Monday, November 27, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 14 Part 1

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Revolutionary Love Episode 14 Part 1

Sumber Gambar: tvN


Joon mencari tempat-tempat wisata di seluruh dunia dan langsung terpesona melihat aurora, sangat mempesona.

Kilas Balik..


Joon dari kecil sudah mengenal aurora. Joon menunjukkan pada ayahnya. Ayah juga merasa itu mempesona, tapi dimana lokasinya. Joon menjawab di norwegia.


Ayah menjelaskan kalau di Norwegia itu matahari ada saat tengah malam juga, artinya matahari tidak pernah terbenam. Joon ketawa, ia juga tahu hal itu.

"Makanya, matahari tak akan tenggelam setalah ayah pulang kerja. Artinya, kita bisa bermain ebih lama, kan?"

"Ayah benar."

"Disana pasti tidak memiliki waktu malam."

"Oh.. keren. Aku ingin kesana."

"Begitu? Haruskah kita kesana?"

"Ya."

"Oke. Ayah akan mengambil cuti tahun depan dan kita bisa pergi ke sana bersama."

"Hore! Janji ya?"

Ayah mau berjanji asalkan Joon berlajar dengan giat. Joon gak masalah, ia akan belajar dengan giat.

Kilas Balik Selesai..


"Aku selalu bekerja keras selama hidupku. Dan saat tiba-tiba aku menyadarinya, aku hanya bekerja, tidak pernah bermain. Aku selalu berlari kencang. Aku tidak pernah beristirahat. Jadi yang aku pilih sekatang adalah.. Liburan!"

Joon membaca buku tentang Eropa dan menghitung estimasi biaya kesana. Ia mengeluh, berapa pekerjaan paruh waktu yang harus ia lakukan untuk memenuhi estimasi itu?



Sampai akhirnya Joon mendengar seseorang berteriak maling. Yeon Hee juga terbangun. Joon langsung turun membawa sapu.


Yeon Hee keluar dan berpapasan dengan Joon ditangga, mereka sama-sama terkejut. Yeon Hee tanya, bukannya barusan itu suara Konglomerat Generasi ketiga?

Lalu mereka melihat di bawah Cheol Min sudah menangkap Manajer Han. Joon akan menelfon polisi dan Yeon Hee mengingatkan kalau Cheol Min itu seorang perwira polisi juga. Joon pun memasukkan kembali ponselnya.


Lalu dibawah, Manajer Han melawandan berhasil kabur setelah melukai Cheol Min. Je Hoon menyuruh Cheol Min membiarkan manajer Han pergi dan untuk mengobati luka Cheol Min dulu.

Joon dan Yeon Hee turun. Yeon Hee khawatir melihat luka Cheol Min, lalu meminta Joon mengambil kotak P3K.

Cheol Min bertanya pada Je Hoon, apa yang diambil Manajer Han. Je Hoon bilang laptopnya. Cheol Min bertanya lagi, apa ada yang penting disana? Je Hoon hanya diam saja.


Yeon Hee dan Joon ke rumah Cheol Min. Disana Yeon Hee mengobati luka Cheol Min, sementara Joon hanya melihat saja. 

Yeon Hee menyarankan Cheol Min ke rumah sakit saja, takut luka Cheol Min nantinya meninggalkan bekas. Cheol Min memastikan dirinya baik-baik saja.

"Kau harusnya tidak menghalangi jalan seorang pencuri. Kenapa kau nekat?" tanya Yeon Hee.

"Itu memang tugas seorang polisi."

"Memang benar sih.. Tapi kau harusnya berhati-hati."

Joon menyela, bertanya rumah siapa yang dimasuki? Yeon Hee menjawab, mungkin rumah Je Hoon karena Je Hoon tadi membahas soal laptopnya.

Joon terkejut, rumah Je Hoon? Cheol Min cepat-cepat menjawab, ia pikir pencuri itu tidak mengambil bantak, tidak ada yang terluka juga. Mereka patut bersyukur.

Yeon Hee: Bersyukur apaan?


Joon turun ke rumah Je Hoon. Ia heran. tidak banyak kan yang bisa dicuri di rumah Je Hoon, jadi kenapa memilih rumah Je Hoon?

Pintunya tidak terkunci, jadi Joon akan langsung masuk, tapi berhenti saat mendengar Je Hoon dan Hyuk bicara.

Je Hoon: Kau bisa terluka.

Hyuk: Aku sudah siap menghadapinya.


Joon masuk, bertanya sedang apa mereka berdua, apa yang sedang mereka bicarakan? Siapa yang mereka maksud akan terluka? Tapi keduanya hanya saling pandang. Joon membentak, menyuruh keduanya segera memberitahunya.

Hyuk menunjuk Je Hoon dan Je Hoon menunjuk Hyuk. Joon melotot, sebaiknya mereka segera mengatakan yang sebenarnya, ia serius ini!

Hyuk akhirnya berkata, ia yang akan terluka. Joon tanya, kenapa Hyuk harus terluka? Hyuk bingung mencari alasan, akhirnya ia mengatakan kalau ia buruk dalam main ski.

"Ski?" Tanya Joon heran.

"Ya, Ski. Aku sangat strees selama magang ini, jadi aku mengambil cuti. Aku mengajak Je Hoon main. Kami tak tahu harus ngapain. Lalu aku menyarankan main ski. Tapi Je Hoon bilang aku bisa terluka. Lalu kau datang. Benar kan, Je Hoon-ah?"

Je Hoon membenarkan.


Joon tak percaya, saat laptop Je Hoon hilang, mereka malah membicarakan ski, mana ada coba? Je Hoon menjelaskan, tidak ada yang penting di dalam laptop itu, hanya laptop biasa.

Joon: Lalu kapan kalian cuti?

Hyuk: Jadi, cuti kami..

Je Hoon: Besok.

Hyuk jelas terkejut, Joon juga. Je Hoon bertanya, apa besok Joon ada waktu? Hyuk tanya pada Je Hoon, kenapa nanya Joon segala?

"Ayo main bersama, jika kau ada waktu." Ajak Je Hoon.

Hyuk membenarkan, baru saja ia mau mengajak Joon. Hyuk lalu memaksa Joon ikut dengan mereka.


Joon kembali ke rumah dan setelah ia pikir-pikir ada yang aneh dengan Je Hoon-Hyuk.


Tiba-tiba Yeon Hee mengetuk pintu, minta ijin masuk. Yeon Hee kesana membawa bantal, ia terlalu takut tidur sendirian, jadi mau mengajak Joon tidur bersama. Joon tidak masalah.

Joon menanyakan bagaimana keadaan T-1000. Lukanya sudah baikan.

"T-1000?" Ulang Yeon Hee, "Sudah."

*Joon, Je Hoon dan Hyuk kalau memanggil Cheol Min itu T-1000.

Kilas Balik..


Yeon Hee memastikan lagi, apa Cheol Min sungguh tidak kesakitan? Cheol Min penasaran, apa Yeon Hee selalu ramah begini dengan siapapun?

"Apa? Aku bukan wanita yang bersikap begini dihadapan sembarang orang."

"Kau cantik. Sekarang, kalau aku melihatmu dari dekat, matamu, Yeon Hee-ssi.. matamu dangat cantik."

Yeon Hee berbunga-bunga.

Kilas Balik selesai..


Joon bingung karena Yeon Hee tiba-tiba diam. Yeon Hee lalu berbaring.

"Joon-ah. Bukankah hidup ini penuh misteri?"

"Maksudmu?"

"Setelah kabut Kwon Je Hoon pergi.. ALu merasa matahari bersinar terang di depan mataku."

"APa maksudmu? Apa itu kabut dan matahari?"

"Aku tidak tahu. Hanya perumpamaan."

Joon lalu bertanya, apa besok Yeon Hee ada penerbangan? Yeon Hee bilang tidak, Joon lalu mengajak Yeon Hee main bersama.

"Bersama? Lalu.. Bisakah T-1000 ikut juga? Bolehkah?"


Je Hoon tidak bisa tidur, lalu ia bangun dan menoleh pada Hyuk. Hyuk sudah terlelap, ia pun keluar. Tapi sebenarnya Hyuk tidak tidur, ia mengikuti Je Hoon keluar.


Je Hoon ke rumah Cheol Min dan Hyuk mengupingnya. Je Hoon mengatakan kalau ia kehilangan files yang akan ia serahkan pada kepolisian, tapi ia punya salinannya jadi tidak perlu khawatir.

"Bagaimana dengan permintaanku?"

"Ah.. tentang putra kedua?"

"Sebenara besar perlindungan yang bisa kau berikan pada Hyuk? Aku ingin mendengar jawabanmu."

Hyuk membatin, apa Je Hoon kali ini berusaha melindunginya?

Cheol Min menjelaskan, ia sudah melapor pada atasannya tapi ia tidak bisa menjanjikan apapun. Dalam panduan tidak ada keterangan untuk menyelamatkan seseorang selama investigasi berlangsung.

"Kau tidak berubah pikiran karena hal ini, kan?" Tanya Je Hoon.

"Tidak, aku akan melakukannya besok sesuai rencana. Tapi.. bisakah kita menundanya beberapa jam? Aku mau bermain-main dengan teman-temanku. Aku mungkin tidak akan bisa melihat mereka lagi untuk sementara waktu."


Hyuk kembali ke rumah dan ia masih gak ngerti maksud Je Hoon dengan tidak bisa melihat mereka. Ia membayangkan kata-kata Jee Hoon tadi yang bisa memulainya sekarang.

"Jangan-jangan yang dimaksudnya dengan memulai itu adalah melakukan rencananya besok? Memangnya apa yang ada di laptop yang hilang itu? Je Hoonpah, apa yang sedang kau rencanakan?"

Terdengar suara Je Hoon membuka pintu jadi Hyuk pura-pura tidur.


Hyuk memikirkan kata-kata Dir. Seol pada Presdir Jang waktu itu. "Ini bisa jadi kesempatan terakhirmu. Kesempatanmu untuk membebaskan diri dari kesalahan. Akhirnya.. terserah masing-masing individu untuk membayar jalan salah yang mereka pilih."


Besoknya, Hyuk langsung menemui Dir. Seol. Dir. Seol heran, ada apa Hyuk pagi-pagi menemuinya. Hyuk ingin menanyakan soal masalah yang menyangkut temannya, Je Hoon. Ia ingin mendengar jawaban, makanya ia datang.


Cheol Min mengatakan pada atasannya kalau Je Hoon meminta waktu beberapa jam. Atasan memastikan, Je Hoon sungguh akan datang kan? Tidak kemudian tiba-tiba berubah pikiran kan?

"Itu tidak akan terjadi. Aku akan terus bersamanya untuk mengawasinya."

"Baiklah, laporkan kalau ada masalah. Aku boleh pergi."

"Saya mengerti, Jaksa-nim."


Dan saat akan keluar, Cheol Min berpapasan dengan orang yang ditemui Woo Sung. *AKu baru ingat, orang ini adalah Jaksa yang dulu menangani masalah Hyuk, orang Grup Gangsoo juga dan Seonbae-nya Je Hoon.

Jaksa itu juga adalah Seobaenya atasan Cheol Min, Jaksa Yoon. Jaksa itu datang membawakan kopi untuk Jaksa Yoon sambil nanya-nanya kasus. Dan setelah Cheol Min pergi, ia menanyakannya pada Jaksa Yoon, siapa Cheol Min.

"Ah, dia baru saja dipindahkan kemari dari departemen kepolisian. " Jawab Jaksa Yoon.


Jaksa lalu melapor pada Woo Sung kalau ia kira hari ini adalah hari H-nya. Jaksa pikir, tim investigasi internal akan bergerak hari ini.

"Kau masih belum tahu siapa orangnya?

"Belum untuk saat ini."

"Jaksa Hwang! APa saja yang kalu lakukan? Kenapa belum mendapat informasi dari tim investigasi internal?"

"Pak Byun, apa kau tahu bagaiman situasi disini? Kau tahu akau mempertaruhkan leherku hanya untuk mendapat informasi ini. Dia termasuk salah satu tim, jadi cukup awasi dia saja."


Dia yang dimaksud jaksa Hwang adalah Cheol Min. Dan tanpa Jaksa Hwang tahu, Cheol Min menguping pembicaraannya.


Woo Sung memerintah sekretarisnya untuk memanggil Je Hoon tapi ia diberitahu kalau Je Hoon mengambil cuti.


Kepala Yang juga kesal karena Je Hoon dan Hyuk ijin hanya dengan menelfon, bahkan belum mendapat ACC. Kepala Jang maklum kalau Je Hoon yang ijin, tapi seorang pemagang seperti Hyuk sungguh keterlaluan.

Ki Sub membela Hyuk, mengatakan kalau Hyuk sedang sakit. Kepala Yang masih saja marah, Harnya itu seorang pemagang tidak boleh sakit, seperti dirinya dulu.


Dir. Seol mengamati situasi tim-nya itu.

Kilas Balik..


Hyuk bertanya, apa yang sebenarnya Dir. Seol inginkan darinya dan Je Hoon? Dir. Seol hanya ingin satu hal, yaitu sesuatu yang ingin ia lakukan sendiri.

"Apa yang ingin anda dan apa yang ingin Je Hoon lakukan adalah sesuatu yang sama?"

Dir. Seol hanya siam saja. Hyuk melanjutkan, apa kesalahan yang ingin Dir. Seol bayar itu terkait dengan BS?

Dir Seol: Biarkan aku bertanya satu hal. Seberapa besar persiapanmu saat ini? Seberapa siap kau melawan ayahmu? Itulah pertanyaanku.

Batin Hyuk: Lagi-lagi ada hubungannya dengan ayah?

Kilas Balik Selesai..


Hyuk melihat ayahnya datang ke perusahaan dan dihormati seluruh karyawan.

"Ada saat ketika aku berpikir di dangat keren. Aku salah mengira bahwa yang lain menghormati ayahku. Bagaimanapun, aku mulai melihatnya sekarang. Yang mereka hormati bukan ayah, melainkan uang ayah."


Hyuk terus berjalan dan melihat teman-temannya berkumpul menunggunya.

"Karena ingin mengembalikan kebahagian keluarga Joon yang hilang. Satu-satunya teman yang ia miliki, ayahku membelinya dengan uang. Aku adalah putra ayahku."


Meskipun tidak diundang, tapi Yeon Hee memutuskan untuk datang, berhubung ia tidak ada penerbangan. Joon membujuk Je Hoon untuk pergi bersama mereka juga. Je Hoon menangguk saja.

Joon: Tapi T-1000.. maksudku Cheol Min-ssi, kau punya waktu luang juga hari ini?

Cheol Min: Ya, aku memiliki jatah liburan yang belum terpakai beberapa hari, jadi tidak masalah.

Yeon Hee: Cheol Min-ssi, kau pasti tipe orang yang suka bekerja keras.

Sepertinya Yeon Hee sengaja mengatakannya untuk menyindir Je Hoon dan baik Je Hoon maupun Cheol Min menyadari itu.

Joon bertanya, apa yang akan mereka lakukan, memikirkannya sudah bersemangat karena ia lama sekali tidak pernah main-main. Yeon Hee akan menyarankan tapi Je Hoon memotong, berkata kalau sudah membuat list-nya.


Je Hoon memberikannya pada Joon, tapi Hyuk yang barusan datang merebutnya. Joon protes, dari mana saja sih Hyuk itu sampai membuat mereka menunggu lama.

"Benarkan? Berapa lama kau menunggu, Joon-ah?"

"Berhenti bersikap gila."

Lalu Joon melihat daftar yang dibuat Je Hoon. Tapi Hyuk kembali merebutnya.


Hyuk membaca satu-satu dan yang pertama adalah panjat tebing. Hyuk protes, apa-apaan itu?Tapi setelah Joon tampak excited banget, Hyuk juga ikut-ikutan senang. Hyuk, Joon dan Je Hoon langsung cabut.


Yeon Hee mengeluh bahwa mereka hanya memikirkan kesenangan mereka sendiri, ia tidak bisa panjat tebing.

"Kan ada aku. Aku akan membantumu." Kata Cheol Min.

Yeon Hee pun tersenyum.


Je Hoon dan Joon berlomba, sementara Hyuk menyemangati di bawah.


Sedangkan Yeon Hee dan Cheol Min berduaan. Cheol Min menepati janjinya untuk membantu Yeon Hee. Mereka berdua menciptakan memoen romantis sendiri.


Joon berhasil mengalahkan Je Hoon dan ia sangat senang. Je Hoon pun turut senang, pokoknya kalau Je Hoon senang, ia ikut senang.



Giliran Hyuk yang naik, tapi ia payah bangat. Dan memutuskan menyerah.


Lalu mereka bertiga melihat Yeon Hee dan Cheol Min berduaan, mesra banget. Dan tanpa mereka sadari ada penguntit yang memotret mereka.

Hyuk: Joo-ah. Apa yang sedang mereka lakukan itu?

Joon: Aku juga gak paham.

Je Hoon: Ayo pindah lokasi saja.


Si penguntit menelfon Woo Sung dan Woo Sung terkejut mendengar mereka melakukan panjat tebing. Woo Sung lalu memerintahkan penguntit memastikan tidak ada orang lain yang mereka temui.


Selanjutnya, mereka ke Dream World. Yeon Hee dan Hyuk memprotes Je Hoon. Tapi Joon sangat suka kesana dan saat itu juga Hyuk berubah pikiran menyukai ide Je Hoon.


Joon mengaku, sebenarnya ia kesana bersama ayahnya saat masih kecil dan tidak pernah kesana lagi sampai sekarang. Joon memuji Je Hoon yang membuat daftar liburan terbaik.

Hyuk merasa aneh, kenapa daftarnya ke semua temat yang Joon sukai?


Jadi mereka menaiki wahana yang memungkinkan mereka teriak-teriak heboh. Walaupun begitu, mereka tetap senang.


Woo Sung menerima foto-foto mereka dan ia tidak mengerti karena mereka sungguh hanya bermain.


Setelah puas menaiki wahana, Hyuk memberi Joon minuman bersoda, tapi Je Hoon memberi Joon es krim stroberry. Hyuk mengatakan kalau es krim stroberry hanya untuk anak-anak, tapi mata Joon berbinar dan mengatakan ia suka sekali es krim stroberry.


Hyuk bertanya, bagaimana Je Hoon tahu kesukaan Joon? Je Hoon hanya menjawab kalau ia tahu saja, lalu jalan mengikuti Joon. Hyuk makin merasa ada yang aneh, Dream World dan bahkan es krim stroberry, apa semua itu masuk akal?


Lalu Hyuk mendapat telfon dari Tae Kyung. Tae Kyung melapor kalau Presdir Min masuk ke ruangan Woo Sung dan semua meeting Woo Sung hari ini dibatalkan, Woo Sung sama sekali tidak meninggalkan ruangannya seharian ini. 
"Baiklah. Tolong beritahu aku jika ada yang terjadi lagi."

"Oke."


Woo Sung menunjukkan foto Je Hoon dkk di Dream World, apa itu? Apa Presdir Min mencandainya. Presdir Min minta maaf, padahal ia sudah mengirim orang yang cekatan dan pintar dalam pekerjaan menguntit.

Presdir Min minta waktu sebentar untuk menegur si penguntit. Penguntit saat ini ada di tempat karaoke untuk mengikuti Je Hoon dkk. Ia minta maaf.


Pertama yang membawakan lagu adalah Cheol Min yang berduet dengan Hyuk.


Lalu Joon berduet dengan Yeon Hee. Tapi walaupun nyanyian Joon gak bagus, Je Hoon terus tersenyum. Hyuk melihat itu dan menyadari kalau wanita yang Je Hoon suka itu adalah Joon.


Hyuk lalu mendekati Je Hoon, "Tidakkah kau berencana mengatakan padaku siapa yang kau suka?"

"Tidak. Aku tidak akan memberitahumu. Akan ku pendam sendiri."

"Kenapa kau tidak menyatakannya jika sudah menyukainya sangat lama?"

"Aku selalu ceksok kalu dekat dengannya. Bahkan jika aku menunjukkan perasaanku, aku tidak berpikir itu akan membuatnya bahagia."

"Dasar! Seberapa hebat sih cewek itu?"

"Dia tidak suka berjalan di jalan biasa."

"Dia lebih suka permintaan maaf yang sungguh-sungguh daripada 1000 tangkai mawar." Hyuk melanjutkan, anehnya Je Hoon gak nyadar.

"Dia menyukai es krim stroberry."

"Dia sama sekali tidak takut ketinggian."

"Tapi, nyanyiannya sedikit.."

"Dance-nya juga sedikit.."

Hyuk jelas banget dengan jawaban Je Hoon itu. Ia yakin kalau Je Hoon menyukai Joon. Tapi Je Hoon masih belum sadar dengan jawabannya dan kalau Hyuk menyadari siapa yang ia suka.

4 komentar

G sabar mau baca part 2nya... semangat

entah kenapa lebih suka liat joon sama je hoon daripada sma hyuk ��. ditunggu part 2nya kakak��

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon