Tuesday, November 21, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 12 Part 2

Sinopsis Revolutionary Love Episode 12 Part 2

Sumber Gambar: tvN


Joon mengajak Nyonya Byun ke kantor, mereka mengintip Woo Sung yang barusan datang.

"USB itu berbentuk Hello Kitty?" Tanya Nyonya.

"Ya, bentuknya Hello Kitty."

"Semangat!"

"Semangat! Jangan gugup."


Je Hoon tak sengaja melihat Joon dan Nyonya Byun itu.


Nyonya masuk ke ruangan Woo Sung. Woo Sung langsung memasukkan USB itu ke dalam laci tapi Nyonya tidak melihatnya. Woo Sung heran, kenapa Ibunya datang?

"Ayah tidak memberitahumu? Ibu kabur dari rumah. Ibu meninggalkan rumah semalam."

"Apa?"

"Ibu tidak menyetujui.. perkataan ayahmu. Semakin tua, dia semakin keras kepala." Nyonya mengatakannya sambil pegang-pegang barang di meja Woo Sung, kali-kali aja USB nya ada disana.

"Ibu tidak tahu harus bagaimana. Ibu harus menyelesaikan masalah keluarga di rumah. Ini ruang kerjaku. Ibu seharusnya tidak di sini."

"Kenapa kau tidak khawatir.. saat ibumu kabur dari rumah? Bagaimana bisa kau begitu kejam?"

"Aku akan rapat dengan tim perencanaan."

"Tidak ada gunanya membesarkan seorang anak. Kau bahkan tidak bertanya apa ibu sudah sarapan. kau tahu itu?"

"Ibu sudah sarapan?"

"Tentu saja belum. Di dekat sini ada restoran untuk pesan sarapan?"



Woo Sung kemudian menghubungi Pak Gong untuk meminta mengantar Ibunya ke sana.

"Kau ingin ibu makan sendirian?"

Tapi Woo Sung tidak sekejam itu, ia menelfon Pak Gong untuk menunda rapat selama 1 jam.

"Putra sulungku sangat baik. Mari makan panini. Ibu ingin makan panini."


Nyonya keluar duluan, ia menghubungi Joon untuk memberitahu kalau ia tidak bisa menemukan USB itu, jadi jalankan plan B! Nyonya kode-kode Joon yang menunggu tak jauh dari sana.


Joon lalu mengirim pesan pada yang lain untuk menjalankan plan B. Mi Yeon dan Tae Kyung langsung berjaga di posisi masing-masing. Mereka menutup CCTV, seakan-akan sedang membersihkan, jadi memberi kesempatan buat Joon untuk masuk ke dalam.


Joon akan masuk, tapi ditahan seseorang. Huft! Untung orang itu cuma Je Hoon. Je hoon bertanya, apa yang mau Joon lakukan?

"Menurutmu apa?"

"Sudah kubilang jangan ikut campur."

"Jangan halangi aku jika kau tidak ikut campur."


Lalu Hyuk datang dan mengajak Joon masuk bersama. Hyuk mambuka pintu dan masuk duluan, Joon mengikutinya dan Je Hoon juga terpaksa ikut masuk.


Mereka berdua serampangan banget nyarinya. Je Hoon memandori, menyuruh mereka untuk mencarinya pelan-pelan dan diam-diam, jangan sampai mengubah posisi barang.

"Pak Byun mengidap misofobia. Dia akan tahu, jika melihat ada yang berbeda."


Akhirnya Hyuk menemukan USB itu. Je Hoon tanya, mereka tidak akan mengambilnya begitu saja kan?



Joon lalu mengeluarkan laptop untuk menyalin isi USB itu.

Hyuk: Itu luar biasa. Je Hoon-ah, bukankah Joon sangat kreatif?

Joon: Jangan khawatir. Ibunya Hyuk akan berusaha keras menahannya.

Je Hoon danHyuk saling pandang, lalu mereka sama-sama memandang Joon heran.


Woo Sung resah saat menemani ibunya makan. Ia lalu menghubungi Pak Gong, menyuruh masuk ke ruangannya dan pelajari berkas dari tim perencanaan. Nyonya terkejut.


Pak Gong akan masuk, tapi Tae Kyung menahannya. Di dalam, yanglain mendengar suara Pak Gong dan Tae Kyung, lalu mereka cepat-cepat sembunyi.


Je Hoon tidak sembunyi. Pak Gong tahu Je Hoon dekat dengan Woo Sung jadi ia tidak curiga sama sekali. Pak Gong menjelaskan kalau Woo Sung bersama Nyonya saat ini.


Hyuk dan Joon akhirnya berhasil, mereka mengembalikan USB itu lalu tos. Hyuk bertanya, kenapa Joon sangat baik kepadanya?

"Kenapa kau menanyakan itu?"

"Kau sudah berbuat banyak untuk kami. Tetap saja, aku terharu dengan ini."

"Sungguh?"

"Ya."


Joon lalu memberikan laptopnya dan menyuruh Hyuk untuk menunjukkan video itu pada CEO. Hyuk memeluk Joon untuk berterimakasih.


Woo Sung akan pergi tapi Nyonya kembali membuat alasan agar Woo Sung tinggal.

"Ibu ingin.. kau akur dengan Hyuk. Ibu tidak menyukai cara ayahmu. Kau kakaknya. Bersikap baiklah kepadanya dan akrab dengannya, Hmm?"


Seperti kata Joon, Hyuk langsung pergi menunjukkan video itu pada ayahnya.

"Kini Ayah tahu bagaimana foto ini diambil."

"Jadi, maksudmu foto-foto ini diambil dari video yang menimbulkan kesalahpahaman?"

"Ya."

"Menurutmu, kakakmu menggunakan ini untuk menyalahkanmu?"

"Aku tidak mau percaya Hyung melakukan ini."

"Apa maksudnya ini? Kau bisa membalik keadaan, dan mengakhirinya. Kau harus menghancurkannya agar ini tidak terulang."

"Astaga, bagaimana bisa aku mengakhirinya? Aku tidak melakukan ini untuk menang atau menghancurkan seseorang. Aku ingin mengubahnya."

"Mengubah apa?"

"Hentikan kerja sama dengan subkontraktor yang melakukan suap. Perusahaan ini berusaha menyalahkanku. Kita mengetahuinya."

"Hanya itu?"

"Ya, untuk sekarang."


Hyuk pamit. CEO Byun ketawa karena Hyuk berhasil mengalahkan Hyuk kali ini.


Woo Sung tagu ia kalah. Ia langsung membuang USB itu dengan kesal.


Joon menyampaikan kabar gembira ini pada Nyonya Byun dan Nyonya sangat senang Hyuk berhasil membuktikan dirinya tidak bersalah. Joon minta maaf karena sudah meminta bantuan yang sulit.

"Tidak, aku sama sekali tidak keberatan. Itu menegangkan. Bahkan, sangat seru. Tapi Joon-ah, apakah kau akan tetap bekerja sebagai pembersih?"

"Ya, sampai aku mendapatkan pekerjaan paruh waktu yang bagus. Kenapa?"

"Aku merasa kecerdasanmu menjadi sia-sia. Joon, apa impianmu? Kau tidak mempunyai cita-cita?"

"Itu..."


Joon memikirkan apa jawaban untuk pertanyaan Nyonya itu saat bersih-bersih malam hari. Ia menghela nafas, selama ini ia tidak pernah memikirkan apa mimpinya,

"Aku hanya tahu untuk tidak menjadi seperti apa. Jadi, aku tidak pernah memikirkan.. bagaimana aku ingin hidup."


Hyuk melihat Joon dan ia merasa mesin yang Joon naiki itu keren.


Joon bertanya, Hyuk akan pulang? Hyuk membenarkan, ia melemparkan tasnya lalu mendekati Joon.

"Boleh aku menaikinya?"

Joon tersenyum mengijinkan dan mengajari Hyuk.


Jadi mereka naik mesin itu bersama.

"Joon-ah. Jika aku tidak bertemu denganmu, bagaimana aku akan menjalani hidupku? Joon-ah. Jika kau tidak di sini, bagaimana aku bisa hidup besok?"


Hyuk memastikan sekali lagi, ia mencium Joon dan Joon menciumnya balik.


Sayang.. itu cuma khayalan Hyuk. Hyuk malu, ia lansgung turun.


Yeon Hee mengirim pesan pada Joon, bertanya sedang apa Joon saat ini.

Hyuk lalu kembali mendekati Joon dan Joon tiba-tiba mengajaknya kencan.

"Apa? Benarkah? Sungguh? Sungguh?"


Hyuk berteriak senang, ia langsung naik lagi. Joon sampai tersingkir. Dari atas, CEO byun melihat mereka berdua sedang bersenang-senang.


Tapi besoknya, Joon juga mengajak Je Hoon untuk kencan.

"Kau punya waktu hari ini?" Tanya Joon.

"Entahlah."

"Kalau begitu, sampai jumpa sepulang kerja."

Je Hoon terheran-heran.


Tapi saat Je Hoon kembali ke kamarnya, ia tersenyum diam-diam. Kepala Yang tidak melihat Hyuk, kemana dia? Lalu seorang karyawati menjawab, Hyuk pulang tepat waktu. Setelahnya Je Hoon juga ijin.

"Kita harus beristirahat agar bisa bekerja secara efektif. Anda juga harus pulang, Kepala Yang."

"Apa? kau juga mau pulang?"

"Ya, pekerjaanku sudah selesai. Sampai jumpa."

Kepala Yang lalu bertanya pada yang lain, apa mereka juga sepaham dengan Je Hoon.

"Baiklah. Ayo, pulang."Kata kepala Yang, semua pun senang dan berdiri masing-masing, tapi Kepala yang melanjutkan, "Aku akan tetap di sini sendirian dan bekerja. Aku punya banyak pekerjaan."

Yang lain pun duduk kembali.


Je Hoon senang melihat Joon ada di depan sendirian. Tapi Hyuk tiba-tiba muncuk di belakangnya. Je Hoon jelas heran.

"Aku sudah selesai bekerja, tapi aku menunggumu." kata Hyuk.

"Aku?"

Hyuk lalu memanggil Joon. Joon mendekat, Je Hoon bertanya, ada apa ini?

"Menurutmu apa? Sudah kubilang, ini kencan." Jawab Joon.


Lalu Hyuk memanggil Yeon Hee yang terlihat di kejauhan. YeonHee bergabung dengan mereka

*Jadi ini rencana Joon dan Hyuk untuk mempertemukan Yeon Hee dan Je Hoon.


Mereka bertiga bersenang-senang, tapi Je Hoon hanya menonton.


Joon dan Hyuk lalu menyuruh yeon Hee mendatangi Je Hoon.


Hyuk senang, akhirnya kawannya, Kwon Je Hoon, akan mendapatkan wanita. Joon juga senang, mereka tampak serasi.


Je Hoon dan Yeon Hee pergi berdua. Hyuk juga mengajak Joon jalan berdua tapi Joon tidak mau, ia kedinginan dan mengajak Hyuk pulang saja. Hyuk kecewa.


Yeon Hee menyarankan, bagaimana kalau mereka minum teh? ATau Minum-minum? Mau ke kedai makanan yang menyajikan sup eomuk hangat? Atau ke bar dengan suasana yang nyaman.


Je Hoon berhenti,

"Kurasa.. Joon dan Hyuk melakukan sesuatu yang tidak perlu."

"Apa?"

"Aku menyukai seseorang. Aku tahu, tidak sopan jika membicarakan ini. Jadi, akan kukatakan sejujurnya. Maafkan aku."

"Tidak. Kau tidak perlu meminta maaf. Sungguh. Aku mengajakmu keluar bukan karena sangat tertarik denganmu. Joon dan Hyuk memaksaku agar mau pergi denganmu. Aku tidak apa-apa. Sungguh. Aku melakukannya setengah hati."

"Aku senang mendengarnya."

"Apa? Kau senang? Wah.. Kau sungguh jahat, Je Hoon-ssi."


Yeon Hee lalu pergi dengan kesal.


Joon dan Hyuk mampir beli kopi dan mereka melihat Je Hoon berjalan sendiri di luar.


Mereka buru-buru keluar dan memanggil Je Hoon.

"Kenapa kau sendirian? Di mana Yeon Hee?" Tanya Joon

"Kalian sudah cukup lama keluar dari arena." Imbuh Hyuk

"Ada apa? Apa sesuatu terjadi?" Tanya Joon lagi.

"Ah.. Ini membuatku gila." Jawab Je Hoon lalu pergi dengan kesal.

Hyuk tahu kalau Je Hoon sangat marah, tapi mereka sama-sama gak tahu kenapa.


di rumah, Je Hoon membuang mantelnya kesal.


Yeon Hee minum-minum sendirian, ia menggerutui Je Hoon yang membuatnya bingung.

"Lalu apa? Ada seseorang yang dia sukai? Cih.."


Kebetulan Cheol Min lewat, jadi ia duduk bergabung dengan Yeon Hee. Yeon Hee menyuruh Cheol Min pergi tapi Cheol Min tidak mau, malah menunagkan soju untuk Yeon Hee.


Cheol Min bertanya, ada yang membuat Yeon Hee kesal? Yeon Hee malah mengumpat, Kwon Je Hoon, si Ber** itu. Bukan hanya itu, Yeon Hee menangis keras. Cheol Min bingung, apalagi orang-orang melihat mereka. Cheol Min lalu mendekati Yeon Hee dan Yeon Hee menangis di bahunya.


Hyuk: Aku tidak paham apa yang terjadi. Mereka meninggalkan arena bersama. Kenapa mereka pulang begitu cepat? Kenapa dia pulang sendirian?

Joon: Aku juga bingung. Je Hoon, berandal sombong itu. Itu tidak mengejutkan.


Lalu mereka melihat Cheol Min dan Yeon Hee bersama. Yeon Hee sudah mabuk tapi masih mengajak Cheol Min minum lagi. Cheol Min terpaksa menggendong Yeon Hee naik.


Joon dan Hyuk melongo, Je Hoon.. mungkin ditolak oleh Yeon Hee.


Hyuk masuk dan rumah sudah gelap, Je Hoon sudah tidur. Hyuk ingin bicara tapi Je Hoon diam saja.


Hyuk lalu mengirim pesan pada Joon.

"Je Hoon sangat sedih. Kurasa Yeon Hee menolaknya mentah-mentah."


Tapi Joon masih berpikir, benarkah seperti itu? Joon membayangkan lagi bagaimana Je Hoon tadi menatapnya sambil bilang,

"Ah.. Ini membuatku gila."


Je Hoon masih membuka matanya lebar, ia mengingat kejadian Tiga tahun lalu.


Je Hoon awalnya tidak mau menyewa lantai satu karena bangunan ini kecil dan tua dan lokasinya juga tidak bagus. Tapi karena Joon tinggal di atap, ia langsung setuju.



Woo Sung, Direktur Seol dan CEO Byun bicara bertiga membahas anggaran.

Woo Sung: Aku tidak percaya kau menyerahkan lembar estimasi yang menurunkan margin perusahaan sebesar satu persen. Apa yang Anda pikirkan, Direktur Seol?

Dir Seol: Pangan Gangsoo adalah pilihan kedua dalam hal layanan makanan sekolah. Ini strategi untuk memperluas pasar. Untuk itu, kita perlu menjadi perusahaan ramah lingkungan. Tolong lihat ini dengan perspektif jangka panjang.

Woo Sung: Layanan makanan sekolah adalah pasar terbatas. Kita tidak perlu membatalkan kontrak lama untuk ini.

CEO Byun: Kontrak lama apa?

Woo Sung: Dengan BS.


Je Hoon mendapat kabar dari teman, sepertinya ia meminta temannya itu untuk mecarirahu soal BS.

"Aku yakin. Ketiga perusahaan yang kau katakan (Perusahaan Presdir Min) berada di bawah perusahaan induk, BS."

"Siapa pemilik BS yang sesungguhnya?"

"Sulit mengetahuinya. Mereka tidak memberi tahu struktur perusahaannya. Presdir Min hanya boneka."

Kilas Balik..


Je Hoon jadi ingat saat Cheol Min bertanya, apa ia tahu perusahaan bernama BS? Je Hoon berpikir.


Woo Sung: sudah mengetahui ini. Lembar estimasi seperti ini tidak bisa ditoleransi. Serahkan yang baru.

Dir. Seol: CEO Byun, bagaimana menurut Anda?

CEO Byun: Lakukan yang Woo Sung katakan. Batalkan yang ini. Lakukanlah!

Dir. Seol pun tidak bisa membantah.


Kepala Yang menurunkan perintah, "Pak Kim, siapkan lembar estimasi untuk layanan makanan sekolah dan serahkan kepadaku. Kita harus melaporkannya lagi kepada Dir. Seol Seol."

Dan memerintah Ki Sub menghentikan pekerjaannya. Ki Sub heran, kenapa? Je Hoon juga sama herannya.

"Sudah kubilang.. Para atasan tidak akan menyetujuinya. CEO menyuruh Direktur Seol membatalkan lembar yang baru dan melaksanakan yang sebelumnya. Tidak usah dibahas lagi. Aku sudah kesal karena harus melakukan satu pekerjaan dua kali."


Je Hoon kemudian menemui Di. Seol, apakah ini karena perusahaan bernama BS?

"Kau ingin tetap berada di perusahaan ini untuk waktu yang lama tanpa membuat masalah? Jika begitu, jangan bertanya dan lakukan yang diperintahkan." Ucap Dir. Seol.

"Apakah itu perusahaan.. sesuai dugaanku? Siapa pemilik BS?"


Hyuk juga mengajukan pertanyaan yang sama pada CEO Byun, siapa pemilik BS? Kenapa CEO Byun membatalkan keputusan Direktur Seol?

"Kau tidak perlu tahu. Ini sudah diputuskan. Jadi, diamlah."

"Ayah!"

"Kau masih dekat dengan Baek Joon? Bukankah kau bilang akan berhenti menemuinya?"

"Bagaimana bisa kita berhenti menyukai seseorang?"

"Kau akan berakhir sakit hati. Itu sudah menjadi takdir kalian. Ada perbedaan yang tidak bisa kau lewati."

"Seberapa buruk Ayah memperlakukan ayahnya? Tidak bisakah Ayah meminta maaf atas apa yang terjadi?"

"Kenapa ayah harus meminta maaf?!! Baek Sung Gi yang pertama mengancam ayah."

"Karena itu Ayah menuduhnya menerima suap dan memecatnya?"

"Lalu kau ingin ayah bagaimana? Kau ingin melawan ayah?"

"Sudah kubilang. Aku tidak mau melawan siapa pun. Aku hanya menginginkan perubahan."

"Kau ingin mengubah ayah?"

"Jika itu bisa mengubah perusahaan."


CEO byuk ketawa, ia tepuk tangan, lalu berubah serius.

"Kau tidak bisa mengubah sesuatu tanpa perlawanan. Jika ingin mengubah perusahaan, kau harus melawan dan menang, mulai dari kakakmu. Ayah akan mengurusmu.. setelah itu."

"Apa yang Ayah sembunyikan? Bisakah kau mengungkapnya?" Batin Hyuk.


Je Hoon dan Direktur Seol masih saling tatap-tatapan.


Sementara itu, Joon yang tidak tahu apa-apa enak-enakan menikmati udara di atap.

1 komentar so far

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon