Monday, November 6, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 8 Part 2

Sinopsis Revolutionary Love Episode 8 Part 2

Sumber Gambar: tvN


Woo Sung memanggil Je Hoon, menagih tugasnya, apa Je Hoon menemukan sesuatu tentang Joon. Je Hoon menjawab tidak ada yang spesial.

"Ayahnya sudah meninggal. Dia tidak tinggal dengan ibunya, karena ibunya menikah lagi. Dia tidak punya teman dekat atau kerabat. Sulit mencari informasi tentang dia. Tapi aku akan terus mencari." Lanjut Je Hoon.

"Sungguh? Baik. Pergilah."

Je Hoon pun pamit.


Je Hoon tampak berpikir saat berjalan.


Sementara Joon melihat Hyuk tampak stress berat menatap pembatala kontrak itu. Ia lalu mendekatinya.


Sementara Joon melihat Hyuk tampak stress berat menatap pembatala kontrak itu. Ia lalu mendekatinya.

Joon bertanya, apa Hyuk akan mengambil capnya besok? Hyuk mengiyakan karena hanya itu yang bisa ia lakukan.

Hyuk tak menynagka ayahnya menjalankan bisnis seperti ini. Perusahaan secara sepihak memutuskan menghentikan produk yang tidak bermasalah. Ini adalah tirani kontraktor utama. Sistem kontraktor utama dan subkontraktor saja sudah salah. Ini seperti kontrak perbudakan. Kenapa pabrik subkontraktor tidak punya hak? Ia merasa kasihan dengan Presdir Jang karena dia tidak berdaya.

Joon juga merasakan hal yang sama, Presdir Jang pantas mendapatkan yang lebih baik, tapi harus menahan dan menerimanya karena dia hanya bawahan. Presdir Jang takut akan makin rugi jika tidak patuh.


Hyuk bertanya, menurut Joon kenapa Direktur Seol memberinya tugas sesulit ini? Joon terkejut mendengar nama Direktur Seol, lalu ia menjawab:

"Setidaknya, pasti bukan untuk membuatmu merasa kasihan dan berempati kepada mereka. Pada akhirnya, kau bertanggung jawab atas tugas ini."

"Aku?"

"Ya, kau."

Batin Hyuk: Dia bilang kepadaku. "Aku ingin kau berbeda dari pekerja lain. kau mempunyai kemampuan untuk melakukan itu jika mau". Kenapa kau mengatakan itu kepadaku, Joon-ah? Sampai sekarang, aku bertindak tanpa mengetahui apa pun, memanfaatkan kekuasaan ayahku dan menggunakan harta ayahku seolah-olah itu milikku. Aku hanya.. seorang putra konglomerat, dan bukan siapa-siapa.


Saat sampai rumah, Hyuk melihat Je Hoon sedang membaca, ia hanya bisa menghela nafas lalu berjalan mencopot jasnya.


Hyuk terus menghela nafas sampai akhirnya ia bicara pada Je Hoon. Ia menyadarai kalau Je Hoon tidak bisa disalahkan mengingat Je Hoon hanya melakukan perintah. Je Hoon juga tidak bisa membantunya.

"Tapi melihatmu melakukan itu kepada Presdir Jang membuat hatiku sakit. kau hanya alat untuk memanfaatkan orang yang lebih lemah." Lanjut Hyuk.

"Aku alat dan yang menjalankannya."

"Siapa? Siapa yang memperalatmu?"

"Kau! Kau yang paling buruk."

"Sungguh? Maafkan aku. karena sampai sekarang terus menyebabkan masalah."

"Jika menyadarinya, maka hentikan."

"Baiklah, Kawan. Akan kucoba."


Hyuk kemudian bertanya, apa ada yang bisa ia lakukan soal Saeman Foods. Je Hoon menjawab tidak ada, selain datang besok untuk mengambil capnya.

"Ah.. Kenapa Direktur Seol ingin aku melakukan pekerjaan ini?"

"Mungkin salah satu dari dua hal ini. Mengetahui dirimu sendiri."

"Lalu?"

"Mengetahui statusmu."

"Bukankah keduanya sama?"


Je Hoon melanjutkan, Direktur Seol ingin Hyuk menyadari bahwa tidak ada banyak hal yang bisa Hyuk lakukan. Lalu Je Hoon bersiap tidur.

Narasi Hyuk: Itu yang dikatakan temanku. "Jika gagal, semua anggota tim akan menerima akibatnya. Kau bisa bertahan karena kau putra Pimpinan, tapi pegawai lain yang terlibat akan mendapatkan penilaian buruk, tidak dipromosikan, dan mungkin bisa turun jabatan". Tidak ada jalan tengah untuk menyelesaikan ini?


Hyuk juga ingat bagaimana pertanyaan Direktur Seol saat wawancara, "Bagaimana kau akan membaginya? Aku bisa memberimu 10 juta dolar. kau bisa membaginya dengan Teman A. Hanya kau yang berhak menentukan pembagiannya. Bagaimana kau akan membaginya?"


Hyuk menjawab pertanyaan Direktur Seol itu saat ini, "Aku akan membaginya sama rata dan memberikan setengah kepada A."

Je Hoon bertanya, apa yang dikatakan Hyuk itu?

"Apakah ini, Je Hoon-ah?"

"Apa yang kau bicarakan?"

"Kurasa aku tahu alasan dia memberikan tugas ini kepadaku."

Hyuk lalu mengambil jasnya lagi, ia bilang pada Je Hoon kalau ia akan bekerja.


Hyuk mendatangi rumah Joon. Joon sedang mengunci pintu saat Hyk naik dan saat berbalik tiba-tiba Hyuk sudah ada dibelakangnya. Joon sangat terkejut.

"Astaga, kau mengejutkanku. Kenapa kau di sini pukul sebegini?"

"Aku membutuhkan jasa sopirmu."

"Jasa sopir? kau mau ke mana malam-malam begini?"

"Aku akan pergi bekerja."


Jadi Hyuk dan Joon datang ke pabrik Presdir Jang. Para pekerja sedang memasukkan kardus ke dalam mobil boks. Hyun bertanya, Presdir Jang ada dimana?

"Di ruangannya. Kenapa?"

Hyuk langsung melesat kesana. *Intinya mereka mau menjual semua bahan baku.


Hyuk bertanya pada Presdir Jang, apa yang sedang Presir Jang lakukan saat ini?

"Kenapa aku membutuhkan itu? Aku akan segera mati. Ada daging dari Selandia Baru yang kubeli untuk Gangsoo Foods. Aku akan menjualnya dengan harga murah."

"Apa?"


Lalu Joon ikutan masuk. Presdir Jang membahas soal Hyuk yang ia dengar merupakan putra CEO Byun.

"Maaf aku tidak tahu. Abaikan saja hal-hal buruk yang kukatakan soal ayahmu."

"Itu tidak masalah. Berhenti memuat makanannya."

"Kenapa?"

"Tanpa daging, bagaimana kami bisa membuat mi mangkuk bulgogi? Anda harus menurunkan semua produknya sekarang."

"Kenapa kau mau membuat mi mangkuk bulgogi? Aku sudah mengecap kontraknya."


Hyuk membawa kontrak itu, Presdir Jang bisa memberikan itu kepada Gangsoo Foods, juga bisa membuat mi mangkuk bulgogi.

"Apa yang akan kulakukan jika membuat itu?"

"Anda bisa menjualnya di pasar atas nama Anda sendiri."

"Gangsoo Foods akan mengizinkan itu?"

"Kita tidak perlu izin. Aku yang akan bertanggung jawab. Mari kita membuat mi mangkuk bulgogi."


Joon memprotes Hyuk. Presdir Jang mengonfirmasi, Hyuk barusan bilang akan bertanggung jawab, bukan?

"Ya, benar. Akulah.. yang akan bertanggung jawab."


Joon tidak mengerti apa yang sedang Hyuk lakukan kali ini. Hyuk mendengar Saeman Foods telah menjadi subkontraktor selama 24 tahun, mereka sudah seperti teman, jadi harus membagi sama rata dengan teman.

"Gangsoo Foods memberimu izin melakukan ini?"

"Aku harus mendapatkan izin setelah pembatalan kontraknya."


Hyuk paginya langsung memberikan kontrak itu pada Kepala Yang dengan bangga. Je Hoon hanya mendengarkan.

"Seharusnya kau menyelesaikan ini lebih cepat. Kerja bagus."

"Ini berarti kontrak kita dengan mereka sudah batal, bukan?"

"Ya, sudah dibatalkan sepenuhnya."

"Berarti kita tidak berhak mencampuri urusan mereka, bukan?"

"Itu bukan urusan kita sekarang. Mereka bebas melakukan apa saja."

"Anda yang mengatakan ini, Ketua Yang. Mereka bebas melakukan apa pun, bukan? Apa saja."

"Kenapa terus menanyakan pertanyaan yang sama? Ya, mereka bebas."

"Terima kasih telah memastikannya. hahaha"


Je Hoon merasa ada yang tidak beres, ia kemudian mengikuti Hyuk keluar. Hyuk menemui Joon yang sedang bebersih, ia memberi kode bahwa rencananya sukses. Lalu Je Hoon datang. Hyuk dan Joon lalu menghubungi seseorang.


Joon menemui yang lain. Joon menawari, apa mereka mau melakukan kerja paruh waktu setelah ini?

"Pekerjaan apa?" Tanya Tae Kyung.

"Presdir Jang dari Saeman Foods mulai memproduksi barang, tapi dia butuh lebih banyak pekerja."

"Bukankah kontrak dia dengan perusahaan sudah dibatalkan?"

"Hyuk mendorongnya memproduksi barang untuk menyelamatkan perusahaannya."

"Dia sudah mendapat izin?" Tanya Ki Sub.

"Bisa dibilang begitu."

"Dia akan membuat kekacauan lagi, bukan?" Tanya Tae Kyung.

"Tapi karena sedang kurang mapan, mereka tidak bisa membayar banyak. Tapi setelah produknya mulai dijual, mereka akan memberikan insentif."


Mi Yeon tiba-tiba menangis, jika ada seorang saja yang seperti Hyuk, pabriknya tidak akan bangkrut. Joon tidak mengerti apa maksudnya, ia bertanya pada yang lain.

Ki Sub: Bu An dahulu mempunyai pabrik subkontraktor. Kontraktornya meninggalkan semua produk di pabrik Bu An sehingga bisnisnya bangkrut. Karena melihat Presdir Jang diseret keluar tempo hari, dia terus teringat akan masa lalu. Sejak itu, dia selalu menangis.

Joon lalu duduk disebelah Mi Yeon, ikut merasakan kesedihannya. Kemudian Ki Sub, Tae Kyung dan Mi Yeon mengatakan bersedia ikut dengan Joon.


Woo Sung kembali bertanya, apa Je Hoon sudah menemukan sesuatu soal Baek Joon? Je Hoon menjawab hanya sedikit yang bisa diketahui.

"Sungguh?"

"Dia tidak punya pemikiran mencurigakan. Dia berasal dari keluarga biasa dan menjalani kehidupan biasa."

"Dia pernah berkaitan dengan Grup Gangsu?"

"Tidak, Pak."


Woo Sung langsung memukul Je Hoon. Woo SUng lalu menunjukkan buku tahunan kantor tepat di halaman pembahasan mengenai ayah Joon, "Kenapa kau tidak melaporkan soal ayahnya, Baek Sung Gi, kepadaku? Kau merencanakan sesuatu di belakangku? Kenapa? Kau teralihkan karena kau temannya Hyuk?"

"Bukan begitu."

"Lalu kenapa?"

"Menurutku itu tidak terlalu penting untuk dilaporkan kepada Anda."

"Aku tidak membutuhkan pendapatmu. Lakukan saja sesuai perintah, Berandal. Bukankah kau bekerja untukku karena ingin cepat naik pangkat? Kau sangat mengenal Hyuk. Dia tidak akan membantumu jika kau kesulitan."


Woo Sung: Jangan teralihkan oleh simpatimu yang menyedihkan. Pikirkan siapa yang bisa lebih menguntungkanmu. Paham?

Je Hoon: Ya, Pak. Aku akan mengingatnya.


Je Hoon memegangi pipinya yang merah.

Kilas Balik..


Je Hoon menangis saat ayahnya akan dibawa oleh polisi.

Ayah: Jangan khawatir. CEO Byun bilang akan mengurusnya,

Je Hoon: Ayah.. Ayah~

Ayah: Jangan terlambat makan dan tetap sehat. Jaga dirimu sampai ayah kembali. Je Hoon-ah. Ayah baik-baik saja.

Kilas Balik Selesai..


Je Hoon mendapat pesan dari Hyuk, berisi foto bersama petugas kebersihan di pabrik Presdir Jang. 

"Kawanku, Je Hoon. Akhirnya aku menemukan sesuatu yang bisa kulakukan."

Je Hoon menghela nafas lagi, "Ah.. Dia membuatku gila."

Je Hoon langsung bergegas ke pabrik.


Hyuk dan yang lain membantu memproduksi nasi bulgogi Gangsoo. Lalu Je Hoon datang. Semuanya terkejut saat melihat Je Hoon.


Selanjutnya, Je Hoon mendekati Presdir Jang, mengatakan bahwa Presdir Jang telah produk Grup Gangsoo tanpa izin.

"Presdir Jang. Persiapkan diri Anda."

Je Hoon lalu pergi. Semuanya was-was, Hyuk kemudian bilang akan mengurusnya dan langsung mengejar Je Hoon.


Hyuk menjelaskan, Presdir Jang sudah mendapatkan izin, ia yang menyarankan semua itu.

"Kau pegawai Gangsoo Foods, tapi kenapa seenaknya menyerahkan produk ke subkontraktor?"

"Keuntungannya akan dibagi dua. Tidak masalah, bukan?"

"Sadarlah!"

"Gangsoo Foods memutuskan untuk menghentikan produksinya. Kami akan menjual produk ini dengan nama berbeda dan membagi keuntungannya dengan Gangsu. Bukankah terlalu kejam jika melarang kami melakukan ini? Mereka bahkan melarang orang lain menjual produk ini? Itu tidak benar."

"Itu hanya pemikiran sederhanamu. Perusahaan akan mengeluarkan produk baru. Jika mengetahui ada kompetitor yang tidak terduga, para atasan akan bertindak."


Hyuk membenarkan, pikirannya memang sederhana. Jadi, ia tidak mengerti pemikiran egois perusahaan mereka.

"Sudah kubilang, jangan membuat onar di perusahaan."

" "Aku akan bertanggung jawab". Aku memulainya dengan pemikiran itu."

"Maka jangan beri tahu aku. Pikirmu apa yang kau lakukan ini? kau membuat kekacauan yang harus kubereskan lagi."

"Aku tidak menghubungimu untuk membereskan kekacauan ini."

"Lalu untuk apa?"

"kau temanku. Aku tidak ingin membohongimu."

"kau berpura-pura?"

"Jangan khawatir. Kali ini, aku tidak akan melibatkanmu. Percayalah kepadaku."

Hyuk kecewa karena Je Hoon langsung pergi padahak ia serius.


Je Hoon berpapasan dengan Joon yang baru balik dari membeli makanan. Joon menyapa riang Je Hoon dan mengajak untuk makan bersama.

"Aku sudah menyuruhmu untuk tidak mencampuri urusan Hyuk. Tapi kau malah membiarkan ini terjadi?"

"Hyuk yang memutuskan ini. Aku hanya membantu dia untuk mendapatkan bayaranku."

"Dia tidak akan pernah memikirkan hal ini jika kau tidak memicunya."

"kau terlalu meremehkan temanmu. Hyuk bukanlah pembimbingku atau semacamnya."

"kau membujuk dia agar menyerahkan diri. kau membuat dia memutuskan kontrak dengan perusahaan alih daya. kau membuat dia menjadi pegawai magang. Kini dia terlibat dengan masalah pabrik subkontraktor. Aku harus berpikir apa soal itu?"


Joon mengakui, semua itu kedengarannya masuk akal. Tapi Hyuk n beneryang memutuskan semua itu.

"kau melakukan ini.. karena ayahmu?"



Joon terkejut, "Apa yang kau lakukan? kau diam-diam menyelidikiku?"

"Sudah kubilang. Orang-orang di sekitar Hyuk harus kuselidiki."

"Ya, ayahku dahulu bekerja untuk Gangsoo Foods. Memangnya kenapa? Apa hubungannya dengan Hyuk?"

"Itu tidak penting? kau yakin tidak mempunyai motif tersembunyi terhadap Hyuk?"

"Apa maksudmu dengan itu? Motif tersembunyi? Untuk apa aku punya motif tersembunyi?"


Joon kembali ingat pertanyaan Je Hoon, "kau.. menyukai Hyuk?"

Joon: Je Hoon, apa yang kau pikirkan?

Je Hoon: Aku hanya penasaran kenapa kau terus dekat dengan Hyuk. kau yakin tidak mempunyai motif tersembunyi selain membantu Hyuk?

Joon: Aku pasti menyukainya. kau benar. Aku merasa aneh saat menatap Hyuk. Aku ingin membantu dan memujinya jika dia mencoba melakukan sesuatu. kau tidak akan percaya jika kubilang kami hanya teman atau semacamnya. Anggap saja aku menyukainya.

Je Hoon: Joon-ah, kau serius?

Joon: Kau membuatku bingung dengan bersikap seperti ini. Aku harus memastikan alasanku ingin terus berada di dekat Hyuk dan membantu dia. Aku harus mencari tahu apa aku menyukainya sebagai pria. Benar, bukan?


Je Hoon tidak bisa menjawabnya. Joon juga langsung bergabung dengan yang lain untuk membagikan makanan yang ia beli. Je Hoon hanya bisa melihat mereka dari jauh.

Kilas Balik..


Saat masih kuliah Joon menyatakan perasaanya pada Je Hoon. Saat itu Je Hoon bingung, jadi ia asal jawab aja.

"Lalu kenapa? Aku tidak peduli."

Joon tak bisa berkata apapun mendengarnya.


Saat kelas usai, Je Hoon akan menyapa Joon tapi Joon keburu berdiri dan keluar.


Niat Je Hoon mau mengajak Joon nonton, tapi gagal. Jadinya ia hanya membeli kopi saja.

Narasi Je Hoon: Joon-ah, Jujur.. Aku juga menyukaimu.

Kilas Balik Selesai..


Mungkin sekarang Je Hoon menyesali waktu itu, saat ia ragu-ragu.


Joon kembali dari membuat kopi tapi mendapati semuanya sudah tidur. Joon melihat mereka satu-satu tapi tidak melihat Hyuk.


Joon lalu keluar dan ternyata Hyuk sedang duduk menatap langit, ia pun ikutan. Joon dan Hyuk mengagumi keindahan langit bertabur bintang malam ini.

"Cantik, seperti ada orang yang meniup bunga dandelion." Kata Hyuk.

"kau masih ingin membicarakan itu setelah semua masalah ini?"

"Bunga dandelion tidak bersalah. Aku yang selalu membuat masalah."


Je Hoon tidak bisa tidur, masih kepikiran Joon, kata-kata Joon masih terngiang.

"kau membuatku bingung dengan sikapmu ini. Aku harus memikirkan apa aku menyukainya sebagai pria."


Hyuk sungguh tidak ingin ini menjadi bencana karena hidup Presdir Jang bergantung kepada ini. Ia bahkan tidak bertanggung jawab dengan hidupnya. Bagaimana ia bisa bertanggung jawab dengan hidup orang lain?

"Menurutmu aku bisa melakukannya? Sejujurnya, kini aku sangat gugup. Aku merasa jantungku akan meledak. Aku mungkin harus bertengkar dengan Direktur Seol. Mungkin juga dengan ayahku."

"Tenang dan sabarlah. Katakan kepadanya hal yang ingin kau lakukan. kau bisa melakukannya. kau Byun Hyuk."


Hyuk: kau orang pertama yang mengatakan.. aku bisa melakukannya. Terima kasih, Joon-ah.


Hyuk lalu akan mencium Joon tapi Joon menghindar.


Hyuk: Bolehkah aku mencoba.. apa aku bisa.. menjadi pacarmu atau tidak?

Joon: Bagaimana jika gagal?

Hyuk: Itu tidak mungkin.

Joon: Bagaimana kau mengetahuinya?

Hyuk: Aku mengetahuinya begitu saja.

Joon: Baiklah, mari kita coba. Jika gagal setelah mencoba, mari tetap berteman.

Hyuk: Itu tidak akan terjadi.


Pertama kecupa, lalu deep kiss. Hyuk sambil memegang tangan Joon juga pinggang Joon.

5 komentar

Mkasih,,, gambarannya bak diana lengkap deh d adegan kissu2nya😅😊 ini baca lengkap ma ngebayanginnya😁

Ya ampun kaa thankyou so much udah nulis ini dengan rapi, karena aku baca di blog lainnya bahasanya kacau dan aku engga ngeh. Sepertinya translate dari google langsung dari transscript dramanya pfftt. Dan makasii ini sungguh menghibur karena aku engga liat dalam bentuk video dan ini udah ada gambarannya dengan jelas. Mungkin bagian lucunya enak kali ya dikasih gambaran

Biar mba diana semangat, 2 jempol deh buat tulisannya , asik bgt di bacanya ..

mba diana super deh thank you sinopsis nya

Mba dian ko belum update si...
Mba dian kemana ne

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon