Saturday, January 13, 2018

Sinopsis Cambrian Period Episode 6 Part 2

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan membaca sinopsis hanya di "www.diana-recap.com"

Sinopsis Cambrian Period Episode 6 Part 2

Sumber Gambar: YOUKU


Yong Ji dan pasukannya baru sampai di lokasi dan Jian Zi mendengar langkah mereka, jadi ia bergegas memutus tali yang mengikat Tang Yin.

Yong Ji masuk dengan yang lain, namun hanya menemukan Tang Yin disana.

Tang Yin membuka matanya dan memanggil nama Yong Ji dengan setengah sadar. Tang Yin lega banget Yong Ji kembali menyelamatkannya. Yong Ji melarang Tang Yin bicara dulu, ia akan membawa Tang Yin ke rumah sakit sekarang.

Tapi sebelum itu, Yong Ji memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan bukti-bukti dan membawanya ke kantor. Buktinya termasuk ceceran darah di lantai.


Sementara itu, Jian Zi mengawasi dari atas, memastikan kalau Tang Yin benar-benar diselamatkan.


Balik ke pub, Jian Zi minum banyak. Sementara Quan Cheng kepo tentang keadaan Tang Yin, tapi Jian ZI tak kunjung menjawabnya. Jian ZI akan menuang minuman lagi, tapi Quan Cheng mengambil botolnya dari tangan Jian Zi.

“Dimana dia?” Tanya Quan Cheng untuk kesekian kalinya.

Jian Zi menjawab dengan sedih kalau Tang Yin adadi tempat Yong Ji. Quan Cheng langsung menghela nafas, ia kira ada apaan, ternyata cuma orang yang sedang cemburu. Dari yang Quan Cheng lihat, Jian Zi sudah jatuh cinta dengan Tang Yin.

“Aku hanya bertanggung jawab padanya. Aku tidak tahu apa cinta itu.”


Quan Cheng menjelaskan kalau di dunia ini ada yang namanya “Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama”. Quan Cheng lalu bertanya, apa Jian Zi kesal kalau Tang Yin ada di dekat Yong Ji? Apa Jian Zi rindu jika Tang Yin tidak didekatnya?

Jian Zi mengingat-ingat dan memang betul apa yang dikatakan Quan Cheng, ia jatuh cinta pada pandangan pertama sama Tang Yin, tapi saat Quan Cheng menebak kalau penglihatannya benar, ia menolaknya.


Quan Cheng punya pemikiran lain, kalau begitu Jian Zi hanya peduli pada wanita yang sudah mengambil keperjakaannya. Tapi gak papa lah ya.. Tang Yin hanya wanita tamak dan egois serta berpikiran pendek.

Jian Zi teringat saat Tang Yin menyelamatkannya tadi, jika Tang Yin memang egois, kenapa tadi dia menyelamatkannya?

“Apa yang kau gumamkan itu? Dari pengalaman, tidak ada yang berakhir bahagia untuk cinta pertama.”

“Aku harus bertanggung jawab padanya.”

Quan Cheng kesal, lagi-lagi tanggung jawab, maka nanti jangan salahkan bilang kalau ia tidak mengingatkan. Jika Jian Zi tidak segera bergerak, malam ini mungkin Tang Yin akan pulang bersama Yong Ji.


Jian Zi langsung aja keluar dan menaiki motornya.


Tang Yin beneran tidur di rumah Yong Ji.


Sementara itu, Jin Ling mimpi buruk dan terbangun tengah malam. Ia kemudian menyalakan lampu dan ternyata di depannya ada seseorang. Jin Ling langsung menodongnya dengan pistol. Orang itu membalik badannya, ternyata dia adalah penjahat yang menculik Tang Yin, yang memakai topeng Lian Pu.


Jin Ling menembaknya tapi pistolnya tidak bekerja, pelurunya habis. Orang itu lalu menunjukkan peluru yang sudah ia ambil dari pistol Jin Ling.

Jin Ling hampir menangis, dengan lirih ia bertanya siapa orang itu. Lalu orang itu membuka topengnya, dia adalah Suo Tou. Ia berkata kalau kematiannya itu hanya ada dalam mimpi Jin Ling.



Jian Zi menemui James Li, berkata bahwa ia tahu ayahnya itu menyelidiki semua yang terhubung pada Tang Yin. Ia minta ijin untuk mengambil alih semua itu. James Li mengijinkan jika memang itu keinginan Jian Zi, tapi ia mengingatkan:

“Anak muda biasanya tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.”

Asisten meyakinkan kalau Jian Zi pasti akan berhati-hati dan selalu mengontrol diri.


Yong Ji menguap pagi ini, sepertinya semalaman ia tidak tidur.


Sementara itu, Tang Yin bermimpi pria yang menculiknya semalam melukai pria yang menyelamatkannya semalam dan hal itu membuatnya terbangun.


Yong Ji mendengar itu, ia lalu masuk ke kamar. Untuk menenangkan Tang Yin, ia bilang kalau Tang Yin aman di rumahnya. Tang Yin ingat, sebelum ia pingsan, ia melihat Yong Ji datang untuknya.


Jian Zi mencari di rekaman CCTV seperti CCTV hotel gitu, tapi kelihatannya ia tidak menemukan apa yang ia cari karena ia mendesah.


Jian Zi keluar dan melihat Quan Cheng malah lagi asyik tidur di sofa dan juga melihat koper Tang Yin ada di samping sofa. Jian Zi memikirkan sesuatu yang membuatnya tersenyum.


Beberapa saat kemudian Quan Cheng terbangun karena suara roda koper, ternyata Jian Zi sudah berdarah dan bajunya compang camping. Jian Zi bilang ada yang mau mencuri koper Tang Yin namun ia sudah berhasil mencegahnya sampai keadaannya menjadi begitu.

“Mustahil ada orang yang bisa membuatmu seperti ini. Katakan! Siapa dia? Aku akan membalasnya untukmu.” Kata Quan Cheng.

“Jangan! Dia kemungkinan sudah jauh.”


Quan Cheng bisa membaca situasi, ia tahu Jian Zi tidak pandai berbohong, pasti Jian Zi sengaja melukai diri sendiri kan? Tapi Jian Zi bersikeras kalau ia sedang kesakitan.

“Kalau kau sudah jatuh cinta, tamatlah kau! Kau ingin berada di Zona perlindungan kan? Apa kau gila? Kau ingin polisi berkeliaran disekelilingmu? Sekalian saja serahkan dirimu pada mereka!”


Jian Zi memohon agar Quan Cheng membantunya kali ini. Quan Cheng jelas menolaknya. Jian Zi membujuk, kedepannya Quan Cheng boleh menyimpan obar ‘itu’ di rumahnya tapi Quan Cheng masih belum terpikat. Jian Zi menawarkan untuk membantunya dekat dengan Opsir Chai tapi Quan Cheng masih belum terbujuk.

“Baiklah.. akan ku telfon Opsir Chai dan mengatakan kalau kau selalu mengonsumsi obat sebelum menemui pelangganmu!”

“Pke, tiga kata, Au harus membantumu!!”

Jian Zi pun tersenyum.


Tang Yin menolak untuk makan. Kemudian Yong Ji dan Opsir Chai datang, mereka membutuhkan Tang Yin sekali lagi. Opsir Chai bertanya, Lian Pu kan yang menculik Tang Yin, lalu siapa yang menyelamatkan Tang Yin?

“Aku.. aku terlalu terkejut, mana mungkin aku mengingatnya?” Kata Tang Yin berbohong.

Opsir Chai dan Yong Ji berdiskusi tentang kemungkinan-kemungkinan siapa orang yang menyelamatkan Tang Yin dan Opsir Chai berkata kalau ia sudah mengirim sample darah ke lab jadi mereka akan segera tahu.


Tang Yin tiba-tiba berkata kalau perutnya sakit dan harus ke toilet. Di toilet ia kembali memikirkan orang yang menyelamatkannya, ia yakin orang itu adalah Lian Pu dan ia yakin Lian Pu adalah orang baik.


Quan Cheng menelfon Opsir Chai sambil menangis meminta tolong, agak lebay sih sampai Jian Zi harus menyenggol-nyenggolnya agar tidak over acting.


Jin Ling mengobati luka Suo Tou. Suo Tou berkata kalau James Li berusaha menjadikan Autumn.s Door menjadi bisnis yang legal dan sudah menginvestasikan semua uangnya untuk Resort Holiday, termasuk uang keuntungan dari kasino.

“Aku memiliki banyak saudara yang memerlukan makan. Tapi yang aku bsa hanya memanipulasi buku pembukuan keuangan, tapi itu belum cukup, solusi terbaik adalah mendapatkan encoder-nya. Maka aku bisa mencuri semua uangnya.”

Jin Ling akan menyuntikkan obat bius, tapi Suo Tou berkaya kalau itu tidak akan mempan padanya, jadi lakukan saja apa adanya.


Jian Zi memaksa Opsir Chai untuk memberinya perlindungan, ia tidak butuh ke rumah sakit sekarang. Opsir Chai tidak bisa memberi keputusan itu sendiri, jadi yang terbaik yang bisa dilakukannya adalah membawa Jian Zi ke Rumah sakit.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon