Saturday, December 2, 2017

Sinopsis Judge Vs. Judge Episode 6

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Judge Vs. Judge Episode 6

Sumber Gambar: SBS


Hakim Ketua Oh mengembalikan putusan yang Jung Joo tulis, ia memberikan tandatanya besar dengan tinta merah di halaman paling depan. Jung Joo protes karena ia sudah menulis sesuai kesepakatan mereka.

"Menurutmu kenapa aku menuliskannya di sana?"

"Aku yakin Anda punya alasan, tapi.."

"Coba pikirkan dengan baik."

"Tetap saja, ini.. Ketua, Anda sungguh akan.."

"Sungguh.. Sungguh apa?"

"Aku akan memikirkannya dengan baik. Aku akan memikirkannya dengan baik."

"Coba pikirkan dengan baik. Jangan hanya fokus pada pengajuan sidang lanjutan Jang Soon Bok."


Jung Joo kembali ke ruangan dengan kesal. Hakim Jung dan yang lain lalu mendekatinya. hakim Jung melihat tanda tanga merah besar di putusan yang ditulis Jung Joo, ia sangat terkejut, Siapa yang membuatnya? Jahat sekali.


Sun Hwa: Aku tidak mengerti. Tolong jelaskan kepada kami.

Hakim Jung: Nanti kuberi tahu.

Jung Joo: Aku, hakim utama di persidangan itu, merancang keputusan ini dan menyerahkannya kepada Pak Oh, lalu...


Hakim Jung: Saat kami mengatakan "menyerahkan", kami mengacu pada saat hakim merancang keputusan pengadilan dan memberikannya kepada ketua majelis hakim untuk ditinjau.

Jung Joo: Saat ketua membubuhkan tanda tanya, itu artinya dia tidak mengerti atau ada masalah, dan kamu harus memikirkannya lagi.

Min Ah: Ternyata itu memiliki banyak makna.

Sun Hwa: Tidak ada maknanya. Bukankah dia berkata, "Buang itu dan mulai dari awal"?

Hakim Jung: Nona Lee, kamu berbakat juga. Bagaimana kamu bisa mengatakan hal yang mengesalkan dengan santainya?


Hakim Ketua Oh tiba-tiba masuk. Jung Joo langsung berdiri dan menunjukkan putusannya.

"Pak! Aku punya banyak pertanyaan tentang tanda tanya ini! Jika Anda membalas dendam karena menolak untuk menyerahkan permintaan sidang lanjutan Jang Soon Bok, aku akan memberi Anda kesempatan. Singkirkan tanda tanya besar ini!"


Nyatanya, itu hanya angan-angganya saja, sejatinya, Jung Joo hanya bicara dengan lembut, "Aku tadinya berniat memikirkan ini, tapi.."

Hakim Ketua Oh: Makan malam tim kita besok, bukan?

Jung Joo: Jika kita belum memilih menu, aku ingin bossam.

Semua: Kalau begitu, kami semua ingin bossam.

Hakim Jung: Hakim Lee, kukira kamu tidak boleh makan daging babi. Kamu bisa gatal-gatal.

Jung Joo: Gatal tidak akan membunuhku.  Jika Pak Oh memberitahuku arti tanda tanya besar ini..

Tapi saat mereka menoelh, Hakim Ketua Oh sudah tidak ada di ruangan itu. Jung Joo tertunduk lesu.

Min Ah: Kukira setelah menjadi hakim, keputusan ditulis dengan mudah.

Sun Hwa: Bagaimana bisa? Hidup seseorang bergantung pada setiap keputusan.

Hakim Jung: Tentu, aku yakin perasaan kita saat menulis keputusan sama dengan perasaan dokter sebelum melakukan operasi. Saat hakim junior menerima hasil suntingan dari ketua hakim, dia akan merasa sedih dan senang.


Hakim Yoon menerima suntingan dari Hakim Ketua Choi dan ia puas, kertasnya kosong.

Hakim Jung: Setiap hakim mengharapkan suntingan karena beberapa saltik. Kurang tanda titik. Itu hasil terbaik yang mungkin kamu dapatkan.

Hakim Yoon menerima suntingan dari Hakim Ketua Choi dan ia puas, kertasnya kosong.

Hakim Jung: Setiap hakim mengharapkan suntingan karena beberapa saltik. Kurang tanda titik. Itu hasil terbaik yang mungkin kamu dapatkan.


Hakim Jung: Mereka terkadang meminta kita mengacu pada buku tertentu, tapi jika warnanya merah.. Kalian berteriak, "Tolong aku".


Min Ah: Kurasa Hakim Lee juga mengharapkan satu tanda titik.

Sun Hwa: Hanya ada tanda tanya besar di halaman pertama, artinya dia sudah dendam kepadamu karena permintaan sidang lanjutan Jang Soon Bok.


Jung Joo: Kamu juga berpikir begitu, bukan? Dia dendam kepadaku. Aku harus bagaimana sekarang? Apa yang akan kamu lakukan?

Semua menggeleng dan Jung Joo kembali menunduklemas.


Sun Hwa kembali membawa bayinya untuk bekerja.


Min Ah: Aku sudah memikirkannya, dan kamu tahu permintaan sidang lanjutan Jang Soon Bok? Sebaiknya kita tidak ikut campur.

Sun Hwa: Tidak ikut campur?

Min Ah: Ini bukan saatnya kita bekerja keras untuk membantu Hakim Lee. Bagaimana jika kasus itu dihentikan? Pak Oh juga akan mengincar kita.

Sun Hwa: Aku tidak pernah menyangka kita membantu Hakim Lee, tapi memperbaiki kesalahan jika keputusannya salah. Meninjau putusan yang salah adalah tugas kita sebagai komisi.

Min Ah: Aku juga berpikir itu tugas kita, tapi siapa yang mengevaluasi kita? Pak Oh. Bagaimana jika hanya kita yang tidak mendapatkan A?

Yoon Il: Ya, tapi tetap saja, mana mungkin dia serendah itu...

Min Ah: Jangan ikut campur. Duduk yang lurus. Noona tidak akan mengatakan ini jika aku semuda kamu. Noona meninggalkan Blue House di usia ini dan orang berkata aku gila. Jika aku ingin menjadi bagian dari komisi ini, aku tidak bisa mengikuti sisi buruk Pak Oh. Kamu juga. Jika kamu ingin membesarkan Ha Neul sebagai ibu tunggal...

Sun Hwa: Aku menerima pengajuanmu, jadi, berhentilah bicara. Aku yakin kamu juga merasa tidak enak mengatakan ini.

Min Ah: Sebagai gantinya, ayo kita selidiki kasus Choi Kyung Ho.


Di kelas, Profesor Yoo memutar video Jung Joo yang mengamuk saat sidang Joo Hyung. Diam-diam Jung Joo masuk ke las itu. Profesor memerintahkan mahasiswanya untuk menuliskan komentar tentang video yang baru saja mereka saksikan. Tapi tidak ada satupun yang mau mengangkat tangan, makaProfesor Yoo akan mengatakan argumennya.

"Jangan beri tahu siapa-siapa bahwa aku panutanmu".

Semuanya ketawa.


Jung Joo diam-diam akan keluar tapi Profesor Yoo melihatnya, "Kamu yang berusaha keluar lewat pintu belakang."

"Sebenarnya, aku tidak di kelas ini."

"Jika kamu memeriksa kelasku, setidaknya komentari video ini."

"Itu.. Aku tidak berhak mengomentari apa pun."

"Katakan saja. Aku akan mengetiknya untukmu."

"Jika Anda memaksa.. "Kenapa kamu melakukan itu? Bencilah perbuatannya, bukan orangnya". Tambahkan emoji menangis."

"Mungkinkah membenci perbuatannya, bukan orangnya? Siapa yang menanggung? Yang berbuatlah yang menanggung. Bukankah wajar membenci orang yang melakukannya? Maksudku, kita harus memberi orang itu kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup meski kita membencinya. Aku yakin hakim di video ini membenci terdakwa keji yang bahkan tidak menyesali perbuatannya yang tidak bisa dimaafkan."


Seorang mahasiswa mengangkat tangan, berka bahwa ia mengerti kenapa Jung Joo marah, karena Hakim juga manusia.

"Itu juga yang aku pikirkan. Hakim juga manusia. Tapi pada saat kalian menjadi hakim, kalian harus menyingkirkan pikiran itu. Saat kalian duduk di kursi hakim, kalian tidak boleh beralasan bahwa kalian juga manusia. Hakim yang mengabaikan kesalahannya adalah yang paling berbahaya. Bukan begitu, Hakim Lee Jung Joo?"

Sontak semua menoleh ke bekarang dan Jung Joo menutupi wajahnya dengan tas.


Jung Joo protes pada Profesor Yoo, "Profesor Yoo, aku tahu Anda berusaha mendidik murid Anda, tapi adilkah jika Anda mengutukku dan membuatku terancam dipecat?"

"Lucu kamu datang tepat di momen itu. Apa ini karena Choi Kyung Ho?"


Jung Joo langsung berhenti. Profesor Yoo cerita kalau Han Joon memberitahunya bahwa Choi Kyung Ho menjalani sidang, dan Jung Joo berada di panel.

"Berapa banyak yang Anda dengar?"

"Berapa banyak yang harus aku ketahui? Aku ingin kamu memberitahuku."


Jung Joo bicara sambil mengupas buah.

Profesor Yoo: Orang lain membunuh gadis itu, tapi dia memiliki kesepakatan, dan peringatan.

Jung Joo: Jangan terlalu memikirkan perkataannya. Aku datang hanya untuk membahas petisi Jang Soon Bok untuk sidang lanjutan. Aku hanya akan bertanya sedikit.

Profesor Yoo: Silakan, tanya saja.

Jung Joo menyudahi acara kupas-kupasnya.

Jung Joo: Jang Soon Bok membunuh suaminya, Seo Gi Ho. Kudengar dia mengelola pondok Anda.

Profesor Yoo: Benar. Ayah Kim Ga Young, Kim Hee Chul, dahulu mengelola pondok kami. Tapi kematian putrinya membuatnya stres, dan dia meninggalkan Korea. Pak Seo Gi Ho dibunuh begitu kami mempekerjakannya.

Jung Joo: Ayah Kim Ga Young mengelola pondok Anda?

Profesor Yoo: Ya. Aku tidak pernah melihatnya karena aku tidak pernah ke pondok. Aku melihat dia pertama kali di persidangan.

Jung Joo akan melanjutkan mengupas buah dan ia menyadari pisau itu mereknya sama dengan senjata pembunuhan Jang Soon Bok.


Sun Hwa dan Min Ah menemukan pisau itu juga,

Sun Hwa: Kurasa kita perlu memberi tahu Hakim Lee karena ini informasi penting mengenai senjata pembunuhan itu.

Min Ah: Sudah kubilang jangan ikut campur. Untuk saat ini, hanya kita yang tahu informasi ini. Pisau ini senjata pembunuhan. Ini bukan pisau yang mudah kamu dapatkan di Korea.

Sun Hwa: Kamu tahu mereknya? Keluarga kerajaan Swedia biasa menggunakan merek ini. Mereka membuat pisau ini dalam jumlah terbatas.

Min Ah: Benar. Saat aku bekerja di Blue House, aku melihat Ibu Negara menggunakan merek ini. Tapi.. Jang Soon Bok membunuh suaminya dengan ini?


Profesor Yoo: Itu tidak mungkin. Saat suamiku kepala staf Blue House, itu hadiah dari Ibu Negara. Kudengar bahkan di Swedia ini hanya diproduksi sedikit.

Jung Joo: Benarkah? Sulit membeli pisau ini di Korea. Bagaimana dia bisa membunuh suaminya dengan pisau mahal ini?

Profesor Yoo: Itu mungkin keraguan mendasarmu.

Jung Joo: Anda benar, aku menjadi ragu.

Profesor Yoo: Jika masih ada ruang untuk keraguan mendasar, bukankah seharusnya kamu memulai kembali? Kamu harus.. mendengarkan pernyataan terdakwa meski sudah terlambat. Dengan pemikiran itu, kamu seharusnya tidak mengabaikan perkataan Choi Kyung Ho.

Jung Joo: Jika perkataannya benar, maka putusan Anda salah. Anda tidak keberatan dengan itu?


Profesor Yoo: Kamu tidak keberatan jika berada di posisiku? Melihat watakku, aku bisa menggigit lidahku dan muntah darah.

Jung Joo: Sudah kuduga.


Profesor Yoo menjelaskan, meski ia melakukan hal semacam itu, rasa bersalahnya tidak terlalu penting jika dibandingkan penderitaan orang yang dituduh. Perasaannya bahkan tidak sebanding dengan penderitaan tertuduh. Penilaian yang salah.. bisa terjadi dalam pekerjaan ini. Jika itu sudah membuat takut menghindari kebenaran substantif, sebaiknya lepas jubah saja.

Profesor Yoo mengelus pipi Jung Joo lalu pergi.


Hakim Song mengenalkan Se Ra pada Hakim Ketua Choi dan Hakim Yoon. Yoon Il sangat senang melihat Se Ra.

Hakim Ketua Choi: Baiklah. Untuk kamu tahu, aku suka orang yang kinerjanya bagus bukan yang hanya ingin bekerja.

Se Ra: Aku hanya bersikap sopan. Kalau begitu, aku akan bekerja dengan baik.

Hakim Yoon: Lagi pula, kamu penyanyi idola terkenal. Kamu harus memberi kami tanda tangan...

Hakim Song: Astaga, tentu saja. Aku ingin yang pertama.

Yoon Il: Tunggu! Dia tidak memberi tanda tangan secara cuma-cuma. Dia bahkan tidak berfoto atau memberi tanda tangan kepada penggemarnya. Tolong mengerti. Sebagai anggota tertua Que Sera Sera, aku ingin meminta pengertianmu.


Jung Joo membolak-balik putusannya frustasi, ia masih belum menemukan letak kesalahannya dimana. Tapi Jaksa Jung malah sibuk menelfon. Jung Joo makin menjadi-jadi.

Hakim Jung: Ini cukup mengecewakan. Rasio daging dan lemaknya harus delapan banding dua. Tidak. Tanpa lemak, rasanya kering. Tidak akan enak. Ketua kami punya darah tinggi. Itu harus dibumbui dengan cukup. Antara asin dan hambar. Benar! Kamu harus menyajikan kami teri goreng atau otak-otak goreng sebagai salah satu lauk. Teri goreng dengan lada shishito? Dia penggemar sajian itu.

Jung Joo akhirnya berteriak. Hakim Jung langsung memutus telfonnya.


Jung Joo: Apa yang salah dengan putusan ini? Apa? Aku masih tidak mengerti walau kubaca berkali-kali. Apa aku masalahnya?

Hakim Jung: Tanda tanya itu lebih baik daripada.. Pak Oh meminta berkas itu, agar bisa menulis putusan sendiri. Saat aku menjadi asisten hakimnya, Pak Oh bahkan tidak memberiku kesempatan untuk memperbaiki. Dia memperbaiki putusan itu sendiri. Setiap kali aku memikirkannya, aku sangat malu sampai ingin bersembunyi.

Jung Joo: Aku tidak akan menulis tanda tanya jika menjadi ketua hakim. Tidak akan pernah.

Jung Joo menyerah dan meminta bantuan Hakim Jung untuk melihat putusannya.


Hakim Jung tiba-tiab menjauhi dokumen kasus itu seperti melihat hantu setelah membacanya. Yang lain jelas terkejut, Ada apa? Ada apa? Kenapa?


Hakim Jung menunjuk ke tulisan "Hakim Oh Ji Ral". Jung Joo melihatnya dari dekat, " "Oh Ji Ral"? Maksudnya "Hancur"? Hancur?"

*Nama Hakim Oh adalah Oh Ji Rak, tapi Jung Joo mengetiknya Oh Ji Ral

Min Ah tahu buka waktunya ketawa tapi ia tidak bisa menahannya.

Jung Joo: Tidak, jangan tertawa.

Tapi Jung Joo sendiri ketawa.


Jung Joo kemudian menghadap Hakim Kepala Oh.

"Pak Oh, Anda benar-benar oasis bagi Unit 73 Majelis Yudisial Kriminal. Aku menghormati Anda karena telah menerima orang yang mudah bersemangat dan cerewet seperti aku. Mulai sekarang, kuterima saran Anda untuk memperbaiki putusanku dan berusaha memenuhi tenggat waktu untuk putusanku. Aku sungguh minta maaf."

*Oasis adalah ketua hakim yang paling disukai.

Jung Joo menyerahkan hasil revisinya dan Hakim Ketua Oh menerimanya.


Jung Joo menunjukkan foto tanda tanya besar itu. "Tanda tanya sesungguhnya. Tanda tanya ini akan menjadi lampuku. Aku mengaturnya sebagai latar untuk layarku agar aku tidak lupa. Setiap kali melihat tanda tanya ini, aku akan ingat untuk berpikir setidaknya sekali lagi dan menjadi asisten Anda. Aku akan terus berusaha."


Han Joon kembali menginterigasi Yoon Hyung yang masih tetap diam juga.

"Sampai kapan kamu akan bungkam? Dari mana kamu mendapatkan pisau itu? Kamu tidak mau bicara?"

"Aku lupa."

"Sudah kuduga. Itu omong kosong yang kamu berikan di sidang pemerintah."

"Lupa adalah berkah terbesar dari Tuhan. Aku menikmati berkah itu. Ya, ada yang ingin aku katakan kepadamu sebelum aku lupa."

"Apa?"

"Si Bodoh itu, Choi Kyung Ho, memintaku menyampaikan pesan kepada Jaksa Bodoh kami. Perasaan menjadi orang yang diperingatkan ini. Dia memintaku agar tidak menyentuh Hakim Lee Jung Joo. Dia berkata kamu akan menyesal jika tidak menjauhinya. Aku sudah menyampaikan pesan itu."

"Peringatan itu terdengar akrab. Kalian pasti dekat, jadi, sampaikan pesanku juga. Kamu akan bermain curang setelah menerima peringatan."

"Menarik. Silakan. Lakukan saja."

*BTW, pisau itu warnya ajuga merah, mungkin pisau dari Swedia juga.


Han Joon menjenguk Jang Soon Bok, tapi keadaannya masih sama, tidak menunjukkan kemajuan apapun.


Di luar, Yong Soo memaksa masuk untuk menemani ibunya sambil membawa roti dan makanan. Petugas menahannya karena Jam besuk sudah habis.

"Ibuku belum makan. Dia lapar. Aku harus memberikan ini kepadanya."

"Dia tidak boleh makan makanan seperti itu."


Han Joon keluar dan melihat sepatu itu ada apada Yong Soo, ia langsung mengambilnya, Yong Soo sadar dan mengambil sepatu itu kembali lalu memeluknya.

"Kenapa kamu memiliki ini? Katakan! Kenapa? Kenapa kamu memiliki ini?!!!"


Yong Soo ketakutan jadi ia lari. Han Joon mengejarnya. Tapi Yong Soo tersandung dan sepatu itu terlempar ke semak-semak. Han Joon tidak melihatnya,

"Di mana sepatu itu? Katakan!" Tanya Han Joon.

"Aku tidak tahu. Aku tidak memilikinya." Jawab Yong Soo. Han Joon pun kembali ke dalam mencari kalau-kalau sepatunya jatuh disana.

Yong Soo lalu mendekati lokasi jatuhnya sepatu itu.


Tim Hakim Ketua Oh akan makan malam bersama. Min Ah bergumam, perjalanan ke makan malam tim tidak pernah seseram ini sebelumnya.


Jung Joo akhirnya minta maaf karena telah membuat kesalahan besar.

"Kesalahan? Belakangan ini, nama-nama disisipkan secara otomatis di templat. Itu tidak bisa disebut kesalahan. Itu disengaja. Disengaja!"

"Masalahnya, aku tidak sengaja menghapus nama Anda saat menyunting berkas, jadi, aku mengetiknya dan salah mengetiknya."

Hakim Jung membela, "Benar, aku juga pernah. Aku menyadari kesalahan seperti itu wajar."

Hakim Ketua Oh masih saja marah, "Anggap itu kesalahan. Kenapa dari semua kata, kamu memilih "Oh Ji Ral"? Seberapa besar rasa bencimu sampai menulis "Oh Ji Ral"? Itu bahkan bukan sebuah nama. Itu karena kamu meremehkan aku! Karena itu, akhirnya kamu mengetik "Oh Ji Ral"! Itu yang kamu pikirkan. Aku yakin kamu berpikir begitu! Kamu menganggapku bodoh, maka kamu menulis itu. Apa lagi alasanmu menulis itu? Oh Ji Ral. Bahkan bukan "Orisinal" atau apa.


Ui Hyun mengajak Young Hoon makan bersama untuk menyambut bergabungnya Young Hoon, walaupun ia tidak enak karena hanya sekedarnya.

"Tidak apa-apa. Aku lebih memilih penyambutan nyaman denganmu."

Lalu Ui Hyun menungakan soju untuk Young Hoon, tapi ia sendiri menuang soda.

"Kamu tidak minum sama sekali?"

"Ini alkohol di ruang sidang."

"Ah.. Untuk membuat keputusan yang menyegarkan seperti soda?"

"Itu di luar kemampuanku. Meski itu keputusan sulit, aku tetap berusaha yang terbaik. Meski keputusan itu sulit bagi semua pihak, selama itu bisa mereka terima."

"Itu tidak buruk. Setidaknya itu bukan keputusan yang salah seperti di persidangan Kyung Ho."

"Aku tidak menyangka dia akan mengatakan itu di ruang sidang."

"Seharusnya aku memberitahumu lebih awal. Saat aku menanyakan Kyung Ho lagi setelah itu, dia menariknya kembali dan berkata tidak ada pembunuh sebenarnya. Aku tidak tahu kesepakatan apa yang dia buat."


Tim Hakim Ketua Oh juga datang ke restoran yang Min Ah sangat senang melihat Ui Hyun. Hakim Ketua Oh lalu mengajak mereka duduk dengan Young Hoon dan Ui Hyun.


Yong Soo kembali ke gedung pengadilan untuk melakukan protes. Tapi sebelumnya ia menunduk dalam-dalam untuk gedung pengadilan.


Semuanya minum kecuali Ui Hyun. Asisten Ui Hyun datang dan membisiki Ui Hyun.

"Jang Soon Bok. Mereka menelepon, katanya kemungkinan dia tidak siuman. Anda ingin ke rumah sakit?"

Ui Hyun pun permisi pergi duluan. Hakim Ketua Oh mengingatkan, tidakkah Ui Hyun tahu bahwa hakim tidak boleh menemui terdakwa secara pribadi di luar pengadilan?

"Aku akan mengikuti protokol untuk ke rumah sakit itu. Aku harus menyelesaikan putusanku." Jawab Ui Hyun.

"Begitu. Putusan. Kamu perlu menulisnya dengan benar. Harus. Saltik yang bahkan tidak dilakukan oleh juru tulis adalah kesalahan yang hanya..."

Jung Joo juga berdiri, "Aku juga. Aku akan menulis penilaianku dengan baik. Penilaianku."


Jung Joo berjalan dibelakang Ui Hyun, menjaga jarak. Sampai akhirnya Ui Hyun menyuruhnya berjalan disampingnya.


Jung Joo berjalan dibelakang Ui Hyun, menjaga jarak. Sampai akhirnya Ui Hyun menyuruhnya berjalan disampingnya.

Jung Joo: Aku biasa berjalan seperti ini dengan majelisku, jadi, aku lebih memilih seperti ini.


Tapi Ui Hyun berhenti agar Jung Joo sejajar dengannya, "Aku hakim individual, jadi, aku lebih memilih ini."

Jung Joo: rang bilang, menjadi hakim individual menyenangkan. Kapan aku bisa menjadi seperti itu? Bahkan udara di kantormu lebih sejuk daripada di kantor kami.

Ui Hyun: Kamu berselisih dengan Pak Oh karena petisi sidang lanjutan Jang Soon Bok?

Jung Joo: Tampaknya begitu. Dia benar-benar menghalangi kesuksesanku.


Jung Joo dan Ui Hyun melihat Yong Soo pingsan di depan gedung pengadilan. Setelah mereka mengeceknya ernyata Yong Soo hanya tidur.

Jung Joo: Terlalu dingin untuk tidur di sini.

Ui Hyun dan Jung Joo bertatapan, lalu Ui Hyun bertanya, bisakah Jung Joo membangunkannya?


AKhirnya mereka membawa Yong Soo ke ruangan Ui Hyun.

Ui Hyun: Jangan melakukan hal yang membuat orang salah paham. Mari meminta satpam menjaganya, lalu kita pergi.


Tapi Ui Hyun kemudian melihat sepatu itu. ia terkejut.


Ui Hyun langsung membangunkan Yong Soo. Yong Soo melihat sepatunya dipegang Ui Hyun, ia langsung merebutnya dan memeluknya.

"Dari mana kamu mendapatkan itu?" Tanya Ui Hyun tapi Yong Soo hanya menggeleng. Jung Joo tidak mengerti kenapa Ui Hyun melakukan itu.

Ui Hyun: Tidak apa-apa. Tolong jawab pertanyaanku. Apa pemilik sepatu itu Kim.. Ga Young?

Yong Soo: Kamu tahu Ga Young?

Ui Hyun: Ya, kamu mengenalnya?

Yong Soo: (menangguk) Ga Young dan aku dekat.

Ui Hyun: Benarkah? Bagaimana kamu mendapatkannya? Tidak apa. Santai saja dan jawab pertanyaannya.

Jung Joo: Dia takut. Tidak apa. Kamu tidak perlu memberi tahu kami sekarang.

Yong Soo: Kyung Ho Hyung memintaku menyimpannya.

Ui Hyun: Kyung Ho Hyung? Maksudmu, Choi Kyung Ho-ssi? Kamu mengenal Choi Kyung Ho-ssi?

Yong Soo: Kyung Ho Hyung dan aku dekat. Kyung Ho Hyung pergi menyelamatkan Ga Young.

Jung Joo: Dia pergi menyelamatkannya?

Yong Soo: (mengangguk) Dia pergi, tapi Ga Young tidak ada di sana, aku hanya menemukan sepatunya.

Ui Hyun: Kalau begitu, Choi Kyung Ho tidak...

Jung Joo: Membunuhnya?


Yong Soo: Kyung Ho Hyung bukan orang jahat. Hyung bilang dia harus menyelamatkan Ga Young. Kyung Ho Hyung bilang dia ingin menangkap penjahatnya. Satu, tiga, tujuh, satu.


Jung Joo mendapat telfon dari Han Joon dan nomor posel belakang Han Joon adalah "1371".


Di ruangannya, Ui Hyun mengetikkan nomor "1371", yang muncul adalah nomor Han Joon.

Suara Yong Soo: Ini nomor ponsel pria yang membunuh Ga Young.


Sementara itu, Han Joon menemui Kyung Ho.

Han Joon: Aku tidak menyadari peringatanmu. Mari akhiri kesepakatan kita.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon