakaknya karea setelah bicara dengan ayahnya, ia menatap kakaknya tajam.


Hyuk cerita pada Joon dan Je Hoon. Je Hoon tak menyangka Hyuk menerima suap juga? Hyuk membantahnya, ia beneran tidak menerima apapun. Joon mengingatkan, katanya Hyuk difoto saat menerima amplop?

"Karena itulah aku jadi gila di sini, Joon-ah. Siapa yang mengambil gambar itu dan mengapa aku di sana? Wah.. Ayahku hanya memberi waktu 3 hari untuk membuktikannya. Apa yang harus kulakukan, Joon-ah? Apa yang harus aku lakukan, Jae Hoon-ah?"


Je Hoon bertanya, darimana asal gambar itu? Hyuk tidak tahu tapi yang pasti hanya ia yang ada di foto itu, tidak ada yang lain.

"Tetap saja, pasti ada satu atau dua orang yang bisa kau pikirkan."

"Mungkin.. itu adalah Presdir Min."

Joon dan Je Hoon jelas terkejut, Presdir Min yang itu? Hyuk membenarkan dan menjelaskan kalau ternyata CEO Min memiliki perusahaan pemasok produk makanan, wadah makanan dan kemasan.

Joon bertanya, apa Kepala yang juga bersama Hyuk saat itu? Hyuk membenarkan, malahan Kepala Yang yang menerima semua amplop itu. Joon harus melihat fotonya, dimana itu?

"Di ruangan ayah." Jawab Hyuk.

Joon mengerti, ia akan melijat foto itu bagaimanapun caranya. Sekarang Hyuk harus menemui Kepala Yang untuk memintanya bersaksi. Hyuk mengerti, ia akan membujuk Kepala Yang. Je Hoon disini satu-satunya yang tidak setuju, ia hanya menghela nafas melihat keduanya mulai bergerak.


Joon meminta bantuan Tae Kyung untuk masuk ke ruangan CEO Byun dan mencari foto itu.


Sementara Hyuk membujuk Kepala Yang, waktu mereka minum dengan CEO Byuk, ia tidak menerima amplop kan? Kepala Yang kaget, kenapa Hyuk menyinggung soal amplop segala?

"Anda yang mengambil amplopnya. Bisakah Anda menemui CEO dan bersaksi begitu untukku?"

"Apa yang kau bicarakan? kau gila."

Kepala Yang pergi meninggalkan Hyuk. Tapi Hyuk tidak menyerah, amplop! Amplop!


Tae Kyung berhasil menemukan foto itu, ia memotretnya lalu mengirimnya pada Joon.


Hyuk terus membujuk, ia sangat mabuk hari itu jadi tidak ingat apapun. Tapi satu yang ia ingat adalah Kepala Yang yang menerima semua amplop itu.

"Hei, sebaiknya kau diam! Sekali lagi kau membahas ini, aku tidak akan diam. Aku akan mengatakan pada CEO bahwa kau juga menerima amplop."

"Apa?"

Kepala Yang menyuruh Hyuk berhenti mengganggunya. Takut yang lain dengar.


Je Hoon kebetulan melihat mereka dari jauh. Namun ia hanya melihatnya saja. Hyuk masih terus mencoba membujuk Kepala Yang.


Joon menunggu Tae Kyung mengirim foto itu. Akhirnya ia menerimanya, lalu dikejutkan dengan kedatangan Je Hoon. 


Je Hoon melarang Joon terlibat dalam masalah ini. Joon tidak bisa, ia tidak tega melihat Hyuk difitnah begitu. Je Hoon mengingatkan, bisa saja Hyuk beneran mengambil uang itu.

"Hyuk bilang tidak."

"Bagaimana kau bisa mempercayainya?"

"kau tidak percaya? Dia akan melawan Presdir Min. kau dan aku sama-sama tahu siapa yang mendukung Presdir Min. Bukankah gambaran itu jelas bagimu?"


Je Hoon membenarkan, ini adalah pertarungan keluarga Hyuk, pertempuran antara Hyuk dan kakaknya. Joon menambahi, tapi kakak Hyuk menggunakan cara kotor, bahkan menjebak Hyuk dengan uang suap yang bahkan tidak diambil Hyuk.

"Meskipun demikian, abaikan saja. Kita seharusnya tidak terlibat saat ini." tegas Je Hoon.

"Tidak. Hyuk tidak hanya berdiri dan menonton. Ketika aku menemui PresdirJang untuk mengetahui kebenaran kasus penyuapan ayahku.. aku bisa mendengar kebenarannya berkat Hyuk. Jadi, bagaimana aku bisa tidak melakukan apa-apa? Kita.. adalah teman Hyuk, Jae Hoon-ah. Bukan bagitu?"

Kilas Balik..

Ini sambungan pembicaraan Hyuk dan Je Hoon diatap, maaf gambarnya lupa. Je Hoon bertanya, apa gambaran yang ingin Hyuk gambar?

"Sebuah dunia di mana kau bisa menang. Tempat dimana temanku, seperti Joon, bisa menang."

Kilas Balik Selesai..


Hyuk lalu memberikan daftar nama semua perusahaan Presdir Min. Tae Kyung membacanya dan merasa ada yang mencurigakan.

"Lihat, produk makanan, wadah, dan kemasannya. Semua ini terhubung satu sama lain, jadi mengapa membuat perusahaan terpisah? Presdirnya satu orang pula. Benar kan, Hyungnim?"

Ki Sub: Tidak mungkin kan...

Mi Yeon: Ae.. Tidak mungkin. Tidak mungkin.

Hyuk tidakmengerti, kenapa? Ada apa? Tae Kyung tidak akan membahasnya lagi, akan ia beritahu kalau ia sudah yakin saja.


Tae Kyung: aku seorang ahli dalam struktur ekuitas perusahaan yang rumit. Aku akan mencaritahu dan memberitahumu, oke?

Hyuk: Ya, oke

Ki Sub: Lalu aku akan mencaritahu kontrak apa yang dimiliki perusahaan-perusahaan tersebut dengan Gangsu Foods.

Mi Yeon: Apa yang terjadi dengan gambarnya?

Hyuk: Joon yang mengurusnya.


Joon pergi ke tempat karaoke dimana Hyuk dan Presdi Min datang malam itu. Ia menemui seorang wanita disana, bertanya apa wanita itu mengingat Hyuk? (Joon menunjukkan fotonya).

Dari gelagatnya wanita itu sepertinya ingat tapi bilang tidak ingat pada Joon. Joon bertanya, apa Hyuk beneran mengambil uang itu? Wanita itu menjawab ambigu.


Joon tidak menyerah, ia terus membujuk wanita itu untuk mengatakan sesuatu atau mengingatnya. Wanita itu menyuruh Joon pergi karena tidak ada yang bisa ia katakan.

"Hal ini sangat penting bagi orang ini! Tidak bisa tolong beritahu aku, Eonnie.."

"Izinkan aku menanyakan sesuatu terlebih dahulu. Mengapa kau melakukan ini?"

"Sudah kukatakan itu penting baginya."

"Bukan karena dia penting bagimu? Jika dia bukan orang seperti itu, pergilah. Jangan membuat masalah."

"Dia adalah.. orang penting bagiku, Eonnie."

"Seberapa pentingkah dia?"

"Sangat, sngat, sangat penting. Jadi, tolong pikirkan hubungan kita, Eonnie, tidak bisakah kau membantuku sekali ini? Kumohon!"


Saat makan, Woo Sung bertanya, ayahnya akan memecat Hyuk kan, jika gagal dalam tiga hari? CEO Byun bertanya, apa Woo Sung tidak mengenal seperti apa Hyuk itu?

"Maksud Ayah?"

"Dia biasanya menyerah pada segalanya. Dia mungkin tidak mengakui kesalahan orang lain. Dia adalah tipe yang menghindari hal-hal begituan. Bukankah begitu, Woo Sung-ah? Dia belajar di luar negeri seperti itu dan memiliki banyak kesempatan untuk berlari. Namun sekarang, dia benar-benar teguh. Itu berarti ada alasan. Kenapa kau tidak mempercayai adikmu sama sekali?

"Aku percaya bahwa Hyuk tidak bersalah. Tapi.. bukankah seharusnya kita harus memisahkan urusan pribadi dan perusahaan? Ini bukan masalah kecil. Ini adalah penyuapan."


Nyonya Byun terkejut, Apa? Penyuapan? Siapa? Hyuk?

Ayah: Dia bilang dia dijebak. Dia akan membuktikannya. Mari kita tunggu dan lihat, oke?

CEO Byun sampai membanting sendoknya.


Nyonya Byun menggerutu sambil mengikuti CEO byun, soal apa lahi ini? Ada apa dengan suap ini, dan apa yang harus dibuktikan Hyuk? Apa terjadi sesuatu lagi kepada Hyuk?

"Jika harus memilih.. antara Hyuk dan Woo Sung, siapa yang akan kamu pilih?" Tanya CEO Byun.

"Apa maksudmu?"

"Aku harus memilih yang bisa bertahan sampai akhir. Yang terakhir bertahan, pasti lebih kuat."


Nyonya menegaskan, kedunaya putranya, jadi ia ingin mereka hidup dengan baik. Dan maksud CEO Byun untuk menguatkan salah satu, ingin ada yang jatuh? Sungguh ingin meninggalkan salah satu dari mereka?

"Sudah seharusnya kita memilih yang lebih mampu demi perusahaan."

"Kau ayah mereka. Bagaimana bisa kau tidak tertarik dengan kebahagiaan mereka? Kau selalu membicarakan perusahaan."

"Kau terlalu sensitif. Mari hentikan ini."

"Apa kau tahu betapa menyesalnya aku tidak memperbaiki insiden itu? Kau pasti tidak mengetahuinya. Dari awal kau memang tidak tertarik."

Nyonya marah dan memutuskan pergi dari rumah.


Hyuk dan Je Hoon sama-sama mendapat pesan dari Joon, mengajak mereka berdiskusi di warung. Hyuk ijin pulang pada Kepala Yang, lalu Je Hoon menyusul.
anya kembali duduk lagi.


Yang lain ikutan, ingin pulang juga tapi Kepala Ynag marah.

"Tim kita sangat kurang disiplin."

Jadi semuanya kembali duduk lagi.


Hyuk bertanya, apa Joon sudah mengetahui sumber fotonya?

"Pikirmu aku siapa? Tentu saja aku sudah mengetahuinya. Tapi itu bukan foto, melainkan sebuah video."


Jadi video itu diambli dari kamera tersembunyi yang ada di tutup botol minuman. Si Eonnie itu yang merekamnya.

"Di mana video aslinya?" Tanya Joon.

"Presdir Min sudah lama mengambilnya. Tidak ada apa pun di sini. Joon-ah. Aku memberitahumu ini karena peduli. Jangan ceroboh. Byun Woo Sung adalah orang yang menakutkan."

"Pak Byun Woo Sung?"

"Videonya.. pasti sudah sudah dia pegang."


Hyuk terkejut mendengar kakaknya disebut-sebut. Joon menjelaskan, Presdir Min hanya melakukan perintah Woo Sung.

"Astaga, apa ini? Apakah ini yang orang-orang bilang pertarungan antarsaudara?" Tanya Hyuk.

Joon: Ini belum menjadi pertarungan. Kau belum menarik pedangmu.

Hyuk lalu berdiri hendak menemui Presdir Min, akan ia pastikan sendiri apakah kakaknya memang dalang di balik ini semua.

Je Hoon: Menurutmu dia akan bicara jujur jika kau menanyakannya? Katakan saja begitu, tapi itu tetap tidak bisa dijadikan bukti.

Hyuk: Aku akan merekam pembicaraan kami atau semacamnya.

Je Hoon: Menemui Pak Min dan membicarakan kakakmu sama saja bunuh diri. Mengerti?

Joon: Ya, Je Hoon benar. Begitu kau membahas kakakmu, akan semakin sulit untuk mendapatkan bukti.

Hyuk pun duduk kembali, Jadi, ia harus bagaimana?


Joon menjelaskan, pertama, mereka harus mendapatkan video itu dari Woo Sung. Je Hoon mengingatkan, mereka tidak tahu dimana Woo Sung menyembunyikan video itu.

"Hello.. Kitty." Kata Joon sambil melambaikan tangan.

Je Hoon dan Hyuk terkejut, "Hello Kitty"?


Jadi USB tempat menyimpan video itu adalah USB Hello Kitty yang saat ini sedang di tonton Woo Sung. Presdir Min menyelipkan amplop ke tangan Hyuk tapi Hyuk menolaknya.

"Jangan lakukan ini. Aku tidak menerima hal semacam ini."

"Aku akan sedih jika kau menolaknya."

"Aku akan pergi jika kau terus memaksaku."

Presdir Min pun tidak memaksanya menerima amplop itu lagi, hanya mencekokinya minuman keras.


Woo Sung lalu menelfon Presdir Min. Woo Sung memastikan, sungguh tidak ada salinan lain video itu? Presdir Min meyakinkan, itu satu-satunya.

"Pastikan pelayan itu tutup mulut. Hati-hati agar yang lain tidak tahu."

"Baik, Pak."


Setelah Woo Sung keluar dai ruangannya, Joon dan Hyuk mendekat, mereka menggunakan pakaian serba hitam. Sebelum masuk, mereka menutup semua CCTV yang merekam mereka dengan gaya bak seorang ninja.

Saat di dalam pun, Joon menyemprotkan sesuatu yang bisa memperlihatkan sinar laser. Lebay banget deh pokoknya, kek di film detektif gitu. Joon jago banget dan Hyuk makin tergila-gila.

Akhirnya Joon berhasil mendapatkan USB itu.


Dan.. semua itu hanya khayalan Hyuk. Je Hoon dan Hyuk menyadarkannya.

Hyuk: Tidak baik masuk diam-diam seperti itu, bukan?

Je Hoon: Tentu saja tidak baik. Jika masuk diam-diam begitu dan tertangkap, mereka bisa menuntut kita atas tindakan kriminal. Kau mau dipenjara dan diselidiki lagi?

Hyuk: Tentu saja tidak.


Joon ada ide, apa ia harus menyamar menjadi pembersih dan masuk ke ruangannya?

Je Hoon: Bagaimana jika kau terekam kamera CCTV? Itu juga bisa menjadi masalah.

Joon: Lalu, kita harus bagaimana? Siapa yang bisa masuk ke ruangan Direktur Byun tanpa dicurigai? Orang yang bisa masuk ke ruangannya.. dan mengambil USB itu.. tanpa dicurigai.

Hyuk dan Joon sama-sama menatap Je Hoon. je Hoon tahu maksud mereka dan ia menolaknya mentah-mentah.

Je Hoon: Kau gila, ya? Aku tidak akan melakukannya. Bahkan jangan memikirkannya.

Je Hoon lalu ngacir.


Hyuk heran, apa berlebihan meminta Je Hoon melakukan itu? Joon menenangkan, masih ada waktu, mereka akan mencari cara.

Hyuk menggunakan kesempatan ini untuk memegang tangan Joon, pura-pura khawatir. Tapi Joon sadar dan segera melepaskan tangan Hyuk, gak pake pegang-pegang juga kali!!


Je Hoon berpapasan dengan Cheol Min. Cheol Min akan turun dan ia baru pulang. Mereka melewati masing-masing begitu saja tanpa suara, hanya saling menunduk.


Tiba-tiba Je Hoon memanggil Cheol Min. Je Hoon bertanya, apa maksud Cheol Min tempo hari? Cheol Min gak ngerti, yang mana?

"Kenapa kau bilang sudah pindah ke Tim Kejahatan Ekonomi?"

"Itu hanya.. Terserah kau mau berpikir apa. Oh ya.. Bau tahu perusahaan bernama BS? Tidak? Lupakanlah kalu tidak tahu."


Cheol Min akan pergi tapi Je Hoon memanggilnya lagi, dan saat itu Yeon Hee datang. Je Hoon bilang kalau Cheol Min sudah membuatnya sangat kesal.

"Kau pun membuatku sangat kesal." Balas Cheol Min.

"Kau mencari masalah denganku?"

"Aku hanya mengatakan yang kurasakan." Cheol Min pamit dan terkejut melihat Yeon Hee. Yeon Hee bertanya, apa mereka berdua ada masalah? Dan keduanya sama-sama menghindar.


Yeon Hee mengira mereka bertengkar karena dirinya. Ia pun diam-diam tersenyum bahagia.


Dan tiba-tiba Joon dan Hyuk datang. Joon mendengar Yeon Hee menyebut 'bertengkar', ia pun tanya siapa yang bertengkar?

"Je Hoon-ssi.."

"Ada apa dengan Je Hoon?" Tanya Joon dan Hyuk bergantian.

"Dia mengunjungi tetanggaku karena aku. Bagaimana jika mereka bertengkar? Aku merasa gugup. Kuharap mereka tidak begitu."

Yeon Hee lalu naik ke atas.


Hyuk tidak mengerti, kenapa Je Hoon seperti itu? Joon bilang Hyuk gak perlu tahu, masuk dan tidurlah saja. Hyuk tidak mau ia penasaran sekali.

"Sebenarnya.. Yeon Hee.. menyukai Je Hoon."

"Apa? Benarkah?"


Cheol Min menatap Yeon Hee yang berjalan masuk ke rumahnya dengan riang gembira. Cheol Min menghela nafas.


Joon naik dan sudah ada Nyonya Byun disana. Joon keceplosan memanggil Nyonya, ibunya Hyuk. Nyonya meminta Joon diam dan jangan bilang-bilang Hyuk. Nyonya kedinginan jadi Joon mengajaknya masuk.


Joon bertanya, kenapa Nyonya kesana malam-malam begini? Nyonya minta ijin, bisakah ia menginap?

"Apa?"

"Sebenarnya, aku lari dari rumah. Jangan beri tahu Hyuk, ya?"

"Baik. Ah.. Ibu pasti tidak nyaman jika menginap di sini."

"Tidak, aku baik-baik saja. Apa kau akan merasa tidak nyaman?"

"Ya. Ini akan membuatku sedikit tidak nyaman."

"Astaga. Bagaimana bisa kau blak-blakan begitu? Semakin melihatmu, aku semakin menyukaimu, Joon-ah. Aau terang-terangan mengatakan yang kau pikirkan. Aku menyukainya. Kau mirip denganku saat aku muda. Generasiku suka melakukan demonstrasi besar. Aku sering melakukan protes saat masih muda."

"Aku tidak tahu itu."


Nyonya mengaku, ia ingin tinggal sendirian di tempat seperti rumah Joon saat kuliah dulu. Joon menjelaskan,  rumah atap tidak bagus, sering ada kecoak, dan...

Nyonya langsung menangkat kakinya takut. Joon hanya ketawa. Lalu ia berkata akan mengambilkan pakaian ganti.

"Ya, terima kasih. Aku menyukai kaus kaki lembut, jika ada."

"Tentu saja. Kaus kaki lembut."

"Joon-ah. Kuharap kau bisa menyukai Hyuk. Hyuk sangat menyukaimu."

Joon hanya tersenyum.


Joon memberikan baju ganti dan kaus kaki pada Nyonya. Nyonya memakai kaus kakinya dulu. Nyonya berkata, kalau Joon menikah dengan Hyuk nanti, ia tidak akan menyusahkannya. Joon terkejut, pme-me-mme-Menikah?

"Ya. Aku akan menjadi mertua yang sangat keren. Omong-omong, boleh aku meminta air hangat?"

"Tentu saja. Akan kuambilkan."


Joon membawakan air tapi Nyonya menyalahkannya. Joon harus menyampur air panas dan biasa masing-masing setengah. Mengerti?

"Ya, masing-masing setengah. Aku mengerti." Joon pun kembali untuk mengambil air.

"Akan kukatakan lagi. Aku tidak akan menyuruh menantuku. Aku tidak akan menjadi mertua yang merepotkan. kau lihat sendiri."

Joon mengiyakan saja, tapi di dalam hati ia sebal sekali.


Je Hoon sedang bekerja dan Hyuk mondar-mandir di belakangnya. Je Hoon paham, pasti Hyuk mau mengatakan sesuatu.

"Itu.. Adakah seseorang yang kau sukai?" Tanya Je Hoon.

"Kenapa tiba-tiba menanyakan itu?"

"Seingatku, kau tidak pernah berpacaran."

"Berhenti bicara omong kosong. Tidurlah."


Hyuk lalu duduk di ranjang, "Kau tahu? Aku sungguh ingin kau bahagia. Kau satu-satunya temanku."

Je Hoon terdiam sebentar baru bicara, "Soal kasus suap itu.. jika gagal membuktikan kau tidak bersalah, apa yang akan terjadi kepadamu?"

"Aku akan dipecat dari perusahaan. Tapi itu tidak akan terjadi. Aku pasti akan mendapatkan video itu."

Hyuk lelah, ia berbaring di ranjang Je Hoon. Je Hoon langsung memerintah Hyuk tidur di tempatnya. Hyuk langsung berguling ke bawah.


Di rumah, Joon membuat denag ruangan Woo Sung dan sekitarnya, ia mencari selah untuk masuk ke sana. Tapi ia bingung.


Nyonya Byun tidak bisa tidur, ia bertanya pada Joon, apa Joon juga mengetahui yang terjadi kepada Hyuk? Mereka membicarakan soal penerimaan suap. Ia rasa Hyuk mendapatkan tuduhan palsu lagi.

"Sebenarnya, aku.."

Joon terpikir sesuatu, ia lalu bertanya pada Nyonya, punya rencana kemana besok? Nyonya bilang tidak ada rencana.

"Bisakah Ibu membantuku.. membersihkan tuduhan palsu Hyuk?" Tanya Joon.

"Apa itu? Katakan kepadaku." Tanya Nyonya bersemangat.

1 komentar so far

Cant wait for next episode..
Gomawo eonnie :***

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon