Thursday, November 2, 2017

Sinopsis Temperature of Love Episode 24

Sinopsis Temperature of Love Episode 24

Sumber Gambar: SBS


Nyoonya Yoo mau menemui Jung Woo, tapi kata sekretaris Jung Woo, Jung Woo sedang bicara dengan Jung Sun. Nyonya Yoo takut, apalagi Jung Sun keluar, ia langsung bersembunyi dibalik meja dan baru keluar lagi setalah Jung Sun masuk lift.

"Kenapa dia di sini? Dia menakutiku setengah mati." Gumam Nyonya Yoo.


Hong Ah datang untuk bertemu Jung Woon tapi Nyonya Yoo menyela. Ia mengaku sebagai teman dekat Jung Woo dan datang tanpa perjanjian, ia meminta pengertian Hong Ah.


Hong Ah kesal dan itu tampak sekali di wajahnya.

"Perasaanmu tampak jelas di wajahmu. kau seperti diriku. Tapi aku tetap lebih tua darimu. Kubilang aku temannya Park Daepyonim."

"Meski begitu, kupikir tidak benar membuang-buang waktu seseorang seperti ini."

"Itu sebabnya kuminta pengertianmu. Bagaimana kau mengenal Park Daepyonim?"

Sekretari menyela, mengatakan kalau Hong Ah itu adalah penulis. Nyonya Yoo terkejut dan mengatakan kalau pacar putranya juga seorang penulis.

"Dia menulis naskah miniseri." Lanjut Nyonya Yoo lalu nyelonong masuk.

Hong Ah bertanya pada Sekretaris siapa Nyonya Yoo. Sekretaris mengatakan kalau NYonya Yoo adalah ibunya Jung Sun.

"Chef On Jung Sun?!" Hong Ah sangat terkejut.


Nyonya Yoo memberikan bunga yang ia bawa, itu sebagai hadiah karena Jung Woo sudah baik kepadanya dan Jung Sun.

"Terima kasih."

"Karena tidak membuat janji, aku akan langsung pergi. Aku tahu kau sibuk."

"Baiklah."

"Jaga dirimu."


Hyun Soo menjelaskan pada Joon Ha, mengatakan baik-baik saja tidak selalu berarti seperti itu. Akhir yang bahagia tidak berarti semua orang bahagia.

Joon Ha: Jung Woo Hyung dan aku mau mengerjakan ini karena akhir kisah ini menyedihkan.

Kyung: kau amat tidak mengerti kenyataan. Tahukah kau cara orang-orang seusiaku bercinta? Melalui drama. Sulit mencari penghasilan. Hubungan itu melelahkan. Mereka enggan berhubungan serius. Sebuah drama dengan akhir sedih akan mematahkan semangat mereka untuk menjalani hubungan.

Joon Ha: Bukankah kau sedang berhubungan?

Kyung: Itu bukan urusanmu.


Joon Ha memutuskan, buat happy ending saja. Seperti ucapan Kyung, drama harus menyemangati orang untuk bercinta. Bukan begitu?

Hyun Soo sontakmelihat Kyung membuat Kyung salah tingkah.

Hyun Soo: Argumenmu terlalu emosional. Bisakah kau membujuk Park Daepyonim?

Joon Ha: Sutradara dan penulisnya sepakat. Dia tidak punya pilihan.

Hyun Soo: Omong-omong, kenapa kau mau melakukan ini?

Joon Ha: Aku suka datang ke sini.

Hyun Soo: kau ingin menyutradarainya karena suka datang ke sini? Astaga, haruskah aku bekerja dengan pria sepertinya?


Kyung: Kurasa.. dia suka datang ke sini karena dia bisa membahas soal " Sup Baik".

Joon Ha: Ya.

Hyun Soo: Tunggu. Bukan karena ramyeon buatan Kyung?

Joon Ha dan Kyung kompak menjawab tidak. Hyun Soo menjelaskan, ia cuma merasa mereka berdua agak aneh. Joon Ha dan Kyung kembali kompak, apanya yang aneh?


Hong Ah berkata kalau ia sudah bertemu Produser Yoo dan mengatakan akan memberi jatah untuk Sutradara Kim Joon Ha. Jadi Hong Ah meminta bantuan Jung Woo agar ia dapat bekerja dengan Sutradara Kim.

"Joon Ha sedang bekerja dengan Hyun Soo."

"Tim bisa bubar setiap waktu."

"Mereka masih bekerja sama. Aku tidak bisa menariknya untukmu."

"Lantas, bagaimana dengan dramaku?"

"Rencanaku adalah kau akan bekerja dengan Sutradara Min Yi Bok."

"Anda mau menghancurkan karierku? Tidak hanya menulis ulang naskah, dia juga mengubah semua hal langsung di lokasi syuting. Anda mau aku bekerja dengannya?"

"Dia tidak akan melakukannya lagi karena tempo hari sudah gagal. kau pasti tidak akan cocok dengan dia. Kurasa kalian akan menjadi tim yang baik."

"Tim yang baik?"

"Tidak ada plot dan laju yang cepat. Itu kelebihan kalian. Tidak ada waktu bagi pemirsa untuk mengeluh. Seperti membaca buku komik."

"Aku tidak suka dia karena drama terakhirnya gagal."

"Dia tidak akan melakukan ini jika tidak gagal."


Jung Sun menerima pesan dari Hyun Soo setelah mandi, "Sedang apa kau?"

"Aku merindukanmu."


Kemudian mereka ketemuan di taman apartemen Hyun Soo. Hyun Soo berkomentar kalau Jung Sun seperti bocah lelaki saat duduk di ayunan itu.

"Kemari dan duduklah di sini seperti gadis kecil."


Jung Sun lalu mengajak Hyun Soo berjabat tangan, lama tidak jumpa. Hyun Soo merasa sudah sepekan padahal baru tiga hari.

"Bagaimana harimu tadi? Melelahkan?" Tanya Hyun Soo.

"Hariku melelahkan."

"Oh! Aku juga. Baguslah kita memiliki kesamaan itu."

"Kenapa melelahkan?"

"Tidak ada masalah besar. Hanya masalah sepele. Kami memutuskan tentang akhir dramanya."

"Bagaimana akhirnya?"

"Akhir yang bahagia. Kenapa harimu melelahkan?"

"Ada satu insiden."

"Insiden apa?"

"Aku tidak mau membahasnya. Aku tidak perlu bilang, bukan?"

"Baiklah."


Lalu Hyun Soo meminta Jung Sun mendorongnya dan Jung Sun pun melakukannya dengan senang hati.


Paginya, Hyun Soo jogging dengan Kyung tapi Kyung kelelahan sekali. Ia tertinggal dari Hyun Soo. Ia tidak bisa melakukannya.


Hyun Soo tidak bisa membiarkan itu, ia memberikan tips seperti yang Jung Sun dulu berikan padanya saat ia kelelahan berlari.

"Eonnie~ aku tidak bisa."

"Tubuhmu harus bugar sebelum kita mulai bekerja. Kita ada wawancara hari ini. Mengerti? kau bisa melakukannya."

"Jika kau bisa, aku juga bisa!"


Jung Sun memasak hidangan baru. Won Joon kebetulan masuk dan Jung Sun langsung menyuruhnya mencobanya.

"Kurasa rapatnya berjalan lancar." Tebak Won Joon.

"Tidak. Tapi aku harus lebih fokus pada pekerjaanku saat sedang ada masalah."

"Benar. Yang penting itu memasak. Park Daepyonim bilang apa?"

"Dia membahas soal restrukturisasi."


Lalu anak-anak datang. Jung Sun menyuruh mereka mencicipi dan mereka kompak memuji rasanya.


Joon Ha datang saat Jung Woo tiduran di kursinya. Jung Woo kenapa tidak beristirahat? Tampaknya Jung Woo hanya bekerja terus. Sudah ada janji makan siang?

"Belum. Aku tidak makan teratur belakangan ini."


Joon Ha mengambil kartu ucapan di buket bunga, "Park Daepyonim, selamat ulang tahun. Firefly Manajemen"

"Hari ini ulang tahunmu?" Tanya Joon Ha.

"Bukan hari ini, tapi besok."

"Baiklah. Aku akan merayakannya denganmu."

"Denganmu? Tidak, terima kasih. Mengecewakan."

"Lalu apa rencanamu?"

"Menurutmu apa? Aku akan di rumah saja."

"Yang benar saja. kau akan kesepian. Apa gunanya memiliki segalanya? Aku kasihan kepadamu."

"kau tidak pantas mengasihani seseorang. Kenapa kau ke sini?"


Joon Ha datang karena urusan "Sup Baik". Ia rapat dengan Hyun Soo dan memutuskan untuk membuat akhir bahagia.

"Atur rapat lagi." Perintah Jung Woo, "Aku berhak membuat drama yang ingin kutonton."

Joon Ha lalu mendapat telfon dari Hong Ah, ia tanya pada Jung Woo, kenapa Hong Ah menelfonnya?

"Dia memang gigih. Aku menyukai sifatnya itu. Dia ingin bertemu denganmu." Jawab Jung Woo.


Hong Ah dan Joon Ha akhirnya bertemudi Good Soup. Hong Ah menanyakan soal drama baru yang tengah Joon Ha siapkan. Joon Ha menjawab kalau itu belum diputuskan.

"Kau bekerja dengan penulis siapa?"

"kau belum tahu? Aku bekerja dengan Hyun Soo."

"Bisakah drama itu ditayangkan jika bekerja dengan Hyun Soo? Drama terakhirnya gagal."

"Jika aku ingin, aku akan bekerja dengannya."

"Tapi drama terakhirmu tidak sukses. Kali ini harus sukses."

"Hmm.. Aku mendapatkan banyak penggemar berkat drama terakhirku. Aku dipanggil Joon Ha Jjing oleh para penggemarku."

"Bagaimana jika bekerja denganku?"

"Wah.. Ini lezat sekali. Terima kasih sudah mentraktirku. Restoran ini mahal."

"Selamat menikmati."


Jung Sun menelfon Jung Woo, ia sudah memikirkan tentang konsultasi itu. Ia sudah memutuskan dan akan ke kantor Jung Woo usai bekerja.

"Baiklah." Jawab Jung Woo.


Jung Sun akan turun dan bertepatan dengan itu Hong Ah naik. Jung Sun heran, kenapa Hong Ah disana. Hong Ah menjawab habis makan siang dan sekarang harinya buruk. Won Joon masih sibuk di dapur dan Jung Woo tampaknya banyak waktu luang karena merupakan kepala chef.

"Kepribadianmu memang tidak biasa." Kata Jung Sun.

"Aku menemui orang saat aku mau. Jika tidak mau, tidak akan kulakukan. Kita sudah berteman selama bertahun-tahun. Aku tidak bisa berhenti menemuimu begitu saja."

"Maaf, tapi aku harus turun."

"Aku melihat ibumu. Aku terkejut karena dia amat berbeda denganmu."

"Kau melihatnya di mana?"

"Di kantornya Park Daepyonim. Pasti Hyun Soo kesulitan. Untuk kali pertama, aku merasa bersyukur kau tidak menyukaiku."


Jung Sun langsung turun saat itu juga. Di rumahnya, Jung Sun menelfon Nyonya Yoo. Jung Sun langsung mengonfirmasi perihal Nyonya Yoo yang menemui Jung Woo kemarin.

"Bagaimana kau tahu?" Tanya Nyonya Yoo.

"Kenapa Ibu ke kantornya? Ibu bisa menemuinya di restoranku jika ada keperluan."

"Ibu hanya mampir untuk memberikan bunga karena dia sudah amat baik kepadamu."

"Ibu tidak melakukan hal aneh, bukan?"

"Hal aneh? Kenapa kau tidak memercayai ibu? Sampai kapan kau mau membahas tentang kesalahan masa lalu ibu?"

"Jangan ganggu Jung Woo Hyung."

"Memang ibu melakukan apa?"


Hyun Soo bersama Kyung mewawancarai Won Joon. Hyun Soo bertanya apa tugas sous chef. Won Joon menjawab, sebenarnya pekerjaan sous chef adalah mengelola restoran dan membantu chef.

"Apakah kau cukup ahli untuk mengambil alih tugas chef saat dia sedang tidak ada?"

"Perjalananku masih panjang. Karena Jung Sun itu luar biasa. Dia hampir sempurna."


Hong Ah baru turun dan langsung bergabung dengan mereka. Kyung bertanya, kenapa Hong Ah turun dari sana. Hong Ah jujur kalau ia habis bicara dengan Jung Sun.

"Aku ingin menyapa seorang teman selagi ada di sini." Lanjut Hong Ah, lalu ia melihat Won Joon, "Karena tampaknya Oppa tidak suka melihatku."

"Sejak kapan kau menghargai opiniku?"

"Sikapmu dingin belakangan ini, jadi, aku berhati-hati. Aku tidak selalu bersikap semauku."


Hong Ah gantian bertanya pada Kyung dan Hyun Soo, sedang wawancara ya? Kyung mengiyakan dan balik bertanya, Hong Ah tadi makan dengan siapa? Hong Ah menjawab bersama Joon Ha dan wajah Kyung ada sedikirt rasa tidak suka.

Hong Ah: Kudengar Eonnie bekerja dengannya.

Hyun Soo: Bukan berarti kami akan membuat drama. Stasiun TV harus menyetujuinya.

Hong Ah: Intinya, kau sedang bekerja dengan dia. Jika aku tahu kau bekerja dengannya, aku tidak akan menemuinya hari ini.

Kyung: Kau ingin bekerja dengannya? kau menjelek-jelekkan dia karena dia sutradara payah.

Hong Ah: kau juga menjelek-jelekkannya. Tapi kini dia bekerja dengan, Eonnie. Karena drama itu harus ditayangkan.


Soo Jung menghampiri mereka, mau tambah tehnya lagi? Hyun Soo menjawab tidak usah dan berterimakasih atas keramahannya. Soo Jung pun pamit.

Hong Ah: (cemberut) Aku tidak menyukainya.

Hyun Soo: Kenapa?

Hong Ah memandang Won Joon.


Jung Sun sedang menggambar dan Hyun Soo datang. Jung Sun heran, ia pikir, Hyun Soo harus bekerja, memangnya sudah selesai?

"Belum. Sekarang aku datang untuk mewawancarai Chef On."


Jung Sun bertanya, soal apa? Hyun Soo membahas gambar Jung Sun, memangnya seorang chef itu melakukan apa saat istirahat?

"Aku sedang melihat sebuah buku karena harus membuat menu baru. Hanya hidanganku yang akan bertahan."

"Kurasa kau memiliki kepribadian yang sangat lembut. Saat kali pertama melihatmu, kupikir kau suka membuat onar karena tato dan luka-lukau."

"Aku tidak akan berkelahi. Itu salah satu alasan orang tuaku bercerai."

"Oh.. Begitu, ya."

"Itu sebabnya aku benci kekerasan."

Hyun Soo mengetes Jung Sun, ia meninju lengan Jung Sun dan Jung Sun teriak kesakitan. Hyun Soo sangat terkejut dan bilang maaf tapi ternyata Jung Sun cuma bercanda.

Jung Sun kemudian mendapat telfon dari Won Joon, sudah waktunya ia turun dan bersiap untuk makan malam. Hyun Soo mengerti. Lalu Jung Sun mengajak Hyun SOo turun bersama sambil gandengan.


Sampai di rumah, Hyun Soo mengambil permen karamel pemberian Jung Sun. Kemudian Kyung mengabari kalau Joon Ha menelfon dan bilang ada rapat lagi karena Jung Woo tidak setuju.

"Dia akan datang besok?" Tanya Hyun Soo.

"Tidak, dia mau bertemu di tempat lain."

"Hmm?"


Jung Woo minum sambil membaca naskah Hong Ah dan tiba-tiba Jung Sun datang.


Jung Woo lalu menuangkan minumannya untuk Jung Sun. Sebelum mengambil gelas itu, Jung Sun melihat kartu ucapan di meja Jung Soo, "Park Daepyonim, selamat ulang tahun. Firefly Manajemen". Kartu itu dari Ibu Jung Sun.


Usai minum Jung Sun bilang akan mengatakan alasannya kesana. Ia tidak bisa mengurangi biaya unit atau memecat para stafnya. Sebagai gantinya, ia tidak perlu digaji.

"Kenapa kau selalu bersikap.. sesuai dugaanku?"

"Jika kau sangat mengenalku, kenapa menyarankan hal itu?"

"Untuk menggoyahkanmu. Sudah kubilang."

"Semua tidak akan berjalan sesuai rencanamu. Permisi."

"Berapa lama kau bisa bertahan.. tanpa dibayar?"

"Meski tidak bisa, aku akan melakukannya."


Jung Sun berlari sepulangnya dari kantor Jung Woo, ia mengingat bagaimana dekatnya ia dan Jung Woo dulu.


Malam berganti pagi, berarti hari ini ulang tahun Jung Woo. Dan saat ini Jung Soo sedang ada di vila, ia duduk bersantai di depan perapian sambil mendengarkan musik dan membaca.


Lalu pesan masuk dari Joon Ha, "Hyung, kami datang untuk rapat."

Terdengar ada suara mobil datang. Jung Woo segera bangkit dari duduknya.


Itu adalah mobil Joon Ha yang datang bersama Kyung dan Hyun Soo. Kyung dan Hyun Soo sangat suka dengan pemandangannya.


Sampai Joon Ha memanggil Jung Woo yang barusan membuka pintu depan. Hyun Soo langsung mendekati Joon Ha, apaan ini?

"Ini tempat rahasia Jung Woo. Ini rumah masa kecilnya. Dia membelinya kembali saat dewasa." Jawab JoonHa.

"Mereka pasti sangat kaya. Tapi kenapa kita datang ke sini?" Tanya Kyung.

"Sebaiknya dia ikut rapat." Jawab Joon Ha.

"Lantas, kenapa kau tidak bilang? Kenapa membawa kami begitu saja?" Protes Hyun Soo.

"kau tidak akan mau ikut jika kuberi tahu."

"kau tetap membawaku ke sini meski tahu aku tidak mau."

"Ya."

Kyung kesal karena Joon Ha sungguh tidak peka. Hyun Soo bahkan memuku bahu Joon Ha saking kesalnya. Tapi karena mereka sudah sampai disana mereka harus masuk.


Nyonya Yoo datang ke Good Soup dan mendapati putranya masih di dapur padahal hari libur. Nyonya Yoo terus berpikir dan menyadari ada yang aneh antara Jung Woo dan Jung Sun.

"Bukan urusan Ibu." Kata Jung Sun.

"Itu urusan ibu. Hanya dia yang suka menolong di antara semua kenalanmu. Beri tahu ibu apa masalahnya, ibu akan membantumu."

"Tanpa keterlibatan ibu saja, semuanya sudah sulit."

"Apanya yang sulit?"

"Aku akan mengurusnya."

"Tentu saja. Ibu tidak pernah menjadi ibu yang berguna untukmu. Tapi ibu tidak tahan melihatmu menderita. Ibu memang merepotkan, tapi ibu tidak mau orang lain menyulitkanmu."

"Tidak ada apa-apa. Lanjutkan hidup Ibu seperti biasa."


Mereka bukannya rapat tapi malah minum wine. Joon Ha memuji kenyamanan ini, beginilah seharusnya hidup itu.


Kyung tahu sekarang, mengenai rapat itu bohongan kan? Joon Ha menjawab kalau tidak sepenuhnya bohong, mari bersenang-senang dan sepakati akhir bahagia saja.

"Kau sangat sembrono." Ucap Kyung lalu keluar.

Joon Ha bertanya pada Hyun Soo, kenapa Kyung itu? Hyun Soo mengatakan kalau Kyung itu benci pembohong. Joon Ha langsung mengikuti Kyung keluar.


Ditinggal berdua, Hyun Soo dan Jung Woo hanya diem-dieman.


Kyung bertanya kesal, Kenapa Joon Ha mengikutinya? Joon Ha balik bertanya, sungguh Kyung tidak tahu alasannya? Kyung menjawab tidak.

"Katanya kau benci pembohong. kaulah yang berbohong."

"Aku berbohong soal apa?"

"kau tahu aku menyukaimu. Kenapa berpura-pura tidak tahu?"

"Mana mungkin tidak berpura-pura?"

"Kenapa?"

"Jika aku tahu, kita harus berkencan."

"Kita tidak bisa berkencan?"

"Tidak bisa. Aku tidak akan berkencan sampai menjadi penulis."

"Ah.. Menurutku, kau tidak akan bisa berkencan selamanya."

"Sutradara Kim!"

Kyung kesal dan kembali masuk. Joon Ha kelabakan, ia minta maaf dan lain-lain tapi Kyung tidak peduli.


Jung Woo menuang minuman yang lebih keras, katanya wine tidak berhasil untuknya hari ini. Tapi Hyun Soo tidak menanggapi, ia sibuk membalas pesan dari Jung Sun.

"kau sedang apa?"
"Aku sedang rapat."
"Mau bertemu nanti?"
"Entah kapan ini akan selesai. Akan kuhubungi kau nanti."


Kyung masuk dan mnegajak Hyun Soo pulang karena hari ini tidak ada rapat. Hyun Soopun siap-siap pergi juga.

Joon Ha: Kenapa kau juga pulang? kau tidak tahu ini hari apa?

Jung Woo: Biarkan saja. Antar Nona Hwangbo pulang.

Hyun Soo: Aku akan pulang dengan mereka.

Jung Woo: Aku akan mengantarmu, Hyun Soo. Ada yang ingin kubicarakan.


Hyun Soo menjelaskan, tadi ia SMS-an dengan Jung Sun. Jung Woo mengerti sekarang, makanya Hyun Soo setuju untuk tetap tinggal, jika itu kalimat pembuka untuk menolaknya, lupakan saja. Ia sudah cukup ditolak.

"Jika Anda meneruskannya, ini namanya obsesi."

"Kata lain dari obsesi adalah semangat. Jika kau bilang semangat, itu terdengar lebih positif."


Hyun Soo heran, apa yang Jung Woo sukai dari wanita yang menyukai pria lain?

"Aku bahkan mencintai hatinya yang seperti itu." Jawab Jung Woo. Hyun Soo tak bisa berkata lagi. Jung Woo kemudian melanjutkan, " "Jauh di mata, jauh di hati". Itu kasus bagi kebanyakan orang. Tapi kau berbeda. Aku ingin hati itu mendatangiku."

"Aku tidak bisa mengubah hatiku."

"kau berpaling darinya karena urusan pekerjaan. Tapi kau berubah."

"Aku ingin Anda bahagia. Seorang wanita yang hatinya untuk pria lain... Itu salah."

"Sejak awal, masalahnya selalu kita bertiga. Tidak ada yang baru. Jika aku melepaskanmu, itu tidak bisa menjadi alasan bagiku."


Hyun Soo diam sebentar, lalu berkata kalau ia tidak yakin terus bekerja dengan Jung Woo adalah hal yang tepat.

"Ayo. Aku akan mengantarmu pulang." Ajak Jung Woo.


Selama perjalanan tidak ada yang bicara baik Jung Woo maupun Hyun Soo.


Sementara itu, Jung Sun menunggu di tangga rumah Hyun Soo. Lalu ia melihat Jung Woo dan Hyun Soo sampai.


Jung Woo bertanya, apa Hyun Soo akan langsung masuk, dan mengatakan kalau ia ingin mencari udara segar. Jung Sun langsung turun dan memanggil Jung Woo.


Hyun Soo langsung mendekati Jung Sun dan bertanya kapan Jung Sun sampai. Jung Sun menjawab baru saja. Hyun Soo merasa pasti Jung Sun kedinginan. Hyun Soo lalu akan menggenggam tangan Jung Sun tapi Jung Sun tidak meresponnya.

"Mau masuk?" Tanya Hyun Soo.

"Tidak. kau masuklah dahulu. Aku harus bicara dengan Hyung."

"kau pasti kecewa."

"Aku hanya tidak senang."

"Baiklah. Akan kutunggu di dalam."

"Ya, masuklah."

Hyun Soo tak lupa pamut juga pada Jung Woo sebelum masuk ke dalam.


Jung Sun mengatakan pada Jung Woo kalau ia ingin bicara. Jung Woo bertanya, bicara disana?

"Tidak."

Lalu Jung Sun melangkah ke taman dan Jung Woo mengikutinya.


Jung Sun menyuruh Jung Woo berhenti, jangan memaksakan diri pada wanita yang tidak menginginkan Jung Woo.

"Dia belum bilang tidak menginginkanku. Dia bilang itu bukan cinta. Seperti yang kau ketahui.. cinta bisa berubah."

"Tapi kami tidak."

"Ya. kaulah yang akan berubah."

"Apa?"

"Saat kali pertama kalian bertemu di depan Good Soup, kau tahu kenapa aku tidak merasa terancam? Kenapa harus kau? kau masih tersesat. kau juga masih muda."


Jung Sun mulai kesal, ia mengepalkan tangannya erat-erat dan Jung Woo menyadari itu. Tapi Jung Woo malah mengompori Jung Sun, "kau bisa melakukan apa untuk Hyun Soo? Aku bisa melakukan semua yang dia inginkan. kau hanya memedulikan perasaanmu, jadi, tidak peduli soal masa depannya. kau tidak punya ambisi. kau harus marah saat merasa marah. Kubilang aku akan merampas wanitamu."

Batin Jung Sun: Aku menjalani hidup demi membuktikan bahwa aku berbeda dengan ayahku.

Jung Woo: Jika kau mengepalkan tanganmu, seharusnya pukul aku. Ada apa?

Batin Jung Sun: Ironisnya, aku menjadi bebas hari itu.


Jung Sun pun melayangkan pukulannya untuk Jung Woo.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon