Tuesday, January 16, 2018

Sinopsis Where The Lost Ones Go Episode 2 Part 1

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan membaca sinopsis hanya di "www.diana-recap.com"

Sinopsis Where The Lost Ones Go Episode 2 Part 1

Sumber Gambar: Mango TV

..2017..


Cheng Xi, Lin Sen, Zhu Xuan, dan Liu Xinran sama-sama melihat sebuah lukisan yang sedang dipamerkan dan mereka sama-sama kagum. Liu Xinran bertanya pada Zhu Xuan, memangnya Yuan Lang tidak memberinya bunga atau cincin saat melamar?

"Dia mengirimiku. Hehehe.. Panna cotta dan Foniuduo."

Lin Sen berkomantar kalau Zhu Xuan itu memang seorang pecinta makanan. Zhu Xuan kesal dan menyuruh Lin Senpergi saja.



Ye Zi lalu bergabung dengan mereka, bertanya apa yang sedang mereka bicarakan. Zhu Xuan menjawab sedang berbicara tentang kapan Ye Zi bisa menikah.

"Aku baru berusia 18 tahun (agak ragu dengan terjemahannya). Aku tidak mau buru-buru."

Zhu Xuan menggunakan kesempatan ini untuk mendekatkan Lin Sen dengan Ye Zi. Sebagai seorang dokter yang sukses, ia meminta Lin Sen berpendapat tentang menikahi Ye Zi.

"Apa maksudmu itu?" Protes Ye Zi.

"Zhu Xuan! Jika Aku benar-benar bersamanya, Aku tidak akan memberimu hadiah pernikahan." Jawab Lin Sen yang mengundang tawa yang lain.

Ye Zi pamit karena masih banyak yang harus ia temui.


Setelah Ye Zi pergi, Lin Sen menegur Zhu Xuan yang terlalu cerewet. Zhu Xuan tidak mau disalahkan, toh ia melakukan semua itu untuk membantu Lin Sen.


Zhu Xuan lalu mengajak Lin Sen bicara berdua. Zhu Xuan bertanya, apa Ye Zi menolaknya? Lin Sen menggeleng.

"Sudahkah kau melamarnya?" Tanya Zhu Xuan dan Lin Sen kembali menggeleng.

"Pengecut!" Refleks Zhu Xuan sambil memukul pundak Lin Sen.

Tapi kemudian Zhu Xuan sadar sedang berada di tempat umum, maka ia pun mengecilkan suaranya, "Semuanya sudah membantumu hari itu. Kau akan menyesal jika terus ragu-ragu."


Ye Zi berjalan-jalan dan melihat seseorang yang tampaknya ia kenal, Zhang Zeyi. Ingatannya tentang Zhang Zeyi semakin kuat lagi.


Tapi kemudian Liu Xinran dan Cheng Xi mendekat, membuyarkan lamunannya. Ye Zi mengalihkan pandangannya dari punggung Zhang Zeyi sebentar dan saat ia memandang lagi, tidak ada siapapun disana.

..2007..


Zhang Zeyi datang ke sebuah ruangan dimana disana ada seseorang pria yang ia panggil "Pak Tua". Ia bertanya apa yang harus dipelajari hari ini. Tapi karena Pak Tua sedang sibuk, ia menyuruh Zhang Zeyi menggambar sendiri.


Zhang Zeyi lalu mengambil kuas dan mulai menggambar.


Pak Tua selesai dengan lukisannya, ia lalu mendekati Zhang Zeyi untuk meminjam ipod. Zhang Zeyi mengatakan Ipod-nya tidak ada padanya.

"Apa kau sedang jatuh cinta?" Tanya Pak Tua setelah memperhatikan lukisan Zhang Zeyi.

"Siapa coba yang bisa menaklukkan ku?" Elak Zhang Zeyi.

"Benar. Bagaimanapun juga, kau itu tampan. Kau tahu apa yang aku amati dari lukisanmu?"

"Apa?"

"Kontrol. Hanya ada dua alasan jika seseorang mulai mengendalikan dirinya sendiri. Pertama, dia telah mengalami beberapa kesulitan. Kedua, dia ingin menyembunyikan hatinya sendiri. Dan kau menyembunyikan fakta bahwa kau sedang jatuh cinta."

"Omong kosong."


Pak Tua menjelaskan bahwa lukisan itu sama dengan kehidupan, harus belajar menghadapi fakta yaitu dalam hal ini adalah kata hati Zhang Zeyi yang sesungguhnya. Pak Tua mengatakan itu sambil ikut mencoret di lukisan Zhang Zeyi.

Zhang Zeyi kesal karena Pak Tua sudah menghancurkan lukisannya. Maka ia pun membalasnya dengan melemparkan kuasnya pada lukisan Pak Tua.

"Aku menghabiskan pagilu untuk membuatnya." Protes Pak Tua setelah memeriksa lukisannya yang ternoda.

"Aku menghabiskan 10 menit untuk membuatnya." Balas Zhang Zeyi membuat Pak Tua tidak bisa berkata apapun saking kesalnya.


Zhang Zeyi lalu mengajak Pak Tua melukis bersama lukisan Pak Tua dan ternyata hasilnya tidak buruk juga.


Liu Xinran berlari-lari menuju Cheng Xi dan Zhu Xuan. Ia membawa kabar besar yang tersebar seantero kampus. Tapi Zhu Xuan sudah tahu apa itu.

"Bintang Kampus sedang mengejar gadis berbakat di Departemen Lukisan Klasik China." Jelas Zhu Xuan.

Liu Xinran: Kau sudah mendengarnya juga?

Zhu Xuan: Jauh lebih dari itu. Aku pernah mengalaminya sendiri

Cheng Xi: Apa dia mengejarmu?

Zhu Xuan: Hhh.. Aku tidak begitu menawan. Sebenarnya yang Dia Kejar.. adalah.. Yezi.

Semuanya jelas terkejut. Tapi Zhu Xuan merasa keadaan tidak berjalan baik di antara mereka, jadi ia mengajak yang lain untuk membantu mereka.


Zhang Zeyi membantu seseorang yang menjatuhkan buku di depannya. Ia baru melihat kalau orang itu adalah Ye Zi. Ye Zi akan kabur setelah melihat Zhang Zeyi, tapi Zhang Zeyi menahannya.


Ye Zi menegur Zhang Zeyi untuk menjaga rasa hormat, lalu ia menarik tangannya. Zhang Zeyi bertanya apa Ye Zi melihat iPod-nya? Ye Zi terkejut mendengar pertanyaan itu dan tidak bisa menjawabnya.

"Rusak ya?" tanya Zhang Zeyi.

"Tidak! Aku tidak membawanya hari ini, besok akan ku kembalikan." Jawab Ye Zi refleks lalu akan pergi tapi Zhang Zeyi kembali menahannya.


Zhang Zeyi meminta Ye Zi memberitahu dimana kelasnya agar besok ia bisa mencari Ye Zi kesana.

"Tidak. Tidak. Kasih tau saja kelasmu nanti aku antarkan." Kata Ye Zi.


Zhang Zeyi setuju, lalu ia menulis di kertas post-it Ye Zi kemudian menempelkannya di jidat Ye Zi. Setelah itu ia pergi duluan.


Ye Zi mengambil kertasnya di jidat dan membacanya. "Aku tahu siapa dirimu, tapi iPod-mu rusak." Gumam Ye Zi.


Zhu Xuan melongo melihat poster Group Idolanya di toko dan ada tandatangan aslinya pula. Ia akan memegangnya tapi pemilik tokomelarang keras karena putranya bersusah payah mendapatkannya, hanya ada satu di dunia.

"Jangan marah padaku! Toh hanya poster yang ditandatangani."


Namun saat pemilik toko menjauh, ZHu Xuan dan Ye Zi kembali mengagumi poster itu. Zhu Xuan mendengar sangat susah untuk mendapatkan poster mereka yang sudah ditandatangani.

Ye Zi berandai kalau itu miliknya maka nikmatlah sudah. Tapi yang menjadi perhatian utama Ye Zi bukan yang dilihat Zhu Xuan tadi, melainkan yang sebelahnya.

"Kau penggemar Little Tigers?" Tanya Zhu Xuan heran.

"Ya, kenapa?"

"Apa kau serius? Kau sama seperti ibuku."

"Aku hanya menyukai mereka."


Zhu Xuan kemudian bernegosiasi untuk membeli poster itu pada pemilik toko. Tapi tidak peduli berapapun Zhu Xuan mengeluarkan uang, pemilik toko tetap kekeh tidak mau menjualnya karena memang itu tidak untuk dijual.

Ye Zi malu karena ZHu XUan terus memaksa, jadi ia menarik Zhu XUan untuk segera pergi.


Ye Zi heran, apa Zhu Xuan sudah gila ya mau menghabiskan 300 yuan untuk sebuah poster? Zhu Xuan menjelaskan kalau ia ingin membeli itu karena Ye Zi menyukainya.

"Untuk ku?"

"iya. Kau sangat beruntung memilikiku."

Ye Zi tahu, pasti ada yang Zhu Xuan inginkan, apa? Katakan saja! Zhu Xuan bersikeras kalau ia membelinya karena memang Ye Zi menyukainya, tidak ada alasan lain.


Ye Zi mendesak, sungguh tidak ada? Zhu Xuan kembali bilang tidak ada. Kalau begitu Ye Zi memutuskan untuk pergi tapi Zhu Xuan cepat-cepat menahannya.

"Aku ingin mendapatkan poster itu sebagai hadiah ucapan terima kasih." Kata Zhu Xuan.

"Siapa yang tahu pemilik tidak mau menjualnya. Itu bagus! Aku tidak harus membantumu dengan masalah aneh itu."

"Kali ini, sederhana saja."

"Tidak mungkin. Kau selalu mengatakan itu, tapi kenyataannya selalu sebaliknya."

"Aku bersumpah. Aku berjanji. Aku tidak akan membuatmu dalam masalah kali ini."


Ye Zi menggeleng. Tapi Zhu Xuan tidak menyerah, ia masih membujuk Ye Zi untuk membantunya. Ia berjanji akan mendapatkan poster itu untuk Ye Zi selama Ye Zi mau membantunya kali ini.

"Bagaimana bisa? Dia tidak mau menjualnya padaku ataupun padamu."


Zhu XUan berjanji, pokoknya pasti ia dapatkan poster itu bagaimanapun caranya selama Ye Zi mau membantunya. Ye Zi akhirnya setuju juga dari pada ribet-ribet ditempeli Zhu Xuan mulu.

Zhu Xuan ketawa bahagia lalu membisiki Ye Zi apa keinginannya. Zhu Xuan ingin Ye Zi mengirimkan surat cintanya ke Yuan Lang.

"Apa?" Ye Zi terkejut.

1 komentar so far

Yeaaay dilanjut lagiii����
Semangat kaa��

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon