Monday, November 13, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 9 Part 2

Sinopsis Revolutionary Love Episode 9 Part 2

Sumber Gambar: tvN


Woo Sung mengatakan pada Je Hoon bahwa Pencapaian Hyuk hanya keberuntungan. Pertama, Hyuk mempekerjakan para pembersih, dan kini pabrik subkontraktor menjadi masalah. Hyuk akan menerima penghargaan presiden untuk kekacauan yang dia buat. Bukankah dunia ini tidak adil?

"Ya. Dunia ini selalu tidak adil." Jawab Je Hoon dalam hati.


Je Hoon pulang dan sudah ada ayahnya disana. Je Hoon bertanya, sedang apa ayahnya?

"Ayah membawakan pakaian untuk Tuan Muda. Nyonya Jeong juga membawakan makanan untuk dia. Kalian harus memakannya bersama."


Ayah sangat menghawatirkan Hyuk, ia mengecek apa lantainya hangat? Anginnya masuk gak? Bahkan meminta Je Hoon mengijinkan Hyuk tidur di ranjang.

"Ayah, ingat sudah berapa lama sejak terakhir Ayah kemari? Kini Ayah hanya mencemaskan Hyuk."

"Ayah tidak mencemaskanmu karena kau andal dalam segalanya."

"Tapi Ayah mencemaskan Hyuk?"

"Tentu saja. Betapa sulit baginya untuk tinggal di tempat seperti ini setelah keluar dari istananya."


Ayah mengajak Je Hoon duduk, ia bicara mengenai lampu atap yang mati saat ia masuk tadi. Je Hoon tidak mengerti, apa dengan rumah yang di atap?

"Nyonya memintaku melihat wanita seperti apa yang ada di sana."

"Bahkan Nyonya juga penasaran? Kenapa seluruh keluarga itu tertarik dengan Joon?"

"Nyonya sangat menyukai wanita itu. Dia berpikir semuanya berjalan lancar bagi Hyuk setelah mereka bertemu."

"Lalu? Keluarga mewah itu mau menerima.. wanita seperti Joon?"

"Ayah juga terkejut. Dia ingin ayah mencari tahu tingkatan hubungan mereka. Menurut ayah, dia bahkan mempertimbangkan pernikahan."

"Apa?"

"Jadi, kau mengetahui sesuatu? Seberapa dalam hubungan mereka? kenapa? kau tidak tahu apa pun?"


"Ayah? Ayah bahagia hidup seperti itu? Ayah melakukan segalanya untuk mereka. Dan kini Ayah menyelidiki pacarnya. Pernahkah Ayah menyesal telah menyia-nyiakan hidup Ayah demi melakukan tugas mereka? Aku bertanya.. karena aku tidak mengerti. Tolong katakan sejujurnya."

"Baiklah. Ayah tidak pernah menyesalinya. Bagaimana bisa orang bodoh seperti ayah melayani pimpinan grup besar? Dia memberi ayah segalanya."

"Meskipun dipermalukan seperti itu?"

Kilas Balik..


Ayah dan Je Hoon ingat saat Ayah ditangkap polisi.

Ayah: Jangan cemas. CEO Byun bilang akan mengurus segalanya. Kau hanya perlu belajar dengan giat.

Je Hoon hanya menunduk, lalu ayah meminta untuk memandangnya. Je Hoon pun mengangkat kepalanya memandang ayah.

Kilas Balik Selesai.. 


Ayah menjawab, kalau bukan karena itu, ia tidak mungkin bisa membesarkan Je Hoon seperti saat ini.

"Aku malu mendengar.. ayah berkorban demi aku. Aku sudah muak. Lalu? Ayah ingin aku hidup seperti Ayah.. seumur hidupku?"

Kilas Balik..


Setelah Je Hoon menatap Ayah, Polisi memborgol tangan Ayah dan membawanya ke mobil. Je Hoon histeris, melarang ayahnya dibawa.

"Makanlah teratur dan jaga kesehatanmu. Jaga kesehatanmu sampai ayah kembali." Pesan ayah.

Je Hoon meronta, namun saat ia berhasil lepas, ayahnya sudah dibawa pergi. Ia hanya bisa meratap memanggil ayahnya.

Kilas Balik Selesai..


Ayah tidak bisa menjawab Je Hoon, ia hanya menatapnya saja, lalu menunduk.

Je Hoon: Ayah. Ayah, ini sangat sulit bagiku. Sangat sulit.


Lagi-lagi ayah tidak bisa menjawab. Ia keluar dengan penuh khawatir, namuan hanya bisa menghela nafas.

Kilas Balik..


Hyuk menggedor pintu kamarnya, ia memohon untuk dikeluarkan, ia bersikeras kalau ia yang melakukannya, ia yang akan bertanggung jawab.

Jadi ceritanya, Woo Sung yang menabrak orang, tapi ia memohon pada Hyuk untuk menggantikannya. Kemudian CEO Byun memerintahkan Ayah Je Hoon untuk menggantikan Hyuk.

Je Hoon hendak mengantarkan makanan untuk Hyuk, tapi ia memating mendengar Hyuk menggedor pintu. Ia menggenggam nampan makanan erat-erat.

Kilas Balik selesai..


Je Hoon menangis di rumahnya, menangis dalam kegelapan.


Yeon Hee cerita pada Joon soal ia salah masuk kamar itu. Hari itu, tim Yeon Hee mendapat hadiah banyak minuman, ia minum banyak sekali. Mereka (Joon, Hyuk dan Je Hoon) tidak salah paham soal kejadian hari itu, bukan?

"Tidak ada kesalahpahaman." Jawab Joon.

"Kau yakin? Begitu juga dengan Konglomerat dan Kwon Je Hoon, bukan?"

"Jangan cemas. Lupakan saja."

"Benar.. kenapa aku harus peduli? Aku terus memikirkannya. Joon-ah. Aku terus memikirkan pria yang menjahatiku. Perasaan.. macam apa ini?"

"Apa maksudmu terus memikirkan dia?"

"Itu.. Pikirku dia orang jahat. Tapi.. Aku terus merasa kasihan kepadanya."

"Sejak kapan?"

"Sejak aku melihatnya tidur."

Kilas Balik..


Pria yang dimaksud Yeon Hee adalah Je Hoon. Jadi setelah ia keluar dari ruangan Jaksa, ia melihat Je Hoon todir di kursi tunggu.

Kilas Balik Selesai..


Yeon Hee tidak mengatakan pada Joon siapa pria itu, ia hanya bertanya pada Joon apa yang harus ia lakukan sekarang. Joon tidak menjawab, ia hanya minum.


Keluarga makan bersama untuk merayakan Penghargaan dari Presiden. Semuanya memuji Hyuk, terutama Nyonya Hyuk. Tapi ada satu sih yang enggak, Woo Sung.


Hyuk mengakui, ia tidak tahu apa pun, ia tidak tertarik dengan ini. Tapi ia punya teman yang mengajariku hal ini.

"Teman? Siapa?" Tanya Ibu.

"Ayah pernah melihatnya. Baek Joon."

"Wanita pembersih itu?" Tanya Ayah.

"Ya, dia berpengalaman dan mengetahui segalanya. Aku selalu belajar banyak darinya."


Se Na bertanya pada Ibu, Apa Joon Pyeongang-nya? Joon heran, apa maksud Se Na? Ibu langsung mengatakan bukan apa-apa.


CEO Byun berkata akan memberi Hyuk hadiah. Semuanya setuju, mohon berikan Hyuk hadiah yang besar. Woo Sung menatap Hyuk tak suka. 


Usai makan, Nyonya Byun bertanya pada Woo Sung, sudah pernah bertemu dengan Baek Joon, bukan? Seperti apa orangnya?

"Kenapa Ibu tertarik dengannya?" Woo Sung balik bertanya.

"Dia seperti Putri Pyeongang bagi Hyuk. Dia seperti jimat keberuntungan yang akan membantu.." Kata Se Na tapi Nyonya menghentikannya.

"Apa pun itu, dia membantu Hyuk melakukan hal-hal hebat. Setidaknya ibu perlu tahu dia seperti apa dan bagaimana mereka bisa bertemu."


Woo Sung melihat Joon sedang bersih-bersih, ia menyuruh Joon ke ruangannya sebentar.


Ki Sub menelfon Hyuk, memberitahu kalau Woo Sung memanggil Joon, mereka khawatir.

"Jangan khawatir. Akan kucari tahu." Jawab Hyuk.


Woo Sung bertanya, apa alasan Joon mendekati adiknya? Joon tentu saja terkejut.

"Kau memanfaatkan dia dengan terus mendekatinya. Apa alasanmu?"

"Aku tidak mengerti maksud Anda."

"Apakah ini karena Baek Sung Gi, ayahmu? Entah apa yang kau pikirkan soal aku dan adikku, tapi dia tetap adikku. Aku kakak dia satu-satunya. Meskipun tidak senang dengan perbuatannya, keluarga tetap harus saling menjaga dan darah kami lebih kental dibandingkanmu."


Joon masih belum mengerti arah pembicaraan Woo Sung. Lalu Woo Sung mengatakan kalau Ayah Joon, Baek Sung Gi, merupakan anggota tim perencanaan sebelum dia berhenti.

"Lalu? Ada yang salah?"

"kau tahu alasannya?"

"Kudengar itu pemecatan sepihak dengan nama berhenti sukarela."

"Dia dipecat setelah menerima suap. Sudah cukup tidak nyaman bagiku melihat putri pegawai korup yang menerima suap bekerja di perusahaan kami. Tapi kini dia menempel kepada adikku. Bagaimana cara menyelesaikan ini?"

"Suap? Itu tidak masuk akal!"


Woo Sung bertanya lagi, apa alasan Joon berada di dekat Hyuk? Apa tujuan Joon sampai memanfaatkan dia?!

Tepat saat itu Hyuk akan masuk, tapi ia mengurungkan niatnya dan memutuskan mendengarnya dari luar.

Woo Sung: kau.. Akan kukatakan secara halus. Menjauhlah darinya. Atau aku akan bertindak serius. Paham?


Joon Langsung keluar dari sana dengan kesal, untungnya ia tidak melihat Hyuk. Pintu masih terbuka dan Hyuk bisa melihat kakaknya dengan jelas, ia langsung masuk.


Joon bertanya pada Je Hoon, jadi itu sebabnya Je Hoon terus mencari informasi tentang dirinya? Je Hoon sudah berkali-kali mengingatkan, jangan ikut campur dengan masalah Hyuk. Kenapa kau tidak mendengarkan dan memperbesar masalah ini?

"Katakan kepadaku! Dia berbohong, bukan? Cerita soal ayahku dikeluarkan karena menerima suap, itu bohong, bukan?"

"Kenapa itu penting? Dia hanya ingin kau menjauhi Hyuk."

"Tidak. Kau tidak tahu betapa pentingnya ini untukku. Sampai sekarang, aku berpikir ayahku dipecat secara sepihak oleh perusahaan. Karena itu aku memutuskan untuk tidak menjadi pegawai tetap di mana pun. Tapi bagaimana jika bukan itu kenyataannya? Bagaimana.. jika selama ini aku salah? Aku harus mengetahuinya. Katakan kepadaku! Ayahku dipecat.. karena menerima suap? Benarkah itu? Tidak, bukan?"

"Itu benar. Itu benar."

"Aku tidak percaya. Tidak. Ayahku bukan orang seperti itu."


Je Hoon lalu memberi Joon dokumen penjelasan, Hasil Tindakan Disipliner. Joomembacanya dan disitu tertulis bahwa Ayahnya dipecat karena menerima suap.

Je Hoon: Kudengar korbannya, yang merupakan subkontraktor, bahkan memberikan kesaksian kepada komite disipliner.

Joon: Siapa korbannya? Aku ingin memastikan sendiri. Siapa dia?

Je Hoon: Orang yang kau bantu.


Joon kemudian meminta bertemu dengan Presdir Jang.


Sementara itu, Hyuk minum dengan kakaknya. Woo Sung menjelaskan kalau Hyuk belum cukup berpengalaman, tapi begitulah dunia. Tidak ada yang mendekati orang-orang seperti mereka tanpa mempunyai tujuan tertentu. Seharusnya Hyuk tidak memercayai orang hanya karena mereka bersikap baik.

"Maksudmu orang-orang seperti kita? Orang seperti apa?"

" Orang-orang kaya. Orang-orang yang mempunyai hak istimewa. Orang-orang yang bisa mewujudkan hampir semua keinginan mereka. Cari wanita yang setara denganmu."

"Apa hebatnya kita? Keluarga kita merintis sebagai pedagang. Ayah kita mewarisi bisnis kecap milik Kakek. Kita bisa sejauh ini dengan menjual doenjang dan gochujang. Dan aku ingin tahu, apa rasanya hebat bisa mendapat hak memalukan seperti itu."

"Apa? Memalukan?"

"Paman dan Bibi bertengkar setiap hari memperebutkan bagian yang lebih besar. Ayah kita menunjukkan kekuasaannya dengan memukuli orang lain. Kenapa Hyung.. sangat bangga dengan keluarga kita?"

"Pergi saja jika kau tidak senang dengan keluarga kita. Dan berhenti membuatku kesal dengan menjadi pegawai magang yang tidak becus."


Presdir Jang sangat terkejut mendengar dari Joon bahwa Joon adalah putri Baek Seung Gi.

"Dunia ini kecil. Kau sungguh putri Pak Baek Sung Gi?"

"Benar. Bapak pernah bilang.. ayahku orang baik."

"Benar. Aku memang bilang begitu."

"Tapi makin dipikirkan, ini makin aneh.. Kita tidak mengingat seseorang yang menerima suap sebagai orang baik. Aku membaca kesaksian Bapak sebelum kita bertemu di sini. Seperti kesaksian Bapak, ayahku.. sungguh meminta suap dan memeras uang dari Bapak? Katakan kepadaku. Aku ingin mengetahui kebenarannya."

Presdir Jang gugup, ia berdalih kalau ia tidak ingat tapi Joon tidak percaya, melihat bagaimana Presdir jang membicarakan mengenai ayahnya bahkan saat belum tahu kalau ia adalah putri ayahnya menandakan bahwa Presdir Jang belum melupakan ayahnya.

"Apa gunanya membicarakan itu sekarang?"

"Itu bukan kenangan bagus. Itu penting bagiku. Hidupku sedang dipertaruhkan. Kumohon.. Kumohon katakan kepadaku."

"Itu benar. S-Seperti kesaksianku. A-Aku membayar suap kepadanya secara rutin. Dahulu itu hal wajar. Kami melakukan apa pun untuk menyenangkan para penanggung jawab subkontraktor. Kini juga sama."

"Pp-Presdir Jang. Tolong jangan berbohong. Bapak bilang Pak Baek berbeda. Bapak bilang dia orang baik. Presdir Jang. Presdir Jang."

"Jangan bertanya lagi. Hanya itu yang bisa kukatakan."

Kemudian Presdir Jang pergi meninggalkan Joo yang menangis.

Kilas Balik Selesai..


Saat ayah pulang dan mengatakan kalau ia dipecat, ibu sangat marah.

"Setelah yang kau lakukan untuk Grup Gangsoo. kau mengorbankan masa mudamu untuk perusahaan itu. Mereka memanfaatkanmu seperti budak, bagaimana bisa mereka memecatmu mendadak begini?"

"Hentikanlah. Ini juga sulit bagiku."

"Teganya mereka. Teganya mereka melakukan ini kepadamu. Ini sangat menyedihkan. kau harus bagaimana? Kau tidak merasa sedih?" Tangis Ibu.


Joon terbangun di malam hari, tapi ia melihat pintu beranda terbuka, ia lalu keluar dan melihat ayahnya sedang melongo ke bawah. Joon terkejut, lalu memberanikan diri memanggil ayahnya.

"Ayah sedang apa? AYAH SEDANG APA?!!"

Ayah pun turun, bertanya kenapa Joon keluar? kenapa tidak tidur?


Joon yang tadinya mengepalkan tangannya erat mulai mengendurkannya. Ia berkata pada ayah kalau ia lapar. Ayah perlahan melepaskan pegangannya pada pembatas beranda.

Kilas Balik Selesai..


Joon pulang dan ia disambut Hyuk dibawah. Joon langsung ingat kata-kata Woo Sung tadi, soal kenapa ia mendekati Hyuk.

Hyuk tiba-tiba berkata kalau ia lapar, ia mau makan.

Kilas Balik..


Ayah memasakkan ramyeon untuk Joon, juga mengambilkan Joon semangkuk. Joon hanya menatapnya saja. Ayah tanya kenapa? Lalu menyuruh Joon makan. Joon mengerti.

Kilas Balik Selesai..


Sekarang Hyuk yang melayani Joon, ia mengambilkan semankuk Ramyeon untuk Joon.


Hyuk bertanya, apa Joon tahu ramen mana yang paling lezat dalam hidupnya? Joon hanya diam saja.

"Ramen yang kau buat.. saat kali pertama kita bertemu. Kupikir.. itu karena aku lapar, tapi ternyata tidak. Itu karena kau. Karena aku makan bersamamu. Bagiku.. ramen terasa paling enak saat dimakan bersamamu."

Hyuk lalu mulai makan. Joon pun mengambil sumpitnya dan makan juga.

Kilas Balik..


Joon makan Ramyeonnya, lalu ayah meletakkan kimchi di mangkuknya. Joon memakannya, lalu ayah juga makan. Mereka makan dalam diam tangis.

Kilas Balik Selesai.. 


Narasi Joon: Jadi.. Hyuk-ah. Aku akan mengikutimu, dan memberimu waktu. Bagaimana bisa kita bertemu dalam kondisi seperti ini? Jika pertemuan kita adalah takdir, seperti katamu, apa alasannya?


Kali ini Joon juga memakannya sambil menangis. Tapi Hyuk tersenyum padanya.

2 komentar

Terimakasih mba dian 😍😍😍😍

Di tunggu Sinopsis selanjutnya ya kak...semangat

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon