PEMBERITAHUAN!!!!

Dalam beberapa hari kedepan, Diana Recap pindah ke alamat baru
Pastikan mengunjungi alamat diatas jika www.diana-recap.com tidak bisa dibuka lagi

Friday, February 9, 2018

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan membaca sinopsis hanya di "www.diana-recap.com"

Sinopsis Where the Lost Ones Go Episode 7 Part 1

Sumber Gambar: Mango TV


Lin Sen meminta bantuan Zhu Xuan, Liu dan Daniao untuk melamar Ye Zi. Saat Ye Zi datang, ketiganya kompak bersembunyi.


Ye Zi berhenti tepat di depan Lin Sen, tapi Lin Sen nya bingung mau ngomong apa, ia hanya bisa diam beberapa saat. Disaat Lin Sen akan mengucapkan sesuatu, tiba-tiba pemain biola memainkan biolanya.


Lin Sen jadi tidak konsentrasi, ia kemudian mendekati pemain biola itu untuk memintanya berhenti. Zhu Xuan kelihatan tidak mengerti dengan hal itu.


Lin Sen kembali lagi pada Ye Zi, Lin Sen mengaku bahwa ia tidak pandai bicara dan untuk mengatakan ini ia berlatih ribuan kali. Lin Sen mengeluarkan cincinnya dan menyodorkannya pada Ye Zi.

"Beri aku kesempatan. Jadilah teman masa depanku."


Ye Zi memandang cincin itu sebelum menjawab, "Baiklah! Tapi aku punya syarat. Aku menulis harapan di tiang harapan saat kuliah. Aku mau menikah denganmu jika kau bisa menebak apa yang aku tuliskan."

Ye Zi kemudian menutup kembali kotak cincin itu dan memberikannya pada Lin Sen, "berikan kembali cincin ini jika kau sudah menebak apa yang aku tulis."


Ye Zi lalu melangkah mendekati tempat persembunyian ketiga temannya, ia meminta mereka keluar, ia tahu mereka sedang bersembunyi.

Daniao berkata kalau ia sedang ada urusan mendesak, ia harus segera pergi. Liu beralasan hendak menemani Daniao jadi ia juga harus pergi.


Tinggal Zhu Xuan sendiri yang harus menghadapi Ye Zi, ia bersikap seolah kebetulan bertemu Ye Zi disana, ia juga bersikap sama kepada Lin Sen. Lalu Ye Zi menarik ZHu Xuan untuk pergi bersamanya. Jadinya mereka meninggalkan Lin Sen sendiri.


Daniao lari-lari menemui Zhang Zeyi yang sedang bekerja. Ia memberitahu kalau Lin Sen barusa melamar Ye Zi. Namun reaksi Zhang Zeyi diluar dugaan Daniao, Zhang Zeyi berata kalau itu malah bagus.

"Hentikanlah, oke? Kita telah berteman selama bertahun-tahun. Bukannya kau ingin tahu apakah Ye Zi menerimanya atau tidak? Aku merasa sangat cemas padamu, kenapa Kau bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi?"

"Jadi.. apa yang harus aku katakan?"

"Oke, kau menang, itu bukan urusanku."

Daniao pergi tapi kembali lagi, "Ye Zi tidak menerima lamarannya, dia meminta Lin Sen untuk menebak apa yang ia tulis pada tiang harapan. Kau harusnya yang paling mengerti apa maksudnya."


Setelah mengatakannya, Daniao beneran pergi dan Zhang Zeyi menghentikan pekerjaannya, pikirannya kembali saat kuliah dulu, dimana Ye Zi juga mengajukan syarat yang sama padanya.


Ternyata Zhang Zeyi masih menyimpan catatan itu, ia menempelkannya dibawah keyboard komputernya. Ia melihatnya, lalu mencabutnya untuk selanjutnya ia masukkan ke kantong. Kemudian ia menyibukkan diri kembali bekerja.

-=EPISODE 7=-

..Masa Kuliah..


Ye Zi ke tiang harapan untuk mengecek harapan yang ia tempelkan. Awalnya ia sangat antusias tapi setelah melihat kalau harapannya masih tertempel rapi, ia kecewa.


Sementara itu, Zhang Zeyi terus berusaha mencari harapan Ye Zi, ia memeriksanya satu persatu.

Sampai ia melihat patung menunjuk ke salah satu tiang. Ia percaya pada patung itu dan mengambil catatan yang patung itu tunjuk.

Zhang Zeyi puas dengan hasil yang ia dapatkan dan ia membawanya dengan gembira.


Yuan Lang dan teman-temannya sesama mahasiswa kedokteran melakukan praktikum pembedahan, mereka masih jijik gitu.


Saat usai praktikum, Yuan Lang melihat Zhu Xuan sudah menunggunya dengan membawakan makanan. Teman-teman Yuan Lang mendekati Zhu Xuan, bertanya apa yang dibawa Zhu Xuan.

Zhu Xuan membuka kotak makanannya, isinya adalah pasta. Teman-teman Yuan Lang mual dan langsung kabur meninggalkan keduanya.

"Kau nikmati saja sendiri." Kata salah satu teman Yuan Lang.


Yuan Lang sebenarnya juga mual melihat makanan itu tapi ia tidak bisa pergi seperti teman-teman yang lain.

Zhu Xuan memaksa Yuan Lang untuk merasakan makanan buatannya. Yuan Lang cuma mengaduknya sembari mendengarkan Zhu Xuan. Zhu Xuan mengatakan kalau Daniao mau mengadakan pertemuan, ia mengajak Yuan Lang bergabung. Yuan Lang mengiyakan.

Kemudian Zhu Xuan kembali memaksa Yuan Lang untuk memakannya. Yuan Lang memakan sesuap, tapi ia tidak bisa menahan mualnya, jadi ia kabur meniggalkan Zhu Xuan.


Cowok yang memandangi Xixi sekarang mulai mendekat, ia pura-pura sedang lewat dan melihat Xixi. Cowok itu menunjukkan sesuatu, sepertinya pengumuman kompetisi menulis.

"Aku dengar kau suka menulis novel. Jadi aku pikir ini berguna  untukmu." Kata cowok itu.

"Tapi aku menulis hanya untuk bersenang-senang. Aku tidak memenuhi syarat untuk itu."


Xixi pun pamit karena sudah sore. Cowok itu mau mengantar tapi Xixi menolaknya dengan alasan asramanya deket. Cowok itu pun mengerti dan sebelum Xixi pergi, ia memberikan brosur itu,

Cowok itu menyalahkan dirinya sendiri karena gagal mendekati Xixi.


Zhu Xuan dan Ye Zi keluar dari kelas, bagi Zhu Xuan kelas tadi sangat menyenangkan, jadi ia heran melihat Ye Zi terus cemberut.

"Ye Zi, apa yang kau sedihkan?"

"Tidak ada."

"Apa ada kaitannya dengan Zhang Zeyi?"

"Tidak, tidak."

"Beneran?"


Lalu mereka melihat ada Zhang Zeri di depan mereka. Zhu Xuan berbisik kalau tebakannya benar. Lalu ia berpura-pura mengantuk agar bisa meninggalkan mereka berdua.


Ye Zi mendekati Zhang Zeyi, bertanya ada perlu apa. Zhang Zeyi menjawab kalau ia datang untuk menagih janji seseorang. 

"Siapa yang berjanji?" Tanya Ye Zi.


Zhang Zeyi kemudian menyibak cardigannya, ia menunjukkan catatan Ye Zi yang sudah ia temukan, yang ia tempel di dadanya. Ye Zi tersenyum bahagia.


Zhang Zeyi langsung menggenggam tangan Ye Zi, sekarang Ye Zi beneran tidak akan bisa menyingkirkannya.


Ye Zi tiba-tiba diam, ia menunduk sambil menutupi wajahnya dengan tangan. Zhang Zeyi bingung, apa ada yang salah? kenapa? apaan?

Ye Zi tiba-tiba memeluk Zhang Zeyi.

"Jadi.. kau setuju untuk menjadi pacarku sekarang?" Tanya Zhang Zeyi.

"iya."

"Kita sedang menjalin hubungan, kan?"

"iya."

"Sungguh?"

"Tentu saja."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon