Monday, November 13, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 9 Part 1

Sinopsis Revolutionary Love Episode 9 Part 1

Sumber Gambar: tvN


Joon merasakan sesuatu saat ciuman dengan Hyuk tapi ia mengatakan sebaliknya pada Hyuk. Ia mengajak Hyuk berteman saja.

"Itu konyol. Yang kita lakukan tadi terasa seperti aliran listrik yang sangat kuat. Aku merasa seperti Pikachu. Aku hampir menjadi Raichu. Aku tidak merasa begitu. Tidak?"

"Ya, aku tidak merasa begitu."

"Hanya aku yang merasakannya?"

"Hanya kau yang merasakannya. Aku tidak merasakan apa pun. Mulai sekarang, mari buat batas yang jelas. Kau dan aku tidak lebih dari sekadar teman. Paham?"


Hyuk shock dengan jawban Joon itu, sementara Joon lemas setelah berjalan menjauhi Hyuk. Ia menyentuh bibirnya lalu dadanya yang berdetak gak karuan. Joon bingung harus bagaimana.


Je Hoon sedang bekerja di rumah dan Hyuk malah mondar mandir di belakangnya sambil menggerutu.

"Itu tidak nyata. Bagaimana bisa hal seperti itu terjadi? Itu.. sebuah ciuman. Bagaimana bisa.. dia tidak merasakannya? Apakah ini mungkin?"

"Kau sedang apa? Bukankah kau ingin tidur?"

"Joon! jelas menyukaiku, tapi dia tidak mau mengakuinya."

"Berhenti menggumam dan tidurlah."

"Itu.. sebuah ciuman. Bagaimana bisa.. dia tidak merasakannya. Bagaimana bisa?"

*Yang bercetak miring itu kata hati Hyuk, jadi Je Hoon dengernya Hyuk ngomong sepotong-sepotong, makanya ia kesal.


Je Hoon kemudian menutup laptopnya dan bersiap tidur. Hyuk masih bergumam, ia tidak mengerti, situasi apa ini? Kenapa Joon melakukan ini?

"Je Hoon-ah. Aku bekerja sangat keras hari ini. Bolehkah aku tidur di ranjang? Hanya untuk hari ini. Huh?"

"Matikan lampunya."

"Ya.."

Dan Hyuk pun kembali tidur di lantai.


Sementara itu, Joon masih belum bisa menenangkan detak jantungnya.


Hyuk masih belum bisa tidur, ia bangun lagi dan dengan menggebu-gebu ia berkata kalau ia dan Je Hoon sudah salah menilai Joon. Joon pandai berpura-pura. Benar.

"Oh.. Kumohon, tidurlah." Gumam Je Hoon.

"Di mana dia belajar berpura-pura begitu? Joon pasti menyadari bahwa cinta sejati tidak seperti itu. Tapi.. Aku harus mengikutinya karena dia sudah memulai permainan ini."

"Tidurlah!" Bentak Je Hoon sambil melemparkan bantal pada Hyuk.

Hyuk berbaring tapi ia masih bergumam, "Kini aku harus bagaimana? Bagaimana aku harus menyikapinya? Aku harus bereaksi bagaimana? Di mana kau mempelajari hal buruk yang membuatku menderita begini, Joon-ah?"


Kepala Yang mengatakan bahwa mereka akan menjual Bulgogi Chef Jo mulai hari ini, jadi ia memeirntahkan yang lain untuk bersiap. Untuk Je Hoon, ia memerintahkan membuat laporan tanggapan pasar hari ini untuk diserahkan ke Direktur Seol.

Saat semua sibuk, Hyuk diam-diam keluar, Je Hoon menyadarinya lalu mengikutinya.


Je Hoon bertanya, apa yang akan Hyuk lakukan pada produk Seman? Hyuk tak menyangka Je Hoon mengkhawatirkannya. Je Hoon menyuruh Hyuk memberitahu Presdir Jang untuk bersiap menerima gugatan, harus tahu bahaya meniru produk orang lain.

"Itu tidak dibuat di bawah nama Pangan Saeman. Itu akan dibuat di bawah nama Pangan Gangsu. Dia tidak meniru apa pun. Mari jangan menggugat ini."

"Pikirmu itu tidak akan menjadi masalah? Pikirmu itu akan laku?"

"Kita akan tahu setelah menjualnya."

"kau akan menjualnya ke mana? Ada penyalurnya?"

"Aku punya satu. Aku akan mencobanya."

"Jangan mencoba apa pun dan merusak nama Pangan Gangsu. Hentikanlah sekarang juga."

"Aku tidak akan merusak nama Pangan Gangsu, atau menyerah."


Pintu lift terbuka dan Hyuk buru-buru masuk. Sebelum menutup ointu ia meminta Je Hoon membuat alasan untuk Kepala Jang selama ia pergi.


Semua menguap saat bersih-bersih dan Joon terus melihat wajah Hyuk di kaca yang ia bersihkan.


Tae Kyung mengaku badannya sakit semua karena sudah lama tidak lembur. Mi Yeon khawatir pada Hyuk yang dangat yakin dengan Presdir Jang, bagaimana kalau eksekutif tahu?

"Katanya dia punya cara. Kita lihat saja." Kata Ki Sub.

"Dia punya cara untuk menyelesaikan ini?"

"Katanya dia punya solusi rahasia yang tidak bisa dia katakan untuk masalah ini."


Joon tidak menyahut, soalnya ia kembali melihat wajak Hyuk di kaca. Joon langsung menyemprot banyak cairan pembersih ke wajah Hyuk. Yang lain heran, kenapa ?

"Noda ini sulit dibersihkan. Ini pasti embun beku. Aneh sekali."


Solusi rahasia Hyuk adalah pamannya, ia meminta pamannya mendistribusikan produk Seman ke swalayan.

"Kenapa paman harus menjual bulgogi mangkuk yang lain? Itu tidak masuk akal. Paman sudah punya produk yang dibutuhkan dari Pangan Gangsu. Kami punya Bulgogi Chef Jo. Kami akan menjualnya di swalayan."

"Itu maksudku. Di sebelahnya, Paman bisa membuat lapak kecil untuk produk ini. Aku tidak meminta banyak. Hanya sampai terjual habis. Hanya untuk sebulan. Tidak, dua pekan saja. Paman."

"kau sudah mendapat izin untuk ini? Ayahmu mengetahui ini?"

"Ada alasannya aku langsung menemui Paman."

"Astaga, kau tidak takut? kau ingin kita berdua dibunuh oleh ayahmu?"

"Karena itu kita akan merahasiakan ini."

"Ini akan menjadi rahasia kedua kita."

"Kedua? Apa yang pertama?"


Hyuk memegang rahasia besar Pamannya, dan itu yang membuatnya berhasil melakukan negosiasi.


Semua cemas menunggu Hyuk. Dan saat Hyk datang, mereka langsung menyerbunya dengan pertanyaan, bisa dijual gak? Hyuk menunjukkan wajah lesu, semua pun beranggapan kalau Hyuk gagal.

"Kita bisa menjualnya."

Semua orang hirang mendengarnya, mereka terharu. Apalagi itu artinya mereka akan mendapatkan bayaran.


Hyuk mengedip mada Joon.  Kata Hyuk pada akhirnya. /- Kita bisa menjualnya.

"Kau teman yang hebat, tapi sangat licik. Teman!" Tegas Joon lalu pergi.

Narasi Hyuk: Dia andal berpura-pura sulit ditaklukkan. Aku juga harus menjauhinya. Tapi aku tidak bisa melakukannya setiap kali melihat Joon.


Lalu Hyuk mengejar Joon.


Berhasil menjual bukan berarti masalah selesai. Bulgogi Seman tidak bisa bersaing dengan Bulgogi Chef Jo. Konsumen sama sekali tidak meliriknya.

Hyuk dan Presdir Jang memeriksa swalayan dan mereka sedih melihat Bulgogi Seman masih utuh di rak.


Woo Sung kembali memanggil Je Hoon, tentu saja untuk membahas Hyuk yang membuat masalah besar lagi dengan membuat produk dengan subkontraktor.

"Menurutku dia mencoba bernegosiasi dengan kita dengan memberikan setengah keuntungan penjualan produk itu." Ujar Je Hoon.

"Dia mengacaukan penjualan produk baru perusahaan hanya untuk membantu subkontraktor? Dia pasti benar-benar sudah gila."

"Kita harus bagaimana?"

"Tidak perlu bingung. Kita akan menjegal mereka."

"Menjegal?"


Woo Sung menghubungi Direktur Seol mengatakan kalau Tim Manajemen Pembantu akan membantu biaya iklan Bulgogi Chef Jo karena mendapatkan ulasan bagus.

"Kami sudah membuat iklan di media." Kata Direktur Seol.

"Tayangkan lebih sering di waktu utama. Kami akan membayar sebesar mungkin."


Direktur Seol memegang Bulgogi Seman, "Dia (Hyuk) pasti menyadari tindakannya."


Iklan Bulgogi Chef Jo tampil dimana-mana. Semua orang makan bersama dan mereka tampak lesu.

Joon: Apa yang harus kita lakukan? Itu terjual untuk sementara, tapi aku tidak tahu akan cepat terlupakan begini.

Tae Kyung: Wajar orang-orang melupakannya. Lihat itu. Wajah Chef Jo selalu ada di televisi. Orang-orang akan cenderung memilih produk baru.

Mi Yeon: Dalam menjual makanan, penempatan sangat penting.


Joon kemudian bertanya pada Ki Sub yang merupakan seorang ahli penjualan, sungguh tidak ada cara lain? Semuanya jadi menatap Ki Sub mendengar omongan Joon itu.

"Kenapa kalian menatapku? Secara realistis, tidak ada cara lagi. Kita tidak bisa menang melawan produk dengan investasi besar."

"Tetap saja, beri tahu kami caranya. Ahjusshi pasti punya usaha terakhir yang bisa digunakan pada saat terburuk." Bujuk Joon.

"Astaga. Itu..."

Presdir Jang bilang tidak apa-apa. Menjual produk di pasaran sudah cukup. Mereka telah bekerja keras untuknya. Jadi, ia tidak apa-apa. Lalu Presdir Jang minum banyak.

Joon kembali membujuk Ki Sub. Mi Yeon, Tae Kyung dan Hyuk juga ikutan.

Ki Sub berpikir sebentar, lalu ia menemukan cara rahasia yang bisa digunakan saat kekurangan dana promosi.


Hukum penjualan pertama: Rangsang alam bawah sadar orang-orang.


Joon dan Hyuk memasarkan sendiri produk mereka. Joon menggunakan bahasa yang memikat.

Narasi Hyuk: Apa batasnya? Bagaimana bisa dia secantik ini dalam situasi yang memalukan begini?


Lalu Ki Sub datang, mengatakan dengan lantang kalau ia menyukai bulgogi mangkuk Gangsoo dan ia pun langsung memborong banyak.

Tae Kyung dan Mi Yeon serta karyawan pabrik pun ikut-ikutan jadi pembeli lain penasaran dengan rasnya lalu ikutan membeli.

Penjelasan Ki Sub: Perkataan sangat efektif merangsang alam bawah sadar orang-orang. "Ini enak". "Ini sangat enak". Kita harus terus memengaruhi pikiran mereka.


"Pemasaran Viral". Pernah mendengar soal pemasaran viral? Mungkin itu bukan cara yang adil, tapi patut dicoba. Kita harus melakukan apa pun dalam situasi ini.


Jadi semuanya mengambil Bulgogi di rak, jadinya kosong. Lalu mereka menyewa reporter untuk memotret keadaan itu. Semua pembeli tertarik.


Dan saat tidak ada yang melihat, mereka mengumpulkan Bulgogi yang mereka ambil pada Joon. Joon yang bertugas untuk mengambalikan semuanya ke rak lagi, tentunya dengan bersandiwara.

"Persediaan produk ini menipis. Mereka cepat sekali habis, aku harus terus membawanya."

Semua pembeli jadi terjerat untuk membelinya.


Joon bertanya, kenapa Direktur Seol menyuruh Hyuk bertanggung jawab dalam proyek ini? Direktur Seol penasaran, ia ingin tahu yang Hyuk pikirkan dan mengukur kemampuannya.

"Kemampuan?" Tanya Joon.

"Kemampuan dia untuk mewujudkan semua idenya. Kemampuan dia menghadapi langsung kenyataan yang kasar. Kemampuan dia untuk melampaui semua rintangan itu. Itu yang ingin kuketahui."


Je Hoon selesai mencetak laporan penjualan Bulgogi Mangkuk Chef Jo dan Bulgogi Mangkuk Gangsoo. Ia akan kembali ke mejanya dan melihat Hyuk ketisuran.

Je Hoon: Astaga, dia bekerja terlalu keras.


Kepala Yang masuk, ia marah-marah pada Hyuk.

"Kau gila? Kenapa Saeman Foods menjual bulgogi mangkuk tanpa izin? Dan mereka menjual produk dengan merek kita. Byun Hyuk, ini ulahmu, bukan? kau memeriksa surat pembatalan kontrak beberapa kali denganku. kau yang merencanakan ini, bukan?"

"Maafkan aku, tapi aku tidak mencuri produk tanpa izin. Mereka setuju menggunakan resep yang sama dan berbagi keuntungan dengan kita sebagai royalti. Jadi, tidak masalah, bukan?"

"Menurutmu bukan masalah? kau sungguh berpikir begitu? Hei, Chef Jo sangat marah sampai ingin membuat tuntutan kerugian."

"Apa? Chef Jo marah? Dia marah karena kita membuat produk saingan setelah kita meneken kontrak dengan dia. Dia berpikir Gangsoo Foods membohonginya dan melanggar kontrak. Dia geram."

"Apa salahnya jika dijual berbarengan? Bukankah terlalu kejam jika dia membuat tuntutan?"

"Hei. Itu karena keuntungan yang dia dapat lebih sedikit."

"Itu tidak akan jauh berbeda."

"kau tidak mengerti intinya, bukan?"


Kepala Yang lalu meminta laporan penjualan pada Je Hoon dan ia terkejut melihat Saeman menjual banyak, hampir sama dengan Bulgogi Chef Jo. Tapi Hyuk malah senang, luar biasa, sangat luar biasa.

Mi Yeon yang kebetulan akan membersihkan melihat itu.


Mi Yeon lalu memberitahu yang lain kalau Hyuk saat ini sedang dimarahi Kepala Yang.

Tae Kyung: Aku tidak kaget. Siapa yang tahu produknya akan terjual sebanyak itu?

Mi Yeon: Kita harus bagaimana, Joon-ah?

Joon hanya diam saja.


Hyuk menawari, haruskah ia berbicara dengan Chef Jo? Kepala Yang semakin marah, Hyuk pikir bisa menyelesaikan masalah ini?

"Jangan sombong. Kenapa dari awal kau berani melanggar aturan perusahaan? Pikirmu menjadi putra Pimpinan bisa menyelesaikan segalanya? Kau sangat meremehkan atasanmu?"

"Itu tidak benar."

"Lalu apa?"

"Sejujurnya, saat Presdir Jang berlutut saat itu.. Dia pernah mencoba gantung diri, tapi dia meminta bantuan dengan berlutut. Kalian tidak merasa kasihan? Aku bukan sekadar memihak subkontraktor dan melanggar aturan perusahaan. Mereka sudah lama bekerja dengan perusahaan kita. Bukankah setidaknya kita harus menanggung kerugiannya? Kita tidak bisa membiarkan orang lain mati hanya demi keuntungan. Kita bukan monster."


Seorang karyawan menyela Hyuk, memintanya menjaga perkataan. Mereka begini karena tidak manusiawi seperti Hyuk, begitu?

"Lalu kenapa? Apa masalahnya soal peraturan perusahaan? Bukankah kalian seharusnya tidak terlalu mengharapkan insentif." Tanya Hyuk.


Kepala Yang senang Hyuk menyebut soal insentif, itu bahkan tidak banyak. Mereka begitu bukan karena insentif yang bahkan tidak seberapa, namun karena mereka takut dengan para atasan. Jika tidak mendapat hasil bagus, mereka tidak akan dipromosikan. Lalu mereka akan dipecat dari perusahaan begitu saja.

"Bukan hanya Presdir Jang yang putus asa. Kami yang ada di sini berusaha agar tidak kehilangan posisi dan bertahan. Mungkin kau tidak peduli karena kau anak Pimpinan. Tapi keadaan kami berbeda, Berandal."

"Siapa? Siapa yang bisa memecatmu?"

"Apa maksudmu? Tentu saja, para atasan."

"Para atasan.. Dia orang yang kupikirkan? Dia?"


Semua hanya terdiam termasuk Je Hoon. Lalu seorang datang untuk memanggil Hyuk atas perintah CEO Byun.


CEO Byun marah pada Hyuk karena membuat produk dan menjualnya dengan subkontraktor setelah membatalkan kontrak. Woo Sung menyuruh Hyuk untuk segera minta maaf.

"Itu tidak perlu. Pergilah. Mulai hari ini kau dipecat. Seret dia keluar sekarang!"

"Ayah.. Bisakah Ayah hidup dengan cara yang berbeda?"

"Apa yang kau bicarakan?"

"Ayah sudah berkecukupan. Sudah saatnya Ayah merasa puas. Ayah bisa berbagi dengan orang lain. Bisakah Ayah melakukan itu?"

"Kau tidak berbagi saat menjalankan bisnis. Yang lemah akan dimangsa yang kuat. Paham, Berandal? Jika tidak memangsa, kau akan dimangsa. Begitulah. Beraninya kau.. mengajari ayahmu."

"Ayah. Aku sakit hati saat orang-orang bicara buruk tentang Ayah. Jika bisa tidak terlalu serakah, orang-orang akan menyayangi Ayah."

"Mereka tidak perlu menyayangi ayah. Ayah tidak peduli mereka berbicara buruk soal ayah. Mereka menyalahkan orang lain karena tidak punya uang."

Woo Sung: Beraninya berbicara begitu padahal kau tidak berpengalaman. Pikirmu kita bisa menjalankan perusahaan dengan rasa simpati? Kau tahu berapa banyak pegawai yang Ayah bantu?

Hyuk: Aku tahu, tapi.. bisakah kita berbagi sedikit? Jika memakai hukum rimba, memeras semua orang dan menyingkirkan mereka, apa yang akan tersisa?

CEO Byun: Dasar berandal. Di mana kau belajar mengatakan hal-hal membangkang ini? Hyuk, kau penganut paham kiri? Kau sudah beralih?

Hyuk: Kenapa Ayah membicarakan soal paham kiri? Itu tidak masuk akal.

CEO Byun: Cukup. Hentikan. Ayah tidak bisa membiarkanmu bekerja di sini lagi. Keluar.

Hyuk: Ayah!


CEO Byun kemudian memanggil orang-orang yang ada di luar untuk segera membawa Hyuk keluar dengan paksa.

Hyuk: Ayah harus berubah pikiran. Hukum rimba sangat kuno. Itu sangat kuno dan membosankan!


Seseorang masuk dengan terburu-buru mengatakan kalau Presidrn menelfon langsung dari Blue House. CEO Byun sangat gugup menerimanya. Tapi sepertinya itu bukan karena hal buruk, sebaliknya malah.


Joon menemui Chef Jo, ia mengaku sebagai sekretaris putra kedua. Chef Jo sangat tersinggung karena Perusahaan sebesar Gangsoo hanya mengirim Sekretaris Putra kedua.

"Aku paham Anda kesal. Soal kejadian ini, kami sangat menyesal."

Kemudian Joon meminta Chef Jo melihat laporan penjualan. Joon menjelaskan, kedua produk dibedakan sesuai kelompok usia. Bulgogi mangkuk Chef Jo populer untuk orang-orang berusia 20-an dan 40-an. Orang berusia 50-an menyukai Bulgogi Mangkuk Gangsu.

"Itu berarti Anda tidak kehilangan pasar. Sebenarnya, itu menjadi begini.. karena Anda meminta kami mengganti subkontraktor."

"Lalu? Maksudmu aku juga bertanggung jawab?"

"Tidak, bukan itu maksudku. Dalam proses pembatalan kontrak, semua permintaan barang dari subkontraktor dihentikan. Grup Gangsoo mencoba mencari cara agar kedua pihak tidak dirugikan. Dan surat kabar harian menulis artikel soal itu. Jadi, CEO Byun akan menerima penghargaan Presiden."

"Apa?"


CEO Byun mendapat penghargaan dari Presiden karena Grup Gangsoo Mempekerjakan Langsung Para Pembersih, karena mengadakan Blind Test saat perekrutan pegawai magang, juga karena Grup Gangsoo Mencari Cara Saling Menguntungkan dengan Subkontraktor. Jadi Grup Gangsoo Menerima Penghargaan Presiden untuk Perusahaan Teladan.


Joon melanjutkan, jika Chef Jo menuntut perusahaan atas kerugian dalam situasi ini, orang-orang akan bilang bahwa Chef Jo terlalu mengincar uang. Ia mengkhawatirkan itu.

"Itu.." Chef Jo tidak bisa menjawab.


Joon menghubungi reporter kenalannya, "Di dalam Grup Gangsoo, orang-orang bilang ini peristiwa terhebat yang pernah terjadi. Karena ini Saeman Foods membarui kontrak mereka. Karena Anda menulis artikelnya dengan sangat bagus. Terima kasih banyak."

"Itu bukan apa-apa. Aku bisa menulis artikel bagus berkat informasi yang kau berikan. Seharusnya aku yang berterima kasih. Tolong berikan informasi bagus kapan pun kau memilikinya."

"Tentu saja."


Joon lega dan mulai bekerja dengan giat lagi.


Chef Jo menelfon Direktur Seol, mengatakan kalau bawahan Direktur Seol sangat cerdas.

"Siapa yang Anda bicarakan?"

"Pegawai wanita yang datang membujukku. Katanya dia sekretaris putra kedua. Aku tidak akan menuntut perusahaan Anda, Direktur Seol. Kurasa kini aku harus mulai mencari cara yang saling menguntungkan.


Joon dkk merayakan keberhasilan ini dengan makan bersama lagi. Hyuk makan sangat lahap, tapi ia barutahu kalau yang ia makan itu adalah kulit daging babi.

Hyuk langsung membayangkannya dania shock.

"Kenapa? Setelah mengetahuinya, apakah menjadi menjijikkan?" Tanya Joon.

"Bagaimana bisa aku tidak pernah mengetahui ini? Aku merasa dijahati dan dikhianati." Jawab Hyuk.


Jadi malam itu mereka bersenang-senang, mereka senang karena berteman dengan Hyuk. Mereka saling berterimakasih atas kerjasama ini.


Hyuk dan Joon pulang bersama dengan berjalan kaki. Hyuk menggendeng tangan Joon tapi Joon menarik tangannya.

"Dingin." Kata Joon lalu meniup tangannya.

"Benar. Kini kau harus mengakuinya."

"Apa maksudmu?"

"Kenapa kau terus menyangkalnya, Joon-ah? Buka hatimu dan terima perasaanmu. Jika aku merasakan aliran listrik yang amat besar, setidaknya kau pasti merasakan aliran kecil. Bagaimana bisa kita tetap menjadi teman? Tidak, kita saling ditakdirkan. Joon-ah, jangan menyangkal takdir."


Joon tiba-tiba berhenti dan memandang Hyuk.

Kilas Balik..


Direktur Seol bertanya, kenapa apa yang Joonlakukan di samping Hyuk? Joon kan bisa saja menjadi pegawai magang.

"Aku menginginkan perubahan. Kudengar setidaknya aku harus menjadi anggota dewan eksekutif untuk mengubah grup ini sebagai pegawai Grup Gangsoo. Menurut Anda berapa besar kesempatanku untuk bisa ke sana? Meskipun aku cukup mampu untuk menjadi anggota dewan eksekutif, akan membutuhkan berapa tahun? Sepuluh, 15 tahun? Atau mungkin, 20 tahun? Meskipun aku mendapatkan posisi tersebut setelah melewati proses yang sulit, apa aku masih menginginkan perubahan dan tidak melupakan tujuan awalku?

Tapi Hyuk bisa melakukannya. Selama Hyuk mengubah tujuannya, Grup Gangsoo juga bisa berubah. Direktur Seol, Anda juga telah melihatnya. Tolong jangan berpikir aku yang mengubah Hyuk. Aku mengubah pikiranku.. saat melihat perubahan Hyuk."

Kilas Balik Selesai..


Hyuk meminta Joon mengubah pikirannya. Meskipun membuat batas dan bilang mereka hanya teman, Joontidak bisa menyembunyikan cintanya yang sesungguhnya. Joon tidak akan mempunyai pilihan selain mengakui takdir kita.


Joon tiba-tiba mengatakan ada tikus. Hyuk panik dan bingung. Dan baru beberapa detik memudian Hyuk sadar kalau Joon cuma mengerjainya.


Narasi Joon: Jadi.. Hyuk-ah. Aku akan mengikutimu, dan memberimu waktu. Bagaimana bisa kita bertemu dalam kondisi seperti ini? Jika pertemuan kita adalah takdir, seperti katamu, apa alasannya?

1 komentar so far

Terimakasih mba dian
Heheh udah d lanjut..
Mba dian sehat kan soale udah berapa hari2 ini gg update

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon