Wednesday, December 6, 2017

Sinopsis Meloholic Episode 9 Part 1

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Meloholic Episode 9 Part 1

Sumber Gambar: OCN


Eun Ho terkejut mendengar pengakuan Joo Ri yang sudah membunuh orang, siapa?

"Aku membunuh Kim Sun Ho."

Eun Ho awalnya menganggap itu hanya candaan, tapi Joo Ri sama sekali tidak ketawa. Eun Ho langsung menyentuh tangan Joo Ri sambil bertanya, Joo Ri bohong kan?

"Pada hari itu, aku membuntuti Sun Ho." Cerita Joo Ri

Kilas Balik..


Joo Ri mengejar Sun Ho tapi tiba-tiba ia kehilangan jejak dan tiba-tiba pula Sun Ho berdiri di belakangnya. Sun Ho bertanya, sedang apa disana?

"Oppa edang apa di sini?" Joo Ri balik bertanya.

"Aku yang lebih dahulu bertanya. Apa aku perlu bertanya lagi? Sejak kapan kau tahu tentang ini?"

"Tentang apa?"

"Aku berselingkuh dengan wanita lain."

"Benarkah? Aku tidak tahu tentang itu."

"Sampo yang kau gunakan wanginya mencolok. Jadi, aku bisa mencium kehadiranmu tanpa melihatmu."


Joo Ri ketakutan, jadi ia lari, tapi Sun Ho mengejarnya dan berhasil menangkapnya. Sun Ho mencekik Joo Ri dan akan menceburkannya ke sungai.

"Sayang sekali. Aku bahkan belum memulai ceritamu. Kenapa kau bertingkah?"


Joo Ri ketawa, lalu mengeluarkan semprotan dari sakunya dan menyemprotkannya pada Sun Ho. Sontak Sun Ho melepaskan Joo Ri dan ia malah terpelanting jatuh melewati pembatas jembatan.

Joo Ri kembali ketakutan, ia berusaha meraih tangan Sun Ho tapi pegangannya kurang kuat dan Sun Ho pun jatuh ke air. Joo Ri shock.

Kilas Balik Selesai..


Eun Ho menyimak cerita Joo Ri itu. Joo Ri melanjutkan, besoknya ada berita di TV yang mengatakan kalau polisi menemukan mayat pria di Sungai Han.

Joo Ri: Dia pasti akan berbuat sesuatu kepadaku jika masih hidup. Dia tahu aku melihat semua perbuatannya.

Eun Ho: Artinya, selama ini dia tidak bersembunyi, tapi sudah meninggal?

Joo Ri: Aku tidak punya pilihan. Itu pembunuhan yang tidak sengaja.


Tapi Eun Ho malah meninggalkan Joo Ri. Joo Ri menegaskan kalau Sun Ho itu seorang psikopat pembunuh, dia juga mencoba membunuhnya. Tapi Eun Ho tetap pergi, Joo Ri menangis.


Namun ternyata Eun Hopergi bukan karena marah pada Joo Ri, tapi untuk mengambilkan selimut.


Eun Ho lalu kembali duduk di samping Joo Ri. Eun Ho tahu pasti Joo Ri selama ini ketakutan karena tidak bisa memberi tahu siapa pun. Dan Eun Ho menjelaskan, itu bukan pembunuhan tidak sengaja. Sun Ho tewas karena Joo Ri membela diri.

"Ya.. Itu sama saja." Ujar Joo Ri.

"Terima kasih."

"Kau berterima kasih karena aku membunuhnya?"

"Tidak. Terima kasih kau masih hidup. Berkat dirimu, Ye Ri juga masih hidup."

Joo Ri kembali menangis, Eun Ho lalu merangkulnya untuk menenangkan. Joo Ri bertanya, Eun Ho akan memberi tahu Ye Ri?

"Sebaiknya begitu. Ye Ri pikir dia pembunuh berantai."

"Kau benar. Lebih baik jika dia tahu kenyataannya. Daripada dia, lebih baik mantannya yang dianggap pembunuh. Beri tahu dia baik-baik. Ye Ri akan terkejut."

"Apa makaudmu? kau saja yang memberitahunya."

"Aku? Bagaimana caranya?"

"Aku punya ide."


Ye Ri bangun keesokan harinya dan ia menemukan catatn diatas ponselnya, catatan dari Eun Ho.

"Putar video di ponselmu. Setelah itu, temui aku di pantai"


Itu adalah video Joo Ri.

"Hai, Ye Ri. Ini Joo Ri. Entah harus mulai dari mana. Aku akan mengatakan apa saja. Kau cerdas, jadi, pasti akan paham. Hari itu, hujan sangat deras. Lalu.."


Setelah mendengar semuanya, Ye Ri melamun di pantai dan Eun Ho menyusulnya sambil membawakan minuman. Eun Ho bertanya, Te Ri sedang memikirkan apa?

"Aku memikirkan para korban. Segalanya berubah dalam sehari. Tapi fakta bahwa para korban sudah meninggal tidak berubah. Itu yang kupikirkan."


Eun Ho menjawab ada satu hal yang berubah. Kini Ye Ri tahu kebenarannya. Mengetahui pembunuh yang sebenarnya akan menenangkan para keluarga korban.

"Meski pembunuhnya sudah mati?" Tanya Ye Ri dan Eun Ho tidak bisa menjawabnya. Ye Ri menghela nafas, "Aku harus bagaimana?"


Eun Ho lalu menggenggam tangan Ye Ri, apa pun keputusan Ye Ri, ia akan mendukung. Jadi, pikirkan baik-baik dan ikuti kata hati.


Min Jung mengendap-endap keluar dengan memakai gaun Ye Ri, tapi ketahuan juga sama kakaknya. Joo Seung menyuruh Min Jung kembali ke kamarnya sekarang juga.

"Ujian selesai kemarin. Hari ini, aku tidak ada tugas. Aku ada urusan yang sangat penting hari ini. Aku akan belajar lebih giat setelah kembali nanti."


Joo Seung bertanya, apa Min Jung ingin membuang waktu dan masuk universitas jelek? Ingin berhubungan dengan pria bodoh? Apa Min Jung tidak punya impian? payah sekali!


Joo Seung lalu mengajak Min Jung duduk. Joo Seung tidak masalah Min Jung mau belajar seni atau musik, Min Jung juga biboleh sa menjadi penyanyi idola. Joo Sung akan mendukung Min Jung apapun impian Min Jung, jika Min Jung menemukan keahliannya.

"Jika kau tidak punya impian, belajarlah lebih giat seperti pelajar lain. Kau ingin menjadi apa kelak?"

"Entahlah. Jika tahu, aku sudah menjadi peramal."

"Kim Min Jung!"

"Kim sangat tinggi hati. Mahasiswa Oppa tahu pemikiran Oppa sempit? Oppa berlagak menjadi dosen yang lembut di depan mereka. Selalu saja menyuruhku masuk universitas terbaik. Aku tidak mau. Itu pemborosan karena aku sangat bodoh dan akan masuk universitas payah. Sudah cukup sekolahnya. Aku mau mengikuti les saja."

"Tidak semua orang bisa mempelajarinya."

"Kalau begitu, aku menjadi peramal saja."

Joo Sung sampai keceplosan akan memukul Min Jung, beruntung ia masih bisa manahannya.


Tapi Min Jung terlanjur sakit hati dan langsung pergi. Joo Sung menyesali emosinya tadi.


Eun Ho dan Ye Ri sudah sampai di Kantor Polisi tapi Ye Ri malah terdiam. Eun Ho bertanya, berubah pikiran kah? Ini terlalu sulit?

"Bagaimana penampilanku?" Tanya Ye Ri.

"Kau yang tercantik di antara orang yang menyerahkan diri."

"Akankah mereka percaya?"

"Jangan cemas. Aku akan menemani dan melindungimu."

"Bagaimana jika mereka menyuruhku berobat ke psikiater?"

"Mereka mungkin akan bilang begitu."

"Apa negara mau membiayai?"

"Kurasa begitu."

"Kuharap begitu. Bagaimana jika kita kembali setelah tahu negara akan membayari?"

"Begitu saja? Kita bisa kembali besok."

"Baiklah. Begitu saja."


Namun saat mereka akan pergi, Perwira Kim memanggil mereka. Jadi mau tidak mau mereka harus masuk.


Seorang Detektif wanita memberikan kartu namanya pada Eun Ho, Detektif Yeo So Young. Deteltif Yeo menjelaskan bahwa mereka mencari Kim Sun Ho karena merupakan tersangka kasus Pembunuhan Berantai di Bak Mandi.

Detektif Yeo: Kudengar kau yang melaporkan tentang laman penggemar Sarangbaragi.

Eun Ho: Ya.

Detktif Yeo: Berkat bantuanmu, kasus ini tidak akan buntu. Kini kami harus menemukannya.


Ye Ri memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu.Sebenarnya, yang membunuh Sun Ho adalah... Namun Perwira Kim menyela, mereka akan mulai mencari Sun Ho hari ini, tinggal menunggu waktu saja, mereka akan segera menemukannya.


Eun Ho juga akan bicara, Kim Sun Ho sebenarnya... Namun Detektif Yeo menyela, mengatakan bahwa Sarangbaragi alias Kim Sun Ho menulis novel baru di laman penggemarnya.


Ye Ri dan Eun Ho pun membuka laman itu dan mebaca novelnya. Judul novel itu adalah Pasangan Bermuka dua.

"Aku terbangun tiga tahun lalu. Mereka menemukan mayat di Sungai Han. Otakku tidak bekerja dengan baik sejak malam itu."


"Dia bukan orang yang kukenal selama ini. Sebelum mati, akhirnya aku melihat sisi dirinya yang berbeda."


Eun Ho merasa itu mirip sekali dengan apa yang Joo Ri ceritakan. Eun Ho kemudian lanjut membaca.

"Sudah tiga tahun aku mengawasinya. Kini aku pun memutuskan. Pria itu dan kekasihku duduk berdampingan memandangi laut. Pria itu memperhatikannya tertawa dengan penuh cinta". Ini tentang kita."

"Tunggu. "Mereka meninggalkan motor yang rusak di jalan. Pria itu dan kekasihku duduk di tangga, menatap bintang dalam waktu lama. Mereka tidak tahu aku mengawasi mereka". Dia mengawasi kita? Si Penguntit."

"Makaudmu Sarangbaragi adalah si Penguntit? Bagaimana dengan Sun Ho? Aku tidak tahu lagi. Membingungkan sekali."


Perwira Kim menunjukkan selebaran DPO terkait Sun Ho yang akan disebarkan mulai hari ini. Eun Ho terkejut, benar itu Kim Sun Ho? Perwira Kim membenarkan, Ye Ri juga.


"Ternyata dia." Gumam Eun Ho.

"Apa makaudmu? Siapa yang kau bicarakan?"

"Kim Sun Ho belum mati. Dia masih hidup. Penguntit itu adalah Sun Ho. Dia belum mati. Dia mengawasi kita selama ini."

"kau bicara apa? Katakanlah dengan jelas."

"Beberapa waktu lalu, aku membeli novel dan dia ada di toko buku itu."

Eun Ho ingat kalau Min Jung adalah pelanggan disana, ia khawatir.


Sun Ho melihat selebaran itu dan ia terkejut, ia akan mengambilnya tapi tidak jadi karena orang-orang yang melihat semua berkata kalau gambar di selebaran itu adalah orang yang tinggal di lingkungan mereka.


Sun Ho langsung berjalan pulang dan masuk ke ruangan rahasianya.


Min Jung datang dan seperti biasa ia memanggil Sajang Oppa. Sebelum Sun Ho keluar, ia bercermin dulu, tapi ada pesan masuk, maka ia meletakkan cerminyya di atas buku.

"Oppa memesan ayam goreng untukmu." Pesan yang masuk di ponsel Min Jung dari Joo Seong.


Min Jung memanggil lagi dan Sun Ho mendengarnya, ia lalu keluar dan Min Jung memergokinya. Namun Min Jung malah menganggap itu keren, ada ruangan rahasia juga.

"Ya. Itu ruang kerjaku. Aku menulis novel." Jawab Sun Ho.

"Astaga. kau menulis novel? Aku baru tahu. Kenapa tidak memberitahuku?"

"Karena suatu alasan, aku berhenti menulis. Belakangan ini, aku mulai lagi."

"Mau melihatnya?"

"Astaga. Bolehkah?"

Min Jung pun berlari riang masuk ke dalam.


Tapi suasana di dalam agak berbeda, apalagi Sun Ho menutup pintu dan lampu tidak dinyalakan. Min Jung agak ketakutan, tapi masih mecoba bersikap tenang.

Ia meminta Sun Ho menyalakan lampu tapi Sun Ho diam saja. Min Jung lalu menggunakan alasan dicari kakanya untuk bisa keluar dari sana, tapi Sun Ho menghalangi dan malah mencekik Min Jung.


Min Jung bisa lolos dengan menggigit tangan Sun Ho, tapi Sun Ho bisa menangkap Min Jung dan ia membiusnya.

"Jangan khawatir, aku tidak akan melukaimu." Jawab Sun Ho saat Min Jung memohon untuk diselamatkan.

Joo Seung menelfon Min Jung, tapi Sun Ho mematikan ponsel Min Jung, lau menyeret Min Jung yang pingsan ke dalam.


Berkat informasi Eun Ho, polisi dan Detektif mendatangi Toko buku Sun Ho tapi di dalam tidak ada orang. Joo Seung yang baru datang memaksa masuk untuk mencari Min Jung. 


Perwira Kim bertanya, apa Eun Ho yakin Min Jung dan Sun Ho saling mengenal? Eun Ho membenarkan karena Min Jung juga yang memberitahunya toko buku ini. Dan juga Min Jung adalah pelangggan. Sun Ho pasti sengaja mendekati Min Jung.

Ye Ri: Dia meminjam gaun dariku. Katanya, akan dipakai saat menemui pria yang dia sukai. Dia mungkin memakainya hari ini.

Perwira Kim: Kau ingat seperti apa bajunya?

Ye Ri mulai mendeskripsikan gaunnya.


Di dalam, Joo Seung tak sengaja menjatuhkan tempat sampah. Ia memungutnya dan membaca tulisan di kertas sampah itu. "Speed Parcel-Mama Candle Light".

Joo Seung ingat, Kim Sun Ho itu banyak menggunakan lilin untuk menghias kamar mandi.


Kemudian Joo Seung menemukan cermin Min Jung di antara buku-buku. Di belakang cermin itu ada tulisan nama Min Jung. Joo Seung berkaca-kaca sambil memanggil-manggil nama Min Jung. Ia frustasi.


Akhirnya Joo Sung hanya bisa duduk lemas di luar toko buku karena Min Jung tidak ketemu. Eun Ho dan Ye Ri khawatir, Eun Ho lalu duduk disamping Joo Seung untuk menyemangatinya.


Perwira Kim bergabung, "Dia akan baik-baik saja. Seperti yang diketahui, dia mengincar wanita yang tinggal sendiri dan temannya sedikit. Min Jung punya banyak teman. Dia juga tinggal bersamamu. Kami sedang memeriksa CCTV dan kotak hitam di sekitar sini. Kita akan segera menangkapnya."


Perwira Kim menyarankan Joo Seung pulang saja dan menunggu di rumah kalau-kalau Min Jung pulang. Ye Ri menyela, ia saja yang pergi. Eun Ho mau menemaninya tapi Ye Ri menolak. Maka Eun Ho pun hanya bisa melihat kepergian Ye Ri.


Mereka bertiga masuk lagi. Eun Ho ingat kata-kata Sun Ho yang akan mengabari lewat Min Jung saat seri selanjutnya rilis.

"Beraninya dia mempermainkanku.. tanpa berekspresi."


Perwira Kim meneliti denah toko buku itu dan ia menemukan keanehan, ada ruangan kosong dengan lebar lima langkah dan panjang tujuh langkah.

Kemudian Perwira Kim mendapat telfon, ini soal CCTV. Perwira Kim menyampaikan pada Joo Seung dan Eun Ho.

"Min Jung datang kemari sekitar pukul 12.40. Tapi dia tidak pergi dari sini. Bahkan tidak lewat pintu belakang."

"Apa makaudmu? Lalu bagaimana caranya dia meninggalkan tempat ini?" tanya Joo Seung.


Tiba-tiba Eun Ho mendapat pesan dari Ye Ri, "Ambil 'Rahasia Loteng' dari rak sebelah kanan"


Eun Ho menuju arah bimbingan Ye Ri dan memeukan buku "Rahasia Loteng". Dibelakang buku itu ada tuas dan Eun Ho memutarlah.


Maka terbukalah pintu rahasia. Disana mereka menemukan Min Jung yang tidak sadarkan diri.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon