PEMBERITAHUAN!!!!

Dalam beberapa hari kedepan, Diana Recap pindah ke alamat baru
Pastikan mengunjungi alamat diatas jika www.diana-recap.com tidak bisa dibuka lagi

Sunday, April 1, 2018

Sinopsis Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 1 Part 2

Sumber: jtbc


Jin Ah dan Joon Hee minum-minum berdua. Jin Ah bertanya, apa Joon Hee sudah menemukan pendamping. Joon Hee sampai sekarang bahkan masih terkejut, baginya sampai sekarang Jin Ah lah yang terbaik. Jin Ah menghela nafas, kalau saja Joon Hee bukan adik sahabatnya, ia sudah pasti akan memusnahkan Joon Hee. Lalu mereka bersulang.

Jin Ah tadinya mau mengajak Joon Hee makan samgyeopsal dan soju. Joon Hee cerita kalau tadi bersama karyawan lain ia sudah makan itu sampai mabuk.


Jin Ah lalu mulai membahas tentang pekerjaan, apa Joon Hee sudah selesai pergi-pergi ke kantor di luar negeri?

Joon Hee: Apa maksudmu? Aku masih bisa mendapatkan kesempatan lagi.

Jin Ah: Kau sudah tinggal di AS selama tiga tahun, apa masih belum cukup?

Joon Hee: Sebenarnya, tinggal menetap di suatu negara bukanlah gayaku. Kalau ada yang mengurusiku itu baru bagus.

Jin Ah: Aigoo.. hanya tubuhmu saja yang dewasa ternyata. Kau harus menunjukkan hal itu pada Kyung Sun. Kyung Sun itu hanya kasar diluar saja. Kalau terlait tentangmu Kyung Sun bisa sangat menakutkan. Apa kau tahu sepak terjangnya saat mencarikanmu apartemen untuk kau tinggali saat pulang nanti? Pikirkanlah Noonamu itu!

Joon Hee: Masalahnya adalah aku terlalu memikirkannya, bahkan aku belum memberitahunya kalau aku sudah kembali.

Jin Ah: Kau gila!

Joon Hee: Katakan saja dia ingin memberiku makan, artinya dia harus bekerja ekstra kan? Disaat berekrja di kedainya pun sulit.


Jin Ah jadi teringat masa lalu, adik yang dulu ia gendong di punggung sekarang sudah sangat besar, kapan tumbuhnya coba?

Joon Hee: Noona yang dulu menggendongku di punggungnya, kapan menjadi begitu tua?

Jin Ah: Kau sungguh ingin mati ya?

Keduanya ketawa. Joon Hee lalu menanyakan soal kencan. Jin Ah menjawab masalah cinta itu selalu buruk.

Joon Hee: Aku dengar kau dicampakkan.

Jin Ah langsung akan muntah.


Saat perjalanan pulang, Jin Ah tidak sanggup lagi memakai heels, ia berganti sepatu olahraga. Joon Hee lalu jongkok dan menyuruh Jin Ah naik ke punggungnya. Jin Ah menendang Joon Hee, melarangnya bercanda.


Saat mereka berjalan lagi, tiba-tiba Joon Hee meraih tangan Jin Ah dan mengajaknya menaiki tanjakan di depak mereka.


Joon Hee mengajak Jin Ah melewati pagar yang sudah digergaji batasnya jadi bisa dimasuki. Namun ada pemandangan canggung, mereka tak sengaja melihat pasangan kekasih sedang berciuman.


Tapi kemudian pasangan itu berhenti saat melihat mereka dan pergi dari sana. Jin Ah bertanya, tempat apaan itu? Joon Hee menjawab kalau ini merupakan jalan pintas yang ia temukan saat SMA dulu untuk merokok.


Mereka kembali jalan bersama dan Jin Ah berkata kalau Joon Hee sudah berubah menjadi seorang ahli wanita.


Selanjutnya mereka melewati tikungan, dan sudah kembali berjalan di trotoar.

Joon Hee: Saat aku di AS, segalanya sudah berubah disini. Bisakah Noona memanduku dan menunjukkan semuanya?

Jin Ah menjawab kalau ia sibuk. Joon Hee merasa Jin Ah mengatakan itu agar tidak harus membelikannya makan.


Dan mereka sampai di depan apartemen Jin Ah. Jin Ah menekan sandi lalu masuk ke dalam. Joon Hee melambai sambil tersenyum.


Jin Ah masuk ke kamarnya dan disana sudah ada dua kotak paket. Ibu tiba-tiba masuk dan bertanya itu paket apa. Jin Ah segera menyembunyikannya di kolong meja sambil bilang kalau itu bukan apa-apa.


Ibu bertanya, apa Jin Ah sudah bertanya mantannya mau dimasakkan apa nanti? Jin Ah menjawab kalau ia lupa dan akan menanyakannya nanti.


Ibu kembali berbicara tentang pernikahan. Ibu ingin Jin Ah menikahi mantannya, Ibu tidak tahu bahwa mereka putus. Ibu cerita bahwa semua orang iri padanya karena pacar Jin Ah lulusan dan sekarang menjadi pengacara serta berasal dari keluarga pejabat.

Jin Ah berkata sangat lelah dan hanya ingin tidur. Ibu kesal karena Jin Ah selalu berkata lelah jika ibu mulai berbicara soal pekerjaan.

"Berperilakulah yang lebih baik!" Kesal Ibu lalu keluar.


Joon Hee datang ke kedai kakaknya disaat sudah tutup. Kyung Sun tersenyum lalu menyerbunya, Joon Hee kabur jadi mereka kejar-kejaran di dalam kedai.


Saat jam makan siang dan akan pergi makan dengan atasannya, Jin Ah mendapat pesan dari Joon Hee.

"Noona, belikan aku makan."


Joon Hee ternyata ada di dalam lift bersama temannya, Joon Hee bingung menentukan menu makannya siang ini.


Jin Ah dan rekannya juga masuk lift yang sama tapi sepertinya Jin Ah tidak tahu kalau Joon Hee juga ada disana.


Jin Ah makan dengan rekannya, dua pria dan satu wanita. Pria yang duduk di depan Jin Ah bertanya, kenapa Jin Ah mesti putus kalau pacaran? Lalu ia minta nasinya Jin Ah.

Pria itu menasehati Jin Ah karena menganggap Jin Ah itu seperti adiknya sendiri, menjadi lajang itu tidak baik. Jin Ah tidak menanggapi dan hanya terus makan.


Alaram Jin Ah kembali berbunyi pagi ini dan secara otomatis Jin Ah langsung bangun dan bersiap berangkat bekerja.


Saat keluar, Jin Ah mendapati ayahnya sudah bengun dan sedang duduk di depan TV. Ayah sudah terbiasa bangun pagi untuk bekerja, jadi walaupun sekarang sudah pensiun, kebiasaan itu tetap ada.

Jin Ah izin untuk memakai mobil ayahnya. Ayahnya mengatakan untuk berhati-hati dalam menyetir. Jin Ah pun pamit dan meminta ayahnya istirahat lagi.


Hari ini adalah hari pembukaan kedai waralaba baru, Jin Ah kesana langsung untuk memastikan bahwa semuanya sudah siap.


Jin Ah tiba-tiba mendapat pesan, itu adalah pesan dari Kyung Sun yang mengabari kalau Gyu Min memiliki pacar baru.

Jin Ah pun stalking instagram Gyu Min dan ternyata Gyu Min pergi ke tempat-tempat wisata yang ia tunjukkan tempo hari bersama pacar barunya.


Jin Ah langsung menelfon Kyung Sun, bertanya apa yang barusan Kyung Sun kirim itu. Kyung Sun cerita, awalnya ia hanya penasaran setelah Gyu Min mencampakkan Jin Ah, maka ia mengikuti instagram Gyu Min dan ia malah melihat foto-foto itu.


Malamnya, Jin Ah stalking instagram Gyu Min, ia mengamati satu persatu fotonya dan ia menemukan dimana foto itu diambil, ada logo restoran.


Jin Ah kemudian mendatangi restoran itu dan kebetulan ia melihat Gyu Min sedang makan bersama pacar barunya disana.


Jin Ah lalu meminta kunci mobil Gyu Min pada tukang parkir, ia beralasan barangnya ada yang tertinggal.

Setelah mendapatkannya, Jin Ah diam-diam masuk ke dalam mobil dan meletakkan lipstik-nya di depan jok penumpang di depan, bukan hanya itu, ia juga melepas stokingnya lalu merobeknya dan meletakkannya di sebelah lipstiknya.


Gyu Min dan pacarnya selesai makan dan pacarnya nampak sangat mabuk. Gyu Min pun mengajak pacarnya untuk cepat pulang.


Gyu Min meminta kunci mobildi tukang parki, sementara sang pacar menunggu di dekat mobil. Gyu Min membuka kunci pintu mobil agar pacarnya bisa masuk, sementara ia membayar biaya parkir.

sang pacar masuk dan melihat lipstik dan stoking Jin Ah. Ia tampak kesal.

Sementara itu, Jin Ah menginti dar balik mobil lain.


Gyu Min masuk ke dalam mobil, Sang pacar langsung bertanya, apa Gyu Min memiliki wanita lain? Dan mereka bertengkar.

Sang pacar kesal, biasanya ia tidak memasukkan oppa-oppa tua pada daftar pacarnya, tapi ia mengecualikan Gyu Min karena kasihan saat Gyu Min selalu menempelinya.

Gyu Min tak menyangka, jadi pacarnya itu aslinya begitu? Mereka terus berdebat dan saling teriak. Pacar Gyu Min pun meninggalkan Gyu Min.

Jin Ah melihatnya dan ia nampak puas, rencana balas dendamnya berhasil.


Setelahnya, Jin Ah pergi ke kedai Kyung Sun dan mereka minum bersama. Jin Ah sedih meskipun dia berhasil membalas dendam pada mantannya. Jin Ah berpikir ia tidak memiliki penglihatan yang baik terhadap para pria.

Selama ini Jin Ah berpikir semuanya adalah cinta sejatinya tapi ternyata bukan.

"Tapi.. apakah itu cinta sejati?" Tanya Kyung Sun.

"Tidak tahu. "

Jin Ah berkata kalau mengetahui masa depan itu merupakan hal yang menyedihkan. Kyung Sun berpikir, haruskah mereka menemui peramal? Tapi apa harapan Jin Ah untuk masa depannya.

"Bertemu seseorang, menikah dan hidup bahagia."

"Ah.. seperti itu. Mungkin ada kebahagiaan di dalam hal itu. Mungkin!"


Joon Hee datang dan duduk bersama mereka. Joon Hee akan ikutan minum juga tapi Kyung Soo melarangnya. Kyung Soo memberi isyarat kalau Joon Hee harus menyetir untuk Jin Ah.

Joon Hee bertanya-tanya kenapa Jin Ah hari ini mabuk sekali? Kyung Soo mengatakan kalau Jin Ah sedang sensitif hari ini. Kenapa? Tanya Joon Hee, apa ada yang mencampakkannya lagi? Tapi Kyung Soo tidak menjawabnya malah pergi ke toilet.


Jin Ah kesal karena Joon Hee mengatainya, ia lalu meninju Joon Hee beberapa kali, tapi ia berhenti karena ia sudah tidak memiliki energi untuk memukul Joon Hee.

"Noona itu sangat menyedihkan."

"apanya yang menyedihkan?"


Kyung Sun memberikan pelukan selamat tinggal untuk Jin Ah. Jin Ah sangat berterimakasih pada Kyung Sun, ia bahkan memanggil Kyung Sun ibu. Kyung Sun menyuruh Jin Ah langsung tidur saat sampai di rumah, jangan memikirkan apapun. Mereka kemudian saling berciuman.


Joon Hee keluar setelah Kyung Sun membantu Jin Ah masuk ke dalam mobil. Joon Hee bertanya, bagaimana kalau mereka berdua menikah saja mengingat apa yang dilakukan keduanya selama ini. Kyung Soo meminta Joon Hee mengantar Jin Ah saja dan memastikannya selamat sampai rumah.


Mobil mulai berjalan dan musik mulai dimainkan.

"Sometimes it's hard to be a woman... Giving all your love to just one man.."

Jin Ah terdiam, ia menatap lurus kedepan dan mencoba untuk tidak menangis. Joon Hee mencoba tidak peduli, tidak melihatnya dan tidak bertanya. Tapi lama-lama Jin Ah menghadap jendela dan memejamkan matanya.


Joon Hee terlihat agak canggung karena ia tidak mengatakan apa-apa meskipun sepertinya ia sangat ingin bertanya. Sementara Jin Ah terus menahan tangisnya.


Joon Hee memutuskan menghentikan mobil dan menunggu di luar. Jin Ah akhirnya keluar setelah menangis dan mengajak Joon Hee melanjutkan perjalanan mereka.


Adegan berlanjut saat Joon Hee kembali menghentikan mobil di lokasi parkir apartemen Jin Ah. Jin Ah tertidur dan Joon Hee diam-diam mengambil foto Jin Ah.


Tetapi suara jepretan kaera Joon Hee membuat Jin Ah terbangun. Joon Hee langsung pura-pura biasa saja. Jin Ah bertanya, Joon Hee barusan mengambil fotonya kan? Joon Hee mengelaknya. Jin Ah tak percaya, ia meminta ponsel Joon Hee. Joon Hee tidak mau memberikannya, lagian ngapain juga mengambil foto orang yang sedang ngiler.

Jin Ah mengelak, ia tidak ngiler kok, tapi ia mengusap mulutnya. Joon Hee lalu keluar.


Jin Ah menegaskan akan menuntut Joon Hee jika fotonya sampai tersebar.

"Aigoo.. walaupun aku mengunggahnya, tidak akan ada yang melihat. Kau pasti berpikir dirimu itu supar cantik ya?"

"Kau! Bagaimana kau bisa berkata "kau" pada Noonamu. Noona sangat berlebihan ya?"

"Setidaknya kau sadar."

"Itu karena aku tidak bisa bersikap lebih tinggi kecuali padamu. Dan.. terimakasih untuk hari ini. Jika aku senggang, akan ku pastikan membelikanmu makan. Bye~"


Jin Ah kemudian menekan sandi apartemennya, tapi Joon Hee masih belum beranjak. Jin Ah berbalik dan menyuruhnya pergi.

Joon Hee memberi isyarat agar Jin Ah masuk ke dalam saja. Dan Joon Hee baru pergi setelah melihat Jin Ah masuk ke dalam lift.

1 komentar:

pkok y ditunggu next sinopsis y...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon