Wednesday, December 6, 2017

Sinopsis Judge Vs. Judge Episode 8

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Judge Vs. Judge Episode 8

Sumber Gambar: SBS


Se Ra menyapa Jung Joo di depan gedung pengadilan. Se Ra yakin Jung Joo pasti tahu dirinya. Lalu Se Ra mengajak Jung Joo minum kopi.


Jung Joo terkejut dengan perkataan Se Ra. Se Ra mengulanginya lagi, "Kubilang aku menyetujui perkataanmu. Karena kamu bukan lagi Choi Jung Joo, kurasa kamu bisa mengawasi Persidangan Choi Kyung Ho."

"Aku tidak akan berbohong dan bilang aku tidak bermaksud menguping. Aku tidak sengaja melihat, tapi aku sengaja mendengarkan. Berkat itu, aku mengerti kenapa kamu merespons dengan begitu menarik selama persidangan."


Jung Joo tidak peduli Se Ra mau bilang apa. Se Ra mengingatkan, Jung Joo terlalu ceroboh. Jung Joo menyakan apa maksudnya itu.

"Saat kamu bicara dengan Choi Kyung Ho selama persidangan. Kamu seharusnya memperlakukan dia seperti orang asing."

"Jin Se Ra-ssi."

"Jika sikapmu begitu di persidangan berikutnya, orang pintar seperti Eui Hyun Oppa akan langsung mengetahuinya."

"Eui Hyun? Maksudmu Hakim Sah?"

"Kudengar Eui Hyun Oppa menyelamatkanmu saat kamu disandera. Dia pun menyelamatkanku dari penembakan di Harvard. Panutan kita berdua adalah Profesor Yoo Myung Hee. Mau tidak mau, aku tertarik padamu."


Hakim Yoon dan hakim Ketua Choi di tempat berbeda menertawakan salah ketik nama Hakim Ketua Oh.


Hakim Ketua Choi selalu keceplosan bicara banmal pada Hakim Moon dan Hakim Moon selalu memelototinya, jadinya, Hakim Ketua Choi merubah bahasanya. Hakim Moon sudah mendengar soal Jung Joo yang salah mengeja nama Hakim Ketua Oh, tapi ia sama sekali tidak merasa itu lusu.

"Dia menulis "Oh Ji Ral". Bukan "Oh Ji Rak". Lucu, bukan? Aduh, Perutku."

"Rupanya kamu tidak masalah tertawa."

"Tentu saja. Karena sangat lucu, aku sampai hampir menangis."

"Saat aku salah mengeja namamu, "Choi Go Soo" menjadi "Choi Go Ja", aku tertawa terpingkal-pingkal. Kamu bilang aku sama sekali tidak beradab. Kamu naik pitam. Tapi kamu tertawa tergelak-gelak sendiri di kantormu."

"Aku tidak menyangka akan begitu lucu. Baiklah. Aku akan jawab dengan baik tanpa menghina pertanyaanmu hari ini. Tanyakan apa saja."


Hakim Moon: Menurut Hukum Pidana Anak, usia berapa kamu mengajukan pengurangan hukuman? Usia saat bertindak atau akhir persidangan?

Hakim Choi: Kamu hakim independen. Bagaimana mungkin...

Hakim Moon: Dengan baik, tanpa menghina.

Hakim Choi: Mungkin kamu tidak tahu. Tidak sembarang hakim bisa menjadi sebaik aku.


Hakim Yoon masuk, Hakim Ketua Choi kemudian menanyakan pertanyaan Hakim Moon tadi pada Hakim Yoon.

Hakim Yoon: Kita menerapkan usia saat putusan pengadilan.

Hakim Moon berterimakasih, maka harus ia lihat apa usia terdakwa 20 tahun di akhir persidangan. Hakim Yoon mengoreksi, hukum itu sudah lama diubah menjadi usia 19 tahun, ia rasa masih 20 tahun saat Hakim Yoon belajar untuk ujian advokat.

Hakim Moon tersenyum tapi sebelum kekuar ia meniup poninya kesal sambil menatap Hakim Ketua Choi. Hakim Ketua Choi pura-pura tidur. Hakim Moon lalu keluar.


Hakim Yoon bertanya, apa ia salah bicara? Hakim Ketua Choi menjawab kalau Hakim Moon hanya malu.

Hakim Yoon: Ya. Hanya departemen kita yang tidak ada pesta penyambutan. Kapan kita mengadakannya?

Hakim Choi: Aku sibuk. Apa itu perlu?


Jung Joo menjelaskan, Sun Hwa dan Min Ah akan bertemu dengan detektif, pelapor yang mengklaim bahwa bukti persidangan Jang Soon Bok telah dipalsukan.

Hakim Oh: Bukankah itu berlebihan? Kamu seharusnya menjadi jaksa, bukan hakim.

Hakim Jung: Bukankah kamu bilang detektif itu didiagnosis menderita Alzheimer?

Jung Joo: Benar. Tapi waktu diagnosisnya patut dipertanyakan.


Min Ah bertanya pada Detektif itu, kapan didiagnosis menderita Alzheimer? Detektif mengalihkan pembicaraan, sudah ia bilang ia akan bersaksi saat dipanggil sebagai saksi. Sun Hwa menyela, untuk bersaksi, pikiran harus sehat.

Detektif: Pikiranku sehat. Rumah sakit menjalankan segala macam tes agar bisa mendapatkan uang dariku dengan memberi diagnosis palsu. Seperti mereka memalsukan bukti.

Sun Hwa: Jadi, maksud Anda, tidak ada darah di pisau Jang Soon Bok, dan polisi memalsukan bukti?

Detektif: Mereka bilang pengakuan tidak cukup untuk menyatakan dia bersalah. Mereka meminta kami membawakan lebih banyak bukti. Selain itu, Jang Soon Bok menarik kembali pengakuannya. Kami ditegur oleh mereka.


10 Tahun lalu, Jang Soon Bok pingsan di kantor polisi. Detektif menyuruh rekannya menghubungi 199 sebelum mereka disalahkan karena tidak memberinya makan. Dan saat rekannya pergi, Detektif diam-diam menusuk jari Jang Soon Bok untuk mengambil sample darahnya.


Detektif: Jang Soon Bok menderita diabetes. Dia mulai berpuasa untuk menunjukkan dia tidak bersalah. Ada suatu ketika dia kehilangan kesadaran.

Sun Hwa: (emosi) Memalsukan bukti adalah kejahatan yang sangat terkutuk!

Detektif: Aku sudah dihukum. Cucuku baru berusia tiga tahun. Dia dikemoterapi. Melihat anak-anakku menderita telah memberiku keberanian untuk mengatakan kebenaran.

Min Ah: Siapa yang menyuruh Anda memalsukan bukti?


Hakim Jung bertanya, jika Jang Soon Bok tidak sadarkan diri, menurut Pasal 306 Hukum Banding, itu cukup untuk menghentikan sementara sidang ulangnya, bukan?

Hakim Oh: Benar sekali. Kita lakukan itu setelah berdiskusi dengan jaksa dan pengacara.

Jung Joo tidak setuju, terlalu dini untuk menyimpulkan. Dia mungkin akan segera siuman. Karena juri mereka harus memeriksa fakta, ia akan ke rumah sakit dan mencari tahu soal ini.

Hakim Oh: Aku sudah beri tahu atasanku bahwa kamu hakim yang akan bertugas. Cepatlah, tapi.. saat dokter tidak bisa menjawab kapan dia akan siuman, persidangan akan dihentikan. Stop! Stop!


Ketua Hakim sedang menelfon seseorang saat Hakim Ketua Oh dan Hakim Song datang.

Ketua Hakim dalam telfonnya: Kita bahkan tidak perlu mengoper kasusnya. Jika Jang Soon Book tidak siuman, terlepas dari persidangannya, semua akan berakhir. Jangan khawatir soal itu. Ya. Beri tahu istrimu, aku akan ke sana untuk sujebi buatannya. Baik.


Hakim Song bertanya, apa Ketua hakim mengidam sujebi, haruskah ia membuat reservasi? Ia tahu restoran sujebi yang enak. Benar-benar kenyal.

Ketua Hakim: Tidak usah. Jika aku makan sujebi yang lezat, aku akan menderita.

Hakim Oh: Apa?

Ketua Hakim: Aku akan beri tahu sebuah rahasia. Mantan Hakim Yoo Myung Hee. Dia profesor di Fakultas Hukum Universitas Korea.

Hakim Song: Ya, aku tahu dia. Mustahil tidak mengetahui Yoo Myung Hee di dalam industri ini.

Ketua Hakim: Sujebi buatannya benar-benar tidak enak. Aku tidak pernah merasakan sesuatu separah itu seumur hidupku. Dia hebat dalam memberi putusan, tapi tidak pandai memasak.

Hakim Song: Kuharap aku sehebat itu dalam membuat putusan yang tepat. Aku bahkan tidak bisa menghitung berapa banyak putusanku yang telah digulingkan tahun ini.

Ketua Hakim: Itulah alasan lain agar kamu mengingat pelajaran dari sujebi. Semua orang bilang sujebi buatannya tidak enak, tapi suaminya, Majelis Do, berkata bahwa itu lezat.

Hakim Oh: Aku membaca artikel bahwa Majelis Do Jin Myung akan mencalonkan diri sebagai presiden.

Ketua Hakim: Dia tidak bisa meraih kursi kepresidenan sendiri. Pengaruh istrinya membuat dia bisa sejauh ini. Intinya, Hyung-nim hanya memilih mereka yang mengatakan sujebi buatannya lezat demi memenangkan kursi kepresidenan.

Hakim Song: Ah.. Aku tidak tahu sujebi yang tidak enak bisa begitu berarti.

Hakim Oh: Apa ada cara agar aku juga bisa mencicipi sujebi itu?

Ketua Hakim: Biar kucicipi itu lebih dahulu.


Ketua Hakim bertanya, keduanya bisa bermain go, bukan? Ia mengajak hakim pembantunya bermain go sepulang kerja. Apa katanya? Dia bilang kehidupan setelah kerja itu penting. Itulah masalah para hakim muda belakangan ini.

Hakim Oh: Aku tidak suka permainan yang harus memutar otak. Aku bisa bermain gomoku.

Ketua Hakim: Kenapa kita tidak menyentil batu-batu saja? Bagaimana denganmu, Hakim Song?

Hakim Song: Bermain go dengan Anda bukan masalah. Selama aku bersama Anda, aku bisa bermain apa pun, di mana pun, kapan pun.

Ketua Hakim: Baik. Bermainlah go denganku, dan ikut aku makan sujebi.

Hakim Oh: Aku boleh menemani Anda untuk sujebi saja?

Ketua Hakim: Jika kamu ingin makan sujebi, pastikan kamu menghentikan persidangan Jang Soon Bok.

Hakim Oh: Saat Hakim Lee kembali dari rumah sakit, dia akan menyerah.


Majelis Do dan Pak Sah kembali main baduk berdua. Mereka membicarakan mengenai Jang Soon Bok.

Majelis Do: Percobaan bunuh diri? Itu berita bagus untukku. Semesta membantu orang-orang yang dibantu oleh Jung Do, dan Jung Do membantu aku, Do Jin Myung. Jang Soon Bok tidak siuman. Kita tidak usah mencemaskan sidang ulang. Kini, permasalahan kita adalah Choi Kyung Ho.

Pak Sah: Aku jelas ingat pernah memberitahumu bahwa aku tidak mendengar apa pun mengenai Jang Soon Bok dan Choi Kyung Ho.

Majelis Do: Benar. Kamu tidak mendengar apa pun. Baik. Aku menang, bukan? Ayo main sekali lagi. Kali ini aku ambil yang putih.


Namun Pak Sah malah berdiri, ia enggan membiarkan Majelis Do menang lagi. Ia mengajak Majelis Do main lagi saat bisa mengalahkannya dengan keterampilan.

"Membuatmu membiarkanku menang adalah salah satu keterampilanku. Jung Do-ya, meski kamu enggan membiarkanku menang, dalam permainan ini kamu pasti akan kalah, dan aku pasti akan menang. Kamu tidak tahu itu?"


Jung Joo akan ke rumah sakit bersama asisten Tim-nya. Si asisten sibuk menyetop taksi, dan Jung Joo melamunkan kata-kata kakaknya di persidangan.

Asinten mendekati Jung Joo mengatakan susah sekali mendapatkan taksi. Ia menyarankan untuk naik kereta bawah tanah saja?

Jung Joo: Bagaimana rasanya membusuk di penjara selama 10 tahun karena sesuatu yang tidak dilakukan?

Aisten: Kamu menemukan bukti bahwa Jang Soon Bok tidak bersalah?


Ui Hyun dan asistennya juga akan kesana, mereka mengajak Jung Joo dan asistennya barengan saja naik mobil Ui Hyun.


Kedua asisten menghadap dokter, menanyakan kapan Jang Soon Bok akan sadar.

"Kami tidak yakin. Kita hanya bisa menunggu."


Asisten Jung Joo berkata kasihan pada Jung Joo yang bekerja ekstra keras pada petisinya untuk sidang ulang.


Jung Joo dan Ui Hyun masuk ke ruangan perawatan Jang Soon Bok, sementara Yong Soo melihat dari luar.

Jung Joo: Kenapa Anda berbaring di sana? Anda sungguh merasa ini tidak adil? Jika begitu, Anda harus siuman dan membuktikan Anda tidak bersalah. Anda bilang Anda tidak bersalah dan kami yang salah.

Ui Hyun: Ini tidak membantu.

Jung Joo: Anda tidak mencemaskan putra Anda? Anda bilang Anda mengaku karena mengira pelakunya putra Anda. Jika Anda memedulikan putra Anda, kenapa Anda berbaring di sana? Jika seperti ini, kenapa.. Kenapa Anda meminta sidang ulang?


Hakim Ketua CHoi, Hakim Yoon, Se Ra dan Yoon Il makan siang di ruangan Hakim Ketua Choi, tapi mereka cuma makan snack. Se Ra mengonfirmasi, apa itu benar-benar makan siang tim? Di kantor? Mana mungkin ini makan siang tim?

Hakim Yoon: Ketua kita tidak suka pergi ke luar jika tidak perlu. Nanti kamu akan tahu betapa efisien dan bersihnya ini.

Se Ra: Tetap saja, kita setidaknya harus makan siang seperti orang lain.

Yoon Il: Kalau begitu aku akan membeli gimbap untuk Se Ra sekarang.

Hakim Yoon: Gimbap sepertinya enak.

Se Ra: Aku tidak makan yang seperti itu.

Hakim Yoon: Yang benar saja.


Se Ra langsung berdiri, ia lebih baik makan di kantin. Jadi anggap saja aku terlibat dalam makan siang tim yang efisien dan bersih.

Hakim Yoon: Tunggu. Lalu siapa akan membereskan ini?

Se Ra: Aku tidak makan sama sekali. Aku yakin hanya Anda yang makan.

Yoon Il lalu mengambil sesuap, karena ia juga memakannya, ia yang akan membersihkan. Se Ra sedikit memuji Yoon Il dan itu membuat Yoon Il berbunga-bunga.


Ui Hyun menyusul Jung Joo di bangku taman dengan membawakan kopi hangat.

"Kamu harus menenangkan diri." Kata Ui Hyun.


Lalu Yong Soo datang bersama Young Hoon. Yong Soo menagih janji Ui Hyun yang akan mempertemukannya dengan Kyung Ho jika mau memberikan sepatu Ga Young.

"Baik. Ayo kita temui Kyung Ho." Jawab Ui Hyun.


Tim magang menemukan fakta yang mengejutkan mereka bahwa  Kyung Ho mengenal Yong Soo dan kasus Kim Ga Young muncul saat Kyung Ho berada di rumah Yong Soo, semakin menarik saja.

Sun Hwa: Seo Yong Soo mungkin memegang kunci untuk kasusnya.


Yoon Il: Baiklah. Sekarang, perhatikan hubungan antara kasus Jang Soon Bok dan ini. Min Ah? Sun Hwa?

Min Ah: Tidak bisa. Mahasiswa hukum harus menjaga kerahasiaan semua kasus yang mereka tangani saat magang di pengadilan. Kamu tidak tahu itu?

Yoon Il: Kamu juga tahu itu? Karena itu, aku membawa ini.

Yoon Il menunjukkan "Berkas Kasus Sidang Kriminal". Min Ah terkejut, dari mana Yoon Il mendapatkannya. Yoon Il menjelaskan, menurut KUHAP, siapa pun boleh, demi kepentingan pendidikan atau resmi, meminta kepada kantor kejaksaan yang menyimpan salinan berkas kasus dari sidang yang telah selesai, salinan berkas kasus baik secara keseluruhan atau sebagian.


Young Hoon kemudian mengambil alih, Seo Gi Ho adalah penjaga pondok Majelis Do Jin Myung.

Min Ah: Majelis Do Jin Myung adalah suami Profesor Yoo, bukan?

Young Hoon: Benar. Dia juga ayahnya Do Han Joon. Profesor Yoo memimpin sidang awal Choi Kyung Ho.

Sun Hwa: Maka Do Han Joon mungkin mengenal Seo Gi Ho, Jang Soon Bok, dan Seo Yong Soo, karena mereka keluarga dari penjaga pondok miliknya.

Young Hoon: Benar.

Yoon Il: Seo Yong Soo mengenal korban, Kim Ga Young, dan membawa sepatunya yang menghilang pada saat kejadian.

Min Ah: Tapi bagaimana Kim Ga Young bisa memiliki sepatu mahal?

Itu yang tidak bisa mereka jwab dan hanya menimbulkan sakit kepala.


Han Joon sedang minum-minum sendrian lalu Ui Hyun datang.

"Sudah lama, ya? Kamu ingin minum?"

"Tidak. Aku harus segera pergi."


Han Joon bertanya, apa sidang Jang Soon Bok akan tetap ada? Ui Hyun menjawab jujur, mereka tidak bisa terus menunggu dia untuk siuman.

"Yaa! Jung Joo pasti sangat sedih." Kata Han Joon.

"Hakim Lee tampaknya banyak berjuang karena kamu setelah tahu mobil yang disebutkan Seo Yong Soo itu milikmu."

"Dia ingin tahu kenapa aku membuangnya."

"1371. Mobilmu. Bukti baru yang akan membuktikan Choi Kyung Ho tidak bersalah."

"Karena itu, aku menyuruhnya meminta penyelidikan resmi."

"Apa? Teganya kamu melakukan itu saat dia khawatir kamu mungkin pembunuhnya?"

"Kalau begitu, lihat saja aku pelakunya atau bukan. Pokoknya, kita butuh kesimpulan agar Jung Joo-ku tidak menderita.

" "Jung Joo-ku"?"

"Bukankah kamu khawatir kalau aku pembunuh sebenarnya?"

"Kenapa kamu berusaha mengambil sepatu Kim Ga Young dari Seo Yong Soo?"

"Kamu pasti sangat mencemaskan aku. Ayolah. Duduklah dengan temanmu sebentar. Sudah lama sekali."


Tapi Ui Hyun malah berdiri. Han Joon menegaskan, Jung Joo bukan berjuang untuknya, tapi untuk Kyung Ho karena kyung Ho adalah kakaknya.

Ui Hyun jelas terkejut mendengar fakta itu.


Kyung Ho tidak bisa tidur, ia teringat kata-kata Han Joon yang akan memaksangkan kalung di leher Jung Joo.


Di rumah, ibu dikagetkan dengan Jung Joo yang duduk di sofa dalam keadaan lampu tidak dinyalakan. Ibu bertanya, kenapa Jung Joo duduk dalam kegelapan? Ada apa? Jung Joo menangis?

"Tidak. Aku hanya sangat lelah."

"Kalau begitu, tidurlah. Jangan duduk di sini."


Jung Joo bertanya, Bagaimana jika.. Oppa...

"Kyung Ho? Kamu tadi menyebut namanya?"

"Bagaimana jika dia tidak bersalah? Aku harus bagaimana?"

"Apa maksudmu? Kenapa dia bisa tidak bersalah?"


Para tahanan sedang bersih-bersih dan Joo Hyung kembali mendekati Kyung Ho. Ia bertanya, apa lagi yang Kyung Ho inginkan selain membunuh HanJoon karena Han Joon akan menginterogasinya hari ini, haruskah ia memukulnya?

"Jangan ikut campur jika kamu tidak bisa membunuhnya." Jawab Kyung Ho lalu pergi meninggalkan Joo Hyung.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"


Saatnya sidang Kyung Ho namun Jung Joo tiba-tiba bilang tidak bisa menggantikan Hakim yang melahirkan itu. Ia mengatakan kalau ia sudah jelas mengatakannya pada Hakim Yoon (saat di toilet).

"Kapan? Aku tidak ingat soal itu." Tanya Hakim Yoon.

"Aku jelas sudah memberitahumu."

"Astaga, apa hakim juga butuh notaris?"

"Waktu itu, di toilet..."

Hakim Ketua CHoi, mengulangi, di toilet? ada tempat yang layak untuk berdiskusi. Mana bisa mendiskusikan hal sepenting ini di toilet? Jung Joo hanya bisa minta maaf.


Lalu Hakim Ketua Oh dan Hakim Jung datang. Hakim Ketua Oh melarang Hakim Ketua Choi memarahi anggota tim-nya.

"Aku tidak memarahi dia." Kata Hakim Ketua Choi

"Lalu, kenapa dia terlihat ketakutan? Kamu juga, Hakim Lee. Aku tidak mengizinkanmu dimarahi oleh hakim ketua jahat. Tabahlah."

"Apa? hakim ketua jahat? Tidak heran dia lepas kendali. Dia belajar darimu."

"Apa yang salah dengan dia? Jika kamu memberikan satu truk penuh berisi hakim pembantumu, aku akan membuang truknya ke got."


Hakim Yoon: Hakim Ketua Oh~ orang di belakang truk itu pelanggaran Hukum Lalu Lintas.

Hakim Oh: Kamu sama saja, Hakim Yoon. Jika atasanmu tidak bisa membedakan yang baik atau buruk dan menyalahgunakan wewenangnya, kamu harus menghentikan dia dan berusaha menasihatinya. Yang kamu lakukan hanya mengambil hatinya. Hanya itu pekerjaanmu?

Hakim Yoon: Aku tidak mengambil hatinya, tapi bersikap sopan. Aku tidak bersikap kurang sopan dengan salah mengetik namanya.

Hakim Choi: Benar. Benar juga. "Oh Ji Ral". (Ngakak)

Hakim Oh: Aku sangat mampu meludahi wajah yang tersenyum, Choi Go Ja-ya. (Ngakak).

Hakim Ketua Choi akhirnya serius, ia meminta Jung Joo mengatkan alasannya. 

"Sebenarnya.." Jung Joo memulai menjelaskan.


Tapi Ui Hyun datang untuk menyela, berkata akan menggantikan Jung Joo. Ia akan mengawasi persidangan Choi Kyung Ho.

Hakim Yoon: Kamu akan mengawasi?

Ui Hyun: Ya.

Hakim Oh: Hakim independen akan menggantikan hakim pembantu?

Hakim Choi: Tidak masuk akal. Itu tidak pernah terjadi di pengadilan.

Ui Hyun: Aku akan bertanggung jawab. Jangan tanyakan alasan kepadanya.

Jung Joo: Aku akan memberi tahu Anda.

Ui Hyun: Hakim Lee!


Kyung Ho tiba di pengadilan dan Yong Soo langsung memeluknya rindu. Tapi tidak bisa lama-lama karena petugas segera memisahkan mereka.


Sementara itu, Han Joon sampai di kantor polisi dengan motornya dan ia menghadap detektif.


Jung Joo: Choi Kyung Ho.. bukan orang yang bisa kuadili dari bangku hakim. Choi Kyung Ho adalah kakakku.


Han Joon: Aku datang untuk ditanyai sebagai tersangka pemerkosaan dan pembunuhan Kim Ga Young 10 tahun lalu. Choi Kyung Ho bukan pembunuh sebenarnya.

***

==PREVIEW EPISODE 9-10==


Han Joon dan Jung Joo berhadapan.

Jung Joo: Semua bukti menunjuk padamu.


Jung Joo ada di ruangan Ui Hyun.

Jung Joo: Apa ini kebetulan?

Ui Hyun: Ini akan menjadikannya kriminalis. Tidak usah tergesa-gesa.


Jung Joo akhirnya bisa menemui Kakaknya.

Jung Joo: Kau bersepakat?

Kyung Ho: Aku tidak bisa melanggarnya. Kamu juga akan mendapat masalah.


Jung Joo menunjukkan sesuatu.



Jung Joo: Tidak pernah sekali pun aku berpikir Oppa bukan pembunuhnya. Maafkan aku, Oppa. Maafkan aku.

1 komentar so far

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon