Monday, November 6, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 7 Part 2

Sinopsis Revolutionary Love Episode 7 Part 2

Sumber Gambar: tvN


Joon mengajak Hyuk ke toko buku sambil menjelaskan dan mengambil buku untuk Hyuk,

"Mereka tidak akan menerima siapapun, meski mereka tidak melihat resume. Itu berarti mereka membutuhkan cara lain untuk mengevaluasimu. Bahasa. Matematika. Sains, persepsi spasial, kejadian terkini. Kau perlu menguasai semua hal ini."

Terakhir Joon mengambil buku yang ditulis CEO Byun, Manajemen Kemanusiaan.


Hyuk belajar dengan menggunakan ikat kepala yang bertuliskan, "Magang adalah jalanku untuk bertahan hidup!". Je Hoon berkomentar, apa Hyuk pikir dengan belajar begitu akan berhasil?

Hyuk setuju dengan Je Hoon.


Lalu pesan masuk dari Joon. Hyuk membaca itu sambil membayangkan Joon berdiri di atas kepalanya dan memukulinya dengan palu.

"Hei, Byun Hyuk. Kau tidak belajar, kan? Kembali belajar sekarang!"

"Oh, oh. Baiklah. Aku akan belajar. Joon sangat mengenalku."

Hyuk pun kembali serius belajar.


Hyuk juga ada sesi belajar bersama Joon dan beberapa kali ia tertangkat sedang mengangtuk oleh Joon. Joon menggunakan makanan untuk membangunkan Hyuk.

Joon memberi Hyuk berbagai makanan instan.


Mi Yeon membantu mencari informasi di perusahaan. Ia memungut dokumen yang dibuang oleh karyawan.


Mi Yeon lalu memberikannya pada Joon, ternyata itu adalah soal 3 tahun belakangan. Joon sangat berterimakasih pada Mi Yeon.


Joon lalu memberikannya pada Hyuk, ia menyuruh Hyuk untuk menghafalkan semua itu. Hyuk terlihat malas, lalu Joon memberinya makanan lagi. Hyuk pun kembali bersemangat belajar.


Tae Kyung juga membantu mencari informasi di perusahaan. Saat bebersih, ia mengkopi dokumen penting.


Selanjutnya Tae Kyung memberikannya pada Joon. Joon juga sangat berterimakasih.


Joon membawakan makanan untuk Hyuk tapi Hyuk ketiduran. Joon memandanginya tanpa membangunkannya. Joon lalu menyelimuti Hyuk.


Hyuk pulang ke rumah Je Hoon dan langsung tidur di ranjang sambil memeluk buku-bukunya. Saat itu Je Hoon baru selesai mandi.

"Apa berjalan dengan baik?" Tanya Je Hoon.

"Entahlah. Aku hanya melakukan apa yang Joon katakan padaku. Ini sangat sulit. AKu telah kehilangan darahku."

Kilas Balik..


Je Hoon bicara pada Joon, ia bertanya kenapa Joon mencoba begitu keras untuk mengajari Hyuk. Tidak peduli berapa banyak Joon membantunya, Hyuk tidak akan berhasil, tidak akan lulus. Bahkan jika dia melewati putaran satu dan dua, dia tidak akan berhasil melewati putaran ketiga.

"Kenapa?" Tanya Joon.

"Ketua Byun Woo Sung akan mengecewakannya."

"Kenapa dia bertindak sejauh itu?"

"Dia tidak menahannya, dia hanya malu karena Hyuk."

"Seorang adik sedang mencoba dan Kakak yang sengaja menghalangi jalannya. Apa dia memandang rendah padanya? Kukira berbeda."

"Apa kau terlibat dalam perkelahian kakak Hyuk juga? Kau bahkan bisa jadi yang bertanggung jawab untuk menjaga Hyuk dan bukan aku."

"Kenapa? Tidak bisakah aku melakukan itu? Jika kau bisa, jadi kenapa aku tidak bisa melakukannya?"

"Apa kau serius dengan omong kosong itu?"


Joon mengingatkan, Je Hoon bilang sudah berteman dengan Hyuk sejak TK. Berarti Je Hoon sangat mengenal Hyuk dong?

"Lalu bagaimana denganmu? Apa yang kau ketahui tentang dia? Kau belum terlalu mengenalnya."

"Paling tidak, aku tahu beban tanggung jawab yang dia pikul."

"Apa menurutmu Hyuk tahu apa arti kata "tanggung jawab"?"

"Jika dia tidak tahu, kenapa dia melakukan ini? Dia bisa menjalani hidup dengan nyaman."

"Apa kau benar-benar tidak tahu? Itu semua karenamu. Karena kau terus menyuruhnya untuk melakukannya dan mendorongnya. Dia bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan."

"Bagaimana jika itu karenaku? Apa itu salah?"

"Apa maksudmu dengan itu?"

"Apapun alasannya, dia melakukan sesuatu dengan tulus. Bukankah itu cukup baik?"

Kilas Balik selesai..


Hyuk terdengar mendengkur. Je Hoon memanggilnya tapi Hyuk tidak menyahut. Je Hoo lalu mengambil buku di dada Hyuk dan menyelimuti Hyuk.


Ada pesan masuk beruntun di ponsel Hyuk. Je Hoon membukanya satu-satu.

Ki Sub: Hei, Tuan Muda Byun. Tetaplah kuat. Kami akan kuat, terima kasih.


Tae Kyung: Hyuk-ah, tidak apa-apa jika kau gagal. Jangan merasa terbebani. Apapun yang terjadi, terima kasih. Terima kasih!


Mi Yeon: Aku akan mentraktirmu Samgyeopsal jika kau lulus wawancara magang.

Dan ternyata bukan mereka saja, tapi semua petugas kebersihan memberi semangat pada Hyuk.


Je Hoon juga memberi bantal untuk Hyuk dan Hyuk diam-diam tersenyum.


Pak Polisi menginti ke pintu rumah Je Hoon. Lalu Yeon Hee datang. Yeon Hee pura-pura keberatan mengangkat kopernya, jadi Pak Polisi terpaksa membantunya.


Yeon Hee makan bersama Joon di kamar Joon. Yeon Hee bertanya, apa Joon kenal pria baru yang pindah di sebelah?

"Apa dia pria?"

"Ya. Menurutku, dia seusia kita. Bagaimanapun, dia terlihat sederhana. Tapi aku pikir dia tertarik padaku. Kapan pun aku bertemu dengannya, dia tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun. Dia membawakan koperku sampai di depan pintu rumahku."

"Kau memiliki visual yang bagus, Yeon Hee."

"Aku tahu. Aku sangat cantik sehingga sangat mengganggu."

"Oke, sudah siap. Mari makan."

Yeon Hee memuji nasi campur Joon yang ternikmat pokoknya. Joon mengatakan kalau itu berkat pasta cabainya. Yeon Hee memuji kalau Gangsoo memiliki asta cabai yang jempolan. Joon setuju.

Kilas Balik.. 


Saat Joon kecil ayah menunjukkan pasta cabai Gangsoo. Ayah berkata kalau ia yang mengembakan pasta itu. Ayah melarang Joon melupakan rasa itu karena itu akan menjadi basis makanan di Gangsoo Group.

Kilas Balik Selesai..


Yeon Hee bertanya bagaimana persiapan ujian Hyuk?

"Lumayan." Jawab Joon.

"Kapan ujiannya?"

"Besok."

"Ah.. Semangat!!"


Joon dan Hyuk berlari ke perusahaan untuk tes pertama. Di depan, Ki Sub, Tae Kyung dan Mi Yeon menyemangati mereka.


Pak Kwon melapor pada Nyonya Hyun bahwa Hyuk telah tiba dengan selamat di perusahaan.

"Sungguh? Dia tidak terlambat, kan?"

"Iya."


Joon bisa menjawab semua soal dengan mudah dan yakin.


Tapi tidak dengan Hyuk yang tampak bingung. Lalu ia melihat Joon yang bisa menjawab dengan yakin.

Kilas Balik..


Joon menyemangati Hyuk sebelum berangkat tadi, tidak perlu takut atau gugup. Lakukan seperti yang dilatih. Jangan khawatir. Ia ada disana bersamanya.

Kilas Balik Selesai..


Hyuk menyadari, ada Joon bersamanya, ia punya panduan belajar dari Bu Ahn, juga mendapat informasi dari Pak Lee.


Secara ajaib Hyuk bisa melihat pertanyaannya juga jawabannya. Ia pun bisa mengerjakan dengan mudah.


Seseorang memberitahu Woo Sung bahwa Hyuk lolos ujian pertama. Woo Sung mulai resah.


Sementara Petugas kebersihan bersorak gembira mengetahui Hyuk lolos ujian pertama. Kepala Pekerja bilang tidak perlu sesenang itu karena ini baru pertama.


Tes kedua adalah blind test, jadi mereka disuruh mencari produk makanan Gangsoo dari beberapa makanan yang tersedia di meja.


Joon sih bisa dengan mudah merasakannya tapi Hyuk kelihatan bingung. Lalu ia ingat saat Joon memberinya berbagai makanan instan saat belajar. Semua makanan itu adalah produk Gangsoo, untungnya ia ingat semua rasa makanan itu.


Usai ujian Joon dan Hyuk melakukan tos, tapi Hyuk mau lebih dari itu, ia langsung memeluk Joon dan pas hitungan kelima ia melepaskan Joon.

"Aku melakukannya dengan baik, kan?"

"Iya, tadi sangat menyenangkan."

"Aku benar-benar tidak berpikir pasta cabai akan ada. Ramen cup juga sedikit membingungkanku."

Je Hoon melihat kedekatan mereka, tapi ia tidak mendekat hanya menghela nafas dari kejauhan.


Nyonya Byun mendapat kabar soal Hyuk yang lolos ujian kedua. Nyonya Byun juga bertanya, apa Joon ikut lolos juga?

"Ah, oke.. Baiklah. Terima kasih, Sekretaris Park." Jawab Nyonya Byun senang.

Se Na bertanya, siapa itu Baek Joon. Nyonya Byun mengatakan kalau Se Na tidak perlu tahu. Nyonya Byun bertanya-tanya, apa Joon benar-benar Pyunggang?


CEO Byun sangat senang karena Byun berhasil lolos ujian kedua.

"Baiklah kalau begitu.. Siapa yang akan masuk wawancara terakhir?" Tanya CEO Byun.


Joon ada dibarisan peserta wawancara, ia cemas dan selalu melihat ke arah pintu.


Ternyata Hyuk masuk duluan. Pewawancaranya adalah Woo Sung, Pak Seol (yang ternyata adalah seorang direktur) dan dua orang lagi.


Direktur Seol meminta Hyuk mengatakan sifat positifnya.

"Sifat positifku? Penuh dengan kepekaan. Aku sangat menyukai puisi. Aku punya lebih dari 100 puisi yang kuhafal. Haruskah aku membacakannya? "Saat melihatku, kau merasa jijik dan kau pergi"..."

"Tidak perlu! Pertanyaan selanjutnya. Aku bisa memberimu 10 miliar won sekarang juga."

"Benarkah?"

"Kau bisa membaginya dengan temanmu. Terserah kau bagaimana kau membaginya. Namun.. kau memerlukan persetujuan temanmu untuk menerima 10 miliar won dariku. Bagaimana kau akan membaginya?"

"Aku akan membaginya 50:50."

"Apa kau mengatakan kalau kau tidak percaya diri dalam bernegosiasi? Pikirkan caramu agar bisa bernegosiasi untuk memaksimalkan keuntungan. Jawablah."

"Bagaimana bisa itu membuatku bahagia? Kau bilang orang itu adalah teman. Jika aku menegosiasikan yang terbaik dan membaginya menjadi 70:30 atau 90:10, persahabatanku dengan orang itu akan berakhir. Maka aku tidak akan bahagia. Aku akan memilih untuk membaginya secara merata dan bahagia bersama."


Hyuk keluar ruang wawancara dengan senyum lebar. Joon juga menyambutnya dengan senyum yang tak kalah lebarnya.


Saat keluar gedung, mereka berdua disambut oleh Mi Yeon dkk yang menari dengan kembang api.

Saat keluar gedung, mereka berdua disambut oleh Mi Yeon dkk yang menari dengan kembang api.


"Kerja bagus!"
"Kita sudah sangat bersyukur."
"Sekalipun kau tidak lulus..."
"kita tidak akan pernah melupakan ini."
"Kau menanggung begitu banyak beban untuk kita."


Terakhir mereka berkata akan mentraktir samgyeopsal. Joon bersorak riang.

Gumam Hyuk: Wah.. Mereka bukan keluarga atau temanku. Bahkan bukan wanita yang aku cintai. Tapi.. kenapa mereka membuatku begitu emosional?

Joon: Mereka rekan kerjamu.


Woo Sung rapat dengan yang lain, mereka memasukkan nama Joon pada kotak bertuliskan lulus, sekarang tinggal membahas Hyuk. 


Hyuk makan samgyepsal dengan yang lain. Ia memuji rasa soju yang enak. Pokoknya ia bahagia sekali.


Woo Sung mengatakan kalau Hyuk bukanlah pelamar yang normal. Memisahkan uangnya jadi dua itu adalah humanisme yang menggelikan, tidak sesuai dengan Gangsu Food.

Direktur Seol: Jika kita mencoba untuk tetap monopoli, kita akan hancur hari ini. Penting untuk bersikap sensitif dan etis. Kurasa ini pola pikir yang bagus untuk dimiliki.

Orang ketiga: Karena suaranya tidak bulat.. Aku akan membuatnya gagal.

Jadi nama Hyuk dimasukkan ke kotak yang gagal.


CEO Byun was-was menunggu hasil keputusan mengenai Hyuk, apa yang terjadi? Lalu Direktur Seol datang, ia menanyakannya tapi direktur Seol hanya diam.


Hyuk dan Joon sama-sama bersiap ke kantor.


Direktur Seol mengatakan kalau Hyuk gagal dengan suara bulat. Jadi, ia menggunakan kartunya.

"Kartu? Lalu itu berarti.." Kata CEO Byun.


Pihak Group Gangsoo mengatakan pada Presdir Min kalau mereka tidak akan memperpanjang kontrak.

"Apa Byun Hyuk, anak itu, lulus?"

"Begitulah. Sampai jumpa lagi."


Byun Hyuk kali ini memakai jas dan dasi.


Sebelumnya, ia menunjukkan kartu kelulusannya pada CEO Byun. Jadi ia menagih janji ayahnya untuk mempekerjakan petugas kebersihan secara langsung.

"Juga.. Biarkan mereka makan di kafetaria."


Joon datang ke kantor bersama dengan Hyuk. Namun Joon memakai pakaian seperti biasa.


Hyuk masuk ke tim perencanaan dimana Je Hoon juga ada disana.

Hyuk: Annyenghasimika. Aku adalah pemagang di Tim perencanaan, Byun Hyuk. Mari bekerja sama dengan baik.


Sementara itu, Joon kembali menjadi petugas kebersihan. Semua senang Joon kembali tapi sebenarnya lebih senang lagi jika Joon mendapatkan posisi magang itu.


Kejadian yang sebenarnya saat Joon wawancara adalah..

Direktur Seol menyuruh Joon mengatakan hal positifnya. Joon mengatakan bahwa ia memiliki banyak pengalaman kerja.

"Pengalaman macam apa?"

"Aku telah membayar iuran dan biaya kuliah sejak tahun pertama kuliah. Aku memiliki banyak pekerjaan paruh-waktu. Dari les siswa, menjadi pelayan hotel, dan pelayan katering.. buruh di lokasi konstruksi, ditunjuk untuk mengemudi,  melakukan penjualan di mal, dan menjadi barista. Aku pikir aku sudah punya pengalaman lebih dari kebanyakan orang seusiaku."

Woo Sung: Mungkin, kau tidak pandai pada satu hal.

Joon: Kurasa aku orang yang bisa melakukan banyak hal sekaligus.

Direktur Seol: Apa motivasimu untuk melamar di Gangsoo Food?

Joon: Aku harus membuktikan kalau aku bukan pengecut. Bukan untuk orang lain, tapi diriku sendiri. Aku sudah melakukannya sekarang. Sampai sejauh ini saja sudah cukup.

Orang ketiga: Apa kau punya kata-kata terakhir yang ingin kau katakan?

Joon: Jangan pilih aku. Aku tidak akan menjadi pemagang di sini.


Je Hoon tidak mengerti dengan sikap keras kepala Joon itu. Jelas-jelas Joon mendapat pemberitahuan lulus, tapi kenapa tidak datang bekerja dan malah kembali menjadi petugas kebersihan? 

"Sudah kukatakan kalau menurutku kerja full time itu konyol."

"Dan bekerja sebagai petugas kebersihan itu lebih baik?"

"Aku berbeda dari yang lain. Aku hanya pekerja paruh waktu. Ini hanya tentang kebebasan. Itu saja.. aku bisa pergi kapan pun aku mau."

"Seberapa tulus dirimu?"

"Apa maksudmu?"

"Dengan Hyuk. Aku bertanya apa kau tertarik padanya lebih dari sekedar teman."

"Kenapa aku harus memberitahumu?"

"Karena itu menggangguku."

"Kenapa? Kenapa itu mengganggumu?"

"Apa kau lupa? Aku bertanggung jawab untuk menjaga Hyuk. Aku harus tahu apa yang dipikirkan orang-orang di sekitar Hyuk."

"Jadi, kau perlu tahu perasaanku pada Hyuk juga? Itu saja?"

"Jawab aku."

"Apa kau... menyukai Hyuk?"


Hyuk: Ya, aku menyukainya. Mix coffee, drip coffee, espresso. Aku suka semuanya.

Pimpinan: Oh benarkah? Pergilah buat beberapa. Peagang harus pergi. Haruskah aku melakukannya?

Hyuk: Baiklah, akan aku lakukan.


Hyuk pun pergi membuatkan kopi. Pimpinan kemudian menugaskan Hyuk lagi,

"Ini adalah salah satu perusahaan tempat kami bekerja. Mintalah mereka untuk memberi cap ini dengan segel mereka."

"Aku harus melakukannya?"

"Ya, itu tidak sulit sama sekali. Buat mereka untuk memberi cap itu. Anggap saja sebagai pekerjaan pertamamu sebagai pemagang. Kau bisa melakukan pekerjaan dengan baik, kan?"

"Tentu saja. Aku bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Aku akan berhasil dan kembali. Jadi, pabriknya ada di Gyeonggi-do, Anseong?"

Pimpinan menyuruh Hyuk menggunakan mobil perusahaan.


Hyuk menunjukkan tugas pertamanya pada Joon dan yang lain. Semuanya terkejut karena tugas itu berat.

Hyuk: Ya, aku hanya perlu menyelesaikannya.

Mi Yeon: Aku rasa ini tidak akan mudah diselesaikan sendiri.

Hyuk: Tidak masalah. Aku hanya perlu mengecapnya.

Joon: Kenapa kau di sini?

Hyuk: Bisakah kau menjadi sopir?

Joon: Supir? Kenapa?

Hyuk: Lisensiku ditangguhkan sampai akhir bulan. Bisakah kau membantuku?


Joon ingat pertanyaan Je Hoon, "Jawab aku. Apa kau... suka sama Hyuk?"


Joon setuju, tapi minta bayaran 50,000 won. Hyuk setuju.


Mereka pintu gerbang dan tidak ada tanda-tanda ada orang dan saat mereka memaksa masuk, mereka melihat orang gantung diri.


2 komentar

Thanks mba dian. Suka suka suka
Dilanjut ia... at d tungu kelanjutan nya

Jeongmal gomawo eonni
Gak sabar pengen baca sinopsis selanjutnnya..

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon