Wednesday, December 6, 2017

Sinopsis Revolutionary Love Episode 16 Part 1

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Revolutionary Love Episode 16 Part 1

Sumber Gambar: tvN


Woo Sung meminta dokumen itu pada Joon tapi Joon melindunginya. Woo Sung sampai akan memukul Joon. Joon hanya menutup mantanya dan mundur, tapi ia tetap melindungi dokumen itu.

"Kau sungguh ingin terluka? HUH?!!!"

"Pikirmu siapa yang kau ancam? Aku tidak akan takut." Kata Joon sambil gemetar.

"Kau sudah tampak takut. Berikan saja kepadaku. Berikan!"


Kemudian Tae Kyung dan Mi Yeon muncul, mereka mengatakan tidak bisa memberikan dokumen itu. Kemudian dibelakang mereka muncul petugas kebersihan yang lain.

Woo Sung bicara baik-baik, mundur jika tidak tidak ingin dipecat. Tapi Mi Yeon malah menantang, Woo Sung selalu saja bicara seperti itu.


Mi Yeon: Aku kehilangan harga diri karena takut kehilangan pekerjaan. Tapi orang-orang tidak bisa bahagia hanya karena perut mereka kenyang. Mulai sekarang, kami akan hidup dengan mempertahankan harga diri. Begitu mengenal kami, kau akan mengetahui bahwa kami, yang kau perlakukan dengan buruk, mempunyai harga diri.




Tae Kyung menyueuh Joon pergi, biar mereka yang menangani Woo Sung dan anak buahnya. Joon pun terpaksa pergi dan meninggalkan mereka.


CEO Byun mendengar kabar itu dan ia marah sekali, Siapa yang melaporkan ini?

"Kami tidak yakin. Kini mereka sudah ditahan." Jawab Sekretaris Park.

"Bagaimana dengan kontraknya?"

"Opsir polisi itu membawanya, katanya itu barang bukti."

"Apa?!!"


Hyuk baru sadar kalau Joon belum datang. Mereka bertiga kompak mengengok kebelakang tapi Joon memang belum muncul.


Cheol Min menyarankan untuk menelfon Joon. Tapi seseorang menyela, bertanya dari kantor polisi mana Cheol Min ini. Cheol Min balik bertanya, kenapa menanyakan itu?

"Kami menerima telepon dari ruangan CEO, katanya tidak ada yang melaporkan kasus ini. Mereka ingin menganggap ini hanya insiden kecil. Tolong buka borgol itu."

"Kau pasti tidak tahu aturan penangkapan kriminal. Kau bisa menangkap orang tanpa ada laporan pencurian terutama saat kriminal itu tertangkap basah."

"CEO bilang akan langsung ke kantor polisi dan menjelaskan."

"CEO sekalipun tidak bisa ikut campur dalam penegakan hukum."

"Kau seharusnya lebih tahu. Kenapa kau bersikap seperti ini? Ini sudah dibicarakan dengan petugas berwenang."

"Aku tidak tahu pihak berwenang mana yang mereka bicarakan. Jika bicara lagi, kau akan dituntut karena menghalangi hukum."


Cheol Min mengajak mereka pergi tapi Hyuk masih memberatkan dimana Joon.

Lalu Joon datang dan semua pun tersenyum. Joon bingung karena Cheol Min memborgolnya tapi Hyuk dan Je Hoon mengkodenya kalau ini baik-baik saja.



CEO Byun marah kerena orang-orangnya membiarkan Cheol Min membawa Hyuk, Joon dan Je Hoon beserta kontrak ganda itu.

"Kami minta maaf!"

CEO Byun kemudian memerintahkan untuk menghubungi orang yang sudah mereka suap, semuanya! Tapi mereka semua mengkhianati CEO Byun. CEO byun pun hanya bisa membantik sesuatu di meja.



Woo SUng menghubungi Jaksa Hwang.

"Jika kau pernah menerima bayaran, maka bantu kami sekarang. Kami perlu mengungkap siapa yang menerima bayaran di pengadilan?"

"Jika mengungkapnya, maka itu tindakan terakhirmu. Kau tidak keberatan?"

"Apa?"

"Kami tidak bisa menutup mata karena buktinya terlalu jelas. Bersiaplah untuk persidangan."

Lalu Jaksa Hwang menutup telfon. Woo Sung hanya bisa berteriak kesal.


Cheol Min memberikan bukti itu pada Jaksa beserta USB-nya dan Kontrak gandanya. Jaksa membuka kontrak ganda itu.

"Tanpa persetujuan dari Byun Gang Soo, tidak boleh ada transaksi saham. Di sini bahkan ada cap Byun Gang Soo. Ini bukti yang bagus. Mari lakukan ini."

Cheol Min bertanya, apa yang harus mereka lakukan pada Joon, Je Hoon dan Hyuk.


Je Hoon bertanya pada Hyuk, apa Hyuk menyesali ini? Hyuk ternyata sangat menyesalinya.


Hyuk menyesal, karena tidak membujuk Ayahnya dari dahulu dan tidak membujuk Ayahnya dengan lebih gigih.


Hyuk balik bertanya, apa Je Hoon tidak menyesal? Je Hoon juga sangat menyesalinya. Kenapa ia tidak menerima Hyuk sebagai teman lebih cepat? Jika begitu, hidupnya dan hidup Hyuk akan sedikit berbeda. Ia menyesalinya sekarang.

Dan keduanya saling tersenyum.


Kemudian kejaksaan melakukan penyitaan pada Grup Gangsoo, dimana Woo Sung kali ini hanya bisa diam saja.


Sementara itu Jaksa ada di ruangan CEO Byun, ia berkata sampai jumpa lagi pada CEO Byun.

"Kau tidak perlu kemari untuk menangkapku. Aku akan ke sana sendiri." Jawab CEO Byun.


Nyonya Byun dan Se Na shock saat melihat berita di TV mengenai Grup Gangsoo yang diselidiki kejaksaan.

"Ibu! Apa yang mereka katakan di berita?"

"Ada masalah. Pasti ada yang salah dengan ini."


CEO byun ada di ruangannya dan merenungi kata-kata Hyuk.

"Mengabaikan hukum demi uang hanya berhasil pada generasi Ayah. Kini itu tidak berhasil lagi."


Pak Kwon masuk, mengatakan bahwa mobil sudah siap.

"Baik, aku segera ke sana. Ayo. Aku lelah."


Hyuk sudah menunggu di luar, tapi anehnya CEO Byun hanya melewatinya saja. Hyuk bergumam, kenapa ayahnya tidak memukulinya?

Seketika itu pula emosi CEO Byun meledak. Hyuk kabur dan yang lain memegangi CEO Byun untuk tenang.

"Dasar bedebah!"


Hyuk bertemu dengan Woo Sung. Woo SUng bertanya, apa Hyuk bahagia sekarang?

"Maafkan aku. Aku harus melakukannya. Tapi ini hal yang benar. Kau harus memperbaiki kesalahan agar bisa memulai kembali."

"Siapa kau sampai berhak memperbaiki kesalahan? Beraninya kau mengacaukan semua usaha Ayah!"

"Hyung pernah bilang.. kita mempunyai segalanya dan kita mempunyai hak istimewa. Hanya sedikit yang tidak bisa kita lakukan."

"Lalu?"

"Kita hampir bisa melakukan segalanya. Jadi, kita harus melakukannya dengan benar. Jika membuat perusahaan lebih baik, itu akan bagus bagi Ayah dan para pegawai. Kita bisa membuat dunia yang lebih baik. Kita seharusnya menggunakan hak istimewa untuk itu. Itulah.. kewajiban para orang berkuasa."

"kau tidak sadar yang kau lakukan? Kau mengacaukan perusahaan yang akan diwariskan kepadaku!"

"Kenapa Hyung tidak berpikir untuk memperbaiki perusahaan ini? Kenapa Hyung hanya berpikir untuk mewarisinya?"

"Kau juga akan mewarisinya! Jika berpikir kau akan mendapatkan perusahaan karena ini, berpikirlah lagi. Dan hentikan omong kosong soal kewajiban orang berkuasa itu. Di mana kau mendengarnya? Astaga."

"Aku membacanya di koran."

"Kau tidak membaca koran."

"Hyung juga harus membacanya. Itu akan membantu."

"Dasar gila."


Hyuk keluar dari perusahaan dan sudah ada Joon serta Je Hoon yang menunggunya. Hyuk menangis tersedu melihat mereka.


Joon lalu menghampiri Hyuk dan memeluknya. Joon juga melambai pada Je Hoon untuk ikut memeluk Hyuk juga.

"Tidak apa-apa. Kerja yang bagus. kau melalui banyak kesulitan, tapi kau menyelesaikannya dengan baik. Semuanya akan baik-baik saja sekarang." Batin Joon.


Selama makan bersama, CEO Byun mengatakan kalau Hyuk bukan anggota keluarga mereka dan itu sudah diputuskan, Nyonya Byun mencoba mengubah keputusan itu tapi CEO byun malah meninggalkan meja makan.


Joon menemani Hyuk, ia bertanya apa Hyuk tidak akan pulang? Hyuk menggenggam tangan Joon lalu menjelaskan, Jika ia pulang sekarang, ia akan dipukuli sampai mati.

"Ayah akan memukuliku dan mematahkan kakiku dalam situasi seperti ini."

Kemudian Nyonya menelfon Hyuk. Hyuk mengeluh, Ah Ibu~


Nyonya Byun mengajak Hyuk bertemu, dimana Joon berada tak jauh dari mereka.


Nyonya Byun mengatakan kalau besok CEO Byun akan ke kejaksaan untuk diperiksa. Hyuk terus menunduk dan hanya bisa bilang maaf. Nyonya Byun melanjutkan,  Woo Sung tidak bisa pergi karena ada rapat mendadak.

"Setidaknya, bisakah kau menemani ayahmu? Kau mau ke sana?"

"Ya, Ibu. Maafkan aku."

"Kau tidak perlu meminta maaf. Kali ini, ayahmu harus belajar. Selama ini dia sangat jahat."


Tapi meskipun begitu, Nyonya Byun tetap menyalahkan Hyuk karena terlalu berlebihan. Cuaca semakin dingin, bagaimana Ayah bisa menahan dingin di penjara dan sebentar lagi usianya 60 tahun.

"Maafkan aku, Ibu."

"Dasar berandal. Dasar berandal."

Kemudian Nyonya Byun menangis di bahu Hyuk. Joon turut sedih melihatnya.


Semua pegawai dan keluarga mengantar CEO Byun yang akan ke kejaksaan.

CEO Byun: Kalian tidak perlu mengantarku. Aku bisa pergi sendiri.

Se Na: Ayah...

CEO Byun: Ya.

Nyonya: Aku menyiapkan bekal, jadi, jangan terlambat makan. Jangan lupa meminum obat tekanan darahmu. Jaga dirimu.

CEO Byun: Baiklah, berhentilah mencerewetiku. Orang lain mungkin berpikir aku akan mati atau semacamnya.

Nyonya: Saat kau diselidiki, jangan marah dan tetap tenang. Tahan emosimu. Jika tekanan darahmu naik bisa gawat.

CEO Byun: Baiklah, sampai nanti. Sampai nanti, Se Na-ya.


Saat CEO Byun sampai, Hyuk mendekatinya. CEO byun bertanya, kenapa Hyuk kesana? Hyuk menjawab, CEO akan memukulinya sampai mati jika ia pulang. Tapi CEO tidak akan memukulnya di depan para reporter.

"Para reporter? Dasar.." CEO Byun akan memukul Hyuk, tapi Hyun menyelanya dengan omongan.

"Aku kemari bukan karena itu. Aku ingin mendampingi Ayah."

"Setelah yang kau perbuat?"

"Maafkan aku."

"BS? Apa masalahnya dengan ini? Pikirmu hanya ayah yang terlibat dalam hal ini? Semua pebisnis menanam saham di sana. Seperti katamu, itu hal wajar dalam generasi ayah. Melakukan hal ilegal bukan perbuatan yang memalukan. Ayah tidak merasa malu dan bersalah. Dalam generasi ayah, cara ini dianggap benar. Tapi.. kau harus hidup dengan caramu sendiri. Karena ini generasimu."


Sekretaris membawakan kusi roda untuk CEO Byun. Tapi CEO Byun menendangnya karena membuatnya sama sekali tidak keren. 


Sebelum masuk, CEO Byun berbalik menghadap reporter dan menunjukkan senyumnya.

Narasi Hyuk: Satu jalan berakhir, jalan yang lain terbuka. Satu pintu tertutup, pintu yang lain terbuka. Saat musim dingin berlalu, musim semi tiba. Jika aku terjatuh, aku akan bangkit menjadi lebih kuat. Akhir yang baik adalah awal yang sebenarnya. Keputusasaan yang tulus adalah awal dari harapan.

CEO Byun menyampaikan pada reporter kalau ia akan menjalani investigasi dengan sungguh-sungguh. Hyuk menunduk dalam-dalam untuk mengantarkan ayahnya masuk.


Je Hoon ternyata juga datang untuk menyemangati Hyuk.


Di ruang investigasi, CEO Byun menyuruh Jaksa untuk bicara dengan pengacaranya saja karena ia tidak tahu banyak soal itu. Jaksa hanya geleng-geleng kepala.

Lalu diperlihatkanlah tim pengacara CEO Byun yang banyak banger hampir memenuhi ruang investigasi.


Petugas kebersihan masih disuruh-suruh.

Narasi Hyuk: Saat kita melalui masa-masa sulit, dunia terasa akan segera berubah. Tapi perubahan terjadi lebih lambat daripada dugaan, jadi, aku belum merasakan adanya perubahan. 


"Ironisnya, setelah ayahku ditahan, nilai saham perusahaan semakin melonjak. Dengan adanya insiden ini, terbukti bahwa perusahaan bukan hanya milik ayahku."


Grup Gangsoo memberikan pemberitahuan pada keluarga Joon bahwa perusahaan menarik kembali pemecatan Ayah Joon. Ibu terharu membacanya.

"Yang penting arahnya, bukan kecepatan. Meski lambat, kau bisa bersabar selama yakin bahwa kau melangkah ke depan."


Joon jogging pagi ini dan ia berhenti untuk menatap matahari terbit, lalu ia lari lagi. Setelahnya ia bersiap untuk berangkat kerja.


Namun saat ia turun, ternyata Je Hoon baru bangun. Joon bertanya, sampai kapan Je Hoon akan bermalas-malasan begini? Jangan bilang akan menganggur selamanya.

"Kenapa? kau khawatir? Kau mengkhawatirkanku, Joon?"

"Itu.. Tentu saja aku khawatir. kau temanku."

"Jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Aku ingin beristirahat selama mungkin meski aku tidak tahu sampai kapan."

"Baiklah. Nikmatilah hal yang belum sempat kau lakukan. Kau berhak mendapatkannya, Je Hoon. Sampai jumpa."

"Aku lupa. Kapan kau akan memberi tahu Hyuk?"

"Aku akan memberi tahu dia begitu tanggalnya sudah dipastikan."


Hyuk tetap menjabat posisinya sebagai Direktur pusat, jadi ia dihormati dimana-mana.


Sementara Mi Yeon naik jabatan menjadi Kepala Petugas Kebersihan dan saat ini ia sedang melakukan brifing terhadap anggotanya.


Hyuk bertanya setelah usai, apa Mi Yeon kesulitan dengan pekerjaannya?

"Tidak sama sekali. Direktur pusat sangat perhatian seperti ini. Mana mungkin aku kesulitan?"

"Tolong perhatikan jika ada pegawai yang kesulitan."

"Jika ada, segera katakan kepadaku."

"Baik."


Hyuk bertemu Tim perencanaan saat akan masuk lift. Saat lift terbuka ternyata ada Woo Sung disana. Hyuk pun masuk dan Woo Sung segera memencet tombol menutup ontu tapi Hyuk memencet tombol membuka pintu, ia bertanya apa yang lain tidak masuk?


Kepala Yang: Ini lift khusus para eksekutif, Direktur Pusat Byun.

Hyuk: Ayolah, itu konyol. Masuklah, Semuanya. Cepat!

Maka semunaya pun naik setelah mengucapkan terimakasih. Woo Sung menahan kekesalannya.


Pak Gong sekarang bekerja di bawah Hyuk dan Hyuk memebrinya perintah-perintah.

"Hapus hak khusus seperti parkir dan lift untuk eksekutif."

"Pasti akan banyak para eksekutif yang menentang."

"Aku yang akan mengurusnya di rapat eksekutif. Aku ingin kau bertindak pada tingkat operasional."

"Aku mengerti, Direktur Pusat Byun. Ada lagi yang perlu kulakukan?"

"Periksa para pembersih melalui Bu An."

"Baik. Dan yang kukatakan barusan... Ah! Kupon makan."

"Ya, kupon makan. Dan jus sayuran."


Direktur Seol sedang main baduk dan ponselnya berdering. Tiba-tiba sekarang ia ada di tahanan mengunjungi CEO Byun. CEO Byun bertanya, kenapa Direktur Seol tidak bisa melakukannya?

"Apa pun alasannya, aku yang mengkhianati Anda. Lalu, bagaimana bisa aku kembali?"

"Kau pernah bilang tidak mengkhianatiku. Kau bilang ingin membuktikan bahwa aku salah demi kemajuan perusahaan. Lalu kenapa kau tidak bisa kembali?"

"Anda mengakui bahwa Anda bersalah?"

"Soal itu.. Aku harus bertanggung jawab atas yang terjadi. Dan harus ada yang mengurus perusahaan. Sampai kapan kau akan membiarkan posisi itu kosong?"

"Anda memercayaiku?"

"Pak Seol, aku tahu kau tidak menyukaiku. Tapi.. aku memercayai kesetiaanmu terhadap Grup Gangsoo. Jadi, jangan berpikir untuk lari.. dan kembalilah. Dan atur situasi kembali. Kau mau, "

Direktur Seol pun bersedia.


Saat akan dibawa kembali ke sel, CEO Byun meminta penghangat di lantainya, ia protes karena hanya ia yang tidak dapat sementara yang lain dapat semua.

"Ganti kertas dinding selku dan berikan kasur ekstra! Kalian mendiskriminasi kriminal? Kami semua sama! Aku ingin pindah sel! Aku ingin pindah sel!"


Nyonya kembali mengunjungi peramal. Peramal mengatakan untuk memindahkan kamarnya.

"Lokasinya tidak buruk, tapi ada rintangan besar di sana. Jadi, untuk menyatukan mereka, kau harus membuat mereka pindah."

"Begitu, ya. Jadi, aku harus membuat mereka pindah?"

"Ya."


Tae Kyung menjadi pegawai di Grup Gangsoo dan ia menyarankan sesuatu pada Hyuk.

Tae Kyung: Secara sederhana, menjual perbendaharaan saham dan para pegawai bisa ikut serta sebanyak yang mereka mau. Maka para pegawai bisa memiliki perbendaharaan saham dan hak suara.

Hyuk: Maka para pegawai bisa ikut serta dalam manajemen, bukan?

Tae Kyung: Ya, itu maksudnya. Jika para pegawai setuju, mereka bisa memilih para eksekutif.

Hyuk: Itu bagus. Itu yang selama ini aku pikirkan.

Tae Kyung: Hyuk, kau hanya perlu mendapat persetujuan CEO. Lalu kita bisa segera melaksanakannya.

Hyuk: Mempekerjakanmu di sini adalah tindakan tepat. Bagaimana rasanya bekerja di divisi keuangan?

Tae Kyung: Luar biasa.


Ki Sub mengantarkan nasi mangkuk baru dari Tim Pemasaran. Hyuk mencicipinya dan memuji rasanya yang sangat lezat, ia yakin produk itu akan meledak dipasaran.


Sementara itu, Joon belanja baju-baju cantik. Ia juga membeli perhiasan.


Saat ia istirahat, Hyuk menelfonnya. Hyuk bertanya, Joon sedang apa? Joon menjawab sedang bekerja, kenapa?

"Kapan kau pulang?" Tanya Hyuk.

"Kenapa?"

"Kau bisa keluar bersamaku?"

"Kau punya waktu?"

"Tidak, aku sedang banyak pekerjaan. Aku menyuruh pegawai pulang tepat waktu, tapi aku selalu lembur. Ini tidak adil, bukan?"

"Semakin tinggi jabatan, tanggung jawabmu semakin besar."

"Tepat sekali. Joon-ah, bisakah kau datang kemari? Aku sungguh merindukanmu."


Joon memberikan barang-barang yang ia beli dan pernyataan kartu kredit serta lembar evaluasinya pada atasannya.

"Sisa pembayaranmu akan dilakukan setelah lembar evaluasi diperiksa." Kata atasan.

"Baik, terima kasih."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon